Anda di halaman 1dari 2

RS ISLAM PKU PELAYANAN FARMASI

MUHAMMADIYAH
PENGURANGAN OBAT DALAM FORMULARIUM

No. Dokumen Revisi ke Halaman

Jl. RTA Milono Km 2,5 0/01.A/PKPO/X/2017 0 1/2


Palangka Raya
Tanggal Terbit Ditetapkan,
STANDAR Direktur RSI PKUMuhammadiyah
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. SUYANTO, Sp.PD

1. Penambahan Formularium adalah penambahan obat baik generik maupun


merek dagang yang dipilih berdasarkan kriteria dan sangat diperlukan
dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit yang sebelumnya tidak
termasuk dalam formularium yang telah ada.
Pengertian 2. Penghapusan Formularium adalah penghapusan obat baik generik maupun
merek dagang yang dipilih berdasarkan kriteria objektif dan berdasarkan
rasio manfaat biaya yang tidak menguntungkan penderita dan secara
ilmiah kurang efektif/aman dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit
yang sebelumnya termasuk dalam formularium yang telah ada.
1. Sebagai acuan dalam penulisan resep di rumah sakit
2. Sebagai acuan dalam perencanaan dan pemesanan obat
Tujuan 3. Pelayanan Kesehatan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi kedokteran yang terkini.
1. SK Direktur Nomor Tentang Kebijakan Pelayanan Farmasi di RS Islam
PKU Muhammadiyah Palangka Raya
2. SK Direktur Nomor 015-A/KEP/RSI-PKUM/IX/2017 Tentang Formula-
Kebijakan
rium RS Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya.
1. SK Direktur Utama Nomor Komite Farmasi dan Terapi RS Islam PKU
Muhammadiyah Palangka Raya
1. Secara periodik Instalasi Farmasi dan Komite Farmasi dan Terapi (KFT)
melakukan evaluasi peresepan obat, dikelompokkan penggunaan obat fast
moving, slow moving, dead stock.
Prosedur 2. Obat-obatan yang tergolong dead stock dievaluasi oleh KFT bersama
Kelompok Staf Medik (KSM), apakah akan dihapus atau tidak dari
formularium.
RS ISLAM PKU PELAYANAN FARMASI
MUHAMMADIYAH

PENGURANGAN OBAT DALAM FORMULARIUM

No. Dokumen Revisi ke Halaman


Jl. RTA Milono Km 2,5
Palangka Raya 2/2
3. Daftar obat-obatan dead stock yang direncanakan untuk dihapus dari
formularium tidak diorder lagi sampai formularium direvisi.
4. KFT merekomendasikan obat-obatan dead stock kepada Direktur utuk
untuk dibuatkan surat perintah stop ordering, sambil menunggu revisi
formularium.
1. Kelompok Staf Medik (KSM)
2. Komite Farmasi dan Terapi (KFT)
3. Instalasi Farmasi
Unit Terkait 4. Perencanaan perbekalan farmasi/pemesanan pengadaan barang
5. Instalasi Rawat Inap dan rawat jalan
6. Instalasi Gawat Darurat