Anda di halaman 1dari 4

5.

3 Kode Etik IAMI


 Kode etik IAMI adalah perilaku etika Anggota dalam memenuhi tanggung jawab
profesionalnya
 Kode etik IAMI dirumuskan oleh Komite Etika dan disampaikan oleh Dewan
Pengurus Pusat untuk selanjutnya disahkan oleh Rapat Anggota
 Kode Etik IAMI mengikat seluruh anggota IAMI
Perihal Komite Etika dari IAMI, Anggaran Rumah Tangga IAMI 2009, pasal 27
menyatakan bahwa :

 Komite Etika yang selanjutnya disingkat KE merupakan badan organisasi IAMi yang
merumuskan, mengembangkan, dan mengkodisikasikan Kode Etik IAMI
 Jumlah anggota KE sekurang-kurangnya 3 (tiga) orang yang diangkat DPP
 Masa kerja anggota KE adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk satu
kali masa jabatan
 Tatakerja KE ditentukan sendiri oleh KE dengan persetujuan DPP

5.4 Forum Komunikasi Satuan Pengawas Intern (FKSPI)


Tujuan dari dibentuknya FKSPI adalah :
 Meningkatkan fungsi dan peran pengawasan
 Meningkatkan mutu kemampuan Aparat Pengawasan Intern atau Auditor Internal
 Mengembangkan ilmu dibidang Pengawasan Intern
 Meningkatkan wawasan dan tanggung jawab Aparat Pengawasan Intern atau Auditor
Internal
 Meningkatkan komunikasi antar SPI/SAI dan dengan Badan-Badan
Pengawasan/Pemeriksaan Eksternal

5.5 Kode Etik FKSPI


Prinsip Etika
Auditor internal diharapkan menerapkan dan menegaskan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Integritas
Integritas auditor internal membangun kepercayaan dan demikian memberikan dasar
untuk landasan penilaian mereka.
2. Objektivitas
Auditor internal menunjukkan objektivitas profesional tingkat tertinggi dalam
mengumpulkan, mengevaluasi dan mengkomunikasikan informasi tentang kegiatan
atau proses yang sedang diperiksa.
3. Kerahasiaan
Auditor internal menghormati nilai dan kepemilikan informasi yang mereka terima
dan tidak mengungkapkan informasi tanpa izin kecuali ada ketentuan perundang-
undangan atau kewajiban profesional untuk melakukannya.
4. Auditor internal menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang
diperlukan dalam pelaksanaan layanan audit internal.

Aturan Perilaku
1. Integritas
 Harus melakukan pekerjaan mereka dengan kejujuran, ketekunan, dan tanggung
jawab.
 Harus mentaati hukum dan membuat pengungkapan yang diharuskan oleh
ketentuan perundang-undangan dan profesi
 Sadar tidak boleh terlibat dalam aktivitas illegal apapun, atau terlibat dalam
tindakan yang memalukan untuk profesi audit internal atau pun organisasi
 Harus menghormati dan berkontribusi pada tujuan yang sah dan etis dari
organisasi.
2. Objektivitas
 Tidak akan berpartisipasi dalam kegiatan atau hubungan apapun yang dapat
mengganggu, atau dianggap mengganggu, ketidakbiasan penilaian mereka.
Partisipasi ini meliputi kegiatan-kegiatan atau hubungan-hubungan yang
mungkin bertentangan dengan kepentingan organisasi
 Tidak akan menerima apapun yang dapat mengganggu, atau dianggap
mengganggu, profesinalitas penilaian mereka.
 Harus mengungkapkan semua fakta material yang mereka ketahui yang jika
tidak diungkapkan dapat mengganggu pelaporan kegiatan yang sedang diperiksa.
3. Kerahasiaan
 Harus berhati-hati dalam penggunaan dan perlindungan informasi yag diperoleh
dalam tugas mereka.
 Tidak akan menggunakan informasi untuk keuntungan pribadi atau yang dengan
cara apapun akan bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan atau
merugikan tujuan yang sah dan etis dari organisasi.
4. Kompetensi
 Hanya akan memberikan layanan sepanjang mereka memiliki pengetahuan,
keterampilan dan pengalaman yang diperlukan
 Harus melakukan audit internal sesuai dengan Standar Internasional Praktik
Profesional Audit Internal
 Akan terus menerus meningkatkan kemampuan dan efektivitas serta kualitas
layanan mereka.

6. PERBANDINGAN CEPA IN BUSINESS 2012 DENGAN KODE ETIK AKUNTAN


MANAJEMEN DAN AUDITOR INTERNAL DI INDONESIA

Tabel 6.1
Perbandingan CEPA 2012 in Business dan Kode Eik IAM 2008 dan FKSPI 1998

Item-Item Kode Etik


No CEPA 2012 in business Kode Etik IAMI 2008
Pokok FKSPI 1998
1. Integritas IMI belum memiliki 1. Integritas
Prinsip-
2. Objektivitas Kode Etik, sehingga 2. Objektivitas
1. Prinsip Dasar
3. Kompetensi Profesional Prinsip-Prinsip Dasar 3. Kerahasiaan
Etika
dan Sikap Kecermatan mengacu pada kode etik 4. Kompetensi
dan kehati-hatian (due IAI
care) 1. Tanggung Jawab
4. Kerahasiaan Profesi
5. Perilaku Profesional 2. Kepentingan Publik
3. Integritas
4. Objektivitas
5. Kompetensi dan
kehati-hatian
Profesional
6. Kerahasiaan
7. Perilaku Profesional
8. Standar Teknis
Tidak
menjelaskan
Pendekatan Menjelaskan cara dan Tidak menjelaskan
tentang
Kerangka langkah memecahkan tentang Pendekatan
2. Pendekatan
Kerja berbagai ancaman terhadap Kerangka Kerja
Kerangka
Konsepual ketaatan pada prinsip dasar Konseptual
Kerja
Konseptual
Ancaman terhadap ketaatan Tidak
pada prinsip dasar, yaitu : menjelaskan
 Ancaman Kepentingan Karena mengikuti Kode
tentang
Pribadi Etik IAI, maka tidak
ancaman
Ancaman dan menjelaskan tentang
 Ancaman Telaah Pribadi terhadap
3. contoh- ancaman terhadap
 Ancaman Advokasi ketaatan
contohnya ketaatan terhadap
 Ancaman Kedekatan prinsip dasar berikut
terhadap
 Ancaman Intimidasi contoh-contohnya
prinsip dasar
Diberikan juga contoh- berikut contoh-
contohnya contohnya
Pengamanan terhadap Tidak
ancaman terhadap ketaatan Karena mengikuti Kode menjelaskan
pada prinsip dasar, yaitu : Etik IAI, maka tidak tentang
 Pengamanan yang menjelaskan tentang pengamanan
Pengamanan
diciptakan oleh profesi, pengamanan terhadap terhadap
4. dan contoh-
legislator atau regulator ancaman atas ketaatan ancaman atas
contohnya
 Pengamanan di pada prinsip dasar ketaatan pada
lingkungan pekerjaan berikut contoh- prinsip dasar
Diberikan juga contoh- contohnya berikut contoh-
contohnya contohnya
Menjelaskan tentang konflik
Tidak
etika serta bagaimana
Tidak menjelaskan menjelaskan
5. Konflik Etika akuntan profesional
tentang konflik etika tentang konflik
mengambil langkah untuk
etika
menyelesaikannya
Dari tabel 6.1 di atas dapat dilakukan analisis pembandingan antara CEPA 2012 dengan Kode
Etik IAMI 2008 dan Kode Etik FKSPI 1998 sebagai berikut :
1. Prinsip Dasar Etika
Terdapat perbedaan jumlah prinsip dasar etika antara CEPA 2012 in Business dan
Kode Etik IAMI 2008 dan Kode Etik FKSPI 1998. Prinsip dasar CEPA 2012 in Business
sebanyak 5 (lima), sedangkan prinsip dasar di Kode Etik IAMI 2008 yang sementara ini
mengikuti Kode Etik IAI 1998 sebanyak 8 (delapan) prinsip dasar. Sedangkan Kode Etik
FKSPI 1998 terdapat 4 (empat) prinsip dasar yaitu Integritas, Objektivitas, Kerahasiaan,
serta Kompetensi.
2. Pendekatan Kerangka Kerja Konseptual
Untuk itu CEPA 2012 in Business menjelaskan pendekatan kerangka kerja konseptual
guna membantu para akuntan profesional untuk mentaati ketentuan kode etik serta untuk
memenuhi tanggung jawabnya dalam bertindak sesuai dengan kepentingan masyarakat.
Pendekatan kerangka kerja konseptual ini dimuat dalam CEPA 2012 in Business dengan
maksud memberikan petunjuk bagi akuntan profesional dalam menghadapi dilema etika.
Namun sebaliknya Kode Etik IAMi 2008 dan Kode Etik FKSPI 1998 belu memiliki
petunjuk bagi akuntan professional di Indonesia bila menghadapi dilema atau permasalahan
etika. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IAMi 2008, di mana terdapat badan
Komite Etika serta Kode Etik FKSPI 1998 sebaiknya diperbaharui, yaitu dengan
mengadopsi pendekatan kerangka kerja konseptual yang ada di CEPA 2012 in Business.
3. Ancaman dan Pengamanan
CEPA 2012 in Business telah mengantisipasi hal tersebut dengan menjelaskan
berbagai ancaman yang mengganggu profesi akuntan dalam mematuhi dan melaksanakan
kode etik profesinya. Tidak hanya itu, CEPA 2012 in Business menjelaskan secara rinci
langkah-langkah pengamanan yang harus dilakukan oleh akuntan profesional dalam
menghadapi ancaman-ancaman tersebut. Sebaliknya Kode Etik IAMI 2008 dan Kode etik
FKSPI 1998 sama sekali belum menguraikan dalam kode etiknya perihal ancaman dan
pengamanan yang dihadapi akuntan professional dalam proses mematuhi kode etiknya. Oleh
karena itu sebaiknya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IAMI 2012 serta Kode
Etik FKSPI 1998 mengadopsi ancaman dan pengamanan yang ada di CEPA 2012. Hal ini
sangat penting agar akuntan professional di Indonesia benar-benar memahami langkah-
langkah yang harus dilakukan bila menghadapi ancaman-ancaman kepatuhan terhadap Kode
Etik IAMI dan Kode Etik FKSPI.
4. Konflik Etika
CEPA 2012 in Businss juga memberikan cara-cara dan langkah-langkah yang harus
dilakukan oleh akuntan profesional dalam menyelesaikan konflik etika. Namun Kode Etik
2008 dan Kode Etik FKSPI 1998 belum memuat konsep penyelesaian konflik etika. Dengan
demikian dengan adanya Komite Etika, sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga IAMI 2008, disarankan Kode Etik IAMI maupun Kode Etik FKSPI diperbarui
dengan memuat penyelesaian konflik etika.