Anda di halaman 1dari 26

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .............................................................................................. i

Daftar Isi ......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ..................................................................... 1

1.2 Pembatasan Masalah Praktek Kerja Lapangan .................... 2

1.3 Tujuan Praktek Kerja Lapangan .......................................... 2

1.4 Manfaat Praktek Kerja Lapangan ........................................ 3

1.5 Sasaran Praktek Kerja Lapangan ........................................ 3

BAB II PANDANGAN UMUM TENTANG BPFK

2.1 Sejarah BPFK Medan .......................................................... 4

2.2 Lokasi BPFK Medan .......................................................... 5

2.3 Falsafah BPFK Medan ......................................................... 5

2.4 Visi, Misi bpfk Medan ......................................................... 5

2.5 Landasan Hukum BPFK Medan .......................................... 6

2.6. Tujuan BPFK Medan ........................................................... 7

2.7 Fungsi BPFK Medan ........................................................... 8

2.8 Wilayah Kerja BPFK Medan ............................................... 8

2.9 Motto BPFK Medan ............................................................ 8

BAB III KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

3.1 Kegiatan Harian .................................................................. 9

3.2 Pembahasan Alat ................................................................. 9

i
3.2.1 Pengenalan Shpygmomanometer ............................... 10

3.2.2 Fungsi Alat ................................................................. 11

3.2.3 Spesifikasi Alat .......................................................... 11

3.2.4 Prinsip Kerja ........................................................... 12

3.2.5 Pengoperasian Alat Spirometri ................................ 13

3.2.6 Cara Kalibrasi Alat Spirometri ................................ 14

3.3 Pengoperasian Alat Electrocardiograph ................................. 15

3.3.1 Spesifikasi Alat ....................................................... 15

3.3.2 Prinsip Kerja Alat ................................................... 15

3.3.3 Cara Kerja Alat ....................................................... 17

3.3.4 Cara Kalibrasi Alat .................................................... 18

3.4 pengenalan Alat Roler Mixer............................................... 20

3.4.1 Spesifikasi Alat ....................................................... 20

3.4.2 Blok Diagram Roller Mixer .................................... 21

3.4.3 Cara Kalibrasi Alat ................................................. 22

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan .......................................................................... 23

4.2 Saran .................................................................................... 23

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin

meningkat dengan pesat mempengaruhi perkembangan peralatan kesehatan. Dengan

adanya peralatan kesehatan yang canggih maka pelayanan kesehatan akan semakin

baik. dan BPFK (Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan) sangat berperan dalam

bidang kesehatan terutama pada peralatan kesehatan yaitu dengan didirikannya BPFK

ini semua peralatan kesehatan yang ada di Rumah Sakit ataupun Klinik dan

Fasyankes, akan di kalibrasi atau di uji fungsi kelayakan pakai oleh BPFK sebelum

digunakan kepada pasien.

Untuk dapat menangani peralatan kesehatan maka Akademi Teknik

Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan mempersiapkan Mahasiswa

untuk siap menjadi Teknisi Elektromedik professional yang memiliki pengetahuan

dan pengalaman sebagai tenaga ahli. Salah satu cara yang dilakukan oleh Akademi

Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan adalah dengan

mengadakan kegiatan PKL. Dengan dilaksanakan PKL ini maka diharapkan

Mahasiswa akan mampu mengatasi masalah-masalah yang timbul dibidang kesehatan

baik itu di perusahaan, Rumah sakit, Klinik dan lain-lain. Selain itu kegiatan PKL

akan menambahkan pengetahuan bagi mahasiswa dalam tentang peralatan kesehatan.

iii
1.2. Pembatasan Masalah Praktek Kerja Lapangan

Adapun batasan masalah dalam PKL adalah:

a. Laporan ini hanya membahas tentang fungsi alat, prinsip kerja alat, cara

pengoperasian, cara pemeliharaan, dan cara kalibrasi.

b. Alat yang dibahas dalam laporan ini adalah alat EKG, Shpygmomanometer,

Roller Mixer, Sterilisator

1.3. Tujuan Praktek Kerja Lapangan

Dengan mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa memperoleh

pengalaman dan kesempatan mengenai pemeliharaan, kalibrasi alat, serta

pengoperasian alat. Adapun tujuan dilaksanakannya Praktek Kerja Lapangan (PKL)

adalah :

a. Sebagai syarat untuk menyelesaikan tugas akhir dan menyelesaikan

program pendidikan D-III TEKNIK ELEKTROMEDIK di

UNIVERSITAS SARI MUTIARA MEDAN

b. Untuk menambah buku wawasan dan buku perpustakaan dan

penunjang peningkatan pengetahuan generasi yang akan datang.

c. Untuk mengambil data dan mengumpulkan informasi tentang peralatan

kesehatan.

d. Mahasiswa lebih banyak mengenal berbagai jenis peralatan yang ada di

dunia kesehatan.

e. Mahasiswa mampu mengoperasikan peralatan kesehatan yang di jumpai di

lapangan atau di BPFK.

iv
f. Memahami falsafah tentang keselamatan kerja dan keamanan terhadap

penderita, petugas lingkungan dan peralatan Elektromedik.

g. Mahasiswa mampu melakukan perbaikan atau kalibrasi alat kesehatan.

h. Memahami tentang struktur dan proses yang terjadi dilapangan.

i. Terbina minat dan perhatiannya terhadap lapangan pekerjaan yang harus

dihadapi nantinya.

1.4. Manfaat Praktek Krja Lapangan

Manfaat yang diperoleh mahasiswa dengan diadakannya praktek kerja lapangan

adalah:

a. Mahasiswa dapat mengenal alat kalibrator yang digunakan dalam

melakukan kalibrasi.

b. Dapat menambah wawasan dalam melakukan kalibrasi suatu alat

kesehatan.

c. Mahasiswa dapat mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan oleh teknisi

elektromedik pada dunia kerja, agar dikemudian hari mahasiswa dapat

menerapkan ilmu yang diperoleh untuk bekal kerja nantinya.

1.5. Sasaran Praktek Kerja Lapangan

Sasaran yang ingin dicapai dengan diadakannya Praktek Kerja Lapangan adalah

a. Dapat meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai peralatan

Elektromedik.

b. Dapat menyalurkan ilmu yang didapat selama PKL dan selamat melakukan

pendidikan di dunia kerja nantinya.

v
c. Dapat melakukan perbaikan instalasi baru peralatan elektromedik di tempat

mahasiswa melakukan PKL.

d. Mampu melakukan proses kalibrasi alat dibalai pengamanan fasilitas

kesehatan.

e. Mampu membandingkan suatu alat dengan alat ukur standart yang telah

terbukti nilai kebenarannya.

vi
BAB II

PANDANGAN UMUM TENTANG BPFK

2.1 Sejarah Singkat BPFK (Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan) Medan

Berdasarkan peraturan menteri kesehatan No.1164/MENKES/SKVIII/2000

tentang organisasi dan tata kerja BPFK dibentuklah BPFK Medan tipe B dengan

struktur organisasi: Kepala Balai, Ka Subag Tata Usaha, Ka.sie. Pelayanan Teknis

dan kelompok tenaga fungsional.

Dimana kepala balai adalah jabatan struktural Eselon III B dan Ka.Subbag. tata

usaha, Ka.sie. Pelayanan Teknis adalah Eselon IVB. Seiring dengan perkembangan

pelayanan BPFK Medan, maka pada tahun 2002 BPFK Medan resmi pindah dan

menempati kantor di jl.KH.Wahid Hasyim No.15 Medan, berdasarkan surat

keputusan kepala kantor wilayah departemen kesehatan provinsi sumatera utara

No.PL.01.02.1.3663-A, tanggal 24 Juni 2000, tentang: Pemberian Izin Penggunaan

Kantor, yang salah satu isi keputusannya: Menetapkan Gedung Ex.Depot Farmasi

yang beralamat di Jl.K.H.WAHID HASYIM No. 15 medan sebagai gedung kantor

balai pengamana fasilitas kesehatan (BPFK) Medan.

Pada tahun 2007 kembali dilakukan penataan organisasi BPFK dengan

terbitnya PERMENKES No.530/MENKES/PER/IV/2007 Tentang Organisasi dan

Tata Kerja BPFK. Pada permenkes ini struktur organisasi BPFK Medan tetap tipe B

namun terjadi penambahan struktur Kepala Balai menjadi Ka.sie.Pelayanan Teknis,

Ka.sie.Tata Operasional adalah Eselon IV A.

7
2.2 Lokasi BPFK (Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan) Medan

BPFK Medan terletak di Jalan K.H.Wahid Hasyim No.15 Medan.

2.3 Falsafah BPFK Medan

FALSAFAH :

Dalam menjalankan roda usaha pelayanan kesehatan akan selalu mengupayakan

mutu terbaik, peduli pada kebutuhan dan kepentingan pelayanan, musyawarah dalam

memecahkan setiap masalah yang berkaitan dengan hubungan kerja, memiliki sikap

tumbuh terhadap perubahan.

2.4 Visi dan Misi BPFK Medan

VISI :

Menjadi Institusi Pelayanan Pengujian, Kalibrasi Peralatan Kesehatan dan

Proteksi Radiasi sesuai Standar Mutu Nasional.

MISI :

a. Meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan laboratorium BPFK Medan.

b. Meningkatkan kemampuan, keterampilan dan pengetahuan staf BPFK

Medan.

c. Meningkatkan Fasilitas Sarana dan Prasarana Laboratorium BPFK Medan.

d. Mewujudkan pelayanan laboratorium BPFK Medan yang terakreditasi.

e. Meningkatkan kesejahteraan pegawai serta memelihara kesehatan dan

keselamatan kerja pegawai BPFK Medan.

f. Memberikan pelayanan pengujian/ kalibrasi fasilitas kesehatan yang

berstandar nasional.

8
g. Memberikan pelayanan pengujian/kalibrasi fasilitas kesehatan yang

menjangkau seluruh fasyankes.

h. Mewujudkan tata kelola organisasi yang bersih, baik dan bertanggung

jawab.

2.5 Landasan Hukum BPFK Medan

a. Undang-Undang Kesehatan No.23 Tahun 1992 tentang kesehatan

b. Undang-Undang No.25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan

pembangunan nasional

c. Undang-Undang Kesehatan No.32 Tahun 2004 tentang pemerintahan

daerah

d. Buku Indonesia Sehat Tahun 2010.

e. Instruksi Persiden No.7 Tahun 1999 Tentang akuntanbilitas kinerja instansi

pemerintah.

f. Peraturan Menteri Kesehatan R.I No.363/MENKES/PER/IV/1998 tentang

pengujian dan kalibrasi alat pada sarana pelayanan kesehatan.

g. Keputusan Menteri Kesehatan R.I No.1164/MENKES/SK/III/2000 tentang

organisasi dan tata keja balai pengamanan fasilitas kesehatan.

h. Keputusan menteri kesehatan R.I No.1164/MENKES/SK/IX/2001 tentang

organisasi dan tata keja departemen kesehatan.

i. Peraturan pemerintah R.I no.13 tahun 2009 tentang tarif atas Penerimaan

Tarif Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada kementrian kesehatan.

j.

9
2.6 Tujuan BPFK Medan

TUJUAN :

a. Terwujudnya peningkatan penyelenggaraan upaya kesehatan paripurna

kepada semua golongan masyarakat, terjangkau sesuai dengan tugas pokok

dan fungsi serta peraturan yang berlaku.

b. Terciptanya peningkatan penyelengaraan pelayanan kesehatan yang bersifat

spesialistik, bermutu, professional dan etis.

c. Menghasilkan semangat kerja yang tinggi, komitmen dan produktivitas lebih

besar, serta memberi peluang inovatif dan meningkatkan peran serta pegawai

dalam memajukan organisasi.

d. Terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu dan dapat dipertanggung

jawabkan.

2.7 Fungsi BPFK Medan

a. Melaksanakan pengujian dan kalibrasi peralatan kesehatan.

b. Melaksanakan kalibrasi alat ukur radiasi.

c. Melaksanakan pengukuran kondisi fasilitas kesehatan.

d. Melaksanakan pelayanan monitoring radiasi.

e. Melaksanakan pengukuran luaran radiasi terapi.

f. Melaksanakan urusan tata usaha dan rumah tangga balai.

2.8 Wilayah Kerja BPFK Medan

1. Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)

2. Sumatra Utara

3. Sumatra Barat

10
4. Riau

5. Kepulauan Riau

6. Jambi

7. Bengkulu

2.9 MOTTO BPFK Medan :

Kepuasan Pelanggan sesuai Standar Mutu Nasional.

11
BAB III

KEGIATAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

3.1 Kegiatan Harian

No Hari/Tanggal Kegiatan Tindakan Ruangan

1 Selasa, 06-03-2018 Perkenalan Ruangan - Bpfk

2 Rabu , 07-03-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

3 Kamis ,08-03-2018 Kalibrasi - Klinik Zikmal &

RS. Putri Hijau

4 Jumat ,09-03-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

5 Senin ,12-03-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

6 Selasa,13-03-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

7 Rabu, 14-03-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

8 Kamis, 15-03-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

9 Jumat, 16-03-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

10 Senin, 19-03-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

11 Selasa, 20-03-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

12 Rabu, 21-03-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

13 Kamis, 22-03-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

14 Jumat, 23-03-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

15 Senin, 26-03-2018 Kalibrasi - Di Lab Bpfk

16 Selasa, 27-03-2018 Kalibrasi - Di Lab Bpfk

17 Rabu, 28-03-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

12
18 Kamis, 29-03-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

19 Senin, 02-04-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

20 Selasa, 03-04-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

21 Rabu, 04-04-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

22 Kamis, 05-04-2018 Dokumen Administrasi - Bpfk

23 Jumat, 06-04-2018 Perpisahan - Bpfk

3.2. Pembahasan Alat

3.2.1 Pengenalan Alat Sphygmamonometer

Sphygmomanometer adalah sebuah alat pengukur tekanan darah dalam tubuh

kita untuk mengetahui hasil yang tepat. Tekanan darah normal jika systolic kurang

dari 120 mmHg dan diastolic kurang dari 80 mmHg. Tekanan

darah Prehipertensi jika systolic 120-139 mmHg dan diastolic 80-89 mmHg.

Tekanan drah Hipertensi stage 1 jika sistolc 140-159 mmHg dan siastolic 90-99

mmHg.

Untun tekanan darah Hipertensi stage 2 jika systolic lebih dari 160 mmHg

dan diastolic lebih dari 100 mmHg. Namun angka tersebut tidak berlaku bagi orang

sudah lanjut usia atau lebih dari 60 tahun karena tekanan darah di usia tersebut

biasanya dapat lebih tinggi dari usia dibawahnya. Masing-masing orang memiliki

characteristik yang berbeda pula. Paling aman adalah jika tekanan darah kita

melampui ambang batas, segera konsultasikan kepada dokter.

13
3.2.2 Fungsi Sphygmamonometer

Alat ini biasa yang digunakan untuk mengukur tekanan darah yang bekerja

secara manual saat memompa maupun mengurangi tekanan pada manset, dengan

sistem non-invasive. Alat ini biasa disebut juga dengan tensi meter. Tensimeter

pertama kali diperkenalkan oleh dr. Nikolai Korotkov, seorang ahli bedah Rusia,

lebih dari 100 tahun yang lalu. Sejak itu,sphygmomanometer air raksa telah

digunakan sebagai standar pengukuran tekanan darah oleh para dokter. Tensimeter

atau sphygmomanometer pada awalnya menggunakan raksa sebagai pengisi alat ukur

ini.

3.2.3 Spesifikasi Alat

Gambar Sphygmanometer 3.1

Nama Alat :Sphygmomanometer

Merek :Table Top

Model /Tipe :Riester

Nomor Seri :150513534

14
Lokasi Alat :Klinik BPFK Medan

Resolusi Alat :15 mmHg

3.2.4 Prinsip Kerja Alat

Prinsip kerja alat pengukur tekanan darah (tensimeter) sama dengan U-Tube

Manometer. Manometer adalah alat pengukur tekanan yang menggunakan tinggi

kolom (tabung) yang berisi liquid statik untuk menentukan tekanan. Manset dipasang

‘mengikat’ mengelilingi lengan dan kemudian ditekan dengan tekanan di atas tekanan

arteri lengan (brachial) dan kemudian secara perlahan tekanannya diturunkan.

Pembacaan tinggi mercuri dalam kolom (tabung manometer) menunjukkan peak

pressure (systolic) dan lowest pressure (diastolic).

 Blok Diagram

 Keterangan:

a. Pasien : Obyek manusia yang akan diperiksa tekanan darahnya.

b. Cuff : Manset yang berfungsi menahan laju aliran darah.

c. Bulb & valve : berfungsi memberi tekanan udara pada cuff dan air raksa.

15
d. Measure unit: ruang bagi air raksa dan melihat salit pengukuran tekanan

darah.

3.2.5 Sistem Operasional Prosedur (SOP)

a. Orang yang memeriksa, memasang kantong karet terbungkus kain (cuff)

pada lengan atas.

b. Letakan Stetoskop ditempatkan pada lipatan siku bagian dalam.

c. Bulb (Kantong karet) selanjutnya dikembangkan dengan cara

memompakan udara ke dalamnya. Bulb yang membesar akan menekan

pembuluh darah lengan (brachial artery) sehingga aliran darah terhenti

sementara.

d. Selanjutnya udara dikeluarkan secara perlahan dengan memutar sumbat

udara.

e. Pastikan saat tekanan udara dalam kantong karet diturunkan, ada dua hal

yang harus diperhatikan pemeriksa. Pertama, jarum penunjuk tekanan,

kedua bunyi denyut pembuluh darah lengan yang dihantarkan lewat

stetoskop. Saat terdengat denyut untuk pertama kalinya, nilai yang

ditunjukkan jarum penunjuk tekanan adalah nilai tekanan sistolik.

f. Seiring dengan terus turunnya tekanan udara, bunyi denyut yang

terdengar lewat stetoskop akan menghilang. Nilai yang ditunjukkan oleh

jarum penunjuk tekanan saat bunyi denyut menghilang disebut tekanan

diastolik.

16
3.2.6 Cara Kalibrasi

a. Buka penutup tabung air raksa, buka penutup tabung air raksa,

selanjutnya keluarkan air raksa dengan hati-hati ke wadah yang aman.

b. Lepaskan, U-Tube, tabung air raksa, selang, bulb, dan manset dari casing

Tensimeter.

c. Usahakan untuk membersihkan bagian dalam U-Tube dan tabung air

raksa, dari kotoran.

d. Rangkai kembali U-tube, tabung raksa, selang, manset dan bulb, pada

casing Tensimeter.

e. Isi tabung raksa dengan raksa hingga air raksa mencapai tepat di angka 0.

f. Lakukan Kalibrasi dengan Phantom.

g. Pasang Phantom pada sambungan selang Tensimeter

h. Nyalakan Phanthom, tekan tombol Zero, untuk melakukan zeroing.

i. Pasang manset pada objek apa saja sebagai pengganti lengan pasien.

j. Angka pada display harus menunjukkan angka 0 saat zeroing, bila tidak

0, tambah atau kurangi air raksa hingga zeroing menunjukkan angka 0.

k. Pompa Tensimeter, liat posisi air raksa pada tensimeter dan samakan

dengan angka yang ditunjukkan phanthom.

l. Air raksa dan phantom harus menunjukkan angka yang sama

(toleransi=1).

m. Bila berbeda, tambah atau kurangi air raksa.

n. Setelah selesai tutup kembali tabung air raksa

17
3.3 Pengoperasian Alat Electrocardiograph

Gambar 3.2 Alat ECG dan Phantom

3.3.1 spesifikasi alat

Merek : Fukuda Me

Type : Cardiasuny

SN : 06103357

3.3.2 Prinsip Kerja

Aktivitas elektrik ditimbulkan oleh sel jantung sebagai ion yang bertukar

melewati membran sel. Elektroda yang dapat menghantarkan aktivitas listrik dari

jantung ke mesin EKG ditempatkan pada posisi yang strategis di ekstremitas dan

precordium dada. Energi elektrik yang sangat sensitive kemudian diubah menjadi

grafik yang ditampilkan oleh mesin EKG. Tampilan ini disebut elektrokardiogram.

Kontraksi jantung direpresentasikan dalam bentuk gelombang pada kertas EKG, dan

dinamakan gelombang P, Q, R, S, dan T. Bentuk gelombang ini ditunjukkan pada

defleksi terhadap garis isoelektrik(garis yang menunjukkan tidak adanya energi).

18
Garis isoelektrik dapat ditentukan dengan melihat interval dari T hingga P.

 Gelombang P adalah defleksi positif yang pertama dan merepresentasikan

depolarisasi atrium.

 Gelombang Q merupakan defleksi negative pertama setelah gelombang P

 Gelombang R merupakan defleksi positif pertama setelah gelombang P.

 Gelombang S merupakan defleksi negative setelah gelombang R.

Bentuk gelombang QRS biasanya dilihat sebagai satu unit dan

merepresentasikandepolarisasi ventrikel.

Gelombang T mengikuti gelombang S dan bergabung dengan kompleks QRS sebagai

segmen ST.

Gelombang T merepresentasikan kembalinya ion ke dalam sisi (appropriate) dalam

membrane sel. Ini sama dengan relaksasi dari serabut otot dan menggambarkan

repolarisasi ventrikel.

Interfal QT merupakan waktu antara gelombang Q dan gelombang T.

 Blog diagram EKG

19
Input sinyal berasal dan pasien melalui elektroda yang disambungkan

kerangkaian multiplexer, kita atur lead selektor, kemudian dikuatkan menjadi I mV

oleh pre Amp yang biasanya digunakan untuk kalibrasi, selanjutnya sinyal 1 mV

difilter guna menghilangkan noise atau gangguan dari frekuensi lain, setelah sinyal

difilter bersih 1 mV dikuatkan dalam level Volt oleh Main Amp mencapai 400x dan

penguatan dapat diatur melalui sensitifiti, selanjutnya sinyal yang telah dikuatkan

diproses oleh galvano meter dan stylus, galvanom meter ini akan bergerak mengikuti

amplitude dan irama denyut jantung higga tergambar di kertas ECG yang

kesemuanya itu disupply oleh blok power supply.

3.3.3 Cara Pengoperasian Pesawat

Persiapan Perekaman

a. Tekan tombol power pada posisi ON

b. Pilih sensitivitas dengan pemilihan posisi sensitivity selector pada posisi 0,5,1

atau 2

c. Tempatkan posisi stylus agar berada tepat ditengah-tengahkertas grafik

dengan mengatur pen position adjustment

d. Sebelum perekaman dimulai pastikan lead selector test atau kalibrasi. Geser

selector pada posisi RUN kemudian tekan tombol kalibrasi untuk

mendapatkan tampilan pulsa segi empat kalibrasi pada kertas perekaman

e. Pastikan tinggi pulsa 5 mm pada sensitivity 0,5

f. Pastikan tinggi pulsa 10 mm pada sensitivity 1

g. Pastikan tinggi pulsa 20 mm pada sensitivity 2

20
h. Bial tampilan pulsa segi empat kalibrasi pada kertas perekaman tidak sesuai

dengan bentuk normal maka perlu setting ulang

i. Bila tinggi pulsa segi empat tidak sesuai dengan pemilihan dari sensitivity

maka atur pada bagian sensitivity adjuster, sedangkan bila tampilan pulsa

kalibrasi tidak normal maka atur bagian damping adjuster.

3.3.3 Cara Kalibrasi

Prosedur Kalibrasi ECG.

a) Siapkan Lembar Kerja.

b) Siapkan peralatan kalibrasi yang akan digunakan.

c) Lakukan pendataan administrasi meliputi no order, merk, model/tipe, no. Seri

tanggal dan ruangan / lokasi kalibrasi.

d) Dengan menggunakan thermohygrometer, lakukan pengukuran kondisi

lingkungan meliputi : suhu dan kelembaban lingkungan. Data diambil pada

ruang kalibrasi, pada awal dan akhir pengukuran alat.

 Pengukuran Kondisi fisik dan Keselamatan Listrik

a) Pengamatan Fisik dan Fungsi alat

b) Periksa kondisi fisik dan fungsi dari UUT meliputi : selungkup alat,

kontrol, indikator, kabel dan aksesoris, kabel pasien (elektroda).

c) Catat kondisi tersebut (baik atau tidak baik) pada lembar kerja.

 Pengukuran keselamatan listrik dengan menggunakan Electrical Safety

Analyzer (ESA) meliputi pengukuran :

a) Kebocoran arus pada selungkup

b) Polaritas normal dengan pembumian dan tanpa pembumian

21
c) Polaritas terbalik dengan dan tanpa pembumian

d) Kebocoran arus pada electrode

e) Polaritas normal dengan pembumian dengan dan tanpa pembumian

f) Polaritas terbalik tanpa pembumian dengan dan tanpa pembumian

Kebocoran kabel pembumian

g) Polaritas normal dengan pembumian dan tanpa pembumian

h) Polaritas terbalik dengan dan tanpa pembumian

i) Nilai resistansi kawat pembumian

j) Nilai tahanan kabel isolasi catu daya

k) Nilai tahanan isolasi selungkup

3.4 Pengoperasian Alat Roler Mixer

3.4.1 Spesifikasi alat

Merek : Digisystem

Type : RM-1000

Sn : 970703-17

Lokasi : Lab BPFK Medan

22
Blood roller mixer adalah salah satu alat laboratorium yang digunakan untuk

mencampurkan darah sebelum dilakukan pemeriksaan. Blood roller mixer ini juga

mencegah penggelembungan udara yang menyumbat. Blood roller mixer ini bekerja

dengan memutar sehingga sangat halus. Cocok digunakan di rumah sakit, klinik,

laboratorium, dll

3.4.2 Blog Diagram

Ketika tombol on/off ditekan maka blok supply akan memberikan tegangan ke

seluruh rangkaian, setelah display menyala kita dapat mulai menekan tombol setting

(Up/Down dan Enter). Tekan up atau down untuk setting waktu terlebih dahulu (15-

20 menit), kemudian tekan enter dan mulai mensetting kecepatan (33 atau 40 RPM),

kemudian tekan enter apabila telah selesai mensetting kecepatan dan heater akan

menyala. Pada saat proses setting selesai maka IC Mikrokontroller AT8535 akan

mengolah data setting dan pembacaan Sensor Suhu LM35 tersebut untuk

mengaktifkan driver heater dan driver motor, yang pertama driver heater bekerja

23
untuk mengaktifkan heater, setelah suhu mencapai setting 37 dan sampel sudah

dimasukkan kedalam box maka driver motor akan bekerja untuk mengaktifkan motor,

setelah setting waktu tercapai maka buzzer akan berbunyi untuk menandakan proses

pengocokan sampel untuk mendapatkan darah yang homogen telah selesai. Setting

Kecepatan (RPM), Waktu dan Suhu akan ditampilkan pada LCD 2 X 16.

3.4.3 Cara Kalibrasi

Kalbrasi mixer roller dengan mengukur kecepatan permenit dan waktu,kalibrasi Rpm

dapat dilakukan dengan tachometer mekanik

a) Set mixer roller pada Rpm tertentu,kemudian jalankan

b) Catat hasil Rpm pada yang ditunjukkan pada meter pada tachometer

c) Ulangi beberapa kali,dan hitung rata-rata

24
BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN
Setelah penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di BPFK Medan dan
membuat laporan ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
 Praktek Kerja Lapangan ini dilaksanakan untuk menambah ketrampilan
mahasiswa dalam setiap praktek dan menerapkan teori-teori yang didapat
langsung pada objeknya.
 Dengan adanya Praktek Kerja Lapangan ini, mahasiswa tidak lagi
memerlukan waktu latihan lanjutan bila ingin memasuki dunia kerja.
4.2 SARAN-SARAN
Pada kesempatan ini, ijinkanlah kami untuk memberikan beberapa saran kepada
pihak kantor BPFK Medan dan pihak kampus yang sekiranya dapat dijadikan sebagai
bahan pertimbangan guna kemajuan dimasa mendatang.
 Saran-saran untuk BPFK Medan
a) Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan ini akan lebih terarah apabila
disusun suatu jadwal yang harus dikerjakan mahasiswa selama
melaksanakan Praktek Kerja Lapangan.
b) Kepada pihak kantor untuk dapat lebih banyak memberikan pekerjaan
yang bermanfaat bagi mahasiswa, supaya jam kerja dapat diisi dengan
penuh tanpa ada waktu kosong yang terbuang percuma.
 Saran-saran untuk pihak KAMPUS
Pihak kampus agar dapat memantau kegiatan mahasiswa yang sedang melaksanakan

PKL secara intensif sehingga segala kesulitan yang timbul dapat dipecahkan bersama

25
DAFTAR PUSTAKA

1. Annisa.wahyuningsih;tensimeter;2012, Jakarta.
(http://annisawahyuningsih. t.com/2012/10/tensimeter.html).
2. Fungsi.alat;fungsi sphygmomanometer (tensimeter);2015; JakartTA
3. (http://fungsialat. t.co.id/2015/06/fungsi-sphygmomanometer-tensimeter.html
4. https://www.google.co.id/search?q=cara+kalibrasi+ekg&oq=cara+kalibrasi+e
kg&aqs

26