Anda di halaman 1dari 17

Formatted: Font: 20 pt

LAPORAN KERAJINAN BATIK Formatted: Centered


Formatted: Different first page header

Formatted: Font: 18 pt
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :

KELOMPOK V

Formatted: Font: 17 pt
- M. RENALDI
Formatted: List Paragraph, Justified, Indent: Left: 1.25",
- MILDAH Bulleted + Level: 1 + Aligned at: 0.25" + Indent at: 0.5"

- MASNA
- MUH. MISWAR
- MUH. IKBAL
- RENDI
Formatted: Centered

Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 12 pt, Bold

Formatted: Font: 20 pt
TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Formatted: Font: 36 pt

SMA NEGERI 5 BONE Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 12 pt, Bold
KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur tak lupan penulis haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha

Esa, dimana berkat segala taufiq, rahmat, dan hidayah-Nya lah karya tulis yang

berjudul “Laporan Kerajinan Batik ini dapat terselesaikan.

Tak lupa shalawat serta salam turut disampaikan kepada Nabi Besar

Muhammad SAW, dengan harapan safaatnya dapat kita terima di yaumil akhir nanti.

Aamiin.

Tak lupa pula ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kami sampaikan

kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan laporan ini.

Di dalam laporan ini, penulis ingin mengajak pembaca untuk mengenal batik,

dan inovasi-inovasi yang dimunculkan untuk menambah estetika dari batik itu sendiri

yang salah satunya dapat dilakukan melalui sebuah kemasan batik tersebut.

Harapan kami, sedikit tulisan ini dapat menambah khazanah pengetahuan

khususnya di bidang batik sehingga pada akhirnya dapat bermanfaat dan

menimbulkan dampak positif.

Kami menyadari masih bayak kekurangan dalam penulisan laporan ini, maka

dari itu tak lupa saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan.

Penulis,

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SMAPUL ..............................................................................................i Formatted: Left, Tab stops: 5.51", Left,Leader: …

KATA PENGANTAR ...............................................................................................ii

DAFTAR ISI ..............................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN ..........................................................................................1

A. Latar Belakang .....................................................................................................1 Formatted: Left, Indent: Left: 0", Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: A, B, C, … + Start at: 1 + Alignment: Left
+ Aligned at: 0.25" + Indent at: 0.5", Tab stops: 5.51",
B. Tujuan .................................................................................................................1 Left,Leader: …

BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................................2 Formatted: Left, Tab stops: 5.51", Left,Leader: …

A. Definisi Batik .......................................................................................................2 Formatted: Left, Indent: Left: 0", Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: A, B, C, … + Start at: 1 + Alignment: Left
+ Aligned at: 0.25" + Indent at: 0.5", Tab stops: 5.51",
B. Sejarah Batik ........................................................................................................2 Left,Leader: …

C. Teknik Batik .........................................................................................................4

D. Macma-macam motif Batik .................................................................................5

BAB III PROSES PEMBUATAN BATIK ................................................................7 Formatted: Left, Tab stops: 5.51", Left,Leader: …

A. Alat dan bahan......................................................................................................7 Formatted: Left, Indent: Left: 0", Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: A, B, C, … + Start at: 1 + Alignment: Left
+ Aligned at: 0.25" + Indent at: 0.5", Tab stops: 5.51",
B. Proses pembuatan .................................................................................................7 Left,Leader: …

BAB IV PENUTUP ...................................................................................................9 Formatted: Left, Tab stops: 5.51", Left,Leader: …

A. Kesimpulan ..........................................................................................................9 Formatted: Left, Indent: Left: 0", Numbered + Level: 1 +


Numbering Style: A, B, C, … + Start at: 1 + Alignment: Left
+ Aligned at: 0.25" + Indent at: 0.5", Tab stops: 5.51",
B. Saran ....................................................................................................................9 Left,Leader: …

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................iv Formatted: Left, Tab stops: 5.51", Left,Leader: …


Formatted: Font: Not Bold
Formatted: Tab stops: 5.51", Left,Leader: …

iii
BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Batik merupakan hasil karya bangsa indonesia yang sudah dikenal sejak dahulu

sampai sekarang. Batik merupakan perpaduan seni dan teknologi leluhur yang sangat

tinggi nilainya, selain itu batik juga citra ketinggian budaya karya bangsa indonesia

yang mencirikan kerumitan dan kehalusan ragam hias yang tumbuh melalui goresan

canting yang dilukiskan dengan nilai yang tinggi.

Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi, selain itu batik

memiliki barbagai corak dan motif yang khas dengan daerahnya masing-masing.

B. Rumusan Masalah Formatted: Indent: Left: 0", Numbered + Level: 1 +


Numbering Style: A, B, C, … + Start at: 1 + Alignment: Left
+ Aligned at: 0.25" + Indent at: 0.5"
1. Apa yang dimaksud dengan batik?
Formatted: Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1, 2,
3, … + Start at: 1 + Alignment: Left + Aligned at: 0.25" +
2. Bagaimana Sejarah Batik? Indent at: 0.5"
Formatted: Font: Bold
3. Bagaimana Teknik Batik?

4. Bagaimana Macam-macam motif Batik? Formatted: Numbered + Level: 1 + Numbering Style: 1, 2,


3, … + Start at: 1 + Alignment: Left + Aligned at: 0.25" +
Indent at: 0.5"
1.B ♢ Tujuan Formatted: Font: Bold
Formatted: No Spacing, Indent: Left: 0", Numbered +
Level: 1 + Numbering Style: A, B, C, … + Start at: 1 +
C. Alignment: Left + Aligned at: 0.25" + Indent at: 0.5"
Formatted: Font: Bold
Tujuan dalam membatik, pada masa penjajahan atau zaman dulu batik haya Formatted: Font: (Default) Times New Roman, 12 pt
Formatted: Indent: First line: 0.3"
digunakan sebagai alat pakai ke acara-acara penting saja. Kegunaan batik pada saat

itu sangat lah penting untuk membedakan kasta kalangan atas dan kalangan bawah.

Sekarang batik sudah digunakan oleh berbagai kalangan dan juga batik sudah

digunakan sebagai alat pakai sehari-hari serta ke acara-acara lainnya.

Batik memiliki tujuan yang bayak seperti ; Formatted: Left, Indent: First line: 0.3", Line spacing:
single
 Bartujuan sebagai pembeda kasta pada zaman dahulu
 Bertujuan sebagai alat pakai “busana, samping atau lainnya” Formatted: Left, Indent: First line: 0.3", Line spacing:
single, No bullets or numbering
 Bertujuan sebagai penghasilan kalangan atas atau kalangan bawah “Industri
atau perorangan”

1
 Bartujuan meningkatkan kesabaran, ketekunan, dan pemikiran yang jernih
dalam membatik itu sendiri.
Formatted: No Spacing, Indent: First line: 0.3"

2
Tujuan dari laporan ini untuk mengetahui teknik membatik dan mendesain

batik.serta guna untuk memenuhi tugas.

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. DEFINISI BATIK

Kata batik berasal dari bahasa Jawa yaitu “amba” yang berarti menulis, dan “tik”

yang berarti titik. Batik merupakan lukisan di atas kain yang digunakan sebagai bahan

dasar pembuatan pakaian. Pada awalnya, batik hanya dikenal oleh kalangan keraton.

Batik terdiri dari berbagai motif dan setiap motif merupakan simbol bagi pemakainya,

seperti motif-motif parang dan kawung yang hanya boleh dikenakan oleh keluarga

kerajaan. Pada perkembangannya, batik menyebar ke kalangan masyarakat umum.

B. SEJARAH BATIK

Sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan erat dengan perkembangan kerajaan

Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan,

pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian

pada masa kerAjaan Solo dan Yogyakarta.

Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan

Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun

mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya

suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang

dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal

baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan

penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah

daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh

tokoh-tokoh pedangan muslim melawan perekonomian Belanda.

Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi

salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik

4
dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan

keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal

diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan

dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas

menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu

senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian

menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih

yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.

Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli

Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila,

dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur.

Jaman Majapahit Batik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, patut

ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojoketo adalah daerah yang erat

hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto

ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan batik asal

Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan

didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu

itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal

dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu

dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, dan tidak mau tunduk kepada

kerajaan Majapahit.

Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahit,

Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa yang

sekarang bernama Kalangbret. Demikianlah maka petugas-petugas tentara dan

keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal diwilayah Bonorowo atau yang

5
sekarang bernama Tulungagung antara lain juga membawa kesenian membuat batik

asli.

C. TEKNIK MEMBATIK

Ada beberapa teknik membatik berdasarkan penggunaan alat :

1. Teknik Canting Tulis adalah teknik membatik dengan menggunakan alat yang

disebut canting. Canting terbuat dari tembaga ringan yang berbentuk seperti

teko kecil dengan corong di ujngnya. Canting berfungsi untuk menorehkan

cairan malam / lilin pada pola. Saat kain dimasukkan ke dalam larutan pewarna,

bagian yang tertutup malam tidak terkena warna. Membatik dengan canting

tulis seperti ini disebut teknik membatik tradisional.

2. Teknik Celup Ikat merupakan pembuatan motif pada kain dengan cara

mengikat sebagian kain, kemudian kain dicelupkan ke dalam larutan pewarna.

Bagian kaian yang diikat atau ditutup lilin tidak akan terkena bahan pewarna.

Setelah diangkat dari larutan pewarna kemudian ikatan dibuka maka bagian

yang diikat tidak berwarna. Bagian tersebut tetap berwarna putih. Motif inilah

yang disebut motif dalam bentuk negatif atau klise.

3. Teknik Printing atau cap merupakan cara pembuatan motif batik menggunakan

canting cap. Canting cap merupakan kepingan logam atau pelat berisi gambar

yanng agak menonjol. Permukaan ccanting cacp yang menonjol dicelupkan ke

dalam cairan malam (lilin batik). Selanjutnya canting cap dicapkan pada kain

/mori. Canting cap akan meninggalkan motif. Motif inilah yanng disebut klise.

Canting cap membuat proses pemalaman lebih cepat. Oleh karena itu, teknik

printing dapat menghasilkan kain batik yang lebih benyak dalam waktu yang

lebih singkat.

4. Teknik Colet, yaitu motif batik yang dihasilkan dengan teknik colet tidak

berupa klise. Teknik colet disebut juga teknik lukis, yaitu cara mewarnai pola

6
batik dengan mengoleskan cat atau pewarna pada kain jenis tertentu pada pola

batik dengan alat khusus atau dengan kuas.

5. Batik printing adalah tekstil yang bermotif batik bikinan pabrikan. Batik

printing biasanya bercorak warna terang dan menyolok terkesan tidak mudah

luntur, warnanya kontras, kombinasi warna yang dipakai sangat cocok.

D. MACAM-MACAM MOTIF BATIK Formatted: Font: Bold

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing.

Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak

hanya boleh di pakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai

pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga para penjajah. Warna-warna

cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak

phoenix. Batik tradisional tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam

upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan

masing-masing.

Adapun jenis-jenis Batik Berdasarkan Corak / Motifnya yang ada di Indonesia

sampai saat ini adalah sebagai berikut :

1. Batik Pekalongan

Pasang surut perkembangan batik Pekalongan, memperlihatkan pekalongan layak

menjadi ikon bagi perkembangan batik di Nusantara. Ikon bagi karya seni yang tak

pernah menyerah dengan perkembangan zaman dan selalu dinamis

2. Batik Mega Mendung

Hampir di seluruh wilayah Jawa memiliki kekayaan budaya batik yang khas. tentu

saja ada daerah-daerah yang lebih menonjol seperti Solo, Yogya, dan Pekalongan.

3. Batik motif Truntun

Boleh dibilang motif Truntum merupakan simbol dari cinta yang bersemi kembali.

Menurut kisahnya, motif ini diciptakan oleh seorang Ratu Keraton Yogyakarta. Sang

7
Ratu yang selama ini dicintai dan dimanja oleh Raja, merasa dilupakan oleh Raja

yang telah mempunyai kekasih baru.

4. Batik Jlamprang

Motif – motif Jlamprang atau di Yogyakarta dengan nama Nitik adalah salah satu

batik yang cukup popular diproduksi di daerah Krapyak Pekalongan. Batik ini

merupakan pengembangan dari motif kain Potola dari India yang berbentuk

geometris kadang berbentuk bintang atau mata angin dan menggunakan ranting yang

ujungnya berbentuk segi empat. Batik Jlamprang ini diabadikan menjadi salah satu

jalan di Pekalongan.

5. Batik Pengantin

Setiap motif pada batik tradisional klasik selalu memiliki filosofi tersendiri. Pada

motif Batik, Khususnya dari daerah jawa tengah, terutama Solo dan Yogya, setiap

gambar memiliki makna. Hal ini ada hubungannya dengan arti atau makna filosofis

dalam kebudayaan Hindu-Jawa.

6. Batik Tiga Negeri

Kerumitan membuat sepotong batik tulis ternyata masih belum cukup jika kita tahu

sejarah motif Batik Tiga Negeri. Motif Batik Tiga Negeri merupakan gabungan batik

khas Lasem, Pekalongan dan Solo, pada jaman kolonial wilayah memiliki otonomi

sendiri dan disebut negeri.

7. Batik Pagi Sore

Desain batik pagi sore mulai ada pada jaman penjajahan Jepang. Pada waktu itu

karena sulitnya hidup, untuk penghematan, pembatik membuat kain batik pagi sore.

Satu kain batik dibuat dengan dua desain motif yang berbeda. Batik pagi sore

memang alternatif untuk memiliki ragam batik dengan biaya terbatas.

8
BAB III Formatted: Font: Bold

PROSES PEMBUATAN BATIK

A. ALAT DAN BAHAN Formatted: Font: (Default) Times New Roman, Bold

Alat Formatted: Font: Bold

 Pensil  Panci Formatted: Number of columns: 2

 Penghapus  Ember

 Mistar / Penggaris  Kompor miyak / kompor gas

 Canting  Korek

 Malam / lilin  Kayu kecil

 Gawangan / jemuran/ meja

Formatted: Font: Bold

Bahan

 Kain Mori

 Malam / Lilin

 Pewarna

 Miyak tanah / gas

B. Cara Membuat Batik Tulis Formatted: Indent: Left: 0", Numbered + Level: 1 +
Numbering Style: A, B, C, … + Start at: 1 + Alignment: Left
+ Aligned at: 0.25" + Indent at: 0.5"

Setelah semua alat dan bahan yang dibutuhkan siap, kita mulai membuat batik Formatted: Indent: First line: 0.25"

tulisnya.

1. Membuat Desain Batik

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah membuat molani atau bisa Formatted: Bulleted + Level: 1 + Aligned at: 0.25" +
Indent at: 0.5"

disebut juga desain batik. Kam bisa membuat berbagai macam desain batik

9
sesuai dengan kreatifitasmu. Tapi, kalau memang mau mengikuti desain yang

sudah ada, kamu bisa membuat motif batik tradisional.

Nah, kalau kamu mau menggunakan motif tradisional yang sudah ada, ada

dua jenis yang bisa kamu gunakan. Pertama adalah motif klasik, biasanya

berbentuk simbol-simbol. Kedua adalah motif pesisiran, motif ini biasanya

berbentuk seperti bunga atau kupu-kupu.

Membuat molani ini biasanya menggunakan pensil yang langsung di gambar

di atas kain.

2. Melukis di Kain

Selanjutnya, setelah kamu membuat molani, tebalkan motif tersebut dengan

menggunakan lilin yang sudah dicairkan. Nah, pada tahapan ini, kamu akan

menggunakan canting, istilahnya dikandangi atau dicantangi.

3. Menutupi Bagian Putih

Tahap selanjutnya adalah menutupi bagian putih menggunakan lilin. maksud

bagian putih adalah, bagian yang nantinya tidak akan kita warnai dengan

pewarna.

Canting yang digunakan pada tahapan ini adalah canting yang halus.

Sedangkan untuk bagian yang besar, digunakan canting kuas.

Tujuan dari proses ini adalah agar saat dilakukan pewarnaan menggunakan

pewarna, lapisan yang diberi lilin tidak terkena warnanya.

4. Pewarnaan Kain

Proses pewarnaan pertama ini dilakukan pada bagian yang tidak tertutup oleh

lilin. Celupkan kain yang sudah diberi lilin ke dalam pewarna tertentu. Setelah

itu, keringkan dengan cara dijemur.

10

5. Melukis Kembali dengan Canting

Setelah kain kering kembali, langkah selanjutnya adalah melukis kembali kain

menggunakan canting. Tujuan dari tahapan ini adalah agar mempertahankan

warna pada tahap pewarnaan pertama. Setelah itu, celupkan ke pewarna

kedua, atau tahap pewarnaan kedua.

6. Menghilangkan Lilin

Setelah pewarnaan kedua selesai, kamu bisa mulai menghilangkan lilin yang

menempel pada kain. Caranya adalah dengan mencelupkan kain pada air yang

sudah dipanaskan di atas tungku.

7. Membatik Lagi

Setelah kain bersih dari lilin dan sudah kering, kamu dapat melakukan lagi

proses membatik menggunakan lilin. Tujuannya agar mempertahankan warna

pada pewarnaan pertama dan kedua.

Proses melelehkan atau membuka dan menutup lilin ini bisa kamu lakukan

berulang kali, tergantung seberapa banyak warna yang ada di kain batik

nantinya.

8. Nglorot

Langkah selanjutnya yang dapat kamu lakukan adalah nglorot. Tahap nglorot

ini adalah tahap merebus kain yang sudah berubah warnanya menggunakan

air panas.

11
Tujuan nglorot ini adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif

yang sudah dibuat pada kain akan terlihat dengan jelas.

9. Mencuci Kain Batik

 Setelah semua tahapan selesai, kamu dapat mencuci kain batik dan

menjemurnya sampai kering. Setelah kering, baru deh kain batik bisa kamu

gunakan.

Formatted: Font: Bold

12
BAB IV Formatted: Normal

PENUTUP

A. Kesimpulan Formatted: Indent: Left: 0", Numbered + Level: 1 +


Numbering Style: A, B, C, … + Start at: 1 + Alignment: Left
+ Aligned at: 0.25" + Indent at: 0.5"
Batik merupakan kebudayaan milik indonesia yang harus dilestarikan dan kita
Formatted: Indent: First line: 0.25"

selaku generasi penerus harus bangga dengan macam-macam batik yang ada.Di

Indonesia berbagai macam jenis dan motif batik. Disetiap daerah memiliki motif yang

berbeda, termasuk di wilayah Kediri pun memiliki kekhasan sendiri dalam motif

batiknya. Proses pengolahan batik memerlukan tahapan yang panjang dan ketelitian

yang cukup sehingga menghasilkan motif batik yang sempurna.Berbagai macam

batik mulai banyak zaman sekarang seperti batik tulis,batik cap,batik printing,dan

lain-lain.

B. Saran Formatted: Font: Bold


Formatted: Indent: Left: 0", Numbered + Level: 1 +
Batik sangatlah penting bagi Indonesia karena batik merupakan cirri khas bangsa Numbering Style: A, B, C, … + Start at: 1 + Alignment: Left
+ Aligned at: 0.25" + Indent at: 0.5"
Formatted: Indent: First line: 0.25"
Indonesia dan merupakan budaya,identitas yang tidak bisa dilepaskan dari bangsa

Indonesia. Mengingat bahwa batik telah diklaim oleh negara lain,maka kita

dianjurkan bahkan diwajibkan menjaga kebudayaan batik yang kita miliki.

HASIL KERAJINAN Formatted: Centered

13
DAFTAR PUSTAKA Formatted: Centered
Formatted
https://nurdinibloging.blogspot.co.id/p/blog-page.html

https://wankadir.wordpress.com/2014/06/04/makalah-proses-pembuatan-batik-tulis/

iv