Anda di halaman 1dari 6

Jenis – jenis kondisi darurat dan prosedur kondisi darurat diatas kapal

1. Tubrukan (collision)

Kondisi darurat karena tubrukan kapal dengan kapal atau kapal


dengan dermaga ataupun dengan benda tertentu akan mungkin terdapat
kondisi rusaknya pada kapal, korban manusia, tumpahan minyak kelaut
(kapal tangki), pencemaran dan kebakaran.

Tatacara khusus dalam prosedur Kondisi Darurat yang perlu dilakukan


diantaranya :

a. Bunyikan sirine bahaya (Emergency alarm sounded)

b. Menggerakan kapal sedemikian rupa untuk kurangi dampak tubrukan

c. Pintu-pintu kedap air dan pintu-pintu kebakaran automatis ditutup

d. Lampu-lampu deck dinyalakan

e. Nakhoda di beri tahu

f. Kamar mesin di beri tahu

g. VHF dipindah ke chanel 16

h. Gunakan pakaian pelindung dan sepatu safety online

i. Awak kapal dan penumpang dihimpun di stasiun darurat

j. Posisi kapal ada di ruangan radio dan diperbaharui apabila ada perubahan

k. Setelah tubrukan got- got dan tangki-tangki di ukur.

1. Kebakaran/Ledakan (firing/explosion)

Kebakaran di kapal dapat terjadi dibergai tempat yang riskan pada


kebakaran, misalnya di kamar mesin, ruang muatan, gudang penyimpanan
peralatan kapal, instalasi listrik dan tempat akomodasi Nakhoda dan anak
buah kapal. Sedang ledakan dapat terjadi karena kebakaran atau
sebaliknya kebakaran terjadi karena ledakan, yang tentu kedua-duanya
dapat menyebabkan kondisi daruirat dan perlu untuk diatasi.

Kondisi darurat pada kondisi kebakaran dan ledakan pasti sangat tidak
sama dengan kondisi darurat karena tubrukan, sebab pada kondisi yang
sekian terdapat keadaan yang panas dan ruang gerak terbatas dan
terkadang kepanikan atau ketidaksiapan petugas untuk melakukan
tindakan menangani kondisi ataupun perlengkapan yang dipakai telah
tidak layak atau area untuk menyimpan sudah beralih.

Jika terjadi kebakaran diatas kapal maka setiap orang diatas kapal
yang pertama kalinya lihat ada kebakaran harus melaporkan peristiwa itu
pada mualim jagalah di anjungan. Mualim jagalah selalu memonitor
perubahan usaha pemadaman kebakaran dan jika kebakaran itu tidak bisa
diatasi dengan alat pemadam portable dan dilihat perlu untuk memakai
perlengkapan pemadam kebakaran tetaplah dan memerlukan peran semua
anak buah kapal, maka atas perintah Nakhoda isyarat kebakaran harus
dibunyikan dengan alarm atau bel satu pendek dan satu panjang dengan
cara terus-terusan.

Tatacara khusus dalam prosedur Kondisi Darurat yang perlu dilakukan


diantaranya :

a. Sirine bahaya dibunyikan (internal dan eksternal)

b. Regu-regu pemadam kebakaran yang berkaitan siap dannmengetahui


tempat kebakaran

c. Ventilasi, pintu-pintu kebakaran automatis, pintu-pintu kedap air ditutup

d. Lampu-lampu deck dinyalakan

e. Nakhoda di beri tahu


f. Kamar mesin di beri tahu

g. Posisi kapal ada di kamar radio dan diperbarui apabila ada perubahan.

1. Kandas (agrounding)

Kapal kandas biasanya didahului dengan sinyal tanda putaran baling-


baling terasa berat, asap dicerobong mendadak menghitam, tubuh kapal
bergerak dan kecepatan kapal beralih lalu berhenti mendadak. Ketika
kapal kandas tidak bergerak, posisi kapal akan sangat bergantung pada
permukaan basic laut atau sungai dan kondisi didalam kapal pasti akan
bergantung juga pada kondisi kapal itu. Pada kapal kandas terdapat
peluang kapal bocor dan menyebabkan pencemaran atau bahaya terbenam
bila air yang masuk kedalam kapal tidak bisa diatasi. Sedang bahaya
kebakaran pasti akan saja terjadi jika bahan bakar atau minyak terkondisi
dengan jaringan listrik yang rusak menyebabkan nyala api dan tidak
terdeteksi hingga menyebabkan kebakaran. Peluang kecelakaan manusia
akibat kapal kandas barangkali terjadi karena kondisi yg tidak terduga atau
terjatuh saat tarjadi pergantian posisi kapal. Kapal kandas sifatnya dapat
permanen dan dapatlah berbentuk sesaat bergantung pada posisi
permukaan basic laut atau sungai, maupun cara mengatasinya hingga
kondisi darurat seperti ini akan bikin kondisi di lingkungan kapal akan jadi
rumit.

Tatacara khusus dalam prosedur Kondisi Darurat yang perlu dilakukan


diantaranya :

a. Stop mesin

b. Bunyikan sirine bahaya

c. Pintu-pintu kedap air ditutup

d. Nakhoda di beri tahu


e. Kamar mesin di beri tahu

f. VHF di pindahkan ke chanel 16

g. Sinyal tanda bunyi kapal kandas dibunyikan

h. Lampu dan sosok-sosok benda dipertunjukkan

i. Lampu deck dinyalakan

j. Got-got dan tangki-tangki diukur/sounding

k. Kedalaman laut di sekitar kapal diukur

l. Posisi kapal ada di kamar radio dan diperbarui apabila ada perubahan

1. Meninggalkan kapal (abandon ship)

Kebocoran pada kapal dapat terjadi karena kapal kandas, namun bisa
pula terjadi karena tubrukan ataupun kebakaran dan kulit pelat kapalkerena
korosi, hingga bila tidak selekasnya diatasi kapal akan selekasnya
terbenam. Air yang masuk dengan cepat sesaat kekuatan menangani
kebocoran terbatas, bahkan juga kapal jadi miring bikin kondisi susah
diatasi. Kondisi darurat ini akan jadi rumit jika pengambilan ketentuan dan
pengerjaannya tidak di dukung seutuhnya oleh semua anak buah kapal,
karena usaha untuk menangani kondisi tidak didasarkan pada azas
keselamatan dan kebersamaan.

Tatacara khusus dalam prosedur Kondisi Darurat yang perlu dilakukan


diantaranya :

a. Bunyikan sirine bahaya (internal dan eksternal).

b. Siap-siap dalam kondisi darurat.

c. Pintu-pintu kedap air ditutup.


d. Nakhoda di beri tahu.

e. Kamar mesin di beri tahu.

f. Posisi kapal ada di kamar radio dan diperbarui apabila ada.

g. Berkumpul di sekoci/rakit penolong (meninggalkan kapal) dengan


dengarkan sirine sinyal berkumpul untuk meninggalkan kapal, misalnya
kapal akan terbenam yang dibunyikan atas perintah Nakhoda.

h. Awak kapal berkumpul di deck sekoci (tempat yang telah ditetapkan dalam
sijil darurat).

1. Orang Jatuh ke Laut (man over board)

Orang jatuh kelaut adalah salah satu bentuk kecelakaan yang bikin
kondisi jadi darurat dalam usaha melakukan penyelamatan. Pertolongan
yang didapatkan tidak mudah dilakukan karena akan sangat bergantung
pada kondisi cuaca saat itu dan kekuatan yang akan berikan pertolongan,
ataupun sarana yang ada. Dalam pelayaran sebuah kapal barangkali terjadi
orang jatuh kelaut, apabila seseorang awak kapal lihat orang jatuh kelaut,
maka aksi yang perlu dilakukan yaitu berteriak “Orang Jatuh ke Laut” dan
selekasnya melapor ke Mualim Jagalah.

Tatacara khusus dalam prosedur Kondisi Darurat yang perlu dilakukan


diantaranya :

a. Lemparkan pelampung yang telah diperlengkapi dengan lampu apung dan


asap sedekat orang yang jatuh.

b. Upayakan orang yang jatuh terlepas dari bentrokan kapal dan baling
baling.
c. Posisi dan letak pelampung dilihat.

d. Mengatur olah gerak kapal untuk membantu/mendekati korban (apabila


tempat untuk mengatur gerak cukup dianjurkan memakai cara “
WILLIAMSON TURN “)

e. Tugaskan seorang untuk menangani orang yang jatuh agar tetaplah terlihat.

f. Bunyikan 3 (tiga) suling panjang dan diulang sesuai keperluan.

g. Regu penolong siap di sekoci.

h. Nakhoda di beri tahu.

i. Kamar mesin di beri tahu.

j. Letak atau posisi kapal relatif pada orang yang jatuh di plot.

k. Posisi kapal ada di kamar radio dan diperbarui apabila ada pergantian.