Anda di halaman 1dari 5

KUNCI JAWABAN SOAL

TES SELEKSI KARYAWAN RUMAH SAKIT UMUM MUHAMMADIYAH SITI AMINAH BUMIAYU
BAGIAN RADIOLOGI

1. PROSES PRODUKSI SINAR-X :


 Kutub negatuf yang merupakan filament apabila ada arus listrik yang mengenainya
maka timbullah awan electron pada katoda
 Karena panas maka terjadilah beda potensial / tegangan antara katoda (kutub
negative) dan anoda (kutub positif),sehingga electron dari katoda terlepas dan
bergerak menuju anoda
 Electron tersebut akan dipercepat gerakannya menuju anoda menggunakan focusing
cup
 Akibat terjadinya perpindahan electron dari katoda (filament) menuju anoda (target)
maka akan terjadi tumbukan electron yang disertai pancaran energy berupa 99%
panas dan 1% sianr-x

2. MANFAAT SINAR-X
Manfaat sinar-x di berbagai bidang kehidupan diantaranya :
a. Bidang Kesehatan : sebagai alat untuk mengambil gambar foto yang dikenal dengan
radiograf yang berguna mendiagnosa ada atau tidaknya penyakit dan cedera pada
pasien, sebagai alat radioterapi untuk membunuh sel-sel kanker
b. Bidang Industri : untuk melacak keusakan seperti retak dalam komponen mesin
industry yang mungkin tidak terdeteksi, untuk memantau kualitas produk dengan
memeriksa retakan dalam struktur plastic dan getah
c. Bidang Keamanan : untuk mendeteksi ada atau tidaknya sebuah ancaman bahaya
misalnya di bandara, sinar-x dapat membantu melihat ada atau tidaknya barang-
barang berbahaya yang dibawa calon penumpang
d. Bidang Penelitian / Riset : untuk mempelajari struktur yang terdapat pada suatu
senyawa atau benda
e. Bidang Pertanian : untuk menciptakan bibit unggul yang berkualitas, untuk
membantu pemupukan

3. TATA CARA PEMERIKSAAN FOTO THORAX


Setelah pasien menyerahkan form permintaan foto rontgen, maka hal-hal yang perlu
dilakukan petugas radiasi diantaranya sebagai berikut.
a. Memanggil pasien sesuai dengan identitas yang tertera pada form permintaan foto
rontgen
b. Mencocokkan identitas pasien yang terdiri dari nama, nomer rekam medis, tanggal
lahir dan alamat pasien
c. Melakukan anamnesa terhadap pasien untuk memastikan apa yang diderita pasien
sesuai dengan permintaan foto rontgen
d. Pasien masuk ke ruang pemeriksaan dan diminta untuk melepaskan baju yang
dikenakan serta benda-benda berbahan logam yang dapat mengganggu gambaran
radiograf kemudian berganti dengan baju pasien
e. Petugas menyiapkan kaset dan marker yang akan digunakan untuk foto thorax
f. Petugas melakukan positioning pasien sesuai dengan SOP Foto Thorax
g. Petugas kembali ke meja control dan melakukan eksposi
h. Ketika eksposi dilakukan, pasien diminta untuk melakukan aba-aba yang diberikan
petugas berupa tarik napas panjang-dikeluarkan, tarik napas panjang ditahan,
barulah eksposi dilakukan
i. Setelah selesai, pasien diminta mengganti bajunya lagi dan diminta menunggu di
luar ruang radiologi
j. Petugas melakukan processing film di kamar gelap
k. Setalah foto rontgen berikan kepada pasien dan dijelaskan untuk melakuakn
administrasi di kasir dan kembali lagi ke dokter pengirim

4. PROYEKSI YANG DIGUNAKAN UNTUK PEMERIKSAAN ABDOMEN DENGAN INDIKASI


ILEUS OBSTRUKTIF
Biasanya pasien dengan indikasi Ileus Obstruktif menggunakan teknik pemeriksaan
abdomen 2 posisi yang terdiri dari Proyrksi AP Supine, Proyeksi Left Lateral Decubitus.

5. TUJUAN PROYEKSI AP DAN LLD PADA PEMERIKSAAN ABDOMEN


 Proyeksi AP (Antero-Posterior) : untuk memperlihatkan ada atau tidaknya kelainan
pada colon seperti penebalan colon yang disebabkan massa atau gas
 Proyeksi LLD (Left Lateral Decubitus) : untuk memperlihatkan air fluid level atau
udara bebas pada sisi kanan atas abdomen yang mungkin terjadi akibat perforasi
colon

6. KRITERIA FOTO THORAX YANG BAIK


a. Seluruh lapangan paru tampak atau tercover
b. Batas atas apex paru tampak (tidak terpotong)
c. Batas bawah kedua Sinus-costoprenicus tidak terpotong
d. Kedua Sterno-clavicular joint tampak simetris kanan dan kiri
e. Lapangan pulmo terbebas dari gambaran os scapula
f. Inspirasi penuh ditandai dengan terlihatnya Costae 9-10
g. Factor eksposi cukup ditandai dengan terlihatnya CV Thoracal 1-4
h. Tampak Carina (percabangan Bronchus) setinggi CV Thoracal 3 atau 4
i. Tampak gambaran Vaskularisasi paru
j. Diafragma terlihat naik dan terlihat gambaran jantung
k. Terdapat identitas pasien dan marker

7. CORPUS ALIENUM : benda asing yang masuk ke dalam tubuh pasien.


Apabila terjadi indikasi tersebut, maka proyeksi yang biasanya digunakan adalah
proyeksi lateral.

8. TUJUAN FOTO POLOS PADA PEMERIKSAAN BNO IVP


 Untuk melihat persiapan pasien sebelum dilanjutkan pemeriksaan
 Untuk menentukan factor eksposi yang tepat digunakan selanjutnya
 Untuk menentukan ketepatan posisi pasien

9. ASAS-ASAS DALAM MEMPERTIMBANGKAN PROTEKSI RADIASI UNTUK PASIEN


 Justifikasi : asas yang didasarkan pada manfaat yang diperoleh lebih besar daripada
resiko yang ditimbulkan sehingga dalam hal ini pasien yang akan melalukan
pemeriksaan sinar-x harus disertai form permintaan rontgen dari dokter pengirim
agar ada pembenaran dalam tindakan tersebut
 Limitasi : asas yang berkaitan dengan penerapan NBD yang dapat diterima oleh
masyarakat dan pekerja radiasi tidak boleh melampaui NBD yang telah ditetapkan
Bapeten kecuali dalam kondisi khusus atau dalam jangka waktu tertentu tanpa
menimbulkan efek genetic dan somatic
 Optimisasi : asas yang berkaitan dengan besarnya dosis radiasi yang diterima pasien
harus serendah mungkin dengan mempertimbangkan factor social dan ekonomi
(misalnya dapat dilakukan dengan cara meminimalisasi luas lapangan kolimasi,
hanya memfoto objek yang sakit, serta berusaha untuk tidak melakukan
pengulangan foto)

10. PEMERIKSAAN DI BAWAH INI DILAKUKAN UNTUK MELIHAT ORGAN


a. IVP = teknik pemeriksaan radiologi dengan menggunakan media kontras non ionic
yang disuntikkan melalui intravena untuk melihat organ saluran urinaria (kidney,
ureter, bladder)
b. COLON IN LOOP = teknik pemeriksaan radiologi dengan menggunakan media
kontras (barium sulfat) yang dimasukkan melalui anal untuk melihat saluran
digestivus terutama kelaina pada usus besar (colon)
c. OMD = teknik pemeriksaan radiologi dengan menggunakan media kontras (barium
sulfat) yang dimasukkan melalui oral untuk melihat organ oesophagus, maag, dan
duodenum
d. HSG = teknik pemeriksaan radiologi dengan menggunakan media kontras (non-
inonic) untuk melihat sistem reproduksi pada wanita