Anda di halaman 1dari 16

PERCEPATAN RESPONSE TIME TINDAK

LANJUT PELAPORAN INSIDEN


KESELAMATAN PASIEN TERKAIT ALAT
KESEHATAN DI DR CIPTO
MANGUNKUSUMO
SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN MUTU
DAN KESELAMATAN PENGGUNAAN
ALAT KESEHATAN

UNIT FASILITAS MEDIK


RSUPN DR. CIPTO MANGUNKUSUMO
PITSELNAS KARS IV 2018
OUTLINE

A. Latar Belakang

B. Tujuan

C. Uraian Pengalaman Empirik

D. Hasil dan Pembahasan

E. Kesimpulan dan Saran


A. LATAR BELAKANG

Keselamatan pasien menjadi tanggung jawab RS


• UU No 44 Th 2009 : RS wajib menerapkan Standar Keselamatan Pasien
• Salah satu cara dengan melakukan pelaporan insiden keselamatan
pasien

Masalah
• Laporan insiden alat kesehatan di RSCM belum lengkap
• Unit Fasilitas Medik sebagai unit yang mengelola alat kesehatan sulit
untuk melakukan tindak lanjut dan butuh waktu yang lama
B. TUJUAN KEGIATAN

Meningkatkan respon time tindak


lanjut pelaporan insiden
keselamatan pasien yang terkait
alat kesehatan di RSUPN Dr.
Cipto Mangunkusumo.
C. URAIAN PENGALAMAN
EMPIRIK

Aplikasi elektronik
Dilakukan
pengelolaan alat
pendekatan PDSA
medik RS (SAMRS)

Aplikasi elektronik
Integrasi Data EHR
pelaporan insiden
dan SAMRS
RS (EHR)
C. URAIAN PENGALAMAN
EMPIRIK

Pendakatan PDSA (Plan-Do-Study-Act)


• didapat 47 laporan insiden terkait alat kesehatan tahun 2017
• Berdasarkan pertimbangan proses administrasi di RSCM
ditetapkan kriteria tepat waktu: 1 minggu jika tidak memerlukan
penggantian suku cadang, 3 bulan jika memerlukan
penggantian suku cadang
• Didapat 16 laporan insiden yang ditindaklanjuti tepat waktu
(34%) pada tahun 2017
C. URAIAN PENGALAMAN
EMPIRIK

Aplikasi SAMRS
• Sistem Aset Manajemen Rumah
Sakit yang merupakan aplikasi
manajemen pengelolaan database
alat kesehatan di RSCM
C. URAIAN PENGALAMAN
EMPIRIK

Aplikasi EHR

• Electronic Health Record yang merupakan


aplikasi data manajemen pelayanan di
RSCM termasuk manajemen pelaporan
insiden keselamatan pasien
C. URAIAN PENGALAMAN
EMPIRIK

Integrasi Data Aplikasi EHR dan SAMRS


• Penambahan fitur keterkaitan insiden dengan alat kesehatan
beserta kolom untuk mengisi kode alat kesehatan yang terkait
insiden.
• Sosialisasi terutama kepada perawat dan Penanggung Jawab
Mutu unit kerja terkait penambahan fitur baru pelaporan
insiden.
• Dilakukan uji coba periode April-Juli 2018 dan dihitung respon
time tindak lanjut.
D. HASIL DAN PEMBAHASAN
D. HASIL DAN PEMBAHASAN

 Laporan insiden yang terkait alat kesehatan


sudah mencantumkan kode alat sehingga
kerusakan alat yang terkait insiden dapat
segera ditindaklanjuti
D. HASIL DAN PEMBAHASAN

Insiden alat kesehatan yang ditindaklanjuti


tepat waktu
80%
65%
60%
40% 34%
20%
0%
2017 2018

Insiden alat kesehatan yang ditindaklanjuti tepat waktu


D. HASIL DAN PEMBAHASAN

Kendala
• Pelapor insiden tidak menginput kode alat kesehatan
yang menyebabkan insiden.
• Beberapa insiden yang bukan insiden alat kesehatan
masuk ke dalam laporan insiden alat kesehatan.
Pelapor insiden masih belum paham terkait insiden alat
kesehatan.
E. KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Dengan adanya integrasi aplikasi pelaporan insiden dan aplikasi
pengelolaan alat kesehatan, insiden keselamatan pasien terkait
alat kesehatan dapat diketahui dengan cepat dan dapat
ditindaklanjuti dengan cepat.

Masih perlu dilakukan edukasi kepada pengguna alat medik terkait


pengisian laporan insiden keselamatan pasien terkait alat
kesehatan secara lengkap.
E. KESIMPULAN DAN SARAN
SARAN
Untuk Rumah Sakit besar dan memiliki
manajemen kompleks perlu dan penting
dalam menerapkan IT dalam pengelolaan
insiden keselamatan pasien untuk
mencegah terjadinya insiden berulang.
DAFTAR PUSTAKA
 Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Manajemen
Fasilitas dan Keselamatan (MFK 8)
 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009
tentang Rumah Sakit
 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
1691/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang Keselamatan Pasien
Rumah Sakit
 Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017
tentang Keselamatan Pasien
 Joint Commission International. (2017). Joint Comission
International Accreditation Standards for Hospital: Including
Standards for Academic Medical Center Hospital.