Anda di halaman 1dari 13

EKOSISTEM DAN RESTORASI EKOLOGI

MAKALAH

Sebagai Pemenuhan Tugas Mata Kuliah

Bahasa Inggris Untuk Biologi

Yang diampu oleh Bapak Dr. Sueb, M.Kes.

OLEH
KELOMPOK 5 / OFFERING G
1. AWIL ENDAR PRAMESTI (180342618095)
2. DAHNIAR NUR AISYAH (180342618032)
3. RIV’AN AHBAB SHORIH (180342618046)
4. SANIA SAYYIDA UMMAH (180342618002)
5. SHABRINA ANDIRA PUTRI (180342618086)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
SEPTEMBER 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat, nikmat serta karunia-Nya
yang tak ternilai dan tak dapat dihitung sehingga penyusun dapat menyusun dan menyelesaikan
makalah ini. Makalah yang berjudul “Ekosistem dan Restorasi Ekologi” ini disusun untuk
memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Inggris untuk Biologi.
Makalah ini berisikan mengenai hukum-hukum fisika yang mengatur aliran energi dan
siklus unsur kimia dalam ekosistem. Selain itu, membahas juga mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi ekosistem dan berbagai macam proses biologis dan geokimiawi yang terjadi pada
suatu ekosistem.
Adapun, penyusunan makalah ini kiranya masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu,
penyusun menghaturkan permohonan maaf apabila terdapat kesalahan dalam makalah ini.
Penyusun pun berharap pembaca makalah ini dapat memberikan kritik dan sarannya kepada
kami agar di kemudian hari kami bisa membuat makalah yang lebih sempurna lagi.
Akhir kata, penyusun ucapkan terima kasih kepada segala pihak yang tidak bisa
disebutkan satu-persatu atas bantuannya dalam penyusunan makalah ini.

Malang, 1 September 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................................. i

DAFTAR ISI............................................................................................................................. ii

DAFTAR GAMBAR ................................................................................................................ iii

BAB 1 PENDAHULUAN ...................................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ................................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah .............................................................................................. 1
1.3 Tujuan................................................................................................................. 1
1.4 Metode Penulisan ............................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN ......................................................................................................... 2

EKOSISTEM DAN RESTORASI EKOLOGI ............................................................ 2

2.1 Hukum-Hukum Fisika Mengatur Aliran Energi

dan Siklus Unsur Kimia Dalam Ekosistem ........................................................ 4

2.2 Energi dan Faktor-Faktor Pembatas Lain

Mengontrol Produksi Primer Pada Ekosistem ................................................... 7

BAB III PENUTUP .................................................................................................................. 8


3.1 Kesimpulan......................................................................................................... 8
3.2 Saran ................................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 9

ii
DAFTAR GAMBAR

Gambat 2.1 Mengapa Es Kutub ini Berdarah Merah? .................................................................. 2

Gambar 2.2 Ekosistem Gurun Musim Semi ................................................................................. 3

Gambar 2.3 Fungi Menguraikan Pohon yang Mati ...................................................................... 6

Gambar 2.4 Gambaran Umum Dinamika Energi dan Nutrien dalam Suatu Ekosistem ............... 7

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ekosistem adalah suatu proses yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik antara
makhluk hidup dengan lingkungannya, jadi kita tahu bahwa ada komponen biotik (hidup) dan
juga komponen abiotik(tidak hidup) yang terlibat dalam suatu ekosistem ini, kedua komponen ini
tentunya saling mempengaruhi, contohnya saja hubungan heewan dengan air. Interaksi antara
makhluk hidup dan tidak hidup ini akan membentuk suatu kesatuan dan keteraturan. Setiap
komponen yang terlibat memiliki fungsinya masing-masing, dan selama tidak ada fungsi yang
terngganggu maka keseimbangan dari ekosistem ini akan terus terjaga.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan ekosistem?
2. Apa saja komponen-komponen dalam ekosistem?
3. Bagaimana pola makanan dalam ekosistem?
4. Apa jenis-jenis ekosistem?
5. Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi ekosistem?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan penulisan makalah ini, yaitu:
1. Mengetahui penjelasan dari Ekosistem.
2. Memahami hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya
3. Mengetahui konsep tentang ekosistem
4. Memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan

1.4 Metode Penulisan


Metode penulisan yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah Metode Literatur.

1
BAB II

PEMBAHASAN

EKOSISTEM DAN RESTORASI EKOLOGI

Gambar 2.1 Mengapa Es Kutub ini Berdarah Merah?

Sinar matahari senja yang terpantul di permukaan danau dan membentuk cincin-cincin
kecil di tempat ikan menyambar serangga yang jatuh ke permukaan danau. Sebuah kali kecil
mengalir ke dalam danau, mengantarkan banyak nutrient mineral dan zat-zat organik. Angin
menyebarkan bau danau, dibentuk oleh mikroorganisme yang aktivitasnya mempengaruhi
komposisi atmosfer bumi. Lebih dari sekadar badan air, danau adalah suatu ekosistem
(ecosystem), total semua organisme yang hidup di dalam batas-batas ekosistem dan semua faktor
abiotik yang berinteraksi dengan organisme.
Suatu ekosistem mencakup area yang luas, misalnya hutan, atau mikrokosmos
(microcosm), seperti ruang di bawah batang kayu yang tumbang atau kolam kecil. Seperti
populasi dan komunitas, batas-batas ekosistem terkadang tidak jelas. Banyak ahli ekologi
memandang keseluruhan biosfer sebagai suatu ekosistem global, gabungan semua ekosistem
lokal di bumi. Terlepas dari ukuran ekosistem melibatkan dua proses yang tidak dapat dijabarkan
oleh fenomena pupulasi atau komunitas aliran energi dan siklus unsur kimia. Sinar matahari
2
merupakan energi besar besar dalam ekosistem. Energi dikonversi menjadi energi kimiawi oleh
Autotrof, diteruskan ke heterotrof di dalam senyawa-senyawa organik makanan, dan dibuang
sebagai panas. Unsur kimia karbon dan nitrogen didaur di antara komponen-komponen abiotik
dan biotik dari ekosistem. Organisme fotosintetik mengasimilasi unsur tersebut dalam bentuk
anorganik dari udara, tanah, dan air, kemudian digabungkan ke dalam biomassa organisme yang
sebagian diantaranya dikonsumsi oleh hewan, unsur kimia dikembalikan dalam bentuk anorganik
ke lingkungan melalui metabolisme hewan dan tumbuhan oleh bakteri dan fungi yang
menguraikan zat-zat buangan organik dan organisme mati.
Energi dan materi ditransformasikan dalam ekosistem melalui fotosintesis dan hubungan
makan. Tetapi tidak seperti materi, energi tidak dapat didaur ulang. Suatu ekosistem harus
didukung oleh aliran energi yang terus menerus dari sumber eksternal dalam banyak kasus,
matahari. Energi mengalir melalui ekosistem, sedangkan siklus materi di dalam dan melalui
mereka.
Sumber daya yang penting untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia, mulai
dari makanan yang kita makan hingga oksigen yang kita hirup, adalah produk dari proses
ekosistem. Dalam bab ini, kita akan mengeksplorasi dinamika aliran energi dan siklus kimia,
menekankan hasil respons ekosistem. Kami juga akan mempertimbangkan beberapa dampak
kegiatan manusia pada aliran energi dan siklus kimia. akhirnya, kami membangun kembali ilmu
ekologi pemulihan yang terus berkembang, yang berfokus pada mengembalikan ekosistem yang
terdegradasi ke keadaan yang lebih alami.

Gambar 2.2 Ekosistem Gurun Musim Semi

3
2.1 Hukum-Hukum Fisika Mengatur Aliran Energi dan Siklus Unsur Kimia Dalam
Ekosistem

Kekekalan Energi
Karena para ahli ekologi ekosistem mempelajari interaksi organisme dengan
lingkungan fisik, banyak pendekatan ekosistem berdasarkan pada hukum-hukum fisika dan
kimia yang telah banyak digunakan. Hukum pertama termodinamika, menyatakan bahwa energi
tidak dapat diciptakan atau dihancurkan, namun hanya ditransfer atau ditransformasi. Dengan
demikian, kita dapat menghitung transfer energi melalui suatu ekosistem dari masukannya
sebagai radiasi matahari hingga pelepasannya sebagai panas dari organisme. Tumbuhan dan
organisme fotosintetik lainnya mengubah energi matahari menjadi energi kimia, tetapi jumlah
total energi tidak tersimpan. Jumlah energi yang tersimpan dalam molekul organik harus sama
dengan total energi matahari yang dihadang oleh tanaman, kurangnya jumlah yang dipantulkan
dan dihamburkan sebagai panas. Satu area ekosistem melibatkan komputasi anggaran energi dan
menelusuri aliran energi melalui ekosistem untuk memahami faktor-faktor yang mengontrol
transfer energi ini. Transfer semacam itu membantu menentukan beberapa banyak organisme
yang dapat didukung habitat dan jumlah makanan yang bisa diperoleh manusia dari sebuah situs.
Salah satu implikasi dari hukum kedua termodinamika, yang menyatakan bahwa setiap
pertukaran energi meningkatkan entropi alam semesta. Adalah bahwa konversi energi tidak
selalu efektif, sebagian energi selalu hilang sebagai panas. Kita dapat mengukur efisiensi
konversi energi ekologis sama seperti kita mengukur efisiensi bola lampu dan mesin mobil.
Energi yang mengalir melalui ekosistem pada akhirnya dibuang ke antariksa sebagai panas. Jadi
jika matahari tidak menyediakan energi secara terus menerus ke bumi, sebagian ekosistem akan
punah.
Kekekalan Massa
Materi, seperti energi, tidak bisa diciptakan atau dihancurkan. Hukum kekekalan
massa (Law of conservation mass) ini sama pentingnya dengan hukum-hukum termodinamika
bagi para ahli ekologi ekosistem. Karena massa bersifat kekal, kita dapat menentukan beberapa
banyak unsur kimia yang didaur di dalam suatu ekosistem, atau diperoleh atau hilang dari
ekosistem itu seiring waktu.
Tidak seperti energi, unsur kimia terus-menerus didaur-ulang di dalam ekosistem.
Sebuah atom karbon di dalam CO2 dilepaskan dari tanah oleh dekomposer, diambil oleh rumput
melalui fotosintesis, dikonsumsi oleh bison atau pemakan rumput lainnya, dan dikembalikan ke
4
tanah di dalam kotoran bison. Pengukuran dan analisis dari pendauran unsur kimia semacam itu
di dalam ekosistem dan biosfer sebagai suatu keseluruhan merupakan aspek yang penting dari
ekologi ekosistem.
Walupun tidak hilang pada skala global, unsur-unsur bergerak diantara ekosistem-
ekosistem sebagai masukan dan keluaran. Pada suatu ekosistem hutan, misalnya, sebagian besar
nutrien mineral—unsur-unsur esensial yang diperoleh tumbuhan dari tanah—masuk sebagai
debu atau zat-zat terlalut dalam air hutan atau tergelontor dari batuan di dalam tanah. Nitrogen
juga disuplai melalui proses biologis yang disebut fiksasi nitrogen. Di sisi keluaran, gas-gas
mengembalikan unsur-unsur ke atmosfer, sementara air mengangkut material-material. Seperti
organisme, ekosistem merupakan sistem terbuka, mengabsorbsi energi dan massa serta
melepaskan panas dan produk-produk buangan.
Sebagian besar masukan dan keluaran berjumlah kecil dibandingkan dengan jumlah
yang didaur-ulang di dalam ekosistem. Tetap saja, keseimbangan antara masukan dan keluaran
menentukan apakah suatu ekosistem merupakan sumber atau robot bagi unsur tertentu. Jika
keluaran suatu nutrien mineral melebihi masukannya, nutrien tersebut pada akhirnya akan
membatasi produksi dalam sistem. Aktivitas manusia seringkali sangat mengubah keseimbangan
masukan keluaran.

Energi, Massa, dan Tingkat Trofik

Seperti yang anda baca pada bab 54, para ahli ekologi menggolongkan spesies ke
dalam tingkat trofik sebagai sumber utama nutrisi dan energinya. Tingkat trofik yang akhirnya
mendukung semua bagian-bagian autotrof yang lain, disebut juga produsen primer (primary
producer) dari ekosistem. Sebagian besar autotrof adalah organisme fotosintetik yang
menggunakan energi cahaya untuk menyintesis gula dan senyawa-senyawa organic lain, yang
kemudian digunakan sebagai bahan bakar untuk respirasi selular dan sebagai materi
pembangunan untuk pertumbuhan. Tumbuhan, alga, dan prokariota fotosintetik adalah autotrof
utama biosfer, walaupun prokariota kemosintetik merupakan produsen utama pada ekosistem
tertentu, seperti lubang sembur air panas laut-dalam dan beberapa kolam mata air dalam gua.

5
Organisme-organisme pada tingkat trofik di atas produsen primer merupakan
heteretrof, yang secara langsung maupun tidak langsung bergantung pada keluaran biosintetik
dari produsen primer. Herbivor, yang memakan tumbuhan dan produsen primer yang lain,
merupakan konsumen primer (primary consumer). Karnivor yang memakan herbovor
merupakan konsumen sekunder (secondary consumer), sementara karnivor yang memakan
karnivor yang lain adalah konsumen tersier (tertiary consumer).

Gambar 2.3 Fungi Menguraikan Pohon Yang Mati

Kelompok heterotrof yang lain adalah detritivora (detritivore), atau dekomposer


(decomposer), adalah konsumen yang mendapatkan energi dari detritus. Detritus adalah bahan
organik yang tidak hidup, seperti sisa-sisa organisme mati, feses, daun jatuh, dan kayu. Banyak
detritivora pada gilirannya dimakan oleh konsumen sekunder dan tersier. Dua kelompok
detritivora adalah prokariot dan jamur/fungi. Organisme-organisme ini mengeluarkan enzim-
enzim yang mencerna material organic, mereka kemudian mengabsorbsi produk-produk
penguraian, menghubungkan konsumen dan produsen primer dalam suatu ekosistem. Di hutan,
misalnya, burung makan cacing tanah yang telah diberi makan pada serasah daun serta
prokariota dan fungi yang terkait.
Detritivor berperan penting dalam mendaur-ulang unsur-unsur kimia kembali ke
produsen primer. Peran tersebut bahkan lebih penting darpada penyaluran sumber daya dari
produsen ke konsumen. Detritivor mengubah material organik dari semua tingkat trofik menjadi
senyawa-senyawa anorganik yang bisa digunakan oleh produsen primer, sehingga menutup
lingkaran pendauran unsur kimia dari ekosistem. Produsen kemudian dapat mendaur-ulang
unsur-unsur ini menjadi senyawa organik. Jika dekomposisi terhenti, seluruh kehidupan di bumi
akan berhenti saat detritus menumpuk dan suplai bahan-bahan kimia untuk sintesis materi
organik baru habis.
6
2.2 Energi dan Faktor-Faktor Pembatas Lain Mengontrol Produksi Primer Pada
Ekosistem

Jumlah energi cahaya yang dikonversi menjadi energi kimia (senyawa organik) oleh
autotrof selama periode watu tertentu adalah produksi primer (primary product). Produk
fotosintesis ini adalah titik awal untuk sebagian besar studi tentang metabolisme ekosistem dan
aliran energi. Dalam ekosistem di mana produsen utama adalah kemoautotrof, seperti yang
dijelaskan dalam ikhtisar di halaman 1218, input energi awal adalah kimia, dan produk awal
adalah senyawa organik yang disintesis oleh mikroorganisme.

Gambar 2.5 Gambaran Umum Dinamika Energi dan Nutrien dalam Suatu Ekosistem

Energi masuk, mengalir melalui, dan keluar dari suatu ekosistem, sementara siklus
nutrien unsur hara kimia di dalamnya. Dalam skema umum ini, energi (panah oranye gelap)
masuk dari matahari sebagai radiasi, bergerak sebagai energi kimia melewati jejaring makanan,
dan keluar sebagai panas yang diradiasikan ke antariksa. Sebagian besar transfer nutrien (panah
biru) melalui tingkat trofik akhirnya menyebabkan detritus, nutrien kemudian siklus kembali ke
produsen primer.

7
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dengan lingkungannya yang membentuk
hubungan timbal balik. Dalam ekosistem, terlibat dua proses yaitu aliran energi dan
siklus unsur kimia yang diatur dalam beberapa hukum fisika. Terdapat pula faktor-faktor
yang mempengaruhi atau mengatur hal-hal tersebut dalam berlangsungnya suatu
ekosistem.

3.2 Saran
Hargai dan jagalah alam karena setiap mahkluk hidup membutuhkan keadaan
lingkungan yang baik dimana setiap proses alam berlangsung dengan stabil.

8
DAFTAR PUSTAKA

Reece, Jane B. 2011.Campbell Biology 9th edition,Colombus.Benjamin Cummings

http://www.jsg.utexas.edu/news/2009/01/troubled-waters-mexican-desert-springs-face-
uncertain-future/

https://www.slideshare.net/mobile/smullen57/41-species-communities-and-ecosystems

https://www.news.com.au/travel/travel-ideas/weird-and-wacky/why-is-red-liquid-
bleeding-from-this-antarctic-glacier/news-story/12f4f4801c0f43b4bb31cef638c41803

https://goo.gl/images/cLx7eL