Anda di halaman 1dari 36

Manusia Hidup

Memerlukan Oksigen
RESUSITASI JANTUNG-PARU (BLS - ALS)

KEMATIAN KLINIS

KEMATIAN BIOLOGIS

Every minutes delay rescue patient , decrease survival rate 7-10%


3
Penyebab Kematian Sel

1. HIPOKSIA
2. TRAUMA
3. INFEKSI
4. REAKSI IMUNOLOGIS
5. GANGGUAN GENETIKA
6. GANGGUAN
7. NUTRISI
MANAJEMEN PASIEN KRITIS

GOAL :
MEMAKSIMALKAN HANTARAN O2 (DELIVERY
OKSIGEN) DAN MEMINIMALKAN KONSUMSI
O2 UNTUK MENCEGAH JEJAS DI SELULER.
OBSTRUKSI JALAN NAPAS ATAS
PADA PASIEN TIDAK SADAR
“TALKING PATIENT”
RESPON BAIK

 AIRWAY TERBUKA
 VENTILASI BAIK
 PERFUSI OTAK
(KESADARAN) BAIK
CEK PERNAPASAN
LOOK, LISTEN, AND
LOOK LISTEN FEEL
 AGITASI  (SNORING)
 PENURUNAN  (GURGLING)
KESADARAN  (STRIDOR)
 SIANOSIS  PARAU
 RETRAKSI (HOARSENES)

FEEL : HEMBUSAN NAPAS


KEMATIAN KARENA GANGGUAN
JALAN NAFAS :

 TIDAK MENGENALI ADANYA GANGGUAN


 TERLAMBAT MENGAMBIL TINDAKAN
 KESULITAN DALAM PERTOLONGAN
PEMELIHARAAN JALAN NAPAS
Chin lift-head tilt
Jaw Thrust
PEMBEBASAN JALAN NAPAS
Tripple airway manouvre
DASAR (MANUAL)

Oropharyngeal airway
BANTUAN ALAT SEDERHANA Nasopharyngeal airway

Laryngeal mask airway

BANTUAN ALAT LANJUTAN Combitube


Intubasi dg ETT
PENATALAKSANAAN JALAN NAPAS DASAR
 Tangan penolong diletakkan di
dahi pasien dan secara hati-hati
TENGADAHKAN KEPALA
pasien (head tilt)

 ANGKAT DAGU pasien dan


angkat secara hati-hati untuk
meregangkan struktur di leher
bagian depan (chin lift)

CHIN LIFT-HEAD TILT


Jaw Thrust maneuvere

MANUVER JAW-THRUST 
MEMBUKA JALAN NAPAS
PASIEN YANG TIDAK SADAR
DENGAN KECURIGAAN
TRAUMA PADA KEPALA, LEHER
ATAU SPINAL
PIPA OROFARING / OPA / GUEDEL / MAYO
Pipa orofaring  mengatasi
obstruksi oleh soft palatum dan
lidah pada pasien yang tidak
sadar.

Kerugian:
Tidak toleran pada pasien yang
kesadarannya masih baik
TEKNIK PEMASANGAN PIPA OROFARING

a. Buka mulut penderita (teknik crossed-finger).


b. Masukkan pipa secara terbalik (ujung pipa ke langit-langit) dorong sepanjang
dasar mulut pasien, melewati jaringan lunak menggantung dari belakang
(uvula), atau hingga Anda menemukan tahanan melawan palatum mole.
c. Putar airway 180o dengan hati-hati, sehingga ujungnya mengarah ke bawah
ke faring pasien.
Ukuran yang tidak tepat justru akan
menyebabkan Obstruksi jalan napas

13-SEP-18
PIPA NASOFARING / NPA

PILIH UKURAN SESUAI JARAK HIDUNG-


TELINGA
DIAMETER HARUS LEBIH KECIL DARI
NARES
GUNAKAN PELUMAS
KONTRAINDIKASI:
 FRAKTUR BASIS KRANII
 KEBOCORAN LIQUOR CEREBRO SPINALIS
TATALAKSANA JALAN NAPAS
LANJUT

 INTUBASI ENDOTRAKEA TUBE (ETT)  DEFINITIF

 LARYNGEAL MASK AIRWAY


alternatif
 COMBITUBE
INTUBASI ENDOTRAKEA
 Untuk bantuan pemberian O2
 Untuk bantuan ventilasi
 Untuk mengurangi kebutuhan O2
Indikasi
 Untuk mengamankan jalan nafas
 Untuk membersihkan jalan nafas
 Pemberian obat-obatan resusitasi

Trauma
Komplikasi Intubasi esofagus
Refleks vagal
MALLAMPATI SCORE
ALAT INTUBASI
Teknik Intubasi
ETT
VENTILASI DENGAN ETT SAAT RJP
Tidak perlu sinkronisasi
dengan kompresi

ventilasi diberikan hanya


sampai dada terangkat,
selama 1 detik

8 – 10 bpm saat RJP

Tekan sesuai kapasitas vital paru-paru


6cc x BB
LARYNGEAL MASK AIRWAY & COMBITUBE
SUCTION JALAN NAPAS

 JALAN NAPAS DIBERSIHKAN


(DISEDOT/SUCTIONING) BERKALA
 DAYA HISAP – 80 S/D – 120 MMHG
 WAKTU PENYEDOTAN MAKSIMAL
10 DETIK
 KATETER LUNAK VS KERAS
 SELALU PANTAU HEMODINAMIK
SAAT PENYEDOTAN
MANAJEMEN BREATHING
DAN TERAPI OKSIGEN
Kanul Nasal

Peningkatan kecepatan aliran


oksigen 1 liter per menit 
meningkatkan FiO2 sebesar 4%
(max hanya 44%)

Keuntungan  kenyamanan dan


tidak mengganggu aktivitas
Sungkup muka sederhana
(Masker Hudson) :

Oksigen dialirkan dengan


kecepatan 6-10 liter/mnt
dengan dapat memberi
konsentrasi oksigen 30-
60%, tergantung tipe
pernafasan pasien.
Non Rebreathing
Mask

 Non rebreathing mask dengan katup


inspirasi (IV) dan katup ekspirasi (EV),
dengan kantung reservoir (non-
rebreathing mask),

 Alat ini dapat menghantarkan


konsentrasi inspirasi oksigen di atas 80%
dengan aliran 10-15 L.
Partial Rebreathing
Mask
Partial rebreathing mask dengan
lubang untuk ekspirasi

Sungkup tanpa dilengkapi katup


antara masker dengan reservoir
sehingga sepertiga udara ekspirasi
akan masuk dan mengurangi
konsentrasi O2 pada kantong
reservoir
Masker Venturi

Sungkup venturi terdiri sari


sungkup muka dan mixing jet.
Oksigen yang diberikan dapat
diatur berkisar 24 %,35% dan
40% dengan kecepatan aliran 4-8
L per menit dan 45-50% dengan
kecepatan 10-12 liter permenit
DEVICE FLOW RATE DELIVERY O2
Nasal canula 1 L/min 21% - 24%
2 L/min 25% - 28%
3 L/min 29% - 32%
4 L/min 33% - 36%
5 L/min 37% - 40%
6 L/min 41% - 44%
Simple oxygen face mask 6-10 L/min 35% - 60%
Face mask w/ O2 reservoir 6 L/min 60%
(nonrebreathing mask) 7 L/min 70%
8 L/min 80%
9 L/min 90%
10-15 L/min 95% - 100%
Ventury mask 4-8 L/min 24% - 35%
10-12 L/min 40% - 50%
PEMBERIAN BANTUAN VENTILASI TEKANAN POSITIF

Indikasi :
1. Henti Napas
2. Napas spontan tidak adekuat
3. Menurunkan kerja pernapasan dengan
Hipoksemia akibat ventilasi spontan yang
tidak adekuat
Teknik merapatkan masker dengan 2 tangan
dan teknik alternatif
PEMANTAUAN DAN SUPLEMENTASI OKSIGEN
PULSE OXIMETRY
INTERPRETATION INTERVENTION
READING

95% - 100% DESIRED RANGE


O2 4 L/MIN – NASAL CANULE

90% - <95% MILD-MODERATE


FACE MASK
HYPOXIA

FACE MASK W/ O2 RESERVOIR


85% - <90% MODERATE-SEVERE
 ASSISTED VENTILATION
HYPOXIA

SEVERE TO LIFE-
<85% ASSISTED VENTILATION
THREATENING
ACLS HYPOXIA
TERIMA KASIH & SEMOGA BERMANFAAT