Anda di halaman 1dari 5

BK/BKL/FO-001

Rev. 03 /1 Desember 2017

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL


SEMESTER GANJIL
TAHUN PELAJARAN 2018-2019

A Komponen Layanan Layanan Dasar


B Bidang Layanan Belajar
C Topik layanan Motivasi Belajar
D Fungsi Layanan Pemahaman, pemeliharaan dan
pengembangan
E Tujuan Umum Peserta didik mampu memiliki baru serta
perasaan positif tentang motivasi belajar
F Tujuan Khusus Siswa dapat memiliki sikap positif untuk
membangun motivasi belajar sehingga mampu
menyelesaikan pelajaran dan sukses dengan
persyaratan yang telah ditentukan.
G Sasaran layanan Kelas X
H Materi layanan 1. Pengertian Motivasi Belajar
2. Faktor-faktor meningkatkan motivasi
belajar

I Waktu 2 x 45 menit
J Sumber Triyono&Mastur.2014.Materi Layanan Klasikal
Bimbingan dan Konseling dalam Bimbingan
Belajar. Yogyakarta: Paramitra.
K Metode/ Teknik Diskusi
L Media/Alat Proyektor dan laptop
N Pelaksanaan
1. Tahap Awal/Pendahuluan
1. Guru Bimbingan dan Konseling menyapa
peserta didik dengan kalimat yang
membuat peserta didik bersemangat.
a. Pernyataan Tujuan 2. Guru Bimbingan dan Konseling memimpin
pertemuan dengan berdoa.
3. Guru Bimbingan dan Konseling
mengkondisikan kelas.
4. Guru Bimbingan dan Konseling mengecek
daftar hadir peserta didik untuk
mengetahui yang hadir dan tidak hadir.
5. Guru Bimbingan dan Konseling tujuan dari
penyebaran Data Siswa dan Angket
Kebutuhan Peserta Didik.

b. Penjelasan tentang Guru Bimbingan dan Konseling menjelaskan


langkah-langkah kegiatan langkah-langkah kegiatan bimbingan yang
akan dilaksanakan, mulai dari presentasi
mengenai tentang pemahaman diri, diskusi
yang akan dibicarakan.
c. Mengarahkan kegiatan Guru Bimbingan dan Konseling memberikan
(konsolidasi) penjelasan tentang topik yang akan
dibicarakan.
d. Tahap Peralihan Guru Bimbingan dan Konseling menanyakan
(Transisi) kesiapan peserta didik melaksanakan kegiatan,
dan memulai ke tahap inti
BK/BKL/FO-001
Rev. 03 /1 Desember 2017

2. Tahap Inti
a. Kegiatan peserta didik 1. Setelah guru bimbingan dan konseling atau
konselor selesai melakukan presentasi
tentang pemahaman diri, peserta didik
diberikan tugas untuk mencatat hal-hal
yang berkaitan dengan dirinya yang ditulis
pada lembar penugasan yang telah
disediakan.
2. Kemudian peserta didik menuliskan faktor-
faktor apa saja yang mereka rasakan
sehingga dapat menurunkan motivasi
belajar peserta didik.

b. Kegiatan guru Bimbingan Guru bimbingan dan konseling atau konselor


dan Konseling melakukan presentasi tentang materi
pemahaman diri dan mengarahkan peserta
didik untuk berdiskusi membahas materi yang
disampaikan.
3. Tahap Penutup
Guru bimbingan dan konseling atau konselor
memberikan penguatan atau merencanakan
tindak lanjut.
O Evaluasi
1. Evaluasi Proses Guru Bimbingan dan Konseling
melakukan evaluasi dengan memperhatikan
proses yang terjadi:
1. Mengadakan refleksi.
2. Sikap peserta didik dalam mengikuti
kegiatan : (contoh :semangat/ kurang
semangat/ tidak semangat).
3. Cara peserta didik menyampaikan
pendapat atau bertanya : sesuai dengan
topik/ kurang sesuai dengan topik/ tidak
sesuai dengan topik.
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan
terhadap pertanyaan Guru Bimbingan dan
Konseling atau konselor: mudah dipahami/
tidak mudah/ sulit dipahami.

Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal,


2. Evaluasi Hasil antara lain:
1. Merasakan suasana pertemuan:
menyenangkan/ kurang menyenangkan/
tidak menyenangkan
2. Topik yang dibahas: sangat penting/ kurang
penting/ tidak penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling
menyampaikan: mudah dipahami/ tidak
mudah/ sulit dipahami
4. Kegiatan yang diikuti: menarik/ kurang
menarik/ tidak menarik untuk diikuti

Lampiran : 1. Materi yang diberikan disajikan secara lengkap


2. Lembar kerja peserta didik (kalau ada)
BK/BKL/FO-001
Rev. 03 /1 Desember 2017

Mengetahui : Bandung Juli 2018


Kepala Sekolah Guru BK/ Konselor

Dra. Euis Purnama, M.M.Pd Hj. Neneng Tintin H, S.Pd


NIP. 19610816 198803 2 003 NIP. 19590624 198211 2 002

Motivasi Belajar
1. Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang akan
menimbulkan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar.
BK/BKL/FO-001
Rev. 03 /1 Desember 2017

Motivasi adalah penggerak, yakni penggerak yang menimbulkan keinginan


memperbaiki kegagalan, keinginan untuk sukses dan sebagainya. Kemudian
motivasi belajar itu merupakan penggerak yang akan menimbulkan kegiatan
belajar, kegiatan belajar di sini meliputi mendengarkan, menyimak, mengerjakan
tugas, mengobservasi, meneliti, menelaah, materi pelajaran. Selanjutnya motivasi
belajar akan memberikan arah pada kegiatan belajar maksudnya mengarahkan
pada pencapaian tujuan belajar yaitu mengerti, memahami dan terampil terhadap
apa yang dipelajari.
Motivasi sangat diperlukan dalam mencapai suatu tujuan. Juga dapat diketahui
bahwa motivasi berasal dari dalam didi dan ada yang bersala dari luar diri. Motivasi
yang bersal dari dalam diei antara lain: adanya kemauan yang kuat, usaha yang
gigih, niat dan keyakinan yang kuat untuk mencapai apa yang dicita-citakan,
disertai doa dan ibadah yang rajin. Sedangkan motivasi yang bersal dari luar diri,
misalnya : untuk memenuhi harapan orang tua, ingin mendapat hadiah.

2. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam meningkatkan motivasi belajar adalah


a. Setiap usaha belajar perlu ditetapkan niat dan tujuan yang jelas.
b. Merencanakan kegiatan belajar sebaik-baiknya.
c. Memahami setiap hambatan yang dihadapi dalam belajar.
d. Berdoa untuk keberhasilan.
e. Selalu mawas diri dan mengembangkan kesadaran untuk lebih memahami diri.
Semakin dalam pemahaman diri seseorang semakin besar semangat yang akan
munvul.
f. Mau menerima masukan dari orang lain.
g. Memahami norma-norma tentang belajar yang baik.
h. Mempunyai rencana masa depan.
Motivasi harus selalu ada dan dipelihara, agar senantiasa hidup menggelora
didalam jiwa kita selamanya. Kalau kita kehilangan semangat, badan rasnaya
lemah, malas, tidak bergairah, tidak berdaya, bahkan merasa tidak berharga.
Sungguh ini sangat merugikan. Jadi motivasi sangat diperlukan unutk
keberhasilan seseorang dalam belajar.
Salah satu tujuan belajar di kelas agar kita dapat naik kie kelas berikutnya
sampai lulus. Untuk mencapai tujuan tersebut kita perlu usaha. Berharap
memperoleh hasil yang memuaskan adalah idaman setiap orang berusaha, agar
kita memahami usaha-usaha apakah yang perlu dilakukan, perhatikan hal-hal
berikut:
1) Persayaratan akademis, meliputi :
a) Hasil ulangan yang diperoleh sudah tuntas/lulus.
b) Kehadiran diseklah hendaknya sesuai dengan ketentuan.
c) Konsentrasi belajar baik di rumah maupun di sekolah.
d) Kesehatan fisik maupun mental yang menunjang kegiatan belajar.
e) Kelengkapan catatan pelajaran.
f) Mengerjakan tugas (PR) dengan baik.
2) Persayaratan Budi Pekerti, meliputi:
a) Kelakuan :
 Ketaatan terhadap tata tertib sekolah.
 Bersikap santun dan ramah kepada guru/karyawan sekolah .
 Menjalin hubungan baik dengan teman sebaya.
BK/BKL/FO-001
Rev. 03 /1 Desember 2017

 Memperhatikan pelajaran.
b) Kerajinan :
 Kehadiran dalam kegiatan belajar mengajar.
 Kehadiran dalam kegiatan ekstra kulikuler.
 Aktif mengikuti kegiatan peringatan hari-hari besar.
 Kehadiran dalam kegiatan upacara bendera.
 Mengerjakan PR atau tugas-tugas lain dari guru.
 Kelngkapan dan kerajinan buku catatan.
c) Kerapian/kebersihan :
 Memakai seragam lengkap sesuai ketentuan.
 Memakai pakaian bersih dan rapi.
 Rambut disisir rapi, tidak mengenakan pewarna rambut (rambut
anak laki-laki pendek).
 Menjaga kebersihan diri dan lingkungannya.
 Buku-buku pelajaran disampul rapi dan bersih.
 Membuang sampah pada tempatnya.
3) Faktor “X” :
Untuk dapat naik kelas, selai memperhatikan persayaratan akademis dan
budi pekerti masih ada hal lain yang menentukan yaitu faktor “X”. Manusia
hanya dapat berusaha, tetapi Tuhan Yang Maha Esa jualah yang menentukan
usaha kita berhasil atau tidak, itulah yang dimaksud dengan faktor “X”. Oleh
karena itu setelah kita memperhatikan semua usaha, sebaiknya kita selalu
berdoa baik sebelum maupun sesudah belajar, dan setiap selesai
sembahyang, agar Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberi petunjuk dan
kemudahan kepada kita serta meridhoi semua yang telah kita lakukan.