Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ANALITIK INSTRUMEN

“ANALISIS AIR”

1. TUJUAN PERCOBAAN
Mahasiswa diharapkan mampu dan mengerti menggunakan alat
Waterproof Cyberscan P650 dengan baik dan benar untuk mengukur
parameter fisik air seperti PH, conductivity, TDS, resistivity, dan kadar
oksigen.

2. ALAT & BAHAN PERCOBAAN


a) ALAT
 Waterproof Cyber Scan P650
 Neraca Analitik
 Kaca Arloji
 Spatula
 Gelas Kimia
 Pengaduk

b) BAHAN
 NaCL
 Air Aquadest
 Air PAM
 Air Selokan
 Air Sumur
 Air Dam
 Air Oksigen (Super O2)
 Pocari Sweat

3. TEORI DASAR
Analisa atau analisis adalah suatu usaha untuk mengamati secara detail
sesuatu hal atau benda dengan cara menguraikan komponen-komponen
pembentuknya atau penyusunnya untuk di kaji lebih lanjut. Analisa berasal
dari kata Yunani kuno analisis yang artinya melepaskan. Analusis terbentuk
dari dua suku kata, yaitu ana yang berarti kembali, dan luein yang berarti
melepas sehingga jika di gabungkan maka artinya adalah melepas kembali
atau menguraikan. Kata analisis ini di serap kedalam bahasa inggris menjadi
analysis yang kemudian di serap juga ke dalam bahasa Indonesia menjadi
analisis.
Kata analisa atau analisis atau analysis digunakan dalam berbagai
bidang. Baik dalam bidang ilmu bahasa, ilmu sosial maupun ilmu alam (sains)
dan lain-lain. Dalam ilmu bahasa atau linguistik analisa didefinisikan sebagai
suatu kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur
bahasa tersebut secara mendalam. Dalam ilmu sosial, analisis dimengerti
sebagai upaya dan proses untuk menjelaskan sebuah permasalahan dan
berbagai hal yang ada di dalamnya. Sedangkan dalam ilmu pasti (sains)
pengertian dan definisi analisa adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk
menguraikan suatu bahan menjadi senyawa-senyawa penyusunnya. Dalam
ilmu kimia, analisa di gunakan untuk menentukan komposisi suatu bahan atau
zat. Contoh bidang yang paling terkenal dengan kegiatan analisanya adalah
bidang Kesehatan. Dalam ilmu Kesehatan digunakan dalam Analisis berbagai
factor penyebab kesehatan.Misalnya Analisis Kualitas Air,udara dan
Makanan.
Analisis Kualitas air adalah suatu kajian terhadap ukuran kondisi air
dilihat dari karakteristik fisik, kimiawi, dan biologisnya. Kualitas air juga
menunjukkan ukuran kondisi air relatif terhadap kebutuhan biota air dan
manusia. Kualitas air seringkali menjadi ukuran standar terhadap kondisi
kesehatan ekosistem air dan kesehatan manusia terhadap air minum.Berbagai
lembaga negara di dunia bersandar kepada data ilmiah dan keputusan politik
dalam menentukan standar kualitas air yang diizinkan untuk keperluan
tertentu.Kondisi air bervariasi seiring waktu tergantung pada kondisi
lingkungan setempat. Air terikat erat dengan kondisi ekologi setempat
sehingga kualitas air termasuk suatu subjek yang sangat kompleks dalam ilmu
lingkungan. Aktivitas industri seperti manufaktur, pertambangan, konstruksi,
dan transportasi merupakan penyebab utama pencemaran air, juga limpasan
permukaan dari pertanian dan perkotaan.
Parameter diartikan sebagai peubah bebas yang menjadi petunjuk (indikator)
karakteristik air. Parameter kualitas air dikelompokkan berdasarkan sifat, jenis
dan peran fungsionalnya (Wardoyo, 1992:)
Kualitas air ditentukan oleh berbagai parameter antara lain parameter
fisik (warna, suhu, total padatan tersuspensi) dan parameter kimia (pH, DO,
BOD, COD). Jenis dan jumlah parameter yang dianalisis terhadap suatu badan
air sangat tergantung pada jenis kegiatan yang diprakirakan memberikan
dampak terhadap badan air tersebut.

Menurut sifatnya, parameter kualitas air terdiri atas:


a) Parameter fisika, meliputi (suhu, kecerahan dan turbiditas,
padatan dan warna)
b) Parameter kimia, meliputi (DO, pH, salinitas, NO3-N, PO4-P,
bahan organik)
c) Parameter biologi, meliputi (mikroorganisme seperti bakteri,
virus), plankton, fungi, hewan bentik, ikan, tumbuhan air.

Menurut jenisnya, parameter kualitas air terdiri atas:


a) Masking parameter, yaitu parameter yang menunjukkan gejala
umum(pH, alkalinitas, salinitas, kekeruhan)
b) Controlling parameter, yaitu parameter yang mengendalikan
sifat atau modus operandi parameter lain (suhu, intensitas
cahaya, pH)
c) Limiting parameter, yaitu parameter yang menjadi pembatas
parameter lain, khususnya terhadap parameter biologis (DO,
bahan beracun)
d) Derivative parameter, yaitu parameter turunan dari parameter
lain (BOD, COD, keragaman jenis).

Menurut peran fungsionalnya, parameter kualitas air terdiri atas:


a) Key parameter, yaitu parameter yang relative menentukan
peruntukan air (untuk kelas 1, kelas 2, dan lain-lain).
b) Supplement parameter, yaitu parameter yang menunjang fungsi
parameter kunci bagi suatu peruntukan (alkalinitas terhadap
pH).
c) Complement parameter, yaitu parameter yang melengkapi
fungsi suatu parameter lain (BOD terhadap DO bagi
peruntukan perikanan).

1. Parameter Fisik
Ada beberapa parameter fisik yang menentukan kualitas air,
antara lain:
A. Warna
Air alami, yang sama sekali belum mengalami
pencemaran, berwarna bening, atau sering dikatakan tak
berwarna. Timbulnya warna disebabkan oleh kehadiran bahan-
bahan tersuspensi yang berwarna, ekstrak senyawa-senyawa
organik ataupun tumbuh-tumbuhan dan karena terdapatnya
mikro organisme seperti plankton, disamping itu juga akibat
adanya ion-ion metal alami seperti besi dan mangan.
Komponen penyebab warna, khususnya yang berasal dari
limbah industri kemungkinan dapat membahayakan bagi
manusia mau bagi biota air. Disamping itu warna air juga
memberi indikasi terdapatnya senyawa-senyawa organik, yang
melalui proses klorinasi dapat meningkatkan pertumbuhan
mikro organisme air.

B. Bau dan Rasa


Air alami yang sama sekali belum tercemar dikatakan
tidak berbau dan tidak berasa. Air yang berbau sudah pasti
menimbulkan rasa yang tidak menyenangkan.Adanya bau dan
rasa pada air, menunjukkan terdapatnya organisme penghasil
bau dan juga adanya bahan-bahan pencemar yang dapat
mengganggu kesehatan.
C. Suhu
Dalam setiap penentuan kualitas air, pengukuran suhu
merupakan hal yang mutlak dilakukan. Pengukuran suhu air
biasanya dilakukan langsung di lapangan. Suhu air yang normal
berkisar ± 3 0C dari suhu udara. Peningkatan suhu air bisa
disebabkan oleh berbagai hal, antara lain, air (sungai) yang
dekat dengan gunung berapi, ataupun akibat adanya
pembuangan limbah cair yang panas ke badan air. Disamping
itu adanya limbah bahan organik, yang lebih lanjut mengalami
proses degradasi baik secara biologis maupun kima, seringkali
meningkatkan suhu air. Kenaikan suhu air dapat
mengakibatkan kelarutan oksigen dalam air menjadi berkurang,
sehingga konsumsi oksigen oleh biota air juga menjadi
terganggu .

D. Total padatan Tersuspensi (Total Suspended Solid,TSS)


Total padatan tersuspensi adalah bahan-bahan
tersuspensi (diameter >1μm) yang tertahan pada saringan
millipore dengan diameter pori 0,45 μm. TSS terdiri atas
lumpur dan pasir halus serta jasad-jasad renik terutama yang
disebabkan oleh kikisan tanah atau erosi yang terbawa ke
dalam badan air. Materi yang tersuspensi mempunyai dampak
buruk terhadap kualitas air karena mengurangi penetrasi
matahari ke dalam badan air, kekeruhan air meningkat yang
menyebabkan gangguan pertumbuhan bagi organisme
produser.

2. Parameter Kimia

Ada banyak parameter kimia yang menentukan kualitas air,


namun yang umum ada beberapa parameter, diantaranya:

a) pH
pH menunjukkan kadar asam atau basa dalam suatu
larutan melalui konsentrasi/aktifitas ion hidrogen (H+). Secara
matematis dinyatakan sebagai: pH = - log (H+).H+ selalu ada
dalam keseimbangan yang dinamis dengan air(H2O) yang
membentuk suasana untuk semua reaksi kimiawi yang
berkaitan dengan masalah pencemaran air, dimana sumber ion
hidrogen tidak pernah habis. H+ tidak hanya merupakan unsur
molekul H2O saja, tetapi juga merupakan unsur banyak
senyawa lain. Dalam air murni, banyaknya molekul H2O yang
terionkan ada sebanyak 10-7, sehingga pH air dikatakan 7. Bila
konsentrasi ion hidrogen bertambah, maka nilai pH akan turun
dan larutan disebut bersifat asam. Sebaliknya, jika konsentrasi
ion hidrogen berkurang, menyebabkan nilai pH naik dan
larutan disebut bersifat basa. pH yang ideal bagi kehidupan
biota air adalah antara 6,8 sampai 8,5. pH yang sangat rendah,
menyebabkan kelarutan logam-logam dalam air makin besar,
yang bersifat toksik bagi organisme air, sebaliknya pH yang
tinggi dapat meningkatkan konsentrasi amoniak dalam air yang
juga bersifat toksik bagi organisme air. pH air biasanya
ditentukan langsung di lapangan dengan alat pH-meter, atau
dapat juga dengan kertas pH.

b) Oksigen terlarut (DO)

Adanya oksigen terlarut dalam air adalah sangat penting


untuk kelangsungan kehidupan ikan dan organisme air lainnya
yaitu untuk proses respirasi. Kemampuan air untuk
membersihkan pencemaran secara alamiah banyak tergantung
pada cukup tidaknya kadar oksigen terlarut. Adanya oksigen
terlarut dalam air berasal dari udara dan dari proses fotosintesa
tumbuh-tumbuhan air. Kelarutan oksigen dalam air, tergantung
pada temperatur, tekanan atmosfer dan kandungan mineral
dalam air. Kelarutan maksimum oksigen dalam air, pada suhu
00C yaitu sebesar 14,16 mg/L. Sejalan dengan meningkatnya
suhu, maka konsentrasi oksigen dalam air akan berkurang. Ada
dua metode yang umum digunakan untuk analisa oksigen
terlarut dalam air yaitu dengan metode titrasi cara Winkler dan
metode elektrokimia dengan alat DO-meter.

c) BOD

Angka BOD (Biochemical Oxygen Demand) atau


disebut juga Kebutuhan Oksigen Biokimiawi adalah suatu
analisa empiris yang mencoba mendekati secara global proses-
proses mikrobiologis yang sebenarnya terjadi di dalam
air. Angka BOD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh
mikroorganisme aerobik untuk menguraikan hampir semua zat
organik yang terlarut maupun yang tersuspensi di dalam air.
Pengukuran BOD diperlukan untuk menentukan beban
pencemaran akibat air buangan penduduk ataupun industri dan
untuk mendesain sistim pengolahan biologis bagi air yang
tercemar tersebut. Penguraian zat organik adalah proses
alamiah, yang kalau suatu badan air dicemari oleh zat organik
maka selama proses penguraiannya mikroorganisme dapat
menghabiskan oksigen terlarut dalam air tersebut. Hal ini dapat
mengakibatkan kematian ikan-ikan dalam air. Disamping itu
kehabisan oksigen dapat mengubah keadaan menjadi anaerobik
sehingga dapat menimbulkan bau busuk. Pengukuran BOD
didasarkan atas reaksi oksidasi zat organik oleh oksigen dalam
air, dan proses tersebut berlangsung disebabkan adanya bakter
aerobik. Menurut penelitian, untuk supaya 100% bahan organik
terurai, diperlukan waktu kira-kira 20 hari. Namun dalam
waktu 5 hari, pada temperatur inkubasi 20 0C, bahan organik
yang dapat diuraikan mencapai 75%, sehingga waktu ini sudah
dianggap cukup. Maka timbullah istilah BOD520 dapat
ditentukan dengan mencari selisih antara harga DO0-DO5
dengan metode Azida modifikasi.

d) COD
Angka COD (Chemical Oxygen Demand) atau
Kebutuhan Oksigen Kimiawi adalah jumlah O2 (mg) yang
dibutuhkan untuk mengoksidasi total zat-zat organik yang
terdapat dalam 1 liter sampel air. Angka COD merupakan
ukuran bagi pencemaran air oleh total zat-zat organik baik yang
dapat diuraikan secara biologis, maupun yang hanya dapat
diuraikan dengan proses kimia. Analisa COD berbeda dengan
analisa BOD, namun perbandingan antara angka COD dengan
angka BOD dapat ditetapkan. Secara umum perbandingan
BOD5/COD = 0,40 – 0,60. Pengukuran COD dilakukan dengan
metode refluks – titrimtri.

3. Nila Ambang Batas (NAB)

Nilai ambang batas (NAB) adalah nilai atau batas tertinggi


dimana manusia mampu menahannya tanpa menumbulkan
gangguan kesehatan selama 40 jam atau 5 hari dalam seminggu.
Mungkin seperti itulah gambaran harfiah dari Nilai ambang batas.

Untuk zat-zat yang memiliki standar NAB, Udara, air, tanah,


dan yang sebenernya Nilai ambang batas ini lebih terkhusus pada zat-
zat kimia berbahaya, karena pertimbangan risiko, tingkat frekuensi
dan tingkat kefatalan yang ditimbulkan oleh zat kimia tersebut maka
perlu diupayakan adanya pengendalian. Penetapan nilai ambang ini
merupakan.

Berikut ini ialah beberapa kriteria parameter kualitas air


beserta penjelasannya :

a. DO atau dissolve oxygen ialah kadar oksigen yang terlarut dalam


air. semakin tinggi DO maka air tersebut akan semakin baik.
pada suhu 20C. tingkat DO maksimal ialah 9ppm. ppm ialah
satuan untuk menunjukkan kadar atau satuan. ppm ialah
singkatan dari part per million atau sama dengan mg/L.
b. BOD atau biological oxygen demand ialah tingkat permintaan
oksigen oleh makhluk hidup dalam air tersebut. jadi semakin
tinggi nilainya maka semakin banyak mikrobanya dan membuat
nilai DO turun. Semakin tinggi nilai BOD maka akan semakin
rendah kualitas air.

c. COD atau chemical oxygen demand mirip seperti BOD. bedanya


disini ialah tingkat kebutuhan senyawa kimia terhadap oksigen.
bisa jadi dipakai untuk mengurai dan sebagainya. nilai COD juga
berbanding terbalik dengn DO.

d. TDS atau total dissolve solid ialah jumlah zat padat yang terlarut
didalam air. semakin rendah TDS maka akan semakin bagus
kualitas air. banyak tds meter yang mudah untuk didapatkan dan
bisa digunakan hanya dengan mencelupkan ujung alat tersebut
kedalam air.

Berikut ialah batas ambang berbagai parameter kualitas air


yang ditetapkan oleh pemerintah. namun seperti yang kita tahu,
peraturan hanyalah sebuah peraturan tanpa adanya penegakan dan
tindak lanjut dari ketetapan tersebut. semoga saja setiap batas batas
kualitas air, udara dan tanah diperhatikan dan dijaga agar tidak
membuat alam ini dan penghuninya menjadi rusak.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup


Nomor : 03 Tahun 2010 Tanggal : 18 Januari 2010

No. Parameter Satuan Kadar Maksimum


1 Ph – 6-9
2 TSS mg/L 150
3 BOD mg/L 50
4 COD mg/L 100
5 Sulfida mg/L 1
6 Amonia mg/L 20
7 Fenol mg/L 1
8 Minyak & mg/L 15
Lemak
9 MBAS mg/L 10
10 Kadmium mg/L 0,1
11 Kromheksavalen mg/L 0,5
12 Krom total mg/L 1
13 Tembaga mg/L 2
14 Timbal mg/L 1
15 Nikel mg/L 0,5
16 Seng mg/L 10
17 Kuantitas air mg/L 0,8L/s lahan kawasan
limbah max terpakai

4. LANGKAH PERCOBAAN
A. Petunjuk Penggunaan Alat
 Alat Waterproof Cyberscan PCD 650 dalam pengoperasiaannya
memakai 2 sumber arus listrik yaitu dari batere dan sumber arus listrik
PLN, jika pengoperasiaannya akan memakai sumber arus PLN
pastikan batere yang terdapat didalam alat dilepas terlebih dahulu
untuk menghindari korseleting yang berakibat akan merusak alat.
 Alat waterproof Cyberscan PCD 650 merupakan alat yang memiliki
tingkat akurasi dan presisi yang tinggi jadi pastikan setelah memakai
alat elektroda dibilas dan dibersihkan.
 Tidak dibenarkan dan dianjurkan merubah setingan alat selain yang
diberikan oleh instruktur dan teknisi.
B. Prosedur Percobaan
 Menyiapkan 6 jenis air dan memasukkan sample ke dalam gelas kimia
dan memberi label.
 Menghubungkan kabel daya ke sumber arus PLN dan menekan tombol
F4 (ON) selama 3 detik
 Memasukkan elektroda ke dalam larutan atau sample yang akan
diukur, minimal 1/3 bagian elektroda terendam, tunggu beberapa saat
sampai pembacaannya stabill, mencatat pH yang terlihat di layar
 Menekan tombol mode (F3) beberapa kali sampai dilayar terdapat
tulisan Measurring Cound di layar.
 Menunggu beberapa saat sampai didapat pembacaan yang stabil,
mencatan hasil nya.
 Menekan tombol mode (F3) beberapa kali sampai terdapat tulisan
Measurring TDS di layar.
 Menunggu beberapa saat sampai didapat pembacaan yang stabil,
mencatat hasil nya.
 Menekan tombol mode (F3) beberapa kali sampai terdapat tulisan
Measurring res di layar.
 Menunggu beberapa saat sampai didapat pembacaan yang stabil,
mencatat hasil nya.
 Untuk pembacaan % Dissolved Oxygen dan Oxygen Concentration
menggunakan cara yang sama seperti langkah di atas

C. Larutan Elektrolit
 membuat larutan NaCl masing-masing dengan konsentrasi 0,1; 0,25;
0,50; 0,75; dan 1 m sebanyak 250 ml, beri label
 Menghubungkan daya ke sumber arus PLN dan tekan tombol F4 (ON)
selama 3 detik
 Memasukkan elektroda ke dalam larutan atau cairan yang akan diukur,
minimal 1/3 bagian elektroda terendam, catat mV yang terlihat di layar
 Menekan tombol mode (F3) beberapa kali sampai terdapat tulisan ion
di layar
 Menunggu beberapa saat sampai didapat pembacaan yang stabil, catat
hasilnya
 Menekan tombol mode (F3) beberapa kali sampai terdapat tulisan
measuring NaCl di layar
 Menunggu beberapa saat sampai didapat pembacaan yang stabil, catat
hasilnya.

5. DATA PENGAMATAN
NO SAMPEL pH CONDUC TDS RESISTI ELEKTR SUH SALINI
AIR TIVITY (ppm) VITY OLIT U TY
(µS) (KΩ) (mV) (℃) (ppm)

1. Super O2 7,25 4,95 4,84 98,55 314,9 25 14,04


2. Air got 2,63 254,5 247,4 2,034 259,2 26,2 236,9
3. Air dam 3,20 395 385,5 1,294 232,5 26,6 382,8
4. Air sumur 3 408,5 400,2 1,256 238,6 27,3 393
5. Pocari 3,31 2,307 2,218 222 169,4 18,2 2,372
6. Air PAM 2,45 121,7 119,1 4,198 279 27,8 117,9

Larutan Elektrolit

NO KONSE SUH pH SALIN KONDUK TDS RESISTI mV


NTRASI U ITAS TIVITAS (ppt) VITAS
O
(M) ( C) (ppt) (mS) (ꭥ )
1 0,10 26,9 5,45 11,65 10,03 9,776 51,07 100,8
2 0,25 26,9 5,35 30,05 23,59 23,09 21,63 77,5
3 0,50 27 5,40 60,07 43,38 42,41 11,78 64
4 0,75 26,8 5,33 OVER 60,46 59,01 8,47 59,6
5 1,00 26,5 5,33 OVER 70,81 69,43 7,22 54,5
6. GRAFIK
Grafik untuk larutan Elektrolit

70

60 60.07

50

40 Temperatur
PH
30 30.05
26.9 26.9 27 26.8 26.5 Salinitas
20

10 11.65
5.45 5.35 5.4 5.33 5.33
0 0 0
0.1 0.25 0.5 0.75 1

120

100 100.8

80
77.5
70.81
69.43 konduktiviti
64
60 60.46
59.6
59.01 TDS
54.5 Resistiviti
51.07
43.38 mV
40 42.41

23.59
23.09
21.63
20

10.03
9.776 11.78
8.47 7.22
0
0.1 0.25 0.5 0.75 1
7. PERHITUNGAN
 Pembuatan Sample NaCL

a. Gr = M x V x BM
= 0,1 mol/L x 0,25 L x 58,44 Gr/mol
= 1,4619 Gr

b. Gr = M x V x BM
= 0,25 mol/L x 0,25 L x 58,44 Gr/mol
= 3,6551 Gr

c. Gr = M x V x BM
= 0,50 mol/L x 0,25 L x 58,44 Gr/mol
= 7,3028 Gr

d. Gr = M x V x BM
= 0,75 mol/L x 0,25 L x 58,44 Gr/mol
= 10,9575 Gr

e. Gr = M x V x BM
= 1 mol/L x 0,25 L x 58,44 Gr/mol
= 14,6153 Gr

8. ANALISIS PERCOBAAN
Praktikum menganalisa sampel air dengan parameter fisika sederhana,
kimia sederhana, DHL sederhana, pH, dan Conductivity dari sampel air
sumur, air selokan, air PAM, air dam, air ber oksigen (Super O2), dan Pocari
Sweat.
Pengujian pertama yang kami lakukan adalah dengan menguji air dam.
Jadi hal pertama yang kami lakukan adalah meng-kalibrasi alat yang bernama
Waterproof Cyberscan P650 dengan cara mencelupkan kedalam air Aquadest
dan di keringkan menggunakan tissue. Setelah selesai di kalibrasi, kami
mencelupkan alat tadi kedalam gelas kimia yang berisi sampel air dam. Dari
hasil yang ditunjukkan oleh alat, setelah kita bandingkan dengan kualitas air
bersih, Air dam yang kita jadikan sampel tidak memenuhi syarat air bersih
karena masih banyak zat-zat yang terkandung dalam air itu melewati kadar
maksimum yang telah ditentukan. Begitu juga pada air got, dan air sumur.
Tetapi, hasil yang ditunjukkan pada air Air bersih (PAM), Pocari Sweat dan
Super O2 juga menunjukkan hasil yang tidak bersih. Hal ini disebabkan
karena alat yang digunakan telah melemah fungsi nya sehingga hasil yang di
dapatkan juga tidak akurat.

9. KESIMPULAN
Parameter yang dapat di ukur melalui alat yang bernama Waterproof
Cyberscan P650 terdiri dari pH, konduktivitas , TDS, Resistivitas , Elektrolit,
Suhu, Salinitas yang dimana ini merupakan parameter kimia dari sebuah
larutan atau zat cair untuk mengetahui kualitas air tersebut.

10.DAFTAR PUSTAKA
 Standard Methods for Examination of Water and Wastewater,
American Public Health Association (APHA) 21st ed. (2005), Method
2540 C (Total Dissolved Solids Dried at 180oC)
 Standard Method for Examination of Water and Wastewater,
American Public Health Association (APHA) 21st. Edition (2005),
Method 2540 D (Total Suspended Solid Dried at 103-105oC).
 Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaann Sumberdaya
dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta.
 Vantha. 2012. Penentuan Kadar Fosfat (PO4).http://rosyidputra98.blog
spot.com/ 2012/03/penentuankadar- fosfatpo4.html?m=1
 Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan
Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
 Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai
Keputusan Menteri Negara lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003
tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air Keputusan Menteri
Negara lingkungan Hidup

11.GAMBAR ALAT
Waterproof Cyberscan P650 Neraca Analitik

Gelas Kimia Spatula

Batang Pengaduk Kaca Arloji