Anda di halaman 1dari 3

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada Masa Bani Umayyah

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa Bani Umayyah pada
umumnya berjalan seperti di zaman permulaan Islam. Para pembesar Bani
Umayyah kurang tertarik pada ilmu pegetahuan kecuali Yazid bin Mua’wiyah dan
Umar bin Abdul Aziz. Kota yang menjadi pusat kajian ilmu pengetahuan ini antra
lain Damaskus, Kuffah, Makkah, Madinah, Mesir, Cordova, Granada, dan lain-
lain, dengan masjid sebagai pusat pengajarannya.Ilmu pengetahuan mengalami
kemajuan yang sangat berarti pada masa pemerintahan Bani Umayyah.

1.~ perkembangan ilmu pengetahuan umum pada masa bani umayyah ini dapat
dikelompokkan sebagai berikut :

A. Ilmu Kimia pada Masa Umayyah


Di antara ahli kimia di masa itu adalah Abu al-Qasim Abbas ibn Farnas yang
mengembangakan ilmu kimia murni dan kimia terapan. Ilmu kimia murni
maupun kimia terapan merupakan dasar bagi ilmu farmasi yang erat kaitannya
dengan ilmu kedokteran.
B. Kedokteran pada Masa Umayyah
Di antara ahli kedokteran ketika itu adalah Abu al-Qasim al-Zahrawi. Beliau
dikenal sebagai ahli bedah, perintis ilmu penyakit telinga, dan pelopor ilmu
penyakit kulit. Di dunia Barat dikenal dengan Abulcasis. Karya Abu al-Qasim
al-Zahrawi berjudul al-Ta'rif li man ‘Ajaza ‘an al-Ta’līf, yang pada abad XII
diterjemahkan oleh Gerard of Cremona dan dicetak ulang di Genoa (1497M),
Basle (1541 M) dan di Oxford (1778 M). Buku tersebut menjadi rujukan di
universitas-universitas terkemuka di Eropa. Abu al-Qasim al-Zahrawi
C. Bahasa dan Sastra pada Masa Umayyah
1) Di antara tokoh terkenal bidang sastra ketika itu adalah :
2) Ali al-Qali, karyanya al-Amali dan al-Nawadir, wafat pada tahun 696 M.
3) Abu Bakar Muhammad Ibn Umar. Di samping terkenal sebagai ahli sejarah,
ia adalah seorang ahli bahasa Arab, nahwu, penyair, dan sastrawan. Ia
meninggal pada tahun 977 M. Ia menulis buku dengan judul al-Af’al dan
Fa’alta wa Af’alat.
4) Abu Amr Ahmad ibn Muhammad ibn Abd Rabbih, karya prosanya diberi
nama al-‘Aqd al-Farid. Ia meninggal tahun 940 M.
5) Abu Amir Abdullah ibn Syuhaid. Lahir di Cordova pada tahun 382 H/992 M
dan wafat pada tahun 1035 M. Karyanya dalam bentuk prosa adalah Risalah
al -awabi’ wa al-Zawabig, dan Hanut ‘Athar.

2.~Ilmu pengetahuan agama yang berkembang di zaman Dinasti Umayyah dapat


diuraikan sebagai berikut :

A. Al Ulumus Syari’ah, yaitu ilmu-ilmu Agama Islam, seperti Fiqih, tafsir Al-
Qur’an dan sebagainya.
B. Al Ulumul Lisaniyah, yaitu ilmu-ilmu yang perlu untuk memastikan bacaan
Al Qur’an, menafsirkan dan memahaminya.
C. Tarikh, yang meliputi tarikh kaum muslimin dan segala perjuangannya,
riwayat hidup pemimpin-pemimpin mereka, serta tarikh umum, yaitu tarikh
bangsa-bangsa lain.
D. Ilmu Qiraat, yaitu ilmu yang membahas tentang membaca Al Qur’an. Pada
masa ini termasyhurlah tujuh macam bacaan Al Qur’an yang terkenal
dengan Qiraat Sab’ah yang kemudian ditetapkan menjadi dasar bacaan, yaitu
cara bacaan yang dinisbahkan kepada cara membaca yang dikemukakan oleh
tujuh orang ahli qiraat, yaitu Abdullah bin Katsir, Ashim bin Abi Nujud,
Abdullah bin Amir Al Jashsahash, Ali bin Hamzah Abu Hasan al Kisai,
Hamzah bin Habib Az-Zaiyat, Abu Amr bin Al Ala, dan Nafi bin Na’im .
E. Ilmu Tafsir, yaitu ilmu yang membahas tentang undang-undang dalam
menafsirkan Al Qur’an. Pada masa ini muncul ahli Tafsir yang terkenal
seperti Ibnu Abbas dari kalangan sahabat, Mujahid, dan Muhammad Al-
Baqir bin Ali bin Ali bin Husain dari kalangan syi’ah.
F. Ilmu Hadis, yaitu ilmu yang ditujukan untuk menjelaskan riwayat dan sanad
al-Hadis, karena banyak Hadis yang bukan berasal dari Rasulullah. Diantara
Muhaddis yang terkenal pada masa ini ialah Az Zuhry, Ibnu Abi Malikah,
Al Auza’i Abdur Rahman bin Amr, Hasan Basri, dan As Sya’by.
G. Ilmu Nahwu, yaitu ilmu yang menjelaskan cara membaca suatu kalimat
didalam berbagai posisinya. Ilmu ini muncul setelah banyak bangsa-bangsa
yang bukan Arab masuk Islam dan negeri-negeri mereka menjadi wilayah
negara Islam. Adapun penyusun ilmu Nahwu yang pertama dan
membukukannya seperti halnya sekarang adalah Abu Aswad Ad
Dualy. Beliau belajar dari Ali bin Abi Thalib, sehingga ada ahli sejarah
yang mengatakan bahwa Ali bin Abi Thalib sebagai Bapaknya ilmu Nahwu.
H. Ilmu Bumi (al- Jughrafia). Ilmu ini muncul oleh karena adanya kebutuhan
kaum muslimin pada saat itu, yaitu untuk keperluan menunaikan ibadah
Haji, menuntut ilmu dan dakwah, seseorang agar tidak tersesat di perjalanan,
perlu kepada ilmu yang membahas tentang keadaan letak wilayah. Ilmu ini
pada zaman Bani Umayyah baru dalam tahap merintis.
I. Al-Ulumud Dakhilah, yaitu ilmu-ilmu yang disalin dari bahasa asing ke
dalam bahasa Arab dan disempurnakannya untuk kepentingan kebudayaan
Islam. Diantara ilmu asing yang diterjemahkan itu adalah ilmu-ilmu
pengobatan dan kimia. Diantara tokoh yang terlibat dalam kegiatan ini
adalah Khalid bin Yazid bin Mu’awiyah.