Anda di halaman 1dari 25

DEFINISI OPTIMASI EKONOMI

 Optimisasi ekonomi merupakan suatu proses untuk mencapai hasil yang ideal atau
optimal dalam perekonomian, khususnya perusahaan (nilai efektif yang dapat dicapai).

 Terminologi optimalisasi ekonomi adalah maksimalisasi output dan minimalisasi input

 Pilihan yang optimal merupakan solusi yang efisien (berhasil guna) dan efektif (berdaya
guna) merupakan hasil akhir dari pengambilan keputusan.

METODE MENGGAMBARKAN HUBUNGAN EKONOMI

Hubungan ekonomi dapat digambarkan dalam bentuk persamaan, tabel, atau grafik. Bila
hubungannya sederhana, tabel atau grafik dapat mencukupi. Namun bila hubungannya rumit,
menggambarkan hubungan dalam bentuk persamaan mungkin diperlukan. Menggambarkan
hubungan ekonomi dalam bentuk persamaan juga berguna karena kita dapat mempergunakan
teknik yang kuat dari kalkulus deferensial dalam menentukan solusi optimum dari suatu masalah
(cara yang paling efisien untuk perusahaan atau organisasi lain untuk mencapai tujuan atau
sasarannya).

Hubungan ekonomi seringkali disajikan dalam bentuk persamaan, table dan grafik. Tetapi jika
hubungan nya kompleks maka model persamaan diperlukan agar seseorang bisa menggunakan alat
analisis matematis dan simulasi computer dalam memecahkan masalah tersebut.

1. Model persamaan

Perhatikan hubungan antara jumlah produk yang terjual (Q) dengan


penerimaan total (TR). Dengan menggunakan notasi fungsional kita bisa
menunjukan hubungan tersebut sebagai berikut :

TR = f(Q)
Persamaan diatas dibaca “ penerimaan total (TR) merupakan fungsi dari
jumlah produk yang terjual “Suatu hubungan fungsional yang lebih khusus
diberikan oleh persamaan :

TR = P X Q

Diatas P menunjukan harga tiap unit yang terjual dan hubungan antara
variable dependen dengan variable independen ditetapkan secara tepat.

TR = Rp 125 X Q

2. Model Tabel dan Grafik

Model table dan grafik sering digunakan untuk menyajikan

hubungan-hubungan ekonomi.

Hubungan Antara TR dengan

Dengan Jumlah Unit yang terjual Q

TR = 125 X Q

Jumlah unit yang terjual Total Revenue (TR)

1 125
2 250

3 375

4 500

5 625

6 750
HUBUNGAN BIAYA TOTAL, RATA-RATA, DAN MARJINAL

Hubungan Antara Nilai Total, Rata-Rata, dan Marginal

Hubungan Antara Nilai Total, Rata-Rata, dan Marginal sangat berguna dalam analisis
optimisasi.

Hubungan Marginal adalah perubahan variable dependen dari suatu fungsi yang
disebabkan oleh perubahan salah satu variable independen sebesar satu unit.

Tujuan dari analisis ini adalah untuk menentukan nilai dari variabel-variabel
independen yang bisa mengoptimalkan fungsi tujuan dari para pembuat keputusan.
1. Hubungan Nilai Total dengan Marginal

Unit output terjual Laba Total Laba Marginal Laba Rata-Rata

(Q)

0 0 - -

1 19 19 19

2 52 33 26

3 93 41 31

4 136 43 34

5 175 39 35

6 210 35 35

7 217 7 21

8 208 -9 26
Hubungan antara nilai marginal dengan nilai total dalam analisis
pengambilan keputusan berperan penting karena jika nilai marginal tersebut positif
maka nilai total akan meningkat, dan jika nilai marginal tersebut negative maka
nilai total akan menurun.Maksimisasi fungsi laba, atau fungsi apa saja, terjadi pada
titik dimana hubungan marginal bergeseser dari positif ke negative.

2. Hubungan antara nilai rata-rata dengan marginal

Hubungan antara nilai rata-rata dengan marginal juga penting dalam


pembuatan keputusan manajerial. Karena nilai marginal menunjukkan perubahan
dari nilai total, maka jika nilai marginal tersebut lebih besar dari nilai rata-rata, pasti
nilai rata-rata tersebut sedang menaik. Misalnya, jika 10 pekerja rata-rata
menghasilkan 200 unit output perhari, dan pekerja ke 11 (tambahan) menghasilkan
250 unit, maka output rata-rata dari npekerja meningkat.

3. Penggambaran hubungan antara nilai total, marginal dan rata-rata

Slope adalah suatu ukuran kemiringan sebuah garis, dan didefinisikan


sebagai tingginya kenaikan (penurunan) per unit sepanjang sumbu horisontal. Slope
dari sebuah garis lurus yang melalui titik asal ditentukan dengan pembagian
koordinat Y pada setiap titik pada garis tersebut dengan koordinat X yang cocok.
Hubungan geometris antara nilai total, marginal dan rata-rata terlihat pada
kurva 2.2b laba total naik dari titik asal menuju titik C. karena garis yang
digambarkan bersinggungan dengan kurva laba total menjadi lebih curam jika titik
singgung tersebut mendekati titik C, maka laba menaik sampai titik singgung
tersebut.

Selain hubungan nilai total rata-rata dan total marginal, hubungan antara
nilai marginal dengan rata-rata juga ditunjukan pada gambar 2.2 b. Pada tingkat
output yang rendah dimana kurva laba marginal terletak di atas kurva laba rata-rata,
maka kurva laba rata-rata sedang menaik. Walaupun laba marginal mencapai titik
maksimum pada output Q1 dan kemudian menurun, tapi kurva laba rata-rata terus
meningkat sepanjang kurva laba marginal masih di atasnya

Gambar 2.2
4. Penurunan kurva total dari kurva marginal atau rata-rata

Penurunan laba total dari kurva laba rata-rata (b). Laba total adalah laba
rata-rata dikalikan jumlah output. Laba total yang sesuai dengan output Q1,
misalnya adalah laba rata-rata (A) dikalikan output (Q1). Laba total tersebut sama
dengan luas bidang segi empat OABQ1.

Hubungan yang sama terjadi antara laba marginal dengan laba total. Secara
geometris, laba total tersebut ditunjukan oleh daerah Y sampai kuantitas output
yang ditentukan. Tingkat output Q1 laba total sama dengan bidang bawah kurva
laba marginal yaitu bidang OCQ1.
METODE OPTIMASI

Untuk menjawab pertanyaan berapa besarnya laba yang layak untuk ditentukan oleh
perusahaan, maka perlu melakukan penghitungan penentuan laba dengan teknik optimisasi
(optimization technique).

Teknik ini merupakan aplikasi dari teori ekonomi yang digunakan sebagai ilmu pengambilan
keputusan bagi manajer agar mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Teknik optimisasi sendiri
beragam, antara lain: teknik Optimasi dengan Kalkulus, Optimisasi Multivariate, Optimisasi
Terkendala (constrained optimization).

1. Teknik optimisasi dengan kalkulus (optimization with calculus).

Sebagaimana namanya, teknik ini menggunakan perhitungan-perhitungan matematis


(kalkulus). Teknik ini digunakan untuk:

a) menentukan nilai maksimum atau minimum output produksi yang dapat menciptakan laba
maksimal. Caranya adalah menggunakan turunan atau derivasi tingkat satu dari suatu
fungsi,

b) membedakan antara nilai maksimum dan minimum. Caranya adalah dengan menggunakan
turunan atau derivasi tingkat kedua.

2. Optimasi Multivariat (Multivariate optimization).

Optimisasi multivariate merupakan proses penentuan nilai maksimum atau minimum atas
suatu fungsi yang memiliki dua atau lebih variabel. Langkah yang perlu ditempuh adalah terlebih
dahulu melakukan derivasi secara partial dan kemudian mengujinya dengan melalui proses
maksimisasi fungsi multivariabel. Oleh karena itu sering disebut partial derivative.

Contoh-contoh yang di bahas di atas masih mengasumsikan variabel dependen hanya


dipengaruhi oleh satu variabel saja. Padahal dalam realita, hubungan ekonomi seringkali
menunjukkan bahwa satu variabel dependen dapat dipengaruhi oleh dua variabel bebas sekaligus
atau bahkan lebih. Sebagai contoh, total revenue mungkin saja dipengaruhi (atau fungsi dari)
output dan advertising secara sekaligus. Total cost dapat saja dipengaruhi oleh pengeluaran atas
biaya tenaga kerja dan juga kapital. Atau, total profit mungkin dipengaruhi oleh penjualan barang
X dan Y sekaligus.

Asumsi fungsi seperti itu penting sekali untuk menentukan efek marginal pada variabel
terikat. Efek marginal ini perlu diukur dengan partial derivative. Yang disimbolkan dengan 
(untuk membedakan dengan derivasi di atas yang disimbolkan dengan d). Pada partial derivative
ini yang diderivasikan adalah variabel terikat, bukan variabel bebas.

3. Constrained Optimization

Dua teknik optimisasi yang telah di bahas di atas adalah menggunakan asumsi tidak ada
kendala. Padahal, dalam praktik manajerial sangat mungkin untuk timbulnya kendala. Sehingga
keinginan untuk memaksimisasi profit juga tidak sesuai yang diharapkan. Kendala-kendala
tersebut dapat berupa terbatasnya kapasitas produksi, tidak tersedianya tenaga terampil,
kelangkaan bahan baku, adanya masalah legal, konflik dengan lingkungan, dan sebagainya.

Untuk menghitung optimisasi profit dalam kondisi terkendala, maka dapat dilakukan dengan
menggunakan dua cara yaitu, dengan optimasi terkendala biasa atau dengan metode lagrangian
multiplier.

Metode Lagrangian Multiplier

Cara yang baru saja dibahas ini, dapat dilakukan dengan menggunakan metode yang agak
berbeda, yaitu metode lagrangian multiplier. Metode ini mempunyai ciri khas yaitu: 1) penggunaan
persamaan fungsi lagrangian yang disimbolkan dengan L mewakili variabel dependen. 2)
penggunaan simbol (lambda) yang digunakan sebagai representasi kendala, yang sekaligus
digabungkan ke dalam persamaan fungsi lagrangian. 3) nilai kendalanya dipersamakan dengan nol
terlebih dulu.

Analisis Optimisasi
Analisis optimisasi dapat dengan baik dijelaskan dengan mempelajari proses
maksimisasi laba oleh perusahan . perusahaan memaksimumkan laba total pada tingkat
pada tingkat output dimana perbedaan positif antara penerimaan total dan pengeluaran total
terbesar , dan pendapatn marginal sama dengan biaya biaya marginalnya. Lebih umum ,
menurut analisis marginal, optimisasi terjadi dimana keuntungan marginal suatu aktivitas
sama dengan biaya marginal.

Maksimisasi Laba dengan Pendekatan Penerimaan Total dan Biaya Total.

Optimisasi dengan Analisis Marginal.

Analisis marginal merupakan salah satu konsep terpenting pada ekonomi


manajerial secar umum dalam analisis optimisasi khususnya. Menurut analisi
marginal , perusahaan memaksimumkan laba laba bila pendapatan marginal
sama dengan biaya marginal. Biaya marginal ( marginal cost-MC) didefinisi
sebagai perubahan biaya total per unit perubaha output dan ditunjukan oleh
kemiringan kurva TC. Sedangkan Pendapatan Marginal ( MarginL Revenue-
MR) yaitu perubahan penerimaam total per unit perubahan output atau
penjualan dan merupalan kemiringan kurva TR. Menurut analisis marginal,
selama kemiringan kurva TR atau MR melebihi kemiringan kurv TC atau MC,
akan bermanfaat bagi perusahaan untuk memperluas output dan penjualan

.perusahaan akan memperoleh penerimaan total lebih banyak daripada biaya


totalnya, sehingga laba total akan meningkat. Ada 2 hal yang harus
diperhatikan dalam maksimisasi laba sebagai contoh optimisasi yaitu: pertama
adalah kemiringan kurva TR atau MR sama dengan kemiringan kurva TC atau
MC( lihat titik H*) pada Q=1. Namun pada saat Q=1, TC melebihi TR , dan
perusahaan mengalami kerugian. Jadi untuk memaksimumkan total keuntungan
perusahaan, MR tidak hanya harus sama dengan MC tetapi kurva MC juga
harus memotong kurva MR dari bawah, yang terjaidi pada saat Q=3. Perbedaan
antara perpotongan pada Q=3 dan Q=1 membedakan antara tingkat laba
maksimal dan kerugian maksimal dari output dan hal ini membawa kita menuju
ke hal yang kedua. Yaitu kemiringan dari fungsi laba total ( ) pada bagian
bawah adalah 0, baik pada titik H”( ketika kerugian perusahaan terbesar )dan
pada titik C”ketika keuntungan total maksimum). Namun fungsi menghadap
keatas ( sehingga kemiringan meningkat, dari negative sebelah kiri H”, menjadi
0 pada titik H” , kemudian menjadi positif diseblah kanan H”) pada saat
kerugian maksimum, sementara kurva tersebut menghadap kebawah ( sehingga
kemiringan menurun ) disekitar titik C”, dimana perusahaan memaksimumkan
laba totalnya.

D. Kalkukus Difernsial; Turunan dan Aturan Diferensiasi


Analisis optimisasi dapat dilakukan jauh lebih efisien dan tepat denagn kalkulus
diferensial. Hal ini didasarkan pada konsep tutunan, yang secara erat berhubungan dengan
konsep margin. Turunan dari penerimaan total terhadap output diberikan oleh

limit rasio untuk mendekati 0. Secara geometris, hal ini berhubungan dengan kemiringan
kurva penerimaan total pada titik dimana kita ingin mencari turunanya dan sama dengan
pendapatan marginal pada titik tersebut. Lebih umum , turunan Y terhadap

( )

X, dY/Dx=
Aturan – Aturan Diferensial

Diferensiasi adalah proses menentukan turunan suatu fungsi (yaitu, menemukan


perubahan Y untuk perubaahan X, pada saat perubahan X Mendekati 0). Aturan –
aturan dalam diferensiasi yaitu:

Aturan Untuk Fungsi Konstan


OPTIMISASI DENGAN KALKULUS

Optimisasi dengan kalkulus adalah proses menentukan titik dimana fungsi mencapai maksimum
atau minimum, kemudian menunjukkan bagaimana membedakan antara maksimum dengan
minimum.

Menentukan Maksimum dan Minimun dengan Kalkulus

Optimasi sering diperlukan untuk menemukan nilai maksimum dan nilai minimum suatu fungsi.
Sebagai contoh, suatu perusahaan mungkin ingin memaksimumkan penerimaannya,
meminimumkan biaya produksi sejumlah barang/output, atau lebih mungkin memaksimumkan
laba. Untuk suatu fungsi agar mencapai maksimum atau minimum, turunan dari fungsi tersebut
harus nol.

Membedakan antara Maksimum dan Minimum : Turunan Kedua

Turunan (kemiringan) dari fungsi (kurva) adalah nol baik pada titik minimum maupun maksimum.
Untuk membedakan antara titik maksimum dan minimum, kita mempergunakan
turunana kedua (second derivative). Turunan kedua adalah turunan dari turunan dan diperoleh
dengan menerapkan kembali aturan turunan (pertama) dari diferensiasi sebelumnya.

OPTIMISASI MULTIVARAT

Optimisasi multivarat adalah proses menentukan titik maksimum dan minimum suatu fungsi yang
mempunyai lebih dari dua variabel.

Turunan Parsial

Menentukan dampak marginal pada variabel terkait, misalkan laba total yang diakibatkan karena
perubahan kuantitas setiap variabel secara individu, seperti jumlah komoditas X dan Y yang dijual
dan dianalisis secara terpisah. Dampak marginal tersebut diukur dengan turunan parsial (partial
derivative), yang ditunjukkan dengan simbol (bandingkan dengan d untuk tururnan).

Memaksimumkan fungsi dengan banyak variabel

Untuk memaksimumkan atau meminimumkan suatu fungsi dengan banyak variabel, kita harus
membuat setiap turunan parsial sama dengan nol dan memecahkan beberapa persamaan tersebut
secara bersamaan untuk memperoleh nilai optimum dari variabel bebas atau variabel di sisi sebalah
kanan.

OPTIMISASI TERKENDALA
Optimisasi terkendala (constrained optimization) adalah maksimisasi atau minimisasi fungsi
tujuan dengan berbagai kendala.

Optimisasi Terkendala dengan Substitusi

Masalah optimisasi terkendala dapat dipecahkan mula-mula dengan memecahkan persamaan


kendala untuk satu dari variabel keputusan, dan kemudian mensubstitusikan nilai variabel ini ke
dalam fungsi tujuan yng dicari perusahaan untuk dimaksimumkan atau diminimumkan.

Optimisasi Terkendala dengan Metode Pengali Langrange

Metode yang dipergunakan apabila kita menemukan persamaan terkendala yang rumit atau tidak
dapat dipecahkan dengan satu variabel keputusan sebagai fungsi eksplisit variabel lain.
OPTIMASI MULTIVARIATE DENGAN DAN OPTIMASI TERKENDALA

Optimasi Multivariat (Multivariate optimization).


Optimisasi multivariate merupakan proses penentuan nilai maksimumatau minimum
atas suatu fungsi yang memiliki dua atau lebih variabel. Langkah yang
perlu ditempuh adalah terlebih dahulu melakukan derivasisecara partial
dan kemudian mengujinya dengan melalui proses maksimisasifungsi multivariabel.
Oleh karena itu sering disebut partial derivative.

Sebagai contoh, total revenue mungkin saja dipengaruhi (atau fungsi dari) output dan
advertising secara sekaligus. Total cost dapat saja dipengaruhi oleh pengeluaran atas biaya tenaga
kerja dan juga kapital. atau, total profit mungkin dipengaruhi oleh penjualan barang X dan Y
sekaligus.

Asumsi fungsi seperti itu penting sekali untuk menentukan efek marginal pada variabel terikat.

Efek marginal ini perlu diukur dengan partial derivative. Yang disimbolkan dengan pada partial
derivative ini yang diderivasikan adalah variabel terikat, bukan variabel bebas.

· Optimasi Terkendala
Optimasi Terkendala yaitu maksimisasi atau minimisasi
fungsi tujuan dengan beberapa kendala, sehingga mengurangi kebebasan dari perusahaan untuk
pencapaian optimisasi tanpa terkendala. Optimisasi terkendala dapat dipecahkan dengan substitusi
atau dengan metode pengali lagrange.

1. Optimasi Terkendala dengan substitusi masalah optimasi terkendala dapat dipecahkan


mula-mula dengan memecahkan persamaan kendala, untuk satu dari variabel keputusan,
dan kemudian mensubtitusikan nilai variabel ini dalam fungsi tujuan yang dicari
perusahaan untuk dimaksimumkan atau diminimumkan.Prosedur ini mengubah masalah
optimisasi terkendala menjadi masalah optimisasi tanpa kendala.

2. Optimisasi Terkendala dengan metode pengali lagrange metode ini dipergunakan apabila
dengan mempergunakan satu variabel keputusansebagai fungsi eksplisit variabel yang lain,
teknik substitusi untukmemecahkan masalah optimisasi terkendala dapat
menyulitkan.Sehinggadapat mempergunakan metode pengali lagrange. Tahap pertama
dalam metode ini adalah membentuk fungsi lagrange, yang ditunjukkan oleh fungsi tujuan
awal yang berusaha dimaksimumkan atau diminimumkan oleh perusahaan, ditambah
dengan ….. yang biasa digunakan untuk mengali lagrange, dikali fungsi tujuan yang dibuat
sama dengan nol, yaitu x + y – 12 sama dengan nol dan memperoleh x + y – 12 = 0.

PERALATAN MANAJEMEN BARU UNTUK OPTIMASI

1. BENCHMARKING

Perbandingan (Benchmarking) berarti menemukan cara terbuka dan jujur, bagaimana


perusahaan lain dapat mengerjakan sesuatu dengan lebih baik sehingga perusahaan Anda dapat
meniru dan berkemungkinan memperbaiki cara tersebut. Perbandingan membutuhkan pertama,
memilih suatu proses yang spesifik yang akan berusaha diperbaiki oleh perusahaan Anda dan
mengidentifikasi beberapa perusahaan yang dapat mengerjakannya dengan lebih baik, kedua,
mengirim utusan pembanding yang terdiri atas orang yang benar-benarakan membuat
perubahan.
2. TOTAL QUALITY MANAGEMENT

Manajemen Kualitas Total adalah strategi manajemen yang ditujukan untuk menanamkan
kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi. Sesuai dengan definisi dari ISO, TQM
adalah "suatu pendekatan manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada kualitas,
berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang
melalui kepuasan pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam organisasi
serta masyarakat."

Manajemen kualitas total (total quality management-TQM) bearti secara konstan


memperbaiki kualitas produk dan proses perusahaan sedemikian rupa sehingga secara konsisten
memberikan nila kepuasan yang semakin meningkat kepada pelanggan.

Lima aturan untuk menentukan suksesnya suatu program TQM :

1. Pejabat eksekutif perusahaan (CEO) harus secara tegas dan nyata mendukung program
tersebut dengan perkataan dan perbuatan.

2. Program TQM harus secara jelas menunjukkan bagaimana program tersebut


menguntungkan pelanggan dan menciptakan nilai penghargaan untuk perusahaan.

3. Program TQM harus mepunyai beberapa tujuan strategi yang jelas, yaitu harus
ditanyakan “Apa yang ingin dicapai perusahaan?”

4. Program TQM harus memberikan hasil keuangan dan kompensasi dalam waktu singkat.
Orang-orang perlu melihat hasil awal yang jelas dan nyata untuk terus mendukung program
tersebut.
Program TQM seharusnya dibuat khusus untuk perusahaan tertentu, jadi suatu
perusahaan tidak dapat hanya meniru program TQM perusahaan lain.

3. REENGINEERING

Rekayasa ulang adalah proses rekayasa ulang berusaha mengorganisasi perusahaan


keseluruhan. Proses rekayasa ulang melibatkan desain ulang yang radikal dari semua proses
perusahaan untuk mencapai peningkatan yang tinggi dalam hal kecepatan, pelayanan, dan
profitabilitas.

Ada 2 alasan utama untuk melakukan rekayasa ulang, pertama, takut pesaing muncul dengan
produk, pelayanan, atau cara baru dalam melakukan bisnis yang akan menghancurkan
perusahaan Anda, atau kedua, ketamakan, bila Anda percaya bahwa proses rekayasa ualang,
perusahaan dapat melenyapkan persaingan.

Rekayasa ulang (reengineering) berarti berusaha mengorganisasi perusahaan yang


sama sekali baru, selanjutnya merestrukturisasi perusahaan untuk menyesuaikan dengan
rencena tersebut. Proses tersebut melibatkan desain ulang yang radikal dari semua proses
perusahaan untuk mencapai peningkatan yang tinggi dalam hal kecepatan, pelayanan dan
profitabilitas.

Ada dua lasan utama untuk melakukan rekayasa ulang :

1. Takut pesaing muncul dengan produk, pelayanan, atau cara baru dalam
melakukan bisnis yang akan menghancurkan perusahaan yang kita bangun.

2. Ketamakan, bila kita percaya bahwa proses rekayasa ulang, perusahaan kita dapat
melenyapkan persaingan.
4. THE LEARNING ORGANIZATION

Sebuah organisasi pembelajaran adalah istilah yang diberikan kepada perusahaan yang
memfasilitasi pembelajaran anggotanya dan terus mentransformasikan dirinya. Organisasi
pembelajar berkembang sebagai akibat dari tekanan yang dihadapi organisasi modern dan
memungkinkan mereka untuk tetap kompetitif dalam lingkungan bisnis. Sebuah organisasi
belajar memiliki lima fitur utama, berpikir sistem, penguasaan pribadi, model mental, visi
bersama dan pembelajaran tim. Organisasi Pembelajaran diciptakan melalui kerja dan
penelitian Peter Senge dan rekan-rekannya . Hal ini mendorong organisasi untuk beralih ke cara
yang lebih saling berpikir.

Organisasi pembelajar (learning organization) menghargai pembelajaran yang


berkelanjutan bahwa keuntungan, baik secara individu maupun secara bersama-sama, dan
percaya bahwa keuntungan kompetitif diperoleh dari dan membutuhkan pembelajaran
yang berkelanjutan pada era informasi kita. Menurut Peter Senge, organisasi pembelajar
didasarkan pada lima komponen dasar :

1. Model mental baru

Orang harus mengembangkan model mental baru dengan mengesampingan cara


berpikir lama dan bersedia untuk berubah.

2. Kemahiran personal

Para karyawan harus belajar membuka diri kepada orang lain dan mendengar mereka
ketimbang mengatakan apa yang harus mereka perbuat.

3. Pemikiran sistem

Setiap orang harus memahami bagaimana perubahaan benar-benar beroperasi.


4. Visi bersama

Strategi yang diakukan bersama oleh semua pegawai perusahaan.

5. Pembelajaran tim

OTHER MANAGEMENT TOOLS

1. BROADBANDING

Menghapus berbagai tingkatan gaji yang terlalu banyak untuk mendorong perpindhan antar
pekerja dalam perusahaan, untuk meningkatkan flexibilitas tenakaga kerja dan biaya dari bisnis
model.situasi dimana perusahaan berhubungan sev=cara langsung dengan konsumen,
menghilangkan waktu dan biaya distribusi dari pihak yang ketiga.

2. DIRECT BUSINESS MODEL

Situasi dimana perusahaan berhubungan secara langsung dengan konsumen, menghilangkan


waktu dan biaya distribusi dari pihak ketiga.

3. NETWORKING

Pembentukan aliansi strategis temporer agar setiap perusahaan dapat menyumbangkan


kemampuan terbaiknya.

4. PRICING POWER
Kemampuan perusahaan untuk meningkatkan harga dengan lebih cepat daripada peningkatan
biayanya atau menurunkan biaya lebih cepat daripada penurunan harga barang.

5. SMALL-WORLD MODEL

Ide atau teori sebuah perusahaan dapat dibuat beroperasi.

6. VIRTUAL INTEGRATION

` kaburnya batas batas dan peranan tradisional antara produsen dan pemasok, pada satu sisi,
antara produsen dan pelanggan,pada sisi yang lain,dalam rantai nilai dengan memperlakukan
pemasok dan pelanggan seolah olah mereka bagian dari perusahaan. Hal ini secara nyata
mengurangi atau menghilangkan kebutuhan untuk persediaan dan memuaskan permintaan
konsumen dengan cepat.

7. VIRTUAL MANAGEMENT

Kemampuan manager untuk meniru perilaku konsumen dengan memperagakan model


komputer yang didasarkan pada ilmu pengetahuan yang muncul atau teori kompleksitas.

8. MANAGEMEN PROCES

Koordinasi atau integrasi dalam satu payung untuk keseluruhan kinerja managemen seperti
banchmarking,reenginring,tqm,dan sigma.