Anda di halaman 1dari 31

Promotif dan Preventif di

Era JKN-BPJS Kesehatan

Erna Wijaya Kesuma


Ka Grup Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer

Yogyakarta, 2 Maret 2016


AGENDA

I. Pendahuluan

II. Regulasi Promotif Preventif BPJS


Kesehatan

III. Program Promotif Preventif

IV. Upaya Peningkatan Peran FKTP

V. Harapan

2
AGENDA

I. Pendahuluan

II. Regulasi Promotif Preventif BPJS


Kesehatan

III. Program Promotif Preventif

IV. Upaya Peningkatan Peran FKTP

V. Harapan

3
PROFESIONALISME PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM
PENYELENGGARAAN PROGRAM JKN

Profesional dalam
membuat dan supervisi
Profesional dalam PESERTA pelaksanaan regulasi
menyelenggarakan JKN tentang pola dan besaran
dengan mengembangkan tarif, besaran iuran,,
sistem pelayanan paket benefit, dll
kesehatan, sistem kendali
mutu pelayanan dan sistem
pembayaran
REGULATOR
Profesional dalam
memberikan
pelayanan

BPJS KESEHATAN FASKES

(UU No 40/2004 tentang SJSN & UU No. 24/2011 tentang BPJS)


4
TUGAS & FUNGSI BPJS KESEHATAN
40/2004
Mengembangkan sistem pelayanan kesehatan, sistem
UU No

kendali mutu pelayanan dan sistem pembayaran

T
U Risk Revenue/
Strategic BALANCING HEALTH
pooling/ Premium
24/2011
UU No

G purchasing
member collection CARE QUALITY AND
A registration Kontribusi iuran Cost control COST CONTAINMENT
S Rekrutmen peserta
Quality control

 Optimalisasi FKTP
Pembayaran BPJS turut  Optimalisasi Rujukan
Irisan dengan
terhadap tarif Regulator
serta Berjenjang
Pre requisite:  Pembayaran klaim yang
1. Tarif normal  Pembayaran tepat dan rasional
diterima khalayak berbasis kinerja
 Insentif/Disinsen
 TKMKB
2. Pembayaran  Promprev
menghilangkan tif
moral hazard
AGENDA

I. Pendahuluan

II. Regulasi Promotif Preventif BPJS


Kesehatan

III. Program Promotif Preventif

IV. Upaya Peningkatan Peran FKTP

V. Harapan

6
REGULASI PROMOTIF PREVENTIF JKN
Perpres No.12
Tahun 2013 Pasal 21 ayat 1
• Manfaat pelayanan promotif dan preventif meliputi pemberian pelayanan:
a. penyuluhan kesehatan perorangan;
b. imunisasi dasar;
c. keluarga berencana; dan
d. skrining kesehatan..

Perpres No.12 Tahun 2013


Pasal 22 ayat 1 (a)
• Pelayanan kesehatan yang dijamin terdiri atas:
a. pelayanan kesehatan tingkat pertama, meliputi pelayanan kesehatan non
spesialistik yang mencakup:
1. administrasi pelayanan;
2. pelayanan promotif dan preventif;
3. pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis;
4. tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif;
5. pelayanan obat dan bahan medis habis pakai;
6. transfusi darah sesuai dengan kebutuhan medis
7. pemeriksaan penunjang diagnostiklaboratorium tingkat pratama; dan
8. rawat inap tingkat pertama sesuai dengan indikasi
Pelayanan Skrining Kesehatan
Pasal 28 Permenkes No 71 Tahun 2013
1) Pelayanan skrining kesehatan diberikan secara perorangan dan
selektif.
2) Ditujukan untuk mendeteksi risiko penyakit dan mencegah dampak
lanjutan dari risiko penyakit tertentu, meliputi:
a. Diabetes mellitus tipe 2;
b. Hipertensi;
c. Kanker leher rahim;
d. Kanker payudara; dan
e. Penyakit lain yang ditetapkan oleh Menteri.

− huruf a dan huruf b dimulai dengan analisis riwayat kesehatan, dilakukan


sekurang-kurangnya 1 tahun sekali.
− Bila teridentifikasi mempunyai risiko, dilakukan penegakan diagnosa
melalui pemeriksaan penunjang diagnostik tertentu.
PMK No. 28
Th 2014

Skrining Kesehatan
• Pelayanan skrining kesehatan tertentu merupakan pelayanan yang termasuk
dalam lingkup non-kapitasi, yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
• Pemeriksaan penunjang pelayanan skrining kesehatan meliputi :
a) Pemeriksaan Gula Darah;
b) Pemeriksaan IVA untuk kasus Ca Cervix ; dan
c) Pemeriksaan Pap Smear
• Khusus untuk kasus dengan pemeriksaan IVA positif dapat dilakukan
pelayanan Terapi Krio.
Permenkes Nomor 59 Tahun 2014

10
AGENDA

I. Pendahuluan

II. Regulasi Promotif Preventif BPJS


Kesehatan

III. Program Promotif Preventif

IV. Upaya Peningkatan Peran FKTP

V. Harapan

11
PROMOTIF PREVENTIF DALAM SISTEM PELAYANAN JKN

SUSTAINABILITAS JKN

Pelayanan Tersier
Sub
Spesialistik

Pelayanan
Spesialistik Sekunder GATEKEEPER

Non Spesialistik
Promotif, Preventif, Pelayanan Primer Fokus optimalisasi
Kuratif, Rehabilitatif

Permenkes No.001 tahun 2012, Per BPJS No. 1 tahun 2014

12
PROGRAM PROMOTIF PREVENTIF
BPJS KESEHATAN

Penyuluhan Kesehatan - KIE

Olahraga Sehat

Pelayanan Keluarga Berencana

Skrining Kesehatan Primer & Sekunder

Prolanis
Duta/Kader Promotif Preventif (Konsep & Pilot Project)

Promotif Preventif Spesifik daerah

13
Penyuluhan Kesehatan - KIE

• Upaya meningkatkan pengetahuan, kemampuan, kesadaran dan


kemandirian peserta mengenai perilaku hidup sehat dalam upaya
mencapai standar indikator kesehatan peserta
• Diselenggarakan melalui Penyuluhan Langsung maupun Tidak Langsung

(1) Penyuluhan langsung oleh Narasumber Dokter Umum/Dokter


Spesialis
Media Promosi

(2) Penyediaan dan distribusi media promosi kesehatan :


a. Leaflet
b. Banner
c. Filler edukasi
d. Poster
e. Dsb

14
Olahraga Sehat

• Dilaksanakan minimal 1x setahun


• Event HUT BPJS Kesehatan atau HUT Propinsi
Olahraga Tk.
Propinsi • Sinergi dengan kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan sederhana

• Dilaksanakan minimal 1x setahun


• Event HKN atau Hari Diabetes, dsb
Olahraga Tk.
Kab/Kota • Sinergi dengan kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan sederhana

• Diperuntukan bagi peserta PROLANIS


• Dilakukan 4x dalam sebulan
Senam
PROLANIS • Sinergi dengan kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan sederhana
Pelayanan Keluarga Berencana
PERPRES NO.12 TAHUN 2013 PERMENKES NO. 71 TAHUN 2013
Tentang Pelayanan Kesehatan pada JKN
Pasal 21 Ayat 1 Pasal 19
Manfaat pelayanan promotif dan preventif
meliputi pemberian pelayanan: 1) Obat dan Alat Kesehatan
a. penyuluhan kesehatan perorangan; Program Nasional yang
b. imunisasi dasar; ditanggung oleh Pemerintah
c. keluarga berencana; dan dan/atau Pemerintah Daerah,
d. skrining kesehatan. tidak ditanggung oleh BPJS
Kesehatan
Pasal 21 ayat 3
Pelayanan keluarga berencana sebagaimana dimaksud 2) Obat dan Alat Kesehatan
meliputi konseling, kontrasepsi dasar, vasektomi dan dimaksud pada ayat (1)
tubektomi bekerja sama dengan lembaga yang membidangi meliputi:
keluarga berencana.
a. Alat kontrasepsi dasar ;
b. Vaksin untuk imunisasi
Pasal 25 huruf l (Pelayanan Tidak Dijamin) dasar; dan
l. Alat kontrasepsi, kosmetik, makanan bayi, c. Obat program
dan susu; pemerintah.

Sinergi BPJS Kesehatan


dengan Pemerintah (BKKBN)
Skrining Kesehatan Primer dan Sekunder

Program
Skrining Riwayat Skrining Preventif Pengelolaan
Kesehatan Sekunder penyakit kronis
(PROLANIS)

Risiko Tinggi
Prolanis DM
DM Tipe 2
Isi Formulir
Risiko Tinggi
pertanyaan Hipertensi
Prolanis HT
spesifik
Risiko Tinggi
kondisi Jantung
kesehatan Risiko Tinggi
Gagal Ginjal

Di dukung oleh Organisasi Profesi serta pencatatan pelaporan menggunakan Aplikasi


Skrining /Deteksi Dini Kanker Serviks
dan Payudara

Dilakukan melalui
Dilakukan melalui Dilakukan IVA/PAP
melalui
pemeriksaan
Berupa deteksi dini pemeriksaan
Dilakukan melalui pemeriksaan IVA/PAP
Berupa deteksi dini kanker SMEAR untuk deteksi dini
kanker payudara dan SADARI/SADANIS untukdan
pemeriksaan SADANIS SMEAR untuk deteksi dini
payudara dan kanker Kanker Serviks  Tindak
kanker serviks deteksiuntuk
SADARI dini Kanker
deteksi dini Kanker Serviks  Tindak
serviks lanjut dengan
Payudara
Kanker Payudara lanjut dengan KRIOTERAPI
KRIOTERAPI
untuk hasil IVA (+)
Prolanis
Program Pengelolaan Penyakit
Meningkatkan Kronis (PROLANIS) adalah sebuah
Kualitas Mendorong
Kesehatan sistem yang memadukan sistem
Kemandirian
Peserta Peserta pelayanan kesehatan dan
komunikasi kepada populasi yang
memiliki kondisi dimana
kemandirian diri merupakan hal
Meningkatkan utama
Kepuasan PROLANIS
Peserta

Mengendalikan
Biaya Pelayanan
Kesehatan dalam
Jangka Panjang
Skema Pengelolaan Penyakit Kronis
Penyakit Kronis (DM Tipe 2 &
Hipertensi )
“big trigger” untuk penyakit
lainnya penyerap biaya mahal
(kardiovaskular, stroke, dsb) RS (Spesialis)
Peserta penyandang penyakit kronis
• Kontrol rujukan
# laksanakan - Pelayanan komprehensive & • RUJUK BALIK
pola hidup sehat # berjenjang ke Faskes
- Database peserta (Panduan Klinis  Evidence Based) Primer
- Aktifitas Penunjang Program - Rujukan ke Spesialis • Mentor &
(media promkes, klub RISTI, - Edukasi Kesehatan konsultan bagi
dsb) - Monitoring Status Kesehatan Faskes Primer
- Peresepan obat kronis

- Evaluasi status kesehatan


- Biaya pelayanan kesehatan
- Workshop untuk Faskes pengelola
BPJS Kesehatan oleh Organisasi Profesi
FKTP selaku Koordinator

Panduan Klinis
Organisasi Profesi
DM (PERKENI); HIPERTENSI (PERHIMPUNAN HIPERTENSI)
PROLANIS BPJS Kesehatan

PPHT MULAI
2012 2013 – saat ini :
- Strategi : Peningkatan
Kualitas Prolanis secara
bertahap
2012 :
PPDM MULAI
- Fokus Pengelolaan
2010 diperluas ke arah
2011 : pengelolaan
Hipertensi
- Perluasan ke seluruh
KC →98 KC - Penunjukan PIC
Prolanis
2010 : - Strategi : Peningkatan
Jumlah peserta
- Fokus
Pengelolaan DM
Tipe 2
- Pilot Project Penatalaksanaan berdasarkan Panduan Klinis yang disusun
pada 13 KC bersama PAPDI, PERKENI, PERNEFRI dan PERKI
AKTIVITAS PROLANIS

Konsultasi
medis
Jumlah Klub dan Peserta Prolanis s/d
Reminder/ Pemantau-
SMS an status Bulan Desember 2015
Gateway Kesehatan
sd Desember 2015
Rasio Klub :
Jenis
Jumlah Peserta Peserta
Mentoring
PROLANIS Aktivitas
Penyakit Jumlah Klub
Prolanis Prolanis
Spesialis Klub DM 9.224 143.526 16
Hipertensi 3.994 104.815 26
Jumlah 13.218 248.341
Pelayanan Home
Obat Visit Sumber Data:
Laporan Realisasi Promprev sd Bulan Desember 2015 Divisi Regional

22
Kepesertaan Prolanis
Peserta yang direkomendasikan
Peserta dengan hasil skrining oleh FKTP sebagai peserta
preventif primer dinyatakan penyandang DM Tipe 2
berisiko tinggi, kemudian ditegakan berdasarkan diagnosa
diagnosa DM Tipe 2 melalui sebelumnya (rekam medik, MCU,
Skrining Preventif Sekunder dsb)

Peserta yang telah menyatakan


kesediaannya bergabung dalam Prolanis

Diharapkan dengan kesediaan peserta bergabung, peserta akan aktif


mengikuti aktifitas dalam Prolanis
PROMOTIF PREVENTIF SPESIFIK DAERAH

Diselenggarakan berfokus pada endemik kasus


pada suatu daerah

Tujuan : Menurunkan angka kejadian penyakit


tertinggi dan berbiaya besar pada suatu daerah

Dapat dilakukan pada Badan Usaha yang telah


terdaftar BPJS Kesehatan
OPTIMALISASI PROMOTIF PREVENTIF
SPESIFIK DAERAH

• Klub Ibu Hamil


• Kelas Ibu dan Balita

Persalinan • Mentoring Spesialis


Obgyn
• Penyuluhan dan
Seminar
• Edukasi Kesehatan
melalui media
Penyakit promosi kesehatan
• Penatalaksanaan
Kronis Penyakit Kronis
• Edukasi khusus
kepada Lansia
AGENDA

I. Pendahuluan

II. Regulasi Promotif Preventif BPJS


Kesehatan

III. Program Promotif Preventif

IV. Upaya Peningkatan Peran FKTP

V. Harapan

26
KAPITASI BERBASIS KOMITMEN PELAYANAN
Implementasi Per BPJSK untuk Pemberlakuan Komitmen,
masih terbatas hanya di ibukota Provinsi

Permenkes no. 24 tahun 2015 tentang Perdir BPJS Kesehatan nomor 095 tahun 2014
Penilaian FKTP berprestasi tentang Pedoman Pelaksanaan Program
Instrumen Penilaian FKTP Berprestasi Optimalisasi Pelayanan Primer QI- 9

Dari 10 indikator instrumen penilaian FKTP Alasan pemilihan indikator komitmen layanan FKTP adalah:
(Permenkes 24 tahun 2015) dan 9 indikator kualitas 1. Indikator yang dapat meningkatkan kepuasan peserta,
(QI-9) Perdir BPJS No 95 Tahun 2014, dipilih 3 yaitu kontak pertama
indikator, yaitu: 2. Indikator yang dapat meningkatkan kualitas
1. angka kontak komunikasi, pelayanan tingkat pertama dan merasionalkan biaya
pelayanan, yaitu pelayanan non spesialistik dan
2. rasio rujukan rawat jalan non spesialistik dan
Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) oleh FKTP
3. rasio peserta Prolanis rutin berkunjung ke FKTP

No Target Indikator Target Indikator


Nama Indikator ZONA AMAN ZONA PRESTASI

1 Angka kontak > 150 per mil > 250 per mil
2 Rasio rujukan rawat jalan non spesialistik < 5% < 1%
3 Rasio peserta Prolanis rutin berkunjung ke > 50% > 90%
FKTP
27
PROGRAM INDONESIA SEHAT

RENSTRA 2015-2019

Pilar 2. Penguatan Yankes


Pilar 1. Paradigma Sehat Pilar 3. JKN
Program Program
Program • Peningkatan Akses • Benefit
• Promotif – preventif terutama pada FKTP • Sistem pembiayaan:
sebagai landasan • Optimalisasi Sistem asuransi – azas gotong
pembangunan Rujukan royong
kesehatan • Peningkatan Mutu • Kendali Mutu & Kendali
• Pemberdayaan Penerapan pendekatan Biaya
masyarakat continuum
Penerapan of care
pendekatan • Sasaran: PBI & Non PBI
• Keterlibatan lintas continuum of care
sektor Intervensi berbasis resiko
kesehatan
Intervensi (health
berbasis risk)
resiko
kesehatan (health risk) Tanda kepesertaan KIS

D
T
KELUARGA SEHAT P
K
Sumber : Dirt.PKP Kemenkes RI
AGENDA

I. Pendahuluan

II. Regulasi Promotif Preventif BPJS


Kesehatan

III. Program Promotif Preventif

IV. Upaya Peningkatan Peran FKTP

V. Harapan

29
HARAPAN

1. Adanya Integrasi sistem yang mendukung upaya


kendali mutu pelayanan primer

2. Dukungan dan kerjasama dari seluruh


stakeholder untuk Penguatan Pelayanan Primer
Terima kasih

Kartu Indonesia Sehat


Dengan Gotong royong, Semua
Tertolong
www.bpjs-kesehatan.go.id @BPJSKesehatanRI BPJS Kesehatan BPJS Kesehatan
(Akun Resmi)

BPJS Kesehatan bpjskesehatan

31