Anda di halaman 1dari 7

1. Jelaskan proses penyusunan neraca lajur!

- Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan atau membuat format / bentuk neraca lajur.

No Perkiraan Neraca Saldo Jurnal Neraca Saldo Laba Rugi Neraca


Akun Penyesuaian Disesuaikan

Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit

- Langkah selanjutnya, silahkan pindahkan akun-akun beserta jumlah saldo perkiraan pada kolom neraca saldo. Penting diingat,
terkadang sering terjadi kekeliruan untuk memindahkan data yang ada pada neraca saldo, jadi pindahkan akun dan jumlah saldonya
dengan teliti dan cermat dan sesuai dengan yang tercatat pada kolom neraca saldo, seandainya di saldo di kolom debet letakkan juga
di sebelah debet begitupun pada kolom.
- Jumlahkan kolom neraca saldo, pastikan kedua kolom berjumlah seimbang (balance). Hal ini juga bias menunjukkan ketepatan saat
memindahkan akun di langkah pertama tadi.
- Masukkan informasi akun-akun yang telah disesuaikan yang terdapat pada jurnal penyesuaian di kolom sebelah neraca saldo.
pastikan nama akun/perkiraan yang tidak terdapat pada neraca saldo ditambahkan dibagian bawah dan menyesuaikan dengan kode
akunnya. Jumlahkan saldo jurnal penyesuaian sampai ditemukan angka yang seimbang (balance).
- Pada kolom neraca setelah disesuaikan, yang perlu dilakukan adalah menjumlahkan kolom debet di neraca saldo dengan kolom debet
di kolom penyesuaian sesuai dengan jenis akunnya. Begitupun dengan kolom kredit neraca saldo di jumlahkan dengan kolom kredit
di penyesuaian.
- Jumlahkan dan periksa kembali hasil penjumlahan neraca setelah penyesuaian tersebut.
- Pada laporan laba rugi, yang dilakukan adalah memindahkan saldo akun nominal. Saldo nominal sendiri adalah akun yang terdiri dari
pendapatan dan beban. Sedangkan yang disebut dengan akun riil adalah akun perkiraan selain pendapatan dan beban. Selanjutnya,
silahkan masukkan seluruh saldo akun nominal dari kolom neraca setelah disesuaikan, ingat ! hanya akun nominal yaa. Pada kolom
kredit akun pendapatan dan pada kolom debet akun beban.
- Jumlahkan seluruh saldo debet maupun kredit pada kolom laba rugi. Hasilnya adalah selisih antara pendapatan dan beban. Jika
jumlah kolom kredit lebih besar itu artinya laba / keuntungan perusahaan, dan jika sebaliknya atau jumlah debet lebih besar artinya
rugi /kerugian perusahaan.
- Selanjutnya jumlahkan dan periksa masing-masing kolom debet dan kredit dan pastikan jumlahnya seimbang.
- Lakukan hal yang sama dengan langkah sebelumnya dengan menjumlahkan masing-masing kolom pada jenis neraca. Dengan
memasukkan akun dan jumlah saldo masing-masing akun, kecuali pendapatan beban dan akumulasi penyusutan.

2. Jelaskan metode laporan laba rugi dapat disajikan dengan menggunakan dua bentuk, yaitu bentuk single-step dan bentuk
multiple-step!
Single Step
Laporan laba rugi dalam bentuk single step disusun dengan mengelompokkan semua pendapatan ke dalam satu pengelompokan yang
disebut penghasilan. Semua beban yang timbul selama periode tersebut juga dikelompokkan ke dalam satu kelompok yang disebut
beban. Selisih dari total penghasilan dan total beban jika positif maka disebut sebagai laba dan jika negatif disebut rugi.
Multiple Step
Berbeda dengan bentuk laporan single step, bentuk laporan laba rugi multiple step disusun secara bertahap, semua penghasilan dan
bebannya disajikan berdasarkan urutan aktivitasnya yaitu kegiatan usaha, diluar usaha dan luar biasa (kebakaran, gempa, banjir, dll).
Terkait penyajian pos luar biasa, didalam multiple step terdapat dua perlakuan dimana perusahaan dapat memilih untuk menganut
perlakuan mana:
a. All-Inclusive. Kerugian dari pos luar biasa dapat disajikan dalam laporan laba rugi.
b. Current Operating Performance. Pencatatan kerugian dari pos luar biasa tidak boleh disajikan dalam laporan laba rugi, tapi
disajikan dalam laporan lava ditahan (perubahan Modal).

3. Jelaskan 2 jenis subsequent events!


a. Subsequent Collection
Penagihan sesudah tanggal neraca, sampai mendekati selesainya pekerjaan lapangan/audit field work, dan dilaksanakan dalam
pemeriksaan piutang, dan barang dalam perjalanan
b. Subsequent Payment
Pembayaran sesudah tanggal neraca sampai mendekati selesainya audit field work, dan dilaksanakan pada saat pemeriksaan hutang dan
biaya yang masih harus dibayar.
Kantor Akuntan Publik Susilo dan rekan
Jurnal Umum
Untuk periode 1 Januari 2015 sampai 31 Januari 2015
DEBIT KREDIT
Tanggal Keterangan
Acc. Name Rp Acc. Name Rp
01/01/2015 Membuka KAP, Uang kas ke kantor sebesar Kas Rp 5.000.000 Modal usaha Rp 15.000.000
Rp5.000.000 dan peralatan kantor sebesar
Rp10.000.000 sebagai modal awal untuk membuka Peralatan kantor Rp 10.000.000
usaha.
01/01/2015 Membayar sewa gedung untuk 1,5 tahun sebesar Sewa dibayar dimuka Rp 4.500.000 Kas Rp 4.500.000
Rp4.500.000

03/01/2015 Membantu jasa konsultasi PT. Karya Amanah Piutang usaha Rp 10.000.000 Pendapatan jasa Rp 10.000.000
dan dibayar bulan depan sebesar Rp10.000.000
07/01/2015 Mendapatkan uang sebesar Rp5.000.000 dari Kas Rp 5.000.000 Piutang usaha Rp 5.000.000
klien atas jasa konsultasi yang diberikannya.
09/01/2015 Meminjam uang ke bank sebesar Rp50.000.000 Kas Rp 50.000.000 Utang usaha Rp 50.000.000
14/01/2015 Membantu jasa konsultasi PT. Karya Sejati dan Kas Rp 12.000.000 Pendapatan jasa Rp 20.000.000
dibayar sebesar Rp20.000.000 dimana 40 % nya
dibayar tanggal 20 Jan 2015 Piutang usaha Rp 8.000.000
18/01/2015 Tuan Susilo membayar gaji karyawan ( bagian Beban gaji Rp 1.500.000 Kas Rp 1.500.000
administrasi ) sebesar Rp1.500.000
20/01/2015 Menerima uang dari utang klien pada 14 Jan 2015 Kas Rp 8.000.000 Piutang usaha Rp 8.000.000

23/01/2015 Membayar utang ke bank sebesar Rp2.500.000 Utang usaha Rp 2.500.000 Kas Rp 2.500.000
25/01/2015 Memberikan konsultasi kepada Pak Ahmad dan Kas Rp 5.000.000 Pendapatan jasa Rp 5.000.000
dibayar tunai sebesar Rp5.000.000
30/01/2015 Membayar biaya telepon sebesar Rp100.000, air Beban telepon, air dan listrik Rp 350.000 Kas Rp 350.000
sebesar Rp100.000 dan biaya listrik sebesar
Rp150.000
31/01/2015 Memberikan jasa konsultan kepada PT. Graha Vero Kas Rp 5.000.000 Pendapatan jasa Rp 5.000.000
dan dibayar tunai sebesar Rp5.000.000
Kantor Akuntan Publik Susilo dan rekan
Buku Besar
Untuk periode 1 Januari 2015 sampai 31 Januari 2015

Nama Akun: Modal Usaha Nama Akun: Peralatan Kantor


Saldo Normal: Kredit Saldo Normal: Debit
Tanggal Saldo Awal Debit Kredit Saldo Akhir Tanggal Saldo Awal Debit Kredit Saldo Akhir
01/01/2015 Rp 15.000.000 01/01/2015 Rp 10.000.000
Rp 15.000.000 Rp 10.000.000
Total Rp 15.000.000 Total Rp 10.000.000

Nama Akun: Kas Nama Akun: Sewa Dibayar Dimuka


Saldo Normal: Debit Saldo Normal: Debit
Tanggal Saldo Awal Debit Kredit Saldo Akhir Saldo
Tanggal Debit Kredit Saldo Akhir
01/01/2015 Rp 5.000.000 Rp 4.500.000 Awal
Rp 5.000.000 01/01/2015 Rp 4.500.000
07/01/2015 Rp 4.500.000
Rp 50.000.000 Total Rp 4.500.000
09/01/2015
14/01/2015 Rp 12.000.000
18/01/2015 Rp 1.500.000
20/01/2015 Rp 8.000.000 Rp 81.150.000
23/01/2015 Rp 2.500.000
25/01/2015 Rp 5.000.000
30/01/2015 Rp 350.000
31/01/2015 Rp 5.000.000
Total Rp 90.000.000 Rp 8.850.000
Nama Akun: Piutang Usaha Nama Akun: Pendapatan Jasa
Saldo Normal: Debit Saldo Normal: Kredit
Saldo Tanggal Saldo Awal Debit Kredit Saldo Akhir
Tanggal Debit Kredit Saldo Akhir
Awal
03/01/2015 Rp 10.000.000
03/03/2015 Rp 10.000.000
14/01/2015 Rp 20.000.000
07/01/2015 Rp 5.000.000
25/01/2015 Rp 5.000.000 Rp 40.000.000
14/01/2015 Rp 8.000.000 Rp 5.000.000
31/01/2015 Rp 5.000.000
20/01/2015 Rp 8.000.000
Total Rp 40.000.000
Total Rp 18.000.000 Rp 13.000.000

Nama Akun: Utang Usaha


Saldo Normal: Kredit
Tanggal Saldo Awal Debit Kredit Saldo Akhir
09/01/2015 Rp 50.000.000
23/01/2015 Rp 2.500.000 Rp 47.500.000
Total Rp 2.500.000 Rp 50.000.000

Nama Akun: Beban Gaji


Saldo Normal: Debit
Tanggal Saldo Awal Debit Kredit Saldo Akhir
18/01/2015 Rp 1.500.000
Rp 1.500.000
Total Rp 1.500.000

Nama Akun: Beban telepon, air dan listrik


Saldo Normal: Debit
Tanggal Saldo Awal Debit Kredit Saldo Akhir
30/01/2015 Rp 350.000
Rp 350.000
Total Rp 350.000
Kantor Akuntan Publik Susilo dan rekan
Neraca Saldo
Untuk periode 1 Januari 2015 sampai 31 Januari 2015
Saldo
No Nama Akun Saldo Normal
D K
1 Modal Usaha K 15.000.000
2 Kas D 81.150.000
3 Peralatan Kantor D 10.000.000
4 Sewa Dibayar Dimuka D 4.500.000
5 Piutang Usaha D 5.000.000
6 Pendapatan Jasa K 40.000.000
7 Utang Usaha K 47.500.000
8 Beban Gaji D 1.500.000
9 Beban telepon, air dan listrik D 350.000
TOTAL BALANCE 102.500.000 102.500.000

Anda mungkin juga menyukai