Anda di halaman 1dari 10

TELEKONTRAN, VOL. 2, NO.

1, NOVEMBER 2014 19

Telemonitoring Elektrokardiografi Portabel


Portable Electrocardiograph Telemonitoring
Uriep Suriepto, Jana Utama
Universitas Komputer Indonesia
Jl. Dipati ukur No 112, Bandung
Email : riepshean@yahoo.com

Abstrak
Penelitian ini kami melakukan perancangan sebuah sistem perangkat monitoring Elektrokardiografi (EKG),
berfungsi untuk dapat melihat atau monitoring dan menganalisis kondisi keadaan jantung seseorang baik
dalam masa perawatan atau saat dibutuhkan untuk pengecekan jantung secara berkala. Perangkat monitoring
EKG ini bersifat portabel dan nirkabel sehingga dapat memudahkan untuk pemakaian monitoring dibeda
ruangan atau kamar perawatan, memanfaatkan perangakat komputer dan smartphone Android sebagai
tempat media aplikasi visualisasi hasil rekaman EKG. Selain itu sistem perangkat monitoring EKG ini
mempunyai harga yang terjangkau murah dibandingkan dengan perangakat monitoring EKG yang dijual
dipasaran, cocok digunakan untuk pemakaian secara mandiri dirumah atau dimanapun tempat pada saat kita
butuhkan untuk monitoring jantung seseorang dalam keadaan sakit atau dalam masa perawatan kesehatan,
karena penggunaan alat monitoring EKG ini yang mudah dibawa dan mudah digunakan serta mempunyai
harga yang relatif murah sehingga dapat dimiliki bagi setiap orang yang membutuhkan untuk melakukan
monitoring jantung secara mandiri.

Kata kunci: Telemonitoring EKG, Bluetooth , Visualisasi interface PC dan Android

Abstract
In this research, we designed of a Electrocardiograph (ECG) monitoring device, function to be able to see or
monitoring and analyzing the state of a person's heart condition is being treated or when needed for heart
checks periodically. The ECG monitoring device is portable and wireless so it can be easier to use
monitoring in different room or treatment room, utilize computers and Android smartphones as a media
visualization applications ECG recordings. In addition, ECG monitoring device system has a low affordable
price compared to ECG monitoring devices are sold in the market, suitable for use independently at home or
any place when we need to monitor a person's heart in sickness or in health care time, due to the use of ECG
monitoring equipment is portable and easy to use and has a relatively low cost so it can be held for everyone
who need to monitor their own heart.

Keywords: ECG Telemonitoring, Bluetooth, PC and Android Visualization interfaces

I. PENDAHULUAN adanya kelainan atau perubahan yang tidak


normal.
Perkembangan teknologi dan ilmu Namun selain penggunaan alat EKG di rumah
pengetahuan saat ini telah mengalami kemajuan sakit atau instansi medis kebutuhan akan alat
yang pesat, salah satunya adalah perkembangan EKG ini juga diperlukan untuk pemakaian di
teknologi dalam bidang biomedis. Dalam bidang rumah atau di daerah yang jauh dari rumah sakit.
biomedis perkembangan teknologi yang dapat kita Sebagai pencegahan dini terhadap kondisi jantung
temukan seperti USG, CT-SCAN, MRI, ECG dan seseorang, sangat penting untuk selalu
sebagainya. Pentingnya penerapan teknologi memonitoring kesehatan jantung secara berkala
dalam bidang biomedis sangat berpengaruh besar dengan cara pemeriksaan berdasarkan rekaman
untuk mendukung kinerja dokter atau ahli medis, EKG secara mandiri. Maka dari itu dibutuhkan
salah satunya adalah teknologi alat EKG yang portabel dan praktis (mudah
Electrocardiograph (ECG) atau alat rekam dibawa dan mudah digunakan), dan salah satunya
jantung. Dengan bantuan alat EKG ini akan dengan menambahkan sistem monitoring yang
mempermudah kerja dokter untuk menganalisa nirkabel dan memanfaatkan PC atau Android
dan memonitoring jantung seseorang akibat sebagai visualisasi rekaman EKG sehingga dapat
TELEKONTRAN, VOL. 2, NO. 1, NOVEMBER 2014 20

mempermudah monitoring dimanapun


ruangannya tanpa harus melihat rekaman EKG
tersebut pada ruang atau kamar perawatan.

II. DASAR TEORI

A. Elektrokardiografi (EKG)

Elektrokardiografi (EKG) atau


Electrocardiograph (ECG) merupakan suatu alat Gambar 2. Komponen Sinyal EKG
yang dapat merekam sinyal biologi yang
terbentuk sebagai hasil dari aktivitas listrik Penjelasan gambar :
jantung. Penemuan ini ditemukan oleh Dr. Willem  Titik P mempunyai arti bahwa terjadinya
Einthoven pada tahun 1901. ECG diambil dengan denyutan/kontraksi pada atrium jantung
memasang elektroda pada titik tertentu tubuh (dextra & sinistra)
pasien. Sinyal ECG mempunyai tegangan sampai  Titik Q, R dan S mempunyai arti bahwa
3 mV dan rentang frekuensi 0.03 - 100 Hz. Sinyal terjadinya denyutan/kontraksi (listrik) pada
EKG mempunyai bentuk spesifik sehingga dapat ventrikel jantung (dextra & sinistra)
dijadikan sebagai acuan untuk menentukan  Sedangkan titik T berarti relaksasi pada
kondisi kesehatan jantung seseorang oleh dokter ventikel jantung.
atau ahli jantung. Sinyal ECG direkam
menggunakan perangkat elektrokardiograf.
C. Sensor EKG
B. Gambaran Sinyal EKG Fungsi dasar dari elektroda adalah mendeteksi
Pada dasarnya EKG terdiri dari banyak sinyal kelistrikan jantung. Fungsi dari transduser
gelombang, yang tiap gelombang mewakilkan adalah untuk mengkonversi informasi biologis
satu denyut jantung (satu kali aktifitas listrik menjadi sinyal elektrik yang dapat diukur.
jantung). Transduser ini dipakai dengan menggunakan
interface jelly electrode-electrolyte. Dengan
menggunakan elektroda Ag/AgCl mengurangi
noise dengan frekuensi rendah pada sinyal EKG
yang terjadi karena pergerakan. Gambar 3
memperlihatkan contoh sensor EKG.

Gambar 3. Sensor EKG


Gambar 1. Gelombang Sinyal ECG
D. Penguat Instrumentasi
Dalam satu gelombang EKG terdiri dari beberapa
titik gelombang ada yang disebut interval dan Penguatan sinyal yang sangat
segmen. Titik terdiri dari titik P, Q, R, S, T dan U direkomendasikan untuk penguatan biopotensial
(kadang sebagian referensi tidak menampilkan adalah dengan menggunakan rangkaian
titik U) sedangkan Interval terdiri dari PR instrumentasi amplifier. Hal ini disebabkan karena
interval, QRS interval dan QT interval dan biopotensial mempunyai amplitudo sinyal yang
Segmen terdiri dari PR segmen, dan ST segmen. sangat lemah dengan impedansi sumber yang
tinggi sehingga dibutuhkan impedansi input yang
cukup tinggi yang dapat dipenuhi dengan
menggunakan rangkaian instrumentasi amplifier.
Selain itu, rangkaian instrumentasi amplifier juga
TELEKONTRAN, VOL. 2, NO. 1, NOVEMBER 2014 21

mempunyai Common Mode Rejection Ratio III. PERANCANGAN SISTEM


(CMRR) yang cukup tinggi untuk meminimalkan
common noise yang terjadi dari perbedaan Perancangan sistem EKG ini dimulai dengan
penguatan kedua sinyal. Rangkaian instrumentasi perancangan blok diagram sistem. Blok diagram
yang digunakan ini dipilih yang sudah dalam sistem dapat dilihat pada gambar 4 di bawah ini.
bentuk satu paket IC yaitu AD620 instrumentasi Perangkat keras menggunakan sensor EKG,
amplifier. AD620 instrumentasi amplifier ini rangkaian penguat, rangkaian filter, rangkaian
selain harganya yang cukup murah juga clamper, mikrokontroler (ADC terintegrasi),
mempunyai tingkat akurasi tinggi sampai 40 ppm komunikasi serial Bluetooth atau serial USB ,
ketidaklinearan, daya yang rendah sekitar 1.3 mA visual Interface pada PC atau Android.
arus maksimum, impedansi input yang cukup
tinggi dan CMRR sampai 100 dB.

E. Noise Sinyal EKG

Pada pengukuran dan pembacaan sinyal


Electrokardiografi (EKG) terdapat gangguan atau
noise yang termasuk kedalam sinyal asli EKG.
Secara garis besar, gangguan sinyal EKG dapat
diklasifikasikan ke dalam kategori berikut.
1. Power Line Interference
2. Electrode contact noise Gambar 4. Blok Diagram
3. Motion Artifacts
4. EMG noise Prinsip kerja sistem:
5. Instrumentation noise Perubahan denyut jantung akan diterima oleh
Noise ini sangat mempengaruhi segmen ST, sensor elektroda (1). Kemudian akan diteruskan
menurunkan kualitas sinyal, resolusi frekuensi, ke rangkaian penguat awal (2), dimana rangkaian
menghasilkan sinyal amplitudo besar di EKG penguat bertujuan untuk memberikan penguatan
yang dapat meyerupai metode PQRST bentuk tingkat pertama, dan rangkaian bandpass filter (3)
gelombang dan masker fitur kecil yang penting untuk menghilangkan noise yang didapat oleh
untuk pemantauan klinis dan diagnosis. sinyal denyut jantung tersebut, digunakan
gabungan rangkaian low pass filter dan high pass
F. Mikrokontroler filter. Setelah proses penguatan awal dan filter
maka sinyal akan dikuatkan kembali pada
Mikrokontroler adalah sebuah chip yang penguatan tahap kedua yaitu pada rangkaian
berfungsi sebagai pengontrol rangkaian elektronik penguat akhir (4). Setelah melalui semua
dan umunya dapat menyimpan program penguatan dan filter maka sinyal EKG yang telah
didalamnya. Mikrokontroler umumnya terdiri dari terbaca pada osiloskop akan digeser agar semua
CPU (Central Processing Unit), memori, I/O sinyal bernilai positif menggunakan rangkaian
tertentu dan unit pendukung seperti Analog-to- clamper (5), dan diteruskan ke port ADC pada
Digital Converter (ADC) yang sudah terintegrasi mikrokontroler (6) untuk diubah kedalam bentuk
di dalamnya. digital dan diproses agar dapat dikirim dengan
media komunikasi modul Bluetooth atau serial
G. ADC USB (7). Setelah itu data akan diterima dan
diproses melalui sebuah personal computer (PC)
ADC berfungsi untuk mengubah sinyal atau Android (8) untuk menampilkan kembali
analog EKG menjadi sinyal yang ekivalen dalam sinyal asli EKG yang telah didigitalisasi.
bentuk digital. Resolusi suatu konverter
dinyatakan dalam bit. Resolusi menyatakan
tingkat ketelitian suatu konverter ADC, semakin
tinggi tingkat ketelitiannya, semakin peka ADC
terhadap perubahan masukan analognya. Pada
ADC terjadi proses digitalisasi yaitu pencuplikan,
kuantisasi dan pengkodean
TELEKONTRAN, VOL. 2, NO. 1, NOVEMBER 2014 22

A. Perancanagan Rangkaian Penguat mendapatkan penguatan melalui IC op-amp ke


Awal ground.

C. Perancangan Rangkaian Filter

Untuk meloloskan frekuensi sinyal EKG perlu


digunakan filter yang digabungkan antara penguat
awal dan penguat akhir. Untuk kebutuhan
monitoring informasi sinyal EKG maka frekuensi
yang dibutuhkan harus tepat agar tidak terjadi
kehilangan sinyal informasi yang sebenarnya.
Frekeunsi yang dibutuhkan untuk sinyal EKG
mempunyai rentang bandwidth sekitar 0.03 – 100
Hz. Dengan menggabungkan antara sebuah
Gambar 5. Rangkaian Penguat Awal rangkaian low pass filter dan rangkaian high pass
filter maka didapatkan sebuah rangkaian band
Rangkaian penguat sinyal EKG tahap pertama pass filter yang digunakan untuk meloloskan
ini mempunyai komponen utama adalah penguat rentang bandwidth frekuensi sinyal EKG.
Intrumentasi menggunakan IC AD620N yang
dapat mengguatkan 1 – 10.000 kali penguatan.
Dengan mengatur resistor R4 maka penguatan
dapat diatur untuk menyesuaikan penguatan sinyal
yang diharapkan. Pada pengutan sinyal EKG ini
akan ditetapkan penguatan sebesar 412 kali,
bertujuan untuk mendapatkan amplitudo sinyal
EKG yang bernilai di atas 1 Volt agar amplitudo
dapat diolah oleh ADC mikrokontroler.
Gambar 7. Rangkaian Highpass Filter
0.03 Hz
B. Perancangan Rangkaian Penguat
Akhir

Gambar 6. Rangkaian Penguat Akhir


Gambar 8. Rangkaian Lowpass Filter
Selain penguat intrumentasi digunakan 106 Hz
penguatan operasional untuk menguatkan sinyal
tahap kedua dengan menggunakan IC LF353.
D. Perancangan Rangkaian Clamper
Sinyal EKG harus mempuyai penguatan bertahap
untuk menguatkan kembali sinyal yang telah Sinyal EKG mempunyai tegangan terukur
difilter setelah rangkaian penguat awal (pre-amp) negatif, hal ini mengakibatkan ADC tidak dapat
agar informasi yang telah dikuatkan tidak hilang. mengolah sinyal EKG di luar rentangan tegangan
Penguatan pada tahap kedua ditentukan sebesar 0 - 5 volt. Oleh karena itu rangkaian clamper
2.5 kali, dengan menggunakan nilai resistansi dibutuhkan untuk menggeser baseline sinyal ECG
RV2 sebagai variabel resistor feedback atau agar seluruh sinyal EKG dapat diolah ADC.
resistor yang dapat diatur nilainya untuk Rangkaian clamper terdiri dari rangkaian summer
amplifier dengan masukan non-inverting.
TELEKONTRAN, VOL. 2, NO. 1, NOVEMBER 2014 23

Rangkaian summer amplifier akan menjumlah didigitalisasi, pembacaan ADC sangat rentan
sinyal tegangan keluaran dari rangkaian penguat terkontaminasi noise yang sangat kecil sekalipun
akhir dan rangkaian tegangan pembagi (divider dari rangkaian analog, walaupun telah di filter
voltage). pada rangkaian analog tersebut, maka diperlukan
suatu fungsi transfer dari filter digital untuk
meredam data yang termasuk interferensi
frekuensi lain atau noise pada aplikasi EKG ini
yaitu EMG, jala-jala listrik 50 Hz, baseline
wander, dan frekuensi gelombang P T. Digunakan
sebuah band pass filter dengan frekuensi 5 – 11
Hz. Band pass filter terdiri dari sebuah low pass
filter orde ke-2 dengan frekuensi 11 Hz dan high
pass filter dengan frekuensi 5 Hz.

Gambar 9. Rangkaian Clamper 1. Low Pass Filter 11 Hz

Fungsi transfer dari filter low pass orde ke-2,


E. Perancangan Transmiter Data Via ditunjukan pada persamaan (1)
Bluetooth
H(z) = ………….. (1)

Dari persamaan (1), persamaan beda bisa


tunjukan pada persamaan (2)

y(n) = 2y(n-1) - y(n-2) + x(n) - 2x(n-6) + x(n-12) …… (2)

dengan x(n) adalah hasil masukan berupa sinyal


rekaman asli EKG yang telah di digitalisasi dan
y(n) adalah hasil keluaran filter low pass.
Frekuensi cut-off yang didapatkan sekitar 11 Hz
dengan delay sebanyak 6 sampel dan penguatan
sebesar 36 kali. Persamaan (1) merupakan
persamaan yang direalisasikan dalam sistem.
Gambar 10. Rangkaian Transmiter Bluetooth
2. High Pass Filter 5 Hz
Modul Bluetooth HC-05 digunakan untuk
mengirim data secara serial yang akan diterima Filter high pass diimplementasikan dengan
oleh PC dan melakukan proses plotting / rekaman mengurangi filter low pass orde ke-1 dari filter all
sinyal EKG digital. Mikrokontroler ATmega8535 pass dengan delay. Filter high pass ditunjukan
bertugas memproses data analog menjadi data pada persamaan (3).
digital dan melakukan eksekusi proses pengiriman
data per bit ke modul Bluetoth HC-05. Modul
Bluetooth HC-05 menggunakan tegangan supply 5 H(Hpf) = ….... (3)
VDC yang diambil dari modul mikrokontroler
ATmega8535. Dari persamaan (3), persamaan beda bisa
tunjukan pada persamaan (4)
F. Perancangan Filter Digital (Software)
y(n) = y(n-1) - x(n) / 32 + x(n-16) - x(n-17) + x(n-32) / 32
Dalam pengolahan sinyal EKG dibutuhkan …… (4)
berbagai filter untuk meredam sinyal yang tidak
diinginkan atau noise baik filter analog maupun Dengan x(n) adalah hasil masukan berupa
digital. Pada rangkaian analog noise dapat sinyal hasil filter low pass dan y(n) adalah hasil
dikurangi dengan menggunakan rangkaian filter keluaran filter high pass. Frekuensi cut off
yang terdiri dari kapasitor dan resistor, namun didapatkan sekitar 5 Hz dengan delay sebanyak 16
untuk pengolahan sinyal EKG yang telah sampel dan penguatan sebesar 1 kali. Persamaan
TELEKONTRAN, VOL. 2, NO. 1, NOVEMBER 2014 24

(4) merupakan persamaan yang direalisasikan 4. Menu Variabel Prioda Dan Amplitudo
dalam sistem. Untuk mengatur prioda dan amplitude sinyal
EKG.
G. Metode Perhitungan Heart Rate (HR) 5. BPM
Untuk menampilkan hasil perhitungan detak
Untuk dapat menghitung Heart Rate atau jantung / Heart beat.
detak jantung seseorang berdasarkan sinyal EKG 6. Menu Save Data
yang direkam maka digunakan interval suatu Untuk menyimpan hasil rekaman ECG yang
gelombang sinyal EKG yaitu gelombang R atau dilakukan.
puncak gelombang paling tertinggi dari 7. Menu Test Data
gelombang PQRST sinyal EKG. Dengan Untuk melihat rekaman data EKG yang telah
menghitung interval jarak antara gelombang disimpan dengan format data desimal.
puncak R-R maka kita bisa daptkan detak jantung
seseorang dengan menggunakan rumus, HR = 60 / IV. PENGUJIAN DAN ANALISIS
Interval R-R (S) (bpm).
A. Pengujian Rangkaian Penguat Awal
412 kali

Penguatan sebesar 412 kali pada rangkaian


intrumentasi ini bertujuan untuk menaikan
tegangan yang masih bersatuan mili volt (mV)
pada tubuh hingga mendapatkan tegangan dengan
nilai diatas 1 Volt, untuk melakuakan proses
Gambar 11. Gelombang Interval R-R pengolahan data analog pada ADC pada
mikrokontroler maka dibutuhkan tegangan yang
H. Perancangan Perangkat Lunak dapat menjangkau tegangan kerja pada
(Software) mikrokontroler tersebut sebesar yaitu 0 – 5 Volt.
Berikut merupakan data hasil pengamatan sinyal
yang telah melalui rangkaian penguat 412 kali.

Tabel 1. Hasil Pengujian Penguat Intrumentasi

Amplitudo
Amplitudo Maks
Percobaan Keluaran
Jantung (Vp-p)
(Vp-p)
1 Jantung Objek 1 1.20 Volt
2 Jantung Objek 2 1.24 Volt
3 Jantung Objek 3 1.60 Volt
4 Jantung Objek 4 1.20 Volt
Gambar 12. Tampilan Aplikasi EKG 5 Jantung Objek 5 1.60 Volt

Gambar 12 diatas adalah tampilan aplikasi Dengan menggunakan acuan parameter sinyal
rekaman EKG pada penelitian ini. Terdiri dari EKG yaitu untuk gelombang R atau tegangan
beberapa menu yaitu. maksimum jantung saat berdetak maka dengan
penguatan 412 kali seharusnya didapatkan
1. Menu Inisialisasi komunikasi serial (COM) tegangan, 412 x 3 mV = 1.20 Volt.
Untuk menentukan komunikasi data berada Dari perbandingan hasil penguatan yang
pada COM berapa. terjadi kita bisa simpulkan bahwa dengan
2. Menu Inisialisasi baudrate penguatan 412 kali dapat terjadi penguatan
Untuk menyesuaikan baudrate yang telah berlebih atau berkurang karena banyak faktor,
diatur sesuai dengan baudrate dalam faktor rangkaian hal tersebut terjadi akibat
mikrokontroler. nilai toleransi resistor yang tidak murni 1% seperti
3. Menu Filter yang seharusnya, dan faktor tubuh karena kondisi
Untuk melakukan proses filter digital dengan tubuh yang berbeda-beda maka terjadi penurunan
mencentang check box menu filter. atau kenaikan tegangan acuan yaitu gelomabang
R puncak atau tegangan maksimum jantung.
TELEKONTRAN, VOL. 2, NO. 1, NOVEMBER 2014 25

Namun hasil beda penguatan yang didapatkan (Tegangan acuan penguat instrumentasi) x 2.5 = 3
dalam percobaan ini mempunyai nilai perubahan Volt.
tidak lebih dari 0.5 Volt. Dari perbandingan hasil penguatan yang
terjadi kita bisa simpulkan bahwa dengan
B. Pengujian Rangkaian Bandpass Filter penguatan 2.5 kali dapat terjadi penguatan
berlebih atau berkurang karena faktor yang sama
seperti rangakaian penguat instrumentasi, karena
masukan tegangan rangkaian op-amp ini berasal
dari rangkaian penguat instrumentasi. Namun
hasil beda penguatan yang didapatkan tidak lebih
dari 0.5 Volt yang berarti masih dalam toleransi
normal agar tidak terjadi kelebihan tegangan
untuk dapat diproses ADC pada mikrokontroler.
Gambar 13. (a) Sinyal EKG tanpa filter, D. Pengujian Rangkaian Clamper
(b) Sinyal EKG dengan Bandpass Filter
Pengujian rangkaian clamper ini dilakukan
Seperti terlihat pada gambar 13 di atas fungsi dengan cara memberi sinyal masukan terhadap
dari band pass filter dalam rangkaian EKG ini rangkaian clamper yaitu rangkaian op-amp
adalah untuk mengurangi noise yang terjadi akibat kemudian mengukur nilai pergeseran dan
interferensi frekuensi lain yang dapat merubah penguatan yang terjadi agar dapat menganalisis
tampilan karakteristik asli sinyal EKG, walaupun bentuk sinyal keluaran dari rangkaian tersebut
masih terdapat gangguan seperti pegerakan pada sehingga seharusnya bentuk sinyal keluaran
saat perekaman EKG atau gangguan dari adalah sama dengan sinyal masukannya hanya
komponen elektronika yang kurang stabil. Pada saja offset tegangannya yang berubah.
hakikatnya noise atau gangguan pada suatu sistem
memang tidak dapat dihilangkan namun noise
atau gangguan tersebut dapat dikurangi atau
diminimalisir.

C. Pengujian Rangkaian Penguat Akhir


2.5 kali

Rangkaian op-amp dengan penguatan 2.5 kali (a) (b)


ini digunakan untuk menguatkan kembali sinyal
EKG yang telah diproses pada rangkaian penguat
instrumentasi dan rangkaian filter.

Tabel 2. Hasil Pengujian Penguat Op-amp 2.5

Amplitudo Masukan (c)


Amplitudo
Penguat
Percobaan Keluaran
Instrumentasi
(Vp-p)
(Vp-p) Gambar 14. (a) Sinyal Masukan Rangkaian Op-
1 1.20 Volt 3.03 Volt amp, (b) Hasil Penguatan 1.4 kali Rangkaian
2 1.24 Volt 2.96 Volt Clamper, (c) Hasil Pergeseran Sinyal Dari Titik
3 1.60 Volt 2.98 Volt Nol Rangkaian Clamper
4 1.20 Volt 3.03 Volt
5 1.60 Volt 2.98 Volt
Dari gambar hasil percobaan 14 di atas
terlihat bahwa rangkaian clamper dapat bekerja
Dengan penguatan 2.5 kali dirasa cukup agar pada sesuai dengan fungsinya yaitu menggeser sinyal
rangakaian clamper tidak akan mengalami yang berada dari titik nol sejauh dengan nilai
kelebihan tegangan dari tegangan kerja offset yang diinginkan dan tidak merubah sinyal
mikrokontroler 0 – 5 Volt untuk proses ADC. hasil keluaran rangkaian. Pada hasil percobaan
Penguatan tegangan yang seharusnya didapatkan rangkaian clamper ini juga terjadi penguatan
pada rangkaian op-amp ini adalah 1.20 Volt sebesar 1.4 kali, karena untuk proses pergeseran
TELEKONTRAN, VOL. 2, NO. 1, NOVEMBER 2014 26

nilai offset sinyal menggunakan IC op-amp LF353 rekaman sinyal EKG yang baik serta menggurangi
hasil keluaran akan terjadi penguatan sesuai gangguan atau interferensi frekuensi lain yang
dengan resistor yang diatur pada rangkaian terbaca pada rangkaian analog EKG (hardware).
tersebut. Untuk aplikasi rekaman EKG ini dapat dipilih
mode filter yang ingin digunakan karena
E. Pengujian Aplikasi Rekaman dan berdasarkan pengujian yang dilakukan baik low
Filter Digital pass atau band pass yang terdiri dari gabungan
low pass filter dan high pass filter mempunyai
Pengujian filter digital ini dilakukan untuk hasil rekaman yang sama baik dan stabil.
melihat respon transformasi yang digunakan
dalam proses filter sinyal digital pada sinyal EKG F. Pengujian Heart Beat (Bpm)
dapat diolah dengan baik sebagai hasil rekaman
EKG, digunakan 2 buah filter yaitu lowpass filter Pengujian detak jantung atau heart beat pada
dan highpass filter yang dikombinasikan untuk aplikasi EKG ini dilakukan untuk melihat hasil
mendapatakan bandpass filter, filter ini berfungsi respon dari perhitungan detak jantung seseorang
untuk mendapatkan sinyal EKG yang lebih baik (Bpm) (beat per minute) pada aplikasi EKG yang
dan bersih dari interferensi frekuensi lain atau telah dibuat ini berdasarkan hasil rekaman sinyal
gangguan noise rangkaian analog yang dapat EKG dan perbandingan dengan data asli jantung.
merusak karakteristik sinyal EKG pada saat sinyal Berikut hasil metode perhitungan detak jantung
EKG telah didigitalisasi melalui ADC. Berikut (Bpm) dan tabel hasil perbandingan detak jantung
data sinyal EKG sebelum dan sesudah melalui atau heart beat (bpm) dari pengujian yang
proses filter. dilakukan.

(a)
Gambar 16. Proses Perhitungan Detak Jantung
(Bpm

Seperti yang terlihat pada gambar 16 di atas,


proses perhitungan detak jantung (Bpm)
dilakuakan dengan mengambil sampel
berdasarkan interval gelombang R-R dalam waktu
(b) 5 detik, didapatkan interval berdasarkan garfik
sebesar 71.0 – 66.1 = 4.9 detik, dengan nilai rata-
rata interval gelombang R-R yang didapatkan
dalam 5 detik adalah 4.9 / 5 = 0.98 detik, berarti
jantung berdetak setiap interval 0.98 detik.
Dengan menggunakan perhitungan detak jantung
(Bpm) berdasarkan rumus metode yang digunakan
yaitu, 60 / interval R-R (S), maka didapatkan, 60 /
(c)
0.98 detik = 61.2 Bpm. Untuk hasil detak jantung
(Bpm) yang terbaca pada aplikasi mempunyai
Gambar 15. (a) Hasil Rekaman EKG tanpa filter, nilai sebesar 61.6 Bpm. Proses pehitungan detak
(b) Hasil rekaman EKG dengan lowpass filter, (c) jantung yang terbaca pada aplikasi dan
Hasil rekaman EKG dengan highpass filter perhitungan manual berdasarkan metode yang
digunakan mempunyai nilai yang mendekati yaitu
Seperti yang terlihat pada gambar 15 diatas sekitar 61 Bpm.
penggunaan filter dalam aplikasi rekaman sinyal
EKG ini harus dilakukan untuk mendapatkan
TELEKONTRAN, VOL. 2, NO. 1, NOVEMBER 2014 27

V. KESIMPULAN DAN SARAN monitoring EKG secara pribadi dan


pemakaian mandiri tidak perlu membeli alat
A. Kesimpulan monitoring EKG dengan harga belasan juta
yang dijual dipasaran, dengan alat monitoring
Berdasarkan hasil perancangan dan EKG yang telah dibuat pada penelitian ini
pengujian serta analisis data dari sistem aplikasi dapat menekan biaya harga alat monitoring
“Telemonitoring EKG Poratbel” yang dibahas EKG sehingga dapat terjangkau untuk siapa
pada penelitian ini, dapat diambil beberapa pun yang ingin mempunyai alat monitoring
kesimpulan yang berkaitan dengan hasil analisis EKG sendiri dirumah dengan harga yang
data yang mengacu kepada tujuan perancangan relatif murah, dengan syarat sudah memiliki
dan pembuatan sistem aplikasi Telemonitoring PC atau Smartphone sendiri karena sistem
EKG ini. monitoring EKG ini memanfaatkan media
PC atau Smartphone untuk melihat hasil
1. Pada setiap bagian hardware rangkaian EKG rekaman EKG tersebut.
ini diantaranya rangakaian penguat awal, 5. Terdapat kekurangan dari alat monitoring
rangkaian penguat akhir, rangkaian filter, EKG yang telah dirancang ini, yaitu
rangkaian DC konverter dan rangkaian kemampuan kecepatan transfer menggunakan
clamper sudah bekerja sesuai fungsinya modul Bluetooth kurang stabil dan terbatas
dengan cukup baik seperti yang diharapkan jarak karena dipengaruhi oleh kemampuan
dalam perancangan alat. dan spesifikasi modul Bluetooth itu sendiri,
2. Pada setiap bagian software pada aplikasi selain itu pembacaan detak jantung atau heart
EKG ini diantaranya, aplikasi rekaman EKG beat (Bpm) kurang stabil, selain faktor
sudah dapat menampilkan hasil rekaman kondisi tubuh objek, heart beat juga dapat
sinyal EKG dari alat EKG dengan cukup terpengaruhi banyak faktor eksternal seperti
baik. Untuk proses filter digital telah berjalan sadapan lead EKG tidak pas, pergerakan
sesuai dengan yang diharapkan seperti dalam sensor elektroda atau pergerakan objek pada
perancangan alat, mengurangi noise atau saat proses perekaman. Untuk mendapatkan
gangguan interferensi frekuensi lain agar sinyal EKG berdasarkan metode monitoring
dapat memunculkan rekaman lebih baik dan sadapan bipolar ini membutuhkan referensi
stabil dan dapat memfokuskan frekuensi pada ground dengan cara menempelkan kedua
gelombang sinyal QRS untuk melakukan kaki ke ground / lantai agar sinyal EKG dapat
proses perhitungan detak jantung, dan untuk keluar terbaca pada osiloskop. Selain
proses perhitungan detak jantung atau heart kekurangan yang dijabarkan sebelumnya di
beat (bpm) aplikasi EKG sudah dapat atas kekurangan aplikasi rekaman sinyal
menghitung berdasarkan meotde yang EKG pada android hanya dapat menampilkan
digunakan yaitu interval antara gelombang perubahan sinyal denyut jantung yang terjadi
R-R jantung dan memunculkan hasilnya pada yang dikirim dari alat EKG tanpa bisa
tampilan aplikasi EKG ini. memunculkan karakter sinyal EKG dan
3. Dari perancangan alat monitoring EKG yang menghitung detak jantung (Bpm) seperti
telah dibuat ini mempunyai ukuran dimensi aplikasi yang telah dibuat untuk PC.
alat kecil yang mudah dibawa dan digunakan,
selain menggunakan koneksi kabel serial B. Saran
untuk monitoring, alat monitoring EKG ini
juga memanfaatkan sistem monitoring Untuk pengembangan dan peningkatan lebih
nirkabel dengan koneksi melalui media lanjut dari alat Telemonitoring EKG portabel ini
Bluetooth sehingga monitoring dapat ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam
dilakukan dibeda ruangan, dengan batasan perancangannya.
jarak berdasarkan kemampuan modul
Bluetooth yang digunakan, serta 1. Untuk dapat melakukan monitoring EKG
memanfaatkan personal computer (PC) atau dengan jarak yang lebih jauh sebaiknya
Smartphone sebagai media hasil rekaman digunakan media komunikasi WIFI atau
EKG sehingga dapat memudahkan dan bahkan dengan jaringan internet dengan tetap
praktis untuk pemakaian secara mandiri. memanfaatkan PC atau smartphone Android
4. Hasil analisis harga yang dilakukan pun sebagai pengolah data rekaman EKG.
menunjukan bahwa untuk mempunyai alat
TELEKONTRAN, VOL. 2, NO. 1, NOVEMBER 2014 28

2. Untuk monitoring jantung menggunakan


metode sadapan vektor bipolar atau unipolar
yang membutuhkan referensi ground
sebaiknya ditambahkan alat grounding pada
objek agar monitoring dapat dilakukan pada
keadaan apapun tanpa harus menempelkan
kedua kaki objek agar mendapatkan hasil
rekaman sinyal EKG.
3. Agar dapat menambahkan perhitungan detak
jantung atau heart beat (Bpm) pada aplikasi
EKG Android.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Tompskin, W. J, (1993). “Biomedical Signal
Processing”, Prentice Hall, New Jersey
[2] Webster, J. G, (1998). “Medical Instrumentation
Application and Design”, John Wiley & Son,Inc, New
York
[3] Webster, J. G, (2004). “Bioinstrumentation”, John
Wiley & Son,Inc, Singapore
[4] Jiapu Pan And Willis J. Tompkins, (1985). A Real
Time QRS Detection Algorithm”.