Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH KEBUTUHAN DASAR MANUSIA II

PROSEDUR TINDAKAN PEMENUHAN KEBUTUHAN BODY


MEKANIK DAN AMBULASI (PENGATURAN POSISI PASIEN DI
TEMPAT TIDUR)

Dosen Pembimbing :

Rivan Firdaus, SST., M.Kes.

Disusun Oleh :

Egy Julian Mega Sri Mulyani


Jessinta Alry Meisy P Firnadia Afra Afifah
Erika Dwi Wahyuni Mega Selviana
Jessy Yanti Handri Vias
Fadhilah Sukmawati M. Oktariq
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN

KALIMANTAN TIMUR JURUSAN KEPERAWATAN

SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN

TAHUN AJARAN 2017/2018


MAKALAH KEBUTUHAN DASAR MANUSIA II

PROSEDUR TINDAKAN PEMENUHAN KEBUTUHAN BODY


MEKANIK DAN AMBULASI (PENGATURAN POSISI PASIEN DI
TEMPAT TIDUR)

Dosen Pembimbing :

Rivan Firdaus, SST., M.Kes.

Disusun Oleh :

Egy Julian Mega Sri Mulyani


Jessinta Alry Meisy P Firnadia Afra Afifah
Erika Dwi Wahyuni Mega Selviana
Jessy Yanti Handri Vias
Fadhilah Sukmawati M. Oktariq
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN

KALIMANTAN TIMUR JURUSAN KEPERAWATAN

SARJANA TERAPAN KEPERAWATAN

TAHUN AJARAN 2017/2018


KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. karena
berkat rahmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan seluruh
rangkaian kegiatan sejak awal hingga tersusunnya makalah dengan judul
“ Prosedur Tindakan Keperawatan Memindahkan Pasien dari Tempat
Tidur ke Kursi Roda” dalam memenuhi penugasan yang diberikan oleh
dosen pengajar dalam mata kuliah Kebutuhan Dasar Manusia.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini dapat


diselesaikan karena adanya bantuan baik moral maupun material serta
kerja sama terutama dari teman-teman, dosen pembimbing, dan berbagai
pihak. Untuk itulah, penulis dengan segala kerendahan hati
menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada pembimbing dalam
bimbingan pembuatan makalah ini.

Akhir kata, penulis menerima secara terbuka saran dan kritik atas segala
kekurangan dalam makalah ini, dan penulis berharap makalah ini dapat
meningkatkan ilmu pengetahuan dan bermanfaat bagi semua pihak yang
berkepentingan dan masyarakat luas.

Samarinda, 14 Mei 2018

Penulis
Daftar Isi
KATA PENGANTAR......................................................................................................................................2
BAB I...........................................................................................................................................................5
PENDAHULUAN..........................................................................................................................................5
B.Tujuan..................................................................................................................................................5
C. Rumusan Masalah..............................................................................................................................6
D. Manfaat Penulisan.............................................................................................................................6
BAB II..........................................................................................................................................................7
PEMBAHASAN............................................................................................................................................7
A. Pengertian Pengaturan Posisi Pasien.................................................................................................7
B. Jenis Jenis Pemberian Posisi Tubuh Pada Pasien...............................................................................7
BAB III.......................................................................................................................................................21
PENUTUP..................................................................................................................................................21
A. Kesimpulan......................................................................................................................................21
B. Saran................................................................................................................................................21
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................................................................22
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Banyak kondisi patologi yang mempengaruhi kesejajaran dan mobilitas
tuibuh. Abnormalitas postur kongenital atau didapat memengaruhi efisiensi
sistem muskulus skeletal, serta kesejajaran, keseimbangan, dan penampilan
tubuh. Abnormalitas postur dapat menghambat kesejajaran, mobilitas, atau
keduanya sehingga membatasi rentang gerak pada beberapa sendi,
Untuk mencegah abnormalitas postur tersebut dapat dilakukan dengan
pengaturan posisi pasien, selain itu persiapan seperti mengkaji kekuatan otot,
mobilitas sendi pasien, adanya paralisis atau paresis, hipotensi ortostastik,
toleransi aktivitas, tingkat kesadaran, tingkat kenyamanan, dan kemampuan
untuk mengikuti instruksi juga penting dilakukan.
Mekanika tubuh merupakan usaha koordinasi dari muskuloskeletal untuk
mempertahankan keseimbangan tubuh. Prinsip mekanika tubuh, pergerakan
dasar dalam mekanika tubuh merupakan kebutuhan mekanika tubuh dan
ambulasi. Untuk menilai kemampuan pasien dalam penggunaan mekanika
tubuh dengan baik, penggunaan alat bantu gerak, cara menggapai benda,
naik/turun dan berjalan adalah dengan cara melakukan proses keperawatan
pada pasien melalui pengkajian, diagnosa, intervensi dan tindakan keperawatan.
Dengan adanya proses keperawatan pada pasien dengan gangguan ambulasi
ditujukan untuk menjaga keamanan ambulasi, meningkatkan kekuatan otot dan
mobilitas, mencegah komplikasi dari imobilitas dan meningkatkan harga diri
serta kemandirian.

B.Tujuan
1. Untuk memberikan bantuan kepada pasien untuk duduk di tempat tidur.
2. Untuk mengatur posisi di tempat tidur.
3.Untuk membantu memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi roda.
4. Untuk membantu pasien berjalan.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam
penulisan makalah ini sebagai berikut :
1. Apa pengertian pengaturan posisi pasien ?
2. Apa sajakah macam-macam pengaturan posisi tubuh sesuai kebutuhan pasien
?
3.Bagaimanakah prosedur pelaksanaan tiap pengaturan posisi pasien ?

D. Manfaat Penulisan
Mahasiswa dapat memberikan bantuan kepada pasien untuk duduk di
tempat tidur, mengatur posisi di tempat tidur, membantu memindahkan pasien
dari tempat tidur ke kursi roda, membantu pasien berjalan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pengaturan Posisi Pasien

Posturing / mengatur dan merubah posisi adalah mengatur pasien dalam posisi
yang baik dan mengubah secara teratur dan sistematik. Hal ini merupakan salah satu
aspek keperawatan yang penting. Posisi tubuh apapun baik atau tidak akan
mengganggu apabila dilakukan dalam waktu yang lama. (Potter dan perry,2009)

Tujuan merubah posisi :


1. Mencegah nyeri otot
2.Mengurangi tekanan
3. Mencegah kerusakan syaraf dan pembuluh darah superficial
4. Mencegah kontraktur otot
5. Mempertahankan tonus otot dan reflek
6. Memudahkan suatu tindakan baik medic maupun keperawatan

B. Jenis Jenis Pemberian Posisi Tubuh Pada Pasien


1. Posisi Fowler
Pengertian
Posisi fowler adalah posisi setengah duduk atau duduk, dimana bagian
kepala tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan. Posisi ini dilakukan untuk
mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi pernapasan pasien.
Posisi Fowler

Tujuan
a. Mengurangi komplikasi akibat immobilisasi.
b. Meningkatkan rasa nyaman
c.Meningkatkan dorongan pada diafragma sehingga meningkatnya ekspansi
dada dan ventilasi paru
d. Mengurangi kemungkinan tekanan pada tubuh 聽 akibat posisi yang menetap
Indikasi
a. Pada pasien yang mengalami gangguan pernapasan
b. Pada pasien yang mengalami imobilisasi
Alatdan bahan :
a.Tempat tidur khusus
b. Selimut
Cara kerja :
a. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
b. Dudukkan pasien
c. Berikan sandaran atau bantal pada tempat tidur pasien atau atur tempat tidur.
d. Untuk posisi semi fowler (30-45o) dan untuk fowler (90o).
e. Anjurkan pasien untuk tetap berbaring setengah duduk.

2. Posisi Semi Fowler


Pengertian
Semi fowler adalah sikap dalam posisi setengah duduk 15-60o
Tujuan
a. Mobilisasi
b. Memerikan perasaan lega pada klien sesak nafas
c. Memudahkan perawatan misalnya memberikan makan
Cara Kerja
a.Mengangkat kepala dari tempat tidur kepermukaan yang tepat ( 45-90o)
b. Gunakan bantal untuk menyokong lengan dan kepala klien jika tubuh bagian
atas klien lumpuh
c.Letakan bantal di bawah kepala klien sesuai dengan keinginan klien,
menaikan lutut dari tempat tidur yang rendah menghindari adanya tekanan
di bawah jarak poplital ( di bawah lutut )

3. Posisi Sims
Pengertian :
Posisi sim adalah posisi miring kekanan atau kekiri, posisi ini dilakukan
untuk memberi kenyamanan dan memberikan obat melalui anus (supositoria).

Posisi Sim
Tujuan :
a. Mengurangi penekanan pada tulang secrum dan trochanter mayor otot
pinggang
b. Meningkatkan drainage dari mulut pasien dan mencegah aspirasi
c. Memasukkan obat supositoria
d. Mencegah dekubitus
Indikasi :
a. Untuk pasien yang akan di huknah
b. Untuk pasien yang akan diberikan obat melalui anus
Alat dan bahan :
a. Tempat tidur khusus
b. Selimut
Cara kerja :

1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan

2. Pasien dalam keadaan berbaring, kemudian miringkan kekiri dengan posisi


badan setengan telungkup dan kaki kiri lurus lutut. Paha kanan ditekuk
diarahkan ke dada.

3. Tangan kiri diatas kepala atau dibelakang punggung dan tangan kanan diatas
tempat tidur.

4. Bila pasien miring kekanan dengan posisi badan setengan telungkup dan
kaki kanan lurus, lutut dan paha kiri ditekuk diarahakan ke dada.

5. Tangan kanan diatas kepala atau dibelakang punggung dan tangan kiri diatas
tempat tidur.

4. Posisi Trandelenburg
Pengertian :
Pada posisi ini pasien berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala lebih
rendah dari pada bagian kaki. Posisi ini dilakukan untuk melancarkan peredaran
darah keotak.
Posisi trendelenburg
Alat dan bahan :
a. Tempat tidur khusus
b. Selimut
Indikasi :
a. Pasien dengan pembedahan pada daerah perut
b. Pasien shock
c. Pasien hipotensi.
Alat dan bahan :
a. Tempat tidur khusus
b. Selimut
Cara kerja :
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
2. Baringkan pasien terlentang tanpa bantal di kepala
3. Letakkan bantal diatas kepala diantara kepala dan ujung tempat tidur. Beri
bantal / guling dibawah lipatan lutut.
4. Bila menggunakan tempat tidur khusus, atur posisi tempat tidur kepala lebih
rendah daripada kaki
5. Bila tidak menggunakn tempat tidur khusus, letakkan penopang kaki tempat
tidur dibagian kaki tempat tidur

5. Posisi Dorsal Recumbent


Pengertian :
Pada posisi ini pasien berbaring terlentang dengan kedua lutut flexi (ditarik
atau direnggangkan) diatas tempat tidur. Posisi ini dilakukan untuk merawat
dan memeriksa genetalia serta pada proses persalinan.
Posisi dorsal recumbent
Tujuan :
Meningkatkan kenyamanan pasien, terutama dengan ketegangan punggung
belakang.
Indikasi :
a. Pasien yang akan melakukan perawatan dan pemeriksaan genetalia
b. Untuk persalinan

Alat dan bahan :


a. Tempat tidur
b. Selimut
Cara kerja :
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
2. Pasien dalam keadaan berbaring terlentang, letakkan bantal diantara kepala
dan ujung tempat tidur pasien dan berikan bantal dibawah lipatan lutut
3. Berikan balok penopang pada bagian kaki tempat tidur atau atur tempat tidur
khusus dengan meninggikan bagian kaki pasien.

6. Posisi Litotomi
Pengertian :
Posisi berbaring telentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya
keatas bagian perut. Posisi ini dilakukan untuk memeriksa genitalia pada proses
persalinan, dan memasang alat kontrasepsi.

Indikasi :

1) Untuk ibu hamil

2) Untuk persalinan

3) Untuk wanita yang ingin memasang alat kontrasepsi


Alat dan bahan :

1) Tempat tidur khusus

2) Selimut
Cara kerja:

1) Pasien dalam keadaan berbaring telentang, kemudian angkat kedua paha dan
tarik kearah perut

2) Tungkai bawah membentuk sudut 90 derajat terhadap paha


3) Letakkan bagian lutut/kaki pada tempat tidur khusus untuk posisi lithotomic

4) Pasang selimut

7. Posisi Genu pectrocal/ Knee chest


Pengertian :
Pada posisi ini pasien menungging dengan kedua kaki di tekuk dan dada
menempel pada bagian alas tempat tidur. Posisi ini dilakukan untuk memeriksa
daerah rectum dan sigmoid.

Posisi Genu pectrocal/ Knee chest

Tujuan :
Memudahkan pemeriksaan daerah rektum, sigmoid, dan vagina.

Indikasi :

1) Pasien hemorrhoid

2) Pemeriksaan dan pengobatan daerah rectum, sigmoid dan vagina.

Cara kerja :

1) Anjurkan pasien untuk posisi menungging dengan kedua kaki ditekuk dan
dada menempel pada kasur tempat tidur.
2) Pasang selimut pada pasien.

8. Posisi Orthopenea
Pengertian
Posisi pasien duduk dengan menyandarkan kepala pada penampang yang
sejajar dada, seperti pada meja.

Tujuan
Memudahkan ekspansi paru untuk pasien dengan kesulitan bernafas yang
ekstrim dan tidak bias tidur terlentang atau posisi kepala hanya bias pada
elevasi sedang.
Indikasi
Pasien dengan sesak berat dan tidak bias tidur terlentang.
Alat dan Bahan
1) Tempat tidur
2) Bantal kecil
3) Gulungan handuk
4) Bantalan Kaki
Cara Kerja
1) Minta klien untuk memfleksikan lutut sebelum kepala dinaikkan
2) Naikkan kepala tempat tidur 90o
3) Letakkan bantal kecil di atas meja yang menyilang di atas tempat tidur
4) Letakkan bantal dibawah kaki, mulai dari lutut sampai tumit
5) Pastikan tidak terdapat tekanan pada area popliteal dan lutut dalam
keaadaan fleksi
6) Letakkan gulungan handuk di samping masing-masing paha
7) Topang telapak kaki klien dengan menggunakan bantalan kaki

9. Posisi Supinasi
Pengertian
Posisi telentang dengan pasien menyandarkan punggungnya agar dasar
tubuh sama dengan kesejajaran berdiri yang baik.

Posisi Supinasi
Tujuan
Meningkatkan kenyamanan pasien dan memfasilitasi penyembuhan terutama
pada pasien pembedahan atau dalam proses anestesi tertentu.
Indikasi

1) Pasien dengan tindakan post anestesi atau penbedahan tertentu

2) Pasien dengan kondisi sangat lemah atau koma

Alat dan Bahan

1) Tempat tidur

2) Bantal angin

3) Gulungan handuk

4) Bantalan kaki
Cara Kerja

1) Baringkan klien terlentang mendatar ditengah tempat tidur

2) Letakkan bantal dibawah kepala dan bahu klien

3) Letakkan bantal kecil dibawah punggung pada kurva lumbal jika ada
cela disana

4) Letakkan bantal dibawah kaki, mulai dari lutut sampai tumit

5) Topang telapak kaki klien dengan menggunakan bantalan kaki

6) Jika klien tidak sadar atau mengalami paralisis ektremitas atas,


elevasikan tangan dan lengan bawah (bukan lengan atas) dengan
menggunakan bantal

10. Posisi Pronasi


Pengertian
Pasien tidur dalam posisi telungkup Berbaring dengan wajah menghadap
kebantal.

Posisi Pronasi

Tujuan

1) Memberikan ekstensi maksimal pada sendi lutut dan pinggang

2) Mencegah fleksi dan kontraktur pada pinggang dan lutut


Indikasi
1) Pasien yang menjalani bedah mulut dan kerongkongan

2) Pasien dengan pemeriksaan pada daerah bokong atau punggung

Alat dan Bahan

1) Tempat tidur

2) Bantal kecil

3) Gulungan handuk

Cara Kerja

1) Baringkan klien terlentang mendatar ditengah tempat tidur

2) Gulingkan klien dan posisikan lengan dekat dengan tubuhnya


disertai siku lurus dan tangan diatas paha. Posisikan tengkurap atau
telungkup ditengah tempat tidur yang datar

3) Putar kepala klien ke salah satu sisi dan sokong dengan bantal, jika
banyak drainase dari mulut, mungkin pemberian bantal dikontra indikasikan

4) Letakkan bantal kecil dibawah abdomen pada area antara diafragma


(atau payudara pada wanita) dan krista iliaka

5) Letakkan bantal dibawah kaki mulai lutut sampai tumit

6) Jika klien atau mengalalami paralisis ekstremitas atas, elevasikan


tangan dan lengan bawah (bukan lengan atas) dengan menggunakan bantal

11. Posisi Lateral (Side-Lying)


Posisi Lateral

Pengertian
Posisi lateral adalah posisi klien berbaring miring atau pada salah satu sisi
bagian tubuh dengan kepala menoleh kesamping dengan sebagian besar berat
tubuh berada pada pinggul dan bahu.
Tujuan
1. Mempertahankan body aligement
2. Mengurangi komplikasi akibat immobilisasi
3. Meningkankan rasa nyaman
4. Mengurangi kemungkinan tekanan yang menetap pada tubuh akibat posisi
yang menetap.
Indikasi
1. Pasien yang ingin beristirahat
2. Pasien yang ingin tidur
3. Pasien yang posisi fowler atau dorsal recumbent dalam posisi lama
4. Penderita yang mengalami kelemahan dan pasca operasi.
Alat dan Bahan
1) Tempat tidur
2) Batal kecil
3) Gulungan handuk
4) Sarungan tangan jika diperlukan
Cara kerja
1) Baringkan klien terlentang mendatar ditengah tempat tidur.
2) Gulingkan klien hingga posisinya miring.
3) Letakan bantal dibawah kepala dan leher klien.
4) Fleksikan bahu bawah dan posisikan ke kedepan sehingga tubuh
tidak menopang pada bahu tersebut.
5) Letakan bantal dibawah lengan atas.
6) Letakan bantal dibawah paha dan kaki atas sehingga ekstrimitas
bertumpu secara pararel dengan permukaan tempat tidur.
7) Letakan batal guling dibelakang punggung klien untuk menstabilkan
posisi.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan permasalahan dan hasil pembahasan di atas, dapat disimpulkan
sebagai berikut.
1. Posturing / mengatur dan merubah posisi adalah mengatur pasien dalam
posisi yang baik dan mengubah secara teratur dan sistematik. (potter dan
perry, 2009).
2. Macam-macam pengaturan posisi tubuh sesuai kebutuhan pasien yaitu :
1) Posisi Fowler
2) Posisi Semi Fowler
3) Posisi Sims
4) Posisi Trendelenberg
5) Posisi Dorsal Recumbent
6) Posisi Lithotomi
7) Posisi Genu Pectoral (Knee-Chest)
8) Posisi Orthopnea
9) Posisi Supinasi
10) Posisi Pronasi
11) Posisi Lateral
3. Prosedur pelaksanaan tiap pengaturan posisi pasien berbeda-beda antara
pengaturan posisi pasien yang satu dengan yang lain.

B. Saran
Diharapkan ebagai seorang calon tenaga kesehatan dapat memahami
dengan benar prosedur pelaksanaan pengaturan posisi pasien kepada kliennya,
dan dapat melakukan prosedur pelaksanaan pengaturan posisi pasien kepada
kliennya dalam praktik keperawatannya.
DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Alimul Aziz, 2010. Keterampilan Dasar Praktik Klinik untuk Kebidanan.
Salemba Medika : Jakarta

Darliana, Devi, dkk. 2014. Kebutuhan Aktivitas dan Mobilisasi. Fakultas


Keperawatan Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh