Anda di halaman 1dari 1

Antioksidan ikan baung dengan habitat berbeda adalah sebagai penghambatan ACE pada ikan baung memiliki nilai

ki nilai yang lebih


berikut. Aktivitas antioksidan pada kedua populasi ikan baung diduga rendah dibandingkan dengan standar komersial kaptopril. Kaptopril
disebabkan karena perbedaan komposisi dan konsentrasi asam merupakan suatu obat yang digunakan untuk pengobatan hipertensi,
amino penyusun protein serta perbedaan konsentrasi kadar albumin. gagal jantung kongestif, dan pecegahan remodelisasi ventrikel
Albumin merupakan cairan ekstraseluler plasma darah yang memiliki pasca-MI. Kaptopril sendiri dieliminasi dalam hati dan ginjal dalam
aktioksidan yang kuat, terutama senyawa sulfidril dalam albumin tubuh. Kemungkinan hal ini disebabkan karena ekstrak protein ikan
yang potensial sebagai antioksidan. protein yang mempunyai gugus baung masih kasar dan masih dalam bentuk protein, belum dalam
sulfhidril atau senyawa thiol memiliki kemampuan berikatan dengan bentuk peptida yang lebih aktif. Beberapa jenis hidrolisat protein ikan
radikal bebas yang diketahui berpotensi sebagai antioksidan. Sistein telah dilaporkan memiliki aktifitas penghambatan ACE di antaranya
merupakan asam amino yang tergolong senyawa thiol yang yaitu hidrolisat dari Sardinella asal perairan Tunisia yang memiliki
berfungsi sebagai antioksidan dengan menghasilkan glutation. aktifitas penghambatan ACE sebesar63,2 ± 1.75% hidrolisat daging
Sistein dibentuk dari dua asam amino yaitu metionin yang tuna (Thunnus obesus) asal Perairan Busan, Korea memiliki aktifitas
memberikan atom sulfur dan serin yang memberikan kerangka penghambatan ACE yang berkisar antara 20,39 ± 2,8 - 80,69 ± 3,4%
karbon. Beberapa jenis asam amino lainnya juga telah diketahui
Lingkungan dapat menjadi faktor yang mempengaruhi variasi
sebagai antioksidan yaitu histidin, arginin dan lisin, ketiganya mampu
komposisi kimia dan aktivitas biologis biota ikan. Perbedaan suhu,
menghasilkan aktifitas antioksidan yang efektif jika bereaksi dengan
tekanan, aliran air, maupun variabel kimia dan biologis lingkungan
glukosa. dapat menjadi faktor ekofisiologi yang menyebabkan adanya variasi
ACE merupakan enzim pengubah enzim tidak aktif, angiotensin komposisi kimiawi ikan (Haard, 1992). Sebagai contoh, ikan mas
I menjadi angiotensin II yang merupakan vasopresor efektif dalam (Cyprinus carpio) yang hidup pada lingkungan yang berbeda kondisi
temperaturnya memiliki komposisi asam lemak yang beragam (Geri,
pengaturan tekanan darah. Agen antihypotensive, juga dikenal
Poli, Gualtieri, Lupi, & Parisi, 1995). Perubahan komposisi nutrisi dan
sebagai agen vasopressor atau pressor, adalah obat yang
asam amino juga terdeteksi pada Ikan yang hidup di lingkungan
cenderung meningkatkan tekanan darah.Terapi penghambatan ACE tercemar logam berat (El-Demerdash & Elagamy, 1999). Perubahan
ini merupakan salah satu metode dalam pengobatan tekanan darah komposisi metabolit tersebut, misalnya asam lemak dan asam amino
tinggi. Seperti halnya pada albumin, perbedaan aktifitas akibat perbedaan lingkungan, dapat berdampak pada perubahan
penghambatan ACE pada kedua populasi tersebut dimungkinkan bioaktivitas yang dapat diperoleh dari ekstrak ikan. Asam lemak,
karena adanya perbedaan komposisi dan konsentrasi asam amino protein dan hidrolisat protein (peptida dan asam amino merupakan
penyusun protein. Beberapa penelitian telah melaporkan bahwa metabolit-metabolit yang memiliki fungsi aktif biologis terhadap
peptida yang memiliki aktifitas penghambatan ACE yang tinggi manusia
antara lain triptofan, fenilalanin, tirosin dan prolin yang memiliki
residu aromatik pada ujung terminal C dan asam amino alifatik pada
ujung terminal N, serta asam amino dengan ujung terminal C
dikarboksil seperti asam glutamat. Hasil pengujian aktifitas