Anda di halaman 1dari 24

DENTAL GRANULOMA

Periapikal granuloma atau dental granuloma merupakan lesi berbentuk bulat dengan
perkembangan yang lambat yang berada dekat dengan apeks dari akar gigi. Terdiri dari masa
jaringan inflamasi kronik yang berproliferasi diantara kapsul fibrous yang merupakan
ekstensi dari ligamen periodontal.

■ Jaringan granulasi merupakan respon fibroblastik dan proliferaso kapiler muda secara
bersama. Selain itu terdapat proliferasi sel makrositik dan limfositik untuk membentuk
jaringan pengganti yang merupakan tanda khas dari radang kronis.

■ Apabila respon bertahan dalam waktu yang lama tanpa ada proses resolusi jaringan maka
menyebabkan terjadinya granuloma pada apikal gigi yang non-vital.
Jaringan ikat

Rongga kista

Sisa sel epitel mallases

Jaringan granulasi

Jaringan ikat
miksoid

Jaringan ikat
kolagen

Epitel

Jaringan granulasi
KISTA RADIKULER

Kista periapikal (kista radikuler / kista apikal periodontal) merupakan kista yang
paling umum terjadi pada rahang.

Gambaran HPA:

 Terdiri dari epitel skuamosa berlapis, tidak memiliki lapisan sel basal yang
teridentifikasi dengan baik.
 Proliferasi epitel dikaitkan dengan peradangan kronis, tidak teratur, dan net-like
appearing
 Kapsul terdiri dari jaringan ikat fibrous kolagen
 Daerah ini tervaskularisasi dan diinfiltrasi oleh sel-sel inflamasi kronis
 Di dalam kapsul kista sering ada daerah yang terpecah oleh celah dengan bentuk needle-
shaped.Celah ini berisi kolesterol yang terlarut saat pemotongan jaringan. Kolesterol
berasal dari pemecahan sel-sel darah.

Perbesaran 100x

Lumen kista

Epitel (berlapis pipih)


Perbesaran 400x

Lumen kista

Epitel berlapis pipih

Kolesterin cleft

Jaringan ikat fibrous


KISTA KOLESTERIN

• Terbentuknya Kristal Kolesterol

Sel-sel makrofag memfagosit lipid atau ester-ester kolesterol. Sel makrofag yang
bermuatan penuh akan membuat lipid pecah, melepaskan ester kolesterol yang kemudian
mengkristal berbentuk jarum-jarum panjang atau celah-celah.

Terbentuk karena adanya deposit hasil dari disintegrasi atau kerusakan sel darah
merah, lipid plasma, atau degenerasi lemak pada jaringan ikat dalam rongga/kavitas yang
diblokir oleh proses peradangan (Kamboj et al, 2016).

Perbesaran 100x

Stroma jaringan ikat

Blood cloth

Cleft kolestrol

Sel radang kronis


nis
Cleft kolestrol
KISTA FOLIKULER

• Kista folikuler merupakan suatu kista yang menyelubungi sebagian atau seluruh mahkota
gigi yang belum erupsi dan melekat pada akar gigi (amelocemental junction).

• Kista ini berasal dari peyusutan enamel organ gigi yang tersisa yang merupakan hasil
akumulasi cairan di antara lapisan mahkota gigi dan dinding epitel email gigi.

• Kista folikuler biasanya terbentuk pada gigi yang impaksi dan gigi supernumerari
permanen, kemungkinan terjadi pada gigi susu sangat kecil dan biasanya terjadi pada gigi
yang sedang erupsi sehingga disebut juga kista erupsi.

Blood cholt

Dinding kista

Lumen kista

Silia (bulu getar)

Epitel silindris

Jaringan ikat
kendor
KISTA DETIGEROUS
Kista dentigerous yaitu kista odontogenik berupa kantung tertutup berbatas epitel atau
kantung jaringan ikat yang berbatas epitel pipih berlapis.Terbentuk di sekitar mahkota gigi yang
tidak erupsi dan terdapat cairan.Kista ini melekat pada cemento-enamel junction hingga
jaringan folikular yang menutupi mahkota gigi yang tidak erupsi.

Gambaran HPA:

 Menunjukkan bahwa dinding kista dentigerous dilapisi oleh jaringan ikat dan epitel
pipih yang bersatu dengan reduced enamel epithelium dan menutupi mahkota gigi
 Tidak ada pembentukan rete peg kecuali kista terinfeksi sekunder
 Batas luminalnya terdiri dari epithelium epthelium squamosa berlapis dan non-keratin
 Terdapat infiltrasi sel peradangan dari jaringan ikat
Blood cholt

Lumen kista

Blood cholt

Lumen kista

Jaringan ikat fibrous

Epitel

Fibroblast

Blood cholt

Epitel berlapis pipih

Lumen kista
KISTA DERMOID

Kista dermoid ialah suatu masa kistik yang dilapisi oleh epitel gepeng disertai adanya
struktur adneksa seperti kelenjar sebasea, folikel rambut, serta struktur lain seperti tulang, otot
dan kartilago.

Berdasarkan lokasi anatomis, terdapat 3 lokasikista dermoid pada daerah dasar mulut
yaitu:

1. Sublingual atau median genioglossus, dimana kista terletak di atas m. Geniohyoid

2. Median geniohyoid, yaitu di regio submental antara m. geniohyoid dan m. Mylohyoid

3. Lateral yaitu pada regio submandibula di atas m. myohioid

Gambaran HPA :

• Kista dibungkus oleh kapsul fibrous

• Dinding kista dilapisi epitel berlapis gepeng yang hiperkeratinisasi

• Pada dinding kista tampak folikel rambut dan kelenjar sebaceous

• Cairan kista mengandung debris berupa bahan keratin, materi protein dan lipid.
Kelenjar sebasea

Epitel

Lumen kista

Kelenjar sebasea

Kelenjar sebasea

Hair folicel

Epitel
Epitel bertatah
hiperkekeratinasi

Epitel berkeratin

Jaringan ikat
fibrous

Hair folikel
KISTA BRACHIOGENIK

Kista Branchiogenic merupakan kelainan kongenital yang etiologinya


diterangkan dalam beberapa teori, salah satunya disebabkan oleh karena
tidak sempurnanya obliterasi dari aparatus brankial sehingga sisa-sisa sel
akan mencetuskan terbentuknya suatu kista.

Epitel dinding
kista

Epitel

Lumen kista

Epitel dinding
kista

Blood cloth

Jaringan Limfoid

Kapsul jar ikat


KISTA DUKTUS TYROGLOSUS

Blood cholt

Epitel

Jar limfoid

Lumen kista

Blood cholt

Jar limfoid

Jar ikat
Lumen kista

Epitel kolumnar
bersilia

Jaringan
granulasi

Sisa jaringan
tiroid
OSTHEOATRHRITIS

 Osteoartritis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif yang berkaitan


dengan kerusakan kartilago sendi.
 Osteofit adalah pertumbuhan berlebih fibrocartilage yang muncul sebagai
proliferasi tulang di permukaan tulang.
 Perkembangan osteofit terlihat sebelumnya pada penyempitan ruang
sendi dan berhubungan dengan ketidaksejajaran sendi ke sisi osteofit,
yang merupakan faktor risiko untuk pengembangan kondisi artritis

Gambaran HPA :

Figure 8.12 Histologic section of the mandibular condylar cartilage showing


the four distinct zones:

(1) articular zone,

(2) proliferative zone,

(3) fibrocartilaginous zone, and

(4) calcified cartilage zone.


Condyle

Tulang trabekular

Articular disc

Articular emential

Lower joint
cavity

Subchondral bone

Hypretropic layer

Proliferative layer

Discus articularis

Fibrous layer

Prehypertropic layer
CHONDROMA

• Chondroma diklasifikasikan berdasarkan lokasinya:

a. enchondroma: di dalam tulang

(di dalam rongga meduler)

b. chondroma periosteal: di permukaan tulang

c. soft tissue chondroma: dalam jaringan lunak.

Gambaran HPA :
Kondrosit dalam lakuna

Matriks cartilago

Kondrosit dalam lakuna

Matriks cartilago
OSTEOMA

• Osteoma merupakan tumor jinak dari jaringan tulang yang ditandai oleh
pertumbuhan tulang yang berlebihan. Tulang yang mengalami pertumbuhan
adalah bagian kompakta dan spongiosa.

• Tumor ini berupa tonjolan pada tulang.

• Osteoma dibagi dua, yaitu osteoma central dan osteoma peripheral. Central
osteoma berasal dari endosteum, peripheral osteoma berasal dari
periosteum.

• Paling sering terjadi di sinus paranasal; dinding orbital, tulang temporal,


prosesus pterigoideus, kanal telinga external, dan mandibula.
osteosit

Blood cholt

Lamellar tulang

osteoblast

Blood cholt

Lamellar tulang

osteosit
CHONDROSARKOMA

• Tumor tulang yang terdiri dari sel-sel kartilago yang berkembang menjadi
ganas.

• Biasanya ditemukan pada tulang femur, humerus, kosta, & bagian


permukaan humerus, kosta, & bagian permukaan pelvis.

• Selain itu dapat mengenai tulang iga, kraniofasial, sternum, skapula &
vertebra.

• Kondrosarkoma merupakan tumor ganas primer tersering ketiga pada


tulang setelah mieloma multipel dan osteosarkoma

• Kejadian kondrosakoma mencakup 20-27% dari semua neoplasma primer


ganas pada tulang.

Proliferasi sel
kondrosit yang atip

Woven bone

ya
Inti yg pleumorfik

Proliferasi sel
chondrosit yang
atipya
OSTEOSARKOMA

• Osteosarkoma adalah tumor ganas yang berasal dari sel spindel neoplastic
yang menghasilkan tumor tulang osteoid dan/atau imatur.

• Osteosarkoma merupakan tumor ganas primer tulang terbanyak dan


menempati urutan ke-8 terbanyak pada tumor ganas yang terjadi pada usia
anak-anak.

• Osteosarkoma dapat terjadi pada rentang usia 2 sampai 92 tahun, tetapi


paling sering terjadi pada dekade kedua dan dekade ketujuh.

• Perbandingan insiden antara laki-laki dan perempuan 2:1.

• Etiologi:

 Osteosarcoma Primer: Unknown

 Osteosarcoma Sekunder: Paget disease, fibrous dysplasia, atau radiasi


ionisasi eksternal

Gambaran HPA :

Osteoblastic Chondroblastik Fibroblastic


osteosarkoma osteosarkoma osteosarkoma
Stroma jaringan
ikat

Woven bone

Giant sel

Blood cholt

Giant sel

Osteoblas like sel