Anda di halaman 1dari 11

NASKAH ROLE PLAY KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA

PASIEN BERKEBUTUHAN KHUSUS

Oleh Kelompok 2 DIII Kep Tk. 1A:


1. Hairul ammar sebagai “Keluarga pasien lansia”
2. Hamzan wadi sebagai “ Pasien lansia”
3. Hidayatul aini sebagai “Perawat 2 pasien berbahasa asing”
4. Husnul uyun sebagai “Perawat 2 pasien lansia”
5. I gede agus irawan sebagai “Guide”
6. Ika rifni yuliantami sebagai “ Ibu pasien autis”
7. Ike aryani rahayu sebagai “Perawat 2 pasien Autis”
8. Jihan nabila azhari sebagai “Warga”
9. Kiki hadryanti ayu nisa sebagai “Pasien Autis”
10. Lale dwi kartika putri sebagai “Dokter pasien Autis”
11. Lalu dede zalung A. sebagai “ Dokter”
12. Muhammad fikri Y. sebagai “Bapak pasien autis”
13. Meilya dwi astika putri sebagai “ Perawat pasien autis 1”
14. Muhammad hardiawan sebagai “ Pasien berbahasa asing”
15. Muhammad isa ansori sebagai “ Perawat 1 pasien berbahasa asing”
16. Muhammad aozai sebagai “Perawat 1 pasien lansia”
ADEGAN 1
Dua orang perawat akan melakukan pemeriksaan dan melihat perkembangan kondisi
pada pasien lansia yang bernama Tn.Hamzan . Tn. Hamzan baru saja selesai menjalani
operasi batu ginjal dan dirawat di ruang Gili Terawangan Rumah Sakit Umum Daerah
Provinsi NTB.

(Perawat 1 dan Perawat 2 mendatangi pasien Tn.Fajry di ruang perawatan.)


P1 dan P2 : Assalamu’alaikum.
Keluarga : Wa’alaikum salam.
P1 dan P2 : Selamat pagi ibu (sambil tersenyum)
Keluarga : Pagi juga bu....!!
(Kakek sedikit kebingungan melihat kedatangan perawat.)
P1 dan P2 : Pagi kek...!! Gimana kabar kakek hari ini,, sehat ??
Tn.Hamzan : Pagi...!! Alhamdulillah sudah agak lumayan.
Ini siapa ya...??
(Kakek masih tampak kebingungan dan tampak berfikir..)
P1 : Kakek... perkenalkan saya perawat Zai dan ini perawat Ayuk
(Perawat 1 dan perawat 2 mencoba melakukan pendekatan kepada Kakek dan juga
keluarganya.)
P2 : Kami berdua yang bertugas untuk merawat kakek pada hari ini.
kakek sudah makan belum pagi ini....??
Tn.Hamzan: Belum...!!
P2 : Kenapa kakek belum makan ?
Tn.Hamzan : Karena saya kurang selera makan sus.
Keluarga : Nggak sus, tadi kakek sudah makan sepiring penuh, tapi dia mungkin lupa
(perawat hanya tersenyum)
P1 : Pagi ini obat nya sudah diminum kek...??
Tn.Hamzan : Iya sudah...!!
Keluarga : Iya sus obat nya tadi sudah diminum semua...
(Setelah bertanya kepada kakek, perawat mencoba menjelaskan asuhan keperawatan
yang akan diberikan kepada kakek dan juga keluarganya.)
P1 : Baiklah kek, mas..!! Kami disini akan melakukan pemeriksaan kepada kakek.
Apakah mas bersedia...??
Keluarga: iya baiklah kalau begitu saya mohon lakukan yang terbaik buat kakek saya..!!
P2 : iya mas terimakasih, kami akan mencoba melakukan yang terbaik buat orang tua
anda. Kami juga mohon kerja samanya nanti dalam pemeriksaan.
P1 : Permisi kek..!! maaf ya kek.. kakek duduk saja ya...
biar kakek lebih santai..
Tn.Hamzan: (langsung tiduran)
Setelah itu perawat langsung memberikan tindakan kepada kakek.
P1 : kek.. tolong tangan kirinya sedikit diangkat ya kek...!!
(perawat 1 memasang manset tensi, kemudian mengukur tekanan
darah).
P1 : cucu kakek sudah berapa sekarang? (perawat mencoba mengajak komunikasi pada
kakek)
Tn.Hamzan : sedikit,, cuman 20 mas, sudah besar-besar semua.
P1 : ooh sudah berkeluarga semua??
Tn.Hamzan : yang 10 orang sudah, terus yang sepuluhnya lagi masih kuliah. Mereka
cantik dan ganteng-ganteng mas.
P1 : ya iya dong. Kayak kakeknya.. (perawat dan kakek ketawa)
(sambil menunggu perawat 1 mengukur tekanan darah, perawat 2 menyiapkan
termometer untuk mengukur suhu kakek.)
P2 : Kek... maaf ya... tolong kakek angkat sedikit tangan kanannya...!!
Tn.Hamzan: (mengangkat sedikit tangan kanan nya)
P2 : (setelah kakek mengangkat tangannya, perawat langsung memasang
termometer).
P2 : kek... Langsung dijepit tangannya ya kek... dan jangan dulu dilepas
sebelum saya suruh ..
Tn.Hamzan: (hanya mengangguk)
(Setelah beberapa menit kemudian tekanan darah dan suhu sudah selesai diukur,
kemudian peralatan dilepas kembali, dan setelah itu perawat 1 dan perawat 2
melanjutkan untuk memeriksa nadi dan pernapasannya.)
Setelah semua pemeriksaan sudah dilakukan, hasil pemeriksaan dicatat oleh perawat
dan semua peralatan dirapikan.
Keluarga : Bagaimana sus...??
P1 : keadaannya sudah membaik dari kemaren, tapi orang tua ibu harus banyak minum
air putih dan juga makan sayur-sayuran.
Orang tua ibu harus banyak istirahat dan juga jangan dulu banyak pikiran, biar kakek
cepat sembuh..!!
(dokter datang ke ruangan pasien untuk melihat keadaan pasien)
Dokter : Assalamu’alaikum...
Semua : wa’alaikum salam...
Dokter : bagaimana keadaannya? (dokter bertanya kepada perawat)
P2 : alhamdulillah sudah ada perkembangan dok..
Dokter : oh,, baik kalau begitu nanti catatan pemeriksaannya tolong diantarkan ke meja
saya ya...
P2 : iya dok...
Dokter : (melihat pasien dan mencoba memeriksa pasien)
Gimana kek kabarnya??
Tn.Hamzan : udah agak mendingan dok..
Dokter : ohh kalau begitu, kakek harus banyak istirahat ya biar cepet sembuh.
Keluarga: gimana dok keadaan kakek saya?
Dokter : (berbicara pada keluarga pasien)
Alhamdulillah udah melihatkan banyak perkembangan. orang tua ibu harus banyak
beristirahat agar cepet sembuh, yang sabar ya dan jangan lupa berdoa..
Kalau begitu saya permisi dulu ya,, (sambil meninggalkan ruangan)
Semua : iya dok,,!!
P1 : Kalau begitu kami juga permisi dulu ya mas...!!
kakek kami permisi dulu ya kek... kakek cepat sembuh ya kek... Nanti kalau ada perlu
bantuan panggil kami di ruang perawat...!!
Tn.Hamzan : Ya bu.. terima kasih...!!
P2 : mari buk...!!
mari kek....!!
Ibu : Ya bu...!!
(Akhirnya setelah perawat berpamitan, perawat langsung pergi meninggalkan ruangan
kamar Tn.Hamzan)
Adegan 2
Di suatu siang diruang UGD Rumah Sakit Provinsi Mataram, sedang bertugas
seorang perawat Ansori, kemudian datanglah orang yang berkewarganegaraan
Singapura, Mr. James. Ia datang untuk mengkonsultasikan keluhan yang di derita
oleh Mr.James.
Pasien: Good Afternoon
P1: Good Afternoon sir, sit down please (Dengan ekspresi jejah karena tidak bisa
berbahasa inggris) mati dah, mau ngomong apa sekarang(Bersuara kecil)!
Pasien: Okay, Thanks
Perawat 1 segera menghubungi perawat 2, sementara menunggu perawat 2
perawat 1 membuka google translate untuk menerjemahkan kalimat
P1: i’m nurse Ansori, Siapa your name sir? (give a sweet smile)
Pasien : could you repeat your question once again ??
Tak lama kemudian datanglah perawat 2
P2 : I’m sorry Sir, my friend can’t speak English well. May i know your name sir ?
Pasien: My name is James, I come to here with my tourism guide but he is taking
some items which left behind the car
P2: What can i do for you?
Pasien: I feel not so good, i think theres something wrong with me.
P2: What are your symptoms? (looking on patient’s face with smile)
Patient: I have a fever, and headache
P2 : how long have you had that symptoms?
Patient: Since yesterday morning, when i woke up, i felt that my head so heavy, i
cant stood up and even i can not took a bath because my body was so hot
P2: Oh i’m sorry to hear that, wait a minute, for more details, i will call the
doctor.
Patient: oh yes please
After 5 minutes, the doctor is entering the room.
P2:Mr. James this is the doctor, Dok.. ini yang sakit Mr. James, ini keluhan tadi
setelah saya kaji
Dr. Zalung :Good Afternoon, I am a doctor here, my name is Zalung (greeting)
Hardiawan: Good Afternoon, my name is Made and he is my guide (greeting)
Guide: Nama saya adalah Agus
Dr. Zalung: Okay Mr. James, take a look, open wide !
Hmm, your throat is pretty red.
okay i will give you a prescription and for the details you may be ask to Ns Idha,
because i have a something really important to do, i am sorry
James: Yes, its okay doc,
Dr. Zalung:Suster, pasien ini dia mengidap influenza, jadi nanti silahkan anjurkan
dia untuk segera membeli obat yang sudah saya resepkan, dan banyak istirahat.
Saya pamit dulu ya sus.
Guide:Oh iya dok, terima kasih
Dr. Zalung: Good Afternoon, get well soon to Mr. James
James: Thank you doc,
Agus: bagaimana keadaan Mr.James suster ?
P2: Mr. James mengidap influenza.Sakit tersebut ditularkan oleh virus , dan
untuk resep yang diberikan dokter. Bawa resep itu ke apotik dan mereka akan
memberikan obat yang dihabiskan dalam waktu 5 hari.
James :thanks, i also wish i felt better, i guess i’ll go home
Guide :and you have to take a rest. Terima kasih Ns.Idha
P2: You are wellcome, and get well soon

Adegan 3
Melihat gejala pada anaknya yang seperti orang tidak normal, Ika dan Fikri
mempunyai rencana akan membawa Opi ke rumah sakit yang ada psikiaternya.
Ibu : Pak, gimana kalo besok kita bawak Opi kerumah sakit,
membicarakan masalah Opi ini ke psikiater ?
Bapak : iya, baiklah buk.
Keesokan harinya Fikri dan Ika mengajak Opi ke rumah sakit.
Ibu : Kiki, ayoo ikut sama mama papa yaa, kita kerumah sakit.
Kiki : (Kiki sibuk dengan bonekanya)
Papa : Kikii.. Kikiii ... (memanggil Kiki dengan lembut)
Kiki : (memandang papa dan tersenyum)
Papa : kita ke rumah sakit yaa ?
Kiki : (mengangguk)

Sesampainya di rumah sakit, di ruangan spikiater. Mereka duduk di depan


meja dokter Tika, Opi duduk di tengah – tengah Utuh dan Nana.
Ibu : Begini dok, ini anak kami namanaya Kiki.
Dokter : heyy, Kikii....
Kikii : (melihat dokter dan hanya tersenyum)
Dokter : Iya buk, terus ?
Ika : Kami khawatir dengan tingkah anak kami pak, dia lebih suka
menyendiri.
Utuh : iya pak, dia punya keasikan tersendiri. Contohnya saja, pas kami
pulang kerja , dia asik bermain dengan boneka nya di kamar.
Dokter : Oh begitu pak buk.
Kiki : (bingung, melihat sekelilingnya, menggaruk kepala)
Ika : iya dok, terus jika dia ajak bicara, dia tidak pernah responsif.

Kemudian Kiki pun bangkit dari tempat duduknya, mulai mencari kesibukan
tersendiri. Berjalan sendiri dan kemudian duduk dilantai, main dengan boneka
teddy bear nya.
Dokter : menurut data yang saya dapat dari keterangan ibuk dan bapak,
dapat saya simbulkan bahwa Kiki menderita autis.
Ika : (ekspresi tidak percaya) apakah ini bisa disebabkan karna terjatuh ?
atau apa karna turunan dok ?
Dokter : iyaa, bisa buk..
Ika : tapi, kalo saya liat-liat, gak ada dari keturunan apa lagi terjatuh dok.
Utuh : (menunduk, tangan di atas meja dan memgang kepala, ekpresi tidak
percaya dan kelihatan pusing) saya sangat khawatir dengan keadaan anak saya
dok, bagaimana masa depannya nanti, kemandiriannya, kemampuannya untuk
bermasyarakat, dan apakah anak semacam Opi ini akan mendapatkan jodoh.
Dokter : Tenang, pak. Bapak dan ibuk tidak perlu khawatir, di rumah sakit
ini kami punya terapi penanganan untuk anak autis.
Ika : baiklah dok, kalau itu merupakan penanganannya, kami akan
mengikuti terapi tersebut.
Utuh : iya dok, bantu anak kami .
Dokter : baiklah pak buk. Besok datang saja kerumah sakit ini jam 8 pagi,
anak ibuk dan bapak sudah bisa mengikuti terapi disini.
Nana : iya dok, kalo begitu kami permisi pulang dulu ya dok, terima
kasih.
Dokter : iya sama – sama pak buk.

Kiki masuk ke ruangan terapi dan Nana pun pergi ketempat kerjanya.
Perawat 1 : Namanya siapa dek ?
Kiki : Nama sayaa Kikiii.
Perawat 1 : Umurnya berapa ?
Kiki : limaaa tauuunnn (sambil memainkan , menunjukkan jarinya yang
lima)
Perawat 1 : Kalo sudah besar mau jadi apa ?
Kiki : Doktelll , hehe...
Perawat 2 : Suster Lilis, langsung aja yaa kita lakukan terapi yang pertama
bagaimana ?
Perawat 1 : Oh iyaa , baiklah suster.

Pertama tama, mengajarkan Kiki menirukan gerakan tangan/kaki yang


merupakan gerakan motorik kasar.
Perawat 1 : Ayo, tirukan yaaa, ikuti kakak. (membentangkan tangan)
Kiki : (gamau, malah mengangkat tangannya keatas kepala)
Perawat 2 : (membantu, mengambil tangan oscar, ikut membentangkan
tangan Opi dan menurunkannya)
Perawat 1 : Tirukan ... (sambil membentangkan tangan)
Kiki : (menirukan dan membentangkan tangannya)
Perawat 1 : yeee , pinter sekaliii.. (mencubit pipi Opi)
Kiki : hehehe, makasiiii..
Perawat 2 : Baiklah sus, selanjutnya menirukan gerakan benda.
Suster Melda mengambil mangkok dan sendok dan memberikannya kepada
suster Lilis.
Perawat 1 : (menggoyang goyangkan sendok di dalam mangkok,
memutarnya) ayo tirukann...
Kiki : (kelihatan tertarik, kemudian mengambil sendok tersebut dan
menirukan memutarkan sendok tersebut) hehehe ..
Perawat : iyappp, pinterrr..
Perawat 2 : suster Lilis, terapi Opi selanjutnya mempelajari menyamakan
benda.
Perawat 1 : oh iya , baiklah sus.
Perawat Melda menyiapkan sendok, gelas dan piring di atas meja.
Perawat 1 : (memberikan sendok ke Kiki) Ayo Kiki coba samakan yaa...
Kiki : (Kiki melihat kebenda – benda yang ada di meja dan kemudian
menyamakan sendok yang di tangannya dengan sendok yang ada di meja)
Perawat 1 : iyahhh bener, bagus yaa Kiki..
Perawat 2 : Baiklah Kiki, selanjutnya kita belajar menggerakan motorik halus
yaitu gerakan jari yahh...
Perawat 1 : ikuti yaaa.. (memperlihatkan jari telunjuk, angka satu)
Kiki : (tersenyum dan melihat jari telunjuk suster Lilis)
Perawat 2 : (mengambil jari telunjuk Opi )
Perawat 1 : iyaaah, pinter. Selanjutnya, berdiri.
Kiki : ( Opi tetap duduk)
Pearwat 2 : (membantu Opi berdiri)
Perawat 1 : (duduk kemudian berdiri) Berdiri...
Kiki : (Opi pun berdiri) hehehe...
Perawat 1 : heheh bagus , Opi pinterrr..

ADEGAN 4
Kakek : Cu, ambilkan kakek air dong.
Cucu kakek pergi mengambil air dan memberikannya
Cucu : Kek, kakek tunggu sebentar ya kek. Saya mau ke bawah menebus obat
dulu
(Si Kakek pun turun dari tempat tidur dan keluar ruangan)
Kemudian lewatlah seorang cewek,, dan kakek mengira bahwa itu adalah
cucunya
Kakek : Cucuku..
Jihan : Maaf kek, kakek siapa ya ?
Kakek : Mentang-mentang kamu kuliah di luar negeri kamu sudah lupa ya sama
kakek
Jihan : (Mengernyitkan dahi)
Kemudian datanglah cucu kakek tersebut dan meminta maaf pada Jihan
Cucu : Maaf ya mbak, kakek saya sudah pikun dan sering menganggap orang lain
cucunya.
Jihan : Iya nggak papa mas (Sambil berjalan pergi)
Cucu : kakek tunggu disini, saya akan menaruh obat dulu

ADEGAN 5
Ketika keluarga Kiki keluar ruangan dan duduk, ia bertemu dengan Pasien WNA
yang juga duduk tersebut
Kakek berjalan menyusuri lorong Rumah Sakit dan melihat bule
Pasien WNA : what happened to your daughter ?
Fikri : Our daughter diagnosed autism, Sir.
Pasien WNA : Oh, i’m sorry to hear that. I suggest you to treat your daughter to
Singapore. I hear there is a hospital that especially treat autism.
Fikri : thanks for your suggestion Mr. James

Kakek datang menghampiri mereka dan bertanya pada pasien WNA tersbut
Kakek : Hello mister.What is your name ?
Kemudian datang cucu kakek tersebut untuk menjemput kakeknya
Cucu : Kek ayo, kita harus segera pulang karena kondisi kakek sudah membaik.