Anda di halaman 1dari 13

TUGAS 1

STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR III


“Bangunan berlantai banyak”

Semester Genap/ 14B11C704

NAMA : RISDAWANI
NIM : 1521040009
PRODI : PEND. TEKNIK BANGUNAN

PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2018/2019
BAB I

PENDAHULUAN

Latar belakang

Pertumbuhan bangunan tinggi modern dimulai pada permulaan abad 19.


Ditandai dengan adanya perubahan tujuan penggunaan bangunan tinggi dari
bangunan pertahanan menjadi bangunan komersial dan tempat tinggal. Bangunan
tinggi komersial bertujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas bisnis agar lebih
dekat satu dengan yang lainnya dan sedapat mungkin dekat dengan pusat kota yang
adalah pusat bisnis. Sedangkan bangunan tinggi sebagai tempat tinggal bertujuan
untuk menghemat lahan perkotaan.

Pertumbuhan penduduk perkotaaan dan konsekuansi dari keterbatasan lahan


yang tersedia berpengaruh pada pola pembangunan tempat tinggal di daerah
perkotaan yang padat penduduk sehingga dewasa ini bangunan tinggi yang berfungsi
sebagai tempat tinggal menjadi dibutuhkan di daerah perkotaan. Harga lahan
perkotaan yang tinggi, kecenderungan masyarakat untuk tinggal di daerah perkotaan
dan kebutuhan lahan pertanian menjadi faktor lain yang mempengaruhi pembangunan
bangunan tingi sebagai tempat tinggal atau apartemen.

Ada beberapa hal yang menyebabkan banyaknya bangunan tinggi diberbagai


kota besar di dunia, diantaranya adalah akibat bertambahnya permintaan dan
meningkatnya kebutuhan akan ruang untuk melakukan aktivitas, baik tempat kerja,
hiburan maupun hunian. Kemajuan teknologi, terutama dibidang teknologi bahan,
metode konstruksi dan informasi, serta tingginya harga lahan dipusat kota, memacu
orang untuk mendirikan bangunan tinggi.

Dalam merancang bangunan tinggi, harus memperhitungkan semua beban yang


bekerja pada bangunan tersebut, seperti beban gravitasi (beban mati dan beban hidup)
dan beban lateral (akibat beban Angin dan beban gempa), sehingga bangunan
Perancangan bangunan tinggi dibagi menjadi dua tahap perencanaan yaitu,

Basic Design dan Detail Engineering Design. Proses Basic design dimulai ketika
fungsi tata ruang struktur telah ditentukan, mengikuti suatu prosedur iterasi yang
dirumuskan dengan baik. Perhitungan awal untuk ukuran elemen berdasarkan
pembebanan gravitasi dan pembebanan lateral akibat beban angin atau gempa.

Penentuan luasan penampang elemen vertikal didasarkan pada semua beban dan
pengurangan yang meliputi bahwa tidak semua lantai diberikan beban hidup
maksimum. Ukuran awal slab dan balok biasanya didasarkan momen dan gaya geser
yang ditentukan dari salah satu metode analisa beban gravitasi. Pada tahap Detail
Engineering Design, yang merupakan tahap pengembangan perencanaan, dilakukan
penyempurnaan analisa elemen struktur sehingga diperoleh suatu konfigurasi struktur
yang baik dari segi kekuatan, kekakuan, kestabilan, keamanan dan ekonomis. Dengan
demikian dapat diperoleh suatu desain strukturbangunan yang optimal.tersebut dapat
menahan beban-beban tersebut.
BAB II

PEMBAHASAN

1.1 Pengertian Bangunan Bertingkat/Berlantai banyak

Bangunan bertingkat/berlantai banyak adalah bangunan yang mempunyai


lebih dari satu lantai secara vertikal. Bangunan bertingkat ini dibangun
berdasarkan keterbatasan tanah yang mahal di perkotaan dan tingginya tingkat
permintaan ruang untuk berbagai macam kegiatan. Semakin banyak jumlah lantai
yang dibangun akan meningkatkan efisiensi lahan perkotaan sehingga daya
tampung suatu kota dapat ditingkatkan, namun di lain sisi juga diperlukan tingkat
perencanaan dan perancangan yang semakin rumit, yang harus melibatkan
berbagai disiplin bidang tertentu.
Bangunan bertingkat pada umumnya dibagi menjadi dua, bangunan bertingkat
rendah dan bangunan bertingkat tinggi. Pembagian ini dibedakan berdasarkan
persyaratan teknis struktur bangunan. Bangunan dengan ketinggian di atas 40
meter digolongkan ke dalam bangunan tinggi karena perhitungan strukturnya
lebih kompleks. Berdasarkan jumlah lantai, bangunan bertingkat digolongkan
menjadi bangunan bertingkat rendah (2 – 4 lantai) dan bangunan berlantai banyak
(5 – 10 lantai) dan bangunan pencakar langit. Pembagian ini disamping
didasarkan pada sistem struktur juga persyaratan sistem lain yang harus dipenuhi
dalam bangunan.

1.2 Perancangan Bangunan Bertingkat 2 Lantai

Walaupun termasuk bangunan bertingkat, bangunan berlantai dua relatif dapat


dilakukan dengan cara yang tidak terlalu rumit. Persyaratan Ijin Mendirikan
Bangunan (IMB) untuk jenis bangunan ini juga masih relatif sederhana, terutama
untuk bangunan permukiman. Namun demikian, karena bangunan ini sudah tidak
sesederhana bangunan tunggal satu lantai, ada beberapa faktor yang harus
diperhatikan dalam merencana, yaitu; kesesuaian ruang dan fungsi, kekuatan
struktur, keamanan dan keselamatan bangunan, kenyamanan bangunan dan
sebagainya. Sehingga ketika proses kepengurusan IMB, dokument atau gambar
harus menunjukkan aspek-aspek tersebut di atas secara benar, yang macam dan
jenisnya relatif tergantung dari kebijakan peraturan masing-masing daerah di
mana bangunan akan didirikan. Dengan demikian, perancangan bangunan
bertingkat 2 lantai bagi seorang arsitek tidak hanya berkaitan dengan masalah
keindahan dan bentuk bangunan semata, tetapi juga bagaimana bangunan selain
bentuknya indah juga berfungsi dengan optimal dapat memberikan keamanan dan
kenyamanan pada penggunanya dan lingkungan di sekitarnya.

1.3 Perancangan Struktur dan Konstruksi dalam Arsitektur

Perancangan struktur dan konstruksi dalam arsitektur tidak hanya membahas teori
macam dan detail dari sistem struktur dan konstruksi, tetapi juga kepada
bagaimana aspek-aspek bangunan seperti sistem struktur dan konstruksi bangunan
itu sesuai dengan fungsi, keamanan dan kenyamanan bangunan dan
lingkungannya. Perancangan struktur ditujukan kepada disain sistem struktur dan
aspek yang terkait, sedangkan perancangan konstruksi ditujukan pada bagaimana
memenuhi optimalisasi sistem itu dengan bagian-bagian serta hubungan elemen-
elemen bangunan. Sehingga perancangan struktur dan konstruksi dalam arsitektur
hampir meliputi sebagian besar proses teknis perancangan bangunan.

1.4 Aspek-aspek Perencanaan dan Perancangan Struktur dan Konstruksi


Bangunan 2 Lantai

Untuk mendapatkan hasil perancangan yang ideal, perencana struktur dan


konstruksi harus dapat mengidentifikasi aspek-aspek yang terkait dalam
perancangan. Aspek-aspek tersebut meliputi:
1.4.1 Struktur
Aspek struktur adalah aspek yang membahas kekuatan dan stabilitas bangunan.
Struktur meliputi pemilihan jenis sistem struktur dan konfigurasinya, serta
bagaimana sistem ini dapat membentuk ruang, karena di dalam bangunan gedung
struktur bertugas mewadahi fungsi ruang. Sistem struktur dalam pembahasan ini
dibagi menjadi bagian-bagian lebih kecil yang disebut dengan elemen struktur
misal; elemen rangka atap, rangka utama, dan pondasi. Seluruh bagian atau
elemen dari berbagai sistem struktur akan mempunyai tanggung jawab utama
sebagai pemikul beban bangunan. Karena fungsinya tersebut, sistem struktur
tidak dapat dihilangkan namun dapat digantikan satu jenis struktur dengan
struktur yang lain.
Ketersediaan ragam struktur dan elemennya serta kemungkinan pemilihannya
adalah bahasan pokok dalam perancangan struktur. Apapun pilihan yang diajukan
akan selalu benar jika sesuai dengan maksud-maksud atau aspek-aspek lain dalam
bangunan.

1.4.2 Konstruksi
Konstruksi adalah bentuk rangkaian atau kedudukan baik dari antar atau inter
elemen struktur. Konstruksi ini memperjelas perancangan bangunan. Wujud
perancangan konstruksi dalam bangunan gedung adalah gambar-gambar detail
yang menunjukkan secara teknis bagian-bagian dan kedudukannya serta
keterangan-keterangannya. Karena bersifat menjelaskan dari solusi disain, maka
rancangan konstruksi sebuah bangunan akan terikat dengan bangunan secara
khusus dan tidak dapat disamakan dengan bangunan lain. Satu konstruksi dalam
perancangan struktur akan menjelaskan bagaimana pertimbangan-pertimbangan
terhadap aspek lain juga diperhatikan, misalnya penggunaan bahan, ukuran,
kedudukan, cara pengerjaan, finishing dan sebagainya. Tanpa gambar konstruksi
yang jelas bangunan tidak dapat didirikan dengan benar dari berbagai
aspek.

1.4.3 Bahan Bangunan

Bahan bangunan adalah aspek pokok berkaitan dengan pemakaiannya dalam


struktur ataupun konstruksi serta sifat-sifat fisik yang akan diberikan pada
bangunan. Pemakaian bahan tertentu akan mempengaruhi setiap aspek lain dalam
perancangan. Karena pemakaian bahan tertentu akan mengakibatkan keriteria-
kriteria lain pada bangunan (konstruksi, harga, tekstur,
warna, kekuatan, keawatan dan sebagainya), maka pemakaian bahan bangunan
juga dapat sangat menentukan disain bangunan secara luas.

1.4.4 Fungsi Bangunan

Fungsi bangunan adalah aspek yang akan diwadahi dalam struktur, sehingga
pembahasannya wajib dilakukan untuk mengetahui persyaratan-persyaratan
tertentu yang harus dipenuhi oleh ruang. Karena menentukan ruang maka struktur
dan konstruksi yang dibentuk oleh bangunan harus memperhatikan persyaratan
ruang. Bangunan tidak akan berhasil mewadahi fungsi jika kegiatan di dalamnya
tidak difasilitasi oleh ruang. Fasilitas-fasilitas ini akan berupa sistem-sistem
utilitas pada bangunan yang sangat tergantung dengan faktor-faktor lain yang
telah disebut di atas.

1.4.5 Site / Lokasi Bangunan

Site atau lokasi juga akan berpengaruh terhadap aspek lain karena memberikan
informasi mengenai kondisi lingkungan beserta aspek yang terkait semacam iklim
mikro lingkungan, keadaan tanah termasuk kekuatan dan topografinya,
ketersediaan bahan bangunan, ketetanggaan dengan bangunan lain dan
sebagainya. Informasi pada site ini juga sangat menentukan tindakan-tindakan
yang akan diambil dalam perancangan struktur. Bentuk bangunan seperti apa,
sistem struktur yang mana yang sesuai, pemakaian bahan yang bagaimana yang
tepat dan bagaimana bentukan bersikap dengan bangunan di sekitarnya baik untuk
kepentingan bangunan itu sendiri atau kepentingan lingkungan sekitar, akan
sangat mempengaruhi perancangan struktur.

1.4.6 Sistem – sistem Bangunan

Persyaratan ruang yang harus dipenuhi dalam bangunan harus diwujudkan ke


dalam sistem-sistem bangunan atau utilitas. Sistem-sistem meliputi antara lain
pengudaraan, pencahayaan, distribusi air bersih dan sanitasinya dan sebagainya,
akan menuntut bentukan-bentukan dan fasilitas struktur dan konstruksi
tertentu untuk dapat terjaminnya proses kerja sistem tersebut. Oleh karena itu
bentukan struktur dan konstruksi beserta ruang yang terbentuk di dalamnya akan
sangat ditentukan oleh pencapaian sistem tertentu dalam bangunan. Strategi
pencapaian ini tentu saja tidak akan sama untuk setiap bangunan karena pada
bangunan yang berbeda banyak aspek berbeda pula yang saling mempengaruhi
sehingga disain sistem dan kaitannya dengan struktur dan konstruksi ini dalama
perancangan bangunan memang harus dilihat secara spesifik.

1.4.7 Ekonomi Bangunan

Yang terakhir namun tidak kalah pentingnya adalah ekonomi bangunan. Mulai
dari aspek ketersediaan dana yang dibutuhkan untuk perencanaan, pelaksanaan
dan pengawasan pembangunan hingga perawatan. Karena aspek ekonomi
bangunan ini akan berada pada semua tahap dalam perancangan, maka faktor ini
harus difikirakan pada setiap pentahapan bangunan. Idealnya semua pentahapan
pembangunan harus menggunakan beaya yang seminimal mungkin, namun
dengan hasil yang seoptimal mungkin. Dengan demikian harus diputuskan alokasi
pembeayaan yang proporsional yang jelas. Bukan berarti harga awal yang rendah
berarti dapat menjadikan harga ekonomi yang baik karena masih juga
dipertimbangkan harga-harga lain termasuk konstruksi, tenaga kerja dan
perawatan. Secara umum pada tahap perencanaan, semakin tinggi tingkat
persayaratan ruang yang berkaitan dengan bentuk, fungsi dan sistem akan
menyebabkan waktu yang relatif lama pada tahap perencanaan dan perancangan.
Namun tingginya beaya perencanaan dan perancangan atas waktu ini harus
diimbangi dengan rendahnya proses pembangunan hingga pemeliharaan
bangunan.
Demikian juga sebaliknya, yang harus dihindari adalah tingginya aspek biaya
pada setiap pentahapan pembangunan yang tidak diperlukan, sehingga bangunan
memang dapat didirikan dengan waktu dan biaya yang semestinya.
BAB III

PENUTUP

Bangunan berlantai banyak yang ada di kota Makassar

1. Menara Bosowa

Menara Bosowa menjadi gedung tertinggi di kota Makassar saat ini. Gedung ini
terdiri dari 23 lantai dengan ketinggian 120 meter. Menara Bosowa difungsikan
sebagai gedung perkantoran. Saat ini Menara Bosowa tercatat sebagai gedung
perkantoran tertinggi di luar pulau Jawa.

2. Royal Apartment

Sesuai dengan namanya, Royal Apartment merupakan gedung yang difungsikan


sebagai apartemen. Royal Apartment terdiri terdiri dari 23 lantai dan merupakan
gedung apartemen pertama di kota Makassar.
3. Swiss-Belhotel

Swiss-Belhotel merupakan gedung perhotelan yang terdiri dari 22 lantai. Saaat ini
Swiss-Belhotel menjadi gedung perhotelan tertinggi di kota Makassar. Gedung ini
memiliki tampilan yang glassy.

4. Menara Phinisi

Boleh dikatakan Menara Phinisi merupakan salah satu gedung terunik di Indonesia.
Bentuknya terinspirasi dari bentuk kapal phinisi yang merupakan kapal asli suku
Bugis dan Makassar. Menara Phinisi merupakan salah satu bangunan kampus miliki
Universitas Negeri Makassar (UNM). Gedung ini terdiri dari 20 lantai.
5. Gammara Hotel

Gammara Hotel memiliki desain yang cukup cantik dengan didominasi warna gelap.
Gedung perhotelan ini terdiri dari 20 lantai.

6. Innside by Melia

Innside by Melia juga merupakan sebuah gedung perhotelan. Gedung ini memiliki
ketinggian 20 lantai.

7. Graha Pena
Garaha Pena merupakan gedung perkantoran miliki Jawa Pos. gedung ini terdiri dari
19 lantai dan menjadi gedung perkantoran tertinggi kedua di Makassar setelah
Menara Bosowa.

8. Karebosi Condotel

Sesuai dengan namanaya, Karebosi Condotel adalah sebuah gedung yang difungsikan
sebagai condotel (condominium hotel). Gedung ini terdiri dari 18 lantai.

9. Iqra Building

Iqra Building merupakan salah satu gedung kampus miliki Universitas


Muhammadiyah Makassar. Gedung ini memiliki 18 lantai.
10. Aston M akassar Hotel & Convention Center

Posisi terakhir deretan 10 gedung tertinggi di kota Makassar dipegang oleh Aston
Makassar Hotel & Convention Center. Gedung perhotelan ini memiliki 18 lantai.