Anda di halaman 1dari 3

Kenali Hewan dengan Racun Paling Mematikan

Setiap manusia tentunya mempunyai insting bertahan dalam berbagai bahaya ataupun
situasi yang mengganggu dalam kehidupan kita, begitupun dengan oraganisme-organisme lain,
termasuk hewan. Beberapa hewan mempunyai insting pertahanan dengan cara menyerang
predatornya menggunakan toksin berupa racun (poison) atau bisa (venom) yang dapat
melumpuhkan bahkan bersifat mematikan.

Sebelum membahas lebih lanjut perlu diketahui perbedaan antara racun (poison) dan bisa
(venom) yang sering dianggap sama artinya oleh masyarakat umum padahal memiliki arti yang
sangat berbeda. Racun hanya dapat terabsorbsi melalui kulit atau pencernaan,oleh karena itu kita
hanya akan terpapar racun ini apabila kita menyentuh hewan ini ataukah memakannya. Sedangkan
bisa (venom) menyuntikkan racunnya melalui gigitan, sengatan, atau tusukan yang dapat masuk
langsung ke dalam pembuluh darah.

Beberapa hewan berbahaya yang mengandung racun ataupun bisa sebaiknya dihindari
dalam berinteraksi dengan mereka ataupun mengonsumsinya karena dapat menimbulkan resiko
yang sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh dan dapat menimbulkan kematian untuk manusia.

1. Poison Dart Frog (Katak Panah Beracun)

Katak beracun ini tidak hanya dari satu spesies saja, melainkan seluruh dari famili katak ini
yaitu Dendrobatidae bersifat beracun. Jika dilihat sekilas katak ini memang tampak menarik
dan indah untuk dilihat, namun jangan pernah sekali kali untuk menyentuhnya. Salah satu
spesies yang paling mematikan, golden dart forg memiliki racun yang sangat poten dimana
dalam jumlah sedikit sudah dapat membunuh manusia dewasa. Racun ini mengandung
pumiliotoxin, histrinicotoxin, bathrachotoxin, yang dapat memblok sinyal saraf ke otot yang
dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Oleh karena itu racun pada katak ini sering
dimanfaatkan dalam pembuatan panah beracun oleh suku-suku pedalaman di Amerika yang
digunakan untuk perang ataupun pertahanan diri.
2. Puffer Fish (Ikan Buntal)
Di Indonesia lebih dikenal sebagai ikan buntal. Ikan ini sama sekali tidak berbisa atau
memiliki venom, dan hanya akan berbahaya apabila dikonsumsi dengan proses pengolahan
yang salah. Di jepang ikan ini dapat dikonsumsi namun hanya dapat diolah dan disajikan oleh
koki yang mempunyai sertifikasi khusus dalam menangani ikan buntal ini, hal ini
dikarenakan ikan ini mengandung tetrodotoxin pada bagian kulit, hati, dan kelenjarnya yang
dapat menyebabkan gangguan sistem pencernaan, ataxia (kehilangan koordinasi atas
gerakan otot) yang dapat menyebabkan kelemahan otot dan kelumpuhan.
3. Blue-Ringed Octopus (Gurita Cincin Biru)
Gurita kecil ini kira-kira berukuran sama seperti bola golf, meiliki motif lingkaran biru yang
indah pada tubuhnya. Indah namun berbahaya, gurita ini mengandung racun jenis yang
sama dengan ikan buntal yaitu tetrodotoxin yang dapat menyebabkan gangguan penglihata,
kelumpuhan dan kegagalan pernapasan, bahkan kematian. Gurita cincin biru dapat ditemui
di perairan Australia, Jepang, Filipina, Indonesia, dan Papua Nugini.
4. Cone Snail
Genus Conus termasuk beberapa siput laut yang memiliki cangkang dengan bentuk yang
indah dapat ditemukan pada samudra Pasifik dan samudra Hidia. Siput ini memproduksi
berbagai jenis neurotoksin (alpha, mu, dan omega conotoxin) yang bersifat sangat
mematikan pada mangsanya dan dapat memnyebabkan kegagalan pernapasan pada
manusia, penglihatan kabur, bahkan dapat melumpuhkan. Belum terdapat antivenom yang
tersedia untuk pengobatannya. Bantuan pernapasan dan penanganan yang tepat dapat
menyelamatkan nyawa penderita.
5. Sea Snake (Ular laut)
Ular laut merupakan reptil berbisa yang banyak di temukan di samudra Hindia dan Pasifik.
Semua ular laut bersifat beracun. Meskipun bisa ular laut bersifat sangat toksik, tetapi
jumlah bisa (venom) yang diinjeksikan per gigitan sangat sedikit. Bisa ular laut dapat
menyebabkan sakit pada otot dan pada kasus yang parah menyebabkan myoglobinuria (sel
darah merah dalam urin) beberapa jam setelah gigitan. Pada ular laut Enhydrina schistosa
yang menghasilkan notexin dan myotoxin juga dapat menginduksi edema (akumulasi cairan)
yang menimbulkan bengkak, dan juga menyebabkan kematian pada serabut otot.
6. Laba-Laba Berbisa
Suatu penelitian mengatakan laba-laba funnel-web (Atrax dan Hadronyche)
merupakan laba-laba yang paling berbaya bagi manusia karena bisa (venom) dari hewan ini
dapat menimbulkan efek lokal maupun sistemik termasuk hipertensi, aritmia, koma, dan dan
kematian. Venom dari laba-laba betina funnel-web dapat membunuh seorang anak dalam
waktu 15 menit, meskipun begitu sampai saat ini belum ada kasus kematian yang dilaporkan
semenjak pengembangan antivenom-nya pada tahun 1981.
The Guinness Book of World Record justru menuliskan Brazilian wandering spider
(Phoneutria) sebagai laba-laba yang paling berbisa. Berdasarkan catatan, hanya 0.006 mg
venom laba-laba ini sudah dapat membunuh seekor tikus.
Pertolongan petama yang dapat apabila tergigit oleh laba-laba beracun ini, dengan
membalut dan mengikat dengan kuat daerah gigitan untuk mencegah penyebaran bisa
(venom) hingga pasien tiba di rumah sakit.
7. Scorpion (Kalajengking)
Beberapa venom kalajengking sangat berbahaya dan dapat membunuh manusia. Beberapa
ahli menyatakan Kalajengking Merah India sebagai yang paling mematikan diantara jenis
kalajengking lainnya. Efek dari venom kalajengking dapat menyebabkan kontraksi otot yang
terus menerus yang memicu kejang berkelanjutan. Sengatan kalajengking menyebabkan
nyeri lokal yang intens pada bagian kulit yang tersengat, diikuti dengan pupil mata yang
melebar, produksi saliva berlebih (hypersalivation), muntah, dan diare, hipertensi, edema
paru, aritmia.
Terdapat antivenom yang tersedia, nyeri sengatan dapat dikurangi dengan anastesi
lokal. Pada pasien dengan gejala kardiovaskular parah dapat digunakan vasodilator.
8. Box Jelly Fish (Ubur-ubur Kotak)
Ubur-ubur memiliki kapsul penyengat, yaitu nematosit, yang akan berpenetrasi pada
kulit dan menginjeksikan venom yang dapat menyebabkan kegagalan pernapasan. Ubur-
ubur ini lebih berbahaya lagi karena sangat transparan dan hampir tidak terlihat jika tidak
diperhatikan dengan lebih teliti.
Hal terburuk yang dapat terjadi, dikarenakan sengatan yang sangat menyakitkan,
korban biasanya mengalami syok, dan tenggelam atau mati karena gagal jantung sebelum
dapat mencapai tepi pantai.
Untungnya, antivenom untuk spesies ubur-ubur kotak ini sudah di produksi di
Australia. Namun meskipun antivenom sudah tersedia, penanganan pertama untuk sengatan
ini harus lebih cepat, cuka dapat diberikan minimal 30 detik setelah sengatan . Cuka
mengandung asam asetat yang akan menghalangi nematosit yang belum masuk ke dalam
pembuluh darah. Menggunakan celana atau pakaian ranang dari karet yang tertutup juga
merupakan tindakan pencegahan yang baik untuk menghindari sengatan ubur-ubur kotak