Anda di halaman 1dari 9

TUGAS MAKALAH

KIMIA MEDISINAL

“HUBUNGAN HKSA, ADME, KELARUTAN AKTIVITAS BIOLOGIS


STRUKTUR DAN INTERAKSI ANTARA SENYAWA DENGAN RESEPTOR
PADA OBAT TOLBUTAMID”

DISUSUN OLEH :

NAMA : NURAFNI OKTIVIYANTI

NIM : G 701 16 200

KELAS :A

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS TADULAKO

PALU

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
berkahnya serta salam kepada baginda besar Muhammad SAW yang telah
memberikan cahaya hidup sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
baik.
Dalam penyusunan makalah ini, penyusun menyadari tanpa adanya dukungan
dan bantuan dari berbagai pihak, baik dalam bentuk dorongan moril maupun materil,
makalah ini tidak akan terwujud sebagaimana harapan penyusun. Oleh karena
itu, penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas motivasi
dan bantuan yang telah diberikan.
Dalam penyusunan makalah ini penyusun telah berusaha melakukan
yang terbaik namun,masih begitu banyak kekurangan. Oleh karena itu, saran
dan kritik yang membangun sangat saya harapkan. Semoga bermanfaat dan
dapat diterima dengan baik. Dan semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan
rahmat,taufik dan hidayahnya kepada kita semua.Amin.

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kimia medisinal adalah ilmu pengetahuan yang merupakan
cabang ilmu kimia dan biologi, digunkan untuk memahami dan menjelaskan
mekanisme kerja obat pada tingkat molekul.kimia medisinal melibatkan
studi hubungan struktur kimia senyawa dengan aktivitas biologis dan
menghubungkan perilaku biodinamik melalui sifat-sifat kimia fisika dan
kereaktifan kimia senyawa obat. Sifat kimia fisika dapat mempengaruhi
aktivitas biologis obat oleh karena dapat mempengaruhi distribusi obat
dalam tubuh dan proses interaksi reseptor.
Aktivitas senyawa bioaktif disebabkan oleh interaksi antara molekul
obat dengan bagian molekul dari obyek biologis.dasar dari aktivitas obat
adalah proses-proses kimia yang kompleks mulai dari saat obat diberikan
sampai terjadinya respon biologis.
Hubungan kuantitatif struktur kimia dan aktivits biologis obat
(HKSA) merupakan bagian penting rancangan obat, dalam usaha
mendapatkan suatu obat baru dengan aktivitas yang lebih besar, keselektifan
yang lebih tinggi, toksisitas atau efek samping yang sekecil mungkin dan
kenyamanan yang lebih besar. Modifikasi molekul merupkan metode yang
digunakan untuk mendapatkan obat baru dengan aktivitas yang
dikehendaki, antara lain yaitu meningkatkan aktivitas obat, menurunkan
efek samping, memperpanjang masa kerja obat, dan meningkatkan aspek
ekonomis obat.
Aktivitas obat berhubungan dengan sifat kimia fisika obat, dan
merupakan fungsi dari struktur molekul obat. Hubungan struktur kimia dan
aktivitas biologis yang tidak baik dapat disebabkan oleh kurang baiknya
metode penelitian yang digunakan. Oleh karena itu, pengetahuan tentang
hubungan struktur kimia dan aktivitas biologis merupakan dasar penting dari
penggunaan rancangan obat.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana hubungan HKSA dari obat tolbutamid?
2. Bagaimana absorbsi, distribusi, metabolisme, dan eksresi dari obat
tolbutamid?
3. Bagaimana kelarutan obat tolbutamid?
4. Bagaimana hubungan struktur dan aktivitas biologis obat tolbutamid?
5. Bagaimana interaksi obat tolbutamid dengan reseptor?

C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui hubungan HKSA dari obat tolbutamid.
2. Untuk mengetahui absorbsi, distribusi, metabolisme, dan eksresi dari obat
tolbutamid.
3. Untuk mengetahui kelarutan obat tolbutamid.
4. Untuk mengetahui hubungan struktur dan aktivitas biologis obat
tolbutamid.
5. Untuk mengetahui interaksi obat tolbutamid dengan reseptor.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Hubungan HKSA dari obat tolbutamid.

Tolbutamide adalah kelompok obat yang disebut sulfonylureas. Obat


diabetes oral ini membantu mengontrol kadar gula dalam darah. Masa kerja
tolbutamid relative pendek karena cepat mengalami oksidasi pada gugus p-
metil menjadi gugus karboksilat yang tidak aktif . Tolbutamid mudah
terdegradasi sehingga bekerja dengan aksi yang pendek, setelah dimodifikasi
menjadi klorpropamid dengan aktivitas yang sama, dapat bekerja lebih
panjang karena dapat tahan terhadap reaksi oksidasi pada saat metabolisme.

B. Absorbsi, Distribusi, Metabolisme, dan Eksresi dari Obat Tolbutamid.


Tolbutamid diserap secara cepat dalam saluran cerna kadar obat dalam
darah minimum dicapai setelah 5-8 jam pemberian oral. Tolbutamid
diabsorbsi pada saluran cerna setelah administrasi secara oral. Masa kerja
tolbutamid relative pendek karena cepat mengalami oksidasi pada gugus p-
metil menjadi gugus karboksilat yang tidak aktif.
Distribusi tolbutamid diserap dan masuk ke dalam aliran darah
kemudian secara ekstensif berikatan dengan protein plasma. Distibusi
tolbutamid dalam jaringan dan cairan tubuh manusia belum dapat diketahui
seluruhnya, namun obat-obatan golongan sulfonylurea terdistribusi dalam
cairan ekstraseluler, sebagian kecil tolbutamid juga dapat terdistribusi dalam
empedu. Ikatan plasma protein tolbutamid adalah sebesar 95%.
Metabolism dan eksresi tolbutamid dalam hati melalui hidroksilasi
yang dimediasi oleh CYP450 isoenzim CYP2C9, dan dieksresikan pada feses
dan urin . selain itu, tolbutamid juga terdeteksi pada air susu ibu.

C. Kelarutan Obat Tolbutamid.

Bentuk dasar dari tolbutamid ini praktis tidak larut dalam air atau 1
bagian tolbutamid membutuhkan lebih dari 10000 bagian air untuk dapat
larut. Sebenarnya terdapat bentuk garam dari tolbutamid, yaitu tolbutamid
natrium yang digunakan dalam sediaan injeksi tolbutamid. Bentuk garam dari
tolbutamid ini memiliki kelarutan yang lebih baik daripada bentuk dasarnya,
yaitu mudah larut dalam air ( 1 bagian tolbutamid : 10 bagian air).

D. Aktivitas Biologis Obat Tolbutamid.


Tolbutamid aktif secara farmakologi dalam bentuk basa/ dasarnya.
Sulfonilurea menurunkan glukosa darah pada pasien dengan NIDDM dengan
langsung merangsang pelepasan insulin akut dari sel beta pankreas yang
berfungsi dengan jaringan oleh proses yang tidak diketahui yang melibatkan
reseptor sulfonilurea (reseptor 1) pada sel beta. Sulfonilurea menghambat
saluran ATP-kalium pada membran sel beta dan penghabisan kalium, yang
menghasilkan depolarisasi dan masuknya kalsium, pengikatan kalsium-
calmodulin, aktivasi kinase, dan pelepasan butiran yang mengandung insulin
oleh eksositosis, suatu efek yang serupa dengan glukosa.
E. Interaksi Obat Tolbutamid Dengan Reseptor

Interaksi obat reseptor lebih serasi karena fungsi jarak khas antara
atom N substituen dengan atom N sulfonamide. R= gugus alifatik (asetil,
amino, kloro, metil, metitio dan trifluorometil) akan berpengruh terhadap
masa kerja obat dan meningkatkan aktivitas hipoglikemik. Bila R adalah

gugus -aril karboamidoetil (Ar-CONH-CH2-CH2-), senyawa mempunyai


aktivitas lebih besar dibanding senyawa awal.. Diduga hal ini disebabkan oleh
fungsi jarak khas antara atom N substituent dengan atom N sulfonamide
sehingga interaksi obat-reseptor lebih serasi.
R’ = Gugus alifatik lain, yang berpengaruh terhadap sifat lipofil senyawa
R’ = metil, senyawa relatif tidak aktif
R’= etil, senyawa aktivitasnya lemah, dan bila senyawa mengandung 3-6 atom
C, aktivitasnya maksimal aktivitas senyawa hilang bila mengandung atom
C=12 rantai lebih. R’ dapat pula berupa gugus alisiklik atau cincin
heterosiklik yang terdiri dari 5-7 atom, Bila berupa gugus aril senyawa
mnimbulkan toksisitas cukup besar. Beberapa gugus atau atom pada struktur
umum dapat diganti dengan gugus atau atom isosteriknya.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Tolbutamide adalah kelompok obat yang disebut sulfonylureas. Obat
diabetes oral ini membantu mengontrol kadar gula dalam darah. Tolbutamid
diserap secara cepat dalam saluran cerna kadar obat dalam darah minimum
dicapai setelah 5-8 jam pemberian oral. Masa kerja tolbutamid relative pendek
karena cepat mengalami oksidasi pada gugus p-metil menjadi gugus
karboksilat yang tidak aktif. Distribusi tolbutamid diserap dan masuk ke
dalam aliran darah kemudian secara ekstensif berikatan dengan protein plasma
Metabolism dan eksresi tolbutamid dalam hati melalui hidroksilasi yang
dimediasi oleh CYP450 isoenzim CYP2C9, dan dieksresikan pada feses dan
urin . Bentuk dasar dari tolbutamid ini praktis tidak larut dalam air atau 1
bagian tolbutamid membutuhkan lebih dari 10000 bagian air untuk dapat larut
Interaksi obat reseptor lebih serasi karena fungsi jarak khas antara atom N
substituen dengan atom N sulfonamide.
DAFTAR PUSTAKA

Craig, C.R dan Robert E.S (2004). Modern Pharmaclogy with Clinical
Aplication. Philadelphia. Lippincot Wiliams and Wilkins.

McEvoy G.K. (ed.). American Hospital Formulary Service-Drug Information 96.


Bethesda, MD: American Society of Health-System Pharmacists, Inc. 1996 (Plus
Supplements)., p. 888

USP Convention. USPDI - Drug Information for the Health Care Professional.
16th ed. Volume I. Rockville, MD: U.S. Pharmaceutical Convention, Inc. 1996 (Plus
updates)., p. 2743