Anda di halaman 1dari 2

Risiko yang bisa terjadi dalam siklus pembelian adalah sebagai berikut.

1. Terjadi kekeliruan dalam memesan barang, karena adanya pesanan barang yang
belum dibutuhkan atau memesan barang yang berlebihan tidak sesuai dengan
kebutuhan. Apabila ini terjadi, maka akan mengakibatkan perusahaan harus
menanggung biaya ekstra untuk penyimpanan barang dan akan terjadi dana perusahaan
akan mengendap berupa barang dalam persediaan (mengurangi likuiditas perusaahaan).
2. Bisa saja terjadi barang yang sudah dipesan ternyata tidak pernah diterima atau
barang yang diterima sering terjadi keterlambatan. Jadi dapat terjadi pada
perusahaan akan merugi jika sampai barang yang laris ternyata habis (out of stock), yang
berarti perusahaan akan kehilangan peluang untuk memenuhi permintaan konsumen atau
proses produksi menjadi terhambat atau tertunda.
3. Terjadinya faktur fiktif atau dokumen pendukung lainnya. Faktur fiktif ini akan dapat
merugikan perusahaan karena perusahaan bisa jadi mengeluarkan kas untuk faktur fiktif
tersebut. Oleh karena itu, bagaimana faktur fiktif bisa terjadi dalam sebuah organisasi,
karena adanya kecurangan dan pengendalian yang kurang baik di internal perusahaan.
4. Terjadinya persediaan yang sudah kedaluwarsa atau out of date. Persediaan yang
kedaluwarsa atau out of date di gudang sebenarnya hanyalah menghabiskan space
gudang. Oleh karena menyimpan barang yang sudah kedaluwarsa, akan menimbulkan
suatu masalah. Oleh karena itu barang yang sudah kedaluwarsa atau out of date sebaiknya
segera diafkir dari gudang (dijual dengan sale) atau jika tidak dapat dijual, terpaksa
dicatat sebagai kerugian.
5. Terjadinya faktur dari pemasok yang legal tetapi informasi dalam faktur tidak benar
atau kurang kontrol. Sebagai contoh, adanya salah catat atau salah hitung dalam faktur
atau bias juga terjadi kesalahan kode barang dalam faktur. Kesalahan dalam faktur ini
dapat menyebabkan dalam proses penagihan, ditagih terlalu besar atau terlalu kecil dari
utang yang seharusnya.
6. Terjadi kelalaian dalam melakukan pembayaran satu faktur dua kali. Pengendalian
yang kurang baik akan dapat mengakibatkan kerugian pada perusahaan. karena kas
perusahaan menjadi tertahan di pemasok. Tambahan lagi, jika administrasi pemasok juga
tidak rapi, bisa jadi perusahaan harus melalui prosedur yang rumit untuk menarik kembali
kas yang terlanjur dikirim ke pemasok.
7. Pencurian cek oleh karyawan. Jika cek kosong perusahaan dimanfaatkan oleh
karyawan, maka perusahaan akan rugi.
8. Terjadi pelanggaran hak akses terhadap daftar pemasok perusahaan oleh karyawan
yang tidak berkepentingan. Daftar pemasok merupakan informasi yang mestinya tidak
boleh tersebar ke orang yang tidak berkepentingan.

Pengendalian umum yang dapat diterapkan dalam siklus pembelian.

1. Pengendalian organisasi. Terjadinya pemisahaan tanggung jawab antara unit yang


bertanggung jawab dalam pengendalian persediaan mesti terpisah dengan unit yang
bertanggung jawab dalam mencatat transaksi. Demikian juga unit yang mencatat
pengeluaran kas mesti terpisah dari unit yang mengeluarkan cek.
2. Pengendalian dokumen. Pada proses pembelian setiap menggunakan dokumen harus
ada dokumen yang didokumentasikan (termasuk flowchart, contoh dokumen, rancangan
database dan lain sebagainya.) Setiap kebijakan yang terkait dengan pembelian harus
dinyatakan secara tertulis (seperti kebijakan atas tawaran potongan dari pemasok).
3. Pengendalian praktik manajemen. Praktik manajemen yang baik meliputi : Pelatihan
karyawan yang sesuai dengan bidang, prosedur yang jelas atas pengembangan sistem atau
perubahan atas sistem yang sudah berjalan, serta adanya audit rutin atas siklus pembelian.
4. Pengendalian akses, seperti adanya password, pembatasan hak akses terhadap komputer,
pembuatan backup data secara rutin, pembatasan akses masuk ke gudang tempat
menyimpan barang dan lain sebagainya.