Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

“Manajemen Kasus dan Strategi Kepemimpinan pada Pelayanan Home Care


Nurses”
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Home Care Nursing
Dosen pengampu : Ns. Grace Carol Sipasulta, M.Kep., Sp.Kep.Mat

Disusun oleh:

Tingkat III Keperawatan

1. ESTER YULAN MARCELINA (P07220116093)

2. MANDA PINGKI HALENIA (P07220116100)

3. SARMILA (P07220116115)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES KALIMANTAN TIMUR


JURUSAN KEPERAWATAN PRODI DIII KEPERAWATAN
KELAS BALIKPAPAN
TAHUN AJARAN 2018/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik, dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang
“Manajemen Kasus dan Strategi Kepemimpinan pada Pelayanan Home Care Nurses”.
Meskipun masih banyak kekurangan didalamnya.
Dan juga berterima kasih atas beberapa pihak yang telah membantu dan memberi
tugas ini kepada kami. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai beberapa hal yang bersangkutan
dengan materi tersebut. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam makalah ini
terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu kami berharap adanya
kritik, saran, dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat dimasa yang
akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Balikpapan, 16 Agustus 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................................. i

DAFTAR ISI ............................................................................................................................................ ii

BAB I ..................................................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN .................................................................................................................................... 1

A. Latar Belakang................................................................................................................ 1

B. Rumusan Masalah .......................................................................................................... 4

C. Tujuan ............................................................................................................................ 4

BAB II .................................................................................................................................................... 5

TINJAUAN TEORI ................................................................................................................................... 5

A. Manajemen dan Strategi Kepemimpinan ...................................................................... 5

B. Tren Manajemen : Manajemen Kasus ......................................................................... 12

C. Tren Kepemimpinan : Pemberdayaan Home Care ...................................................... 13

D. Clinical Application of Leadership : Committee Work ................................................. 15

BAB III ................................................................................................................................................. 17

PENUTUP ............................................................................................................................................ 17

A. Kesimpulan ................................................................................................................... 17

B. Saran ............................................................................................................................ 17

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................ iii

ii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sepanjang sejarah, keperawatan di tuntut untuk berespon terhadap
perubahn teknologi dan kekuatan sosial. American Nurses Association/ ANA
(1996) menyatakan bahwa tanggung jawab manajerial yang baru berada pada
penggelolaan layan keperawatan yang memerlukan perawat administrator yang
memiliki pengetahuan, terampil dan komponen dalam semua aspek manajemen.
Saat ini, terdapat penekanan yang lebih besar pada bisnis pelayanan kesehatan,
dengan manajer dilibatkan dalam aspek pinansial dan pemasaran pada bagian
masing-masing. Untuk menghadapi perluasan tanggung jawab dan tuntutan,
peran manajer harus beralih kedimensi baru untuk menfasilitasi kualitas hasil
perawatan pasien dan memenuhi tujuan umum dan tujuaan khusus institusi.
Demikian juga, kebutuhan untuk mengembangkan keterampilan
kepemimpinan tidak sebesar reformasi yang ada di pelayanan kesehatan pada
tinggkat nasional, Negara, dan komunitas. Keterampilan kepemimpinan juga
diperlukan untuk team building (membangun tim) di tinggkat organisai.
Menjamin keberhasilan perekrut, mempertahankan kekompoakan staf
keperawatan, dan mempertahankan praktek berkualitas tinggi bergantung pada
keberhasilan team building.
American Nurses Association (1996) telah mengidentifikasi tiga
kecendrungan nasional dan dampak selanjutnya pada pelayanan kesehatan.
Pertama, peningkatan dalam managed care, yang ditujukan untuk menekan
peningkatan biaya pelayanan kesehatan nasional, menghasilkan perancangan
kembali sebagian besar organisasi pelayanan kesehatan. Kedua, terjadi
pergeseran dalam lokus pelayanan, dari perawat akut komunitas ke komunitas
dan rawat jalan. Ketiga, pergeseran terjadi juga dari perawatan episodik ke
perawatan preventif atau restoratif. Dua pergeseran terakhir mengakibatkan
penurunan kebutuhan pelayanan rawat inap dan peningkatan kebutuhan

1
pelayanan rawat jalan dan pelayanan tradisional, misalnya perawatan di rumah,
perawatan jangka panjang, dan kesehatan mental komunitas.
Karena tuntutan lingkungan terhadap pemenuhan kebutuhan semakin
cepat, pimpinan perawat harus mengembangkan ketrampilan dalam bidang
keuangan dan politik secara inovatif. Untuk beradaptasi dengan realita managed
care, perawat harus dipersiapkan menjadi pemikir kritis dan manajer. Mereka
harus siap menghadapi perubahan, bertahan dalam lingkungan yang tidak stabil,
dan menciptakan hasil sistem pendukung untuk yang lainnya (Porter O’ Grady
2000).
Manajer adalah seorang yang mempunyai wewenang untuk memerintah
orang lain. Seorang manajer dalam menjalankan pekerjaan dan tanggung
jawabnya menggunakan bantuan orang lain untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Dengan demikian, ia perlu memimpin pegawai, karyawan, pekerja,
atau apapun sebutannya. Tidak setiap orang yang ditunjuk sebagai pemimpin
bisa menjalankan pekerjaan dengan baik. Selain itu, tidak setiap pemimpin dapat
menjadi pemimpin yang baik.
Mc. Gregor menyatakan bahwa setiap manusia merupakan kehidupan
individu secara keseluruhan yang selalu mengadakan interaksi dengan dunia
individu lainnya. Apa yang terjadi dengan orang tersebut merupakan akibat dari
perilaku orang lain. Sikap dan emosi dari orang lain mempengaruhi orang
tersebut. Bawahan sangat tergantung pada pimpinan dan berkeinginan untuk
diperlakukan adil. Suatu hubungan akan berhasil apabila dikehendaki oleh kedua
belah pihak. Bawahan memerlukan rasa aman dan akan memperjuangkan untuk
melindungi diri dari ancaman yang bersifat semu atau yang benar-benar
ancaman terhadap tidak terpenuhinya kebutuhan dalam situasi kerja.Atasan/
pimpinan menciptakan kondisi untuk mewujudkan kepemimpinan yang efektif
dengan membentuk suasana yang dapat diterima oleh bawahan, sehingga
bawahan tidak merasa terancam dan ketakutan.Untuk dapat melakukan hal
tersebut di atas, baik atasan maupun bawahan perlu memahami tentang
pengelolaan kepemimpinan secara baik, yang pada akhirnya akan terbentuk
motivasi dan sikap kepemimpinan yang professional.

2
Istilah manajemen dan kepemimpian sering diartikan hanya berfungsi
pada kegiatan supervise, tetapi dalam keperawatan fungsi tersebut sangatlah luas.
Jika posisi anda sebagai seorang ketua tim, kepala ruangan atau perawat
pelaksana dalam suatu bagian, anda memerlukan suatu pemahaman tentang
bagaimana mengelola dan memimpin orang lain dalam mencapai tujuan asuhan
keperawatan yang berkualitas. Sebagai perawat professional, anda tidak hanya
mengelola orang tetapi sebuah proses secara keseluruhan yang memungkinkan
orang dapat meyelesaikan tugasnya dalam memberikan asuhan keperawatan serta
meningkatkan keadaan kesehatan pasien menuju ke arah kesembuhan.
Seperti halnya keperawatan, ilmu manajemen mengembangkan dasar
teori dari berbagai ilmu, seperti bisnis psikologi, sosiologi, dan antropologi.
Karena organisasi bersifat kompleks dan bervariasi, maka pandangan teori
manajemen adalah bagaimana manajemen dapat berhasil dan apa yang harus di
perbaki/ dirubah dalam mencapai suatu tujuan organisasi.
Keperawatan pada saat ini tengah mengalami beberapa perubahan mendasar baik
sebagai sebuah profesi maupun sebagai pemberi pelayanan kepada masyarakat
dimana tuntutan masyarakat pada keperawatan agar berkontribusi secara
berkualitas semakin tinggi.
Sebagai sebuah profesi, keperawatan dihadapkan pada situasi dimana
karakteristik profesi harus dimiliki dan dijalankan sesuai kaidahnya. Sebaliknya,
sebagai pemberi pelayanan, keperawatan juga dituntut untuk lebih meningkatkan
kontribusinya dalam pelayanan kepada masyarakat yang semakin terdidik, dan
mengalami masalah kesehatan yang bervariasi serta respon terhadap masalah
kesehatan tersebut menjadi semakin bervariasi pula.
Oleh karena itu, pada saat ini diperlukan kepemimpinan yang mampu
mengarahkan profesi keperawatan dalam menyesuaikan dirinya ditengah-tengah
perubahan dan pembaharuan sistem pelayanan kesehatan. Kepemimpinan ini
sekiranya yang fleksible, accessible, dan dirasakan kehadirannya, serta bersifat
kontemporer.

3
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana manajemen dan strategi kepemimpinan?
2. Bagaimana tren manajemen home care nursing ?
3. Bagaimana tren kepemimpinan home care nursing ?
4. Bagaimana clinical application of leadership home care nursing ?

C. Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:


1. Untuk mengetahui dan memahami manajemen dan strategi kepemimpinan.
2. Untuk mengetahui tren manajemen home care nursing.
3. Untuk mengetahui dan memahami tern kepemimpinan home care nursing.
4. Untuk mengetahui dan memahami clinical application of leadership home care
nursing.

4
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Manajemen dan Strategi Kepemimpinan


1. Definisi Home Care
Departement of Health and Human Service intedepartemental work group
(Warhola,1980) perawatankesehatan rumah adalah suatu komponen rentang
pelayanan kesehatan yg berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan
pada individu dan keluarga di tempat tinggal untuk keperluan promosi,
mempertahankan, atau memulihkan kesehatan atau memaksimalkan tingkat
kemandirian disamping meminimalkan efek dari ketidakmampuan akibat sakit
yg dideritanya.
American Nurses Assosiation (1992) sintesis dari keperawatan komunitas
dan beberapa skill/kemampuan teknis dari beberapa spesialisasa profesi
keperawatan.Pelaksanan asuhan meliputi prevensi primer, sekunder,dan tersier
terhadap askep secara individual yg berkolaborasi dengan keluarga serta
beberapa pemberi asuhan.
NAHC (1994) perawatan kesehatan rumah adalah sprektum luas dari
kesehatan dan servis sosial yg dilakukan dilingkungan rumah untuk perbaikan
individu yg memiliki ketidakmampuan (cacat) atau penyakit kronik.
Definisi ini dalam terintegrasi dalam komponen perawatan kesehatan
rumah: klien, keluarga, perawat ksehatan profesional (multidisiplin) dan
tujuannya untuk membimbing klien untuk kembali ketingkat kesehatan optimum
dan kemandirian.
Home Care merupakan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan
komprehensif diberikan kepada individu, keluarga, di tempat tinggal mereka
yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan,memulihkan
kesehatan/memaksimalkan kemandirian dan meminimalkan kecacatan akibat dari
penyakit( Depkes RI (2002)).
Home Health Care merupakan ketentuan tentang pelayanan professional
dan para profesional, dan peralatan yang berhubungan secara medis untuk klien

5
dan keluarga di tempat tinggalnya untuk memelihara kesehatan, pendidikan,
pencegahan penyakit, diagnosa dan pengobatan penyakit, paliasi dan rehabilitasi.
(Potter & Perry(2005)).
Home care merupakan layanan kesehatan yang di lakukan oleh profesional
di tempat tinggal pasien (di Rumah) dengan tujuan membantu memenuhi
kebutuhan pasien dalam mengatasi masalah kesehatan yang dilaksanakan oleh
tim kesehatan profesional dengan melibatkan anggota keluarga sebagai
pendukung di dalam proses perawatan dan penyembuhan pasien sehingga
keluarga bisa mandiri dlm mengatasi masalah kesehatannya (Time Edukasi HCN
Cahaya Husada Kaltim, 2008).
2. Tujuan Home Health Care
a. Meningkatkan port system yg adekuat dan efektif shg dpt mendorang
penggunaan sumber-sumber yg b.d kesehatan keluarga
b. Meningkatkan perawatan yg efektif dan adekuat khususnya untuk anggota
keluarga dengan ketidakmampuan (cacat) atau dengan masalah-masalah
khusus (mis: penyakit kronis)
c. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan normal keluarga dan anggota-
anggotanya serta melakukan promosi dan prevensi kesehatan.
d. Memperkuat fungsi-fungsi keluarga dan hubungannya satu sama lainnya.
e. Meningkatkan kesehatan keluarga.

3. Masalah / Problem yang muncul pada Home Health Care


a. Gaya hidup dan sumber-sumber kehidupan
b. Status kesehatan saat ini dan penyimpangannya.
c. Pola dan pengetahuan keluarga dalam mempertahankan kesehatannya.
d. Struktur keluarga dan dinamisasinya
4. Keuntungan dan Kerugian Home Health Care
Keuntungan Kerugian
a. Setting rumah dapat lebih a. Biaya perjalanan perawat atau
memberikan kenyamanan klien pemberi pelayanan kesehatan di
dalam menjalani perawatan secara rumah mahal.

6
individul. b. Kurang efisien dari praktek keperawa-
b. Banyak klien yang lebih suka tan bersama atau kunjungan klien ke
dirawat di rumah. ruang rawat.
c. Pengkajian mengenai faktor-faktor c. Distraksi misalnya : anak-nak dan
lingkungan yang menunjang kese- suara TV sulit untuk dihindari.
hatan dapat lebih lengkap karena d. Keamanan perawat dalam melakukan
dapat diobservasi secara langsung asuhan keperawatan tidak begitu
sehingga dapat langsung dipertim- terjaga.
bangkan mengenai pelayanan apa
yang cocok untuk klien secara
financial, dll.
d. Pengkajian mengenai pola hidup dan
norma-norma keluarga lebih mudah
dilakukan.
e. Partisipasi anggota keluarga dapat
terfasilitasi dengan baik.
f. Anggota keluarga mungkin akan
lebih bersemangat untuk menerima
dan mempelajari hal-hal yang dapat
meningkatkan atau menunjang
kesehatannya karena aplikatif dan
sesuai dengan kondisi di rumah.
g. Dapat memperpendek masa rawat di
rumah sakit sehingga biaya
perawatan dapat menurun
h. Menurunkan nosocomial infection.

7
5. Aplikasi Teori pada Praktek Keperawata di Rumah
a. Tipe Pelayanan Kesehatan di Rumah
1) Profesional
Praktek keperawatan profesional berdasarkan standar profesi dan
ketentuan hukum/regulasi, landasan teori ilmiah yang dikembangkan
melalui penelitian/fakta (evidence based) diberikan oleh perawat
profesional yang memiliki izin praktek (lisensi) dan sertifikat, dikenal
dngan “Hom Health Nursing”.
2) Teknikal
Pelayanan kesehatan di rumah diberikan sesuai produk (hasil yang
ditawarkan kepada klien masyarakat, berupa peralatan atau non
keperawatan). (Humprey, 1998 dikutip dari Smith dan Maurer, 2001, hal
778).
3) Tipe-tipe Agensi
a) Official agencies : dikelola oleh pemerintah
b) Voluntary agencies : diklola oleh LSM, sumber-sumber dana berasal
dari donatur, sumbangan, kontribusi dari United Ways, pembayaran
daro pertisipant (contoh : medicare, medicaid, dan asuransi swasta)
c) Private agenies : dikelola oleh swasta.
d) Hospital based agencies : dikelola oleh RS sebagai lanjutan dari
keperawatan rumah sakit
e) Home Care Aide Agencies
f) Certified Hospice Agencies.
4) Tipe-tipe Pelayanan
a) Perawatan orang sakit
b) Pelayanan kesehatan masyarakat.
c) Pelayanan spesialisasi perawatan di rumah.
5) Tipe-tipe Pemberi Perawatan di Rumah
a) Home Health Care e) Terapis wicara
b) Dokter f) Pekerja kesehatan sosiali
c) Terapis fisik g) Home Care Aide

8
d) Terapis okupasi h) Karyawan kantor

b. Persyaratan Klien Untuk Menerima Pelayanan Keperawatan di Rumah


1) Mempunyai keluarga / pihak lain yang akan bertanggung jawab atau
menjadi wali dari pendamping bagi klien dalam berinteraksi dengan
pengelola maupun klien.
2) Bersedia menandatangani persetujuan (inform consent) setelah syarat-
syaratnya disepakati bersama.
3) Bersedia melakukan perjanjian kerja dengan pengelola perawatan
kesehatan di rumah untuk memenuhi kewajiban, tanggung jawab dan
haknya dalam menerima pelayanan.

c. Mekanisme Keperawatan Kesehatan di Rumah


1) Klien pasca rawat inap atau rawat jalan diperiksa terlebih dahulu oleh
dokter untuk menentukan apakah secara medis layak untuk dirawat di
tempat tinggal mereka atau tidak.
2) Pengkajian dilakukan oleh koordinator harus bersama-sama klien dan
keluarga. Lalu akan dilakukan perencanaan dan kesepakatan bersama
pelayanan apa saja yang akan diterima oleh klien.
3) Selanjutnya klien akan menrima pelayanan dari pelaksana pelayanan.
Pelayanan dikoordinir dan dikendalikan oleh koordinator kasus.
4) Secara periodik koordinator kasua akan melakukan monitoring dan
evaluasi tentang pelayanan yang diberikan dan dilaksanakan apakah
sesuai dengan kesepakatan atau belum.

d. Pengawasan Infeksi di Rumah


1) Tujuan untuk keselamatan klien dan perawat.
2) Universal precaution.
3) Infection control depent on patient disease
4) Diskusi pencegahan infeksi yang dapat dilakukan di rumah (Just take a
look at Smith & Maurer, 2000)

9
e. Pendidikan Kesehatan Pada Klien di Rumah
1) Prinsip pendkes disesuaikan dengan materi pendidikan kesehatan yang
telah dipelajari.
2) Fokus pada 5 tugas kesehatan keluarga .
3) Role play cara pemberian pendidikan kesehatan pada keluarga.

f. Pemberian Pelayanan Keperawatan di Rumah


1) Tanggung Jawab Home Care Nurse.
2) Direct care.
3) Documentation.
4) Koordinator dan manajer kasus.
5) Penentu dari kemampuan finansial klien.
6) Penentu frekuensi dan durasi perawatan
7) Klien advocacy

6. Prinsip-prinsip Home Health Nursing


a. Memberikan asuhan keperawatan berkualitas pada klien di lingkungan
rumahnya dengan waktu intermitten atau parttime.
b. Keluarga/care giver, lingkungan rumah. Komunitas → elemen kritikal
keberhasilan rencana asuhan keperawatan.
c. Prinsip praktek : cost efektif dan kualitas pelayanan, tatanan lebih kondusif
mencapai kepuasan klien.
d. Keberhasilan manajemen self care di rumah sangat ditentukan oleh
kooperatif dan kebulatan tekad klien dan care giver untuk hidup sehat.
e. Kualitas asuhan klien → pendidikan multi displin → case manajer.
f. Menyediakan restorasi, rehabilitasi, dan paliatif → self care manajemen.
g. Mengembangkan kompetensi klien / care giver : pengambilan keputusan dan
penilaian dalam manajemen self care di rumah.
h. Membantu penyesuaian, mekanisme koping terhadap perubahan gaya hidup,
peran dan konsep diri sebagai hasil dari sakit dan ketidakmampuan.

10
i. Mengintegrasikan kembali klien / care giver dalam sistem pendukung
keluarga, masyarakat, sosial.

7. Lingkup Praktek Keperawatan di Rumah


a. Melakukan keperawtan langsung, profesional dan komprehensif.
b. Melakukan dokumentasi pelayanan yang telah diberikan.
c. Pengelolaan oleh manajer kasus dan koordinator pelayanan.
d. Pelayanan diberikan di rumah, waktu frekuensi dan lama disepakati bersama,
diperoleh melalui rujukan atau permintaan langsung.
f. Menentukan biaya pelayanan / asuhan dan siapa yang bertanggung jawab
terhadap pembiayanan.

8. Proses Kasus dan Strategi Kepemimpinan Bagi Perawat


a. Definisi
Proses manajemen kasus adalah suatu proses kolaborasi yang meliputi
pengkajian, perencanaan, implementasi, koordinasi, monitor, dan evaluasi
dari pelayanan untuk kebutuhan kesehatan individu dan keluarga melalui
komunikasi dan menggunakan sumber-sumber yang ada untuk
meningkatkan keefektifan biaya dan hasil dari asuhan keperawatan (CMSA,
2002)
b. Tujuan
1) Client and family centered
2) Coordinated
3) Collaborative and cooperative
4) Outcome ariented
5) Resources efficient

c. Peran
1) Case finding 6) Conselor
2) Advocad 7) Fasilitator
3) Coordinator 8) Colaborator

11
4) Pelaksana 9) Modificator
5) Health educator 10) Supervisor

d. Pelayanan keperawatan Home Care Nursing


Pelayanan keperawatan yang diberikan meliputi pelayanan primer,
sekunder dan tersier yang berfokus pada asuhan keperawatan klien melalui
kerjasama dengan keluarga dan tim kesehatan lainnya. Perawatan kesehatan di
rumah adalah spektrum kesehatan yangluas dari pelayanan sosial yang
ditawarkan pada lingkungan rumah untuk memulihkan ketidakmampuan dan
membantu klien yang menderita penyakit kronis (NAHC, 2000).

B. Tren Manajemen : Manajemen Kasus


1. Manajemen kasus Home Care
a. Melakukan seleksi kasus
1) Resiko tinggi (bayi, balita, lansia, ibu maternal)
2) cidera tulang belakang, cidera kepala
3) Coma, diabetes mellitus, gagal jantung, asma berat
4) Stroke
5) Amputasi
6) ketergantungan obat
7) luka kronis
8) disfungsi kandung kemih
9) nutrisi melalui infus
10) post partum dan gangguan reproduksi
11) psikiatri
12) kekerasan dalam rumah tangga
b. Melakukan pengkajian kebutuhan pasien
1) kondisi fisik
2) kondisi psikologis
3) status social ekonomi
4) pola perilaku pasien

12
5) sumber-sumber yang tersedia dikeluarga pasien
c. Membuat perencanaan pelayanan
1) membuat rencana kunjungan
2) membuat rencana tindakan
3) menseleksi sumber-sumber yang tersedia di keluarga atau masyarakat
d. Melakukan koordinasi pelayanan
1) memberi informasi berbagai macam pelayanan yang tersedia.
2) membuat perjanjian kepada pasien dan keluarga tentang pelayanan.
3) mengkoordinasi kegiatan tim sesuai jadwal.
4) melakukan rujukan pasien.

e. Melakukan pemantauan dan evaluasi pelayanan


1) memonitor tindakan yang dilakukan oleh tim.
2) menilai hasil akhir pelayanan(sembuh,rujuk,meninggal,menolak).
3) mengevaluasi proses manajemen kasus.
4) monitoring dan evaluasi kepuasan pasien secara teratur

C. Tren Kepemimpinan : Pemberdayaan Home Care


1. Peran dan Fungsi Perawat Home Care
a. Manajer kasus: Mengelola dan mengkolaborasikan pelayanan,dengan
fungsi :
1) Mengidentifikasi kebutuhan pasien dan keluarga.
2) Menyusun rencana pelayanan.
3) Mengkoordinir aktifitas tim
4) Memantau kualitas pelayanan
b. Pelaksana: memberi pelayanan langsung dan mengevaluasi pelayanan.
dengan fungsi:
1) Melakukan pengkajian komprehensif
2) Menetapkan masalah
3) Menyusun rencana keperawatan

13
4) Melakukan tindakan perawatan
5) Melakukan observasi terhadap kondisi pasien.
6) Membantu pasien dalam mengembangkan prilaku koping yang efektif.
7) Melibatkan keluarga dalam pelayanan
8) Membimbing semua anggota keluarga dalam pemeliharaan kesehatan
9) Melakukan evaluasi terhadap asuhan keperawatan.
10) Mendokumentasikan asuhan keperawatan.

2. Pemberdayaan home care yang melibatkan keluarga pasien


Pelayanan home care yang memberdayakan pengasuh keluarga
meningkatkan kemampuan, memandirikan dalam perawatan pasien di rumah,
mengurangi atau mencegah ketergantungan terhadap pelayanan formal.
Sebaliknya, yang berorientasi bisnis tanpa memberdayakan pengasuh keluarga
adalah bagian dari industrialisasi pelayanan kesehatan rumah sakit.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemandirian pengasuh keluarga
dan pemberdayaan pengasuh keluarga dalam pelayanan home care.
Karakteristik kemandirian pengasuh keluarga yaitu memiliki:
1. Pengetahuan tentang pemenuhan kebutuhan ADL
2. Keyakinan dalammemenuhi kebutuhan ADL
3. Kemampuan memenuhi kebutuhan mengatasi masalah, mencari informasi
yang dibutuhkan, memanfaatkan kunjungan rumah perawat, dan
menyediakan alat dan bahan
kesehatan.
4. Mendidik pengasuh keluarga, melibatkan pengasuh keluarga dalam
perencanaan dan pengambilan keputusan, dan meyakinkan peran
pengasuh keluarga adalah strategi dalam memberdayakan pengasuh
keluarga. Strategi pemberdayaan dilakukan secara berkesinambungan
yaitu dimulai saat di rumah sakit dan dilanjutkan di rumah.

14
D. Clinical Application of Leadership : Committee Work

Kepemimpinan dipersepsikan sebagai kekuatan atau kekuasaan. Dalam dunia


kesehatan kepemimpinan mempengaruhi perubahan. Veronical Wilkie dari institute
of clinical leadershif mengatakan ada 7 kompetensi dalam kepemimpinan klinis :
1. Keterlibatan dalam semua sejawat klinis dalam menjaga dan meningkatkan
keselamatan pasien
2. Berkontribusi dalam diskusi dan pengambilan keputusan terkait peningkatan
mutu pelayanan
3. Mengangkat isu dan bertindak nyata terhadap keselamatan pasien
4. Mendemonstrasikan kerja sama tim dan kepemimpinan yg efektif
5. Mendukung lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi, bullying, dan
pelecehan
6. Berkontribusi dalam pendidikan dan profesi klinis lain dan menjadi teladan
(role mode) yg positif
7. Menggunakan sumberdaya untuk pasien dan masyarakat.

Untuk meraih ke-7 kompetensi tersebut perawat dapat belajar dari clinical
leadership competensi framework yang diterbitkan oleh NHS leadership academy.
Dalam dokumen tersebut mencangkup 5 domain competensi, yaitu :
1. menunjukkan kualitas diri, dapat ditunjukan dengan cara, yaitu :
a. menyadari nilai-nilai yang dianut.
b. prinsip dan asumsi dengan kemampuan belajar dari pengalaman
c. pengelolaan diri yang baik bersamaan dengan pengenalan kebutuhan
prioritas orang lain terutama pasien
d. pengembangan diri yang berkelanjutan, dapat ditunjukan dengan
integritas yang umum
2. Bekerja sama dengan orang lain
Kompetensi yang di kuasai ada 4 elemen, yaitu :
a. mengembangkan jaringan.
b. membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dgn org lain.
c. mendorong kontribusi.

15
d. bekerja dalam tim
Dengan menjadi teladan yang baik, perawat yang mendengarkan dan
dapat bekerja sama dengan profesi kesehatan lain dapat mendukung perbaikan
unit kerja yang berkelanjutan. Selama proses ini berjalan perawat yang
menjabat sebagai ketua tim diharapkan dapat berperan sebagai pemimpin tim
dan dapat berinteraksi dengan tim yang dipimpinnya.
3. Mengelola pelayanan
Pelayanan rumah sakit bukan bersifat statis namun bersifat dinamis, cepat
berubah dan konsisten pada perubahan. Pengelolaan pelayanan yang dimaksud
bukanlah manajemen klinis pada pasien. Pelayanan yang ditawarkan adalah
produk rumah sakit yag ditawarkan oleh pelangannya. Pelayanan ini dapat
berupa pelayanan generic rumah sakit, misalnya pelayanan gawat darurat
ataupun pelayanan khusus yang menjadi ungulan rumah sakit. Para perawat
dapat berkontribusi mengelola pelayanan dengan cara turut serta dalam
perencanaan, memberikan ide yang dapat menyebabkan perubahan yang lebih
baik, pengelolaan sumber daya, pengelolaan staf, pengelolaan kinerja.
4. Meningkatkan mutu pelayanan
Dapat dilakukan dengan cara :
a. memastikan keselamatan pasien
b. evaluasi secara kritis.
c. mendorong perbaikan dan inovasi.
d. menjadi fasilitator dalam transformasi
Keselamatan erat hubungannya dengan mutu pelayanan, pelayanan yang
bermutu adalah pelayanan yang aman dan nyaman.
5. Menentukan tujuan
Hal penting untuk menentukan tujuan dalam perubahan , yaitu :
a. Identifikasi konteks perubahan.
b. Penerapan pengetahuan dan bukti ilmiah.
c. Membuat keputusan.
d. Mengevaluasi dampak

16
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kepemimpinan serta kekuasaan memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan.
Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suku satu sama lainnya,
tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria
yang tegantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu
kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat-sifatnya, atau kewenangannya yang
dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya
kepemimpinan yang akan diterapakan. Rahasia utama kepemimpinan adalah kekutan
terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaannya, bukan kecerdasannya, tetapi
dari kekuatan pribadinya. Seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki
dirinya sebelum memperbaiki orang lain.

B. Saran

Dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, jadi penulis mengharapkan
kritik dan saran dari para pembaca. Pembahasan dalam makalah ini (Manajemen
Kasus dan Strategi Kepemimpinan pada Pelayanan Home Care Nurses) merupakan
masalah yang sering terjadi di kehidupan masyarakat, oleh karena itu penulis
menyarankan agar para pembaca memahami tentang isi makalah ini.

17
DAFTAR PUSTAKA

Potter dan Ferry.2005.Buku Ajar Fundamental Keperawatan Vol.1.Jakarta: EGC

Hidayat, Lukman. 2009. Home Care dan "sedikit konsep untuk anda"

Hidayat, Lukman. 2009. Home Care dan "sedikit konsep untuk anda"

Wijayanto, W. T. 2010. Home Care Ala Mitra Medical Service

Devi, aryani. 2013. Home Care Sebagai Model Keutuhan dan Kesinambungan
Pelayanan Kesehatan. Link : http://hospital-%E2%80%93-based-home-care-sebagai-
model-keutuhan-dan kesinambungan-pelayanan-kesehatan-rs-komunitas (Diakses pada
tanggal 16 Agustus 2018 Pukul 15.30 WITA)

Laorensia. 2014. Link : https://laorensia29cute.wordpress.com/2013/07/03/home-care/


(diakses pada tanggal 16 Agustus 2018 Pukul 16.00 WITA)

https://www.slideshare.net/robertusarian/dokter-dan-kepemimpinan-klinis

iii