Anda di halaman 1dari 31

GAYA-GAYA TAMAN

Dosen Pengampu :

Prof.Dr.Ir. Warnita, MP

Oleh :

Desi Pramida Sari 1510211081

Destari 1510211083

Sonya Noviasman 1510211087

Agung Mahdy Dermawan 1510212005

Exto Fortunes Nadea 1510212011

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

2018

1
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ........................................................................................................ i
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
1.1 latar belakang ...................................................................................... 1
1.2 Tujuan................................................................................................... 2
1.3 Rumusan Masalah ............................................................................... 2
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................... 3
2.1 Konsep Taman ..................................................................................... 3
2.2 Konsep Taman Eropa ......................................................................... 4
BAB 3 PEMBAHASAN ...................................................................................... 7
3.1 Taman Gaya Eropa ............................................................................. 7
3.2 Sejarah dan Gaya Taman di Berbagai Negara di Eropa ................. 9
3.2.1 Taman Eropa Abad Pertengahan ....................................... 9
3.2.2 Italia ....................................................................................... 12
3.2.3 Meksiko dan Kalifornia........................................................ 16
3.2.4 Yunani Kuno dan Roma....................................................... 17
3.2.5 Inggris .................................................................................... 19
3.2.6 Perancis .................................................................................. 21
3.2.7 Kalifornia ............................................................................... 24
BAB 4 PENUTUP ............................................................................................... 28
4.1 Kesimpulan ........................................................................................... 28
4.2 Saran ..................................................................................................... 28
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 29

ii
BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Taman merupakan suatu lahan yang ditata dan diisi oleh tanaman sebagai
elemen terpentingnya. Taman dapat didesain dengan meniru bentukan dan
fenomena yangterjadi di alam sehingga dapat menjadi bagian dari alam atau
miniatur bentukanalam seperti yang diinginkan. Manusia dapat memanfaatkan
taman untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani. Taman yang dibangun
dapat memberikesegaran dan kenyamanan udara. Selain itu, taman dapat
memperindah lingkungan dan menghiasi sudut-sudut ruang lahan yang semula
belum termanfaatkan dengan baik.
Setiap orang pasti menginginkan suasana lingkungan yang nyaman di
dalam bangunan rumah yang ditempati. Tidak satupun penghuni rumah
membiarkan halaman rumahnya kosong dan nampak kaku tanpa pohon. Halaman
rumah depan atau belakang selalu terdapat beberapa pohon hias atau tanaman
keras untuk peneduh.
Budaya menanam pohon dihalaman atau belakang rumah, dikalangan
masyarakat Jawa yang rumahnya umumnya memiliki halaman luas, sudah ada
sejak dulu. Namanya jelas bukan tanam, karena tidak tertapa bagus. Jenis pohon
yang ditanam adalah yang bermanfaat bagi yang menanamnya. Antara lain pohon
pisang, kencur, kunir, sayur mayor dan pohon buah-buahan. Memang tanaman itu
bukan untuk pajangan atau memperindah halaman rumah, tapi untuk
kesejahteraan pemilik rumah beserta keluarganya. Sebagai bahan makanan, jamu
tradisional dan keperluan lain. Fungsinya tidak sama dengan tanaman hias yang
ditata sedimikian rupa pada halaman yang menghampar luas dirumah-rumah
mewah. Meskipun demikian halaman rumah yang ditanami masyarakat Jawa
itupun namanya jug ataman karena tidak ditata seperti taman sekarang.
Taman modern dan tradisional memang berbeda. Jenis tanaman pad
ataman modern umumnya pohon hias yang tak menghasilkan buah. Akan tetapi
jika menghasilkan buahnya tidak dapat dinikmati. Berbeda dengan taman
tradisional, jenis pohon yang ditanam tidak semuanya menghasilkan dan

1
dimanfaatkan. Fungsi taman modern untuk menghias taman agar tampak cantik
dan nyaman karena tingkat kesejahteraan penghuni rumah bergaya arsitektur
modern sudah lebih baik. Sehingga tak perlu menanam pohon yang mendatangkan
manfaat. Jika ingin menikmati buah-buahan segar cukup pergi ke supermarket.
Sebuah keindahan seperti taman yang diciptakan itu untuk memenuhi kebutuhan
rohani.
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui Pengertian Taman gaya eropa.
2. Untuk mengetahui Sejarah dan Gaya Taman di negara –negara Eropa
1.3 Rumusan masalah
1. Bagaimana Taman Gaya eropa?
2. Bagaimana Sejarah dan gaya Taman di negara – negara Eropa?

2
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Taman


Asal mula konsep taman untuk kegiatan bersenang-senang barangkali
berasal dari mitologi, mengingat rancangan dan susunannya nampak berasal dari
praktek penanaman dan pengairan kuno. Sebagian besar kepercayaan-kepercayaan
keagamaan didunia melukiskan taman-taman atau firdaus pada permulaan zaman
atau pada akhir kehidupan dimuka bumi. Taman yang dijajikan Muhammad
dikatakan diisi oleh hutan-hutan yang dipenuhi pepohonan dan beberapa saat
diatas bumi diperpanjang selama seribu tahun. Terdapat pula legenda tentang
taman Firdaus dimana Tuhan telah menempatkan Adam dan Hawa. Hal ini
dilukiskan didalam kitab kejadian I dan II sebagai sebuah taman yang diciptakan
Tuhan dimana terdapat semua jenis pepohonan yang indah dan dipandang oleh
mata lebih indah. Pohon yang terletak dipusat adalah yang memberi pengetahuan
akan segala sesuatu yang baik dan yang buruk. Terdapat juga sebuah sungai yang
bercabang menjadi tempat sungai kecil pada perbatasan taman.
Citra tersebut adalah hidup dan tetap berlaku meskipun dizamn-zaman
modern. Setiap orang tau pada peradaban-peradaban awal menghubungkan arti
dan makna khusus pada pepohonan dan tumbuh tumbuhan terentu seperti zaitun,
semak duri, ara, dan anggur. Lambat laun ketika penderitaan kelaparan merupan
kejadian yang berulang kembali, bukan hal yang aneh dmn pepohonan, benda
yang paling lama hdup yang diketahui manusia, harus dipuja-puja, demi
kesuburan, kehidupan, dan makan yang pepohonan tersebut berikan.Dengan
demikian, pada nenek moyang kita terdapat mitos dan legenda yang kuat yang
pengertiannya mungkin sekarang menjadi kabur tetapi yang meskipun begitu
sangat mempengaruhi pada pemikiran dan peradaban dahulu. Mereka masih
menjadi bagian dari kebudayaan.

3
2.2 Konsep Taman Eropa
Sejarah Perkembangan Konsep Taman Daratan Eropa (Peradaban Barat)
Taman-taman kuno pada peradaban masa lalu tersebut ternyata memberi
pengaruh pada seni pertamanan secara umum di Eropa dan Timur Tengah. Abad
pertengahan sejarah bangsa Eropa berada diantara masa keruntuhan kerajaan
Romawi dan bangunnya Eropa modern di abad ke XV. Pada permulaan abad ini
taman-taman tempat bersenang-senang jarang ditemukan diantara kota-kota yang
padat dan benteng-benteng. Ruang terbuka pada umumnya berfungsi sebagai
tempat menanami jenis tanaman obat-obatan dan buah-buahan. Kebun-kebun ini
juga dipelihara dan dipagari dengan benteng yang kuat.
Di akhir abad ini, dengan memudarnya penyelesaian konflik politik,
perkembangan niaga dan pemupukan kekayaan menyebabkan berkembang-nya
taman-taman, mulai dari taman-taman di istana sampai ke taman-taman rumah.
Taman-taman dirancang dan dibangun sebagi tempat rekreasi. Taman buah dan
semak menjadi penting sebagai elemen dasar dari taman yang terpagar (walled
garden) yang dibangun dengan tempat duduk yang ditutupi rumput, air mancur,
petak-petak bunga dan kolam ikan. Di dalam taman yang terpagar ini para pelayan
menghibur raja dan putri untuk berdansa, dan menikmati kesenangan lainnya
Sistem Pertamanan ini berkembang seperti nampak pada taman-taman di Eropa.
Di Spanyol, konsep taman banyak dipengaruhi peradaban Islam yang
berasal dari Timur Tengah. Konsep taman Islam dari Timur Tengah ini
dikembangkan oleh bangsa Moor di Afrika Utara dan bahkan diperkenalkan di
Spanyol pada abad ke XVI, dimana taman yang bertemakan Taman Firdaus
dipersatukan dengan atrium yang berasal dari Romawi, menimbulkan suatu gaya
baru dalam seni taman yang disebut “Spanish Garden” atau taman gaya Spanyol.
Bentuk ini dapat disaksikan di Alhambra, Granada. Konsep taman gaya Spanyol
ini (Alhambra) mempunyai kesamaan karakteristik dengan taman-taman istana
zaman Persia terutama dalam konsepsi arsitekturnya dalam penggunaan unsur air.
Kesamaan dalam keterbukaan paviliun yang dimaksudkan untuk memasukan
udara bebas. Demikian pula dalam penggunaan air mempunyai nilai simbolis serta
tujuan untuk pendinginan.

4
Istana Alhambra dibangun antara tahun 1248 hingga tahun 1354 oleh
Mohamad Ibn Al Amar, barangkali dari nama pembangunnya inilah kata
Alhambra ini diperoleh. Namun ada pula yang mengira bahwa nama Alhambra itu
berasal dari sebuah kata dalam bahasa Arab yang berarti “merah”, karena warna
bahan temboknya yang berwarna kemerah-merahan dan bertambah merah
tertimpa cahaya obor saat dibangunnya benteng tersebut secara lembur di malam
hari.
Istana dan benteng kuno dari Kesultanan Bangsa Moor di Granada
Spanyol Selatan ini membuktikan kepada dunia, bagaimana tingginya kebudayaan
Islam pada abad ke 14.
Istana Alhambra terletak di sebuah dataran tinggi yang berteras-teras, dan
membentang sepanjang 2430 kaki dengan bagian yang terlebar 674 kaki dengan
luas seluruhnya sekitar 35 are. Alhambra ini dikelilingi oleh tembok benteng yang
kuat dengan tiga belas menara yang menjulang tinggi. Dari dataran tinggi ini
dapat dilihat pemandangan kota Granada dan Lembah Granada ke arah Barat Laur
dan Utara. Sedangkan ke arah Timur dan Selatan pandangan terarah ke
pegunungan Siera Nevada
Istana Alhambra terdiri dari bangunan yang sangat indah yang terdiri dari
masjid, tempat pusat pemerintahan kesultanan bangsa Moor dengan ruang
singgasana yang disebut Lindaraja, taman keputren dan menara Comares dengan
kolam Taman Myrtles yang sangat terkenal dan banyak mengilhami ahli-ahli
pertamanan Eropa, Taman Singa dan kemudian benteng Alcazaba yang
merupakan benteng pertahanan yang dilengkapi dengan asrama tempat para
perwira dan prajuritnya bermukim.
Taman yang disebut Alameda de la Alhambra yang pada musim semi
ditumbuhi rerumputan dan bunga liar, ditata oleh bangsa Moor dengan tanaman
mawar, jeruk dan pohon Myrtles yang merupakan ciri khas Alhambra. Dinamakan
taman Myrtles karena kolamnya yang terbuat dari pualam dengan air yang
bagaikan kaca dan penuh ikan, dikelilingi semak pohon Myrtles yang dipangkas
rapi. Taman ini konon kabarnya mengilhami pembuatan patio ala Spanyol yang

5
sangat terkenal itu. Kemudian pada tahun 1812, Duke of Wellington menanami
pohon Elm Inggris yang sekarang menjadi hutan yang lebat.
Bentuk kompleks istana Alhambra ini dibuat sedemikian rupa sehingga
dapat mengantisipasi keadaan cuaca dan iklim di luar. Meskipun di luar terasa
bising, panas, dan berdebu tetapi di dalam terasa teduh, sejuk dan terlindung oleh
dinding-dinding yang sangat tebal. Karena keseluruhan strukturnya terletak di atas
permukaan yang tinggi, jendela-jendelanya memberikan pemandangan ke arah
kawasan sekitarnya yang juga memungkinkan angin sepoi bertiup ke dalam.
Ruangan-ruangan digabungkan dengan kolam-kolam air memberikan suatu sistem
pengatur suhu udara yang meskipun primitif namun cukup berhasil. Air dalam
saluran tidak hanya mengalir di dalam halaman tertutup saja tetapi sekali-sekali
dialirkan ke dalam dan melewati bangunan sehingga menyejukkan suhu udara dan
menimbulkan suara lembut ari yang tengah mengalir.

6
BAB 3. PEMBAHASAN

1.1 Taman Gaya Eropa


Desain taman gaya Eropa biasanya berukuran besar dengan aneka warna
bunga didalamnya. Pilihan rumputpun dari jenis yang berkualitas sehingga dapat
dipotong dengan rapi atau dibentuk sedemikian rupa seperti lingkaran
bergelombang atau labirin. Bentuk dari taman khas Eropa ini terlihat begitu
elegan dipadu dengan keindahan bunga Eropa serta berbagai ornamen lain
misalnya hiasan patung dan pancuran air. Bunga-bunga yang menghiasi taman ini
akan terlihat semakin cantik apabila diimpor langsung dari Eropa. Satu hal yang
harus diingat, Indonesia mempunyai iklim tropis sehingga bunga-bunga khas
Eropa ini memerlukan suhu rendah supaya bisa tumbuh subur seperti dinegaranya.
Taman gaya eropa memiliki pola formal dan simetris. Sebagai elemen
terpilih adalah tanaamn pangkas yang dapat dibentuk mengikuti pola formal.
Taman gaya eropa jarang diaplikasikan di halaman rumah karena bentuk kaku dan
perawatan yang intensif ( Puspa,2008). Untuk taman Eropa dengan lapangan
rumput yang luas dan pohon besar dikelilingi tanaman perdu yang teratur rapi (
Kusumawicagdo,2008)
Untuk taman yang menggunakan gaya Eropa, ciri utamanya terletak pada
penggunaan tanaman hias yang warnanya tidak hanya didominasi oleh hijau saja.
Warna lain yang punya sifat cerah seperti merah, kuning, jingga dan sebagainya
sering dipakai untuk menghias taman yang punya konsep gaya Eropa. Warna
tersebut bisa dimunculkan dari daun atau bunga yang sedang mekar. Selain itu
taman gaya eropa juga selalu punya tampilan yang lebih teratur dan punya pola
khusus seperti bentuk geometris segitita, kotak dan bundaran atau lingkaran. Hal
inilah yang menjadikan pemilihan jenis tanaman hias harus bisa disesuaikan
dengan bentuk-bentuk yang diaplikasikan, apalagi jika tanaman tersebut punya
arah tumbuh yang tidak beraturan.
Desain eksterior rumah berupa taman bergaya Eropa ini perlu perawatan
maksimal terutama dalam pemilihan jenis bunga dan rumputnya. Black Eye Susan
merupakan jenis bunga yang sesuai untuk desain taman ini. Warnanya kuning

7
dominan seperti bunga matahari. Ada lagi jenis bunga Echium hampir mirip
Lavender berwarna ungu cerah.Kemudian Dahlberg Daissy, merupakan jenis
bunga dengan warna kuning yang lebih mirip semak kecil. Jenis bunga lainnya
adalah Brachycome mirip dengan Dahlberg Daissy tetapi memiliki macam-
macam warna. Selain itu masih ada beberapa jenis bunga seperti Oleander
berwarna merah, kuning dan putih serta Zinnia dengan bunga-bunganya yang
berukuran tebal. Sebenarnya masih ada satu jenis bunga lagi yaitu Tulip, tapi
hamper dipastikan bunga tersebut tidak bisa tumbuh dengan sempurna meski
dibudidayakan di wilayah bersuhu dingin seperti Bogor dan Bandung.
Beberapa jenis bunga yang bisa ditanam pada taman adalah bungaBlack
EyeSusan yang berwarna kuning cerah dan mirip dengan bunga
matahari, Echium yang berwarna ungu cantik dan mirip dengan bunga
Lavender, Dahlberg Daissy yang berupa semak kecil dengan bunga berwarna
kuning yang mungil, Brachycome yang mempunyai semak warna-warni seperti
bunga krisan dengan bunga berukuran lebih kecil,Oleander yang memiliki bunga
berwarna kuning, putih ataupun merah,Zinnia dengan bunganya yang besar dan
tebal, Alstromeria yang mirip dengan bunga anggrek, dan lain sebagainya.
Sedangkan untuk daffodil atau tulip yang butuh suhu sangat dingin dan es untuk
memicu pertumbuhan bunganya, tidak akan bisa tumbuh di Indonesia walaupun
ditanam di daerah Bandung atau Bogor sekalipun, kecuali mungkin dengan
perlakuan yang sangat khusus.
Sedangkan jenis rumput yang sesuai untuk taman gaya Eropa ini, kita bisa
menggunakan jenis Augustine yang bisa kita impor langsung dari Australia.
Kelebihan jenis rumput ini biasanya orang akan merasa nyaman apabila
melangkah diatasnya karena rumput jenis ini bisa tumbuh lebih tebal dan lembut.
Selain itu Rumput jenis Augustine ini bisa tumbuh cepat dan rapi menutup
permukaan lahan taman. Rumput ini bisa tumbuh dengan sempurna apabila
ditanam pada ketinggian 900 m dari permukaan laut. Selain bunga-bunga dan
rumput, untuk lebih mempercantik taman model Eropa ini kita bisa menambahkan
kolam ikan, patung, pancuran air, lukisan dan kursi taman. Kemudian untuk taman
dengan gaya Eropa untuk bangunannya antara tanam dengan bangunan induk

8
terpisah dan dihubungi oleh deretan tiang bulat tinggi besar disebut
Colonnade.Untuk taman dengan gaya Eropa biasanya dilengkapi dengan kolam.

Gambar 1. Taman Gaya Eropa

1.2 Sejarah dan Gaya Taman di Berbagai Negara di Eropa


1.2.1 Taman Eropa Abad Pertengahan
Periode sejarah Eropah abad pertengahan mengambiul waktu antara
hancurnya kekaisaran Roma dan bangkitnya Eropa moderndi abad-15. Suatu ras
isolasi komonitas di dalam suatu kawasan lahanyang bermusuhan adalah benar-
benar di timbulkkan dalam novel karya Hesse yang berjudul “Narcissus” and
Goldmund. Zaman Kegelapan telah ditandai oleh perang,kerusuhan,dan wabah
penyakit.Taman-taman yang tidak menyenangkan tidak terdapat didalam kota-
kota benteng yang padat. Ruang yang terdapat digunakan secara fungsional untuk

9
menanami bahan pangan atau daun obat-obatan. Taman-taman juga telah
dikorbankan untuk maksud ini di dalam perbentengan-perbentengan kaum
bangswan. Didalam biara-biara leboih banyak lagi halaman-halaman yang
ditanamani pohon buah-buahan ,anggur,sayur mayur,dan bunga-bunga altar, tetapi
elemen yang paling penting adalah tanaman yang dipergunakan untuk ilmu
ketatiban dimana ditanami dengan enam belas macam daun-daunan untuk obat
yang merupakan basis bagi obat-obatan dan ilmu kedokteran. Preparat farmasi
untuk mengobati berbagai penyakit. Sebagai contohnya balsam terbuat dari
sejenis jeruk untuk obat gigitan anjing dan kalajegking. Sejenis tumbuh-tumbuhan
yang di sebut camomile dipergunakan untuk penyakit hati dan juga untuk sakit
kepala. Menjelang akhir peroide tersebut ,dengan berhenti konflik politik,
perkembangan perdagangan dan pengumpulan kekayaan, taman-taman abad
pertengahan yang terdapat pada perbentengan dan rumah-rumah pedesaan
menjadi lebih besar,lebih beragam dan dirancang untuk kesenangan seperti halnya
barang keperluan.

Gambar 2. Taman Eropa Abad Pertengahan

Taman obat-obatan dan anggrek merupakan elemen-elemen dasar taman


yang penting pada taman-taman tang tertutup perbentengan. Yang dihiasi dengan
tempat-tempat duduk yang tertutup rerumputan, kolam air mancur ,hamparan
bunga , tempat-tempat istirahat diteduhi oleh kisi-kisi yang dipenuhi,dan kolam-

10
kolam ikan. Didalam taman yang tertutup inilah segala macam kesenangan
mengambil tempat:pesta-pesta, dansa,dan kisah cinta dalam tanam.
Suatu balada para penyair dan naskah-naskah dahulu melukiskan taman-
taman abad pertengahan dari segi suatu citra tentang alam yang tumbuh pesat
berupa karangan-karangan yang melukiskan keindahan pemandangan alam dan
kampung halaman. Rerumputan selalu terhampar sangat hijau. Halaman-halaman
rumput selalu berbaur dengan bunga-bunga hutan yang segar. Air memancar dari
pancuran dan sumber air sangat bening. Tidak ada pencemaran udara sangat segar.
Langit tidak berawan dan warna biru cerah.pepohonan tengah berbunga.burung-
burung berkicau riang dan bercumbu dengan gembira. Waktu selalu musim
semi.taman memberikan rasa yang menyenangkan:wangi bunga-bungaan.
Kesejukan yang di timbukan oleh keteduhan pohon-pohon dan tempat-tempat
teduh ,istirahat dan santai dengan buny-bunyi yang terdengar berupa kicauan
burung dan gemercik aliran air sangat menyenangkan. Inilah yang merupakan
citra taman abad pertengahan dan tak syak lagi taman tersebut cocok dengan
kenyataan,keintimannya ,kesederhanaanya,keindahannya ,kesenangannya sangat
menawan dan sesuai untuk gaya hidup abad ke duapuluh
Carl Theodore sorensen, seorang ahli sejarah pertamanan Denmark,
menyatakan bahwa rasa keahlian (crafsmanship) yang hebat digabungkan dengan
taman-taman Abad Pertengahan ini membentuk basis bagi ahli taman yang
bekerja sebagai seorang seniman di dalam sejarah rancangan taman
sesudahnya.keahlian (craftmanship) suatu komponen Abad Pertengahan yang
sangat penting, bersama dengan serikat-serikat keahliannya dan suatu penemuan
hal-hal baru yang mampu memecahkan segala macam masalah-masalah praktis
terutama menjadi di hubungkan dengan estetika atau ornamen. Gabungan hal-hal
ini meningkatkan kehiduapan suatu taraf yang lebih tinggi atau sampai apa ang
oleh ahli sejarah kesnian inggris Kennet Park , tegaskan sebagai peradaban

11
Gambar 3. Taman Eropa Abad Pertengahan

Dengan demikian dalam pertamanan (gardening) kecakapan (craft)


menimbulkan batas dan pembagian, rancana,matra,dan bentuk yang sesuai dengan
praktek penanaman, pengairan , pengaolahan tanah, dan penagmbailan hasil
panen. Namun sebagai gagasan dari suatu taman ornamental yang di peruntukkan
bagi kesenangan yang di buat, maka batas dan pembagian fungsional menjadi
kurang praktis dan menjadi akhir dalam dirinya sendiri. Dengan demikian
pengaturannya menjadi suatu seni sama seperti suatu kecakapan (craft).
1.2.2 Italia
Sebagaimana abad-abad pertengahan bergerak maju dari barbarism dalam
suatu sistem politik yang teratur yang berdasarkan pada perdangangan, maka
kaum aristocrat mengalihkan perhatian mereka pada penyempurnaan.Situasi telah
menjadikan hadiah utama yang tepat ini di Italia pada abad ke-15. Raja – raja,
pangeran–pangeran dan para saudagar di kota-kota Italia beralih kembali ke
Kaisaran Roma untuk inspirasi dan pedoman-pedoman.Jadi Renaisance telah
diprakarsai. Musik, kesenian, sastra, ilmu pengetahuan menjadi perhatian utama
pada abad penerangan baru ini. Pada rancangan taman-taman, yang berkedudukan
sama dengan kesenian lainnya, pengaruh yang paling penting adalah tulisan-
tulisan karya Pliny mengenai taman, yang diuraikan oleh Albert pada akhir abad
ke-15. Teori tersebut menganjurkan bahwa taman sebaiknya dihubungkan dengan
tegas terhadap rumah oleh serambi-serambi beratap dan perluasan arsitektural
lainnya kedalam kawasan lahannya. Permukaan tanah yang dijenjangkan dan
tangga-tangga dianjurkan untuk mengatasi kesulitan permukaan tanah yang tidak

12
rata, dan sebuah jalan besar atau poros harus mengikat seluruh elemen-elemen dan
ruang-ruang dalam denahnya.

Gambar 4. taman Italia


Taman-taman awal periode Renaissance telah dirancang sebagai tempat
pengasingan kaum intelektual dimana para pelajar dan seniman dapat berkarya
dan membahas dikesejukan udara luar kota yang jauh dari panas dan frustasi kota
dimusim panas.The Villa Medici, dirancang oleh Michelozo untuk Cosimo De’
Medici sekitar tahun 1450, merupakan suatu ekspresi dari prinsip- prinsip Alberti,
Medici seorang banker, memilih tapaknya diatas sebuah perbukitan diluar kota
Florence, dan memandang kebawah dataran dimana angina bertiup kearah villa
tersebut. Rumah yang terdapat dalam rumah villa tersebut dihubungkan oleh
selasar beratap kearah taman. Dibelakang rumah tersebut dan diambil dari sisa
taman tersebut terletak “Giardinno Segreto” yaitu taman rahasia. Ini merupakan
tempat dimana harus tenang, rahasia, tersembunyi, dan sunyi, hal yang
berlawanan dengan sisa taman lainnya yang bersifat lebih publik dan digunakan
oleh para pengunjung, tamu – tamu dan boleh dimasuki para pelayan.
Rencana taman yang dibuat oleh Bramante untuk Taman Belvedere milik
Vatikan (1503) memperkenalkan irama – irama arsitektural sebagai suatu ciri
istimewa rancangan taman besar guna menghubungkan teras- teras. Tamantaman
agung dilereng perbukitan Italia dimasa-masa sesudahnya mengembangkan
elemen baru ini sampai berpotensi sepenuhnya. Pemakaian air yang lebih tersedia
diperbukitan diperuntukkan bagi villa-villa musim panas, juga telah dimanfaatkan
oleh taman-taman besar.

13
Gambar 5. taman Italia
Mungkin contoh terbesar keahlian dalam pembuatan tangga-tangga dan
pekerjaan air adalah pada Villa de ‘Este, yang dirancang oleh Pirro Ligorio pada
tahun 1575. Disini seluruh karakteristik bentuk aslitaman-taman Italia yang
penting dapat dilihat. Keteduhan yang rapat sebagai suatu hal yang berbeda
dengan sinar matahari mediterania yang terang ditimbulkan oleh penataan jalan
yang dikedua tepinya ditanami pohon Eypress yang tinggi. Lorong-lorong yang
bagian atasnya diberi kisi-kisi yang dipenuhi tanaman merambat. Patung-patung
dan bentuk-bentuk arsitektural lain di tempatkan di seluruh taman untuk
menghidupkan suasana oleh kontras dengan rumah atau villanya.Air dialirkan dari
sebuah sungai yang berada lebih tinggi, dan diarahkan ke seluruh taman dalam
bentukair terjun kecil, airmancur,pancuran air, dan kolam-kolam yang memantul.
Ini disamping memberi keindahan juga berfungsi sebagai suatu sistem irigasi.
Kehadiran unsur air bersamaan dengan keteduhan menunjang kesejukan yang
diinginkan. Pot-pot terbuat darikayu da semak-semak dipangkas dan ditata dalam
pola-pola linier. Untuk dilihat dari atas, meskipun tumbuh-tumbuahn bunga jarang
digunakan disini. Deretanpepohonan di tepi jalan mempertegas kesan perspektif
dan untuk ‘membingkai’ pemandangan kearah kawasan diluar taman. Rumah dan
taman telah dirancang dalam satu proses, sebagai satu kesatuan.

14
Gambar 6. taman Italia
Jalan masuknya terletak ditingkat yang lebih bawah dimana pengunjung
melangkah maju melalui taman dengan berbagai patung-patung, kolam-kolam air
mancur, dan keistimewaan-keistimewaan lainnya yang terdapat dan tempat-
tempat yang menarik perhatian menuju istana diatas. Hal ini memberikan suatu
pengalaman pergerakan (kinetic) indrawi, suatu rangkaian suasana yang
terbentang sebelum memasuki bangunan. Suatu komposisi yang luar biasa, yang
telah dirancang untuk memberi pengaruh suasana dan memberi kesan kepada
pengunjung.

Gambar 7. taman Italia


Sebuah taman lain yaitu The Villa Lante, yang dibangun lebih awal dari Villa
de ‘Este, adalah agak bergaya baroque, pada suatu skala yang lebih kecil, dan
tersa lebih intim. Villa ini terdiri dari dua rumah, atau sebuah rumah yang terpisah
menjadi dua oleh taman yang poros nya membagi ditengah. Taman ini dicapai
dari arah perbukitan, dengan rancangan urut-urutan pengalaman/kesan. Taman
tersebut merupakan gerak maju kejadian-kejadian dengan pemandangan-

15
pemandangan yang berganti-ganti, makna-makna simbolik,dan ketertutupan yang
semakin meningkat.
Pada kedua taman ini terdapat suatu kombinasi yang terilhami dari tapak dan
konsepnya. Kualitas-kualitas tapaknya secara cermat digubah kedalam suatu
komposisi arsitektur yang kuat. Ini membentuk suatu kontras yang kuat antara
bentuk bentuk alamiah dan buatan manusi, yang sering kali merupakan inti
kepuasan visual dalam rancangan pertamanan. Lebih jauh tapak tersebut
diperkaya dengan detail yang baik dan dikaitkan dengan konsep keseluruhan yang
membentuk keanekaragaman dan kejutan kejutan didalam suatu keseluruhanyang
jelas.Perhubungan antara detail dan rencana tapak ini ditangani sedemikian rupa
sehingga masing-masing tidak akan lengkaptanpa yang lain. Hal-hal inilah yang
merupakan prinsip-prinsip abadi didalam merancang.

1.2.3 Meksiko dan Kalifornia


Halaman gedung atau serambi dalam dihubungkan dengan ruangan –
ruangan dan bangunan , merupakan karakteristik yang berbeda dengan taman
spanyol ciri – ciri lainy adalah sebuah halaman yang saling berhubungan juga
terdapat sumur ataupun air mancur terpusat , jalur –jalur lintasan diagonal, dan
taman taman dari jenis pohon pohon buah buahan , semak – semak dan bunga –
bunga.

Gambar 8 . taman Meksiko dan Kalifornia

16
Gambar 9 . taman Meksiko dan Kalifornia
Rumah setempat juga menerapkan penataan – penataan yang serupa, yang
sesuai untuk iklim kalifornia dan gaya hidup masa itu serta jelas bersal dari pola-
pola spanyol gejalaini dan kebangkitan kembali berikutnya pada tauhun 1920an
akah dibahas kualitas kualitas yang memaksakan konsep taman ini yang
dikembangan dari pengalaman dan bentuk kebudayaan kebudayaan persia dan
timur tngah 500 tahun yang lalu serta terpisah jarak 10.000mil

1.2.4 Yunani Kuno dan Roma


Terdapat sedikit keprihatinan dengan taman taman awal sejarah yunani .
rumah pribdai nampaknya memiliki suatu keadaan yang sangat sederhana bila
dibandingkan dengan tempat – tempat sosial yang memilii gimnasium dan agora,
teater dan hutan – hutan yang dianggap suci. Ruangan menerima amu menghadap
ke sebuah halaman dalam yang seringkali diperkeras dan diberi hiasan dekoratif
seperti patung atau tanaman hias dalam pot –pot.

Gambar 10 . Yunani Kuno dan Roma

17
Bangunan ruamah orang –oran romawi pada dasarnya mengikuti polapola
yang ada di mesir.rumah – rumah didirikan berbatasan langsung dengan jalan
alandan ruangan ruaangan yang menghadap ke dalam dihubunkan dengan barisan
tiang – tiang penopang atap dan pembukaan kearah sebuah lapang terbuka
ataupun atrium.taman –taman merupakan tempat cagar alam , sosial , tempat
tertutupdari terik sinar matahari , angin , debu , dan kebisingan jalan.karena
keteduhan telah dicapai dengan adanya serambi beratap barisan tiang – tiang
.maka penanaman pohon tidak diperlukan. Misal ada penanaman , tanaman –
taman akan diletakkan di dalam pot – pot , lalu di beri material keras seperti
patung dan kolam air.

Gambar 11 . Yunani Kuno dan Roma


Karena sebagian besar kekayaan asli roma berasal dari kawasan lahan
pertanian disekitarnya . bayak masayarakat roma yang mendirikan vila diluar kota
roma. Sebuah taman vila diluar kota roma ditanami dengan pepohonan ara dan
buah mulberry. Rancangan resminya meliputi sebuah taman dapur ruang yang
penuh persediaan . biara, sebuahr rumah musim panas dan sebuah rumah
pertanian yang diletakkan di tanah ladang. Dalam taman vila yang dibangun oleh
masyarakat roma terdapat taman –taman alamiah , taman –taman terseut bersifat
arsitektural. Suat ciri- ciri dari taman roma kuno yaitu ketidak teraturan dalam
mengolah taman (Gardening)

18
1.2.5 Inggris
Pertamanan kawasan lahan merupakanseuatu konsep yang benar – benar
berbeda dan asal – usulnya juga ada bermacam macam daerah pedesaan inggris
dengan perbukitanya yang curam , sunga sungai yang berliku liku , dan
pepohonan yang tersebar, yang telah cocok dengan taman perancis,telah tak
terelakan menjadi suatu pengaruh yang kuat . taman taman resmi bergaya perancis
telah dikaitkan dengan pemerintahan yang lalim yang menimbulkan rasa
tidaksuka dengan bangsa inggris yang demokratus dan sara akan hak haknya .
suatu lawan yang tepat terhadap taman resmi lebih dapat diterima.pergerakan
romatik yang tengah bangkitmenghasilkansajak saja dan lukisan lukisan yag
menojolkan keindahan alam danpemandanganya.
Satu pengaruh laina berasal dari asia timur yang membua perdagangan
pada abad 17.pemandangan pada porselen dan karya polesan menggambarkan
menggambarkan taman taman alamiah danau danau dan air terjuan serta estetika
dan sikapyang mereka perlihatkan adlah sangat berpengaruh pada sistem
pertamanan baru di inggris.
Taman yang terdapat merupakan suau produk pergerakan
romantik.bentuknya didasarakan pada pengamatan langsung terhadap alam dan
prinsip prinsp melukis. Unsur kejutan , keanekaragaman , kerahasiaan, dan
pembentukan pemandangan dengan selingan romantis menjadi sasaran dari seni
tata pertamanan.pengubahan kontur alamiah yang bergelombang menurut “ garis
garis keindahan”dan penonjolan cahaya dan pembayangan yang lebih merupakan
seorang pelukis akan menjadi daya tarik seluruh selera dan kebudayaan orang
orang di abad 18 inggris dan terutama sekali di seluruh eropa dan di amerika pada
abad 18. Parterre dan terres dari taman taman resmi telah digantikan oleh dataran
rumputyang ber pmbak- ombak kelompo pepohonan , danau –danau , sungai yang
berliku liku , dan jalan yang berbelok belok.pada contoh – contoh dimuka
pemandanan alam telah dihiasi pada tempat tempat yang sesuai dengan kuil – kuil,
titian , dan patung – patung.

19
Gambar 12 . taman inggis
Satu hal yang amat mendasar adalah dihilangkanya penghalang visual
antara taman dan kawasan lahanya, salah satu teknik untuk menghilangkan
penghalang ini adalah berupa pagar yang terbenam. Ini memungkinkan mata
memandang ke arah pedesaan sambil pada saat yang sama mencegah masuknya
ternak. Hal tersebut adalah suatu teknik dengan potensi untuk diterapkan sekarang
pada perancangan taman kotemporer
William kent menyimpulkan bahwa keabsahan sistem sistem tersebut
dikarenaan dua faktor pentingg :pertama , integritas moral dan asal mula gaya
klasiknya contohnya , air mancur , perunggu , dicetak agar menyerupai pepohonan
, agar menyerupai bebatuan dan lain lain sampai dekade ketiga abad itu , revolusi
pada rancangan taman adalah cukup baik pada perkembanganya kemudian
pertama dipeloposi oleh henry hoarse , seorang amati yang bekerja di stourhead
tahun 1725. Taman tersebut terletak di sebuah lembah dimana sebuah sungai tela
di bendung untuk membentuk sebuah daanau yang alamiah .taman tersebut telah
di tata menurut aturan lukisan pemandangan dan sebenarnya dilukisoleh pelukis
yang terkenal pada zamanya

Gambar 13 . taman inggis

20
Ahli perancang taman yang profesional yang pertama adalah wiliiam kent
membangun rousham antara tahun 1738 dan 1740 , menurut suatu komposisi yang
romantis.taman rousham meliputi suatuselasar beartap yang bergaya klasik,anak
sungai yang berliku-liku, sebuah gua (grotto),airterunecil,dan patung-patung yang
menarik yang ditempatkan didalam daerah hutan yang dibuka dan dihubungkan
dengan vista-vista dan jalan setapak.
Sampai pertengahan abad18, gaya barupada pertamanan telah diterima
secara meluas. Tercatat tokoh tooh yang terkemuka lancelot brown , yang
mengemukakaan bahwa pembuatan pertamanan yang indah akan berbaur secara
visual dengan sistemalamyang ada tergantung pada suatu pemahaman prinsip –
prinsip ekologi. Kemudian pada akhir abad 18 dan permulaan abad 19 terdapat
seorang ahli bernama humphry repton menerbitkan suatu teory tentang
pertamanan diatas kawasan lahan dan ia menjadi seorang tokoh terkemuka dari
gaya yang dipeloporinya.

1.2.6 Perancis
Keadaan damai dan kemakmuran yang penting untuk suatu reinaissance
tiba di Perancis kemudian. Semangat kaum aristokrat untuk menggabungkan
pembangunan-pembangunan bergaya Italia yang artistik dihambat oleh Perang
Seratus Tahun dengan Inggris hingga akhir abad ke lima belas. Di tahun 1495
Charles VIII dari Perancis membuat suatu perjalanan ke Napoli dan kembali
bersama dua puluh satu orang seniman Italia, suatu jumlah objets d’arts yang
cukup banyak, dan ambisi untuk membangun dalam cara bangsa Italia. Sesudah
itu taman-taman yang terdapat pada chateaux (rumah kaum bangsawan di tepian
kota) di Amboise dan Blois dirubah dan tambahan-tambahan telah dibuat guna
mencerminkan estetika bangsa Italia. Namun ternyata sulit untuk mencapai
kesatuan yang telah dibayangkan sebelumnya di antara taman-taman baru dengan
bangunan-bangunan yang sudah ada yang dikelilingi oleh parit-parit dan
perbentengan pelindung. Di kota Blois, dikarenakan oleh situasi lahannya, taman-
taman baru yang resmi dirancang dengan sudut miring terhadap chateaux di
Chantilly, kastil semula yang menempati sebuah pulau membuat suatu

21
perhubungan langsung antara rumah dengan taman tidak memungkinkan. Di
hontainable dimana Francis I membangun kembali dan menghiasi istana tersebut
dengan bantuan suatu pemasukan, seniman-seniman italia yang ke dua ditahun
1525 taman-taman dirancang diluar parit-parit pelindung dan terpisah dari
chateoux. Jelas terlihat bahwa hanya dengan bangunan chateoux dan taman-taman
baru secara lengkap dalam waktu bersamaan, dapatlah pesona yang diharapkan
terlaksana. Hal ini dilakukan di Ancy-le-franc 1546 dan chateaux d’anet 1548 dan
sejumlah tempat-tempat lain kemudian. Meskipun demikian, walaupun parit
pelindung menjadi tidak berfungsi sebagai pertahanan lagi sejak penemuan mesiu,
orang-prang Perancis bersikeras untuk memasukkan suatu parit simbolik
disekeliling banyak chateaux baru yang didirikan. Pada abad ke-17 mencapai
periode kemakmuran dan kekuasaan terbesarnya, disamping menjadinpenentu cita
rasa utama diseluruh Eropa. Taman-taman perancis terkenal terutama karena
pemakaian “patterre” nya yaitu penataan hamparan bunga-bunga secara
ornamental. Asal-usul patterre ini terletak pada penggunaan semak-semak rendah
untuk memisahkan suatu jenis tumbuh-tumbuhan dari jenis lainnya pada taman
obat-obatan abat pertengahan
Ikllim dan panorama Prancis utara memegang peran didalam menentukan
karakteristik utama taman-taman Perancis dan menegaskan beberapa perbedaan
antara bentuk asli taman-taman Perancis dan Italia. Perancis bagian utara
datarannya cukup rata dan berhutan. Maka, taman-taman cenderung untuk terlihat
seperti pengosongan sebuah hutan dan topografi yang datar tersebut harus diolah
secara halus untuk menciptakan perbedaan-perbedaan yang tegas antara
permukaan-permukaan atau jenjang-jenjang ketinggian dari mana dapat
memandang kearah ‘parterre’. Penggunaan air mancur dan air terjun adalah tidak
sebanyak seperti pada taman-taman Italia.
Rancangan yang menerapkan sistem poros (axial), bentuk simetri,
proporsi-proporsi matematis, dan perspektif yang tak terbatas yang menonjol pada
taman Perancis abad ketujuhbelas mencerminkan kemakmuran dan kekuasaan dan
struktur sosial yang kaku di Perancis dan konsep penguasaan manusia atas alam,
yang tengah berkembang. Praktek-praktek perburuan di dalam lahan hutan yang

22
terdapat di sekeliling taman memerlukan pemenggalan jalan-jalan kecil yang
menyebar dari sebuah daerah pusat. Hal ini memberikan jalur pandang dan
memudahkan gerakan perburuan. Pola ‘bintang’ ini telah digabungkan pada
perancangan taman dan juga pada bentuk perkotaa, seperti yang diperlihatkan di
jalan-jalan raya utama kota-kota Versailles, Paris, dan Washington D.C
Dua mahakarya yang diciptakan oleh Andre Le Notre, yaitu Vaux - Le –
Vicomte (1650-1661) dan Versailles (1661) , penggambaran ekspresi puncak dari
konsep sebuah pertamanan yang disusun secara geometris. Vaux merupakan
sebuah contoh yang sempurna mengenai kesatuan antara rumah dengan taman. Ia
telah dirancang oleh sebuah kelompok ahli yang terdiri dari Andre Le Notre, ahli
taman, dan Le Brun dan Le Vau, arsitek. Luas lahan untuk taman ini diperkirakan
¾ mil x 1 ½ mil. Meskipun demikian, taman resminya sendiri merupakan sebuah
daerah kecil di sekeliling istana. Denahnya terlihat sederhana, kaku, dan simentris,
tetapi pengolahannya kaya dan beranekaragam pada sisi lain poros utamanya
dengan sejumlah kejutan telah dirancang. Taman ini merupakan suatu penerapan
matematis dengan gubahan proporsi yang cermat dan disertai efek-efek optis.
Vaux adalah taman yang dimiliki oleh Fouquet, menteri Keuangan Louis XIV.

Gambar 14.Taman Perancis

Sang Raja, yang merasa iri terhadap keberhasilan sosial dan artistik Fouguet,
telah memenjarakan dan mengerahkan kelompok ahli perancangannya untuk
mengubah Versailles. Di dalam tempo 7 tahun, taman yang asalnya seluas 250
acre telah menjadi diperluas sampai 15.000 acre, jauh lebih besar dari pada Vaux-
le-Vicomte.

23
Disamping kesulitan-kesulitan teknis, terdapat 14.000 kolam air mencur di
taman Versailles. Istana-istananya merupakan pusat daya tarik sebuah kota baru
Versailles yang dibangun untuk menampung 20.000 orang dihubungkan dengan
istana Perancis. Prinsip-prinsip taman Perancis benar-benar jelas tergambarkan,
poros suatu yang tegas mengarah ke horison terletak lurus menembus ruang tidur
Raja. Ia merupakan suatu ekspresi yang tegas dari kekuasaan seseorang atas alam
dan, tentu saja, kekuasaan seseorang atas orang lainnya. Versailles adalah pusat
pemerintahan dengan seluruh fungsi diplomatik, politik, dan pesta-pesta tercakup
didalamnya. Taman tersebut membentuk suatu penataan ruang luar yang serasi
dengan kebesaran istananya.

1.2.7 Kalifornia
Telah disebutkan sebelumnya bahwa rumah-rumah kalifornia yang
terdahulu berasal dari suatu tradisi yang sangat berbeda-beda yang akarnya
terletak pada Islam dan Spanyol. Tercatat pada awal abad 19 yang banyak
dibangun adalah rumah-rumah berdinding bata dengan serambi tertutup sekeliling
sebuah ruang sentral atau halaman dalam yang digunakan untuk urusan-urusan
perdagangan dan keluarga.
Dengan penyerahan daerah kalifornia kepada amerika serikat ditahun 1848,
maka wilayah tersebut menjadi mudah terkena pengaruh dari gaya hidup, mode,
dan sikap-sikap bergaya east coast, yang mencangkup suatu selera untuk
pertamanan. Jadi di kalifornia, arsitektur dinding bata dan ‘patio’ rumah-rumah
bergaya Mexico-Spanyol tela digantikan oleh gaya villa East Coast yang mana
gaya-gaya ornamen tamannya tidak sesuai untuk daerah yang gersang tersebut
Frederick Law Olmsted mengecam ketidak mampuan penduduk California
untuk menyelaraskan kondisi iklam khasnya dan memperlihatkan ketidak setujuan
terhadap kecenderungan yang meluas untuk mengabaikan manfaat kesehatan dan
kenyamanan yang dapat ditimbulkan oleh suatu perhubungan erat antara rumah
dengan pertamanannya. Olmsted membuat skema untuk kampus Standford (1880)
yang melukiskan bahwa ia mempertibangkan bentuk-bentuk arsitektur yang
sesuai; selaras-selaras tertutup dan halaman-halaman gedungnya serupa dengan

24
yang terdapat di Spanyol dan di Afrika Utara, yang akan mengimbangi akibat-
akibat yang ditimbulkan oleh panas dan angin.
Suatu kebangkitan kembali pada minat terhadap arsitektur Klasik pada akhir
abad 19 menimbulkan banyak bangunan beragaya villa “Mediterranean” dan
“Colonial Spanyol” di California dimana-mana taman-tamannya, yang merupakan
suatu bagian integral dari gaya tersebut, telah diilhami dengan formalitas dan
keteraturan.
Suatu perkembangan penting lainnya pada awal abad 19 adalah “Penemuan
Bungalow” California sebagai sebuah tipe rumah bagi keluarga yang
berpendapatan cukup. Bungalow tersebut menjadi suatu tipe rumah yang umum
dan benar-benar dikenali manfaat bagi kesehatan dan kenyamanannya yang akan
dimungkinkan oleh suatu perhubungan lansgung dengan ruang-ruang luar rumah.
Pada tahun 1930-an, setelah depresi ekonomi daerah-daerah perkotaan California
terus berlanjut dalam perluasannya dengan petak bangunan yang lebih kecil dan
hadirnya mobil dimana-mana mengakibatkan penguranagn ruang taman yang
dapat digunakan. Terdapat suatu kekuranagn ahli taman dan suatu kekurangan
waktu dan minat terhadap kegiatan bertaman pada saat yang sama terdapat suatu
perubahan yang meningkat dalam sikap terhadap taman-taman dan suatu realisasi
potensinya untuk menyediakan ruang tempat tinggal tambahan dalam suatu iklim
yang kembut dan menyenangkan.
Seorang arsitek pertamanan baru yang lulusan perguruan tinggi akhirnya
muncul pada tahun 1930. Barangkali ia merupakan tokoh pembaharu paling utama
dibidang perancangan taman di California. Thomas Church, yang belajar di
Berkeley (dan juga di Harvard) memulai prakteknya pada tahu 1930. Karya-
karyanya sangat berpengaruh pada profesi arsitektur pertamanan.
Perkembangan dalam seni dan arsitektur di Eropa, kubisme dan ekspresi
abstrak, arsitektur fungsionalis, dan pergerakan modern, menimbulkan dampak di
California. Arsitektur modren membutuhkan arsitektur pertamanan yang modern
pula, Church, Garretteckbo dan lain-lain menjadi ‘Avan Garde’ nya arsitektur
pertamanan modern diakhir tahun 1930-an. Taman kawasan lahan dan taman
Neoklasik Eklektik telah dikesampingkan.

25
Kariri Thomas Church dipertimbangkan disini untuk tiga alasan. Pertama, ia
merupakan seorang pembaharu sperti perancang besar lainnya dalam sejarah. Ia
mengembangkan suatu pendakatan kepada perancang yang disesuaikan terhadap
lingkungan dan kontek sosial. Kedua pekerjaan hampir semata-mata pada taman
pribadi yang menjadi subjek bab ini. Ketiga, minatnya terletak pada taman yang
berukuran kecil.
Sepuluh tahun pertama karir profesional Church dihabiskan untuk mencari
bentu-bentuk taman baru yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang
tengah berubah dan melalui mana ia dapat mengekspresikan estetika baru. Ia
mengemukakan sebuah teori yang di ikuti oleh arsitektur baru. Ini
mengungkapkan tiga sumber bentuk. Yang pertama terdiri dari ketentuan manusia
dan persyaratan-persyaratan perseorangan khusus dan karakteristik kliennya.
Kedua, terdiri dari teknologi bahan-bahan, konstruksi, dan tumbuh-tumbuhan,
termasuk pemeliharaan dan suatu rangkaian keseluruhan faktor-faktor penentu
bentuk yang berasal dari kondisi dan kualitas tapak. Yang ketiga, adalah suatu
perhatian untuk ekspresi ruang, yang akan melampaui semata-mata pemenuhan
persyaratan-persyaratan dan kedalam dunia seni.
Pada pertama kali bentuk taman Chruch terapkan adalah bergaya tradisional
dengan pagar tanaman yang dipangkas dan motif-motif eklektif. Ia mengatakan
bahwa taman yang kecil tidak dapat berupa “alamiah” jika taman tersebut hanya
berfungsi sebagai suatu perluasan pada rumah tersebut. Skala dan penggunaan
taman memerlukan permukaan-permukaan keras, ‘tirai-tirai’ untuk memisahkan
daerah daerah, dan bentuk-bentuk rancangan yang akan meningkatkan ukuran
menurut penglihatan.
Peningkatan penggunaan ruang taman telah didorong oleh arsitektur modern
yang membentuk perhubungan langsung antara rumah dengan taman. Kegunaan
taman untuk hiburan ruang rumah, permainan, dan area anak-anak yang
digabungkan dengan kebutuhan untuk mengurangi pemeliharaan yang diperlukan
menimbulkan pengenalan terhadap bahan-bahan pengerasan permukaan dan
tumbuh-tumbuhan penutup permukaan secara meluas.

26
Chruch mengembangkan sebuah teori yang didasarkan pada kubisme, bahwa
sebuah taman harus tidak memiliki awal dan akhir dan taman tersebut harus
menyenangkan bila dilihat dari tiap sudut, tidak hanya dari arah rumah. Garis-
garis asimetris telah ditetapkan untuk menciptakan dimensi yang terlihat lebih
luas. Kesederhanaan wujud,garis, dan bentuk dianggap lebih menyegarkan untuk
dipandang serta lebih mudah dipelihara. Wujud, bentuk, dan pola pada taman
dapat dimungkinkan oleh pengerasan permukaan, dinding-dinding, dan tanaman-
tanaman yang diatur.
Kehebatan taman California adalah terletak pada kombinasi sejumlah konsep
dan tradisi serta suatu pengenalan terhadap kondisi-kondisi setempat. Sebagai
contohnya, salah satu dari taman modern yang paling indah didunia, yang setaraf
dengan Villa Lante adalah The Donnel Garden di Sonema, dimana terdapat
sebuah kolam renang yang bentuknya sederhana tetapi mencerminkan suatu
perhubungan estetis yang dinamis dengan bentuk-bentuk dalam alam. Taman ini
memperlohatkan suatu perhatian terhadap kondisi-kondisi yang ada dan
lingkungan sekitarnya.
Taman California hanyalah merupakan satu tipe, tetapi evolusinya memiliki
karakteristik. Bnetuk-bentuknya berkaitan dengan tradisi-tradisi islam helenik,
dan timur yang mendhuluinya serta didasarkan pada masyarakat, iklim, dan
pemandangan wilayahnya.

27
BAB 4. PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Taman gaya eropa memiliki pola formal dan simetris. Sebagai elemen
terpilih adalah tanaman pangkas yang dapat dibentuk mengikuti pola formal.
Taman gaya eropa jarang diaplikasikan di halaman rumah karena bentuk kaku dan
perawatan yang intensif. Ada bebererapa macam-macam gaya dieropa, seperti:
Taman Eropa Abad Pertengahan Italia, Meksiko dan Kalifornia dll.
4.2 Saran
Saran penulis untuk makalah selanjutnya adalah bagaimana perkembangan
gaya taman eropa di Indonesia.

28
DAFTAR PUSTAKA

Laurie Michael.1986. Arsitektur Pertamanan. Intermatra: Bandung.

Ir.Rustama Hakim.1991. Unsur Perancangan Dalam Arsitektur Lansekap. Bumi


Aksara : Jakarta.

http://medha.lecture.ub.ac.id/files/2010/10/K02-SEJARAH-TAMAN2.pdf
(Diakses pada tanggal 05- 09-2018)

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/tata_ruang_luar_1/bab8-
konsep_perancangan_taman_tradisional.pdf (Diakses Pada tangal 05-09-
2018)

29