Anda di halaman 1dari 7

AGUS LIM, 2008

JURNAL FISIKA UMUM PENGGUNAAN STOPWATCH


STOPWATCH

A. Pengertian
Stopwatch adalah alat yang digunakan untuk mengukur lamanya waktu yang
diperlukan dalam kegiatan.
Stopwatch secara khas dirancang untuk memulai dengan menekan tombol diatas dan
berhenti sehingga suatu waktu detik ditampilkan sebagai waktu yang berlalu.
Kemudian dengan menekan tombol diatas yang kedua kali kemudian memasang lagi
stopwatch pada nol.
B. Spesfikasi

1. Stopwatch analog

Umumnya berbentuk lingkaran. Terbuat dari alumunium atau bahan logam.


Stopwatch analong menunjukan waktu dengan jarum penunjuk. Dilengkapi dengan
tombol kalibrasi start.

2. Stopwatch digital

Stopwatch digital memiliki layar proyeksi digital yang menampilakan waktu


dengan akurat hingga ke milidetiknya. Stopwatch digital umumnya memiliki lebih
banyak tombol kalibrasi serta memiliki kemampuan memori untuk menyimpan data
sementara.

C. Bagian-Bagian Alat
1. Stopwatch Analog
 Tombol start / stop, untuk menjalankan dan menghentikan stopwatch.

 Tombol riset, untuk meriset stopwatch ke nol.

 Jarum besar, berfungsi sebagai jarum penunjuk dalam satuan detik

 Jarum kecil, berfungsi sebagai jarum penunjuk satuan menit

 Lingkaran detik, merupakan lingkaran yang berisi angka-angka mulai dari angka 1
sampai 60 dalam satuan detik

 Lingkaran menit, merupakan lingkaran yang berisi angka-angka mulai dari 5 sampai
30 dalam satuan menit.

2. Stopwatch Digital

 L.C.D

 4 digit tampilan waktu menunjukkan menit ("M") dan waktu detik ("S")

 Timer dapat diprogram maksimum sampai 99 menit, 59 detik dan menghitung


mundur

 Bel alarm output saat waktu menghitung mundur ke nol

 Timer ini juga dapat berfungsi sebagai memory recall

D. Kegunaan, Fungsi, dan Manfaat


1. Menghitung waktu
2. Mengukur lama waktu
3. Membantu berbagai penelitian atau pengamatan yang butuh data waktu.
E. Prinsip Kerja Alat
1. Stopwatch Analog
Stopwatch dirancang untuk memulainya dengan menekan tombol diatas dan
berhenti sehingga suatu waktu detik ditampilkan sebagai waktu yang berlalu.
Kemudian dengan menekan tombol yang sama untuk yang kedua kali kemudian
memasang lagi stopwatch pada nol.

2. Stopwatch Digital

Stopwatch digital merupakan jenis stopwatch yang menggunakan


layar/monitor sebagai penunjuk hasil pengukuran, seperti jam digital dimana
berhitungan waktu berdasarkan perhitungan elektronik.
Stopwatch Digital Otomatis Peka Cahaya dapat dibuat dengan menggunakan sensor
cahaya sebagai saklar elektronik untuk menentukan awal dan akhir pencatatan
rangkaian pencacah digital dengan ketelitian 0,0001 sekon atau 0,1 ms.

F. Cara Menggunakan
1. Stopwatch Analog.
 Menyiapkan stopwatch yang akan digunakan untuk mengukur.
 Memastikan stopwatch dalam keadaan nol atau terkalibrasi.
 Menekan tombol start untuk memulai pengukuran waktu, maka jarum besar pada
lingkaran besar akan berjalan.
 Satu putaran penuh jarum besar pada lingkaran detik sama dengan 60 detik. Jadi satu
kali putaran penuh jarum besar sama dengan satu menit. Apabila jarum besar sudah
berputar satu kali putaran penuh, maka jarum kecil akan berada pada angka satu
pada lingkaran kecil.
 Menekan tombol stop untuk mengakhiri pengukuran waktu.
 Membaca hasil pengukuran.
 Untuk mengulangi pengukuran maka menekan tombol start/stop 1 kali dan jarum
akan kembali ke nol kemudian ulangi langkah 1 s/d 5.
2. Stopwatch Digital
 Menyiapkan stopwatch yang digunakan untuk mengukur.
 Memastikan stopwatch dalam keadaan nol atau dalam keadaan terkalibrasi.
 Menekan tombol start untuk memulai pengukuran, maka waktu berjalan seperti yang
ditunjukkan angka pada stopwatch digital.
 Menekan tombol stop untuk mengakhiri pengukuran.
 Membaca hasil pengukuran.
 Unuk mengulangi pengukuran maka menekan tombol reset dan jarum akan kembali
ke nol kemudian ulangi langkah diatas.
G. Jenis dan Macam-Macam Alat
1. Stopwatch Analog
Stopwatch dirancang untuk memulainya dengan menekan tombol diatas dan
berhenti sehingga suatu waktu detik ditampilkan sebagai waktu yang berlalu.
Kemudian dengan menekan tombol yang sama untuk yang kedua kali kemudian
memasang lagi stopwatch pada nol.

2. Stopwatch Digital

Stopwatch digital merupakan jenis stopwatch yang menggunakan


layar/monitor sebagai penunjuk hasil pengukuran, seperti jam digital dimana
berhitungan waktu berdasarkan perhitungan elektronik.
Stopwatch Digital Otomatis Peka Cahaya dapat dibuat dengan menggunakan sensor
cahaya sebagai saklar elektronik untuk menentukan awal dan akhir pencatatan
rangkaian pencacah digital dengan ketelitian 0,0001 sekon atau 0,1 ms.

H. K3

Cara merawat stop watch agar tidak cepat rusak adalah sebaiknya setelah stop
watch digunakan dibiarkan hidup sampai gerak jarum stop watch berhenti sendiri,
yang dimaksudkan adalah agar pegas dalam stop watch tidak dalam keadaan tegang
sehingga tidak cepat rusak.

I. Praktikum
1. Stopwatch Analog
Stopwatch analog dirancang untuk memulainya dengan menekan tombol
diatas dan berhenti sehingga suatu waktu detik ditampilkan sebagai waktu yang
berlalu. Kemudian dengan menekan tombol yang sama untuk yang kedua kali
kemudian memasang lagi stopwatch pada nol.
2. Stopwatch Digital

Stopwatch Digital Otomatis Peka Cahaya dapat dibuat dengan menggunakan


sensor cahaya sebagai saklar elektronik untuk menentukan awal dan akhir pencatatan
rangkaian pencacah digital dengan ketelitian 0,0001 sekon atau 0,1 ms.

MISTAR

A. Pengertian
Mistar atau penggaris adalah alat ukur panjang yang sering digunakan. Alat
ukur ini memiliki skala terkecil 1 mm atau 0,1 cm. Mistar memiliki ketelitian
pengukuran setengah dari skala terkecilnya yaitu 0,5 mm.
Pembacaan skala pada mistar dilakukan dengan kedudukan mata pengamat
tegak lurus dengan skala mistar yang dibaca. Jika kedudukan mata pengamat tidak
tegak lurus dengan skala mistar yang dibaca bisa menyebabkan terjadinya kesalahan
paralaks.

B. Spesfikasi

Mistar memiliki bentuk persegi panjang. Panjang mistar sangat beragam


namun pada umumnya berkisar antara 30-50 cm tergantung kebutuhan. Mistar
biasanya menggunakan skala sentimeter dan inci pada kedua sisinya. Mistar biasanya
terbuat dari bahan plasti atau besi alumunium.

C. Bagian-Bagian Alat
1. Skala, biasanya terdapat 2 skala dalam mistar, satu dalam cm dan yang lainnya
dalam inci
2. Angka, yang berfungsi untuk menunjukkan hasil pengukuran
3. Satuan, untuk mengingatkan tentang satuan dari mistar.
D. Kegunaan, Fungsi, dan Manfaat
1. Sebagai alat ukur panjang
2. Sebagai alat bantu menggaris
3. Menbatasi sesuatu
E. Prinsip Kerja Alat
Mistar mengukur sesuatu dengan menepelya mistar pada permukaan ukur.
Keakuratan penggunaan fisika sangat bergantung pada penempatan dan pengelihatan
pengukur.
F. Cara Menggunakan
1. Letakkan penggaris pada Garis yg ingin diukur panjangnya. Pastikan pada salah
satu ujungnya berada pada titik nol
2. Perhatikan ujung lain pada penggaris,
3. Baca hasil pengukurannya. Jika menggunakan cm, 1 garis adalah 0,1 cm.
G. Jenis dan Macam-Macam Alat
1. Mistar Gambar T
Salah satu jenis mistar yang sering digunakan untuk menggambar teknik adalah
mistar gambar-T. Disebut demikian karena jenis mistar ini memiliki bentuk seperti
huruf T. Mistar jenis ini digunakan untuk menarik garis mendatar. Cara
penggunaannya dengan menggeser-geserkan ujung penuntuk ke tampat yang akan
diberi garis. Ujung penuntun itu biasanya ada di tepi sebelah kiri papan gambar dan
sering disebut dengan bagian kepala.
2. Segitiga Gambar
Selain mistar gambar-T, ada pula jenis mistar segitiga gambar. Mistar model
ini biasanya banyak tersedia di toko-toko alat tulis. Ada dua jenis mistar segitiga,
yaitu mistar segitiga gambar 45° dan mistar segitiga gambar 30° x 60°. Kedua mistar
segitiga gambar tersebut memiliki fungsi sama, sebab keduanya memiliki siku-siku.
3. Skala Incidan Kaki
Jenis mistar seperti ini seperti bentuk mistar panjang yang sering kita gunakan.
Akan tetapi, mempunyai perbedaan yang signifikan. Mistar skala ini memiliki jenis
yang beragam, sesuai tipe yang digunakan untuk jenis teknik gambar. Fungsi skala
inci dan kaki ini adalah untuk memperkecil atau memperbesar ukuran suatu objek
dalam suatu perbandingan tetap, seperti 1/8, 1/4 atau 1/2.
4. Skala Metrik
Jenis mistar skala ini lebih sering dipakai oleh masyarakat yang sering
menggunakan meter sebagai standar pengukuran linear. Di Indonesia skala ini bukan
hal yang asing bagi kita. Pengukuran panjang, volume, permukaan, berat dan
sebagainya dengan menggunakan skala ini adalah termasuk skala metrik dan sah
digunakan sebagai standar internasional atau dunia, meskipun ada sebagian kecil
negara yang belum menggunakannya.

H. K3
1. Tidak meletakan mistar di sembarang tempat
2. Meletakan mistar di bidang datar.
3. Tidak mengalih fungsikan mistar sebagai alat iseng.
I. Praktikum

Pada saat melakukan pengukuran dengan mistar, arah pandangan harus tegak
lurus dengan dengan skala pada mistar dan benda yang diukur. Jika tidak tegak lurus
maka akan menyebabkan kesalahan dalam pengukurannya, bisa lebih besar atau lebih
kecil dari ukuran aslinya.

Anda mungkin juga menyukai