Anda di halaman 1dari 4

CHAPTER 10 :

USING BUDGETS FOR PLANNING AND COORDINATION

LO1. Peran budget (anggaran) dan budgeting (penganggaran) dalam organisasi


Budgeting merupakan prosespersiapanbudget dan dalam prosesnya melibatkan negosiasi
dan masukan dari banyak pihak organisasi. Budget merupakan sarana yang sangat penting
sebagai alat perencanaan (planning) dan pengendalian (control) finansial guna mengarahkan
pengalokasian sumberdaya ke setiap bagian organisasi berdasarkan aktivitas perencanaan dan
tujuan jangka pendek organisasi. Budget memungkinkan organisasi untuk dapat mengontrol dan
memonitor perilaku dengan jalan menetapkan batasan penggunaan dana yang disesuaikan untuk
setiap kategori budget serta menghindarkan organisasi dari risiko utang tak terduga dan kesulitan
finansial. Budgetingberperan dalam menyediakan cara mengomunikasikan tujuan jangka pendek
organisasi pada para karyawan, mengoordinasikan banyak aktivitas organisasi, membantu
mengidentifikasi masalah koordinasi, merefleksikan siklus kas, dan menyediakan informasi guna
membantu organisasi merencanakan pinjaman yang dibutuhkan untuk membiayai persediaan.

LO2. Pentingnya setiap elemen pada proses penganggaran


Budgeting melibatkan elemen-elemen penting terkait prakiraan permintaan pada 4 tipe
sumberdaya pada periodewaktu yang berbeda. Keempat tipe sumberdaya tersebut adalah
1. sumberdaya fleksibel yang menghasilkan kos variabel,
2. sumberdaya kapasitas intermediate-term yang menghasilkan kos tetap,
3. sumberdaya yang bersifat intermediate dan long run serta dapat meningkatkan
potensi strategi organisasi, dan
4. sumberdaya kapasitas jangka panjang yang menghasilkan kos tetap.
Selain sumberdaya, budgeting juga melibatkan formulasi elemen budget operasi dan
finansial. Keduanya sangat penting karena pada budgetoperasi dapat mengikhtisar seluruh level
pada berbagai aktivitas, sementara pada budget finansial dapat mengidentifikasi konsekuensi
finansial dari aktivitas-aktivitas padabudget operasi.

LO3. Perbedaan tipe anggaran operasional dan finansial serta kaitannya


Budget operasi mengikhtisarkan berbagai level aktivitas seperti penjualan, pembelian, dan
produksi. Sementara pada budget finansial mengidentifikasi konsekuensi finansial yang
diekspektasikan dari aktivitas-aktivitas yang diikhtisarkan dalam budget operasi (kaitan budget
operasi-finansial), bentuk budget finansial dapat berupa neraca saldo, laporan laba-rugi, dan
laporan arus kas. Perbedaan lainnya adalah pada budget operasi terdiri dari 6 rencana operasi

1
mulai dari rencana penjualan, penggunaan modal, produksi, pembelian bahan baku, perekrutan
dan pelatihan karyawan, serta pengeluaran administratif dan diskresioner. Budget operasi juga
menentukan kebutuhan sumberdaya dari keseluruhan operasi yang dilakukan selama periode
budget. Sementara pada budget finansial lebih menekankan pada pembentukan laporan neraca,
laba-rugi, dan arus kas. Neraca dan laporan laba-rugi digunakan untuk mengestimasi konsekuensi
finansial &rencana investasi, produksi,dan penjualan. Sementara laporan arus kas digunakan
untuk perencanaan ketika terjadi excess cash dan perencanaan dalam memenuhi kekurangan kas.

LO4. Cara organisasi menggunakan dan menginterpretasikan anggaran


Organisasi melibatkan beberapa hal dalam budgeting diantaranya, perkiraan terhadap
permintaan penjualan pada harga penjualan tertentu, penentuan rencana produksi, pengembangan
rencana pengeluaran, pemilihan level kapasitas, perencanaan penaganan produksi infeasible,
interpretasi rencana produksi, perencanaan keuangan, pemahaman atas laporan arus kas,
penggunaan renaca finansial, dan penggunaan hasil yang diperkirakan. Terkait penggunaan dan
interpretasi budget, organisasi dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk mengidentifikasi
kebutuhan pembiayaan eksternal, merencanakan bauran pembiayaan eksternal yang tepat untuk
meminimalkan biaya modal jangka panjang,dan mengukur efisiensi operasi secara umum. Selain
itu informasi budget juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan sumberdaya dan
masalah potensial serta membandingkan projected operating dengan hasil finansial.

LO5. Alat penganggaran : What-if dan sensitivity analysis


What-if analysis adalah metode ide terstruktur untuk mengevaluasi hal-hal apa yang bisa
saja salah dan menilai kemungkinan beserta konsekuensi dari situasi yang terjadi. Pendekatan ini
digunakan untuk menganalisis beberapa skenario perubahan jumlah anggaran beserta dampaknya.
Dalam mengembangkannya, struktur dan informasi yang dibutuhkan dalam persiapan master
budget dapat digunakan sebagai dasar bagi analisis ini. Alat budgeting lainnya adalah sensitivity
analysis, merupakan proses yang secara selektif memvariasikan kunci estimasi perencanaan dan
penganggaran untuk mengidentifikasi pada range apa opsi keputusan lebih disukai. Analisis ini
membantu mengidentifikasi estimasi yang sangat penting bagi keputusan yang dipertimbangkan.

LO6. Menginterpretasikan variansi umum yang digunakan manajer


Analisis varian menjelaskan selisih antara planned cost dan actual cost dengan jalan
mengevaluasi selisih antara harga standar dan aktual beserta kuantitas yang dianggarkan dan
aktualnya. Hal ini dapat membantu manajer untuk memahami sumber selisih antara kos aktual
dan budgeted-nya. Suatu organisasi melibatkan beberapa varians, diantaranya adalah:

2
1) Varian level I. Memperlihatkan selisih antara actual cost &budgeted/planned costitem
kos.
2) Varian level II. Melibatkan varian planning dan flexible budget. Dalam varian ini flexible
budgetdigunakan untuk melihat selisih antara volume aktual dan direncanakan serta
adanya planning variance untuk melihat selisih kos antara master budget dan flexible
budget.
3) Varian level III. Melibatkan varian harga dan kuantitas bahan baku dan tenaga kerja. Di
dalamnya terdapat varians efisiensi/kuantitas dan varians rate/harga.

Quantity Variance = (Actual quantity of material used - Standard quantity) x Estimated or


standard price of materials = (AQ – SQ) x SP
Price Variance = (Actual price of materials – Estimated or standard price of materials) x
Actual quantity of material used = (AP – SP) x AQ

4) Varian penjualan. Melibatkan analisis selisih antara actual dan planned sales revenue.

LO7.Peran anggaran pada organisasi jasa dan non-profit (NFP)


Penganggaran membantu melaksanakan fungsi perencanaan dengan mengoordinasikan dan
memformalkan tanggung jawab, hubungan, serta mengomunikasikan rencana yang diharapkan.
Pada sektor perusahaan sumber daya alam (SDA) fokus penganggaran adalah menyeimbangkan
permintaan dengan ketersediaan SDA. Pada sektor jasa, berfokus untuk menyeimbangkan
permintaan &kemampuan organisasi untuk menyediakan jasa yang ditentukan oleh level
&campuran keterampilan pada organisasi, dan pada organisasi NFP, penganggaran berfokus
menyeimbangkan peningkatan pendapatan melalui pajak/donasi dengan pengeluaran permintaan.

LO8. Kritik penganggaran tradisional dan pendekatan “beyond budgeting”


Penganggaran tradisional dikritisi karena hanya berguna ketika kondisi pasar stabil dan
kondisi kompetisi serta kebutuhan inovasi berkelanjutan tidak seintens sekarang. Pendekatan ini
dinilai menghambat organisasi &manajer untuk fleksibel dan responsif terhadap perubahan
lingkungan yang konstan. Pendekatan ini juga hanya berfokus pada kontrol untuk memenuhi
target anggaran dan tak membantu organisasi mencapai tujuan strategisnya, bersifat top-down
sehingga kurang akuntabel, dan alokasi sumberdayanyacenderung didorong oleh politik daripada
strategi. Sementara itu kritik pada pendekatan “beyond budgeting” adalah meskipun pendekatan
tersebut dianggap lebih baik dan memotivasi daripada pendekatan tradisional (target
dikembangkan berdasarkan tujuan, kompetitor, dan benchmark global serta manajemen bersifat

3
desentralisasi)namun pendekatan ini sulitditerapkan pada banyak organisasi karena membutuhkan
perubahan fundamental tak hanya pada pemikiran tetapi juga cara operasi perusahaan secara
keseluruhan.

Anda mungkin juga menyukai