Anda di halaman 1dari 14

TUGAS REKAYASA NILAI

ANALISIS SWOT

PT. SCG READYMIX INDONESIA (JAYAMIX)

DISUSUN OLEH :

Rizki Fatmawati 21010115120013

Rina Susilawati 21010115120067

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

2018
ANALISA SWOT
PT. SCG READYMIX INDONESIA (JAYAMIX)

A. Uraian Umum
Perkembangan bisnis konstruksi Indonesia sekarang ini meningkat cukup
pesat. Hal ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya bangunan-bangunan
baru baik itu perumahan, perkantoran, pertokoan, dan sebagainya.
Perkembangan bisnis konstruksi di Indonesia pada umumnya, jelas membuka
banyak peluang bagi para pengusaha di bidang jasa konstruksi. Kesempatan ini
dimanfaatkan pihak PT. SCG Readymix Indonesia (Jayamix) untuk dapat
mengembangkan usahanya, antara lain pada bidang produksi beton siap pakai
(Readymix concrete).
Ready Mix Concrete adalah cor beton curah siap pakai (instant) atau biasa
disebut Beton Ready Mix yang diproduksi di pabrik olahan beton atau batching
plant. Ready mix ini banyak dipilih oleh proyek-proyek berskala menengah
keatas, karena ketepatan campuran dan waktu pengaplikasian yang lebih hemat
jika dibanding dengan pengecoran secara manual.
Di dalam pengerjaan beton ready mix terdapat beberapa sarana yang
biasanya digunakan mulai dari tahap produksi sampai dengan pengecoran beton
ready mix diantaranya sebagai berikut :
a. Batching Plant
Batching Plant adalah tempat atau pabrik yang dibangun secara khusus
untuk proses pengadukan bahan material dasar beton, seperti: semen, pasir,
air, split (batu krikil) dengan volume takaran besar, sesuai fungsi
masingmasing dari tipe mutu yang telah ditetapkan hingga menjadi ready
mix concrete atau cor beton curah siap pakai (instant) yang kemudian
dituangkan ke truck mixer (truk molen) untuk dikirim ke lokasi pengecoran.
Sebuah pabrik olahan beton / batching plant dapat melayani wilayah yang
luas dengan area jangkau tidak lebih dari 4 jam perjalanan.
Gambar 1. Batching Plant

b. Truck Mixer (Truk Molen)


Truk mixer ini berguna untuk mengangkut ready mix concrete dari
batching plant ke lokasi pengecoran. Biasanya truk mixer ini didalamnya
diisi dengan bahan material kering dan air yang proses pengadukan
(pencampuran) bahan material tersebut terjadi selama waktu tranportasi ke
lokasi pengecoran. Untuk mempertahankan stabilitas kekentalan beton cor
yang berada dalam truk truk mixer ini melalui proses agitasi atau memutar
drum (tangki yang berada diatas truk mixer) yang bagian dalam drum
tersebut dilengkapi dengan spiral pisau satu arah rotasi putaran, sebagai
pengaduk material beton cor selama waktu transportasi ke lokasi
pengecoran.
Ada dua tipe truk mixer pengangkut Ready mix concrete, diantaranya :
1. Truk mixer standar.
2. Truk mixer mini.

Gambar 2. Truck Mixer

c. Pompa Beton
Pompa beton atau concrete pump adalah mesin untuk menaikkan ready
mix concrete dari truk molen ke lahan pengecoran, tipe mesin ini yang sering
disewa ada enam macam, diantaranya :
1. Pompa beton tipe mini.
2. Pompa beton tipe standar.
3. Pompa beton long boom.
4. Pompa beton super long boom.
5. Pompa beton super double long boom.
6. Pompa beton kodok.
Gambar 3. Pompa Beton

Selain sarana di atas yang digunakan selama pembuatan beton ready mix
mulai dari proses sampai dengan pengecoran, yang tidak kalah penting adalah
bahan-bahan yang digunakan sebagai campuran beton ready mix. Bahan-bahan
campuran yang digunakan dalam pembuatan beton ready mix antara lain :
a. Pasir Beton
Pasir adalah contoh bahan material butiran. Butiran pasir umumnya
berukuran antara 0,0625 sampai 2 milimeter. Materi pembentuk pasir
adalah silikon dioksida, tetapi di beberapa pantai tropis dan subtropis
umumnya dibentuk dari batu kapur. Sedangkan pasir beton adalah pasir yang
bagus untuk bangunan dan harganya lumayan mahal. Pasir Beton biasanya
berwarna hitam dan butirannya cukup halus, namun apabila dikepal dengan
tangan tidak menggumpal dan akan puyar kembali. Pasir ini baik sekali
untuk pengecoran, plesteran dinding, pondasi, juga pemasangan bata dan
batu.
Gambar 4. Pasir Beton
b. Batu Split
Batu split adalah salah satu jenis batu material bangunan yang
diperoleh dengan cara membelah atau memecah batu yang berukuran besar
menjadi ukuran kecil-kecil. Fungsi utama batu split adalah sebagai bahan
campuran utama untuk pembuatan beton cor.

Gambar 5. Batu Split


c. Semen
Semen adalah zat yang digunakan untuk merekat batu, bata, batako,
maupun bahan bangunan lainnya. Terdapat banyak merek semen yang
ditawarkan di Indonesia.

Gambar 6. Semen

d. Air
Air merupakan salah satu faktor yang penting, dikarenakan air bereaksi
dengan semen dan akan menjadi pasta yang berfungsi sebagai pengikat
agregat.

e. Admixture (Bahan Tambahan)


Admixture adalah bahan selain semen, air dan aggregat yang
digunakan dan ditambahkan dalam campuran segera atau sebelum atau
selama proses pengadukan. Jenis jenis admixture untuk beton cor :
1. Air Entraining Admixture.
2. Chemical Admixture.
3. Mineral Admixture.
Jenis jenis admixture berdasarkan tipe dan fungsinya :
 Type A (water reducing), Fungsi : Mengurangi jumlah pemakaian air.
 Type B (retarding), Fungsi : Memperlambat pengikatan / memperlambat
cor-an mengeras.
 Type C (accelerating), fungsi : Mempercepat pengikatan.
 Type D (water reducing & retarding), fungsi : Mengurangi jumlah
pemakaian air & memperlambat pengikatan.
 Type E (water reducing & accelerating), fungsi : Mengurangi jumlah
pemakaian air & mempercepat pengikatan.
 Type F (high range water reducing), fungsi : Mengurangi jumlah
pemakaian air lebih dari 12 %.
 Type G (high range water reducing & retarding), fungsi : Mengurangi
jumlah pemakaian air lebih dari 12 % & memperlambat pengikatan beton.

B. Analisa SWOT
a. Strenght (Kekuatan)
 Terdapat layanan on-site batching plant yang memungkinkan kami untuk
melayani proyek-proyek di area yang sulit dijangkau dan kondisi
lingkungan yang menantang di Indonesia
 Pengiriman beton diawasi dengan dukungan Global Positioning System
(GPS) pada setiap armada untuk memastikan beton siap pakai terkirim ke
proyek-proyek secara tepat alamat dan waktu
 Perusahaan beroperasi dengan menerapkan OHSAS 18000: 2007 dan ISO
14000:2004 yang merupakan standar yang harus dipenuhi untuk menjaga
keselamatan dan keamanan kerja karyawan
 Beton siap pakai Jayamix by SCG melalui proses produksi dengan system
kontrol kualitas yang telah memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015
 Para Tenaga ahli menguji berbagai bahan baku pembuat beton di
laboratorium dengan teknologi terkini untuk menjamin kualitas bahan
baku sehingga menghasilkan beton siap pakai bermutu tinggi
 Sistem pekerjaan jadi lebih efisien
Waktu yang digunakan untuk pengolahan lebih efisien dan cepat karena
tidak menggunakan tenaga manusia tetapi menggunakan mesin. Dan lama
waktu pengecorannya juga dapat disesuaikan guna mendapatkan hasil
yang baik dengan kualitas prima.
 Pembelian beton ready mix sangat mudah
Para pembeli beton ready mix tinggal memilih mutu beton berapa yang
akan dibeli.
 Mutu beton lebih terjaga
Mutu dan kualitas beton ready mix lebih terjaga dikarenakan proses
komposisi material yang tidak sembarangan.
 Waktu pengecoran lebih singkat
Dibandingkan dengan beton cor konvensional, waktu pengecoran dengan
beton cor ready mix akan jauh lebih cepat. Begitu pun saat menuangkan
beton cor tersebut, akan ada pompa beton yang membuat penuangan atau
pengecoran bahkan untuk bangunan yang sangat tinggi pun dapat
dilakukan dengan lebih mudah. Sehingga waktunya dapat digunakan
untuk pekerjaan lapangan yang lain.
 Harga skala besar lebih murah utnuk skala besar
 Memiliki kualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan beton cor
konvensional
 Menghemat tempat untuk pengecoran di lapangan, terlebih jika proyek
didirikan pada lahan yang terbatas

b. Weakness (Kelemahan)
 Karena proses pembuatan beton ready mix berada pada pabriknya atau
batching plant maka pembeli harus benar-benar memastikan beton yang
diproses sesuai dengan mutu beton yang diinginkan
 Lokasi batching plant yang jauh dari proyek dapat mengakibatkan beton
mengering karena waktu pengiriman yang lama
 Terdapat batasan waktu pengiriman beton, biasanya jarak antara lokasi
proyek dengan batching plant tidak boleh lebih dari 4 jam
 Untuk proyek dalam skala kecil harganya cukup mahal

c. Opportunity (Kesempatan)
 Terdapat banyak proyek pembangunan yang membutuhkan beton dalam
skala besar
 Semakin canggihnya teknologi untuk mempermudah pekerjaan
 Telah menangani banyak mega proyek
 Menggunakan teknologi yang canggih dalam proses pembuatannya
 Memiliki banyak produk inovatif yang ditawarkan

d. Threat (Ancaman)
 Semakin banyak perusahaan yang menawarkan beton ready mix
 Kualitas pesaing yang semakin meningkat
 Ketersediaan material yang semakin terbatas

C. Strategi
a. Strategi S-O
 Menjaga mutu dan kualitas beton ready mix agar selalu bagus
 Mengikuti kemajuan perkembangan teknologi yang semakin modern dan
canggih
 Memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen
b. Strategi S-T
 Membuat inovasi baru beton ready mix yang belum ada di perusahaan beton
ready mix lainnya
 Meningkatkan kualitas perusahaan mulai dari system perusahaan, karyaman,
dan produk yang dihasilkan
c. Strategi W-O
 Meningkatkan kualitas beton ready mix
 Menambah inovasi-inovasi baru untuk menciptakan kualitas beton ready mix
yang bagus
d. Strategi W-T
 Menambahkan admixture berupa retarder ke dalam campuran beton untuk
memperlambat proses ikatan campuran berupa gula, sucrose, sodium
gluconate, glucose, citric acid dan tartaricacid sehingga beton bisa bertahan
lebih dari 1 jam
 Penggunaan material campuran beton yang ekonomis,ramah lingkungan, dan
ketersediaannya yang melimpah seperti fly ash
 Memperkuat sistem perusahaan melalui kemajuan teknologi
 Memperkuat sistem manajemen dan kinerja perusahaan

D. Matrix SWOT
STRENGHT WEAKNESS
 Terdapat layanan on-site batching plant  Karena proses pembuatan
yang memungkinkan kami untuk beton ready mix berada pada
melayani proyek-proyek di area yang pabriknya atau batching plant
sulit dijangkau dan kondisi lingkungan maka pembeli harus benar-
yang menantang di Indonesia benar memastikan beton
 Pengiriman beton diawasi dengan yang diproses sesuai dengan
dukungan Global Positioning System mutu beton yang diinginkan
(GPS) pada setiap armada untuk  Lokasi batching plant yang
memastikan beton siap pakai terkirim jauh dari proyek dapat
ke proyek-proyek secara tepat alamat mengakibatkan beton
dan waktu mengering karena waktu
MATRIX SWOT  Perusahaan beroperasi dengan pengiriman yang lama
menerapkan OHSAS 18000: 2007 dan  Terdapat batasan waktu
ISO 14000:2004 yang merupakan pengiriman beton, biasanya
standar yang harus dipenuhi untuk jarak antara lokasi proyek
menjaga keselamatan dan keamanan dengan batching plant tidak
kerja karyawan boleh lebih dari 4 jam
 Beton siap pakai Jayamix by SCG  Untuk proyek dalam skala
melalui proses produksi dengan system kecil harganya cukup mahal
kontrol kualitas yang telah memperoleh
sertifikasi ISO 9001:2015
 Para Tenaga ahli menguji berbagai
bahan baku pembuat beton di
laboratorium dengan teknologi terkini
untuk menjamin kualitas bahan baku
sehingga menghasilkan beton siap pakai
bermutu tinggi
 Sistem pekerjaan jadi lebih efisien :
Waktu yang digunakan untuk
pengolahan lebih efisien dan cepat
karena tidak menggunakan tenaga
manusia tetapi menggunakan mesin.
Dan lama waktu pengecorannya juga
dapat disesuaikan guna mendapatkan
hasil yang baik dengan kualitas prima
 Pembelian beton ready mix sangat
mudah : Para pembeli beton ready mix
tinggal memilih mutu beton berapa
yang akan dibeli
 Mutu beton lebih terjaga : Mutu dan
kualitas beton ready mix lebih terjaga
dikarenakan proses komposisi material
yang tidak sembarangan
 Waktu pengecoran lebih singkat :
Dibandingkan dengan beton cor
konvensional, waktu pengecoran
dengan beton cor ready mix akan jauh
lebih cepat. Begitu pun saat
menuangkan beton cor tersebut, akan
ada pompa beton yang membuat
penuangan atau pengecoran bahkan
untuk bangunan yang sangat tinggi pun
dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Sehingga waktunya dapat digunakan
untuk pekerjaan lapangan yang lain.
 Harga skala besar lebih murah utnuk
skala besar
 Memiliki kualitas yang lebih tinggi
dibandingkan dengan beton cor
konvensional
 Menghemat tempat untuk pengecoran di
lapangan, terlebih jika proyek didirikan
pada lahan yang terbatas

OPPORTUNITY
 Terdapat banyak proyek  Menjaga mutu dan kualitas beton ready  Meningkatkan kualitas beton
pembangunan yang mix agar selalu bagus ready mix
membutuhkan beton dalam  Mengikuti kemajuan perkembangan  Menambah inovasi-inovasi
skala besar teknologi yang semakin modern dan baru untuk menciptakan
 Semakin canggihnya teknologi canggih kualitas beton ready mix
untuk mempermudah pekerjaan  Memberikan pelayanan yang terbaik yang bagus
 Telah menangani banyak mega kepada konsumen
proyek
 Menggunakan teknologi yang
canggih dalam proses
pembuatannya
 Memiliki banyak produk
inovatif yang ditawarkan

THREAT
 Semakin banyak perusahaan  Membuat inovasi baru beton ready mix  Menambahkan admixture
yang menawarkan beton ready yang belum ada di perusahaan beton berupa retarder ke dalam
mix ready mix lainnya campuran beton untuk
 Kualitas pesaing yang semakin  Meningkatkan kualitas perusahaan memperlambat proses ikatan
meningkat mulai dari sistem perusahaan, campuran berupa gula,
 Ketersediaan material yang karyaman, dan produk yang dihasilkan sucrose, sodium gluconate,
semakin terbatas glucose, citric acid dan
tartaricacid sehingga beton
bisa bertahan lebih dari 1 jam
 Penggunaan material
campuran beton yang
ekonomis,ramah lingkungan,
dan ketersediaannya yang
melimpah seperti fly ash
 Memperkuat system
perusahaan melalui kemajuan
teknologi
 Memperkuat sistem
manajemen dan kinerja
perusahaan