Anda di halaman 1dari 7

BAHAN KECAMBAH

1. Uji Kelarutan dan Uji Molish


Uji kelarutan dan percobaan molisch
 Amilum
kecambah +larutan amilum + alfa naftol + H2SO4 pekat
= terdapat cincin dibawah larutan berwarna ungu
 Selulosa
kecambah + serbuk selulosa + alfa naftol + H2SO4
pekat = terdapat dua lapisan, lapisan atas berwarna
putih dan lapisan bawah berwarna bening di tengah-
tengah, diantara kedua lapisan terdapat cincin berwarna
ungu
 Monosakarida
kecambah + glukosa + alfa naftol + H2SO4 pekat =
terdapat cincin ungu diantara kedua larutan

- Analisis:
Pada percobaan uji kelarutan dan percobaan molisch pada
 amilum yaitu yang pertama kecambah dimasukkan kedalam tabung reaksi, kemudian
ditambah dengan larutan amilum lalu ditetesi dengan larutan alfa naftol selanjutnya tuang
perlahan-lahan asam sulfat pekat melalui dinding tabung. Hasilnya akan membentuk
cincin dibawah larutan berwarna ungu
 selulosa yaitu yang pertama kecambah dimasukkan kedalam tabung reaksi, kemudian
ditambah dengan larutan serbuk selulosa lalu ditetesi dengan larutan alfa naftol
selanjutnya tuang perlahan-lahan asam sulfat pekat melalui dinding tabung. Hasilnya
terbentukt dua lapisan, lapisan atas berwarna putih dan lapisan bawah berwarna bening di
tengah-tengah, diantara kedua lapisan terdapat cincin berwarna ungu
 monosakarida yaitu yang pertama kecambah dimasukkan kedalam tabung reaksi,
kemudian ditambah dengan larutan glukosa lalu ditetesi dengan larutan alfa naftol
selanjutnya tuang perlahan-lahan asam sulfat pekat melalui dinding tabung. Hasilnya
terbentuk cincin ungu diantara kedua larutan
- Pembahasan:
Pada percobaan uji kelarutan dan percobaan molisch ini dengan bahan yang diuji
yaitu kecambah, yang pertama percobaan amilum ini menghasilkan cincin dibawah
larutan berwarna ungu hal ini menghasilkan reaksi positif karena pada literature yang
saya baca adanya karbohidrat akan memberikan cincin berwarna merah ungu.
Pada percobaan selulosa ini menghasilkan dua lapisan, lapisan atas berwarna putih
dan lapisan bawah berwarna bening di tengah-tengah, diantara kedua lapisan terdapat
cincin berwarna ungu. Hal ini juga menunjukkan reaksi positif. Dan pada percobaan
monosakarida ini terbentuk cincin ungu diantara kedua larutan tersebut hal ini juga
menunjukkan reaksi yang positif. Jadi pada percobaan amilum, selulosa dan
monosakarida ini dengan bahan kecambah ini bereaksi positif. Karena pada dasarnya
pada percobaan ini asam sulfat pekat menghidrolisis ikatan glikosidik menghasilkan
monosakarida yang selanjutnya didehidrasi menjadi futural dan turunannya. Dalam
literature pembentukan warna ini terbentuk karena konsentrasi asam sulfat pekat
bertindak sebagai agen dehidrasi ang bertindak pada gula untuk membentuk furtural
turunannya yang akan membentuk produk warna. Reaksi pembentukan furtural ini
adalah reaksi dehidrasi atau pelepasan molekul air dari suatu senyawa.
2. Percobaan Iod

Percobaan Iod
Larutan kecambah
●Pada papan porselin: 1 tetes larutan kecambah + 1 tetes larutan IKI = warna kuning
kecoklatan.
●Pada tabung reaksi: 2ml susu sapi + 5 tetes larutan IKI = warna kuning kecoklatan, +
dipanaskan = berubah warna biru, + didinginkan = tetap berwarna biru, + ditambahkan
NaOH = tetap berwarna biru.
- Analisis:
Satu tetes larutan kecambah diletakkan pada papan porselin kemudian ditambahkan
setetes larutan IKI sehingga warnanya berubah menjadi kuning kecoklatan. Lalu pada
tabung reaksi yang lain 2 mL larutan kecambah ditambahkan 5 tetes larutan IKI sehingga
warnanya menjadi kuning kecoklatan. Selanjutnya dipanaskan dan warnanya berubah
menjadi warna biru. Kemudian ketika didinginkan warnanya tetap berwarna biru. Yang
terakhir ditambahkan larutan NaOH masih tetap berwarna biru.
- Pembahasan :
Pada percobaan Iod dilakukan pengujian pada tabung reaksi yang dipanaskan lalu
didinginkan dan diberi NaOH. Ketika ditetesi IKI pada tabung hasilnya sama seperti
pada pengujian yang di papan porselin yaitu berubah warnanya menjadi kuning
kecoklatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya karbohidrat. Setelah diberi
larutan IKI dan tabung dipanaskan warnanya berubah menjadi biru. Lalu setelah itu
tabung didinginkan kembali tetapi warna tetap sama seperti saat dipanaskan yaitu
larutan tetap berwarna biru. Menurut teori, percobaan ini sudah sesuai dengan teori,
hal ini dikarenakan percobaan tersebut membentuk ikatan komplek yang berwarna
biru dimana seperti halnya pada pati dengan iodium.
3. Uji Benedict

Uji benedict
Reagen benedict 2 ml ditambahkan 8 tetes larutan kecambah membentuk dua lapisan.
Lapisan bagian atas berwarna putih agak keruh dan bagian bawah berwarna biru
jernih. Setelah dipanskan 2 sampai 3 menit, laritan berwarna putih perlahan berubah
warna menjadi kuning.
- Analisis

Pada tabung tabung reaksi diberi 2 ml reagen benedict atau 40 tetes. Kemudian
ditambahkan 8 tetes larutan kecambah. Terbentuk dua lapisan, yakni bagian atas
berwarna putih agak keruh dan bagian baeah berwarna biru jernih. Kemudian
dipanaskan pada penangas air yang mendidih selama 3 menit atau sampai terjadi
perubahan warna. Setelah dipanaskan, larutan mengalami perubahan warna pada lapisan
atas, yaitu dari warna putih agak keruh menjadi kuning. Lapisan bawah tetap berwarna
biru.

- Pembahasan

Pada tabung pertama pengujian pada larutan amilum yang berupa larutan kedelai
menghasilkan dua lapisan yakni lapisan bagian atas berwarna kuning dan bagian bawah
berwarna biru. Dari pengujian tersebut, diketahui bahwa larutan kecambah pada tabung
reaksi menghasilkan warna kuning. Hal ini menandakan bahwa larutan kecambah positif
mengandung karbohidrat. Pada uji benedict, pereaksi ini akan bereaksi dengan gugus
aldehid dalam gugus aromatic, dan alpha hidroksi keton dimana dalam suasana basa dan
memberikan hasil positif dengan pereaksi benedict.

4. PERCOBAAN BARFOED
-ANALISIS: 2 ml reagen barfoed ditambahkan dengan 1 ml kecambah menghasilkan
warna biru agak keruh kemudian dipanaskan selama 5 menit kemudian didinginkan
dan ditambahkan reagen fosmolibdat yang menghassilkan warna biru dan terdapat
gumpalan putih pada bagian atas dari larutan tersebut dan sedikit endapan merah
pada bagian bawah dari larutan,
- PEMBAHASAN :
Tujuan dari percobaan barfoed yaitu untuk membedakan antara monosakarida dan
disakarida. Dalam kata lain uji barfoed ini brtujuan untuk mengetahui adanya atau
tidaknya gula monosakarida pereduksi. Pada percobaan ini larutan kecambah yang
ditambahkan dengan reagen barfoed menghasilkan warna biru keruh dan setelah
dipanaskan dan diamkan beberapa saat ditambahkan dengan fosfomolibdat yang
menghasilkan warna biru, warna biru yang terbentuk ini merupakan reaksi dari
senyaw fosfomolibdat tersebut, percobaan ini menggunakan prinsip reaksi-oksidasi,
dan pada larutan kecambah ini juga terdapat endapan putih diatas dan sedikit warna
merah di bawah. Dari hassil pengamatan warna dan endapan merah yg terbentuk
tersebut dpt disimpulkan bahwa reaksi yg terjadi yaitu reaksi positif. Hasil ini sesuai
dengan teori yang ada bahwa reaksi positif dari uji barfoed menghasilkan warna biru
dan yang menunjukkan bahwa ada tidaknya gula monosakarida pereduksi yaitu
endapan warna merah tersebut, dapat disimpulkan bahwa kandungan pada larutan
kecambah ini terdapat gula monosakarida pereduksi karena terdapat sedikit endapan
berwarna merah pada bagian bawah larutan.
5. Percobaan Peragian
- Analisis:
3ml larutan kecambah yang dimasukkan dalam tabung reaksi yang telah
ditambahkan 3ml suspensi ragi roti berwarna putih dan sedikit keruh. Setelah
dinaikkan suhu dan diatur pH-nya larutan tersebut ditunggu selama 1 jm. Setelah itu
terdapat gelembung gas.
- Pembahasan:
Pada percobaan peragian uji pertama yaitu 3 ml larutan kecambah yang dimasukkan
ke dalam tabung reaksi. Kemudian ditambahkan 3 ml suspensi ragi roti dan suhu
dinaikkan menjadi 370C dengan pH 6-7. Setelah itu campuran larutan tersebut
dimasukkan ke dalam tabung fermentasi dan ditunggu selama 1 jam. Setelah 1 jam
mengalami perubahan yaitu terdapat gelembung gas. Menurut teori, percobaan ini
sudah sesuai dengan teori, hal ini dikarenakan uji fermentasi merupakan uji
karbohidrat dengan prinsip mengubah karbohidrat menjadi etanol dan gas CO2
dalam kondisi anaerob. Pengubahan karbohidrat menjadi etanol dan CO2 dilakukan
oleh suatu khamir, yaitu Saccharomyces cereviciae. Khamir tersebut dapat
melakukan fermentasi alkohol dalam kondisi anaerob (Azizah et al. 2012). Indikator
uji fermentasi adalah terbentuknya volume gas CO2 yang terbentuk pada tabung
fermentasi.
6. Percobaan Seliwanoff
Percobaan Seliwanoff
kecambah+ reagen seliwanoff + dipanaskan = bening menjadi merah

- Analisis:
Pada percobaan seliwanoff uji pertama yaitu kecambah sebanyak 2 ml ditambahkan
reagen seliwanoff sebanyak 1 ml lalu dipanaskan selama kurang lebih 20 detik
kemudian dipanaskan lagi selama 10 menit dan menghasilkan warna dari bening
menjadi merah.
- Pembahasan:
Pada percobaan seliwanoff tabung 1 yaitu uji seliwnoff pada bahan nabati(kecambah)
ini terjadinya perubahan warna dari bening menjadi warna merah sehingga pada
percobaan seliwanoff ini menghasilkan warna merah yang menunjukkan reaksi
tersebut positif (+). Hasil tersebut sesuai dengan literature yang saya baca yaitu
apabila pada saat uji seliwanoff bahan jika di reaksi dengan pereaksi seliwanoff akan
menghasilkan warna merah ini menandakan reaksi positif. Dimana bahan yang diuji
tersebut mengandung karbohidrat yang mengandung gugus keton atau ketosa. Pada
reaksi ini terjadi perubahan panas menjadi hidroksilmetil furral jika dipanasan akan
menghasilkan merah pada larutannya. Pada intinya karohidrat yang mengandung
gugus ketosa ini akan cepat terdehidrasi disbanding yang mengandung gugus aldose
akan sulit terdehidrasi.

7. PERCOBAAN OSAZON
- ANALISIS DATA: 0,5 fenilhidrazin, Na asetat kering terdapat 2 lapisa yg
terbentuk pada bagian atass yaitu berwarna putih keruh, dan pada bagian bawah
berwarna coklat., kemudian ditambahkan dengan larutan yang diuji (kecambah)
menjadi warna kuning. Setelah dipanaskan tterbentuk endapan berwarna
kuning. Endapan tersebut diamati dibawah mikroskop, pada pengamatan
tersebut terlihat kristal dengan bentuk bintik” bulat hijau.
- PEMBAHASAN:
Prinsip uji osazon ialah aldosa atau ketosa bereaksi dengan hidrazin membentuk suatu
hidrazon. Hidrazin yang berlebih dengan hidrazon akan membentuk suatu osazon.Pereaksi
osazon terdiri atas campuran fenilhidrazin Na-asetat kering. semua karbohidrat yang
mempunyai gugus aldehida atau keton bebas akan membentuk osazon bila dipanaskan
bersama fenilhidrazin berlebih. Osazon yang terjadi mempunyai bentuk kristal dan titik
lebur yang khas bagi masing-masing karbohidrat. Hal ini sangat penting artinya, karena
dapat digunakan untuk mengidentifikasi karbohidrat dan merupakan salah satu cara untuk
membedakan beberapa monosakarida. Pada percobaan ini camouran antara 0,5 ml
fenilhidrazin Na-asetat kering yang ditambahkan dengan larutan kecambah yang kemudian
dipanaskan terbentuk endapan berwarna kuning, endapan ini merupakan kristal yg
terbenuk dari uji osazon ini. Pada campuran larutan ini endapan yg terbentuk setelah
diamati dibawah mikroskop terlihat kristal dengan bentuk bintik” hijau. Hasil ini sesuai
dengan literatur yang ada bahwa padda uji osazon akan terbentuk endapan kuning,kristal
yg terbentuk ini pada setiap bahan mempunyai karakteristik sendiri”. Pada larutan ini
kristal yg terbentuk yaitu dg bintik” berwarna hijau.
8. Uji Asam musat

Uji asam musat


Larutan kecambah : berwarna putih
Ketika ditambahkan asam nitrat pekat, dan dipanaskan terbentuk hablur berwarna
kuning agak keputihan dilihat dengan mikroskop berbentuk butir - butir.
- Analisis

Pada tabung reaksi dimasukkan larutan kedelai sebanyak 2 ml atau 40 tetes lalu ditambahkan
asam nitrat pekat 1 ml tidak terjadi perubahan. Setelah itu dipanaskan sampai volume tersisa
setengah terbentuk hablur berwarna kuning agak keputihan dan dilihat dibawah mikroskop ada
butiran atau kristal.

- Pembahasan

Pada tabung yang berisi larutan kecambah setelah ditambahkan asam nitrat pekat 1 ml dan
dipanaskan sampai volume tersisa setengah, terbentuk hablur berwarna kuning agak keputihan dan
setelah dilihat dibawah mikroskop ada butiran atau kristal. Hal tersebut menurut teori benar karena
larutan kedelai mengandung galaktosa. Dan galaktosa akan dioksidasi dengan asam nitrat pekat
dan terbentuklah asam dikarboksilat yang bentuknya kristal yang tidak larut dalam air.