Anda di halaman 1dari 7

TUGAS AKHIR M4

Nama : Farid Hidayat, S.Pd.


No. Peserta : 18032118010173
Prodi PPG/Kelas : (180) Matematika / Kelas A
LPTK : UNS
Tahap :2

1. Buatlah bangun datar segi empat dengan diagonal-diagonalnya saling tegak lurus. Tunjukkan
bahwa luas suatu segi empat yang diagonal-diagonalnya tegak lurus sesamanya sama dengan
setengah perkalian diagonal-diagonalnya!
Penyelesaian:
Bangun datar segi empat yang diagonal-diagonalnya saling tegak lurus adalah persegi, belah
ketupat dan layang.
N

D y1
x x
K M
O
y
x x y2
A C
O
y

B L
(i) belah ketupat (ii) layang-layang
D C

A B
(iii) persegi
 Akan dibuktian luas persegi yang diagonal-diagonalnya tegak lurus sesamanya sama dengan
setengah perkalian diagonal-diagonalnya
Misal: AO = OC = BO = OD = x
Diagonal AC = BD = 2.AO = 2x
Luas belah ketupat = 𝐿. ∆𝐴𝑂𝐵 + 𝐿. ∆𝐵𝑂𝐶 + 𝐿. ∆𝐶𝑂𝐷 + 𝐷𝑂𝐴
1 1 1 1
= 2 . 𝑥. 𝑥 + 2 . 𝑥. 𝑥 + 2 . 𝑥. 𝑥 + 2 . 𝑥. 𝑥
1
= 2 . (𝑥 2 + 𝑥 2 + 𝑥 2 + 𝑥 2 )
1
= 2 . (4. 𝑥 2 )
1
= 2 (2𝑥). (2𝑥 )
1
= 2 . 𝐴𝐶. 𝐵𝐷
𝟏
Luas belah ketupat = 𝟐 × 𝒅𝒊𝒂𝒈𝒐𝒏𝒂𝒍 𝟏 × 𝒅𝒊𝒂𝒈𝒐𝒏𝒂𝒍 𝟐
 Akan dibuktian luas belah ketupat yang diagonal-diagonalnya tegak lurus sesamanya sama dengan
setengah perkalian diagonal-diagonalnya
Misal: BO = OD = x
AO = OC = y
Diagonal AC = 2.AO = 2x
Diagonal BD = 2.BO = 2y
Luas belah ketupat = 𝐿. ∆𝐴𝑂𝐵 + 𝐿. ∆𝐵𝑂𝐶 + 𝐿. ∆𝐶𝑂𝐷 + 𝐷𝑂𝐴
1 1 1 1
= 2 . 𝑥. 𝑦 + 2 . 𝑥. 𝑦 + 2 . 𝑥. 𝑦 + 2 . 𝑥. 𝑦
1
= 2 . (𝑥. 𝑦 + 𝑥. 𝑦 + 𝑥. 𝑦 + 𝑥. 𝑦)
1
= 2 . (4. 𝑥. 𝑦 )
1
= 2 (2𝑥). (2𝑦 )
1
= 2 . 𝐴𝐶. 𝐵𝐷
𝟏
Luas belah ketupat = 𝟐 × 𝒅𝒊𝒂𝒈𝒐𝒏𝒂𝒍 𝟏 × 𝒅𝒊𝒂𝒈𝒐𝒏𝒂𝒍 𝟐

 Akan dibuktian luas layang-layang yang diagonal-diagonalnya tegak lurus sesamanya sama
dengan setengah perkalian diagonal-diagonalnya
Misal: KO = OM = x
NO = y1
OL = y2
Diagonal KM = 2.KO = 2x
Diagonal BD = NO + OL = y1 + y2
Luas layang-layang = 𝐿. ∆𝐾𝑂𝑁 + 𝐿. ∆𝑁𝑂𝑀 + 𝐿. ∆𝐾𝑂𝐿 + 𝐿. ∆𝑀𝑂𝐿
1 1 1 1
= 2 . 𝑥. 𝑦1 + 2 . 𝑥. 𝑦1 + 2 . 𝑥. 𝑦2 + 2 . 𝑥. 𝑦2
1
= 2 . (𝑥. 𝑦1 + 𝑥. 𝑦1 + 𝑥. 𝑦2 + 𝑥. 𝑦2 )
1
= 2 . (2. 𝑥. 𝑦1 )(2. 𝑥. 𝑦2 )
1
= 2 . 2𝑥. (𝑦1 + 𝑦2 )
1
= 2 . 𝐴𝐶. 𝐵𝐷
𝟏
Luas layang-layang = 𝟐 × 𝒅𝒊𝒂𝒈𝒐𝒏𝒂𝒍 𝟏 × 𝒅𝒊𝒂𝒈𝒐𝒏𝒂𝒍 𝟐
 Akan dibuktian luas segi empat sebarang yang diagonal-diagonalnya tegak lurus sesamanya sama
dengan setengah perkalian diagonal-diagonalnya
Diperoleh diagonal diagonal 𝐴𝐵𝐶𝐷 adalah 𝐴𝐶 dan 𝐵𝐷
Luas segi empat 𝐴𝐵𝐶𝐷 dapat ditentukan dengan menjumlahkan luas Δ 𝐴𝐵𝐷 dan Δ 𝐵𝐶𝐷
Misal
𝐵𝐷 = 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑙𝑎𝑠 𝛥𝐴𝐵𝐷 = 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑙𝑎𝑠 𝛥𝐵𝐶𝐷,
karena 𝐴𝐶 tegak lurus 𝐵𝐷 dengan titik sekitu di 𝑂 maka
𝐴𝑂 = 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝛥𝐴𝐵𝐷
𝐶𝑂 = 𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝛥𝐵𝐶𝐷
sehingga
𝐿𝑢𝑎𝑠 𝐴𝐵𝐶𝐷 = 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝛥𝐴𝐵𝐷 + 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝛥𝐵𝐶𝐷
1 1
= ∙ 𝐵𝐷 ∙ 𝐴𝑂 + ∙ 𝐵𝐷 ∙ 𝐶𝑂
2 2
1
= 2 𝐵𝐷(𝐴𝑂 + 𝐶𝑂)
1
= (𝐵𝐷 ∙ 𝐴𝐶)
2
2. Lukiskan titik tembus PQ ke bidang ACF dengan P adalah titik tengah AD dan Q terletak pada BF
(BQ:QF = 2:1)!
Penyelesaian: G
F
H E

C
B

D R
P
A
Langkah-langkah:
1) Buatlah kubus ABCD.EFGH
2) Tentukan titik P sebagai titik tengah AD
3) Bagi garis BF menjadi 3 bagian, kemudian tentukan titik Q sehingga BQ : BF =
2:1
4) Buatlah bidang ACF
5) Tarik garis dari P ke B yang memotong AC di R
6) Tarik garis dari R ke F
7) Hubungkan P dan Q sehingga memotong garis RF di S
8) Titik S adalah titik tembus PQ ke bidang ACF
3. Tulis dalam bentuk standar, dan identifikasilah unsur-unsur (contoh: pusat, fokus, nilai a, nilai b,
atau yang lainnya) yang ada pada: 𝑦 2 − 𝑥 − 𝑦 + 1 = 0, dan lukiskan grafiknya.
Penyelesaian:
𝑦 2 − 𝑥 − 𝑦 + 1 = 0 merupakan persamaan parabola horizontal dengan puncak M(a, b)

𝑦2 − 𝑥 − 𝑦 + 1 = 0
1 2 1
(𝑦 2 − 2) − 4 − 𝑥 + 1 = 0
1 2 3
(𝑦 2 − 2) − 𝑥 + 4 = 0
1 2 3
(𝑦 2 − 2) = (𝑥 − 4)
Dari bentuk umum persamaan parabola horizontal (𝑦 2 − 𝑏)2 = 4𝑝(𝑥 − 𝑎) diperoleh:

3 1
Titik puncak = (a, b) = (4 , 2)
1
4𝑝 = 1 ↔ 𝑝 = 4
1 3 1 1
Titik fokus = (𝑝 + 𝑎, 𝑏) = (4 + 4 , 2) = (1, 2)
Persamaan garis direktris : 𝑥 = −𝑝 + 𝑎
1 3
= −4+4
1
=2
1
Sumbu simetris = 𝑦 = 𝑏 = 2
Panjang latus rectum = |4𝑝| = 1
Gambar grafik:
4. Gambarlah sebuah garis s. Pilih titik A dan B. Jika A’ pencerminan dari A, dan B’ pencerminan
dari B, tunjukkan bahwa AB = A’B’!
Penyelesaian:
Melukis garis 𝑠 dan titik 𝐴, 𝐵, 𝐴′ , 𝐵′

Akan ditunjukkan 𝐴𝐵 = 𝐴′𝐵′


Konstruk ruas garis 𝐴𝐵, ruas garis 𝐴′𝐵′, 𝑓 = 𝑔𝑎𝑟𝑖𝑠 𝐴𝐴′, 𝑔 = 𝑔𝑎𝑟𝑖𝑠 𝐵𝐵′, ruas garis 𝐴𝐵′, ruas garis 𝐵𝐴′
𝐷 = perpotongan 𝑓 dan 𝑠
𝐶 = perpotongan 𝐴𝐵′dan 𝐵𝐴′
𝐸 = perpotongan 𝑔 dan 𝑠
Ilustrasi ditunjukkan gambar berikut

Perhatikan 𝜟𝑩𝑪𝑫 𝒅𝒂𝒏 𝜟𝑩’𝑪𝑫


Karena 𝐵′ pencerminan 𝐵 oleh 𝑠 maka 𝑓 ⊥ 𝑠 sehingga ∠𝐵𝐶𝐷 = ∠𝐵′𝐷𝐶
𝐶𝐷 = 𝐶𝐷 (berimpit)
𝐵𝐷 = 𝐵𝐷′ (B’ pencerminan B)
berdasakan teorema sisi, sudut, sisi maka 𝛥𝐵𝐶𝐷 ≅ 𝛥𝐵’𝐶𝐷
Perhatikan 𝜟𝑨𝑪𝑬 𝒅𝒂𝒏 𝜟𝑨′𝑪𝑬
Karena 𝐴′ pencerminan 𝐴 oleh 𝑠 maka g⊥ 𝑠 sehingga ∠𝐴𝐸𝐶 = ∠𝐴′𝐸𝐶
𝐸𝐶 = 𝐸𝐶 (berimpit)
𝐴𝐸 = 𝐸𝐴′ (A’ pencerminan A)
berdasakan teorema sisi, sudut, sisi maka 𝛥𝐴𝐶𝐸 ≅ 𝛥𝐴′𝐶𝐸
Perhatikan ∆𝑨𝑩𝑪 dan ∆𝑨′𝑩′𝑪
Karena 𝛥𝐵𝐶𝐷 ≅ 𝛥𝐵’𝐶𝐷 maka 𝐵𝐶 = 𝐵′𝐶
Karena 𝛥𝐴𝐶𝐸 ≅ 𝛥𝐴′𝐶𝐸 maka 𝐴𝐶 = 𝐴′𝐶
Karena 𝐵𝐴′ berpotongan dengan 𝐴𝐵′ di 𝐶 maka ∠𝐴𝐶𝐵 = ∠𝐴′𝐶𝐵′
berdasakan teorema sisi, sudut, sisi maka ∆𝐴𝐵𝐶 ≅ ∆𝐴′𝐵′𝐶

Perhatikan ∆𝑨𝑨′𝑩′ dan ∆𝑨′𝑨𝑩


𝑨𝑨′ = 𝑨′𝑨 (berimpit)
∠𝐸𝐴′𝐶 = ∠𝐴𝐴′𝐵 (berimpit)
∠𝐸𝐴𝐶 = ∠𝐴′ 𝐴𝐵′ (berimpit)
Karena 𝛥𝐴𝐶𝐸 ≅ 𝛥𝐴 𝐶𝐸 maka ∠𝐸𝐴′ 𝐶 = ∠𝐸𝐴𝐶

Akibatnya ∠𝑨𝑨′ 𝑩 = ∠𝑨′𝑨𝑩′


Karena ∆𝐴𝐵𝐶 ≅ ∆𝐴′𝐵′𝐶 maka ∠𝐶𝐴𝐵 = ∠𝐶𝐴′𝐵′
Jelas ∠𝐴′ 𝐴𝐵 = ∠𝐸𝐴𝐶 + ∠𝐶𝐴𝐵
∠𝐴𝐴′ 𝐵′ = ∠𝐸𝐴′ 𝐶 + ∠𝐶𝐴′ 𝐵 = ∠𝐸𝐴𝐶 + ∠𝐶𝐴𝐵 = ∠𝐴′ 𝐴𝐵
Diperoleh ∠𝐴𝐴′ 𝐵′ = ∠𝐴′ 𝐴𝐵
Berdasarkan terorema sisi, sudut, sisi ∆𝐴𝐴′𝐵′ ≅ ∆𝐴′𝐴𝐵
Akibatnya 𝐴𝐵 = 𝐴′𝐵′
Terbukti