Anda di halaman 1dari 15

MODUL PERKULIAHAN

ETIK UMB

Tujuan Hidup dan Motivasi


Pencapaian Prestasi
Fakultas Program Tatap
Kode MK Disusun Oleh
Studi Muka
Fasilkom SI 03 90004 Hani Yuniani, M.Ikom

Abstract Kompetensi

Mengenal diri sendiri adalah hal Setelah mengikuti perkuliahan ini


penting agar seseorang dapat mahasiswa diharapkan mampu
mengetahui sisi positif dan Pada akhir pertemuan,
negatif dirinya. Ketika ini sudah mahasiswa diharapkan mampu:
dipahami dengan baik, maka * Mengidentifikasi manfaat
seseorang dapat memfokuskan penetapan tujuan
diri dalam passion dan * Menjelaskan cara-cara
pekerjaan mereka. menetapkan tujuan
* Membuat tujuan hidup
* Memotivasi diri untuk
mencapai tujuan

2012
2 Etik UMB
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
PembahasanPembahasan

I. Pendahuluan

1. MENGAPA TUJUAN PENTING?

Setiap orang melakukan suatu aktivitas dalam hidupnya, pasti memiliki


motivasi dan tujuan tertentu.Bagaimana kita bisa berharap sampai, bila kita tidak
tahu kemana kita pergi” (Bremer, 1995). ” Rahasia sukses terletak pada ketetapan
dalam tujuan ”(Benyamin Disraeli). Tanpa tujuan kita tidak pernah sampai pada
apa yang kita harapkan. Tidak semua orang sudah mengetahui tujuan yang ingin
dicapai dalam kehidupannya.

Robert E Franken (Human Motivation: 2002), mengatakan bahwa perilaku


manusia merupakan usaha untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Manusia
melakukan interaksi dengan lingkungannya dengan tujuan untuk menguasai
lingkungan dan menjaga kelangsungan hidupnya.Adanya tujuan tersebut
mendorong manusia untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Namun dalam
proses belajar dan mengembangkan dirinya, manusia kadang-kadang mengalami
berbagai kesulitan yang seringkali dirasakan sebagai ancaman terhadap
kelangsungan hidupnya.

Langkah awal dan terpenting dalam menjalani kehidupan kita sebagai


manusia adalah menentukan tujuan hidup. Hidup tanpa tujuan seperti halnya
kapal tanpa kemudi, yang akan oleng ke kanan dan ke kiri serta terapung di
tengah-tengah samudera kehidupan. Oleh sebab itu tujuan hidup perlu ditetapkan
sedini mungkin.Tanpa adanya kebutuhan yang berkembang menjadi tujuan atau
tanpa adanya tujuan yang dikembangkan dalam hidupnya, maka seseorang tidak
akan memiliki energi yang mendorongnya untuk bertindak atau kehilangan
motivasi hidup.Dengan adanya tujuan hidup yang jelas, kita bisa melangkah
dengan pasti tak peduli sesulit apapun jalan yang harus dilalui.Dalam
menjalaninya kita pasti mempunyai beberapa rencana yang kita punya untuk
mewujudkan apa tujuan hidup kita.

2012
3 Etik UMB
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2. MANFAAT DAN MACAM-MACAM TUJUAN

Tujuan dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang ingin diwujudkan


atau dicapai pleh manusia (Srijanti, dkk, 2006).Tujuan merupakan
pedoman dan arah bagi manusia untuk bekerja dan mengisi
kehidupannya.Dengan tujuan yang jelas mampu menumbuhkan rasa
percaya diri.Tujuan menjadikan untuk bergerak maju ke arah tindakan
yang positif. Jauh lebih baik daripada duduk manis saja atau
melangkah tanpa tujuan yang jelas.

Semua orang yang sukses dan menonjol didalam bidangnya memiliki


karakteristik yang sama, yaitu :

1. Mengetahui tujuan hidup

2. Mempunyai strategi dan program aksi untuk mencapai tujuannya

3. Mempunyai tekad kuat untuk mencapai tujuan

Berdasarkan Waktu Pencapaiannya, tujuan dapat dibedakan menjadi:

1. Tujuan jangka pendek: 0 – 1 tahun

2. Tujuan jangka menengah : 1 – 3 tahun

3. Tujuan jangka panjang : 1 – 5 tahun

Tujuan dapat lebih lama dari 5 tahun. Namun, tujuan akan lebih
mudah dan dievaluasi jika dipecah dalam periode yang relatif pendek.
Ketika Anda sudah menetapkan tujuan yang ingin dicapai dalam waktu
satu, atau tiga atau lima tahun ke depan, maka mulailah membuat
catatan-catatan tentang langkah-langkah yang sudah dan perlu
dilakukan untuk mewujudkannya.

3. MENETAPKAN TUJUAN

Orang yang cerdas biasanya mengetahui apa yang mereka


inginkan dan kemana tujuan hidup mereka. Disadari atau tidak, setiap
orang tentu sudah mempunyai tujuan hidup masing-masing.Namun

2012
4 Etik UMB
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
tujuan-tujuan tersebut mungkin belum tergambar dengan jelas
sehingga pencapaiannya sulit diukur.

Tujuan merupakan pagar yang menjaga Anda tetap berada dalam


jalur menuju cita-cita Anda.Buat tujuan yang realistis, Tujuan yang
terlalu ambisius seringkali tidak dapat tercapai.Jika itubterjadi, dapat
mengikis keprcayaan diri Anda.Sebaiknya, di awal buatlah tujuan kecil
dan dapat diraih kemudian tingkatkan secara bertahap (Greenwald,
2010).

Pengetahuan dan keterampilan membantu Anda mencapai tujuan


selama Anda mengetahui dengan pasti apa tujuan Anda. Srijanti, dkk
(2006) menjelaskan bahwa Robin Hood mengajarkan seni memanah
kepada beberapa orang muridnya dengan menggunakan burung-
burungan kayu sebagai saaran.Ia meminta murid-muridnya untuk
membidik mata burung-burungan tersebut. Murid pertama diminta
untuk menceritakan apa yang dilihatnya dan murid tersebut menjawab,
“aku melihat pohon, dahan, langit, burung dan matanya”. Robon
meminta murid pertama tersebut untuk menunggu dan meminta murid
yang lain untuk menjelaskan apa yang dilihatnya. Murid kedua
menjawab, “aku melihat mata burung”.Robin Hood berkata, “Bagus
sekali, lepaskan anak panahmu”.Murid kedua tersebut melepaskan
anak panahnya dan anak panah tersebut melesat lurus dan tepat
mengenai mata burung.Pelajaran apa yang Anda dapat cerita di atas?
Fokus.Fokus memudahkan kita mencapai tujuan.

Menyusun tujuan hidup yang berkualitas perlu SMART. Clements


(2006) menguraikan unsur-unsur tujuan yang berkualitas, yaitu:

1. Specific (khusus)

Rumuskan tujuan secara spesifik. Maksudnya tujuan tidak bermakna


ganda terhadap apa yang ingin Anda capai. Tujuan perlu fokus pada
definisi spesifik bidang-bidang perilaku kinerja.

2012
5 Etik UMB
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Misalnya: Saya ingin menjadi sarjana. Tujuan ini belum spesifik Anda
ingin menjadi sarjana apa? Perencanaan tujuan yang spesifik misalnya
adalah “saya ingn mejadi Sarjana Akuntansi”.

2. Measurable (terukur)

Tujuan yang terukur berarti mengandung alat ukur.Jika tujuan tidak


dapat diukur, kita akan sulit mengevaluasi pencapaiannya. Pengukuran
merupakan cara untuk memantau kemajuan, apakah tujuan telah
tercapai atau belum.

Contohnya: saya ingin meningkatkan indeks prestasi saya. Pernyataan


tujuan tersebut belum terukur. Agar terukur maka seharusnya, ‘saya
ingin meningkatkan indeks prestasi saya di atas 3,0” (karena
sebelumnya 2,50).

3. Achievable (dapat dicapai)

Tujuan dicapai dengan kemampuan yang ada.Oleh karena itu tujuan


yang baik berada dalam batas kemampuan orang yang membuat
tujuan.Tujuan selanjutnya ditingkatkan secara bertahap sehingga
memberi tantangan namun dapat dicapai.Tujuan yang sangat tinggi
menyebabkan sulit dijangkau dan bisa menimbulkan frustasi.

Contohnya: saya ingin jadi sarjana yang lulus dengan IPK 3,75 dan
TOEFL 550. Tujuan tersebut mungkin dicapai jika kemampuan Anda
mendekati keinginan tersebut. Apabila IPK Anda sekarang hanya 2,50
dan score TOEFL Anda adalah 400, maka tujuan tersebut achievable.

4. Realistic (realistis)

Tujuan yang realistis adalah tujuan yang layak dan dapat dicapai
dengan kondisi yang ada.Seorang mahasiswa yang ingin
meningkatkan IPK-nya dari 2,50 menjadi 3,75 dalam satu semester
adalah tidak realistis namun jika tujuannya meningkatkan IPK-nya dari
2,50 menjadi 2,51 juga sangat pesimis.

5. Relevant(relevan)

2012
6 Etik UMB
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Tujuan dibuat untuk menyelesaikan masalah yang ada. Tujuan yang
relevan akan membantu seseorang mencapai misi-nya atau mencapai
tujuan yang lebih besar.

Misalnya: seorang mahasiswa semester tujuh merasa sangat sedikit


memiliki teman. Di sisi lain dia menyadari tidak lama lagi akan
menyelesaikan studi dan masuk ke dunia kerja untuk berkarya. Dia
memerlukan banyak teman agar lebih mudah masuk ke
masyarakat.sehubungan dengan msalah yang dirasakannya, sang
mahasiswa memiliki tujuan menambah teman baru sedikitnya satu
orang dalam seminggu, agar jejaringnya semakin luas sebelum ia
menyelesaikan studinya.

6. Time framed (batas waktu)

Tujuan dicanangkan dicapai dalam kurun waktu tertentu.Tujuan yang


baik ditetapkan awal dan akhirnya, sehingga jelas kapan diadakan
penilaian.

Contohnya: saya menyelesaikan pendidikan S1 saya dalam 8


semester. Berarti, jika mulai kuliah pada September 2014 selesai
maksimal Agustus 2018. Lakukan penilaian ketika Anda telah
menjalani lima puluh persen waktu Anda (ketika berada di semester
empat).Sudah berapa banyak mata kuliah yang Anda selesaikan?
Seperti apa kualitas pencapaiannnya? Sudah puaskah Anda dengan
pencapaian yang ada?Jika Anda merasa belum puas, perlukah Anda
mengubah strategi belajar agar batas waktu delapan smester dengan
indeks prestasi yang Anda cita-citakan tercapai?

Untuk menentukan tujuan yang akan diwujudkan, sadari di area


kehidupan apa saja Anda ingin mencapainya.Area tersebut, misalnya:

1. Berkaitan dengan kehidupan spiritual, contoh

a. Saya membaca kitab suci setiap hari

b. Saya menghafal satu ayat setiap hari

2012
7 Etik UMB
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2. Berkaitan dengan profesi atau pekerjaan

a. Saya menjadi sarjana akuntansi pada usia 23 tahun

b. Saya menjadi akuntan publik tersertifikasi pada usis 28 tahun

3. Berkaitan dengan hubungan sosial (dengan orang lain)

a. Setiap minggu saya menambah dua orang teman baru

b. Saya menjadi ketua organisasi di lingkungan kampus.

4. Berkaitan dengan pengembangan kepribadian

a. Saya menghafal kosa kata bahasa Inggris satu kata dalam satu
hari

b. Saya mengikuti training softskill satu kali dalam setahun

5. Berkaitan dengan keuangan dan materi

a. Saya memiliki rumah sendiri setelah bekerja 5 tahun

b. Saya mendapat pekerjaan dengan gaji minimal Rp 3 juta/bulan

6. Berkaitan dengan kesehatan

a. Saya berolah raga minimal dua kali seminggu

b. Saya melakukan tes kesehatan setahun sekali

7. Berkaitan dengan hubungan keluarga

a. Saya mengobrol dengan adik dan/atau kakak seminggu sekali

b. Saya mengunjunhgi salah satu keluarga dari ayah maupun ibu


satu bulan satu keluarga

4. LANGKAH MENCAPAIAN TUJUAN

2012
8 Etik UMB
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Seringkali orang-orang terjebak dalam rencana jangka panjang,
namun tidak fokus untuk mengerjakan rencana jangka pendek dengan
baik.Padahal rencana jangka pendek diperlukan untuk mendukung
penyelesaian rencana jangka panjang dengan sempurna. Menurut
Djajendra (2011), rencana jangka panjang yang dibuat berdasarkan
gambaran besar yang utuh melalui visi yang jelas adalah hal yang
baik, tapi berfokus dan bertindak atas dasar rencana jangka panjang
dapat menimbulkan rasa frustasi. Cara terbaik untuk mewujudkan
rencana jangka panjang adalah melalui rencana jangka pendek,
dengan langkah-langkah kecil yang menghubungkan bakat, potensi,
dan sumber daya ke dalam gairah dan keyakinan, untuk
menyelesaikan setiap rencana jangka pendek dengan sempurna.

Bila Anda memiliki disiplin dan integritas untuk fokus kepada


keberhasilan kecil di setiap langkah kecil menuju mimpi besar Anda,
maka Anda tidak perlu khawatir gagal.Sebab, setiap hari energi Anda
akan terfokus untuk membangun jembatan dengan fondasi terkuat
agar Anda bisa sampai dengan sukses pada misi jangka panjang
Anda. Oleh katena itu, jangan pernah menggap remeh terhadap
pekerjaan kecil yang Anda lakukan setiap hari, karena melalui
pekerjaan kecil itulah pekerjaan besar Anda akan selesai dengan
sempurna.

Hal terpenting dalam mengerjakan rencana jangka pendek adalah


memiliki kesadaran tentang apa yang Anda inginkan dan yang tidak
Anda inginkan. Sejak dini, Anda perlu menyatukan pikiran, hati, dan
jiwa untuk memahami apa yang sedang Anda kerjakan dalam rutinitas
sehari-hari Anda. Sebab, setiap tindakan dan pikiran harian Anda akan
menjadi rangsangan untuk kesuksesan misi jangka panjang Anda.
Anda perlu memahami panggilan panggilan hati Anda untuk pekerjaan
yang sedang Anda lakukan. Bila jiwa dan raga Anda mampu
mengetahui apa yang Anda inginkan dan sedang Anda lakukan, maka
seberapa keras dan menguras energi perjalanan Anda menujumisi
rencana jangka panjang, yang Anda lihat adalah hal-hal indah dan
penuh gairah.

2012
9 Etik UMB
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Setiap rencana pasti di dalamnya ada risiko yang bisa membuat
Anda sukses atau pun

membuat Anda belum sukses (gagal). Oleh karena itu miliki kesadaran
diri yang utuh untuk memulai perjalanan panjang menuju misi jangka
panjang Anda, dengan keterampilan dan kecerdasan untuk mencegah
risiko dari awal. Jangan pernah membiarkan risiko tumbuh menjadi
besar dan kuat, nanti dia akan menjadi ancaman dan bencana dalam
perjalanan menuju misi jnangka panjang Anda. Djajendra
menyarankan agar dalam merancang tujuan, miliki informasi dan data
sebanyak mungkin, sebaik mungkin, untuk merancang tujuan jangka
pendek agar tersambung pada misi jangka panjang.Pastikan Anda
bekerja melalui rencana jangka pendek, misalkan secara
mingguan.Berikan respon perubahan dengan cepat dan efisien untuk
memperbaiki hal-hal yang tidak selaras dengan misi jangka
panjang.Perkuat integritas, disiplin, dan tindakan melalui nilai-nilai yang
dapat menciptakan motivasi pada semua sumber daya yang
mendukung misi Anda. Anda perlu selalu jelas bersama mimpi dan
rencana Anda, agar mimpi dan rencana Anda dapat mengantar Anda
pada misi yang Anda rencanakan.

5. MOTIVASI BERPRESTASI

Untuk hidup dengan sukses kita harus mempunyai banyak motif,


keinginan dan kebutuhan.Dan setiap keinginan kita susun berdasarkan
kepentingan dan kemampuan kita dan setiap keinginan kita capai
setahap demi setahap. Dengan demikian setiap hari kita mempunyai
keingingan dan keingingan tersebut membutuhkan usaha kita untuk
mencapainya.

Abraham Maslow mengemukakan teorinya mengenai kebutuhan


manusia, Kebutuhan-kebutuhan itu terdiri dari kebutuhan fisiologis
(seperti makan, minum), kebutuhan akan rasa aman tentram,
kebutuhan untuk dicintai dan disayangi, kebutuhan untuk dihargai dan
kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri, kebutuhan untuk berprestasi

2012
10 Etik UMB
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
merupakan kebutuhan manusia pada peringkat yang tertinggi. (Siagian
dalam Prantiya 2008).

Lima (5) kebutuhan dasar Maslow disusun berdasarkan kebutuhan


yang paling penting hingga yang tidak terlalu krusial:

1. Kebutuhan Fisiologis

Terletak di bawah piramida kebutuhan, karena kebutuhan fisiologis


mempunyai kekuatan yang paling tinggi, merupakan kebutuhan pokok
manusia untuk meneruskan kehidupannya.Manusia bekerja untuk
mencari makan, setelah makanan tercukupi maka bergeser pada
pakaian kemudian perumahan. Selama ketiga kebutuhan tersebut
belum tercukupi maka manusia tidak akan bergerak ke tingkat
kebutuhan yang lebih tinggi.

2. Kebutuhan Keamanan / Keselamatan

Setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi , manusia akan memikirkan


kebutuhan rasa aman, bebas dari bahaya seperti pencurian,
pencabretan, perampokan dan pemerkosaan, perang, sakit dan
ketidakstabilan ekonomi. Untuk meningkatkan rasa aman, banyak
organisasi memberikan kesejahteraan sosial seperti program
kesehatan, kecelakaan, asuransi jiwa dan rencana dana pensiun.
Dengan pemberian program kesejahteraan tersebut setiap orang akan
merasa aman sehingga setiap orang akan lebih kreatif dan produktif.
Menurut Peter F Drucker bahwa sikap seseorang terhadap rasa aman
adalah penting untuk dipertimbangkan dalam pemilihan pekerjaan dan
karier.

3. Kebutuhan Sosial / Afiliasi

Setelah kebutuhan fisiologis dan keamanan terpenuhi, kebutuhan


sosial menjadi kuat dan menjadi motif dalam kehidupan. Manusia pada
umumnya adallah makhluk sosial . Orang berkumpul dengan orang lain
dengan tujuan yang sama, membina persahabatan, ingin didengar
pendapatnya.

2012
11 Etik UMB
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
4. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan

Setelah manusia terpenuhi kebutuhan sosialnya, maka ingin


mendapatkan kebutuhan akan penghargaan. Kebutuhan penghargaan
adalah kebutuhan untuk diakui oleh orang lain.

5. Kebutuhan Aktualisasi Diri

Kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan untuk memperbesar


sepenuhnya potensi seseorang apapun kemungkinannya. Seseorang
mempunyai kebutuhan untuk menunjukkan kemampuan dan jati
dirinya.

Aktualisasi diri adalah keinginan untuk menjadi apa dan apakah


seseorang mampu mencapainya. Untuk melakukan aktualisasi diri,
seseorang harus mempunyai kemampuan, prestasi dan dana.
Aktualisasi diri seorang penyanyi mampu mengadakan konser tunggal,
seorang ilmuwan mampu berorasi ilmiah.

Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk


bertindak.Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari
dalam diri.Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari
dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut.

Mc Clelland secara terperinci pada Teori Motivasi Berprestasinya


yang dikutip Basuki (2007) menyatakan “motivasi berprestasi
bermakna suatu dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan
suatu aktivitas dengan sebaik-baiknya agar mencapai prestasi dengan
predikat terpuji”.

Sementara itu Prantiya (2008) menyimpulkan “motivasi berprestasi


merupakan suatu usaha yang mendorong seseorang untuk bersaing
dengan standar keunggulan, dimana standar keunggulan ini dapat
berupa kesempurnaan tugas, dapat diri sendiri atau prestasi orang
lain”.

Jika kita ingin mencapai semua cita dan tujuan, kita perlu bertindak.Lim
(2012) menyebutkan lima penyebab utama kegagalan, yaitu:

2012
12 Etik UMB
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
- Selalu mengaitkaan dengan masa lalu,

- Ketakutan dan kecemasan,

- Membiarkan orang lainb mengintimidasi

- Tidak melakukannya sampai tuntas

- Sikap malas dan menunda-nunda.

Jika ditelusuri lebih jauh semua penyebab kegagalan tersebut


bermuara pada diri sendiri.Jika diri kita penyebabnya, maka berarti
hanya diri kita sendirilah yang bisa mengubahnya.

Lim (2012) menyarankan agar Anda menggunakan waktu


sebanyak 5 menit sehari untuk menemukan siapa diri Anda
sebenarnya. Temukan bahwa aset potensi dan kekuatan Anda ada di
sana dan siap untuk didayagunakan. Setelah 5 menit menganalisa
keadaan diri, terimalah diri Anda dan jadilah diri Anda
sendiri.Kebanyakan orang yang mengalami kegagalan, tidak suka
melihat dirinya sebagaimana adanya. Dia merasa kurang ini, kurang
itu, yang akibatnya dia merasa tidak percaya diri.

Perlu diingat bahwa manusia pembuat kesalahan. Justru


kesalahan itu yang sering mengajarkan kita banyak hal dn membuat
kita menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, tetaplah menjadi diri sendiri dan
menerima diri Anda sebagaimana adanya pada saat Anda membuat
kesalahan.Akui kesalahan tersebut, dan jadikan kesalahan tersebut
sebagai pelajaran berharga untuk menjadi lebh baik di masa
selanjutnya.

Survey membuktikan dua faktor yang menjadi penyebab utama


mengapa orang tidak sukses adalah karena mereka enggan merubah
atau terlalu lambat untuk berubah. Padahal dunia terus berubah.
Perubahan itu asti. Untuk meraih sukses pada zaman ini, kita perlu
cepat beradaptasi dan cepat berubah.

2012
13 Etik UMB
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Jika Anda berani untuk berubah, Anda sedang melangkah menuju
kesuksesan, dan saatnya menanamkan 5 prinsip sukses yang penting
(Lim, 2012):

1. Masa lalu tidak sama dengan masa yang akan datang

2. Tidak ada kegagalan, yang ada hanya keberhasilan

3. Saya bertanggungjawab penuh atas kehidupan saya

4. Semua yang terjadi adalah yang terbaik

5. Kalau saya mau, pasti bisa

Cara pandang Anda dalam menghadapi segala hal, termasuk


kesalahan atau pun kegagalan adalah motivasi (Suhardono, 2012).
Sementara pilihan untuk memandang dan bereaksi atas sesuatu hal
adalah attitude. Keduanya adalah dua sisi dalam koin yang sama.

Attitude sering diartikan sebagai sikap atau perilaku.Termasuk dalam


attitude adalah segala hal yang kita pikirkan, dan decision making
process atas pandangan atau respon kita atas segala hal dan
ketetapan hati untuk melaksanakan pilihan yang sudah diambil.Putra
(2007) menjelaskan bahwa benih dari sikap yang baik adalah pola pikir
dan hati yang bersyukur. Kalau kita memiliki sikap yang baik, maka
akan membuat orang senang bekerjasama dengan kita. Hal in
tentunya akan membuat diri kita menjadi orang yang selalu dicari, dan
dicari pertama kali untuk diajak bekerjasama.

2012
14 Etik UMB
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka

Clements, Phil, 2006. Be Positive: Sukses Menjadi Manajer yang


Positif. Edisi kedua.

Penerbit Erlangga. Jakarta.

Djajendra.2011. Merancang Tujuan Jangka pendek untuk sampai pada


Misi Jangka Panjang.http://kecerdasanmotivasi.wordpress.com

Greenwald, Jeff. 2010. Jangan Menyerah: 50 cara mengubah


kekurangan m,enjadi kelebihan.Raih Asa Sukses. Depok-jawa Barat

Lim, Rudi. 2012. Tweak Your Life: Attitude is Everything. Elex Media
Komputindo. Jakarta

Putra, Julianto Eka. 2007. Anda Ingin Sukses? Selama Tidak Berdosa,
lakukan!!!. Mic Publishing. Surabaya.

Srijanti, Purwanto SK, Primi Artiningrum. 2007. Etika Membangun


Sikap Profesionalisme Sarjana. Graha ilmu.Yogyakarta.

Suhardono, Rene. 2012. Your Job is Not Your Career.


Literati.Tangerang. Banten

2012
15 Etik UMB
Hani Yuniani,M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id