Anda di halaman 1dari 2

Masyarakat pesisir di Indonesia mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai nelayan.

Salah
satu sumber daya ikan yang menjadi komoditas unggulan bagi para nelayan untuk ditangkap
adalah ikan karang, seperti kerapu sunu (Plectropomus leopardus), kerapu macan
(Epinephelus fuscoguttatus), kakap merah (Lutjanus malabaricus), dan katamba (Lethrinus
lentjan). Sayangnya, masih banyak nelayan di Indonesia yang menangkap ikan karang
dengan praktik penangkapan yang tidak ramah lingkungan. Misalnya saja dengan
menggunakan bom dan racun serta menangkap ikan karang dengan ukuran yang belum layak
tangkap. Praktik tersebut membuat status sumber daya ikan karang di alam semakin
memperihatinkan.

Dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) No. 45 Tahun 2011 tentang
status perikanan di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI), Sekitar
72% sumberdaya ikan di 11 wilayah Indonesia “overfishing” dan “fully-exploited”. Tersisa 27%
atau 35 spesies dan kelompok spesies dari seluruh stok perikanan nasional masih
bisa dimanfaatkan.

Terbitnya Peraturan Menteri Kelautan dan PerIkanan No. 02 Tahun 2015 yang melarang
penggunaan alat tangkap Pukat hela (Trawls) dan alat tangkap Pukat tarik (Seine Nets) di
Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia merupakan gerakan kesadaran
Pemerintah melalui menteri Kelautan dan Perikanan kepada masyarakat luas untuk lebih
serius memanfaatkan, men jaga, dan mengelola sumberdaya alam laut yang memiliki potensi
besar yang terkandung didalamnya.

Salah satu solusi untuk menjaga kelestarian sumberdaya ikan di perairan laut, maka perlu
adanya suatu terobosan yaitu dengan desain alat tangkap yang ramah lingkungan. Salah satu
jenis alat tangkap ramah lingkungan adalah Bubu (fish trap). Pada tahun 1995, PBB melalui
FAO (Food Agriculture Organization) menetapkan suatu tata cara bagi kegiatan penangkapan
ikan yang bertanggung jawab yang disebut CCRF (Code of Conduct for Resposible Fisheries).

Bubu adalah alat tangkap yang umum dikenal dikalangan nelayan, yang berupa jebakan, dan
bersifat pasif. Bubu sering juga disebut perangkap “traps“ dan penghadang “guiding barriers”.
Alat ini berbentuk kurungan seperti ruangan tertutup sehingga ikan tidak dapat keluar. Bubu
merupakan alat tangkap pasif, tradisional yang berupa perangkap ikan tersebut dari bubu,
rotan, kawat, besi, jaring, kayu dan plastik yang dijalin sedemikian rupa sehingga ikan yang
masuk tidak dapat keluar. Prinsip dasar dari bubu adalah menjebak penglihatan ikan sehingga
ikan tersebut terperangkap di dalamnya, alat ini sering diberi nama fishing pots atau fishing
basket.

Kementerian Kelautan dan Perikanan mengeluarkan berbagai kebijakan pemerintah terkait


pelarangan alat tangkap yang merusak lingkungan, pelarangan transhipment, pelarangan jual
beli kepiting dan lonster bertelur, penghentian sementara (moratorium) perizinan kapal
penangkap ikan di wilayah Indonesia, pencegahan dan pelarangan Illegal Unreported and
Unregulated (IUU) Fishing, larangan penggunaan pukat hela dan pukat tarik dalam kegiatan
penangkapan ikan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kebijakan tersebut tentunya harus ditunjang dengan penguatan armada kapal penangkap
ikan yang lebih besar, modern dan mampu menghadapi tantangan kedepan dengan
mempertimbangkan zona penangkapan ikan, hal tersebut bisa bekerja sama dengan
perusahaan perusahaan perikanan nasional baik BUMN maupun Swasta selain itu membuka
kesempatan investasi asing dengan catatan ada sebuah klausul kesepakatan yang
menguntungkan Indonesia.

Pemerintah harus kita dorong agar mampu dan berani membubarkan perusahaan -
perusahaan yang terbukti melanggar baik terkait pemakaina eks kapal asing, maupun
pelaksanaan transhipmen serta penggunaan alat tangkap yang merusak lingkungan, karena
jika dibiarkan mereka akan mebuat inovasi - inovasi yang mampu mengelabuhi pemerintah
sehingga mereka tetap bebas menghisap kekayaan kelautan dan perikanan Indonesia, selain
itu pemerintah juga harus mampu menjerat para pelaku Illegal fishing oleh kapal asing tidak
hanya kapal pelaku tapi juga korporasi yang memiliki kapal tersebut sehingga efek jera bisa
lebih masif penekanannya, pemerintah harus bisa menekan pemerintah negara tetangga
yang nelayannya sering melakukan praktek illegal fishing. Sampai dengan bulan Mei 2018
jumlah kapal perikanan yang di tangkap oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui
kapal pengawas sebanyak 41 kapal dengan rincian kapal Vietnam sebanyak 8 kapal, Filipina
4 kapal, Malaysia 1 kapal, dan Indonesia 28 kapal.

Moratorium perizinan eks kapal asing dan kalau perlu melarang secara total kapal - kapal eks
kapal asing yang dioperasikan oleh korporasi nasional terlebih oleh asing, karena selama ini
alat tangkap yang merusak lingkungan sangat berdampak pada ekosistem kelautan dan
perikanan. Transhipment kapal ikan ditengah laut menjadi pintu gerbang pencurian ikan untuk
dibawa keluar negeri tanpa bea cukai dan izin dari pemerintah, tentunya hal ini sangat
merugikan bagi Indonesia. Kebijakan dalam mengimplementasikan hal tersebut, diantaranya
adalah penghentian sementara (moratorium) perizinan kapal penangkap ikan di wilayah
Indonesia, pencegahan dan pelarangan Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing,
menciptakan perikanan yang berkelanjutan, swasembada garam nasional, larangan
transhipment kapal ikan di tengah laut, larangan penangkapan kepiting, rajungan dan lobster
serta larangan penggunaan pukat hela dan pukat tarik dalam kegiatan penangkapan ikan di
wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam pembahasan kali ini Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kelautan
dan Perikanan akan mengadakan Pelatihan Internasional tentang Pengembangan Produk
Perikanan Laut untuk Negara Asia dan Pasifik (International Training on Sustainable Marine
Fishery Product Development for Asia and Pasific Countries) di Balai Pelatihan dan
Penyuluhan Perikanan Banyuwangi pada tanggal ......, 2018. Peserta latih akan mempelajari
tentang alat penangkapan ramah lingkungan serta memperoleh pengetahuan dan
kemampuan dalam menganalisa alat penangkapan ikan, mendesain, membuat hingga
mengoperasiakan alat tangkap bubu.

Beri Nilai