Anda di halaman 1dari 11

RENCANA PENELITIAN

JUDUL PENELITIAN : UJI AKTIVITAS ANTIAGREGASI PLATELET


ALGA COKLAT (Sargassum cristaefolium)
SECARA IN VIVO
NAMA MAHASISWA : Mochammad Hamzah Haz
NOMOR MAHASISWA : N111 15 309
PEMBIMBING UTAMA : Prof. Dr.rer.nat. Hj. Marianti A. Manggau, Apt.
PEMBIMBING : dr. Muhammad Husni Cangara, DFM., Ph.D.
PERTAMA
PEMBIMBING KEDUA : Usmar, SSi., MSi., Apt.

BAB I

PENDAHULUAN

Penyakit kardiovaskular merupakan penyakit yang tidak menular

tetapi merupakan Penyakit yang berbahaya karena menyebabkan angka

kematian nomor 1 dan angka prevalensi yang tinggi di dunia maupun di

indonesia. Penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang disebabkan

gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah. Menurut data WHO tahun

2014 penyakit kardiovaskular merupakan penyakit yang membunuh nomor

1 di Indonesia dengan persentase sekitar 37% diikuti oleh penyakit yang

berhubungan dengan nutrisi sekitar 22%, dan selanjutnya kanker dengan

persentase sekitar 13% (WHO, 2014).

Terapi yang biasa dilakukan untuk mengatasi penyakit kardiovaskular

biasanya menggunakan obat-obat antiagregasi platelet, antiadhesi platelet,

Seperti Heparin, Warfarin, serta ada pengobatan menggunakan obat

antiinflamasi Non steroid yaitu aspirin (Alldredge dkk,2012), golongan obat

1
antiinflamasi non steroid seperti aspirin merupakan obat yang menghambat

jalur siklooksigenase non selektif, dapat menyebabkan perusakan pada

mukosa lambung, sehingga terjadi iritasi lambung (Brunton,2007). Oleh

karena itu maka dilakukan pencarian obat baru dari bahan alam yang

mempunyai resiko yang lebih kecil terhadap iritasi lambung dan efek

lainnya.

Penggunaan obat tradisional di Indonesia sudah berlangsung sejak

ribuan tahun yang lalu, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara

di dunia yang kaya akan sumber daya alam tumbuh-tumbuhan. Jumlah

spesies tumbuhan yang tersebar di seluruh Nusantara Indonesia

diperkirakan sekitar 90.000 jenis dan lebih kurang 9600 spesies telah

dipakai sebagai obat tradisional (Permenkes No 6, 2016).

Salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu

obat antiplatelet yaitu alga coklat (Sargassum Sp.). Alga coklat (Sargassum

Sp.), banyak mengandung flavonoid, tannin, saponin dan terpenoid

(Septiana and Asnani, 2016). Senyawa polifenol dan flavonoid juga dapat

menhambat agregasi platelet (Shahriyari dan Yazdanparast, 2009).

Flavonoid mempunyai aktivitas antiplatelet dengan cara menghambat

reseptor tromboksan A2 (Middleton, 2000). Penelitian yang dilakukan

zhuang cun dkk (1995) menjelaskan bahwa Alga coklat (Sargassum Sp.)

mengandung Fucoidan. Fucoidan dapat menjadi antikoagulan dengan

menghambatan agregasi platelet melalui aktivitas penghambatan

mikrovaskular trombus (Mayer,2016).

2
Penelitian terdahulu yang pernah dilakukan oleh Hidayat (2018) pada

hewan uji mencit menunjukan hasil yang tidak berbeda signifikan antara

liofilisisat alga coklat (Sargassum Sp.) dengan dosis 400 mg/kgBB dan

kelompok kontrol positif aspirin 42.5 mg/kgBB, pada penelitian yang

dilakukan oleh (Zhao dkk, 2012) mengenai antikoagulan pada fucoidan dari

Laminaria japonika diperoleh bahwa fucoidan dapat menjadi antitrombosis

melalui mekanisme Tromboksan B2 dengan dosis antara 2.5 mg/kgBB-

10mg/kgBB. Karena belum ada pengujian mengenai uji antiagregasi

platelet fucoidan dari Alga coklat (Sargassum Sp.) maka penelitian ini

dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan fucoidan dari Alga coklat

(Sargassum Sp.) dan melakukan pengujian secara invivo mengenai

antiagregasi platelet pada hewan uji tikus wistar (Rattus norvegicus).

3
BAB II

METODE PENELITIAN

II.1 Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain Beaker,

cawan porselen, dehidrator, erlenmeyer, gelas ukur, gunting, kaca arloji,

kain flanel, kanula, kertas saring, labu tentukur, Rotary evaporator, sendok

tanduk, Sentrifugasi, spoit, timbangan analitik, Toples, dan waterbath.

Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain alga

coklat (Sargassum Sp.) yang diperoleh dari desa Punaga, kecamatan

Mangarabombang, kabupaten Takalar, Sulawesi selatan. aquades,

asetosal, Etanol 95%, dan hewan uji Tikus wistar (Rattus norvegicus)

dengan berat 150g-300g yang dibeli di Pertenakan hewan uji UD. Tiput

abadi jaya, Sleman, Yogyakarta.

II.2 Metode Kerja

II.2.1. Penyiapan sampel

Sampel alga coklat (Sargassum Sp.) dicuci menggunakan air garam

untuk menghilangkan pasir dan kotoran lainnya yang melekat, serta untuk

menjaga senyawa aktif tidak rusak, kemudian dilakukan pembilasan

dengan menggunakan air mengalir sebanyak 2x untuk menghilangkan sisa

garam dan pengotor dan tahap selanjutnya dilakukan pembilasan dengan

menggunakan aquadest untuk memastikan kebersihan dari sampel.

Sampel kemudian dikeringkan dengan cara di angin-anginkan selama 3 x

4
24 jam pada suhu ruang sampai sampel kering, kemudiaan sampel

dilakukan pengecilan ukuran partikel dengan cara di blender.

II.2.2. Metode ekstraksi sampel

Sampel dilakukan praperlakuan dengan menghilangkan pigment,

protein, dan lipid yang terkandung dalam sampel dengan menggunakan

etanol 95% dengan perbandingan (1:10, B/V), kemudian dilakukan

penggojokan sampel selama 1 jam pada suhu kamar. Kemudian sampel

disentrifugasi dengan kecepatan 970 Rpm selama 10 menit, residu

kemudian ditambahkan aquabidest dengan perbandingan (1:10 B/V),

selanjutnya dilakukan pemanasan dengan menggunakan waterbath

dengan suhu 85°C selama 1 jam untuk mengekstraksi polisakarida.

Campuran dilakukan sentrifugasi selama 10 menit dengan kecepatan 3870

Rpm kemudian diambil supernatan dari campuran. Kemudian ditambahkan

etanol 95% kedalam campuran secukupnya hingga mendapatkan

konsentrasi etanol 20%, hal ini dilakukan untuk mengendapkan asam

alginat. Kemudian campuran disentrifugasi kembali dengan kecepatan

9170 Rpm selama 30 menit, kemudian ditambahkan etanol 95% hingga

kadar akhir etanol adalah 50% untuk mengendapkan fucoidan, kemudian di

sentrifugasi kembali dengan kecepatan 9170 Rpm selama 30 menit untuk

memisahkan endapan fucoidan dan etanol, selanjutnya sampel dikeringkan

di waterbath dengan suhu 40°C, kemudian hasil pengeringan dihaluskan

dan kemudian disimpan untuk analisis dan pengujian (Huang,2016).

5
III.2.3. Perlakuan Hewan Uji

Sebanyak 30 ekor Tikus wistar (Rattus norvegicus) dibagi kedalam

6 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol positif (asetosal dosis 42,5

mg/KgBB), Kelompok kontrol negatif (aquades), kelompok perlakuan I

(Fucoidan alga coklat dosis 5mg/kgBB), kelompok perlakuan II (Fucoidan

alga coklat dosis 7.5mg/kgBB), kelompok perlakuan III (Fucoidan alga

coklat dosis 10mg/kgBB), kelompok perlakuan IV (Fucoidan alga coklat

dosis 12.5mg/kgBB).

II.2.4. Uji waktu pembekuan darah

Uji waktu pembekuan darah dilakukan pada menit ke 60 setelah

pemberian Ekstrak Alga Coklat (Sargassum sp.) dengan cara menggambil

darah tikus lewat ekor dengan spoit, kemudian diletakkan 2-3 tetes darah

diatas object glass dan diamati pembentukan benang- benang fibrin dari

spesimen darah setiap 30 detik menggunakan langset (Vogel, 2002).

II.2.5. Uji waktu Perdarahan

Uji waktu pembekuan darah dilakukan pada menit ke 60 setelah

pemberian Ekstrak Alga Coklat (Sargassum sp.) dengan cara menggambil

darah tikus lewat ekor dengan spoit, kemudian diamati perdarahan yang

terjadi setiap 30 detik (Vogel, 2002).

II.2.6. Uji Prothrombin Time (PT)

Sebanyak 0.1 ml plasma tikus wistar ditambahkan asam sitrat dan

diinkubasi selama 1 menit pada suhu 37°C. Kemudian ditambahkan

sebanyak 0,2 ml tromboplastin manusia (Tromborel, Behring Werke,

6
Marburg) dan diuji menggunakan koagulometer (Schnittger + Gross

coagulometer, Amelung, Brake), untuk melihat waktu pembentukan

pembekuan darah (Vogel, 2002).

II.2.7. Uji Activated Partial Thromboplastin Time (APTT)

Sebanyak 0,1 ml plasma yang telah ditambahkan asam sitrat

kemudian ditambah 0,1 ml ekstrak lipid plasenta manusia (Pathrombin,

Behring Werke, Marburg) yang selanjutnya diinkubasi selama 2 menit pada

suhu 37°C. Proses koagulasi dimulai dengan penambahan 0,1 ml 25 mM

kalsium klorida saat koagulometer dimulai dan waktu untuk pembentukan

bekuan ditentukan (Vogel,2002)

II.2.8. Analisis Statistika

Hasil uji dianalisis menggunakan One Way Anova (p<0,05). Penentuan

perbedaan bermakna tiap kelompok dianalisis dengan metode post hoc

menggunakan uji Least Significantly Difference (LSD) (p<0,05).

7
Daftar Pustaka

Brunton, L.,Parker,K.,Blumenthal,D.,Buxton.,L., 2007. Goodman and


Gilman's manual of pharmacology and therapeutics. New York:
McGraw-Hill

Huang, C.Y., Wu, S.J., Yang, W.N., Kuan, A.W. and Chen, C.Y., 2016.
Antioxidant activities of crude extracts of fucoidan extracted from
Sargassum glaucescens by a compressional-puffing-hydrothermal
extraction process. Food chemistry, hh.1121-1129.
Alldredge,B.K.,Corelli,R.L.,Ernst,M.E.,Guglielmo,B.J.,Jacobson,P.A.,Kradj
an,W.A.,Williams,B.R., (2012). Koda-Kimble and Young's applied
therapeutics: the clinical use of drugs. Lippincott Williams & Wilkins.

Mayer, A. M., & Hamann, M. T., 2004. Marine pharmacology in 2000: marine
compounds with antibacterial, anticoagulant, antifungal, anti-
inflammatory, antimalarial, antiplatelet, antituberculosis, and antiviral
activities; affecting the cardiovascular, immune, and nervous systems
and other miscellaneous mechanisms of action. Marine
Biotechnology, 6(1), hh. 37-52.

Middleton, E. 2000., Flavonoids on Mammalian Cell: Implications for


Inflamation, Heart Disease, and Cancer. Pharmacological Reviews.
52(4), hh. 673-751.
Permenkes No. 6 Tahun 2016 Tantang Formularium Obat Herbal Asli
Indonesia. Jakarta.
Septiana, A.T. and Asnani, A., 2016., Kajian sifat fisikokimia ekstrak rumput
laut coklat Sargassum duplicatum menggunakan berbagai pelarut dan
metode ekstraksi. Agrointek. 6(1), hh. 22-28.

Shahriyari, L. dan Yazdanparast, R. 2009., Antiplatelet and antithrombotic


activities of Artemisia dracunculus L. leaves extract. Pharmacology
Online Inst. Biochem.1: hh. 217-228.

Vogel HG. 2002., Drug Discovery and Evaluation, Pharmacological Assay,


2nd Ed. Berlin: Springer, hh. 394-395

Zhuang, C., Itoh, H., Mizuno, T., & Ito, H. 1995., Antitumor active fucoidan
from the brown seaweed, umitoranoo (Sargassum thunbergii).
Bioscience, biotechnology, and biochemistry, 59(4), hh. 563-567.

Zhao, X., Dong, S., Wang, J., Li, F., Chen, A., & Li, B. (2012). A comparative
study of antithrombotic and antiplatelet activities of different fucoidans
from Laminaria japonica. Thrombosis research, 129(6), hh. 771-778.
8
Hidayat,Ahmad., 2018. Uji Efektivitas Ekstrak Alga Coklat (Sargassum
Cristaefolium) Terhadap Waktu Perdarahan Dan Pembekuan Darah
Mencit (Mus Musculus), Skripsi, Universitas Hasanuddin, Makassar.

9
Lampiran
1. Skema Kerja Pengujian Hewan Coba

Tikus 30 ekor

Fucoidan Fucoidan Fucoidan Fucoidan


Sargassum Sp Sargassum Sp Aspirin dosis
Aquadest Sargassum Sp Sargassum Sp
dosis dosis 12.5 42.5 mg/kgBB
dosis 5 dosis 7.5
10mg/kgBB mg/kgBB
mg/kgBB mg/kgBB

Pengambilan
Darah

Waktu Waktu
pendarahan Pembekuan APTT PT
Darah

Analisis Data

Penarikan
Kesimpulan

10
2. Skema Ekstraksi Fucoidan

Serbuk Alga
Coklat
Ditambahkan etanol 95% (1:10 b/v) kemudian digojog
selama 1 jam , disentrifugasi 10 menit kecepatan 970 Rpm
selanjutnya ditambahkan aquabidest (1:10 b/v)
Campuran

Dipanaskan selama 1 jam pada suhu 85°C, kemudian


Disentrifugasi selama 10 menit kecepatan 3870 Rpm

Supernatan Sendimentasi

Ditambahkan etanol 95%


hingga konsentrasi campuran
20% , kemudian disentrifugasi
selama 30 menit kecepatan
9170 Rpm
Campuran

Ditambahkan etanol 95% hingga


konsentrasi campuran 50% , disentrifugasi
selama 30 menit kecepatan 9170 Rpm

Supernatan Sendimentasi

Dikeringkan pada suhu 40°C

Fucoidan

11