Anda di halaman 1dari 11

MATERI KANTIN SEHAT

1. Pengertian

Kantin atau warung sekolah merupakan salah satu tempat jajan anak sekolah selain

penjaja makanan jajanan di luar sekolah. Kantin sekolah mempunyai peranan yang penting

dalam mewujudkan pesan-pesan kesehatan dan dapat menentukan perilaku makan siswa

sehari-hari melalui penyediaan makanan jajanan di sekolah dimana kantin sekolah dapat

menyediakan makanan sebagai pengganti makan pagi dan makan siang di rumah serta

camilan dan minuman yang sehat, aman dan bergizi.

2. Fungsi Kantin Sekolah

Fungsi Kantin Sekolah menurut Nababan(2012), antara lain:

1) Memberikan pelayanan kepada seluruh komunitas sekolah terhadap kebutuhan

berbagai makanan serta minuman yang aman, bermutu, dan bergizi.

2) Menunjang pendidikan kewirausahaan siswa sejak dini bila proses yang ada di kantin

menarik perhatian siswa dan menyediakan pangan jajanan dengan harga yang wajar

3) Menunjang kemampuan tentang kemananan pangan dan gizi yang yang dipelajari

siswa di kelas.

4) Mengajarkan siswa untuk menerapkan standar kebersihan dalam menangani, mengolah

dan menyajikan pangan dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan menurut Febrianti (2016) kantin juga memiliki fungsi lain yaitu sebagai

sarana penyediaan makanan untuk menjaga kesehtan warga sekolah, temoat warga sekolah
untuk memilih makanan yang aman dan bergizi, tempat belajar tata karma yang ada di

masyrakat, dan temoat bersosialisasi antara warga sekolah.

3. Kriteria Kantin Sehat

Kantin sekolah harus dapat menyediakan makanan yang sehat, aman, dan bergizi.

Menurut Miranto (2011) maka hendaknya kantin sekolah memenughi syarat keamanan

kantin sehat yang harus dipenuhi. Pengelolaan kantin sehat hendaknya memperhatikan

aspek-aspek berikut yaitu tenaga, dana, lokasi, dan fasilitas peralatan.

1) Tenaga

Tenaga kantin sehat hendaknya memiliki kualifikasi antara lain berbadan sehat, bebas

dari penyakit menular, bersih, dan mengerti tentang kesehatan dan memiliki disiplin

kerja yang tinggi.

Tenaga pelaksana kantin hendaknya memiliki pengetahuan gizi praktis dan sederhana

sehingga tahu jajanan yang baik untuk dijual di kantin sekolah.

2) Dana

Dana sangat diperlukan dalam investasi pertama yang dilakukan yaitu dana untuk

sarana fisik dan makanan.

3) Lokasi Kantin

Lokasi kantin harus dalam pekarangan sekolah dan sedapat mungkin masih dalam

wilayah gedung sekolah, idak berdekatan dengan jamban, kamar madi, dan tempat

pembuangan sampah.

4) Fasilitas dan Peralatan


Fasilitas dan oeralatan kantin diantaran fasilitas bangunan kantin, fasilitas air bersih,

ruang oengolahan, tempat penyajian, tempat penyimpanan bahan pangan, peralatan

kantin, fasilitas sanitasi, fasilitas pembuangan limbah, dan lain-lain.

Kantin sekolah sendiri menurut Nuraida (2011) dikategorikan menjadi dua jenis,

yaitu: kantin dengan ruangan tertutup dan kantin dengan ruang terbuka seperti koridor

atau halaman terbuka. Kedua kantin tersebut harus memiliki sarana dan prasarana,

antara lain:

1) Bangunan untuk kantin sehat

Kantin ruang tertutup harus mempunyai bangunan tetap dengan persayratan

tertentu, sedangkan kantin dengfan ruang terbuka (koridor atau halaman) harus

mempunyai tempat tertutup untuk persiapan dan penyajian makanan dan minuman.

Persyaratan bangnan kantin anatra lain, lain kedap air, rata, halus tetapi tidak licin, kuat,

dibuat miring sehingga mudah dibersihkan. Dinding kedap air, rata, halus, berwarna

terang, tahan lama, tidak mudah mengelupas, dan kuat sehingga mudah dibersihkan.

Langit-langit terbuat dari bahan tahan lama, tidak bocor, tidak berlubang, dan tidak

mudah mengelupas serta mudah dibersihkan. Pintu, jendela, dan ventilasi lain kantin

dibuat dari tahan lama, tidak mudah pecah, rata, halus, berwarna terang, dapat dibuka

tutup dengan baik, dilengkapi kasa yang dapat dilepas sehingga mudah dibersihkan.

Lubang ventilasi 20% terhadap luas lantai yang tersedia. Lantai, dinding, langit-langit

kantin, pintu, jendela, dan lubang angin atau ventilasi selalu dalam keadaan bersih.
2) Tempat penyajian atau display

Kantin ruang tertutup maupun ruang terbuka harus mempunyai tempat penyajian

makanan seperti lemari display, etalase, atau lemari kaca yang memungkinkan kan

konsumen dapat melihat makanan dengan jelas. Tempat penyajian atau display

makanan ini harus tertutup untuk melindungi makanan dari debu, serangga, dan hama

lainnya. Hal ini bertujuan agar makanan tidak tercemar wabah penyakit. Makanan

camilan harus mempunyai tempat penyajian yang terpisah dengan makanan sepinggan

(utama).

3) Tempat makan

Dalam ruang tertutup, ruang makan harus mempunyai ventilasi yang cukup agar

udara panas dan lembab dalam kantin dapat berganti dengan udara segar. Harus dapat

menyediakan meja dan kursi dalam jumlah cukup dan nyaman, serta kondisi harus

bersih serta tidak berdesakan, permukaan meja harus bersih. Kantin yang menggunakan

ruang terbuka seperti koridor, taman, atau halaman sekolah sebagai tempat makan

siswa maka tempat tersebut harus selalu dijaga kebersihannya, rindang, ada pertukaran

udara, serta jauh dari tempat penampungan sampah, WC, dan pembuangan limbah

(jarak minimal 20 m).

4) Fasilitas sanitasi dalam kantin

Fasilitas sanitasi dalam kantin terbuka dan tertutp memiliki persyaratan sanitasi

yang sama, yaitu tersedia bak cuci piring dan peralatan dengan air bersih yang mengalir

serta rak pengering. Tersedia wastafel dengan sabun atau detergen dan lap bersih yang

cukup, atau tisu di tempat makan dan di tempat pengolahan makanan. Tersedia suplai

air bersih yang cukup, baik untuk kebutuhan pengolahan maupun kebutuhan pencucian
dan pembersihan. Tersedia alat cuci/ pembersih yang terawatt baik seperti sapu lidi,

sapu ijuk, selang air, kain pel, kain lap, siat, dan bahan pembersih lainnya.

5) Pembuangan limbah kantin

Adapun syarat pembuangan limbah kantin antara lain: tersedia tempat sampah

kedap air, tidak berkarat, tertutup dan mudah dibersihkan sehingga sampah makanan

atau jajanan atau minuman dapat tertamoung dengan benar pada tempat sampah dan

sampah tidak menjadi bau. Kantin terbuka maupun tertutup diwajibkan terbebas dari

sampah berserakan di dalam maupun di luar kantin sekolah dan jarak kantin dengan

penampungan sampah sementara minimal 20 m.

6) Tempat penyimpanan uang

Uang merupakan sumber kontaminasi mikroba yang sering tidak disadari, sehingga

tempat penyimpanan uang harus berada jauh dari tempat penyajian makanan atau

etalase. Sebaiknya orang tang menerima pembayaran tidak merangkap sebagai

pengolah atau penyaji makan an atau setidaknya setiap memegang makanan penyaji

menggunakan sarung tangan atau plastic untuk melindungi makanan dari kuman agar

tidak terjadi pemindahan mikroba melalui uang.

4. Lima Kunci Penyediaan Pangan yang Aman

 Jagalah Kebersihan

 Pisahkan Pangan Mentah dari Pangan Matang

 Masaklah Pangan dengan Benar

 Simpan Pangan pada Suhu yang Aman

 Gunakan Air dan Bahan Baku yang Aman

Sumber : Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)


a) Menjaga Kebersihan

Adapun beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan antara

lain:

 Mencuci tangan dengan seksama menggunakan sabun dan air bersih:

- sebelum memasak atau menyiapkan pangan,

- sebelum atau setelah menyentuh pangan,

- setelah menyentuh bahan mentah

- setelah dari toilet dan

- setelah memegang benda yang kotor (uang, piring kotor dan lain-lain)

(lihat langkah cara mencuci tangan yang benar)

- Merawat kuku tetap pendek dan menjaga kuku tetap bersih. Penggunaan

sabun yang baik membantu membersihkan kuku.

Hal yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan, yaitu:

 Membersihkan dan mensanitasi permukaan tempat / meja dimana bahan pangan

akan diletakkan dan dimasak (meja dapur, lantai, dan sebagainya) dengan

menggunakan deterjen/sabun dan air bersih dengan benar.

 Menjaga dapur dan kantin agar bebas dari tikus, kecoa, lalat, serangga dan

hewan lain.

 Membuang sampah secara teratur.

 Membersihkan lantai dan dinding secara teratur

 Menjaga pangan dalam keadaan tertutup.

 Membersihkan dan mensanitasi semua peralatan termasuk pisau, sendok, panci,

piring setelah dipakai dengan menggunakan deterjen/sabun dan air.


 Meletakkan peralatan yang tidak dipakai dengan menghadap ke bawah

 Membilas kembali peralatan dengan air sebelum mulai memasak.

 Menjaga kebersihan ketika memasak sehingga tidak ada peluang untuk

pertumbuhan mikroba.

 Menjaga dapur dan kantin agar bebas dari tikus, kecoa, lalat, serangga dan

hewan lain.

 Membuang sampah secara teratur

 Membersihkan lantai dan dinding secara teratur

 Menjaga pangan dalam keadaan tertutup.

Sedangkan beberapa hal yang harus diperhatikan terkait pekerja, yaitu:

 Tidak sedang sakit (batuk, pilek, muntaber, diare) dan tidak berpenyakit menular

 Memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan serta

mempraktekkannya

 Mengetahui dan mempraktekkan cara mencuci tangan yang benar

 Mengenakan pakaian bersih dan berwarna terang

 Mengenakan celemek berwarna terang dan topi kerja

 Menggunakan alas kaki2

Dan beberapa hal yang harus dihindari oleh pekerja, antara lain:

 Menggaruk-garuk badan, mengorek hidung dan meludah

 Makan, merokok sambil menangani makanan

 Memiliki luka yang terbuka, tidak ditutup perban

 Mengambil makanan dengan tangan langsung.


 Mengambil makanan harus menggunakan sendok atau

penjepit

b) Pisahkan pangan mentah dan pangan matang

Pangan mentah terutama daging, unggas, dan pangan asal laut, serta cairannya,

mengandung mikroba berbahaya yang mungkin berpindah ke pangan lain selama

persiapan dan penyimpanan pangan (terjadi pencemaran atau kontaminasi silang).

Cara untuk mencegah kontaminasi silang yaitu:

 Mencuci tangan setelah menangani pangan mentah.

 Menggunakan peralatan yang terpisah, seperti pisau, talenan, dan cobek, untuk

menangani pangan mentah dan pangan matang. Jika digunakan peralatan yang

sama, maka peralatan yang telah digunakan untuk pangan mentah harus segera

dibersihkan dan dikeringkan sebelum digunakan untuk pangan siap

santap/matang.

 Menggunakan lap yang berbeda untuk mengeringkan peralatan masak dan makan,

dan untuk membersihkan meja dan mengeringkan tangan

 Menyimpan pangan dalam wadah yang terpisah untuk menghindari kontak antara

pangan mentah dan pangan yang sedang disiapkan.

 Memisahkan daging, unggas, pangan asal laut mentah dari pangan lain.

c) Cara memasak yang benar

Memasak pangan dengan seksama sampai seluruhnya

terpapar panas. Pemasakan yang tepat dapat membunuh

hampir semua mikroba berbahaya.


d) Simpan pangan pada suhu yang aman

 Menjaga semua pangan dalam keadaan tertutup untuk

menghindari hinggapnya lalat. Lalat dapat menyebarkan

penyakit menular.

 Jika pangan matang dibuat dari pangan berisiko tinggi seperti

daging dan ikan, maka jangan menyimpan makanan tersebut

pada suhu ruang lebih dari dua jam karena pada kondisi ini

mikroba dapat memperbanyak diri sampai pada jumlah yang

menyebabkan pangan tidak aman dikonsumsi.

 Menyimpan semua pangan matang dan yang mudah rusak pada

suhu dingin (lebih baik <5oC)

 Menjaga makanan tetap panas pada suhu lebih tinggi dari

60oC, jika makanan yang disajikan panas. Sebagian besar

mikroba penyebab penyakit tidak dapat bertahan pada suhu

tingggi

e) Gunakan air dan bahan baku yang aman

 Menggunakan air yang tidak berwarna dan tidak berbau. Air harus

bebas dari mikroba dan bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan

seseorang.

 Memilih pangan segar dan utuh

 Jangan menggunakan bahan pangan setelah tanggal kadaluarsanya


 Mencuci sayuran dan buah-buahan sebelum disajikan atau digunakan, serta

membuang bagian yang busuk atau memar.

Cara kantin mendapatkan air bersih, yaitu:

Kantin dengan ruangan tertutup maupun kantin dengan

ruangan terbuka harus mempunyai suplai air bersih yang

cukup, baik untuk kebutuhan pengolahan maupun untuk kebutuhan pencucian dan

pembersihan.

 Air dapat diperoleh dari PAM maupun dari sumur

 Untuk air yang akan digunakan memasak dan disimpan

dalam ember, jangan kotori air dengan mencelupkan

tangan. Gunakan gayung bertangkai panjang untuk mengeluarkan air dari

ember/wadah air. Ember/wadah air harus selalu tertutup.

f) Penyediaan pangan sehat dan aman di kantin sekolah

Cara menyiapkan bahan pangan yang baik

Pilih pangan segar dalam kondisi yang baik atau bahan baku belum

melewati batas tanggal kadaluarsa

Pangan beku

 Pencairan pangan beku dilakukan di dalam refrigerator atau dengan

menggunakan air mengalir

 Pangan yang sudah tidak beku harus segera dimasak, tidak boleh dibekukan

kembali, karena pembekuan berulang akan menyebabkan pangan mudah

ditumbuhi oleh mikroba


 Sayuran harus dicuci sebelum digunakan atau disajikan

 Jika menggunakan bahan tambahan pangan (BTP), gunakan

jenis dan takaran BTP yang diperkenankan

Cara memasak dengan benar

 Masak pangan terutama daging, unggas, telur dan pangan asal laut dengan

seksama sampai seluruhnya terpapar panas. Untuk daging dan unggas,

pastikan bahwa semua bagian daging tidak berwarna merah muda lagi.

 Masak pangan seperti sup dan pangan lain yang direbus sampai mendidih

selama sedikitnya satu menit.

 Jika harus memanaskan kembali, panaskan kembali pangan matang sampai

panasnya menyeluruh.