Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS SELISIH DALAM SISTEM BIAYA STANDAR DENGAN METODE

VARIABLE COSTING

Dalam metode variable costing tidak diperhitungkan biaya overhead pabrik tetap kedalam harga
pokok produk. Dalam metode variable costing, analisis selisih biaya overhead pabrik tidak
memperhitungkan selisih biaya yang disebabkan oleh unsur biaya overhead pabrik tetap, karena ke
dalam biaya produksi hanya diperhitungkan biaya produksi variable saja. Kapasitas yang
diperhitungkan dalam analisis, biaya overhead pabrik adalah kapasitas standard dan kapisitas
sesungguhnya , sehingga selisih biaya overhead pabrik dianalisis hanya menjadi dua macam selisih
yaitu selisih pengeluaran biaya overhead pabrik variabel (variable overhead spending variance) dan
selisih efsiensi biaya overhead pabrik variabel

Variable costing menyajikan informasi biaya menurut perilaku biaya dalam hubungannya dengan
perubahan volume kegiatan, maka biaya produksi dan biaya non produksi dipisahkan kedalam biaya
variable dan biaya tetap.

Contoh 1 :

PT. Eliona berusaha dalam bisnis percetakan, proses produksinya didasarkan pada pesanan
dan pelanggan. Metode penentuan harga pokok produk yang digunakan adalah metode variabel
costing. Kapasitas produksi per bulan direncanakan 5.200 jam tenaga kerja langsung.

Transkasi yang terjadi dalam bulan januari 19XI adalah sebagai berikut :

1. jumlah bahan baku yan gdibeli adalah 500kg @ Rp 800

2. jumlah produk yang diproduksi dan selesai diproses dalam bulan Januari 19XI adalah 200
satuan dengan biaya produksi sesungguhnya sebagai berikut:

Data Biaya Produksi Variabel Standar per satuan

Biaya bahan baku 5 kg @ Rp 600 Rp 3.000

Biaya tenaga kerja 15 jam @ Rp 300 4.500

Biaya overhead pabrik variabel 20jam @ Rp 300 6.000

Total Rp 13.500
a. Pemakaian bahan baku untuk memproduksi pesanan
Nomor Jumlah Kuantitas Harga
Pesanan unit bahan baku sesungguhnya
Produk yang dipakai (kg) per‐kg
101 25 150 Rp 800
102 85 400 800
103 57 300 800
104 83 200 800
Total 250 1.050

b. Biaya tenaga kerja 5.100 jam @ Rp 475 = Rp 2.422.500 dengan rincian sebagai
berikut :
Nomor Jumlah Jam tenaga Harga
Pesanan unit kerja langsung sesungguhnya
Produk sesungguhnya perkg
101 25 600 Rp 275
102 85 1.600 275
103 57 1.200 275
104 83 1.700 275
Total 250 5.100

c. Biaya overhead pabrik sesungguhnya = BOP Variabel + BOP tetap

= 900.000 + 1.100.000

= 2.000.000

2. Pesanan nomor 101.102,103 dan 104 selesai diproses dalam bulan Januari 19XI dan semua
pesanan diserahkan kepada pesanan, kecuali pesanan nomor 104 dengan harga jual sebgai berikut:

Pesanan 101 Rp 1.200.000


Pesanan 102 Rp 3.200.000
Pesanan 103 Rp 2.000.000
Jumlah Rp 6.400.000

3. Biaya pemasaran sesungguhnya = b.pemasaran variabel + b.pemasaran tetap

= 50.000 + 20.000

= 70.000
4. Biaya administrasi dan umum yang sesungguhnya

= Biaya administrasi variabel + Biaya administrasi tetap

= 33.000 + 7.000

= 40.000

ANALISIS SELISIH

Selisih pengeluaran biaya overhead pabrik variabel disebabkan oleh penyimpangan tarif
sesungguhnya biaya overhead pabrik variabel dari tarif standar biaya overhead pabrik variabel.

Analisis selisih biaya yang sesungguhnya dari baiya standar adalah sebagai berikut :

 Selisih Biaya Bahan Baku

Selisih BBB yang dipakai

( Rp 600 - Rp 800) x 1.050 kg = Rp 210.000 R

Selisih pemakaian BBB

(1250 - 1050) x Rp 600 = Rp 120.000 L

Total selisih BBB = Rp 90.000 L

 Selisih Biaya Tenaga Kerja Langsung

Selisih tarif upah = (Rp 300 - 275) x 5.100jam Rp 127.500 L

Selisih efisiensi upah = (Rp 5.000 - 5100)x 300jam Rp 30.000 R

Total selisih biaya tenaga kerja langsung Rp 97.500 L

 Selisih Biaya Overhead Pabrik

Selisih pengeluaran variabel (Variabel Spending Variance)

BOP variabel sesungguhnya Rp 900.000


BOP variabel yang dinggarkan pada jam yang

sesungguhnya dicapai 5100 jam x Rp 300 Rp 1.530.000

Selisih pengeluaran BOP variabel Rp 630.000 R

Selisih Efisiensi BOP Variabel

Jam standar 3000 jam

Jam sesungguhnya 5100 jam

Selisih efisiensi 2.100 jam

Tarif BOP variabel Rp 300/jam

Selisih efisiensi BOP variabel 630.000 R

Total selisih BOP Rp 1.260.000 R

1. Akuntansi Biaya Standar dalam Variabel Costing dengan Metode Tunggal (Single Plan)

Dalam metode tunggal, rekening barang dalam proses di debet dengan hasil kali
kuantitas/jam standar dengan harga / tarif standar, sehingga selisih dihitung dan dicatat pada
saat terjadinya. Dalam metode tunggal, dalam proses di debet dengan hasil kali kuantitas atau jam
standar dengan harga atau tarif standar, sehingga selisih dapat dihitung dan dicatat pada saat
kejadiannya. Berdasarakan data dalam contoh 1, akuntansi biaya standara dalam metode variable
costing dengan metode tunggal disajikan dalam uraian berikut ini :

Pencatatan pemakaian Bahan Baku


Barang dalam proses - BBB Rp 600.000
Persediaan bahan baku (600x1050) Rp 630.000
Selisih efisiensi BBB Rp 30.000
Selisish harga bahan baku yang dipakai Rp 210.000
Selisih harga bahan baku yang dibeli Rp 210.000

Pencatatan Biaya Tenaga Kerja yang dikeluarkan selama bulan Januari 19XI.
Barang dalam proses-tenaga kerja langsung Rp 2.500.000
Selisih efisiensi upah Rp 30.000
Selisih tarif upah Rp 127.500
Gaji dan upah Rp 2.402.500
Pencatatan Pembebanan BOP variabel kepada tiap pesanan
Barang dala proses?BOP variabel Rp 2.000.000
BOP variabel yang dibebenkan Rp 2.000.000

Pencatatan BOP yang sesungguhnya terjadi


BOP sesungguhnya Rp 2000.000
Berbagai rekening di kredit Rp 2000.000

Pencatatan Pemecahan BOP menjadi Biaya Variabel dan Biaya Tetap


BOP variabel sesungguhnya Rp 900.000
BOP sesungguhnya Rp 1.100.000
BOP sesungguhnya Rp 2000.000

Penutupan Rekening BOP Variabel yang dibebankan


BOP variabel yang dibebankan Rp 2.000.000
BOP variabel sesungguhnya Rp 2.000.000

Pencatatan Selisih BOP variabel


Selisih pengeluaran BOP variabel Rp 630.000
Selisih efisiensi BOP variabel Rp 630.000
BOP variabel sesungguhnya Rp 1.260.000

Pencatatan harga pokok pesanan yang telah selesai


Persediaan produk jadi Rp 5.100.000
BDP - BBB Rp 600.000
BDP - BTK Rp 2.500.000
BDp - BOP Rp 2.000.000

Pencatatan Penyerahan produk kepada pemesan


a. Hasil penjualan pesanan yang diserahkan kepada pemesan
Kas atau piutang Rp 6.400.000
Hasil penjualn Rp 6.400.000
b.Harga pokok pesanan yang diserahkan kepada pemesan
Harga pokok penjualan Rp 3.841.000
Persediaan produk jadi Rp 3.841.000
Pencatatan Biaya Non Produksi
a. Biaya produksi
Biaya pemasaran Rp 70.000
Biaya administrasi dan umum Rp 40.000
Berbagai rekening dikredit Rp 110.000
b. Pemisahan biaya non produksi menurut prilakunya
Biaya pemasaran variabel Rp 50.000
Biaya pemasaran tetap Rp 20.000
Biaya adm&umum variabel Rp 33.000
Biaya adm&umum tetap Rp 7.000
Biaya pemasaran Rp 70.000
Biaya administrasi&umum Rp 40.000

2. Akuntansi Biaya Standar Dalam Variabel Costing Dengan Metode Ganda (Patrial
Plan)

Berdasarkan data dalam contoh 1, berikut ini disajikan akuntansi biaya produksi variable
standar dalam metode variable costing dengan metode ganda. Akuntansi biaya overhead pabrik
tetap dan biaya nonproduksi (biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum) dalam metode
ganda tidak berbeda dengan akuntansi biaya-biaya tersebut dalam metode tunggal.

Pencatatan pemakaian bahan baku


Barang dalam proses – BBB Rp 630.000
Persediaan bahan baku Rp 630.000

Pencatatan biaya tenaga kerja


Barang dalam proses – BTK langsung Rp 2.402.500
Gaji dan upah Rp 2.402.500

Pencatatan pembebanan BOP variabel kepada tiap pesanan


Barang dalam proses – BOP variabel Rp 2.000.000
BOP variabel yang dibebankan Rp 2.000.000

Pencatatan BOP yang sesungguhnya terjadi


BOP sesungguhnya Rp 2.000.000
Penutupan rekening BOP variabel yang dibebankan
BOP variabel yang dibebankan Rp 2.000.000
BOP variabel sesungguhnya Rp 2.000.000
Pencatatan harga pokok produk jadi
Persediaan produk jadi Rp 5.100.000
BDP - BBB Rp 600.000
BDP - BTK Rp 2.500.000
BDp - BOP Rp 2.000.000

PENYAJIAN LAPORAN BIAYA PRODUKSI VARIABLE COSTING

Sistem biaya standar dalam variable costing bertujuan untuk menghasilkan laporan biaya
produksi yang memungkinkan manajer produksi mendapatkan umpan balik (feedback) mengenai
pelaksanaan biaya produksi standar yang telah ditetapkan, sehingga ia dapat menganalisi efisiensi
kegiatan produksinya. Laporan biaya produksi berisi perbandingan biaya produksi variable standar
dengan biaya produksi variable seungguhnya, dan anlisis selisih biaya produksi variable.

Penyajian Laporan Biaya Produksi Variabel Costing

Biaya Biaya Selisih Selisih


Standar Sesungguhnya Harga/ kuantitas/
Tarif efisiensi
BBB 600.000 630.000 210.000 120.000
BTK 2.500.000 2.402.500 127.500 30.000
BOP Variabel 2.000.000 900.000 660.000 30.000

PENYAJIAN LAPORAN LABA-RUGI VARIABLE COSTING

Laporan laba-rugi yang disajikan sistem biaya standar dengan metode variable costing untuk
kepentingan perencanaan laba jangka pendek dan pengambilan keputusan lain jangka pendek
memuat informasi biaya variable, laba kontribusi, dan biaya tetap. Selisih yang terjadi dalam
periode akuntansi disajikan dalam laporan rugi laba sebagai adjustment terhadap harga pokok
penjualan standar.
Penyajian Laporan Rugi – Laba Variabel Costing
PT. Eliona

Hasil penjualan Rp 6.400.000


Harga pokok penjualan :
Biaya produksi:
Biaya bahan baku Rp 600.000
Biaya tenaga kerja langsung 2.500.000
Biaya overhead pabrik variabel 2.000.000
Harga pokok produk yang diproduksi Rp 5.100.000
Persedian akhir produk jadi 1.909.000
Harga Pokok Penjualan Variabel Standar Rp3.191.000

Penyesuaian selisih :
Selisih harga bahan baku yang dipakai Rp 210.000
Selisih pemakain bahan baku (120.000)
Selisih tarif upah (127.500)
Selisih efisiensi upah 30.000
Selisih pengeluaran BOP variabel 630.000
Selisih efisiensi BOP Variabel 30.000
652.500
Harga Pokok Penjualan Variabel Sesengguhnya Rp2.688.500
Biaya pemasaran variabel 50.000
Biaya administrasi dan umum variabel 33.000
Total biaya variabel 2.771.500
Laba konstribusi Rp3.628.500
Biaya Tetap

Biaya overhead pabrik tetap Rp1.100.000


Biaya pemasaran tetap 20.000
Biaya administrasi umum variabel 7.000
Total biaya tetap Rp1.127.000
Laba bersih Rp2.501.000
Daftar Referensi