Anda di halaman 1dari 9

Naufal Afiqusholih / 12010115130133

K2
BAB 10
PELAPORAN SEGMEN, EVALUASI PUSAT INVESTASI, DAN PENETAPAN
HARGA TRANSFER

DESENTRALISASI DAN PUSAT PERTANGGUNGJAWABAN


Desentralisasi (decentralization) adalah pratek pendelegasian wewenang pengambilan
keputusan kepada jenjang yang lebih rendah. Pengambilan keputusan terdesentralisasi
(decentralized decision making) memperkenankan manajer pada jenjang yang lebih rendah
untuk membuat dan mengimplementasikan keputusan-keputusan penting yang berkaitan
dengan wilayah pertanggungjawaban mereka.
ALASAN-ALASAN MELAKUKAN DESENTRALISASI
Alasan-alasan dan cara-cara yang dipilih perusahaan untuk melaksanakan proses
desentralisasi adalah :
1. Mengumpulkan dan Menggunakan Informasi Local.
2. Fokus Manajemen Pusat.
3. Melatih dan Memotivasi Para Manajer.
4. Meningkatkan Daya Saing.
DIVISI-DIVISI DALAM PERUSAHAAN YANG TERDESENTRALISASI
Desentralisasi biasanya diwujudkan melalui pembentukan unit-unit yang disebut divisi.
Pengorganisasian divisi-divisi sebagai pusat pertanggungjawaban menciptakan kesempatan
pengendalian divisi melalui penggunaan akuntansi pertanggungjawaban.
Cara pembagian unit-unit atau divisi tersebut adalah :
1. Pembagian berdasarkan barang dan jasa yang diproduksi. Contoh, divisi Pepsi, Coke
dan lain-lain.
2. Pembagian menurut garis geografis. Misalnya, UAL, Inc. (induk perusahaan United
Airline) memiliki sejumlah divisi regional Asia/Pasifik, Eropa, Amerika Latin,
Amerika Utara, dan Karibia
3. Pembagian berdasarkan jenis pertanggungjawaban yang diberikan kepada manajer
divisi. Pusat pertanggungjawaban terdiri dari pusat investasi, pusat laba, pusat biaya
dan pusat pendapatan.

PENGUKURAN KINERJA PUSAT INVESTASI DENGAN MENGGUNAKAN


LAPORAN LABA RUGI VARIABEL DAN ABSORPSI
Dua metode perhitungan laba yang telah dikembangkan,yaitu berdasarkan perhitungan biaya
variable dan yang lainnya berdasarkan perhitungan biaya penuh atau absorpsi. keduanya
Naufal Afiqusholih / 12010115130133

merupakan metode perhitungan biaya karena berkaitan dengan cara menentukan biaya
produk.
 Perhitungan biaya variable juga disebut dengan perhitungan biaya langsung. Hanya
membebankan biaya manufaktur variable ke produk; biaya-biaya yang meliputi bahan
baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead variable. Perhitungan biaya
variabel membebankan hanya biaya manufaktur variabel ke produk; biaya-biaya ini
meliputi bahan baku langsung, tenaga kerja lansung, dan overhead variabel. Overhead
tetap diperlakukan sebagai beban periode dan tidak disertakan dalam penentuan biaya
produk. Menurut perhitungan biaya variabel, overhead tetap dari suatu variabel
dipandang habis pada akhir periode itu dan dibebankan secara total terhadap
pendapatan periode tersebut.
 Perhitungan biaya absorpsi membebankan semua biaya manufaktur kepada produk.
Bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, overhead variable, dan overhead adalah
biaya-biaya yang tetap sebagai biaya produk, bukan biaya periode. Dan overhead
tetap biaya yang dapat diinvetarisasikan. Perhitungan biaya absorpsi membebankan
semua biaya manufaktur ke produk. Bahan baku langsung, tenaga kerja langsung,
overhead variabel dan overhead tetap adalah hal-hal yang menentukan biaya produk.
Jadi, menurut perhitungan biaya absorpsi, overhead tetap dipandang sebagai biaya
produk, bukan biaya periode.
Penilaian Persediaan
Fairchild Company memiliki data berikut yang berkaitan dengan penilaian persediaannya:
Unit persediaan awal
unit yang diproduksi 10.000
Unit yang dijual ($300 per unit) 8.000
Volume Normal 10.000
Biaya Variabel per unit:
Bahan baku langsung $ 50
Tenaga kerja langsung $ 100
Overhead Variabel* $ 50
Penjualan dan administrasi variabel $ 10
Biaya
Tetap:
Overhead Tetap* $ 250.000
Penjualan dan administrasi Tetap $ 100.000

*Overhead yang diestimasi dan actual sama jumlahnya


Perhitungan biaya variabel hanya menginventarisasi biaya manufaktur variabel, sehingga
biaya setiap unit produk Fairchild adalah $200. Perhitungan biaya absorpsi mencakup semua
Naufal Afiqusholih / 12010115130133

biaya manufaktur sehingga biaya setiap unit produk adalah $225. Berikut adalah
perhitungannya:

Perhitungan Perhitungan
Biaya Variabel Biaya Absorpsi
Bahan Baku Langsung $ 50 $ 50
Tenaga Kerja Langsung 100 100
Overhead Variabel 50 50
Overhead Tetap ($250.000/10.000) - 25
Total Biaya Per Unit $200 $225

Perbedaaan biaya per unit mempengaruhi nilai yang disajikan di neraca, karena pada
perhitungan biaya Variabel, biaya yang muncul di neraca pada persediaan akhir hanya
memperhitungkan Biaya Bahan Baku Langsung, Tenaga Kerja Langsung, dan Overhead
Variabel. Sedangkan pada Perhitungan biaya absorpsi, biaya yang muncul pada persediaan
akhir memperhitungkan Bahan Baku Langsung, Tenaga Kerja Langsung, Overhead Variabel,
dan Overhead Tetap. Jadi, biaya per unit produk menurut perhitungan biaya absorpsi selalu
lebih besar dari pada menurut perhitungan biaya variabel.

LAPORAN LABA RUGI MENGGUNAKAN BIAYA VARIABEL DAN BIAYA


ABSORPSI
Karena biaya pokok perunit merupakan dasar bagi perhitungan harga pokok penjualan,
metode perhitungan biaya pokok variable dan absorpsi dapat mengakibatkan laba bersih yang
berbeda. Perbedaan tersebut terjadi karena jumlah overhead tetap diakui sebagai beban pada
kedua metode tersebut.
Karena biaya produk per unit merupakan dasar bagi perhitungan harga pokok penjualan,
maka metode perhitungan biaya variabel dan absorpsi dapat mengakibatkan angka laba bersih
yang berbeda. Perbedaan tersebut terjadi karena jumlah overhead tetap yang diakui sebagai
beban pada kedua metode. Contoh berikut pada Fairchild company.
Laba perhitungan biaya absorpsi lebih tinggi $50.000 dibandingkan laba perhitungan biaya
variabel. Hal ini karena adanya sebagian dari overhead tetap periode tersebut yang masuk ke
dalam persediaan apabila perhitungan biaya absorpsi digunakan. Penjualan, beban
pemasaran, dan beban administrasi selalu sama.
Perlakuan Overhead Tetap Pada Perhitungan Biaya Absorpsi
Menurut penghitungan biaya absorpsi, overhead tetap harus dibebankan ke unit yang
diproduksi. Hal ini menciptakan 2 masalah. Pertama, bagaimana kita mengkonversi overhead
pabrik yang dibebankan berdasarkan jam tenaga kerja langsung atau jam mesin terhadap
overhead pabrik yang ditetapkan untuk unit-unit yang diproduksi? Kedua, apa yang dilakukan
apabila overhead pabrik yang actual tidak sama dengan overhead pabrik yang dibebankan?
Masalah pertama dapat diatasi dengan mudah, misalkan overhead pabrik ditetapkan atas
dasar jam tenaga kerja langsung. Dibutuhkan 0,25 jam tenaga kerja langsung untuk
Naufal Afiqusholih / 12010115130133

memproduksi 1 unit. Tarif overhead pabrik tetap adalah $12/jam tenaga kerja langsung maka
overhead tetap/unit adalah $3 (0,25 x 12 jam).
Solusi untuk masalah kedua kita harus menghitung overhead tetap yang ditetapkan dan
membebankannya kepada unti yang diproduksi. Apabila kelebihan atau kekurangan overhead
yang ditetapkan tidak material, maka akan ditutup dalam harga pokok penjualan. Apabila
jumlah yang ditetapkan terlalu tinggi atau terlalu rendah itu materil maka kelebihan atau
keuntungan tersebut dialokasikan diantara barang dalam proses, barang jadi, dan harga pokok
penjualan.

PENGUKURAN KINERJA PUSAT INVESTASI DENGAN MENGGUNAKAN ROI


Pusat-pusat investasi umumnya dievaluasi berdasarkan pengembalian atas investasi (ROI).
Divisi-divisi yang merupakan pusat investasi akan memiliki laporan laba rugi dan neraca
sendiri. Satu cara mengaitkan laba operasi dengan aktiva yang digunakan adalah dengan
menghitung pengembalian atas investasi (return on investment –ROI), yaitu laba yang
diperoleh untuk setiap dolar investasi.
Ukuran kinerja yang paling lazim digunakan bagi suatu pusat investasi adalah pengembalian
investasi (return on investasi-ROI) dengan menggunakan rumus:
ROI = Laba operasi / Aktiva operasi rata-rata ATAU
ROI = Margin x perputaran = (Laba operasi/Penjualan) x (Penjualan /Aktiva operasi rata-
rata).
Keterangan :
 Laba Operasi ( operating income ) adalah laba yang dihasilkan sebelum bunga dan
pajak.
 Aktiva operasi (operating assets) adalah seluruh aktiva yang digunakan untuk
menghasilkan laba operasi.
 Margin adalah rasio dari operasi terhadap penjualan.
 Perputaran (turnover) adalah suatu ukuran lain yang dihitung dengan membagi
pendapatan penjualan dengan aktiva operasi rata-rata.

MENGUKUR KINERJA PUSAT INVESTASI DENGAN MENGGUNAKAN LABA


RESIDU DAN NILAI TAMBAH EKONOMI
Mengukur Kinerja Pusat Investasi dengan Menggunakan Laba Residu dan Nilai Tambah
Ekonomi.
Laba residu (economic value added-EVA) adalah laba operasional setelah pajak dikurangi
dengan total biaya modal tahunan. Jika EVA positif berarti perusahaan manambah kekayaan,
jika negative berarti perusahaan menyia-nyiakan modal. EVA juga menghasilkan tingkat
pengembalian seperti ROI karena menghubungkan penghasilan bersih (pengembalian)
dengan modal yang dipakai. Intinya EVA penekanannya pada pendapatan bersih operasi
dengan biaya actual dari modal.
Naufal Afiqusholih / 12010115130133

EVA digunakan untuk menganalisa apakah suatu proyek individual itu diterima atau ditolak.
Selain itu sejumlah perusahaan telah menemukan bahwa EVA membantu mendorong jenis
perilaku yang benar dari berbagai divisi dengan menunjukan bahwa penekanan semata-mata
pada pendapatan operasional tidaklah mencukupi. Alasan yang menggarisbawahi adalah
EVA mengandalkan biaya modal yang sebenarnya. Persamaan EVA dinyatakan sebagai
berikut:
EVA = Laba operasional setelah pajak – (Persentase biaya modal aktual x Total modal
terpakai).

PENETAPAN HARGA TRANSFER


Yang dimaksudkan dengan harga transfer (transfer price) adalah nilai atau harga internal
antar divisi dalam suatu perusahaan. Divisi yang menerima dianggap sebagai pembeli dan
divisi yang mengirim dianggap sebagai penjual. Dampak dari harga transfer terhadap divisi
antara lain :
1. Dampak Terhadap Ukuran Kinerja Divisi.
2. Dampak terhadap Keuntungan Perusahaan.
3. Dampak tehadap otonomi.
Sistem penetapan harga transfer harus mampu memenuhi tiga unsur :
1. evaluasi kinerja yang akurat yaitu berati bahwa tidak satupun manajer divisi akan
memperoleh manfaat atas beban manajer divisi lain.
2. Kesesuaian tujuan berarti bahwa manajer divisi memilih tindakan-tindakan yang
memaksimalkan keuntungan perusahaan secara keseluruhan.
3. Otonomi divisi berarti bahwa manajemen pusat tidak boleh mencapuri kemandirian
manajer divisi dalam membuat keputusan.
Masalah penetapan harga transfer adalah berkaitan dengan upaya menciptakan system yang
secara simultan memenuhi ketiga sasaran di atas.
Pedoman penetapan harga transfer:
1. Pendekatan Biaya Kesempatan.
Pendekatan ini dengan cara mengidentifikasikan harga terendah yang mau diterima
oleh penjual dan harga tertinggi yang mau dibayar oleh pembeli. Harga tersebut
ditetapkan bagi masing-masing divisi sebagai berikut: - Harga transfer minimum
(minimum tfransfer price) - Harga transfer maksimum (maximum transfer price)

2. Pendekatan Harga Pasar.


Apabila terdapat pasar luar dengan persaingan sempurna untuk produk yang
ditransfer, maka harga transfer yang sesuai adalah harga pasar.
3. Pendekatan Harga Transfer yang Dinegosiasikan.
Kelemahan harga transfer yang dinegosiasikan : (1) Manajer divisi yang menguasai
informasi khusus mungkin mengambil keuntungan dari manajer divisi lainnya. (2)
Ukuran-ukuran kinerja mungkin terganggu oleh ketrampilan negosiasi dari para
manajer. (3) Negosiasi dapat menghabiskan waktu dan sumber daya yang besar.
Keunggulan harga transfer yang dinegosiasikan adalah harga transfer yang
Naufal Afiqusholih / 12010115130133

dinegosiasikan menawarkan harapan untuk melengkapi ketiga kriteria kesesuaian


tujuan, otonomi dan akurasi evaluasi kinerja.

4. Pendekatan Harga Transfer berdasarkan Biaya.


Tiga bentuk penetapan harga berdasarkan biaya : (1) Biaya penuh; biaya penuh
meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead variable
dan sebagai biaya overhead tetap. (2) Biaya penuh ditambah mark-up. (3) Biaya
variable ditambah biaya tetap.
Naufal Afiqusholih / 12010115130133

K2
STUDI KASUS BAB 10

10 – 1 Jenis-jenis Pusat Pertanggungjawaban


Kolom A Kolom B
Pusat Biaya Biaya Total
Pusat Laba Laba Operasi
Pusat Pendapatan Penjualan
Pusat Investasi Imnal hasil atas investasi

10 – 2 Biaya per Unit, Penilaian Persediaan, Perhitungan Biaya Variable dan


Absorbsi (TB2)
1. Biaya per unit dan biaya persediaan barang jadi dengan perhitungan biaya absorpsi
Total Cost Per Unit
Direct materials $ 120,600 $ 6.03
Direct labor 90,000 4.50
Variable overhead 26,400 1.32
Fixed overhead 68,000 3.40
Total $ 305,000 $ 15.25
Cost of ending inventory = $15.25 × 650 = $9,912.50

2. Biaya per unit dan biaya persediaan barang jadi dengan perhitungan biaya variable
Total Cost Per Unit
Direct materials $ 120,600 $ 6.03
Direct labor 90,000 4.50
Variable overhead 26,400 1.32
Total $ 237,000 $ 11.85
Cost of ending inventory = $11.85 × 650 = $7,702.50

3. Sejak penyerapan penetapan biaya diperlukan untuk pelaporan eksternal, jumlah yang
dilaporkan akan menjadi $ 9,912.50.

10 – 3 Laporan Laba Rugi, Perhitungan Biaya Absorpsi dan Variable (TB2)


1. Indikasi Perbedaan yang akan terjadi antara laba perhitungan biaya variable dengan laba
perhitungan biaya absorpsi
Biaya overhead tetap = $ 107.500 / 25.000 = $ 4,30 per unit
Perbedaannya dihitung sebagai berikut:
Biaya overhead tetap (Produksi - Penjualan)
$ 4,30 (25.000 - 23.000) = $ 8.600

2. Anggaplah harga jual per unit adalah $26, siapkan laporan laba rugi
a. Menggunakan perhitungan biaya variable
Naufal Afiqusholih / 12010115130133

Lextel, Inc.
Variabel-Biaya Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2008

Penjualan (23.000 × $ 26) $598.000


biaya kurang bervariasi:
Beban pokok penjualan (23.000 × $ 12,80) $ 294.400
Jual (23.000 × $ 4) 92.000 386.400
margin kontribusi $ 211.600
biaya kurang tetap:
Overhead $ 107.500
Jual dan administrasi 26.800 134.300
pendapatan operasional $ 77.300

b. Menggunakan perhitungan biaya absorpsi

Lextel, Inc.
Penyerapan-Biaya Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2008

Penjualan $ 598.000
Kurang: Beban pokok penjualan (23.000 × $ 17,10) 393.300
margin kotor $ 204.700
Kurang: Jual dan biaya administrasi 118.800
Pendapatan operasional $ 85.900

10 – 4 Laporan Laba Rugi Segmen, Analisi Lini Produk (TB2)


1. Laporan Laba Rugi Lini Produk
Cocino Company
Laporan Laba Rugi Lini Produk
Blender Coffee Makers Jumlah
Penjualan $ 2.200.000 $ 1.125.000 $ 3.325.000
Kurang: Biaya variabel pokok penjualan 2.000.000 1.075.000 3.075.000
margin kontribusi $ 200.000 $ 50.000 $ 250.000
Kurang: biaya tetap langsung 90.000 45.000 135.000
marjin produk $ 110.000 $ 5.000 $ 115.000
Kurang: biaya tetap umum 115.000
Laba bersih $0

2. Jika garis pembuat kopi dijatuhkan, keuntungan akan menurun $ 5.000, produk batas.
Jika garis blender dijatuhkan, keuntungan akan menurun $ 110.000.

3. Pengaruh perusahaan jika tambahan 10.000 blender dapa diproduksi (menggunakan


kapasitas yang ada) dan menjulanya seharga $20,50 untuk pesanan khusus? Penjualan
yang ada tidak akan terpengaruh dengan pesanan khusus tersebut.

Blender Coffee Makers Jumlah


Penjualan $ 2.405.000 $ 1.125.000 $ 3.530.000
Naufal Afiqusholih / 12010115130133

Kurang: Biaya variabel pokok penjualan 2.200.000 1.075.000 3.275.000


margin kontribusi $ 205.000 $ 50.000 $ 255.000
Kurang: biaya tetap langsung 90.000 45.000 135.000
marjin produk $ 115.000 $ 5.000 $ 120.000
Kurang: biaya tetap umum 115.000
Pendapatan Operasional $0

Keuntungan meningkat $ 5.000. Kalau tidak,

Peningkatan laba = ($ 20,50 - $ 20,00) × 10.000 = $ 5.000

10 – 5 Biaya per Unit, Penilaian Persediaan, Perhitungan Biaya Absorpsi dan


Variable, Margin Kontribusi (TB2)
1. Biaya Absorpsi
Bahan langsung $ 1,20
Tenaga kerja langsung 0.75
Overhead variabel 0.65
overhead tetap 3.10
Unit biaya $ 5,70
Biaya persediaan akhir = $ 5,70 × 200 = $ 1.140

2. Biaya Variable:
Bahan langsung $ 1,20
Tenaga kerja langsung 0.75
Overhead variabel 0.65
Unit biaya $ 2,60
Biaya persediaan akhir = $ 2,60 × 200 = $ 520

3. Jual harga $ 7,50


Kurang:
biaya variabel pokok penjualan (2.60)
Komisi (0.75)
marjin kontribusi per unit $ 4,15

4. Penjualan ($ 7,50 × 17.600) $ 132.000


Kurang:
Biaya variabel pokok penjualan $ 45.760
Komisi 13.200 58.960
Margin kontribusi $ 73.040
Biaya kurang tetap:
Overhead tetap $ 27.900
Administrasi tetap 23.000 50.900
Batas pemasukan $ 22.140

Variabel costing harus digunakan, karena biaya tetap tidak akan meningkat
produksi dan meningkatkan penjualan.

Anda mungkin juga menyukai