Anda di halaman 1dari 1

TEKNOLOGI TEKNOLOGI    

PENGGUNAAN TEKNOLOGI diperlukan sebagai bentuk investasi dan kontrol kualitas BM dengan GPS Rover di tangan Surveyor yang mencari
GPS(GLOBAL POSITIONING SYSTEM) agar kebun sawitnya dapat dibuka sesuai dengan desain titik-titik posisi desain.
yang telah direncanakan. Hal tersebut di atas tidak bisa dilakukan bila
TIPE GEODETIK RTK
hanya menggunakan alat GPS Hand Held. GPS tipe ini
( REAL TIME KINEMATIK ) 2. Alat GPS(Global Positioning System) hanya bisa digunakan dengan ketelitian 5 sampai dengan
PADA SURVEY DESAIN BLOK KEBUN GPS adalah singkatan dari : Global Positioning 10 meter untuk keperluan pemetaan tidak teliti, navigasi
KELAPA SAWIT System. GPS merupakan alat penentuan posisi dengan atau untuk orientasi lokasi. Tidak setiap alat GPS dapat
bantuan satelit Navstar GPS milik departemen pertahanan digunakan untuk keperluan pekerjaan yang teliti,
AS. Namun untuk keperluan Sipil, GPS boleh tergantung tipe alat dan tingkat ketelitian yang diperoleh.
Oleh : JAZERI dimanfaatkan untuk teknologi navigasi, survey dan
pemetaan oleh siapa saja. Banyak jenis dan merk receiver
Perkebunan Kelapa Sawit PT Anugerah Energitama, GPS yang sekarang beredar di pasaran, seperti merk : 3. Apilkasi GPS Geodetik tipe RTK untuk survey
ABK Group Trimble, Leica, Topcon, Nicon, Garmin, Thales, Javad, kontrol desain Blok Kebun Kelapa Sawit
South dan lain-lain. Agar pekerjaan survey rintis blok menggunakan
1. Sejarah kebun kelapa sawit dan teknologi pemetaan Kini teknologi penentuan posisi dengan satelit alat Theodolit bisa sesuai dan sama dengan gambar lay
di Indonesia telah berkembang dengan adanya tambahan wahana satelit out peta desainnya, maka langkah-langkah yang
Menurut sejarah, perkebunan kelapa sawit di antariksa yang digunakan, tidak hanya satelit GPS namun diperlukan adalah sebagai berikut :
Indonesia sudah mulai ada sejak masa pemerintahaan juga satelit GLONASS milik Rusia dan satelit GALILEO
(1). Buat lay out peta desain blok berdasarkan sistem
kolonial Belanda. Pada masa awal kemerdekaan, milik Uni Eropa sehingga saat ini dikenal bukan hanya
koordinat dan sistem proyeksi peta di lokasi survey
pemerintah Indonesia mengambil alih perkebunan milik teknologi GPS tapi GNSS ( Global Navigation Satellite
(georeference).
 
Belanda. Pada masa pemerintahan Orde Lama, System ).
(2). Buat titik Bench Mark(BM) referensi di sekitar lokasi, Gambar iii. Contoh peta rencana dan hasil desain blok kebun sawit
perkebunan kelapa sawit yang diambil alih tersebut yang memakai alat Theodolit dan GPS tipe Hand Held. Tampak
banyak yang terlantar karena minimnya perawatan, Gambar i. pilih di lokasi yang aman, diupayakan dekat dengan perbedaan yang cukup besar antara desain MR/CR rencana dan hasil.
peremajaan, rehabilitasi pabrik, SDM yang terlatih dan Contoh alat GPS tipe kantor agar mudah dijaga dan diawasi.
alat-alat(teknologi mekanisasi) yang digunakan. Geodetik RTK Base,
lengkap dengan internal (3). Ikatkan titik BM referensi tadi ke titik BM milik
Pada masa awal pemerintahan Orde Baru, radio link-nya di dalam Bakosurtanal atau ke titik BM milik BPN yang sudah
pemerintah Indonesia mulai membangun kembali antenna dan receiver diketahui nilai koordinatnya.
perkebunan kelapa sawit secara besar-besaran namun alat. Akan dipasang di
atas BM yang posisinya (4). Buat database koordinat titik perempatan(Cross)
masih banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit baik
sudah diketahui/fixed. rencana Main Road(MR) dan Collection Road(CR)
milik pemerintah maupun swasta nasional yang masih Sudah menggunakan berdasarkan lay out peta yang ada dan up load data base
menggunakan teknologi manual, belum menggunakan teknologi GNSS.
tersebut ke dalam Controller GPS Rover.
teknologi mekanisasi perkebunan, salah satu contoh
kegiatan pembukaan lahan(land clearing) masih (5). Pasang GPS Base di BM dekat lokasi survey yang
menggunakan teknik imas tumbang, bahkan ada beberapa sudah diikatkan ke titik BM referensi. Bila perlu,
perusahaan yang membuka lahan dengan menggunakan Gambar ii. perbanyak dan dekatkan titik BM GPS Base selanjutnya
teknik pembakaran hutan supaya lebih cepat, pekerjaan Contoh alat GPS tipe ke areal yang akan disurvey agar jarak antara titik base
Geodetik RTK Rover, dan rover tidak terlalu jauh sehingga koneksi radio link-
rintis blok masih menggunakan alat kompas, pengukuran lengkap dengan internal
luas areal hasil land clearing masih menggunakan tali radio link-nya di dalam
nya masih terjangkau.
tambang, peta-peta rencana/desain kebun masih digambar antenna dan receiver (6). Gunakan GPS Rover untuk mencari(stake out) posisi
dengan manual tanpa sistem koordinat yang jelas, batas alat. Sedang diset titik koordinat Cross MR/CR, titik ini sebenarnya adalah
sebelum dibawa ke
areal masih mengacu pada detil situasi alam seperti lokasi dengan
pancang kepala tanam(titik tanam yang dimatikan) untuk
sungai, pohon tertentu dan lain sebagainya. Dengan controller-nya untuk as jalan.
teknologi saat itu, dapat kita lihat hasil desain blok kebun proses stake out posisi (7). Buat dan cari satu titik lagi sebagai arah/siku untuk
menjadi kurang teratur baik dari sisi luasannya maupun titik yang akan dicari.
Sudah menggunakan pelurusan rintis blok sejauh 10 sampai dengan 25
orientasi arah jalannya, juga ketersambungan desain jalan teknologi GNSS. meter(makin jauh makin baik) arah utara, timur, barat atau
yang searah antara satu dengan yang lainnya masih selatan sesuai dengan kondisi di lapangan yang masih
banyak yang patah/tidak menyambung. Hal ini dapat dapat saling terlihat satu sama lainnya. Gambar iv. Contoh peta rencana dan hasil desain blok kebun sawit
dilihat baik di lapangan langsung maupun dengan yang memakai alat Theodolit dan dikontrol dengan alat GPS Geodetik
(8). Lanjutkan alat GPS Rover untuk mencari posisi titik RTK. Tampak berimpit antara desain MR/CR rencana dan hasil.
menggunakan bantuan citra satelit.
koordinat Cross MR/CR dan posisi titik arah/siku lainnya.
Pada masa pemerintahan Era Reformasi sekarang
ini, munculah berbagai alat survey pemetaan dengan (9). Gunakan titik Cross MR/CR sebagai tempat berdiri 4. Kesimpulan
GPS tipe Geodetik merupakan tipe alat GPS alat Theodolit, arahkan survey rintis blok ke titik arah/siku
tingkat ketelitian yang berbeda-beda, dari yang paling yang paling teliti dengan akurasi sampai dengan +/- 1 cm Pekerjaan survey desain blok tidak akan bisa
rendah ketelitiannya(meter), ketelitian sedang(sub meter) yang telah diberikan.
secara horisontal dan +/- 1,5 cm secara vertikal sehingga dikontrol dengan hanya diawasi pekerjaannya di lapangan
sampai yang paling teliti(centi meter), juga dari segi paling cocok untuk pekerjaan pematokan/pancang(stake (10). Demikian seterusnya sehingga pekerjaan rintis blok
metode yang digunakan, dari metode teristris sampai ke dapat dikontrol dengan alat GPS Geodetik tipe RTK. saja, namun harus dicarikan alat/teknologi yang mampu
out) titik-titik desain yang sudah mempunyai nilai
alat yang sudah menggunakan metode satelit. Dengan untuk mengontrol pekerjaan tersebut berikut dengan
koordinat rencana dengan metode RTK(Real Time Dari gambar di bawah ini dapat dibandingkan
makin banyaknya produsen dan merk alat yang beredar di Kinematik), artinya proses koreksi dan hasil akhir hasil survey rintis blok bila hanya menggunakan alat tenaga ahlinya. Dari sisi pertimbangan agronomis, alat
pasaran maka harga alat GPS menjadi semakin kompetitif koordinat yang akan dicari sudah fixed, terkoreksi secara Theodolit dan GPS Hand Held (Gambar i) dan yang GPS tipe Geodetik RTK ini berguna untuk menjaga
sehingga cukup menguntungkan bagi perusahaan real time menggunakan fasilitas koneksi radio link atau menggunakan alat Theodolit yang dikontrol dengan alat konsistensi titik tanam agar tidak banyak yang hilang
perkebunan kelapa sawit untuk membeli peralatan yang jaringan telekomunikasi lainnya antara GPS Base di titik GPS Geodetik RTK (Gambar ii). karena tata letak jalan yang tidak teratur.