Anda di halaman 1dari 14

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Hasil Pengamatan


Hasil pengamatan dari penelitian kadar air, kadar abu, kadar kafein, uji
organoleptik, dan uji protein dari penyangraian biji buah alpukat dalam sepuluh
kali penyangraian biji alpukat di fluidized roaster dalam waktu 6 menit dan 10
menit pada 100 sampai 140℃ penyangaraian ini dilakukan di Belakang
Laboratorium Politeknik Negeri Sriwijaya.
1.1.1 Data Awal
Hasil pengujian data awal dari penyangraian biji alpukat yaitu uji kadar abu,
uji kadar air, dan uji kadar kafein.
Tabel 4. Data Awal
Hasil Persen (%)
Kadar Air 5,187759
Kadar Abu 0,9996
Kadar Kafein 0

4.1.2 Data Pengujian Kadar Air


Hasil pengujian kadar air dari penyangraian biji alpukat dari Roaster dengan
masing-masing suhu 100 sampai 140 ℃ dengan variasi waktu 6 menit dan 10
menit di dalam oven pada suhu 105℃
Tabel 5. Data Kadar Air
Waktu T(oC) % Kadar
Air
6 100 5,187759
110 4,039046
120 3,659947
130 2,516711
140 1,235995
10 100 5,082383
110 3,400285
120 2,194890
130 1,599072
140 1,126820

41
4.1.2 Data Pengujian Kadar Abu
Hasil pengujian kadar abu dari penyangraian biji alpukat dari Roaster dengan
masing-masing suhu 100 sampai 140 ℃ dengan variasi waktu 6 menit dan 10
menit di dalam furnace pada suhu 500℃
Tabel 6. Data Kadar Abu
Waktu T(oC) % Kadar Abu
6 100 0,2515
110 0,36008
120 0,99854
130 0,9996
140 1,00177
10 100 0,32931
110 0,9991
120 0,9995
130 1,00051
140 2,5000

1.1.3 Uji Kadar Kafein


Hasil pengujian kadar abu dari penyangraian biji alpukat dari Roaster dengan
masing-masing suhu 100 sampai 140 ℃ dengan variasi waktu 6 menit dan 10
menit dengan menambahkan kafein.
Tabel 7. Data Kadar Kafein
Waktu T(oC) Warna
6 100 Coklat Bening
110 Coklat
120 Coklat
130 Coklat
140 Coklat
10 100 Coklat
110 Coklat Bening
120 Coklat
Kekuningan
130 Coklat
140 Coklat

4.1.4 Kecepatan Blower


Mengukur kecepatan blower pada alat sangrai berdasarkan bukaan katup
blower yaitu keadaan tertutup, terbuka setengah, dan terbuka penuh.
Tabel 8.Kecepatan UdaraBlower
No Keadaan Tutup Waktu Kecepatan Rata-
rata

42
Blower (menit) (m/s) (m/s)
1 1 3,8
2 3,8
Tertutup 3 3,7 3,74
4 3,7
5 3,7
2 1 6,9
Terbuka 2 6,8
Setengah 3 6,9 6,86
4 6,8
5 6,9
3 1 9,8
Terbuka 2 9,3
Penuh 3 9,2 9,36
4 9,3
5 9,2
4.1.5 Data Pengujian Kecepatan dengan Massa Bahan
Mengukur kecepatan blower pada alat sangrai berdasarkan bukaan katup
blower denganmassa bahan bakuuntuk menentukan terfluidisasi dan tidak
terfluidisasi.
Tabel 9.Data Pengujian Kecepatan udara dengan Massa Bahan (Biji Kopi)
No Massa (gr) Kecepatan Kondisi Tinggi
(m/s) Unggun
(cm)
1 3,74
200 6,86 Terfluidisasi 4
9,36
2 3,74
400 6,86 Terfluidisasi 6
9,36
3 3,74 Tidak Terfluidisasi
500 6,86 Terfluidisasi 7,5
9,36
4 3,74 Tidak Terfluidisasi
600 6,86 Terfluidisasi 8
9,36
5 3,74
800 6,86 Tidak Terfluidsasi 9
9,36

4.1.6 Data Penyangraian Biji Buah Alpukat


Tabel 10. Suhu sangrai 100℃dalam waktu 6 menit
T1 T2 T3 h1 h3 t

43
36,9 44 44,1 49 73 0
37,6 55 44,4 49 74 2
37,3 65 52,0 51 75 4
37,9 76 55,7 48 76 6
38,9 87 61,2 46 77 8
38,3 92 63,5 46 78 10
39,1 95 64,8 45 79 12
39,2 99 64,0 43 79 14
39,4 95 66,4 44 80 16
39,9 102 66,9 42 79 18
39,6 98 67,1 43 80 20
39,6 98 66,3 42 80 22
40,4 105 67,5 41 80 24

Tabel 11. Suhusangrai 100℃ dalam waktu 10 menit


T1 T2 T3 h1 h3 t
31,4 38 32,8 75 72 0
33,6 54 37,1 66 74 2
34,8 70 45,3 59 75 4
35,9 81 48,6 56 74 6
36,1 88 53,5 54 75 8
36,7 100 55,1 53 76 10
37,9 99 53,1 49 75 12
37,8 100 54,0 49 75 14
37,3 98 53,6 49 75 16
37,1 95 53,9 51 75 18
37,4 96 53,9 51 75 20
Ket:
T1 = Suhu Udara Masuk
T2 = Set Point (Tangki)
T3 = Suhu Udara Keluar (Cerobong)
h1 = % kelembaban udara masuk
h3 = % kelembaban udara keluar

Tabel 12. Suhu sangrai 110℃ dalam waktu 6 menit


T1 T2 T3 h1 h3 t
34,4 38 35,4 61 73 0
37,2 58 43,8 55 74 2
38,3 75 49,3 50 74 4

44
38,9 86 55,4 48 76 6
39,4 97 58,8 46 76 8
40,8 110 59,3 44 76 10
41,8 111 58,9 41 75 12
39,1 101 61,1 43 77 14
40,4 102 59,3 43 76 16

Tabel 13. Suhu sangrai 110℃ dalam waktu 10 menit


T1 T2 T3 h1 h3 t
37,3 43 37,9 44 73 0
39,4 60 45,9 42 75 2
40,5 83 51,4 40 75 4
41,8 91 55,1 37 75 6
42,4 99 61,6 34 77 8
42,5 110 63,4 35 78 10
44,8 110 61,5 31 77 12
42,6 106 62,4 33 78 14
44,7 104 55,4 31 76 16
44,1 110 57,8 30 75 18
41,9 105 60,8 34 77 20
Ket:
T1 = Suhu Udara Masuk
T2 = Set Point (Tangki)
T3 = Suhu Udara Keluar (Cerobong)
h1 = % kelembaban udara masuk
h3 = % kelembaban udara keluar

Tabel 14. Suhu sangrai 120℃ dalam waktu 6 menit


T1 T2 T3 h1 h3 t
36,3 38 34,9 53 73 0
38,2 56 41,8 48 75 2
39,4 76 50,8 45 74 4
40,4 90 53,8 43 76 6
41,2 103 62,8 41 77 8
41,4 109 61,4 40 77 10
43,9 120 60,2 36 76 12

45
43,7 118 58,4 35 76 14
43,3 117 58,3 34 76 16
43,1 120 58,5 35 76 18

Tabel 15. Suhu sangrai 120℃ dalam waktu 10 menit


T1 T2 T3 h1 h3 t
35,4 41 36,9 53 74 0
37,7 55 43,5 48 74 2
39,3 74 50,3 46 75 4
39,4 85 52,0 43 76 6
40,6 98 58,1 41 76 8
42,9 113 58,6 37 76 10
44,1 120 58,9 35 76 12
44,0 115 55,0 34 76 14
43,6 122 58,4 34 76 16
42,8 118 58,4 34 76 18
42,4 117 59,9 36 76 20
42,6 118 60,4 35 77 22
Ket:
T1 = Suhu Udara Masuk
T2 = Set Point (Tangki)
T3 = Suhu Udara Keluar (Cerobong)
h1 = % kelembaban udara masuk
h3 = % kelembaban udara keluar

Tabel 16. Suhu sangrai 130℃ dalam waktu 6 menit


T1 T2 T3 h1 h3 t
38,1 55 44,7 47 74 2
38,8 73 53,6 44 75 4
39,2 79 55,5 44 76 6
39,8 86 61,5 43 77 8
41,4 100 66,0 40 79
10
41,8 103 69,8 37 81
12
42,1 108 70,0 36 83
14
42,4 115 70,0 36 84
16

46
42,7 118 70,0 33 84
18
43,4 123 70,0 32 84
20
43,0 126 70,0 30 85
22
42,9 127 70,0 31 85
24

Tabel 17. Suhu sangrai 130℃ dalam waktu 10 menit


T1 T2 T3 h1 h3 t
36,7 39 34,6 55 73 0
37,9 63 43,1 49 74 2
39,1 82 54,0 46 74 4
40,2 97 58,9 44 75 6
40,8 106 61,9 42 77 8
41,2 116 64,2 40 78
10
42,3 116 65,6 38 79
12
42,5 122 66,3 37 79
14
42,7 119 65,2 35 79
16
44,8 124 63,1 33 78
18
45,3 127 62,4 32 77
20
45,0 126 62,0 31 77
22
Ket:
T1 = Suhu Udara Masuk
T2 = Set Point (Tangki)
T3 = Suhu Udara Keluar (Cerobong)
h1 = % kelembaban udara masuk
h3 = % kelembaban udara keluar

Tabel 18. Suhu sangrai 140℃ dalam waktu 6 menit


T1 T2 T3 h1 h3 t

47
33,3 36 31,7 64 73 0
34,5 51 43,9 61 74 2
35,3 67 51,8 59 75 4
35.6 78 57,2 56 77 6
36,6 94 63,6 54 78 8
37,1 101 67,9 53 80
10
37,9 110 68,9 49 79
12
37,9 111 70,0 47 82
14
38,1 112 70,0 46 82
16
37,8 113 70,0 46 83
18
37,7 109 70,0 46 83
20
37,4 113 70,0 46 83
22
37,9 112 70,0 44 84
24
38,8 120 70,0 45 84
26
38,1 120 70,0 45 84
28
38,6 121 70,0 44 84
30
38,6 122 54,7 43 76
32
38,8 121 70,0 43 84
34
39,1 121 70,0 42 84
36
39,3 119 70,0 41 84
38
38,9 119 70,0 42 83
40
39,1 121 70,0 42 84
42

Tabel 19. Suhu sangrai 140℃ dalam waktu 6 menit


T1 T2 T3 h1 h3 t
36,6 36 34,4 49 73 0
39.7 55 42,1 44 75 2
41,0 74 47,3 41 75 4
41,6 87 54,3 39 75 6
43,1 102 59.9 35 76 8

48
45,0 116 61,1 33 76
10
44,4 125 63,9 31 78
12
44,0 128 69,2 31 80
14
47,6 140 67,7 28 79
16
48,4 139 65,8 26 79
18
47,9 140 65,4 25 79
20
46,3 133 63,6 27 78
22
46,6 133 62,9 27 78
24
47,4 136 63,3 26 79
26

Ket:
T1 = Suhu Udara Masuk
T2 = Set Point (Tangki)
T3 = Suhu Udara Keluar (Cerobong)
h1 = % kelembaban udara masuk
h3 = % kelembaban udara keluar
1.1.7 Uji Organoleptik
Hasil pengujian organoleptik dari penyangraian biji alpukat dari Roaster
dengan masing-masing suhu 100 sampai 140 ℃ dengan variasi waktu 6 menit
dan 10 menit.
Tabel 20. Uji Organoleptik
Nama Sampel Warna Aroma Rasa
(E1, 6 menit 100oC) 3 3 5
(E2, 6 menit 110oC) 3 3 5
(E3, 6 menit 120oC) 4 3 5
(E4, 6 menit 130oC) 4 4 5
(E5, 6 menit 140oC) 4 4 6
(F1, 10 menit 100oC) 3 4 5
(F2, 10 menit 110oC) 3 4 5
(F3, 10 menit 120oC ) 4 4 5
(F4, 10 menit 130oC) 4 4 6
(F5, 10 menit 140oC) 4 5 5

49
Tabel 21. Uji Kesukaan
Nama Sampel Warna Aroma Rasa
(E1, 6 menit 100oC) 3 3 3
(E2, 6 menit 110oC) 3 3 3
(E3, 6 menit 120oC) 3 3 3
(E4, 6 menit 130oC) 3 3 3
(E5, 6 menit 140oC) 4 4 3
(F1, 10 menit 100oC) 3 3 3
(F2, 10 menit 110oC) 3 3 3
(F3, 10 menit 120oC) 3 3 3
(F4, 10 menit 130oC) 3 3 3
(F5, 10 menit 140oC) 4 3 3

1.1.8 Uji Protein


Hasil pengujian protein dari penyangraian biji alpukat dengan 4 sampel
yaitu suhu 130oC dan 140oC dengan metode Kjedahl.
Tabel 22. Uji Protein Biji Alpukat
Waktu T(oC) %N %P
6 130 0,2185 1,36563
140 0,2372 1,4825
10 130 0,2465 1,54063
140 0,2708 1,6925

Tabel 23. Uji Protein AVCO


Sampel %N %P
AVCO 0,2783 1,7394

4.2 Pembahasan
4.2.1 Kadar Air
Dari hasil penelitian 10 sampel biji alpukat yang dilakukan di dalam oven
selama 3 jam pada suhu 105oC bahwa pada data uji kadar air sebesar 5,187759
% pada suhu awal 100oC 6 menit kemudian mengalami penurunan pada 110oC
sebesar 4,039046 %, pada suhu 120oC sebesar 3,659947 %, pada suhu130oC
sebesar 2,516711 %, pada suhu 140oC sebesar 1,235995 %. Sedangkan suhu
100oC pada waktu 10 menit 5,082383 % lalu mengalami penurunan pada suhu
110oC sebesar 3,400285 %, pada suhu 120oC sebesar 2,194890 %, pada suhu
130oC sebesar 1,599072 %, pada suhu 140oC sebesar 1,126820 %.

50
6
5

Kadar Air (%)


4
3
2
1
0
90 110 130 150
Suhu (oC)
6 menit 10 menit

Gambar 13. Grafik Kadar Air


4.2.2 Kadar Abu
Dari hasil penelitian 10 sampel biji alpukat yang dilakukan bahwa pada data
uji kadar abu di dalam furnace selama 3 jam pada suhu 500oC bahwa uji kadar
abu sebesar 0,2515 % pada suhu awal 100oC 6 menit kemudian mengalami
penurunan pada suhu 110oC sebesar 0,36008 %, pada suhu 120oC sebesar
0,99854 %, pada suhu 130oC sebesar 0,9996 %, pada suhu 140oC sebesar
1,00177 %. Sedangkan suhu 100oC pada waktu 10 menit 0,32931 %, lalu
mengalami penurunan pada suhu 110oC sebesar 0,9991 %, pada suhu 120oC
sebesar 0,9995 %, pada suhu 130oC sebesar 1,00051 %, pada suhu 140oC
sebesar 2,5 %.
3
2.5
Kadar Abu (%)

2
1.5
1
0.5
0
90 100 110 120 130 140 150
Suhu (oC)
6 menit 10 menit

Gambar 14. Grafik Kadar Abu


4.2.3 Uji Organoleptik
Uji Organoleptik pada 10 sampel maka berdasarkan segi aroma dan warna
hampir mendekati khas kopi kemudian dari segi rasa dominan pahit pada gambar
14 dan 15.

51
8
6
4

Nilai
2
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Sampel
Warna Aroma Rasa

Gambar 15. Grafik Uji Organoleptik


Kriteria Penilaian :
Warna Aroma Rasa
Amat sangat hitam :7 Amat sangat hitam : 7 Amat sangat hitam :
7
Sangat hitam : 6 Sangat Hitam : 6 Sangat Hitam :
6
Hitam : 5 Hitam : 5 Hitam :
5
Biasa : 4 Biasa : 4 Biasa :
4
Kurang Hitam : 3 Kurang Hitam : 3 Kurang Hitam :
3
Tidak Hitam : 2 Tidak Hitam : 2 Tidak Hitam :
2
Sangat Tidak Hitam : 1 Sangat Tidak Hitam : 1 Sangat Tidak Hitam :
1

5
4
Nilai

3
2
1
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Sampel
Aroma Warna Rasa

52
Gambar 16.Grafik Uji Kesukaan
Kriteria Penilaian :
Aroma Warna Rasa
Sangat Suka : 5 Sangat Suka : 5 Sangat Suka : 5
Suka : 4 Suka : 4 Suka : 4
Biasa Saja : 3 Biasa Saja : 3 Biasa Saja : 3
Kurang Suka : 2 Kurang Suka : 2 Kurang Saja : 2
Tidak Suka : 1 Tidak Suka : 1 Tidak Suka : 1
Pada grafik uji organoleptik di atas menunjukkan bahwa dari segi warna dan
aroma hampir mendekati khas kopi serta warna dari khas kopi biasa saja
sedangkan dari segi rasa dominan pahit. Kemudian pada grafik uji kesukaan dari
segi warna dan aroma dominan hampir menyukai dari kopi biji alpukat
sedangkan dari segi rasa yaitu sedikit menyukai.
4.2.4 Uji Protein
Kemudian penelitian uji protein 5 buah sampel dengan metode Kjedahl dan
menghasilkan warna hijau dengan persen %N sebesar 0,2708 % dan % Protein
sebesar 1,6925 %.

2 1.6925
1.54063
1.5 1.36563 1.4825
Uji Protein

1
0.5
0
130 ◦C 140 ◦C
Suhu (oC)
6 menit 10 menit

Gambar 17.Grafik Uji Protein


Pada grafik di atas menunujkkan bahwa kadar protein dari kopi biji alpukat
sangat tinggi dikarenakan pengujian metode Kjedahl dengan 4 buah sampel dan
menghasilkan warna hijau bening kemudian didistilasi dan dititrasi dengan HCl
0,01 N yaitu menghasilkan warna jingga.
4.2.5 Neraca Massa dan Neraca Panas Berdasarkan Kecepatan Fluidisasi
Perhitungan neraca massa dan neraca panas dari alat Fluidized Roaster
berdasarkan kecepatan minimum fluidisasi pada 500 gram biji kopi.

53
Tabel 24.Neraca Massa Biji Kopi
Komponen Input Output
Biji Kopi 500 356,4
Udara 7,17821 7,070765
Air - 143,6
Air berpindah - 0,290375
Total 507,17821 507,3611

Tabel 25. Neraca Panas Biji Kopi


Komponen Input Output
Biji Kopi 50.26135782 3506.286322
Udara 62156.02321 13354.69713
Air - 23345.23505
Q loss - 22000.06607
Total 62206.28457 62206.28457

Maka, hasil pehitungan neraca massa dan neraca panas dari 500 gram biji
kopi pada alat Fluidized Roaster yaitu perbandingan antara input dan output ,
jumlah input pada biji kopi sebesar 507,17821 kg dan output dari keseluruhan
komponen sebesar 507,3611 kg. Kemudian perbandingan neraca panas yang
didapatkan dari jumlah input dan output adalah sama sebesar 62208,28457 Kj.

54