Anda di halaman 1dari 7

RESUME 8

KULIAH DAN PRAKTEK LAPANGAN

Judul Resume : Standar Kompetensi Lulusan dan Implementasinya

Tujuan : Untuk mengetahui Standar Kompetensi Lulusan dan


Penulisan Implementasinya implementasinya di Perguruan Tinggi

Nama : Allvanialista Ikalor

NIM : 170341864511

Tempat/Waktu : Malang 09 September 2018

1. Topik Materi
a. Hakekat Pendidikan dan Pembelajaran
b. Tujuan Pendidikan
c. Ruang Lingkup Ilmu Pendidikan
d. Asas-asas Pembelajaran

2. Pokok Pikiran

a. Standar Kompetensi Lulusan

Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup
sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran lulusan
(CPL). Setiap jenjang pendidikan memiliki kompetensi dasar yang berbeda. Mulai dari pendidikan dasar
yang hanya bertujuan meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Sampai ke jenjang perguruan
tinggi yang bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang berakhlak mulia,
memiliki pengetahuan, keterampilan, kemandirian, dan sikap untuk menemukan, mengembangkan,
serta menerapkan ilmu, teknologi, dan seni, yang bermanfaat bagi kemanusiaan..
Deskripsi capaian pembelajaran minimal aspek kemampuan kerja umum sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 6 ayat (4) huruf c bagi lulusan pendidikan akademik, vokasi, dan profesi:

a. Lulusan pendidikan akademik pada:

1. Program sarjana:

1) mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi di bidang keahliannya melalui penalaran
ilmiah berdasarkan pemikiran logis, kritis dan inovatif;

2) mampu mengkaji pengetahuan dan atau teknologi di bidang keahliannya berdasarkan kaidah
keilmuan, atau menghasilkan karya desain/seni beserta deskripsinya berdasarkan kaidah atau metoda
rancangan baku, yang disusun dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir;

3) mampu mempublikasikan hasil tugas akhir atau karya desain/ seni, yang memenuhi syarat tata tulis
ilmiah, dan dapat diakses oleh masyarakat akademik.
4) mampu menyusun dan mengkomunikasikan ide dan informasi bidang keilmuannya secara efektif,
melalui berbagai bentuk media kepada masyarakat akademik;

2. Program magister:

1) mampu menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan /atau teknologi di bidang
keahliannya melalui penalaran dan penelitian ilmiah berdasarkan pemikiran logis, kritis dan kreatif;

2) mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi di bidang keahliannya melalui


penelitian ilmiah, atau menghasilkan karya desain/seni beserta konsep kajian yang didasarkan pada
kaidah desain/seni, yang disusun dalam bentuk tesis dan dapat diakses oleh masyarakat akademik;

3) mampu mempublikasikan hasil penelitian bidang keilmuannya pada jurnal ilmiah yang terakreditasi;

4) mampu menyusun dan mengkomunikasikan ide dan argumen yang dapat dipertanggungjawabkan
secara ilmiah dan etika akademik, melalui berbagai bentuk media kepada masyarakat terutama
masyarakat akademik;

5) mampu mengidentifikasi bidang keilmuan obyek penelitiannya dan memposisikan ke dalam suatu
peta penelitian untuk dapat berkontribusi dalam penelitian multidisipliner;

6) mampu melaksanakan penelitian bidang keilmuannya berbasis peta penelitian, dengan pendekatan
inter atau multi disipliner, baik secara mandiri maupun bekerjasama dengan lembaga lain.

3. Program doktor:

1) mampu menemukan, menciptakan, dan memberikan kontribusi pada pengembangan, serta


pengamalan ilmu pengetahuan dan/ atau teknologi di bidang keahliannya melalui penalaran dan

penelitian ilmiah berdasarkan pemikiran logis, kritis, kreatif, dan arif;

2) mampu menemukan atau menciptakan ilmu pengetahuan dan/atau teknologi di bidang keahliannya
melalui penelitian ilmiah dengan pendekatan inter, multi atau transdisipliner, yang disusun dalam
bentuk disertasi yang dapat diakses oleh masyarakat akademik;

3) mampu mempublikasikan hasil penelitian di bidang keilmuannya pada jurnal ilmiah yang
terakreditasi;

4) mampu menyusun dan mengkomunikasikan pandangan kritis, argumen, dan solusi terhadap
masalah/isu mutakhir di dalam masyarakat yang terkait bidang keilmuannya, yang dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etika akademik, melalui berbagai bentuk media kepada
masyarakat;
5) mampu menyusun peta jalan penelitian bidang keilmuannya melalui kajian kritis atas fakta, konsep,
prinsip, dan teori;

6) mampu mengembangkan penelitian bidang keilmuannya yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu
pengetahuan dan/atau teknologi, serta peningkatan kemaslahatan manusia dengan berbasis peta jalan
penelitian, melalui pendekatan inter, multi, atau transdisipliner, baik secara mandiri maupun
bekerjasama dengan lembaga lain.

Deskripsi capaian pembelajaran minimal aspek hak/kewenangan dan tanggungjawabsebagaimana


dimaksud dalam Pasal 6 ayat (4) huruf e bagi lulusan pendidikan akademik, vokasi, dan profesi:

12

a. Lulusan pendidikan akademik pada:

1. Program sarjana:

1) mampu bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri dan dapat diberi
tanggungjawab atas pencapaian hasil kerja lembaga atau organisasi dengan mengutamakan
keselamatan dan keamanan kerja;

2) mampu mengambil keputusan secara tepat berdasarkan analisis dalam melakukan supervisi dan
evaluasi terhadap pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya;

3) mampu mengelola pembelajaran diri sendiri;

4) mampu mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan pembimbing, kolega, sejawat di
dalam maupun di luar lembaga;

5) mampu menginternalisasi semangat kewirausahaan.

2. Program magister dan magister terapan:

1) mampu memimpin suatu tim kerja atau tim penelitian pada bidang keahlian/keilmuannya;

2) mampu mengelola data hasil penelitian (mendokumentasikan, menyimpan, mengaudit,


mengamankan, dan menemukan kembali) untuk keperluan penelitian lanjutan;
3) mampu merencanakan, mengelola sumber daya dan melakukan evaluasi atas pelaksanaan program
yang berada di bawah tanggungjawabnya untuk menghasilkan langkah pengembangan strategis
organisasi;

4) mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran mandiri;

5) mampu mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan pembimbing, kolega, sejawat di
dalam lembaga dan komunitas penelitian yang lebih luas;

6) mampu berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui pelaksanaan kurikulum
pendidikan tinggi.

3. Program doktor dan doktor terapan:

1) mampu memimpin suatu tim kerja atau tim penelitian pada bidang keahlian/keilmuannya;

2) mampu mengelola data hasil penelitian (mendokumentasikan, menyimpan, mengaudit,


mengamankan, dan menemukan kembali) untuk keperluan penelitian lanjutan atau penelitian lain;

3) mampu meningkatkan mutu sumber daya untuk pengembangan program strategis organisasi;

4) mampu mengembangkan dan memelihara jaringan kerja dengan pembimbing, kolega, sejawat di
dalam lembaga dan komunitas penelitian yang lebih luas;

5) mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran mandiri dan tim yang berada di bawah
tanggungjawabnya;

6) mampu berkontribusi di dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi melaluievaluasi atau


pengembangan kebijakan, regulasi, dan metoda.

ementara indikator capaian kinerja (performance) adalah ukuran capaian (achievement) kompetensi
yang dimiliki lulusan.

Departemen Pendidikan Nasional melalui Keputusan Menteri No. 232/U/2000 telah menetapkan bahwa
program sarjana diarahkan pada hasil lulusan yang memeiliki kualifikasi sebagai berikut :

menguasai dasar-dasar ilmiah dan ketrampilan dalam bidang keahlian tertentu sehingga mampu
menemukan, memahami, menjelaskan, dan merumuskan cara penyelesaian masalah yang ada di dalam
kawasan keahliannya;

mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya sesuai dengan bidang
keahliannya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan perilaku
yang sesuai dengan tata kehidupan bersama;
mampu bersikap dan berperilaku dalam membawakan diri berkarya di bidang keahliannya maupun
dalam berkehidupan bersama di masyarakat;

mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian yang merupakan
keahliannya.

Sementara Quality Assurance Agency for Higher Education (2004) menetapkan bahwa suatu program
studi harus memiliki standar capaian (standard achievement) kompetensi lulusan yang dihasilkan.
Standar capaian kompetensi diwujudkan dalam bentuk kinerja lulusan yang diklasifikasikan menjadi tiga
tingkat yaitu :

Treshold performance, yaitu kinerja kompetensi minimal yang harus dimiliki lulusan untuk mendapatkan
gelar jenjang pendidikan tertentu.

Typical performance, yaitu kinerja kompetensi diatas minimal yang harus dimiliki lulusan untuk
mendapatkan gelar jenjang pendidikan tertentu.

Excellent performance, yaitu kinerja kompetensi lulusan yang jauh diatas kompetensi dan ketrampilan
yang ditetapkan.

Seseorang dianggap kompeten dalam bidang tertentu bila ia mampu menunjukkan tindakan cerdas yang
penuh tanggung jawab dalam bidang tersebut, sehingga ia mendapat kepercayaan dari masyarakat.
Tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab, yang merupakan tindakan pengambilan keputusan yang
sangat kompleks, didasari oleh berbagai kemampuan, yang dalam SK Mendiknas No. 045/U/2002
disebut sebagai elemen kompetensi, yang terdiri dari:

landasan kepribadian,

penguasaan ilmu dan keterampilan,

kemampuan berkarya,

sikap dan perilaku dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang
dikuasai, serta

pemahaman kaidah kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.

Di samping dari segi substansi seperti yang diuraikan di atas, kompetensi juga dapat dilihat dari segi
tataran, seperti yang tersurat dalam SK Mendiknas No. 45/U/2002, yang mengelompokkan kompetensi
menjadi :

kompetensi utama,

kompetensi pendukung,
dan kompetensi lain.

Di samping apa yang telah dinyatakan di atas, dapat dilihat bahwa ada empat ultimate outcomes dari
Unesco (learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to get together) dapat dikatakan
merupakan kompetensi yang selayaknya dikusai oleh semua umat, tanpa memandang batas negara dan
bangsa. Semua umat di muka bumi ini seyogyanya memiliki keempat kemampuan tersebut sebagai
dasar untuk hidup secara layak. SK Mendiknas No. 045/U/2002 menetapkan lima elemen kompetensi,
yang tampaknya dijabarkan dari empat pilar Unesco, yaitu: learning to know, learning to do, learning to
be, dan learning to get together.

Sumber: Direktorat Akademik Dirjen Dikti Depdiknas 2008.

Pertanyaan

Apakah tujuan utama adanya standar kelulusan bagi mahasiswa?

untuk dapat mempersiapkan para lulusan dapat langsung bekerja yang sesuai dengan bidangnya,
mampu mengimplementasikan ilmunya serta mampu menegembangkan diri untuk menjawab tantangan
yang baru dan berpikiran untuk belajar selama hidupnya.

Anda mungkin juga menyukai