Anda di halaman 1dari 11

Shalat sebagai Penyembuh Penyakit

Indana Zulfa1, Nur Cholis2

Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), IAIN Tulungagung

zulfaindana67@yahoo.com, nichogheiza0584@yahoo.com

Abstrak-Shalat merupakan kewajiban pertama yang dibebankan oleh Allah SWT atas
hamba-hamba-Nya sebagai ibadah sekaligus do’a. Shalat memiliki keutamaan dan
faedah yang besar untuk menciptakan kesehatan dan ketenangan jiwa. Shalat adalah
latihan yang paling mudah dan cocok dijadikan sebagai olah tubuh dalam menjaga
kesehatan tubuh.

Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yaitu studi
pustaka atau studi literatur. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan
data sekunder. Metode pengumpulan datanya menggunakan studi dokumenter yaitu cara
mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, terutama berupa arsip-arsip dan
termasuk buku-buku tentang pendapat, teori, dalil atau hukum-hukum dan lain-lain
yang berhubungan dengan masalah penyelidikan. Analisis data menggunakan deskriptif
kualitatif dengan pendekatan logika induktif deduktif dan menggunakan teknik analisis
isi (content analysis).

Dalam Islam, keadaan itu dapat dimentahkan dengan melakukan shalat. Shalat yang
dilakukan dengan gerakan sempurna dapat mengobati berbagai penyakit dan kerusakan
pada jaringan tubuh manusia. Rasulullah SAW pernah melihat Abu Hurairah menekan
perutnya kemudian ditanya : “Apakah perutmu sakit?” Abu Hurairah menjawab : “Ýa
Rasulullah.” Rasulullah SAW bersabda : “bangun dan shalatlah karena shalat adalah
obat.”
Penelitian tentang manfaat shalat bagi kesehatan telah banyak dilakukan oleh para pakar
Prof. DR. Hembing Wijayakusuma, pakar pengobatan melakukan penelitian mengenai
manfaat gerakan shalat dalam mengobati berbagai penyakit.
Menurut Hembing, gerakan shalat memiliki arti khusus bagi kesehatan dan berpengaruh
pada bagian tubuh seperti kaki, ruas tulang punggung, rongga dada, pangkal paha, leher,
otak, lambung, dan banyak lagi.

1
Berdasarkan pada hasil analisa dalam artikel ini, dapat disimpulkan bahwa gerakan-
gerakan dalam ibadah shalat dapat menjadikan seseorang memiliki kesehatan jasmani
dan dapat menjadi penyembuh penyakit.

Keyword : Shalat, Gerakan Shalat, Penyembuh Penyakit

1. Pendahuluan
Dalam sehari-hari dalam agama Islam kita sangat dianjurkan untuk melakukan
ibadah shalat. Dimana ibadah shalat ini merupakan rukun islam yang kedua setelah
syahadat. Shalat merupakan kewajiban pertama yang dibebankan oleh Allah SWT atas
hamba-hamba-Nya sebagai ibadah sekaligus do’a. Shalat memiliki kedudukan yang
sangat penting dalam ajaran Islam. Bahkan di sisi Allah, sahalat memiliki kedudukan
yang agung dan mulia. Shalat juga merupakan amal manusia yang pertama kali dihisab
pada hari kiamat.
Shalat memiliki keutamaan dan faedah yang besar untuk menciptakan kesehatan
dan ketenangan jiwa. Shalat dapat meneguhkan dan menyucikan hati serta melapangkan
dada. Sebab ketika mendirikan shalat, hati seorang hamba tersambung kepada Allah.
Wadji dan Rahmani juga mengatakan bahwa jiwa menemukan kelapangan yang
sempurna, jauh dari ketenangan dan tekanan, serta gejolak emosi dapat dikendalikan
ketika seseorang menjalankan shalat. Sebagaiman firman Allah dalam QS. Al-Baqarah
ayat 277 berikut :
‫صةلةة ةوآتةموُا الصزةكاَةة لةمهنم أةنجمرمهنم تعننةد‬
‫ت ةوأةةقاَمموُا ال ص‬ ‫إتصن الصتذيِةن آةممنوُا ةوةعتمملوُا ال ص‬
‫صاَلتةحاَ ت‬
‫ف ةعلةنيتهنم ةوةل مهنم يِةنحةزمنوُةن‬
‫ةرببتهنم ةوةل ةخنوُ ف‬
Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shaleh,
menidrikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.
Mereka tidak cemas dan tidak pula bersedih hati.”
Ibnu al-Qayyim dalam Elzaky mengatakan ,”Sesungguhnya shalat memiliki
faedah yang sangat besar bagi kesehatan serta keselamatan tubuh dan hati. Shalat juga
bisa melindungi keduanya dari materi-materi yang berbahaya. Jika ada dua orang, maka
yang paling rentan terjangkit penyakit, musibah, keburukan, cobaan, dan kesulitan
adalah orang yang paling sedikit shalatnya. Sebaiknya, orang yang lebih banyak
shalatnya akan lebih selamat dan lebih sehat.”

2
Rasulullah SAW juga bersabda, “Apa pendapatmu jika sebuah sungai berada di
depan rumah salah seorang dari kalian, kemudian ia mandi sebnyak lima kali setiap
hari, apakah tersisa kotoran darinya?” Para sahabat menjawab : “Tentu tidak tersisa
sedikitpun.” Rasul bersabda, “Demikianlah perumpaan shalat Ia sebagai penggugur
shalat dan kesalahan.” (Muttafaq ‘alaih)
Beberapa tahun terakhir tersebar penyakit desk di kalangan penduduk prancis
tersebar penyakit desk dengan persentase 18 dari 20 orang karena duduk dalam waktu
yang lama di perpustakaan. Lucunya, para dokter yang menganalisisnya malah
merekomendasikan dan menyimpulkan bahwa sholat dalam agama Islam adalah solusi
terbaik untuk terapi penyakit desk. Kenapa? karena diketahui secara medis dengan
disiplin melakukan shalat setiap waktunya plus sholat malam, berdampak pada perubahan
pada gerak otot dan hal ini mampu membangkitkan semangat baru pada tubuh, mengikis
timbunan lemak di sekitar perut dan paha dan memperlambat efek-efek penuaan pada
tubuh. Bahkan, konsistensi shalat pun mampu menjaga bentuk ideal tubuh dan
gerakannya serta mempercepat munculnya vitalitas tubuh secara non stop 24 jam setiap
harinya. Dengan demikian sholat adalah latihan yang paling mudah dan cocok dijadikan
sebagai olah tubuh dalam menjaga kesehatan tubuh.

2. Tinjauan Teoritis
Shalat menurut bahasanya artinya do’a. Shalat pada awalnya adalah sebuah istilah
untuk menunjukkan makna do’a secara keseluruhan, namun kemudian menjadi istilah
untuk do’a secara khusus. Atau pad awalnya adalah sebuah kata yang berarti do’a,
kemudian dipindahkan kepada pemahaman shalat berdasarkan syariat karena adanya
keterkaitan antara keduanya.
Perkara ini saling berdekatan. Namun jika istilah shalat disebutkan dalam syariat,
maka yang dimaksud adalah shalat secara syariat, karena sesungguhnya shalat itu adalah
do’a secara keseluruhan yaitu :
 Do’a mas’alah, maksudnya adalah do’a yang berarti permintaan untuk
mendatangkan manfaat dan menyingkirkan bahaya serta meminta berbagai
kebutuhan kepada Allah SWT dengan ungkapan lisan.
 Do’a Ibadah, maksudnya mengharap pahala dari amal shaleh yang
dilakukan berupa berdiri, duduk, ruku’, dan sujud. Siapa yang melakukan
ibadah-ibadah tersebut maka dia tengah meminta kepada rabnya dengan
ungkapan perbuatan agar Allah mengampuninya.
Maka dengan demikian jelaslah bahwa shalat seluruhnya adalah do’a, baik do’a
mas’alah maupun do’a ibadah, karena semua itu terkandung di dalamnya.

3
Berikut merupakan gerakan-gerakan dalam shalat atau rukun-rukun shalat.
Rukun pertama: Berdiri bagi yang mampu
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‫ستةتطنع فةةعةلىَ ةجنن ب‬
‫ب‬ ‫ فةإ تنن لةنم تة ن‬، ‫ستةتطنع فةةقاَتعمدا‬
‫ فةإ تنن لةنم تة ن‬، َ‫صبل ةقاَئتمما‬
‫ة‬
“Shalatlah dalam keadaan berdiri. Jika tidak mampu, kerjakanlah dalam keadaan
duduk. Jika tidak mampu lagi, maka kerjakanlah dengan tidur menyamping.”

Rukun kedua: Takbiratul ihram


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‫صلةتة ال ط‬
‫طمهوُمر ةوتةنحتريِممةهاَ التصنكتبيمر ةوتةنحتليلمةهاَ التص ن‬
‫ستليمم‬ ‫تمنفةتاَمح ال ص‬
“Pembuka shalat adalah thoharoh (bersuci). Yang mengharamkan dari hal-hal di
luar shalat adalah ucapan takbir. Sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah
ucapan salam. ”
Yang dimaksud dengan rukun shalat adalah ucapan takbir “Allahu Akbar”.
Ucapan takbir ini tidak bisa digantikan dengan ucapakan selainnya walaupun semakna.

Rukun ketiga: Membaca Al Fatihah di Setiap Raka’at


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‫صلةةة لتةمنن لةنم يِةنقةرنأ بتةفاَتتةحتة انلتكةتاَ ت‬
‫ب‬ ‫لة ة‬
“Tidak ada shalat (artinya tidak sah) orang yang tidak membaca Al Fatihah.”

Rukun keempat dan kelima: Ruku’ dan thuma’ninah


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada orang yang jelek
shalatnya (sampai ia disuruh mengulangi shalatnya beberapa kali karena tidak memenuhi
rukun),
‫ثمصم انرةكنع ةحصتىَ تة ن‬
َ‫طةمئتصن ةراتكمعا‬
“Kemudian ruku’lah dan thuma’ninahlah ketika ruku’.”
Keadaan minimal dalam ruku’ adalah membungkukkan badan dan tangan berada
di lutut.
Sedangkan yang dimaksudkan thuma’ninah adalah keadaan tenang di mana setiap
persendian juga ikut tenang. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah
mengatakan pada orang yang jelek shalatnya sehingga ia pun disuruh untuk mengulangi
shalatnya, beliau bersabda,
‫ضمع ةكفصنيته ةعةلىَ مرنكبةتةنيته ةحصتىَ تة ن‬
‫طةمئتصن‬ ‫صلةةم أةةحتدمكنم ةحصتىَ يِم ن‬
‫سبتةغ … ثمصم يِمةكببمر فةيةنرةكمع فةية ة‬ ‫لة تةتتطم ة‬
َ‫ستةنرتخةى‬ ‫ةمةفاَ ت‬
‫صلمهم ةوتة ن‬
“Shalat tidaklah sempurna sampai salah seorang di antara kalian
menyempurnakan wudhu, … kemudian bertakbir, lalu melakukan ruku’ dengan
meletakkan telapak tangan di lutut sampai persendian yang ada dalam keadaan
thuma’ninah dan tenang.”

4
Ada pula ulama yang mengatakan bahwa thuma’ninah adalah sekadar membaca
dzikir yang wajib dalam ruku’.

Rukun keenam dan ketujuh: I’tidal setelah ruku’ dan thuma’ninah


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada orang yang jelek shalatnya,
َ‫ثمصم انرفةنع ةحصتىَ تةنعتةتدةل ةقاَئتمما‬
“Kemudian tegakkanlah badan (i’tidal) dan thuma’ninalah.”

Rukun kedelapan dan kesembilan: Sujud dan thuma’ninah


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada orang yang jelek shalatnya,
‫ساَتجمدا‬ ‫سمجند ةحصتىَ تة ن‬
‫طةمئتصن ة‬ ‫ثثصم ا ن‬
“Kemudian sujudlah dan thuma’ninalah ketika sujud.”
Hendaklah sujud dilakukan pada tujuh bagian anggota badan: [1,2] Telapak
tangan kanan dan kiri, [3,4] Lutut kanan dan kiri, [5,6] Ujung kaki kanan dan kiri, dan [7]
Dahi sekaligus dengan hidung.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
، ‫شاَةر بتيةتدته ةعةلىَ أةننفتته – ةوانليةةدنيِتن‬
‫سنبةعتة أةنعظمبم ةعةلىَ انلةجنبةهتة – ةوأة ة‬ ‫أمتمنر م‬
‫ت أةنن أة ن‬
‫سمجةد ةعةلىَ ة‬
‫ف انلقةةدةمنيتن‬ ‫ةوالطرنكبةتةنيتن ةوأة ن‬
‫طةرا ت‬
“Aku diperintahkan bersujud dengan tujuh bagian anggota badan: [1] Dahi
(termasuk juga hidung, beliau mengisyaratkan dengan tangannya), [2,3] telapak tangan
kanan dan kiri, [4,5] lutut kanan dan kiri, dan [6,7] ujung kaki kanan dan kiri. ”

Rukun kesepuluh dan kesebelas: Duduk di antara dua sujud dan


thuma’ninah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‫ساَتجمدا‬ ‫سمجند ةحصتىَ تة ن‬
‫طةمئتصن ة‬ ‫ ثمصم ا ن‬، َ‫سا‬ ‫ ثمصم انرفةنع ةحصتىَ تة ن‬، ‫ساَتجمدا‬
‫طةمئتصن ةجاَلت م‬ ‫سمجند ةحصتىَ تة ن‬
‫طةمئتصن ة‬ ‫ثمصم ا ن‬
“Kemudian sujudlah dan thuma’ninalah ketika sujud. Lalu bangkitlah dari sujud
dan thuma’ninalah ketika duduk. Kemudian sujudlah kembali dan thuma’ninalah ketika
sujud.”

Rukun keduabelas dan ketigabelas: Tasyahud akhir dan duduk tasyahud


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‫… فةإ تةذا قةةعةد أةةحمدمكنم تفىَ ال ص‬
‫صلةتة فةنليةقمتل التصتحصياَ م‬
‫ت تصلت‬
“Jika salah seorang antara kalian duduk (tasyahud) dalam shalat, maka ucapkanlah
“at tahiyatu lillah …”.

Rukun keempatbelas: Shalawat kepada Nabi setelah mengucapkan tasyahud


akhir
Dalilnya adalah hadits Fudholah bin ‘Ubaid Al Anshoriy. Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang yang berdo’a dalam shalatnya tanpa
menyanjung Allah dan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau

5
mengatakan, “Begitu cepatnya ini.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
mendo’akan orang tadi, lalu berkata padanya dan lainnya,
‫إذا صلىَ أحدكم فليبدأ بتمجيد ا والثناَء عليه ثم يِصلي علىَ النبي صلىَ ا عليه وسلم ثم‬
‫يِدعوُ بعد بماَ شاَء‬
“Jika salah seorang di antara kalian hendak shalat, maka mulailah dengan
menyanjung dan memuji Allah, lalu bershalawatlah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam, lalu berdo’a setelah itu semau kalian.”

Bacaan shalawat yang paling bagus adalah sebagai berikut.


‫ اللصمهصم‬، ‫ إتنصةك ةحتميفد ةمتجيفد‬، ‫ت ةعةلىَ آتل إتنبةراتهيةم‬‫صلصني ة‬
‫ ةكةماَ ة‬، ‫صبل ةعةلىَ ممةحصمبد ةوةعةلىَ آتل ممةحصمبد‬ ‫اللصمهصم ة‬
‫ إتنصةك ةحتميفد ةمتجيفد‬، ‫ت ةعةلىَ آتل إتنبةراتهيةم‬‫ ةكةماَ ةباَةرنك ة‬، ‫ةباَترنك ةعةلىَ ممةحصمبد ةوةعةلىَ آتل ممةحصمبد‬
“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shollaita ‘ala
Ibroohim wa ‘ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik ‘ala
Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa barrokta ‘ala Ibrohim wa ‘ala aali Ibrohimm
innaka hamidun majiid.”

Rukun kelimabelas: Salam


Dalilnya hadits yang telah disebutkan di muka,
‫صلةتة ال ط‬
‫طمهوُمر ةوتةنحتريِممةهاَ التصنكتبيمر ةوتةنحتليلمةهاَ التص ن‬
‫ستليمم‬ ‫تمنفةتاَمح ال ص‬
“Yang mengharamkan dari hal-hal di luar shalat adalah ucapan takbir. Sedangkan
yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam. ”

Rukun keenambelas: Urut dalam rukun-rukun yang ada


Alasannya karena dalam hadits orang yang jelek shalatnya, digunakan kata
“tsumma“ dalam setiap rukun. Dan “tsumma” bermakna urutan.

Kebugaran jasmani merupakan sesuatu yang dituntut oleh adab-adab dalam


bertemu dengan Allah karena sangat erat kaitannya dengan kehadiran hati bersama Allah
dalam shalat. Jika jasad dalam keadaan letih dan lelah, maka upaya penghadapan diri
kepada Allah akan lemah juga.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik bahwa ia berkata : “Adalah Rasulullah SAW
masuk ke dalam masjid, dan ternyata terdapat tali yang terbentang diantara dua tiang
masjid. Beliaupun bertanya : “Tali apakah ini?” Para sahabat menjawab : “Ini adalah
tali milik Zainab, jika ia merasa lemah, maka ia mengikat diri kepadanya.” Rasulullah
kemudian bersabda : “tidak perlu begitu, lepaskan saja tali itu. Hendaklah masing-
masing diri kalian mengerjakan shalat dalam keadaan bergairah (semangat dan giat).
Jika sedang lemah hendaknya duduk saja.” (HR. Bukhary, Muslim, Ibnu Majah, Abu
Daud, dan Ahmad)

6
Di lain bagian, Muslim juga menegmukakan suatu hadits yang diriwayatkan oleh
Sayyidatina Aisyah, bahwa Rasulullah bersabda : “Jika salah seorang di antara kalian
mengantuk ketika mengerjakan shalat, hendaklah ia tidur saja dahulu, sehingga rasa
kantuknya hilang. Sebab jika salah seorang dari kalian mengerjakan shalat dalam
keadaan mengantuk, boleh jadi ia hendak memohon ampunan (beristighfar) kepada
Allah, namun justru mencaci dirinya sendiri.” (HR Bukhary, Muslim, Abu Daud,
Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)
Dalam hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda : “Jika salah seorang dari
kalian mengerjakan shalat malam, lalu bacaan Al-Qur’annya tak jelas dari lidahnya,
sehingga ia tak mengetahui apa yang diciptakannya, maka hendaklah ia tidur.” (HR.
Muslim, Abu Daud dan Ibnu Majah)

3. Metode Pengumpulan Data


Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yaitu
studi pustaka atau studi literatur. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan
data sekunder. Metode pengumpulan datanya menggunakan studi dokumenter yaitu cara
mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, terutama berupa arsip-arsip dan
termasuk buku-buku tentang pendapat, teori, dalil atau hukum-hukum dan lain-lain yang
berhubungan dengan masalah penyelidikan. Analisis data menggunakan deskriptif
kualitatif dengan pendekatan logika induktif deduktif dan menggunakan teknik analisis
isi (content analysis).

4. Hasil Penelitian
Organisasi kesehatan dunia (WHO) pada tahun 1984 telah mendefinisikan batasan
sehat dengan memasukkan dimensi agama di samping sehat dalam arti fisik, mental dan
sosial. Upaya membentuk manusia yang sehat dan cerdas dengan jalan spiritual telah
menjadi bagian yang integral. Itu disebabkan karena pada diri manusia terdapat aspek
jiwa dan agama sekaligus. Menurut pakar kesehatan Harun Yahya, orang-orang yang jauh
dari agama Allah, tubuh mereka lebih cepat mangalami kerusakan dan mereka mengalami
penuaan yang cepat dan melemah.
Dalam Islam, keadaan itu dapat dimentahkan dengan melakukan shalat. Shalat
yang dilakukan dengan gerakan sempurna dapat mengobati berbagai penyakit dan
kerusakan pada jaringan tubuh manusia. Rasulullah SAW pernah melihat Abu Hurairah
menekan perutnya kemudian ditanya : “Apakah perutmu sakit?” Abu Hurairah
menjawab : “Ýa Rasulullah.” Rasulullah SAW bersabda : “bangun dan shalatlah karena
shalat adalah obat.”
7
Penelitian tentang manfaat shalat bagi kesehatan telah banyak dilakukan oleh para
pakar Prof. DR. Hembing Wijayakusuma, pakar pengobatan melakukan penelitian
mengenai manfaat gerakan shalat dalam mengobati berbagai penyakit.
Menurut Hembing, gerakan shalat memiliki arti khusus bagi kesehatan dan
berpengaruh pada bagian tubuh seperti kaki, ruas tulang punggung, rongga dada, pangkal
paha, leher, otak, lambung, dan banyak lagi. Saat berdiri tegak waktu shalat, membuat
seluruh saraf menjadi satu titik pusat pada otak. Jantung, paru-paru, pinggang, dan tulang
punggung lurus dan bekerja secara normal. Kedua kaki yang tegak lurus pada posisi
akupuntur, sangat bermanfaat bagi kesehatan seluruh tubuh. Rukuk, bermanfaat untuk
menghindari penyakit yang menyerang ruas tulang belakang yang terdiri dari tulang
punggung, tulang leher, tulang pinggang, dan ruas tulang punggung. Bersujud, membuat
semua otot berkontraksi, selain membuat otot-otot itu menjadi besar dan kuat, juga
membuat pembuluh darah dan urat-urat getah bening terpijat dan terurut. Posisi sujud
bisa membantu kerja jantung dan menghindari mengerutnya dinding-dinding pembuluh
darah. Duduk Tasyahud akhir atau tawaruk merupakan penyembuhan penyakit tanpa obat
dan operasi. Posisi duduk dengan mengangkat kaki kanan dan menghadapkan jari-jari
kaki ke arah kiblat secara otomatis memijat pusat-pusat daerah otak, ruas tulang
punggung teratas, mata, otot-otot bahu dan banyak lagi yang terdapat pada ujung kaki.
Gerakan salam akhir menengok ke kanan dan ke kiripun, bermanfaat menguatkan otot-
otot leher dan kuduk, serta menyembuhkan gangguan pada leher dan kepala.
Prof. Dr. Muhammad Sholeh, M.Pd. seorang pakar psikologi, pemegang gelar
Doktor dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga melakukan penelitian dengan
hasil yang sangat cemerlang tentang manfaat shalat tahajud untuk penyembuhan
penyakit, dan sampai hari ini berhasil mengembangkan klinik terapi shalat tahajud
dengan baik.
Seorang Doktor Neurologi di Amerika, Dr Fidelma, memeluk Islam karena dalam
penelitiannya yang membuat kekaguman dirinya tentang kajian saraf. Ada beberapa urat
saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki oleh darah, padahal setiap inchi otak
manusia memerlukan darah yang cukup agar dapat berfungsi optimal. Menurutnya darah
tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak, melainkan ketika seseorang tersebut shalat
yaitu ketika sujud.

5. Pembahasan

8
Manfaat Gerakan Pada Sholat
Takbiratul Ihram
Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot
lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir rosta ke seluruh
tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya
oksigen menjadi rosta. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada
bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya
pada tubuh bagian atas.

Rukuk
Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulangbelakang (corpus
vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak,
maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut
berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan
kemih untuk mencegah gangguan prostat.

I’tidal
Itidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri
bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan
di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya,
pencernaan menjadi lebih rosta.

Sujud
Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas
otak menyebabkan darah kaya oksigen bisamengalir maksimal ke otak. Aliran ini
berpengaruh pada daya rost seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah,
jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga
menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki
manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

Duduk
Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf
nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering
menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria

9
sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (rostate) dan
saluran vas deferens. Jika dilakukan. Dengan benar, postur irfi mencegah impotensi.
Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai
turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang
menjaga. Kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

Salam
Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala.
Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. Beribadah
secara kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dan
dalam.

6. Kesimpulan
Berdasarkan pada hasil analisa dalam artikel ini, dapat disimpulkan bahwa
gerakan-gerakan dalam ibadah shalat dapat menjadikan seseorang memiliki kesehatan
jasmani dan dapat menjadi penyembuh penyakit.

7. Saran
Berdasarkan pada hasil analisa dalam artikel ini, kami memberikan saran :
a. Lakukan gerakan shalat sesuai dengan tuntunan agama yang benar.
b. Lakukan setiap gerakan shalat dengan tuma’ninah agar dapat memberikan
manfaat terhadap fisik atau jasmani.

8. Daftar Referensi
Abdul Halim Roji, Harun Al-Rasyid. 2009. Shalat menjawab tantangan zaman.
Kediri : Bina Cinta Alam
Aziz Muhammad Azzam, Abdul dan Wahhab Sayyed Hawwas,Abdul. 2013. Fiqh
Ibadah. Jakarta:AMZAH
Aziz Salim Basyaharil. 1996. Shalat hikmah, Falsafah dan Urgensinya.
Jakarta:Gema Insani Press
Elzaky, Jamal Muhammad. 2011. Buku Induk Mukjizat Kesehatan Ibadah.
Jakarta:Zaman
Munawwir Ridhwan,Muhammad. 2015. Fiqh. Kediri:Pustaka Zam-zam
Said bin Ali Al-Aqahtthani. 2008. Kajian Lengkap tentang Shalat terj Abdullah
Haidir. Riyadh : Al-Maktab At-Ta’awuni Liddah’wah Wal-Irsyad bis-Sulay

10
11