Anda di halaman 1dari 12

1

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA


DAERAH BENGKULU
RESOR BENGKULU

(SOP)
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PATROLI
POLRES BENGKULU
BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:


1. Kepolisian adalah segala hal-ihwal yang berkaitan dengan fungsi dan lembaga Polri sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.

2. Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah suatu kondisi dinamis masyarakat sebagai salah satu
prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional dalam rangka tercapainya tujuan nasional
yang ditandai oleh terjaminnya keamanan, ketertiban, dan tegaknya hukum serta terbinanya ketentraman
yang mengandung kemampuan membina serta mengembangkan potensi dan kekuatan masyarakat
dalam menangkal, mencegah, dan menanggulangi segala bentuk pelanggaran hukum dan bentukbentuk
gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat.

3. Patroli adalah salah satu kegiatan kepolisian yang dilakukan 2 (dua) orang atau lebih anggota Polri,
sebagai usaha mencegah bertemunya niat dan kesempatan, dengan jalan mendatangi, menjelajahi,
mengamati mengawasi/memperhatikan situasi dan kondisi yang diperkirakan akan menimbulkan segala
bentuk pelanggaran dan/atau tindak pidana, yang menuntut/memerlukan kehadiran Polri untuk
melakukan tindakan-tindakan kepolisian guna memelihara ketertiban dan menjamin keamanan
masyarakat.

4. Potensi Gangguan yang selanjutnya disingkat PG adalah kondisi I situasi yang merupakan faktor
stimulan I pencetus I embrio gangguan keamanan yang berpotensi besar akan tumbuh menjadi
gangguan nyata keamanan.

5. Ambang Gangguan yang selanjutnya disingkat AG atau Police Hazard adalah kondisi gangguan
Kamtibmas skala menengah yang jika dibiarkan dan tidak ada tindakan kepolisian dapat meningkat
menjadi Gangguan Nyata.

6. Gangguan Nyata yang selanjutnya disingkat GN atau Ancaman Faktual adalah gangguan
keamanan berupa kejahatan atau pelanggaran yang terjadi dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat
berupa kerugian harta benda ataupun jiwa raga.

7. Acara Arahan Pimpinan yang selanjutnya disingkat AAP adalah kegiatan yang dilakukan oleh
pimpinan kesatuan Polri berupa pemberian arahan kepada seluruh anggota Polri sebelum diterjunkan ke
lapangan untuk melaksanakan tugas.
8. Tempat .....
2

8. Tempat Kejadian Perkara yang selanjutnya disingkat TKP adalah tempat terjadinya gangguan
Kamtibmas baik karena pelanggaran maupun tindak pidana

9. Tindakan Pertama di tempat Kejadian Perkara yang selanjutnya disingkat TPTKP adalah suatu
kegiatan yan harus dilaksanakan leh anggota Polri yang pertama kali melihat/secara langksun
menemukan suatu kejadian untuk segera mengamankan korban, pelaku, saksi, nbarang bukti dan
Tempat Kejadian Perkara (TKP) sampai Polisi yang berwenang mendatangi dan mengolah TKP guna
proses hokum selanjutnya.

10. Tindak Pidana Ringan yang selanjutnya disingkat TIPIRING adalah suatu tindak Pidana yang
dilakukan sebagai akibat dari pelanggaran dengan ancaman hukuman maksimal tiga bulan.

Pasal 2

(1) Patroli bertujuan untuk meningkatkan kehadiran Polisi ditengah-tengah masyarakat, mencegah
bertemunya niat dan kesempatan yang memungkinkan timbulnya kriminalitas, mencegah terjadinya
gangguan Kamtibmas, memberikan perlindungan, pengayoman, dan rasa aman serta rasa tentram
kepada masyarakat, menjalin hubungan sebagai mitra masyarakatuntuk mendapatkan informasi dan
partisipasi masyarakat serta pembatasan gerak provokator dan separatis di tengah-tengah masyarakat.
(2) Patroli befungsi untuk melaksanakan pencegahan dan penindakan kejahatan, melakukan penangkapan
dan penahanan dalam hal tertangkap tangan, memelihara keamanan serta menaga jiwa dan harta benda
dari ancaman kejahatan.
(3) Patroli berperan sebagai tulang punggung (backbone) polri dalam upaya mencegah segala bentuk
kejahatan/gangguan kamtibmas, sebagai sumber informasi, mata dan telinga bagi kesatuan, sebagai
perwujudan kehadiran polri di tengah-tengah masyarakat dan mitra masyarakat, sebagai sarana
penyampaian pesan kamtibas terhadap masyarakat, sebagai cerminan kesiapsiagaan Polri setiap saat
dan setiap waktu dalam upaya pemeliharaan dan menjamin kamtibmas, melakukan tindakan pertama
ditempat kejadian, sebagai petugas pertolongan dan penyelamatan korban bencana alam dan
kecelakaan.
(4) Prinsip-prinsip patroli merupakan keterpaduan tugas yang dialkukan dan dikoordinasikan dengan
kegiatan operasional yang saling tukar menukar informasi pada titik temu sesuai dengan sasaran
kerawanan daerah, selektif perioritas dengan banyakya objek dan keterbatasan kekuatan maka perlu
menentukan objek yang paling rawan sebagai sasaran patroli, tindakan represif terbatas dalam hal
menentukan gangguan kamtibmas (tindak pidana) petugas patroli berhak untuk melakukan
penindakan(represif terbatas) dan merupakan ketanggap segeraan bagi petugas patroli.

BAB II

RUANG LINGKUP

Pasal3
Ruang lingkup patroli meliputi :
a. metode patroli;
b. jenis patroli;
c. sasaran patroli ; dan
d. sifat patroli ;
Pasal 4 ………
3

Pasal 4

(1) Yang dimaksud metode patroli dalam pasal 3 huruf a meliputi:


a. patroli dengan jalan kaki;
b. patroli dengan bersepeda;
c. patroli dengan kendaraan sepeda motor;
d. patroli dengan dengan kendaraan mobil;

(2) Yang dimaksud jenis patroli dalam pasal 3 huruf b meliputi:


a. patroli perondaan;
b. patroli blok;
c. patroli lingkungan;
d. patroli kota; dan
e. patroli persambangan.

(3) Yang dimaksud sasaran patroli dalam pasal 3 huruf c meliputi:


a. dalam kota;
b. antar wilayah/kota;
c. wilayah perairan;
d. wilayah konflik;
e. wilayah bencana; dan
f. wilayah perbatasan darat.

(4) Yang dimaksud sifat patroli dalam pasal3 huruf d meliputi:


a. patroli rutin;
b. patroli khusus; dan
c. patroli insidentil;

Pasal 5

(1) Bentuk-bentuk sasaran patroli dapat berupa Ambang Gangguan (AG) statis
maupun temporer, Gangguan Nyata (GN) dan Pos-pos pengamanan.

(2) AG statis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah kawasan/blok/


area/sektor/cluster dari pemukiman, perindustrian, kampus, sekolah, pertokoan, perkantoran, objek-objek
vital, pergudangan, tempat-tempat hiburan/wisata, pusat-pusat perbelanjaan, dan lain-!ain.

(3) AG temporer sebagaimana dimaksud pad a ayat (1) adalah jalan, lingkungan
pedagang kaki lima, kegiatan masyarakat pemerintah yang temporer, lokasi wisata.

(4) GN sebagaimana dimaksud pad a ayat (1) dapat berupa kasus tertangkap
tangan melaiui TPTKP dan Tipiring.

(5) Pos-pos pengamanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa pos keamanan lingkungan,
pos satuan pengamanan, pos polisi khusus.
BAB III............

BAB III
4

TAHAP PERSIAPAN

Pasal6
(1) Setiap melaksanakan tugas patroli, pimpinan kesatuan atau pimpinan
lapangan melakukan kegiatan persiapan.

(2) Kegiatan persiapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa :


a. menyiapkan surat perintah;
b. menyiapkan kekuatan petugas patroli sesuai dengan sasaran yang ditetapkan;
c. melakukan pengecekan kondisi fisik dan mental personel, kelengkapan perorangan, serta
sarana dan prasarana yang digunakan untuk patroli;
d. menentukan rute berangkat dan rute kembali;
e. menentukan titik temu atau titik kumpul dengan petugas patroli lainnya;dan
f. menyiapkan sistem komunikasi ke seluruh unit-unit patroli.

Pasal 7

Sebelum pelaksanaan tugas patroli, pimpinan kesatuan atau pimpinan lapangan melaksanakan Acara Arahan
Pimpinan (AAP) kepada seluruh anggota Polri yang ditugaskan dalam patroli dengan menyampaikan :
a. gambaran/karakteristik daerah sasaran, bentuk-bentuk sasaran/objek yang akan dilakukan patroli;
b. rencana urutan langkah dan tindakan yang akan dilakukan oleh petugas patroli; dan
c. batasan waktu pelaksanaan patroli.
d. larangan dan kewajiban bagi anggota patroli

Pasal 8
(1) Gambaran/karakteristik daerah sasaran, bentuk-bentuk sasaran/objek yang akan dilakukan patroli
sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf a adalah:
a. situasi daerah;
b. jenis kerawanan; dan
c. budaya / adat istiadat masyarakat;

(2) Rencana urutan langkah dan tindakan yang akan dilakukan oleh petugas patroli sebagaimana dimaksud
dalam pasal 7 huruf b adalah:
a. sasaran patroli;
b. target patroli; dan
c. cara bertindak.

(3) Batasan waktu pelaksanaan patroli sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf c adalah:
a. waktu berangkat;
b. waktu kembali; dan
c: lamanya waktu patroli disesuaikan dengan penanganan kasus.

(4) Larangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf d adalah :


a. menyimpang dari rute patroli yang sudah ditentukan kecuali dalam keadaan mendesakl/darurat;

b.menerima.....

b. menerima segala bentuk imbalan/pemberian yang diduga berhubungan dengan pelaksanaan


tugas patroli atau pungutan liar;
5
c. melepaskan salah satu kelengkapan perorangan patroli pada saat .melakukan tugas patroli;
d. melakukan perbuatan yang dapat mencemarkan kehormatan diri, orang lain, dan kesatuan;
e. melakukan perbuatan yang dapat mengurangi sikap kewaspadaan; dan
f. melakukan perbuatan lainnya yang melanggar perundang-undangan.

(5) Kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 huruf d adalah :


a. berpenampilan dan bersikap ramah, tanggap, peduli, etis, koreksi, dan
tidak sewenang-wenang;
b. bersikap responsif terhadap situasi dan kondisi Iingkungan sekelilingnya;
c. penguasaan daerah, rute, dan wilayah yang dilalui petugas patroli;
d. menjaga keamanan diri pada saat patroli;
e. mematuhi rambu-rambu lalulintas dan peraturan perundanganundangan yang ber1aku; dan
f. mencatat hasil pelaksanaan tugas patroli.

BAB IV

TAHAP PELAKSANAAN

Bagian Kesatu
Cara Bertindak Umum

Pasal 9
Cara bertindak secara umum, bagi setiap petugas yang melaksanakan patroli adalah :
a. menjelajahi daerah, rute, dan sasaran yang telah ditentukan serta melihat kemungkinan adanya
kerawanan;

b. mendatangi tempat-tempat penyelenggaraan pengamanan swakarsa seperti pos keamanan Iingkungan,


pos satuan pengamanan, dan pos-pos pengamanan lainnya untuk melakukan tukar-menukar informasi;

c. mendatangi sentra-sentra kegiatan masyarakat, pemerintah yang bersifat sem entara/situasional;

d. melakukan komunikasi terhadap masyarakat dengan maksud memperoleh informasi-informasi penting


bagi tugas kepolisian;

e. memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat;

f. mewaspadai kemungkinan berubahnya PG, AG menjadi GN;

g. memberikan peringatan kepada warga masyarakat yang lalai mengamankan diri dan harta bendanya;

h. memberikan peringatan kepada masyarakat yang karena ketidaktahuannya melakukan pelanggaran;

i. melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara;

i. melakukan.......

j. melakukan tindakan terhadap pelanggaran Tindak Pidana Ringan;

k. melakukan tindakan represif terbatas;


6

l. mencatat segala informasi yang didapat dari masyarakat maupun yang ditemukan sendiri ke dalam buku
catatan (blanko patroli); dan

m. melaporkan perkembangan situasi selama melakukan kegiatan patroli terutama apabila dipandang perlu
meminta bantuan lebih lanjut.

Bagian Kedua

cara Bertindak Khusus

Paragraf Pertama
Patroli Jalan Kaki

Pasal 10

(1) Sikap petugas dalam mefaksanakan patroli jalan kaki adalah :


a. berjalan dengan bersikap tegap, berwibawa, ramah, sopan dan humanis dengan mengutamakan
senyum, sapa, dan salam;
b. pandangan mata ke depan, sewaktu-waktu menoleh dan menggunakan panca inderanya untuk
melihat, mengamati, mendengar dan melakukan observasi terhadap segala sesuatu yang
berada di sekelilingnya; dan
c. berjalan dengan cara sebelah-menyebelah yaitu petugas yang satu berada di sebelah kin dan
petugas yang lainnya berada di sebelah kanan agar dapat bergerak secara leluasa.

(2) Apabila membawa senjata api dalam melakukan patroli, ketentuannya adalah:
a. senjata api laras panjang, peluru dimasukkan ke dalam magazen
kemudian dimasukkan ke dalam senjata dan dikunci;
b. senjata api genggam dimasukkan dalam sarung pistol (holster) yang tertutup;
c. dalam situasi aman, senjata api laras panjang disandang di pundak
sebelah kanan dan apabila hujan posisi moncong laras senjata menghadap ke bawah; dan
d. dalam situasi bahaya, petugas patroli yang dibonceng mengambill sikap depan senjata.

(3) Demi keselamatan petugas Patroli jalan kaki, petugas berjalan ditepi jalan berlawanan arah dengan arus
kendaraan.

(4) Mengikuti rute yang telah ditetapkan.

(5) Berhenti di tempat tertentu dan apabila bertemu orang sesekali diajak bicara untuk mendapatkan
informasi yang penting, terutama di daerah yang rawan.

(6) Sesekali berjalan ke arah semula.

(7) Berhenti..........

(7) Berhenti dan melihat ke belakang, di mana petugas yang satu berhenti dan melihat kebelakang
sementara petugas yang lain berjalan terus, demikian secara bergantian, terutama pada waktu malam
hari dan berada di tempat yang sunyi/sepi
.
7
(8) Berhenti sebentar di persimpangan dan di tempat yang terlindung untuk melihat ke segala arah.

(9) Kenali rute wilayah patroli untuk mengetahui situasi atau keadaan yang ganjil dan mencurigakan.

(10) Mengenali segala hal-ihwal terhadap wilayah/daerah/sasaran yang dilakukan patroli yaitu :
a. semua objek benda yang bergerak maupun tidak bergerak dengan segala sesuatu yang
melingkupinya;
b. kondisi infrastruktur jalan dengan seluk-beluknya; dan
c. karakteristik penduduk/masyarakat setempat.

(11) Segera melaporkan ke pusat pengendali/Polres/Polsek apabila ditemukan kejanggalan dan memerlukan
bantuan lebih lanjut.

Paragraf Kedua
Patroli Dengan Bersepeda

Pasal 11

(1) Sikap petugas dalam melaksanakan patroli menggunakan sepeda adalah :


a. mengendarai dengan sikap tegap, berwibawa, ramah, sopan, tanggap, dan peduli;
b. pandangan mata bebas dan menggunakan panca inderanya untuk melihat, mengamati,
mendengar, dan melakukan observasi terhadap segala sesuatu yang berada di sekelilingnya.

(2) Apabila membawa senjata api dalam melakukan patroli, ketentuan memperlakukannya adalah :
a. peluru ditempatkan di magazen kemudian dimasukkan ke senjata dan dikunci;
b. senjata api genggam dimasukkan dalam sarung pistol (holster) yang tertutup;
c. dalam situasi aman, senjata api laras panjang disandang di pundak
sebelah kanan dan apabila hujan posisi moncong laras senjata menghadap ke bawah; dan
d. dalam situasi bahaya, petugas mengambil sikap kalungkan senjata.

(3) Berjalan mengendarai sepeda dengan cara berbanjar berada di sebelah kiri
jalan dengan kecepatan sedangltidak terlalu cepat dan tidak melampaui kecepatan sepeda lainnya.

(4) Mengikuti rute yang telah ditetapkan.

(5) Berhenti di tempat tertentu dan apabila bertemu orang sesekali diajak bicara untuk mendapatkan
informasi yang penting, terutama di daerah yang rawan.

(6) Menyalakan lampu sepeda pad a waktu patroli di malam hari.

(7) Berhenti sebentar di suatu tempat tertentu yang terlindung untuk melihat ke segala arah.

(8) Kenali ...........

(8) Kenali rute wilayah patroli untuk mengetahui situasi atau keadaan yang ganjil dan mencurigakan.

(9) Mengenali segala hal-ihwal terhadap wilayah / daerah / sasaran yang dilakukan patroli yaitu :
a. semua objek benda yang bergerak maupun tidak bergerak dengan segala sesuatu yang
melingkupinya;
8
b. kondisi infrastruktur jalan dengan seluk-beluknya; dan
c. karakteristik penduduk masyarakat setempat.

(10) Pada tempat-tempat / lokasi-Iokasi / daerah-daerah yang dianggap rawan dapat berjalan kaki dengan
menuntun sepeda.

(11) Memberikan bantuan kepada petugas patroli jalan kaki apabila diperlukan dan melaksanakan koordinasi
pada titik singgung yang telah ditentukan.

(12) Segera melakukan tindakan awal apabila menemukan kasus tertangkap tangan, kebakaran, kecelakaan
maupun pemberian bantuan pelayanan kepada masyarakat.

(13) Segera melaporkan ke pusat pengendali/Polres/Polsek apabila ditemukan kejanggalan dan memerlukan
bantuan lebih lanjut.

Paragraf Ketiga
Patroli Dengan Kendaraan Sepeda Motor
Pasal 12
(1) Sikap petugas dalam melaksanakan patroli menggunakan kendaraan sepeda
motor adalah :
a. mengendarai dengan sikap tegap, berwibawa, ramah, sopan, tanggap, dan peduli; dan
b. pandangan mata bebas dan menggunakan panca inderanya untuk melihat, mengamati,
mendengar, dan melakukan observasi terhadap segala sesuatu yang berada di sekelilingnya.

(2) Apabila membawa senjata api dalam melakukan patroli, ketentuan memperlakukannya adalah :
a. peluru ditempatkan di magazen kemudian dimasukkan ke senjata dan dikunci;
b. senjata api genggam agar dimasukkan dalam sarung pistol (holster') yang tertutup;
c. dalam situasi aman, senjata api laras panjang disandang di pundak
sebelah kanan dan apabila hujan posisi moncong laras senjata
menghadap ke bawah; dan
d. dalam situasi bahaya, petugas mengambil sikap depan senjata.

(3) Bertindak sebagai penghubung dan memberikan bantuan kepada petugas patroli sepeda dan patroli
jalan kaki apabila diperlukan.

(4) Berjalan mengendarai kendaraan sepeda motor dengan kecepatan sedang/tidak terlalu cepat dan tidak
melampaui kecepatan kendaraan lainnya untuk dapat melakukan pengamatan.

(5) Mengikuti rute yang telah ditetapkan.

(6) Mengamati dan memperhatikan tempat-tempat yang rawan gangguan kamtibmas.

(7) Memperhati….. …

(7) Memperhatikan berbagai ketidak-wajaran kendaraan seperti laju yang tidak wajar, sengaja menghindari
petugas, parkir tidak wajar, melanggar peraturan lalulintas.

(8) Berhenti di tempat tertentu dan melakukan komunikasi apabila bertemu orang/masyarakat untuk
mendapatkan informasi penting, terutama di daerah rawan kamtibmas.
9
(9) Mengenali segala hal-ihwal terhadap wilayah/daerah/sasaran yang dilakukan
patroli yaitu :
a. semua objek benda yang bergerak maupun tidak bergerak dengan segala sesuatu yang
melingkupinya;
b. kondisi infrastruktur jalan dengan seluk-beluknya;
c. kondisi wilayah yang meliputi kondisi geografi, iklim, tempat-tempat berbahaya; dan
d. karakteristik penduduk/masyarakat setempat.

(10) Segera melakukan tindakan awal apabila menemukan kasus tertangkap tangan, kebakaran, keeelakaan
maupun pemberian bantuan pelayanan kepada masyarakat.

(11) Segera melaporkan ke pusat pengendali/Polres/Polsek apabila ditemukan kejanggalan dan memerlukan
bantuan lebih lanjut.

Paragraf Ke-empat
Patroli menggunakan kendaraan mobil

Pasal 13

(1) Sikap petugas dalam melaksanakan patroli menggunakan kendaraan mobil adalah:
a. mengendarai dengan sikap berwibawa, ramah, sopan, tanggap dan peduli; dan
b. pandangan mata bebas dan menggunakan panca inderanya untuk melihat, mengamati,
mendengar, dan melakukan observasi terl1adap segala sesuatu yang berada di sekelilingnya.

(2) Bertindak sebagai penghubung dan memberikan bantuan kepada petugas patroli sepeda, patroli
kendaraan sepeda motor dan patroli jalan kaki apabila diperlukan.

(3) Berjalan mengendarai kendaraan mobil dengan kecepatan sedang/tidak terlalu cepat dan tidak
melampaui kendaraan lainnya untuk dapat melakukan pengamatan.

(4) Mengikuti rute yang telah ditetapkan.

(5) Mengamati dan memperhatikan tempat-tempat yang rawan gangguan kamtibmas.

(6) Memperhatikan berbagai ketidak-wajaran kendaraan seperti: laju kendaraan, sengaja menghindari
petugas, parkir tidak wajar, melanggar peraturan lalulintas.

(7) Berhenti di tempat tertentu dan melakukan komunikasi apabila bertemu orang/masyarakat untuk
mendapatkan informasi penting, terutama di daerah rawan.

(8) Mengenali ……………

(8) Mengenali segala hal-ihwal terhadap wilayah/daerah/sasaran yang dilakukan


patroli yaitu :
a. semua objek benda yang bergerak maupun tidak bergerak dengan segala sesuatu yang
melingkupinya;
b. kondisi infrastruktur jalan dengan seluk-beluknya;
c. kondisi wilayah yang meliputi kondisi geografi, iklim, tempat-tempat / daerah-daerah rawan
gangguan kamtibmas; dan
10
d. karakteristik penduduk/masyarakat setempat.

(9) Segera melakukan tindakan awat apabila menemukan kasus tertangkap tangan, kebakaran, kecelakaan
maupun pemberian bantuan pelayanan kepada masyarakat.

(10) Segera melaporkan ke pusat pengendali/Polres/Polsek apabila ditemukan kejanggalan dan memerlukan
bantuan lebih lanjut.

BAB V

TAHAP PENGAKHIRAN

Pasal 14
Konsolidasi

(1) Konsolidasi dilakukan oleh para petugas pelaksana patroli dalam rangka mengakhiri kegiatan dengan
melakukan pengecekan kekuatan personel dan peralatan.
(2) Dalam rangka konsolidasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), apel konsolidasi dilakukan oleh
petugas yang paling tinggi pangkatnya dalam suatu kelompok unit patroli/pimpinan lapangan.
(3) Melaporkan kepada pusat pengendali tentang semua yang dilihat, didengar, dan didapat selama patroli
serta kondisi petugas.

BAB VI

PERSYARATAN PETUGAS PATROLI

Pasal 15

Persyaratan yang harus dimiliki oleh petugas patroli adalah :


a. kemampuan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP);
b. kemampuan pengaturan lalulintas;
c. kemampuan pengaturan pengamanan kegiatan masyarakat;
d. kemampuan membuat laporan tertulis (verbal);
e. kemampuan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket);
f. kemampuan memproses Tipiring;
g. kemampuan melakukan tindakan represif tahap awal(terbatas);
h. kemampuan penguasaan hukum dan perundang-undangan berkaitan dengan tugas patroli; dan
i. menguasai wilayah tugasnya.

BAB VII …………

BAB VII

ANALISA DAN EVALUASI

Pasal 16
11
Setiap mengakhiri kegiatan patroli, pimpinan lapangan /pimpinan unit Patroli wajib melakukan analisa dan
evaluasi hasil pelaksanaan tugas guna mengadakan koreksi terhadap tindakan dan cara bertindak yang tidak
sesuai dengan prosedur.

BAB VIII

KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal 17

(1) Susunan mengenai kekuatan patroli, perlengkapan/peralatan satuan patroli, tercantum dalam lampiran
yang tidak terpisahkan dari peraturan ini.

(2) Untuk mendapatkan nilai aplikatif yang optimal tidak menutup kemungkinan Kapolsek/Kanit patroli
Polsek menjabarkan dalam bentuk "Urut-urutan Tindakan" sesuai dengan situasi dan kondisi wilayah
masing-masing.

BAB IX

KOORDINASI DAN PENGENDALIAN

Pasal 18

(1) Pimpinan kesatuan/pimpinan lapangan dalam pelaksanaan tugas patroli dapat melakukan koordinasi
dengan satuan fungsi kepolisian maupun instansi terkait lainnya.

(2) Dalam pelaksanaan patroli, masing-masing pimpinan melakukan koordinasi untuk mencapai hasil yang
maksimal.

Pasal 19

(1) Dalam tugas patroli, kendali taktis dan kendali teknis berada pada pimpinan lapangan/pimpinan Unit
Patroli.

(2) Setiap perkembangan eskhalasi selama patroli, wajib dilaporkan secara lisan dari petugas patroli kepada
operator pengendali/atasannya.

(3) Ketua tim patroli membuat laporan tertulis secara berjenjang tentang pelaksanaan tugas patroli.

BAB X ...............

BAB X

PEMBIAYAAN Pasal 20

Pembiayaan dalam kegiatan patroli dibebankan pada anggaran Polri


.
12
BAB XI

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 21

Standar Operasional Prosedur ( SOP ) Patroli ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Bengkulu, Januari 2012


KEPALA KEPOLISIAN RESOR BENGKULU

JOKO SUPRAYITNO
AJUN KOMISARIS BESAR POLISI NRP. 66100574

Anda mungkin juga menyukai