Anda di halaman 1dari 2

Nama : Syarif Hidayatullah

NIM: 1601151514
Lokal G ekonomi syariah
Terdapat hubungan dua arah yang kuat antara pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di
IndonesiaPertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap pengurangan angka
kemiskinan, terutama di daerah perdesaan yang banyak terdapat kantongkantong kemiskinan.
Sebaliknya kemiskinan juga berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Melalui peningkatan akses modal, kualitas pendidikan (peningkatan melek huruf dan lama
pendidikan)dan derajat kesehatan (peningkatan harapan hidup) penduduk miskin diharapkan
mampu meningkatkan produktivitas mereka dalam berusaha.
Tingkat pengangguran berpengaruh signifikan dan negatif terhadap pertumbuhan
ekonomi Indonesia. Penurunan tingkat pengangguran di Indonesiaterutama di sektor pertanian
daerah perdesaan yang mayoritas penduduk Indonesia bertempat tinggal, mengakibatkan
pendapatan nasional menjadi meningkat karena terjadinya peningkatan kinerja perekonomian.
Dengan demikian, penurunan tingkat pengangguran dapat meningkatkan laju pertumbuhan
ekonomi di Indonesia. Investasi dalam bentuk PMDN dan PMA berpengaruh signifikan dan
positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, berdasarkan hasil penelitian membuktikan
melambatnya pertumbuhan investasi Indonesia di masa krisis menyebabkan melambatnya
pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Setelah krisis, seiring mengalirnya arus modal asing ke
Indonesia dan meningkatnya investasi dalam negeri di sektor riil, pertumbuhan ekonomi
Indonesia terus membaik
Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap
kemiskinan begitu pula sebaliknya, maka disarankan kepada pemerintah agar memacu
pertumbuhan ekonomi melalui perluasan investasi terutama sekali di sektor pertanian (agribisnis
dan agroindustri) di daerah perdesaan di mana penduduk miskin banyak menggantungkan
hidupnya.
Disarankan kepada pemerintah dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi di
perkotaan agar lebih memprioritaskan membuka lapangan kerja sektor informal dimana pada
umumnya masyarakat miskin melakukan kegiatan usaha. Sedangkan di daerah perdesaan
menjalankan proyek-proyek investasi yang bersifat padat modal untuk membuka lapangan
pekerjaan terutama di sektor pertanian.
Disarankan kepada pemerintah baik di pusat maupun di daerah melalui anggaran APBN
dan APBD agar lebih meningkatkan lagi persentase alokasi anggarannya pada bidang kesehatan
dan pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia penduduk Indonesia.
Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia disarankan agar
pemerintah juga terus menjalankan program wajib belajar 9 (sembilan) tahun, dan memberikan
beasiswa bagi anak-anak dari keluarga miskin yang berprestasi untuk meningkatkan kualitas
anak-anak mereka.