Anda di halaman 1dari 39

Dokumen-1

Dokumen-1

KURIKULUM
SDN ............................
Tahun Pelajaran 2016/2017

Alamat Sekolah : ......................... No. .............................,


Desa ....................., Kec. ..................
Kabupaten Lombok Barat
Propinsi NTB

2016

0
PENGESAHAN

Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah, dengan ini


kurikulum SDN ....................... ditetapkan / disahkan untuk diberlakukan pada
tahun pelajaran 2016/2017

Ditetapkan/ disahkan
Di : ........................
Tanggal : ........................

Ketua Komite Sekolah, Kepala Sekolah,

.......................................... ..........................................
Pembina, IV/a
NIP ..........................................

Mengetahui :
Kepala Dinas Dikbud
Kabupaten Lombok Barat,

H. ILHAM, S.Pd. , M.Pd.


Pembina Tk.I (IV/b)
NIP. 1965123 198803 1 240

1
KATA PENGANTAR

Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang


Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi
dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat
sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan
diberikannya wewenang kepada satuan pendidikan untuk menyusun kurikulumnya
mengacu pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
yaitu pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan pasal 35, mengenai standar
nasional pendidikan.
Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan
dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bentuk nyata dari desentralisasi pengelolaan
pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan kepada satuan pendidikan untuk
mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam
pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunannya maupun pelaksanaannya di satuan
pendidikan.
Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan, Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) mengacu pada standar nasional pendidikan: standar isi, proses, kompetensi
lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan
penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu
Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi
satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Pengembangan Kurikulum SDN .......................ini dimaksudkan antara lain sebagai
pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran peserta
didik diberi kesempatan : (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu
melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna
untuk orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui
Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan ( PAKEM ).
Kami yakin bahwa Kurikulum yang dikembangkan ini masih jauh dari sempurna
dan kami mengharapkan adanya saran-saran untuk perbaikan .
Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Kepala Unit
Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Ka UPTD Dikbud) Kecamatan
Narmada, Pengawas Pembina SDN 3 Lembuak, Guru-guru SDN ......................., dan
Stakeholders, berkat bantuan dan kerja sama yang baik , Kurikulum SDN .......................
ini dapat diselesaikan.

....................., .................. 2016


Kepala Sekolah ,

..............................................
NIP;.....................................

2
DAFTAR ISI

PENETAPAN .................................................................................................................... 1
KATA PENGANTAR ......................................................................................................... 2
DAFTAR ISI ....................................................................................................................... 3

BAB I
I. PENDAHULUAN .................................................................................................. 4
A. Latar Belakang .................................................................................................. 4
B. Landasan ................................................................................................. 4
C. Tujuan Penyusunan Kurikulum ............................................................................ 5
D. Prinsip-prinsip pengembangan KTSP ................................................................... 6

BAB II
TUJUAN PENDIDIKAN ....................................................................................... 8
A. Tujuan Pendidikan Dasar .................................................................................... 8
B. Visi, Misi, dan Tujuan Sekolah .......................................................................... 8

BAB III ...............................................


STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM 9
9
A. Struktur Kurikulum ...........................................................................................
B. Muatan Kurikulum ........................................................................................... 10
1. Mata Pelajaran ........................................................................................... 10
2. Muatan Lokal ........................................................................................... 19
3. Kegiatan Pengembangan Diri ...................................................................... 21
4. Pengaturan Beban Belajar ............................................................................ 22
5. Ketuntasan Belajar ........................................................................................ 23
6. Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan ...................................................... 23
7. Pendidikan Kecakapan Hidup ....................................................................... 24
8. Pendidikan berbasis Keunggulan Lokal dan Global ..................................... 25
9. Pendidikan Budaya dan Karakter bangsa ....................................................... 26

BAB IV 33
KALENDER PENDIDIKAN

BAB V 37
PENUTUP

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kurikulum dikembangkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan


pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Tujuan ini meliputi
tujuan pendidikan nasional, tujuan pendidikan dasar serta tujuan yang disesuaikan
dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, dan satuan pendidikan dan peserta
didik. Oleh sebab itu kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan,
memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi
yang ada di daerah.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam


mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan
pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, standar
kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan
prasarana, standar pengelolaan, standar proses, standar pembiayaan, dan standar
penilaian pendidikan. Dua standar dari kedelapan standar nasional pendidikan
tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan
acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

B. Landasan :
a. Landasan Filosofis
Sekolah sebagai pusat pengembangan budaya tidak terlepas dari nilai-nilai
budaya yang dianut oleh suatu bangsa. Bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai
budaya yang bersumber dari Pancasila, sebagai falsafah hidup berbangsa dan
bernegara, yang mencakup religius, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan
keadilan. Nilai-nilai ini dijadikan dasar filosofis dalam pengembangan
kurikulum sekolah.
Sekolah sebagai bagian dari masyarakat tidak terlepas dari lokus, kewaktuan,
kondisi sosial dan budaya. Kekuatan dan kelemahan dari hal-hal ini akan
menjadi pertimbangan dalam penentuan Struktur Kurikulum sekolah ini.

b. Landasan Yuridis
Secara yuridis KTSP dikembangkan berdasarkan :
1. Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (5), “Pemerintah memajukan
ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai
agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta
kesejahteraan umat manusia” dan Pasal 32 ayat (1), “Negara memajukan
kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan
menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dalam
mengembangkan nilai-nilai budayanya.”
2. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional Bab II Pasal 3, ”Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan
potensi peserta didik seutuhnya agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,

4
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab”. Pasal 36 ayat (2), “Kurikulum pada semua jenjang
dan jenis pendidikan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan
pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik”. Pasal 38 ayat (2),
“Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai
dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan
komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas
pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk
pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah”
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan
Nasional Pasal 17 ayat (1), “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
SD/MI/SDLB, SMP/MTs./SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK, atau
bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan
pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat
setempat, peserta didik”
4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan
Nasional
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 6 Tahun 2007 tentang
Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan nomor 24 Tahun
2006 tentang pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan,
“Satuan pendidikan dapat mengadopsi atau mengadaptasi model
Kurikulum Tingkat Satuan Pedidikan Dasar dan Menengah yang disusun
oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan
Nasional bersama unit terkait”
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 19 Tahun 2007 tentang
Standar Pengelolaan Pendidikan
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 20 Tahun 2007 tentang
Standar Penilaian Pendidikan
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 41 Tahun 2007 tentang
Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 15 Tahun 2010 j.o
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2013
tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di Kabupaten/Kota
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 57 Tahun 2014
tentang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 61 Tahun 2014
tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar
dan Pendidikan Menengah;
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62 Tahun 2014
tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah;

C. Tujuan Penyusunan Kurikulum


KTSP disusun sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pendidikan di SDN .......................Lombok Barat.
Tujuan pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan adalah tahapan atau langkah untuk
mewujudkan visi sekolah dalam jangka waktu tertentu. Tujuan Tingkat Satuan

5
Pendidikan merupakan rumusan mengenai apa yang diinginkan pada kurun waktu
tertentu.
Ciri tujuan tingkat satuan pendidikan adalah sesuai dengan visi, dapat diukur, dan
terjangkau yaitu :
1. Menyelaraskan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
2. Memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan
menjunjung kelestarian keragaman budaya
3. Memungkinkan pengembangan keragaman potensi, minat, kecerdasan
intelektual, emosional, spiritual dan karakteristik peserta didik secara optimal
sesuai dengan tingkat perkembangannya
4. Meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama dan memperhatikan
norma agama yang berlaku di lingkungan sekolah
5. Agar pembelajaran berkeadilan untuk mendorong tumbuh kembangnya
kesetaraan jender

D. Prinsip Pengembangan KTSP


Kurikulum SDN .......................Lombok Barat ini dikembangkan mengacu pada SI
dan SKL serta berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh
BSNP serta memperhatikan pertimbangan Komite Sekolah
Kurikulum ini dikembangkan berdasarkan prinsip sebagai berikut :
1. Berpusat pada Potensi, Perkembangan, Kebutuhan, dan Kepentingan
Peserta Didik dan Lingkungan.
Kurikulum dikembangkan berdasarkan bahwa peserta didik memiliki posisi
sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.
2. Beragam dan Terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik
peserta didik, kondidi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai
dan tidak deskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat,
status sosial ekonomi dan jender.
3. Tanggap Terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu semangat
dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk
mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan
seni

6
4. Relevan dengan Kebutuhan Hidup
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan
(stake holders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan hidup,
termasuk di dalamnya kehidupan bermasyarakat, kalangan dunia usaha dan
dunia kerja. Oleh karena itu pengembangan ketrampilan pribadi, ketrampilan
sosial, ketrampilan akademik dan ketrampilan vocasional adalah kebutuhan
yang penting atau suatu keharusan.
5. Menyeluruh dan Berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian
keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara
berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
6. Belajar Sepanjang Hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum ini
mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal,
dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang
selalu berkembang sejalan dengan arah pengembangan manusia seutuhnya
7. Seimbang Antara Kepentingan Nasional dan Kepentingan Daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional,
daerah, untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Antara kedua kepentingan tersebut harus saling mengisi, memberdayakan
sejalan dengan falsafah negara kita Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka
NKRI

BAB II

7
TUJUAN PENDIDIKAN

A. Tujuan Pendidikan
1. Tujuan Pendidikan Nasional
Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman,
bertaqwa berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, bertanggung
jawab dan demokratis
2. Tujuan Pendidikan Dasar
Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan
mengikuti pendidikan yang lebih lanjut.

B. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah

Visi SDN .......................Lombok Barat :

......................................................................................................................................

.........................................................

Visi ini menjiwai warga sekolah untuk selalu mewujudkannya setiap saat dan
berkelanjutan dalam mencapai tujuan sekolah.
Visi tersebut mencerminkan profil dan cita-cita sekolah yang :
a. Berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi yang paling aktual sesuai
dengan perkembangan iptek
b.Sesuai dengan norma dan harapan masyarakat
c. Ingin mencapai keunggulan akademis dan non akademis
d.Mendorong semangat dan komitmen seluruh warga sekolah
e. Mendorong adanya perubahan yang lebih baik
f. Mengarahkan langkah-langkah strategis (misi) sekolah
Untuk mencapai visi tersebut, perlu dirumuskan misi yang berupa kegiatan jangka
panjang dengan arah yang jelas. Berikut ini merupakan misi yang dirumuskan
berdasarkan visi di atas.

Misi SDN ........................, Kec. .........................., Lombok Barat Kabupaten


Lombok Barat
1. Mengembangkan pembelajaran berbasis Iman dan Taqwa serta menjunjung
nilai-nilai luhur budaya masyarakat
2. Menegakkan kedisiplinan
3. Menjalin kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan .

8
4. Menciptakan lingkungan sekolah yang indah.
5. Mengoptimalkan proses pembelajaran dan bimbingan.
6. Meningkatkan implementasi MBS

Tujuan SDN .................., Kecamatan ..............., Kabupaten Lombok Barat


Sesuai dengan tujuan pendidikan dasar , Visi dan Misi di atas, tujuan yang akan
dicapai sekolah adalah sebagai berikut :
1. Mengamalkan ajaran agama hasil proses pembelajaran dan kegiatan
pembiasaan.
2. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku di sekolah dan dalam lingkungan
yang lebih luas
3. Memiliki lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
4. Menjadi sekolah yang diminati di masyarakat.
5. Meraih prestasi akademik maupun non akademik minimal tingkat
Kabupaten/Kota
6. Menghasilan lulusan dengan nilai rata-rata US di atas 6,00
7. Menghasilkan implementasi MBS yang maksimal.

9
Bab III
Struktur dan Muatan Kurikulum
A. Struktur Kurikulum
Pada struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah berisi sejumlah mata
pelajaran yang harus disampaikan kepada peserta didik. Struktur kurikulum SDN 3
Lembuak, Kecamatan Narmada, Kab. Lombok Barat dapat dilihat dalam tabel
berikut:
Alokasi Waktu
No Komponen Kelas
1 2 3 4 5 6
A Mata Pelajaran
1 Pendidikan Agama 3 3
2 Pendidikan Kewarganegaraan 2 2
3 Bahasa Indonesia 6 6
4 Matematika Pendekatan Tematik 6 6
5 Ilmu Pengetahuan Alam 5 5
6 Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4
7 Seni Budaya dan Keterampilan 4 4
8 Pendidikan Jasmani, Olahraga 4 4
dan Kesehatan
B Mulok :
a. B. Sasak 2 2

C Pengembangan Diri 2*) 2*)

Jumlah 31 32 36 36

2*) Ekuivalen 2 Jam Pembelajaran


Keterangan :
1 (satu) jam pelajaran alokasi waktu 35 menit dan 1 kali istirahat 25 menit.
Kelas 2 dan 3 pendekatan Tematik
Kelas 5, dan 6 pendekatan mata pelajaran
Sekolah dapat memasukkan pendidikan yang berbasis keunggulan lokal dan global,
yang merupakan bagian dari mata pelajaran yang diunggulkan
Mengenai pembelajaran tematis sekolah dapat menentukan alokasi waktu per mata
pelajaran sedangkan dalam PBM menggunakan pendekatan tematis.

B. Muatan Kurikulum
Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya
merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu
materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi
kurikulum.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
menegaskan bahwa kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan

10
dituangkan dalam kompetensi pada setiap tingkat dan/atau semester sesuai dengan
Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar
komptensi dan kompetensi dasar.

1. Mata Pelajaran
1.1 Pendidikan Agama :
1.1.1 Pendidikan Agama Islam

Tujuan :
Pendidikan Agama Islam di SD/MI bertujuan untuk:
1. menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan
pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta
pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim
yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT;
2. mewujudkan manuasia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu
manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis,
berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan
sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah.

Ruang Lingkup :
Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1. Al-Qur’an dan Hadits
2. Aqidah
3. Akhlak
4. Fiqih
5. Tarikh dan Kebudayaan Islam

Pendidikan Agama Islam menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian


antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama
manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan alam
sekitarnya.

Standar Kompetensi Lulusan (SKL)


SKL Pendidikan Agama Islam SD/MI
1. Menyebutkan, menghafal, membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam
Al-Qur’an, mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-‘Alaq
2. Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai
iman kepada Qadha dan Qadar
3. Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari perilaku
tercela
4. Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (thaharah) sampai
zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji

11
5. Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari kisah tersebut dan
menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi

1.2 Pendidikan Kewarganegaraan


Tujuan :

Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki


kemampuan sebagai berikut.
1. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan
2. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas
dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi
3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan
karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-
bangsa lainnya
4. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung
atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi

Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan meliputi aspek-aspek
sebagai berikut.
1. Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan, Cinta
lingkungan, Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, Keutuhan
Negara Kesatuan Republik Indonesia, Partisipasi dalam pembelaan negara, Sikap
positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Keterbukaan dan jaminan
keadilan
2. Norma, hukum dan peraturan, meliputi: Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata
tertib di sekolah, Norma yang berlaku di masyarakat, Peraturan-peraturan daerah,
Norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Sistim hukum dan
peradilan nasional, Hukum dan peradilan internasional
3. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak, Hak dan kewajiban
anggota masyarakat, Instrumen nasional dan internasional HAM, Pemajuan,
penghormatan dan perlindungan HAM
4. Kebutuhan warga negara meliputi: Hidup gotong royong, Harga diri sebagai
warga masyarakat, Kebebasan berorganisasi, Kemerdekaan mengeluarkan
pendapat, Menghargai keputusan bersama, Prestasi diri , Persamaan kedudukan
warga negara
5. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang
pertama, Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, Hubungan
dasar negara dengan konstitusi
6. Kekuasan dan Politik, meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan
daerah dan otonomi, Pemerintah pusat, Demokrasi dan sistem politik, Budaya
politik, Budaya demokrasi menuju masyarakat madani, Sistem pemerintahan, Pers
dalam masyarakat demokrasi
7. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi
negara, Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Pengamalan nilai-nilai
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi terbuka

12
8. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya, Politik luar negeri Indonesia
di era globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan internasional dan organisasi
internasional, dan Mengevaluasi globalisasi.

Standar Kompetensi Lulusan ( SKL )


SKL Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI :
1. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan
2. Memahami dan menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah
3. Memahami kewajiban sebagai warga dalam keluarga dan sekolah
4. Memahami hidup tertib dan gotong royong
5. Menampilkan sikap cinta lingkungan dan demokratis
6. Menampilkan perilaku jujur, disiplin, senang bekerja dan anti korupsi dalam
kehidupan sehari-hari, sesuai dengan nilai-nilai pancasila
7. Memahami sistem pemerintahan, baik pada tingkat daerah maupun pusat
8. Memahami makna keutuhan negara kesatuan Republik iIndonesia, dengan
kepatuhan terhadap undang-undang, peraturan, kebiasaan, adat istiadat,
kebiasaan, dan menghargai keputusan bersama
9. Memahami dan menghargai makna nilai-nilai kejuangan bangsa
10. Memahami hubungan Indonesia dengan negara tetangga dan politik luar negeri

1.3 Bahasa Indonesia


Tujuan :
Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan
sebagai berikut.

1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik
secara lisan maupun tulis
2. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan
dan bahasa negara
3. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk
berbagai tujuan
4. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta
kematangan emosional dan sosial
5. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan,
memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan
berbahasa
6. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan
intelektual manusia Indonesia.

Ruang Lingkup

Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan


berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1. Mendengarkan
2. Berbicara
3. Membaca

13
4. Menulis.

Pada akhir pendidikan di SD/MI, peserta didik telah membaca sekurang-kurangnya


sembilan buku sastra dan nonsastra.

Standar Kompetensi Lulusan ( SKL )


SKL Bahasa Indonesia SD/MI :
1. Mendengarkan
Memahami wacana lisan berbentuk perintah, penjelasan, petunjuk, pesan,
pengumuman, berita, deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar, serta karya
sastra berbentuk dongeng, puisi, cerita, drama, pantun dan cerita rakyat
2 Berbicara
Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi
dalam kegiatan perkenalan, tegur sapa, percakapan sederhana, wawancara,
percakapan telepon, diskusi, pidato, deskripsi peristiwa dan benda di sekitar,
memberi petunjuk, deklamasi, cerita, pelaporan hasil pengamatan, pemahaman isi
buku dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng, pantun, drama, dan
puisi
3 Membaca
Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk,
teks panjang, dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi, dongeng,
pantun, percakapan, cerita, dan drama
4 Menulis
Melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran,
perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat,
pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, ringkasan, parafrase, serta
berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita, puisi, dan pantun

1.4 Matematika
Tujuan:

Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai
berikut.
1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan
mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat,
dalam pemecahan masalah
2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika
dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan
pernyataan matematika
3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah,
merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang
diperoleh
4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain
untuk memperjelas keadaan atau masalah
5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu
memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika,
serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

14
Ruang Lingkup
Mata pelajaran Matematika pada satuan pendidikan SD/MI meliputi aspek-aspek
sebagai berikut.
1. Bilangan
2. Geometri dan pengukuran
3. Pengolahan data.

Standar Kompetensi Lulusan ( SKL )


SKL Matematika SD/MI :
1. Memahami konsep bilangan bulat dan pecahan, operasi hitung dan sifat-sifatnya,
serta menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
2. Memahami bangun datar dan bangun ruang sederhana, unsur-unsur dan sifat-
sifatnya, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
3. Memahami konsep ukuran dan pengukuran berat, panjang, luas, volume, sudut,
waktu, kecepatan, debit, serta mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah
kehidupan sehari-hari
4. Memahami konsep koordinat untuk menentukan letak benda dan
menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
5. Memahami konsep pengumpulan data, penyajian data dengan tabel, gambar dan
grafik (diagram), mengurutkan data, rentangan data, rerata hitung, modus, serta
menerapkannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
6. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan
7. Memiliki kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif

1.5 Ilmu Pengetahuan Alam


Tujuan:

Mata Pelajaran IPA di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan
sebagai berikut.
1. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya
2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-
konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip dan
kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA,
lingkungan, teknologi dan masyarakat
4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki
alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan
5. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam
memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam
6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan
segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan
7. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan
IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.

15
Ruang Lingkup
1. Ruang Lingkup bahan kajian IPA untuk SD/MI meliputi aspek-aspek berikut.
1. Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan
interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan
2. Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan gas
3. Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan
pesawat sederhana
4. Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit
lainnya.

Standar Kompetensi Lulusan ( SKL )


SKL Ilmu Pengetahuan Alam SD/MI :
1. Melakukan pengamatan terhadap gejala alam dan menceritakan hasil
pengamatannya secara lisan dan tertulis
2. Memahami penggolongan hewan dan tumbuhan, serta manfaat hewan dan
tumbuhan bagi manusia, upaya pelestariannya, dan interaksi antara makhluk
hidup dengan lingkungannya
3. Memahami bagian-bagian tubuh pada manusia, hewan, dan tumbuhan, serta
fungsinya dan perubahan pada makhluk hidup
4. Memahami beragam sifat benda hubungannya dengan penyusunnya, perubahan
wujud benda, dan kegunaannya
5. Memahami berbagai bentuk energi, perubahan dan manfaatnya
6. Memahami matahari sebagai pusat tata surya, kenampakan dan perubahan
permukaan bumi, dan hubungan peristiwa alam dengan kegiatan manusia

1.6 Ilmu Pengetahuan Sosial


Tujuan :

Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan
lingkungannya
2. Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri,
memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial
3. Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan
4. Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam
masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1. Manusia, Tempat, dan Lingkungan
2. Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan
3. Sistem Sosial dan Budaya
4. Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan.

16
Standar Kompetensi Lulusan ( SKL )
SKL Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI :
1. Memahami identitas diri dan keluarga, serta mewujudkan sikap saling menghormati
dalam kemajemukan keluarga
2. Mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan
tetangga, serta kerja sama di antara keduanya
3. Memahami sejarah, kenampakan alam, dan keragaman suku bangsa di lingkungan
kabupaten/kota dan provinsi
4. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di
lingkungan kabupaten/kota dan provinsi
5. Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah nasional, keragaman suku
bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia
6. Menghargai peranan tokoh pejuang dalam mempersiapkan dan mempertahankan
kemerdekaan Indonesia
7. Memahami perkembangan wilayah Indonesia, keadaan sosial negara di Asia
Tenggara serta benua-benua
8. Mengenal gejala (peristiwa) alam yang terjadi di Indonesia dan negara tetangga,
serta dapat melakukan tindakan dalam menghadapi bencana alam
9. Memahami peranan Indonesia di era global

1.7 Seni Budaya dan Keterampilan


Tujuan:

Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan bertujuan agar peserta didik memiliki
kemampuan sebagai berikut.
1. Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan
2. Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan keterampilan
3. Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan keterampilan
4. Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan dalam tingkat lokal,
regional, maupun global.

Ruang Lingkup
Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1. Seni rupa, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan nilai dalam menghasilkan
karya seni berupa lukisan, patung, ukiran, cetak-mencetak, dan sebagainya
2. Seni musik, mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal, memainkan alat
musik, apresiasi karya musik
3. Seni tari, mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa
rangsangan bunyi, apresiasi terhadap gerak tari
4. Seni drama, mencakup keterampilan pementasan dengan memadukan seni musik,
seni tari dan peran
5. Keterampilan, mencakup segala aspek kecakapan hidup ( life skills ) yang meliputi
keterampilan personal, keterampilan sosial, keterampilan vokasional dan
keterampilan akademik.

17
Di antara keempat bidang seni yang ditawarkan, minimal diajarkan satu bidang seni
sesuai dengan kemampuan sumberdaya manusia serta fasilitas yang tersedia. Pada
sekolah yang mampu menyelenggarakan pembelajaran lebih dari satu bidang seni,
peserta didik diberi kesempatan untuk memilih bidang seni yang akan diikutinya. Pada
tingkat SD/MI, mata pelajaran Keterampilan ditekankan pada keterampilan vokasional,
khusus kerajinan tangan.

Standar Kompetensi Lulusan ( SKL )


SKL Seni Budaya dan Keterampilan SD/MI
Seni Rupa
1. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa terapan melalui
gambar ilustrasi dengan tema benda alam yang ada di daerah setempat
2. Mengapresiasi dan mengekspresikan keartistikan karya seni rupa murni melalui
pembuatan relief dari bahan plastisin/tanah liat yang ada di daerah setempat
3. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan
motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi bertema hewan, manusia dan
kehidupannya serta motif hias dengan teknik batik
4. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara dengan
motif hias melalui gambar dekoratif dan ilustrasi dengan tema bebas
5. Mengapresiasi dan mengekspresikan keunikan karya seni rupa Nusantara melalui
pembuatan benda kreatif yang sesuai dengan potensi daerah setempat
Seni Musik
1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan memperhatikan
dinamika melalui berbagai ragam lagu daerah dan wajib dengan iringan alat
musik sederhana daerah setempat
2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan ansambel sejenis
dan gabungan terhadap berbagai musik/lagu wajib, daerah dan Nusantara
3. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik dengan menyanyikan
lagu wajib, daerah dan Nusantara dengan memainkan alat musik sederhana
daerah setempat
Seni Tari
1. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan
simbol dan keunikan gerak, busana, dan perlengkapan tari daerah setempat
2. Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni tari dengan memperhatikan
simbol dan keunikan gerak, busana, dan perlengkapan tari Nusantara
3. Mengapresiasi dan mengekspresikan perpaduan karya seni tari dan musik
Nusantara
Keterampilan
1. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan daerah setempat dengan teknik
konstruksi
2. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan dan benda permainan dengan
teknik meronce dan makrame
3. Mengapresiasi dan membuat karya kerajinan anyaman dengan menggunakan
berbagai bahan
4. Mengapresiasi dan membuat karya benda mainan beroda dengan menggunakan
berbagai bahan

18
1.8 Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Tujuan:

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki
kemampuan sebagai berikut.
1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya
pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui
berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.
3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-
nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama,
percaya diri dan demokratis
6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain
dan lingkungan
7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih
sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup
sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran Pendiidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan meliputi
aspek-aspek sebagai berikut.
1. Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi
gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti,
rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan,
bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya
2. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran
jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya
3. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat,
ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya
4. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta
aktivitas lainnya
5. Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di
air, dan renang serta aktivitas lainnya
6. Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan,
berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung
7. Kesehatan, meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari- hari,
khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat
lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan
merawat cidera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam
kegiatan P3K dan UKS. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri, dan secara
implisit masuk ke dalam semua aspek.

Standar Kompetensi Lulusan ( SKL )

19
SKL Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan SD/MI
1. Mempraktekkan gerak dasar lari, lompat, dan jalan dalam permainan sederhana
serta nilai-nilai dasar sportivitas seperti kejujuran, kerjasama, dan lain-lain
2. Mempraktekkan gerak ritmik meliputi senam pagi, senam kesegaran jasmani
(SKJ), dan aerobik
3. Mempraktekkan gerak ketangkasan seperti ketangkasan dengan dan tanpa alat,
serta senam lantai
4. Mempraktekkan gerak dasar renang dalam berbagai gaya serta nilai-nilai yang
terkandung di dalamnya
5. Mempraktekkan latihan kebugaran dalam bentuk meningkatkan daya tahan
kekuatan otot, kelenturan serta koordinasi otot
6. Mempraktekkan berbagai keterampilan gerak dalam kegiatan penjelajahan di luar
sekolah seperti perkemahan, piknik, dan lain-lain
7. Memahami budaya hidup sehat dalam bentuk menjaga kebersihan diri dan
lingkungan, mengenal makanan sehat, mengenal berbagai penyakit dan
pencegahannya serta menghindarkan diri dari narkoba

2. Muatan Lokal
1.1 Bahasa Sasak
Tujuan:
Pendidikan Bahasa Daerah Sasak bertujuan agar peserta didik memiliki
kemampuan sebagai berikut :

1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku,
baik secara lisan maupun tulis.

2. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Daerah Sasak sebagai bahasa


daerah.

3. Memahami bahasa Daerah Sasak dan menggunakannya dengan tepat dan


kreatif untuk berbagai tujuan.

4. Menggunakan bahasa Daerah Sasak untuk meningkatkan interakasi antar


semasama masyarakat.

5. Menghargai dan membanggakan sastra Daerah Sasak sebagai khazanah


budaya dan intelektual manusia Indonesia.

Ruang lingkup :

Pendidikan Bahasa Sasak mencakup komponen kemampuan berbahasa dan


kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

1. Mendengarkan.

2. Berbicara.

3. Membaca .

20
4. Menulis.
Wajib diikuti oleh semua peserta didik kelas I hingga kelas VI. Alokasi waktu 2
jam pelajaran setiap minggunya.

Standar Kompetensi Lulusan ( SKL )


SKL Bahasa Sasak SD/MI :
1. Mendengarkan
Memahami wacana lisan berbentuk perintah, penjelasan, petunjuk, pesan,
pengumuman, berita, deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar, serta
karya sastra berbentuk dongeng, puisi, cerita, drama, pantun dan cerita rakyat
2. Berbicara
Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan
informasi dalam kegiatan perkenalan, tegur sapa, percakapan sederhana,
wawancara, percakapan telepon, diskusi, pidato, deskripsi peristiwa dan benda
di sekitar, memberi petunjuk, deklamasi, cerita, pelaporan hasil pengamatan,
pemahaman isi buku dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng,
pantun, drama, dan puisi
3. Membaca
Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa
petunjuk, teks panjang, dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi,
dongeng, pantun, percakapan, cerita, dan drama
4. Menulis
Melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran,
perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat,
pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, ringkasan, parafrase, serta
berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita, puisi, dan pantun

3. Pengembangan Diri
Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan
kebutuhan, bakat, minat, setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan
pengembangan diri di bawah bimbingan konselor, guru, atau tenaga kependidikan
yang memiliki pengetahuan tentang pengembangan diri yang dilakukan dalam bentuk
kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain
melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan
kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan
ekstrakurikuler, seperti kepramukaan, kepemimpinan, kelompok seni-budaya, dan
tim/regu olahraga. Pengembangan diri pada SDN ....................... merupakan materi
pendidikan yang harus diikuti oleh seluruh atau sebagian peserta didik.
Pengembangan Diri yang diterapkan SDN .......................meliputi Pengembangan diri
terprogram dan Pengembangan tidak terprogram sebagai berikut :

21
3.1 Pengembangan Diri yang terprogram
Pengembangan diri terprogram pada SDN .......................bukan merupakan materi
pendidikan yang harus diikuti peserta didik, namun merupakan kegiatan
ekstrakurikuler pilihan.
Pengembangan diri yang terprogram sebagai berkut :
1) Kegiatan Ekstrakurikuler antara lain :

Kewiraan :
a. Pramuka
b. Paskibra ( Pasukan Pengibar Bendera )
Olah raga prestasi antara lain :
a. Atletik
b. Renang
c. Senam
Seni :
a. Vokal group/Paduan Suara
b. Tari daerah
c. Melukis
Akademik :
a. Olimpiade MIPA
b. Lomba mata pelajaran

2). Peserta pengembangan diri adalah peserta didik yang memiliki minat dan
bakat sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan oleh guru
pembimbingnya.
3). Setiap peserta didik diperbolehkan megikuti lebih dari satu jenis
pengembangan diri jika memungkinkan.

3.2 Pengembangan Diri yang tidak terprogram


Pengembangan diri yang tidak terprogram pada SDN .......................merupakan
pengembangan diri yang :
3.2.1 Wajib diikuti oleh semua peserta didik pada SDN ...................,
pelaksanaanya dilakukan pada jam intra sekolah.
1) Upacara Bendera ( kegiatan rutin setiap Hari Senin pagi )
2) Kegiatan Imtaq pada setiap Jumat pagi ( dilaksanakan secara terpisah
antara peserta didik yang beragama Islam dan yang beragama Hindu ).
3) Mengucapkan salam ( kegiatan pembiasaan )

4) Kegiatan Keteladanan

a. Pembinaan Ketertiban Pakaian Seragam Anak Sekolah


b. Pembinaan Kedisiplinan

22
c. Penumbuhan Budi Pekerti
d. Gerakan Literasi Sekolah
e. Penumbuhan Budaya Keteladanan
 Penumbuhan Budaya Bersih Diri
 Penumbuhan Budaya Bersih Lingkungan Kelas dan Sekolah
5) Kegiatan Nasionalisme dan Patriotisme

a. Peringatan Hari Kemerdekaan RI


b. Peringatan Hari Pendidikan Nasional
c. Peringatan Hari Ulang Tahun Lombok Barat

3.2.1 Diikuti khusus oleh semua peserta didik pada SDN .......................yang
beragama Islam, pelaksanaanya dilakukan pada jam ektra sekolah dan
bekerja sama dengan Komite Sekolah dan masyarakat sekitar sekolah. .
1) Baca Al-Qur’an pada sore/malam hari
2) Sholat berjamaah ( kegiatan pembiasaan )

4. Pengaturan Beban Belajar


Beban belajar yang digunakan adalah sistem paket sebagaimana tertera dalam struktur
kurikulum, yaitu:
a. Kurikulum 2006
Satu Jam Jumlah Jam
Minggu Efektif Waktu Pembelajaran/Jam
Kelas Pembelajaran Tatap Pembelajaran
Pertahun Ajaran Pertahun
Muka / Menit Perminggu
1
2 35 31 38 41.230 menit/687,2 Jam
3 35 32 38 42.560 menit/709,3 jam
4
5 35 36 38 47.880 menit/ 798 Jam
6 35 36 36 45.360 menit/ 756 jam

23
5. Ketuntasan Belajar
a. Kurikulum 2006
Tingkat Ketuntasan/Kriteria Ketuntasan Minimal
No Komponen (KKM)
I II III IV V VI Rata-rata
A Mata Pelajaran
1 Pendidikan Agama 90 90 90 90 90
2 Pendidikan 90 90 90 90 90
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia 90 90 90 90 90
4 Matematika 90 90 90 90 90
5 Ilmu Pengetahuan Alam 90 90 90 90 90
6 Ilmu Pengetahuan Sosial 90 90 90 90 90
7 Seni Budaya dan 90 90 90 90 90
Keterampilan
8 Penjas dan Orkes 90 90 90 90 90
B Muatan lokal
a. Bahasa Sasak 90 90 90 90 90

Rata-rata 90 90 90 90 90
C Pengembangan Diri

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan


a. Kenaikan Kelas
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran.
Kriteria Kenaikan Kelas :
1. Peserta didik dinyatakan naik kelas setelah menyelesaikan seluruh program
pembelajaran pada dua semester di kelas yang diikuti.
2. Tidak terdapat nilai di bawah KKM pada mata pelajaran Agama, PKn, dan
Bahasa Indonesia.
3. Maksimal ada 2 nilai dibawah KKM, dengan nilai minimal permata pelajaran
56,0 dan nilai rata-rata minimal sama dengan rata-rata pada KKM kelas
tersebut.
4. Memiliki nilai minimal Baik untuk aspek kepribadian pada semester yang
diikuti.
5. Peserta didik memiliki nilai raport semester ganjil dan genap pada kelas yamg
diikuti
6. Nilai rapor diambil dari nilai pengamatan, nilai harian, nilai tugas/PR, nilai tes
tengah semester dan nilai tes akhir semester dijumlahkan untuk mencari nilai
rata-rata setiap peserta didik dalam satu mata pelajaran, yang sesuai dengan
Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM) di SDN 3 Lembuak. Nilai raport semester
ganjil dan genap, dihitung dengan rumus

24
Keterangan :
N = X + Y +2R N = Nilai Raport. R = Nilai Ulangan Semester
4 X = Nilai rata – rata ulangan harian
Y = Nilai rata – rata tugas / PR / porto folio.

6. Kehadiran peserta didik di kelas mencapai minimal 90%.


7. Penentuan kenaikan kelas

a. Penentuan peserta didik yang naik kelas dilakukan oleh sekolah dalam suatu
rapat Dewan Guru dengan mempertimbangkan KKM, sikap/penilaian/budi
pekerti dan kehadiran peserta didik yang bersangkutan.

b. Peserta didik yang dinyatakan naik kelas, rapornya dituliskan naik ke


kelas ......

c. Peserta didik yang tidak naik kelas harus mengulang di kelasnya.

b. Kriteria Kelulusan
1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
2. Memperoleh nilai minimal Baik untuk seluruh kelompok Mata Pelajaran;
agama dan akhlaq mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, estetika, jasmani
olahraga dan kesehatan.
3. Lulus Ujian Akhir Sekolah /Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional sesuai
dengan peraturan menteri Pendidikan Nasional yang berlaku.
4. Tidak terdapat nilai di bawah KKM
5. Peserta didik memiliki raport dari kelas 1 s.d 6 , semester 1 s.d. 12.
6. Lulus Ujian Sekolah.
7. Kehadiran di kelas mencapai minimal 90%.
8. Penentuan kelulusan
a. Penentuan peserta didik yang lulus dilakukan oleh sekolah dalam suatu
rapat dewan guru dengan mempertimbangkan nilai rapor, nilai Ujian
Sekolah, sikap/prilaku/budi pekerti peserta didik yang bersangkutan dan
memenuhi kriteria kelulusan.
b. Peserta didik yang dinyatakan lulus diberi ijazah dan raport dari semester
1 s.d 12 Sekolah Dasar.
c. Peserta didik yang tidak lulus tidak memperoleh Ijazah dan mengulang di
kelas

7. Pendidikan Kecakapan Hidup (LIFE SKILL)


Pendidikan Kecakapan Hidup meliputi kecakapan personal, kecakapan sosial,
kecakapan akademik, kecakapan vokasional.

25
Di SDN ..................., Kecamatan ................. Lombok Barat, pelaksanaan life skill
mencakup :
a. Kecakapan hidup personal meliputi :
 Membaca Al-Qur`an
 Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
(terintegrasi pada mata pelajaran agama)
 jujur
 disiplin
 kerja keras
(terintegrasi pada semua mata pelajaran)
b. Kecakapan Sosial meliputi
 Terampil memecahkan masalah di lingkungannya
 Memiliki sikap sportif
 Membiasakan hidup sehat
 Sanggup bekerjasama
(terintegrasi pada semua mata pelajaran)
 Sanggup berkomunikasi lisan dan tertulis
 Terampil menjadi pembawa acara (MC)
(terintegrasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia)
c. Kecakapan Akademik meliputi
 Terampil dalam penelitian ilmiah seperti merencanakan dan melakukan
penelitian dengan merumuskan hipotesis, mengidentifikasi variabel, dan
membuktikan variabel
 Terampil menerapkan teknologi sederhana
(terintegrasi pada mata pelajaran IPA)
 Kecakapan berpikir rasional
(terintegrasi pada semua mata pelajaran)
a. Kecakapan vokasional
 Kecakapan membuat sapu lidi
 Kecakapan membuat ketupat
 Kecakapan membuat arang.
8. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
 Keunggulan lokal dikembangkan berdasarkan kondisi SDN .......................
Lombok Barat, antara lain membuat arang dari batok kelapa, membuat sapu
lidi, membuat ketupat ( diintegrasikan dalam pelajaran SBK / Mulok )

26
 Kepariwisataan , meliputi: membentuk, melestarikan kesenian setempat
seperti: Rudat dan Tarian Daerah.
 Keunggulan global yang dikembangkan antara lain : mengadakan kursus
Bahasa Inggris (kerjasama dengan Komite Sekolah).
Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang
memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek
ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan
lain-lain, yang bermanfaat untuk pengembangan kompetensi peserta didik.

9. Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa


a. Pengertian
Suatu usaha sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik
agar mampu melakukan proses internalisasi, menghayati nilai-nilai menjadi
kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat, dan mengembangkan
kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan kehidupan
bangsa yang bermartabat.
b. Latar Belakang
Persoalan budaya dan karakter bangsa: Korupsi, Kekerasan, kejahatan seksual,
perusakan, perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, kehidupn
politik yang tidak produktif
c. Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
 Mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia
dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa;
 Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan
sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius;
 Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik;
 Mengembangkan kemampuan peserta didik; dan
 Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah

d. Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa


NILAI DESKRIPSI
1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran
agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah
agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya
sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan,
tindakan, dan pekerjaan.
3. Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama,

27
NILAI DESKRIPSI
suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang
berbeda dari dirinya.
4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada
berbagai ketentuan dan peraturan.
5. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam
mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta
menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara
atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang
lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8. Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak
dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui
lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya,
dilihat, dan didengar.
10. Semangat
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan
Kebangsaan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan
kelompoknya.
11. Cinta Tanah Air
Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan
kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap
bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan
politik bangsa.
12. Menghargai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk
Prestasi menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan
mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara,
13. Bersahabat/
bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
Komuniktif
14. Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain
merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.

15. Gemar
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai
Membaca bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah
kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan
Lingkungan
mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan
alam yang sudah terjadi.
17. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada
orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18. Tanggung- Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan
kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri
jawab
sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya),
negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

e. Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa


dilakukan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan (konselor) secara
bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidik dan diterapkan ke dalam
kurikulum melalui hal-hal berikut ini.
1) Program Pengembangan Diri

28
Dalam program pengembngan diri, perencanaan dan pelaksanaan
pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pengintegrasian
ke dalam kegiatan sehari-hari sekolah yaitu melalui hal-hal berikut.

a) Kegiatan rutin sekolah


Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara
terus menerus dan konsisten setiap saat. Contoh kegiatan ini adalah upacara
pada hari besar kenegaraan, pemeriksaan kebersihan badan (kuku, telinga,
rambut, dan lain-lain) setiap hari Senin, beribadah bersama atau shalat
bersama setiap dhuhur (bagi yang beragama Islam), berdoa waktu mulai dan
selesai pelajaran, mengucap salam bila bertemu guru, tenaga kependidikan,
atau teman.

b) Kegiatan spontan
Kegiatan spontan yaitu kegiatan yang dilakukan secara spontan pada saat itu
juga. Kegiatan ini dilakukan biasanya pada saat guru dan tenaga
kependidikan yang lain mengetahui adanya perbuatan yang kurang baik dari
peserta didik yang harus dikoreksi pada saat itu juga. Apabila guru
mengetahui adanya perilaku dan sikap yang kurang baik maka pada saat itu
juga guru harus melakukan koreksi sehingga peserta didik tidak akan
melakukan tindakan yang tidak baik itu. Contoh kegiatan itu: membuang
sampah tidak pada tempatnya, berteriak-teriak sehingga mengganggu pihak
lain, berkelahi, memalak, berlaku tidak sopan, mencuri, berpakaian tidak
senonoh.
Kegiatan spontan berlaku untuk perilaku dan sikap peserta didik yang tidak
baik dan yang baik sehingga perlu dipuji, misalnya: memperoleh nilai
tinggi, menolong orang lain, memperoleh prestasi dalam olah raga atau
kesenian, berani menentang atau mengkoreksi perilaku teman yang tidak
terpuji.

c) Keteladanan
Keteladanan adalah perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan yang
lain dalam memberikan contoh terhadap tindakan-tindakan yang baik
sehingga diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik untuk
mencontohnya. Jika guru dan tenaga kependidikan yang lain menghendaki
agar peserta didik berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai
budaya dan karakter bangsa maka guru dan tenaga kependidikan yang lain
adalah orang yang pertama dan utama memberikan contoh berperilaku dan
bersikap sesuai dengan nilai-nilai itu. Misalnya, berpakaian rapi, datang

29
tepat pada waktunya, bekerja keras, bertutur kata sopan, kasih sayang,
perhatian terhadap peserta didik, jujur, menjaga kebersihan.

d) Pengkondisian
Untuk mendukung keterlaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa
maka sekolah harus dikondisikan sebagai pendukung kegiatan itu. Sekolah
harus mencerminkan kehidupan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa
yang diinginkan. Misalnya, toilet yang selalu bersih, bak sampah ada di
berbagai tempat dan selalu dibersihkan, sekolah terlihat rapi dan alat
belajar ditempatkan teratur.

2) Pengintegrasian dalam mata pelajaran

Pengembangan nilai-nilai pendidikan budaya dan karakater bangsa


diintegrasikan dalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran.
Nilai-nilai tersebut dicantumkan dalam silabus dan RPP. Pengembangan
nilai-nilai itu dalam silabus ditempuh melalui cara-cara berikut ini:
a) mengkaji Standar Komptensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada
Standar Isi (SI) untuk menentukan apakah nilai-nilai budaya dan
karakter bangsa yang tercantum itu sudah tercakup di dalamnya;
b) menggunakan tabel 1 yang memperlihatkan keterkaitan antara SK dan
KD dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai yang akan
dikembangkan;
c) mencantumkankan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam tabel
1 itu ke dalam silabus;
d) mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera dalam silabus ke dalam
RPP;
e) mengembangkan proses pembelajaran peserta didik secara aktif yang
memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan
internalisasi nilai dan menunjukkannya dalam perilaku yang sesuai;
dan
f) memberikan bantuan kepada peserta didik, baik yang mengalami
kesulitan untuk menginternalisasi nilai maupun untuk
menunjukkannya dalam perilaku.
3) Budaya Sekolah
Budaya sekolah cakupannya sangat luas, umumnya mencakup ritual,
harapan, hubungan, demografi, kegiatan kurikuler, kegiatan
ekstrakurikuler, proses mengambil keputusan, kebijakan maupun
interaksi sosial antarkomponen di sekolah. Budaya sekolah adalah

30
suasana kehidupan sekolah tempat peserta didik berinteraksi dengan
sesamanya, guru dengan guru, konselor dengan sesamanya, pegawai
administrasi dengan sesamanya, dan antaranggota kelompok masyarakat
sekolah. Interaksi internal kelompok dan antarkelompok terikat oleh
berbagai aturan, norma, moral serta etika bersama yang berlaku di suatu
sekolah. Kepemimpinan, keteladanan, keramahan, toleransi, kerja keras,
disiplin, kepedulian sosial, kepedulian lingkungan, rasa kebangsaan, dan
tanggung jawab merupakan nilai-nilai yang dikembangkan dalam budaya
sekolah.
Pengembangan nilai-nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa
dalam budaya sekolah mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan
kepala sekolah, guru, konselor, tenaga administrasi ketika berkomunikasi
dengan peserta didik dan menggunakan fasilitas sekolah.

C. Pengembangan Proses Pembelajaran

Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan


pendekatan proses belajar peserta didik secara aktif dan berpusat pada
anak; dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas, sekolah, dan
masyarakat.
1) Kelas, melalui proses belajar setiap mata pelajaran atau
kegiatan yang dirancang sedemikian rupa. Setiap kegiatan belajar
mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif, afektif, dan
psikomotor. Oleh karena itu, tidak selalu diperlukan kegiatan belajar
khusus untuk mengembangkan nilai-nilai pada pendidikan budaya
dan karakter bangsa. Meskipun demikian, untuk pengembangan
nilai-nilai tertentu seperti kerja keras, jujur, toleransi, disiplin,
mandiri, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan gemar membaca
dapat melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru. Untuk
pegembangan beberapa nilai lain seperti peduli sosial, peduli
lingkungan, rasa ingin tahu, dan kreatif memerlukan upaya
pengkondisian sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk
memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai itu.
2) Sekolah, melalui berbagai kegiatan sekolah yang diikuti
seluruh peserta didik, guru, kepala sekolah, dan tenaga administrasi
di sekolah itu, direncanakan sejak awal tahun pelajaran, dimasukkan
ke Kalender Akademik dan yang dilakukan sehari-hari sebagai
bagian dari budaya sekolah. Contoh kegiatan yang dapat dimasukkan

31
ke dalam program sekolah adalah lomba vocal group antarkelas
tentang lagu-lagu bertema cinta tanah air, pagelaran seni, lomba
pidato bertema budaya dan karakter bangsa, pagelaran bertema
budaya dan karakter bangsa, lomba olah raga antarkelas, lomba
kesenian antarkelas, pameran hasil karya peserta didik bertema
budaya dan karakter bangsa, pameran foto hasil karya peserta didik
bertema budaya dan karakter bangsa, lomba membuat tulisan, lomba
mengarang lagu, melakukan wawancara kepada tokoh yang
berkaitan dengan budaya dan karakter bangsa, mengundang berbagai
narasumber untuk berdiskusi, gelar wicara, atau berceramah yang
berhubungan dengan budaya dan karakter bangsa.
3) Luar sekolah, melalui kegiatan ekstrakurikuler dan
kegiatan lain yang diikuti oleh seluruh atau sebagian peserta didik,
dirancang sekolah sejak awal tahun pelajaran, dan dimasukkan ke
dalam Kalender Akademik. Misalnya, kunjungan ke tempat-tempat
yang menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air, menumbuhkan
semangat kebangsaan, melakukan pengabdian masyarakat untuk
menumbuhkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial (membantu
mereka yang tertimpa musibah banjir, memperbaiki atau
membersihkan tempat-tempat umum, membantu membersihkan atau
mengatur barang di tempat ibadah tertentu.

D. Penilaian Hasil Belajar

Adapun penilaian dilakukan secara terus menerus oleh guru dengan mengacu
pada indikator pencapaian nilai-nilai budaya dan karakter, melalui pengamatan
guru ketika seorang peserta didik melakukan suatu tindakan di sekolah, model
anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya perilaku yang
berkenaan dengan nilai yang dikembangkan), maupun memberikan tugas yang
berisikan suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada
peserta didik untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya.

Dari hasil pengamatan, catatan anekdotal, tugas, laporan, dan sebagainya guru
dapat memberikan kesimpulannya/pertimbangan yang dinyatakan dalam
pernyataan kualitatif sebagai berikut ini.
BT : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda- tanda
awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).

32
MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya
tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum
konsisten)
MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan
berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai
konsisten)
MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan
perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten)

BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta


didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun
ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

33
KALENDER PENDIDIKAN SDN ........................
KECAMATAN ....................... KAB. LOMBOK BARAT
TAHUN 2016/2017

A. SEMESTER 1

Hari JULI 2016 Keterangan


Minggu 3 10 17 24 31 1 – 5 Juli 2016 Libur menjelang Idul Fitri
Senin 4 11 18 25 5 – 7 Juli 2016 Hari Raya Idul Fitri

34
Selasa 5 12 19 26 8 – 16 Juli 2016 Libur setelah Idul Fitri
Rabu 6 13 20 27 16 Juli 2016 Rapat Pembagian Tugas
18 - 20 Juli 2016 Pengenalan Lingkungan
Kamis 7 14 21 28
Sekolah bagi peserta didik Kelas I
Jumat 1 8 15 22 29 23 Juli 2016 Rapat Komite Sekolah
Sabtu 2 9 16 23 30 30 Juli 2016 Rapat Orang Tua Murid

Hari AGUSTUS 2016 Keterangan


Minggu 7 14 21 28 17 Agustus 2017 Libur Umum Hari Proklamasi
Senin 1 8 15 22 29 Kemerdekaan RI
Selasa 2 9 16 23 30
Rabu 3 10 17 24 31
Kamis 4 11 18 25
Jumat 5 12 19 26
Sabtu 6 13 20 27

Hari SEPTEMBER 2016 Keterangan


Minggu 4 11 18 25 12 September 2016 Libur Umum Hari Raya Idhul
Senin 5 12 19 26 Adha 1437 H
13 September 2016 Libur Khusus 1 hari setelah
Selasa 6 13 20 27
Hari Raya Idul Adha
Rabu 7 14 21 28
Kamis 1 8 15 22 29
Jumat 2 9 16 23 30
Sabtu 3 10 17 24

Hari OKTOBER 2016 Keterangan


Minggu 2 9 16 23 30
Senin 3 10 17 24 31
Selasa 4 11 18 25
Rabu 5 12 19 26
Kamis 6 13 20 27
Jumat 7 14 21 28
Sabtu 1 8 15 22 29

Hari NOPEMBER 2016 Keterangan


Minggu 6 13 20 27
Senin 7 14 21 28
Selasa 1 8 15 22 29
Rabu 2 9 16 23 30
Kamis 3 10 17 24
Jumat 4 11 18 25
Sabtu 5 12 19 26

35
Hari DESEMBER 2016 Keterangan
Minggu 4 11 18 25 5-10 Desember 2016 Ulangan Umum Semester 1
Senin 5 12 19 26 12 Desember 2016 Maulid Nabi Muhammad SAW
1438 H
Selasa 6 13 20 27
17 Desember 2016 Pembagian Raport Semester 1
Rabu 7 14 21 28 25 Desember 2016 Libur Umum Hari Raya Natal
Kamis 1 8 15 22 29 19-31 Desember 2016 Libur Semester I
Jumat 2 9 16 23 30
Sabtu 3 10 17 24 31

SEMESTER 2

Hari JANUARI 2017 Keterangan


Minggu 1 8 15 22 29 2 Januari 2017 Libur Semester I
Senin 2 9 16 23 30 4 Januari 2017 Rapat Penyusunan RAPBS / RPD
Selasa 3 10 17 24 31 28 Januari 2017 Libur Umum Tahun Baru
Imlek 2568
Rabu 4 11 18 25
Kamis 5 12 19 26
Jumat 6 13 20 27
Sabtu 7 14 21 28

Hari PEBRUARI 2017 Keterangan


Minggu 5 12 19 26
Senin 6 13 20 27
Selasa 7 14 21 28
Rabu 1 8 15 22
Kamis 2 9 16 23
Jumat 3 10 17 24
Sabtu 4 11 18 25

Hari MARET 2017 Keterangan


Minggu 5 12 19 26 28 Maret 2017 Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka
Senin 6 13 20 27 1939)
Selasa 7 14 21 28
Rabu 1 8 15 22 29
Kamis 2 9 16 23 30
Jumat 3 10 17 24 31
Sabtu 4 11 18 25

Hari APRIL 2017 Keterangan


Minggu 2 9 16 23 30 14 April 2017 Libur Umum Wafat Yesus Kristus
Senin 3 10 17 24 24 April 2017 Libur Umum Isra Mi’raj Nabi
Muhammad SAW
Selasa 4 11 18 25
Rabu 5 12 19 26
Kamis 6 13 20 27
Jumat 7 14 21 28
Sabtu 1 8 15 22 29

36
Hari MEI 2017 Keterangan
Minggu 7 14 21 28 1 Mei 2017 Libur Umum Hari Buruh Nasional
Senin 1 8 15 22 29 11 Mei 2017 Libur Umum Hari Raya Waisak
15-20 Mei 2017 Perkiraan US SD
Selasa 2 9 16 23 30
25 Mei 2017 Libur Umum Kenaikan Yesus
Rabu 3 10 17 24 31 Kristus
Kamis 4 11 18 25 26-27 Meii 2017 Libur Awal Puasa
Jumat 5 12 19 26
Sabtu 6 13 20 27

Hari JUNI 2017 Keterangan


Minggu 4 11 18 25 5 – 10 Juni 2017 Ulangan Umum Semester 2
Senin 5 12 19 26 15 Juni 2017 Acara Perpisahan Kelas VI
17 Juni 2017 Pembagian Raport Semester Genap
Selasa 6 13 20 27
19 – 24 Juni 2017 Libur keagamaan menjelang
Rabu 7 14 21 28 Hari Raya Idhul Fitri
Kamis 1 8 15 22 29 27-30 Juni 2017 Libur keagamaan setelah Hari
Jumat 2 9 16 23 30 Raya Idhul Fitri
Sabtu 3 10 17 24

Hari JULI 2017 Keterangan


Minggu 2 9 16 23 1 Juli 2017 Libur keagamaan setelah Hari Raya
Senin 3 10 17 24 Idhul Fitri
3 – 15 Juli 2016 Libur Semester Genap
Selasa 4 11 18 25
Rabu 5 12 19 26
Kamis 6 13 20 27
Jumat 7 14 21 28
Sabtu 1 8 15 22 29

Keterangan :

Hari pertama masuk sekolah ................, .................... 2016


Libur Umum Kepala Sekolah,
Libur Semester
Libur Khusus
Libur Puasa dan Idul Fitri
Pembagian Raport ................................................
Perkiraan US SD NIP ........................................
UAS/UKK
BAB V
PENUTUP

Demikian kurikulum ini disusun untuk dipergunakan sebagai landasan operasional dalam
peyelenggaraan pendidikan di Sekolah Dasar Negeri ......................... pada tahun pelajaran
2016/2017

37
Kami ucapkan selamat bertugas bagi para pendidik dan selamat belajar bagi peserta didik
semoga apa yang menjadi visi, misi, dan tujuan sekolah dapat terwujud.
Kesungguhan kita menyusun kurikulum, berarti kita telah bersungguh-sungguh untuk
melaksanakannya.

....................., .................. 2016


Kepala Sekolah ,

..............................................
NIP;.....................................

38