Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN

ROKOK DI BURSA EFEK INDONESIA

Disusun Oleh: Kelompok 2


EM - A

1. Erdi Kurniadi (141150083)


2. Almaas Rosi N A (141150085)
3. Risma Malinda (141150086)
4. Fera Agri B (141150089)
5. Dimas Indra K (141150093)
6. Idris Apandi (141150113)

PRODI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA

I. LATAR BELAKANG
Menurut Undang-undang Pasar Modal No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal mendefinisikan pasar
modal sebagai “Kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek,
Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang
berkaitan dengan Efek”. Pasar Modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu Negara karena
pasar modal menjalankan dua fungsi, yaitu pertamasebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan
dana dari masyarakat pemodal. Kedua pasar modal menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi
pada instrument derivative seperti option, futures, dan lain-lain. Salah satu instrument keuangan yang
diperjualbelikan pada pasar modal adalah saham.
Saham dapat didefinisikan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu
perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa
pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi
kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut
( Darmadji dan Fakhruddin, 2001:5). Dengan menjual sahamnya maka perusahaan harus berbagi
kepemilikan dengan para pemegang saham atau biasa disebut stockholder. Dengan berbagi kepemilikan
perusahaan, maka laba yang didapatkan juga harus dibagi dengan para stockholder yang secara umum
dikenal dengan deviden. Pengertian saham lainnya adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang
atau badan dalam suatu perusahaan (Fakhruddin dan Hadianto, 2001: 6).
Salah satu cara dalam menilai sebuah perusahaan yang akan berpengaruh pada harga saham, Investor
dapat melakukan pengukuran kinerja. Kinerja perusahaan dapat diketahui dari laporan keuangan yang
akan dikeluarkan secara periodik. Laporan keuangan merupakan informasi yang penting bagi calon
Investor karena dari laporan keuangan inilah dapat diketahui kinerja dari suatu perusahaan. Menurut
Munawir (2001:2) “Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai
alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang
berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan yang diproksi melalui return
on assets, earnings per share, price earnings ratio terhadap harga saham Perusahaan Rokok yang terdaftar
di BEI. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah perusahaan rokok berjumlah 3 perusahaan serta
Teknik analisa yang digunakan adalah analisa regresi berganda . Kita tahu saat ini bahwa, Industri rokok
di Indonesia tidak hanya memasarkan produknya di dalam negeri saja tetapi juga di luar negeri. Hal ini
didukung dengan banyaknya produksi rokok yang di hasilkan industri besar, menengah, dan kecil sehingga
memungkinkan bagi Indonesia untuk memasuki pasar ekspor dunia. Berikut ini adalah tabel ekspor rokok
kretek Indonesia tahun 2011.

II. PERMASALAHAN
1. Apakah kinerja keuangan yang diproksi melalui return on asset, earning per share, dan
price earning ratio secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap harga saham
Perusahaan Rokok yang terdaftar di BEI?
2. Apakahkinerja keuangan yang diproksi melalui return on asset, earning per share, dan
price earning ratio masing-masing berpengaruh signifikan terhadap harga saham
Perusahaan Rokok yang terdaftar di BEI?
3. Apakah ada yang mempunyai pengaruh dominan diantara return on asset, earning per
share, dan price earning ratioterhadap harga saham Perusahaan Rokok yang terdaftar di
BEI?
III. KAJIAN TEORI
Faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham :
Menurut Sunariyah (2006:13), faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham adalah 1) Faktor
Internal perusahaan, merupakan faktor yang berhubungan dengan kebijakan internal pada suatu
perusahaan beserta kinerja yang telah dicapai. Hal ini berkaitan dengan hal-hal yang seharusnya
dapat dikendalikan oleh mnajemen, 2) Faktor Eksternal yaitu hal-hal diluar kemampuan
perusahaan atau diluar kemampuan manajemen, misalnya: psikologi pasar, dan laju inflasi yang
tinggi.
Hubungan Kinerja Keuangan Harga Saham :
Harga saham merupakan salah satu indikator keberhasilan pengelolaan perusahaan, jika harga
saham suatu perusahaan selalu mengalami kenaikan, mak ainvestor atau calon investor menilai
bahwa perusahaan berhasil dalam mengelola usahanya. Kepercayaan investor atau calon investor
sangat bermanfaat bagi emiten, karena semakin banyak orang percaya terhadap emiten maka
keinginan untuk berinvestasi pada emiten semakin kuat. Semakin banyak permintaan terhadap
saham suatu emiten maka dapat menaikkan harga saham tersebut.
1) Harga Saham
Harga saham adalah harga perlembar saham dari saham-saham
perusahaan dan komponennya dalam periode tertentu.
2) Return On Asset (ROA)
Return On Asset (ROA) adalah rasio yang mengukur kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan laba dari modal yang diinvestasikan dalam
keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bersih.

ROA

3) EarningPer Share (EPS)


Earning Per Share (EPS) adalah rasio yang mengukur berapa besar
laba bersih yang dihasilkan perusahaan untuk setiap lembar saham yang
beredar.
EPS =
4) Price Earning Ratio (PER)
Price Earning Ratio (PER) adalah perbandingan antara harga pasar dari
setiap lembar saham terhadap pendapatan perlembar saham (earning per
share). Price Earning Ratio akan memberikan inidkasi tentang jangka waktu
yang diperlukan untuk mengembalikan dana pada tingkat harga saham dan
keuntungan pada periode tertentu.

PER =

IV. HIPOTESIS KERJA


H0 : β1, β2, β3 = 0, Tidak ada pengaruh dari return on asset, earning per share, price earning
ratiosecara bersama-sama terhadap hargasaham Perusahaan Rokok.

H1 : β1, β2, β3 ≠ 0, Ada pengaruh dari return on asset, earning per share, price earning ratio
secara bersama-sama terhadap hargasaham Perusahaan Rokok.

H0 : βᵢ = 0, Tidak ada pengaruh dari return on asset, earning per share, price earning ratio
secaraparsialterhadaphargasaham Perusahaan Rokok yang terdaftar di BEI

H1 : βᵢ > 0, Ada pengaruhdarireturn on asset, earning per share, price earning ratio
secaraparsialterhadaphargasaham Perusahaan Rokok yang terdaftar di BEI.

V. ALAT ANALISIS
Metode penelitian adalah penelitian Kausal Komparatif yaitu merupakan tipe penelitian dengan
karakteristik masalah berupa hubungan sebab akibat antara dua variabel atau lebih. Penelitian
kausal mkomparatif merupakan penelitian expost faktor, yaitu penelitian terhadap data yang
dikumpulkan setelah terjadinya fakta.
Penelitian ini menggunakan, Multiple Regression :
HS = a + β1ROA + β2 EPS + β3 PER + e

VI. HASIL
Tabel
Hasil Uji Regresi Berganda

Koefisien
Variabel Bebas Sig. R
Regresi

ROA 0,005 0,717 0,117


EPS 1,008 0,000 0,955
PER 0,018 0,001 0,811
Konstanta 2,304
Sig.F 0,000
R 0,973
R2 0,947

Dari data tabel diatas dapat kita simpulkan bahwa persamaan regresi dari data diatas adalah
HS = 2,304 + 0,005X1 +1,008X2 +0,018X3
 Constant (β0) = 2,304, nilai rerata harga sahamRp 2,304, jika tidak ada perubahan ROA,
EPS, dan PER.
 β1 = 0,005; jika ROAnaik 1%maka harga saham akan turun Rp 0,005 dan sebaliknya dengan
catatan EPS dan PER konstan.
 β2= 1,008; jikaEPSnaikRp 1, maka harga saham akan naik Rp 4,717 dan sebaliknya dengan
catatanROA dan PER konstan.
 β3 = 0,018; jika PERnaik 1%, maka harga saham akan naik Rp 0,018 dan sebaliknya dengan
catatan ROA dan EPS konstan.
 Adj. R square = 49,7%; kontribusi Model Regresi (ROA, EPS, PER) terhadap perubahan
harga saham sebesar 49,7%, sisanya 50,3% dipengaruhi variabel lain di luar model.

Keterangan :
ROA : Return On Asset
EPS : Earning Per Share
PER : Price Earning Ratio

Tabel
Hasil Uji Asumsi Klasik

Keterangan Indikator
Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov Z 0,643
Asymp. Sig. (2-tailed) 0,803
Uji multikolinearitas Tolerance ROA 0,677
Tolerance EPS 0,676
Tolerance PER 0,962
VIF ROA 1,477
VIF EPS 1,480
VIF PER 1,039

Batas-batas Daerah Test Durbin Watson

Distribusi Interpretasi
DW < 0,814 Autokorelasipositif
0,814 ≤ DW < 1,750 Daerah keragu-raguan / 15nconclusive
1,750 ≤ DW < 2,250 Tidakadaautokorelasi
2,250 ≤ DW < 3,186 Daerah keragu-raguan / 15nconclusive
DW ≥ 3,186 Autokorelasinegative

PENJELASAN
Uji Normalitas
Sig. (2-tailed) 0,803> 0,05 (Tidak Signifikan)
Dari tabel diatas diketahui Sig. 0,803 yang lebih besar dari 0,05. Itu berarti dapat disimpulkan
bahwa data tersebut berdistribusikan normal.

Uji Heteroskedastis

Dari gambar diatas terlihat sebaran titik-titik berada diatas dan dibawah sumbu y dan tidak
membentuk pola yang jelas, maka dapat disimpulkan bahwa model analisis tidak terjadi gangguan
heteroskedastisitas.

Uji Multikolinearitas
Tolerance ROA 0,677> 0,1
Tolerance EPS 0,676> 0,1
Tolerance PER 0,962> 0,1
VIF ROA 1,477< 10
VIF EPS 1,480< 10
VIF PER 1,039< 10
Pada Uji Multikolinearitas diatas, data menunjukkan bahwa nilai tolerance setiap variabel
independen yang terdiri dari ROA, EPS, dan PER lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF lebih kecil
dari 10. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa model regresi diatas dapat dikatakan bebas dari
multikolinearitas atau tidak terjadi multikolinearitas.

Uji Autokorelasi
Dari table batas-batas distribusi nilai tes Durbin Watson dan kurva pengujian autokorelasi
Durbin Watson diatas dapat disimpulkan bahwa nilai tes Durbin Watson berada pada daerah
inconclusive, yaitu pada daerah yang tidak diketahui terjadi Autokorelasi atau tidak.

Pengujian Secara Simultan


Koefisien Korelasi dan Determinasi
Model Summary

Model R R Square Adjusted R Std. Error of Durbin-


Square the Estimate Watson
1 0,973 0,947 0,931 0,487 1,884

dari hasil output diatas, diketahui bahwa R Square (R2) sebesar 0,947 atau 94,7% yang
menunjukkan kontribusi dari variabel bebas yang terdiri atas return on asset, earning per share,
dan price earning ratio secara bersama-sama terhadap harga saham adalah besar. Sedangkan
sisanya (100% - 94,7% = 5,3%) dikontribusi oleh faktor lainnya.

Pengujian Model Regresi dan Adj. R2 dengan Uji F.


F = 59,125 Sign. 0,000 < 0,05 (Signifikan)
Dari hasil output tingkat signifikan 0,000 kurang dari 5% menunjukkan pengaruh variabel
return on asset, earning per share dan price earning ratio secara bersama-sama terhadap harga
saham perusahaan rokok di Bursa efek Indonesia adalah signifikan. Dengan demikian model yang
digunakan dalam penelitian layak dan dapat dipergunakan analisis berikutnya.

PengujianKeofisien Regresi dengan Uji t.


Hasil Uji t dan Tingkat Signifikan

Variabel thitung Sig Keterangan


Return On Asset 0,373 0,717 Tidak Signifikan
Earning Per Share 10,180 0,000 Signifikan
Price Earning Ratio 4,379 0,001 Signifikan

t1 = 0,373 Sign. 0,717 > 0,05 (Tidak Signifikan).


Dengan demikian pengaruh return on asset terhadap harga saham pada perusahaan rokok di
Bursa Efek Indonesia secara parsial adalah tidak signifikan.
t2 = 10,180 Sign. 0,000< 0,05 (Signifikan).
Dengan demikian pengaruh earning per shareterhadap harga saham pada perusahaan rokok di
Bursa Efek Indonesia secara parsial adalah signifikan.
t3 = 5,428 Sign. 0,000< 0,05 (Signifikan).
Dengan demikian pengaruh price earning ratioterhadap harga saham pada perusahaan rokok
di Bursa Efek Indonesia secara parsial adalah signifikan.

Koefisien Determinasi Partial


Koefisien Korelasi dan Determinasi Parsial

Variabel r r2
Return On Asset 0,117 0,0137
Earning Per Share 0,955 0,9120
Price Earning Ratio 0,811 0,6572

VII.KESIMPULAN
1. Ada pengaruh return on assets, earning per share, dan price earning ratio secara bersama-
sama terhadap harga saham perusahaan rokok di Bursa efek Indonesia adalah signifikan.
2. Hasil pengujian parsial menunjukkan dari variabel return on assets, earning per share, dan
price earning ratiohanya variabel return on asset yang tidak menunjukkan pengaruh
signifikan terhadap harga saham. Sedangkan variabel earning per share dan price earning
ratio masing-masing berpengaruh signifikan dan positif terhadap harga saham.
3. Variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhadap harga saham perusahaan rokok di
Bursa efek Indonesia adalah earning per share yang memiliki nilai koefisien determinasi
parsial paling tinggi sebesar 91,20%