Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH MANAJEMEN PERBANKAN &

LEMBAGA KEUANGAN

“Arsitektur Perbankan Indonesia”

Disusun Oleh :
Kelompok 1
1. Rizka Alfiani Nasir
(A21116001)
2. Teguh Pernanda
(A21116)
3. Hamka Yudha Pratama (A21116
4. Iliyeh Eka Safitri
(A21116)
5. Muh Syahrir Surya Saputra (A21116517)

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS HASANUDDIN
1|Page
KATA PENGANTAR

Puji syukur patut kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
selesainya penulisan makalah ini. Kita yakin, tanpa berkat dan bimbingannya, tak
mungkin tulisan ini dapat dirampungkan.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami
dapat memperbaiki makalah ini.

Makassar, 2 September 2018


Tim Penyusun

2|Page
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………….…..…....i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………….…..….…..ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang……………………………………………………………..……..…...1
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………….........2
1.3 Tujuan……………………………………………….……………………………….....2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Arsitektur Perbankan Indonesia……………………………………..…3
2.2 Enam Pilar API………….…..……………………………………………………...…..4
2.3 Tantangan ke Depan……..……..….……………………………………………….....4
2.4.Program Kegiatan API….………………………………………………………….......6
2.5 Tahap-Tahap Impementasi API…………………………………………………........7

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………………......9

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………...……...10

3|Page
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Perkembangan perbankan menunjukkan dinamika dalam kehidupan ekonomi.


Sebelum sampai pada praktik-praktik yang terjadi saat ini, ada banyak permasalahan
yang terkait dengan masalah-masalah perbankan ini. Masalah utama yang muncul
dalam praktik perbankan ini adalah pengaturan sistem keuangan yang berkaitan
dengan mekanisme penentuan volume uang yang beredar dalam perekonomian.
Sistem keuangan, yang terdiri dari otoritas keuangan (financial authorities), sistem
perbankan dan sistem lembaga keuangan bukan bank, pada dasarnya merupakan
tatanan dalam perekonomian suatu Negara yang memiliki peran utama dalam
menyediakan fasilitas jasa-jasa keuangan. Fasilitas jasa tersebut diberikan oleh
lembaga-lembaga keuangan, termasuk pasar uang dan pasar modal.
Secara umum lembaga keuangan dapat dikelompokan dalam dua bentuk
yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank. Sistem perbankan
di Indonesia dibedakan berdasarkan fungsinya yang terdiri dari Bank Sentral, Bank
Umum, dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Bank Umum, dapat menghimpun dana
dari masyarakat secara langsung dalam bentuk simpanan giro, tabungan dan deposito
berjangka, lalu menyalurkan kepada masyarakat terutama dalam bentuk kredit atau
bentuk-bentuk lainnya. Bank umum dalam kegiatannya memberikan jasa-jasa dalam
lalu lintas pembayaran. Sementara itu, Bank Perkreditan Rakyat, berdasarkan
peraturan perundang-undangan, dalam pelaksanaan kegiatannya menghimpun dana,
dapat menerima tabungan dan deposito berjangka, namun tidak diperkenankan
menerima simpanan giro dan tidak diperkenankan member jasa-jasa dalam lalu lintas
pembayaran. Sedangkan jenis lembaga keuangan bukan bank dapat berupa lembaga
pembiayaan, perusahaan model ventura, perusahaan anjak piutang, perusahaan
pembiayaan konsumen, perusahaan kartu kredit, dana pensiun, pegadaian, pasar
modal dan lain-lain.

4|Page
Perkembangan perbankan yang semakin dinamis dan kompleks membuat
otoritas moneter berusaha membuat Arsitektur Perbankan Indonesia (API). Dengan
adanya API, diharapkan bank nasional mampu bersaing tidak hanya pada segmen
pasar domestik tetapi juga pada pasar internasional.
.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut :
 Arsitektur Perbankan Indonesia
 Pilar Perbankan Indonesia
 Program Kegiatan dan Tantangan API ke Depan
 Tahap-Tahap Implementasi API

1.3 TUJUAN
Adapun tujuan yang ingin dicapai yaitu :
 Sebagai pemenuhan tugas kelompok mata kuliah manajemen perbankan &
lembaga keuangan
 Agar mahasiswa mengerti tentang arsitektur perbankan Indonesia

5|Page
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN ARSITEKTUR PERBANKAN INDONESIA


Arsitektur Perbankan Indonesia (API) merupakan suatu kerangka dasar sistem
perbankan Indonesia yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, dan
tatanan industri perbankan untuk rentang waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan.
Arah kebijakan pengembangan industri perbankan di masa datang yang dirumuskan
dalam API dilandasi oleh visi mencapai suatu sistem perbankan yang sehat, kuat dan
efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu
mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Berpijak dari adanya kebutuhan blue print perbankan nasional dan sebagai
kelanjutan dari program restrukturisasi perbankan yang sudah berjalan sejak tahun
1998, maka Bank Indonesia pada tanggal 9 Januari 2004 telah meluncurkan API
sebagai suatu kerangka menyeluruh arah kebijakan pengembangan industri perbankan
Indonesia ke depan. Peluncuran API tersebut tidak terlepas pula dari upaya
Pemerintah dan Bank Indonesia untuk membangun kembali perekonomian Indonesia
melalui penerbitan buku putih Pemerintah sesuai dengan Inpres No. 5 Tahun 2003,
dimana API menjadi salah satu program utama dalam buku putih tersebut.

Bertitik tolak dari keinginan untuk memiliki fundamental perbankan yang lebih
kuat dan dengan memperhatikan masukan-masukan yang diperoleh dalam
mengimplementasikan API selama dua tahun terakhir, maka Bank Indonesia merasa
perlu untuk menyempurnakan program-program kegiatan yang tercantum dalam API.
Penyempurnaan program-program kegiatan API tersebut tidak terlepas pula dari
perkembangan-perkembangan yang terjadi pada perekonomian nasional maupun
internasional. Penyempurnaan terhadap program-program API tersebut antara lain
mencakup strategi-strategi yang lebih spesifik mengenai pengembangan perbankan
syariah, BPR, dan UMKM ke depan sehingga API diharapkan memiliki program
kegiatan yang lebih lengkap dan komprehensif yang mencakup sistem perbankan

6|Page
secara menyeluruh terkait Bank umum dan BPR, baik konvensional maupun syariah,
serta pengembangan UMKM.

2.2 ENAM PILAR API


Visi Arsitektur Perbankan Indonesia adalah menciptakan suatu sistem perbankan
yang sehat, kuat dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam
rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Guna mempermudah
pencapaian visi API sebagaimana diuraikan di atas maka ditetapkan beberapa sasaran
yang ingin dicapai, yaitu :
 Menciptakan struktur perbankan domestik yang sehat yang mampu memenuhi
kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi nasional yang
berkesinambungan.
 Menciptakan sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan
mengacu pada standar internasional.
 Menciptakan industri perbankan yang kuat dan memiliki daya saing yang tinggi
serta memiliki ketahanan dalam menghadapi risiko.
 Menciptakan good corporate governance dalam rangka memperkuat kondisi
internal perbankan nasional.
 Mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung terciptanya industri
perbankan yang sehat.
 Mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan konsumen jasa perbankan.

2.3 TANTANGAN KE DEPAN


Jasa keuangan adalah salah satu industri yang mengalami perubahan dan
pertumbuhan paling cepat di banyak Negara. Sesuatu yang dianggap ideal pada suatu
saat bisa dengan cepat berubah pada waktu selanjutnya. Tantangan dalam dunia
perbankan juga selalu berubah seiring dengan perubahan yang terjadi dalam industri
jasa keuangan secara umum. Tantangan-tantangan tersebut adalah sebagai berikut :

7|Page
1. Kapasitas Pertumbuhan Kredit Perbankan yang Masih Rendah
Kemampuan permodalan perbankan Indonesia saat ini mengindikasikan
bahwa pertumbuhan kredit yang cukup tinggi tersebut sulit dicapai jika
perbankan nasional tidak memperbaiki kondisi permodalannya.

2. Struktur Perbankan yang Belum Optimal


Belum optimalnya struktur permodalan di Indonesia ditandai dengan
terkonsentrasinya struktur perbankan hanya pada 11 bank besar (yang
menguasai 75% asset perbankan Indonesia).

3. Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat Terhadap Pelayanan Perbankan yang


Dinilai oleh Masyarakat Masih Kurang
Kurangnya pemenuhan kebutuhan masyarakat atas pelayanan ditandai
dengan seringnya terdengar keluhan dari masyarakat mengenai kurangnya
akses terhadap kredit dan tingginya suku bunga kredit serta masih banyak
praktik penyediaan jasa keuangan yang informal.

4. Pengawasan Bank yang Masih perlu Ditingkatkan


Disebabkan oleh masih terdapatnya beberapa prinsip prudensial yang belum
ditetapkan secara baik, koordinasi pengawasan yang masih perlu ditingkatkan,
kemampuan SDM pengawasan yang belum optimal, dan pelaksanaan law-
enforcement pengawasan yang belum efektif.

5. Kapabilitas Perbankan yang Masih Lemah


Hal ini ditandai dengan kurangnya corporate governance dan core banking
skills pada sebagian besar perbankan sehingga diperlukan perbaikan yang
cukup mendasar pada dua hal tersebut.

6. Profitabilitas dan Efisiensi Operasional Bank yang Tidak Suistainbel


Faktor tidak suistainbel-nya profitabiltas dan efisiensi karena lemahnya
struktur aset produktif bank-bank dan sebagian pendapatan perbankan

8|Page
berasal dari aktivitas trading yang fluktuasi serta rendahnya rasio aset per
nasabah.

7. Perlindungan Nasabah yang Perlu Ditingkatkan


Perlindungan terhadap nasabah merupakan tantangan perbankan yang
berpengaruh terhadap sebagian masyarakat kita.

8. Perkembangan Teknologi Informasi


Perkembangan teknologi informasi menyebabkan makin pesatnya
perkembangan jenis dan kompleksitas produk dan jasa bank sehingga resiko-
resiko yang muncul menjadi lebih besar dan bervariasi.

2.4 PROGRAM KEGIATAN API


Pelaksanaan keenam pilar API dijabarkan lebih terperinci oleh Bank Indonesia
dalam program kegiatan pada rentang waktu sepuluh tahun (2004-2013). Program-
program tersebut adalah
1. Program penguatan struktur perbankan nasional
Hal ini dilakukan dengan cara memperkuat permodalan bank, memperkuat daya
saing BPR, meningkatkan akses kredit.
2. Program Peningkatan Kualitas Pengaturan Perbankan
Dalam tahap ini memformalkan proses indikasi dalam membuat kebijakan
perbankan dan juga implementasi secara bertahap 25 basel core principles for
effective banking supervision.
3. Program Peningkatan Fungsi Pengawasan
Dalam tahap ini meningkatkan koordinasi antar lembaga pengawas, melakukan
konsilidasi sektor perbankan Bank Indonesia, meningkatkan kompetensi
pemeriksa bank, mengembangkan sistem pengawasan berbasis resiko,
meningkatkan efektivitas enforcement.

9|Page
4. Program Peningkatan Kualitas Manajemen dan Operasional Perbankan
Dalam tahap ini meningkatkan good corporate governance, meningkatkan
kualitas manajemen resiko perbankan, meningkatkan kemampuan operasional
bank.
5. Program Pengembangan Infrastruktur Perbankan
Dalam tahap ini mengembangkan biro kredit, mengoptimalkan penggunaan
badan pemeringkat kredit.
6. Program Peningkatan Perlindungan Nasabah
Dalam tahap ini menyusun standar mekanisme pengaduan nasabah,
membentuk lembaga mediasi independen, menyusun transparansi informasi
produk, mempromosikan edukasi untuk konsumen.

2.5 TAHAP-TAHAP IMPLEMENTASI API


Arsitektur Perbankan Indonesia dirancang untuk diterapkan dalam kurun waktu
sekitar sepuluh tahun. Mengingat panjangnya rentang waktu implementasinya dan
untuk menjaga agar pencapaian target lebih dapat termonitor, program implementasi
API dilaksanakan secara bertahap dan dimulai pada 2004 dengan perincian sebagai
berikut :

 Tahap Penguatan Struktur Perbankan Nasional


1. Memperkuat permodalan Bank
2. Memperkuat daya saing dan kelembagaan BPR dan BPRS
3. Meningkatkan akses kredit dan pembiayaan UMKM

 Tahap Peningkatan Kualitas Pengaturan Perbankan


1. Memformalkan proses sindikasi dalam membuat kebijakan perbankan

 Tahap Peningkatan Fungsi Pengawasan


1. Meningkatkan koordinasi dengan lembaga pengawas lain
2. Melakukan reorganisasi sector perbankan di Bank Indonesia

10 | P a g e
3. Menyempurnakan infrastruktur pendukung pengawasan bank
4. Menyemrnakan implementasi system pengawasan berbasis resiko
5. Meningkatkan efektivitas enforcement

 Tahap Peningkatan Kualitas Manajemen dan Operasional Perbankan


1. Meningkatkan Good Corporate Governance
2. Meningkatkan kualitas manajemen resiko perbankan
3. Meningkatkan kemampuan operasional bank

 Tahap Pengembangan Infrastruktur Perbankan


1. Mengembangkan Credit Bureau
2. Mendorong pengembangan pasar keuangan syariah
3. Peningkatan peran lembaga fatwa syariah dan lembaga arbitrase syariah

 Tahap Peningkatan Perlindungan Nasabah


1. Menyusun standar mekanisme pengaduan nasabah
2. Membentuk lembaga mediasi independen
3. Menyusun transparansi informasi produk

11 | P a g e
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Perbankan di Indonesia telah mengalami perkembangan mulai dari


praderegulasi sampai pascaderegulasi. Pengklasifikasian perbankan sesusai dengan
jenis, kepemilikkan, kegiatan usaha, pembentukkan uang giral serta sistem organisasi
nya. Lembaga keuangan dibagi menjadi lembaga keuangan bank dan lembaga
keuangan bukan bank yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi nya sendiri-
sendiri. Dan untuk menciptakan perbankan yang sehat, kuat dan efisien maka
diperlukan Arsitektur Perbankan Indonesia.

12 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA

1. Triandaru, Sigit dan Budisantoso, Totok. 2006. Bank dan Lembaga Keuangan

Lain. Surakarta: Salemba Empat

2. Wikipedia, “Arsitektur Perbankan Indonesia”,

https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_Perbankan_Indonesia, (diakses 2 September

2018)

3. Bank Indonesia, “Arsitektur Perbankan Indonesia”,

https://www.bi.go.id/id/perbankan/arsitektur/Contents/Default.aspx, (diakses 2

September 2018)

13 | P a g e