Anda di halaman 1dari 7

ISU SOSIAL DAN ETIKA DALAM SISTEM INFORMASI

SISTEM INFROMASI & PENGENDALIAN INTERNAL (SI - PI)

TENTANG

ISU SOSIAL DAN ETIKA DALAM SISTEM INFORMASI

Dosen: Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA

Dibuat oleh :Yohana Premavari (55516120056)

UNIVERSITAS MERCUBUANA

Dengan penggunaan teknologi informasi yang semakin pesat dan sistem informasi yang
semakin maju yang telah menyentuh seluruh segi kehidupan baik tingkat individu, kelompok
maupun tingkat organisasi dan telah memberikan banyak kemudahan dan keuntungan seperti
kecepatan akses data dan informasi, pemecahan masalah dan otomatisasi dalam segala bidang
pekerjaan. Namun selain memberikan banyak manfaat dan hal positif , juga memberikan banyak
dampak negatif . Sistem informasi menimbulkan pertanyaan etika yang baru baik individu,
kelompok maupun masyarakat karena sistem informasi menciptakan perubahan – perubahan
besar dibidang sosial, pendidikan, ekonomi, bisnis dan lainnya.
Fenomena sosial yang sering saya jumpai akhir –akhir ini yang berkaitan dengan isu
sosial dan etika dalam implementasi sistem informasi dan pemanfaatan internet adalah
pelanggaran privasi.

Analisis Etika (Contoh kasus Terkait Isu Sosial dan Etika Dalam Implementasi
Sistem Informasi dan Pemanfaatan Internet).

1. Identifikasi dan jelaskan faktanya dengan jelas.


Sebagai contoh - Ada seorang karyawan divisi IT yang ditugaskan untuk memperbaiki
permasalahan/ error yang terjadi dialami karyawan divisi lain , yaitu memperbaiki
error pada aplikasi system perusahaan dan error dalam mengakses email kantor. Namun dalam
perjalanan waktu, Karyawan divisi IT tersebut menggunakan hak akses dan kemampuan serta
pengetahuan IT yang dimilikinya untuk mengakses komputer karyawan lain untuk dapat melihat
semua isi email, conversation history dan memeriksa isi /file komputer karyawan tsb. Dalam
kasus ini sudah terjadi pelanggaran hak privasi yaitu hak individu untuk mempertahankan
informasi pribadi dari pengaksesan orang lain yang memang tidak berhak untuk melakukannya.

2. Definisikan konflik atau dilemanya dan identifikasi nilai-nilai luhur yang terlibat
Hal ini menimbulkan konflik bahwa karyawan divisi IT tersebut telah melanggar kode
etik seorang profesional teknologi informasi dan melanggar hak privasi orang lain. Dalam kasus
ini telah terjadi pelanggaran tanggung jawab profesi karena tidak melakukan pekerjaannya sesuai
dengan yang diamanatkan dan telah melanggar prinsip integritas.
3. Identifikasi pihak-pihak yang berkepentingannya.
Pihak – pihak yang berkepentingan atas adanya pelanggaran hak privasi ini antara lain karyawan
yang telah dilanggar hak privasinya dan manajemen perusahaan

4. Identifikasi pilihan yang dapat anda ambil dengan beralasan

Karyawan divisi IT yang melakukan pelanggaran harus meminta maaf kepada pihak pihak yang
telah dirugikan, yaitu kepada karyawan yang telah dilanggar hak privasinya karena perbuatan
tersebut telah membuat orang lain menjadi tidak nyaman dan khawatir karena kehilangan
kebebasan individu. Serta meminta maaf kepada manajemen perusahaan karena telah melakukan
tindakan yang melanggar kode etik perusahaan dan harus siap menerima semua konsekuensi yang
ada dari pihak menejemen perusahaan.

Manajemen perusahaan harus bersikap tegas dengan memberikan hukuman (Punishment) yang
sesuai dengan tindak pelanggaran yang telah dilakukan yaitu memberikan surat peringatan -
SP atau berupa pemutusan hubungan kerja. Hal ini harus dilakukan manajemen agar tidak terjadi
kembali pelanggaran yang sama dan sebagai kendali bagi karyawan untuk selalu berfikir dan
bertindak secara benar dan tepat dalam segala situasi dan kondisi dengan mengedepankan
kepentingan kemajuan perusahaan.

Manajemen perusahaan juga harus semakin meningkatkan tingkat keamanan dan menjaga data –
data perusahaan dan privasi karyawan.

5. Identifikasi potensi konsekuensi dari pilihan anda


a) Perusahaan dapat memilih karyawan baru yang memang memiliki dan mejaga kode etik seorang
profesional teknologi informasi dan seorang karyawan yang berintegritas dalam melakukan
pekerjaannya

b) Semakin meningkatkan keamanan sistem informasi dan privacy karyawannya dengan melakukan
strategi strategi keamanan informasi sebagai berikut :

 Physical security adalah keamanan informasi yang menfokuskan pada strategi untuk
mengamankan individu / anggota organisasi dan tempat kerja dari bencana alam, kebakaran, dll.
Physical security memfokuskan pada aset fisik dari suatu informasi.
 Personal security adalah keamanan informasi yang memfokuskan pada keamanan personal,
berhubungan dengan keamanan physical security
 Operation security adalah keamanan informasi yang membahas mengenai strategi suatu
organisasi, agar organisasi tersebut dapat mengamankan kemampuan organisasi untuk berjalan
tanpa ada gangguan.
 Communication Security adalah keamanan informasi bertujuan mengamankan media komunikasi
dan memanfaatkan media tersebut untuk mencapai tujuan organisasi
 Network Security adalah keamanan informasi yang memfokuskan pada pengamanan peralatan
jaringan ataupun data organisasi.

Isu etika, sosial dan politis saling berhubungan dalam implementasi sistem informasi dan
pemakaian internet.
Di zaman yang sudah modern saat ini teknologi sistem informasi berkembang sangat
pesat dan cepat . Teknologi informasi mempengaruhi gaya hidup,kebiasaan dan tingkah laku
masyarakat masa kini. Teknologi informasi sudah memasuki ke segala bidang kehidupan dan
sangat dibutuhkan dalam melakukan berbagai aktivitas. Teknologi informasi mempunyai
banyak manfaat bagi kehidupan kita saat ini. Contohnya seperti memudahkan orang dalam
berkomunikasi, membuka peluang bisnis baru, mempermudah proses transaksi keuangan dan
perbankan, dan membantu mendapatkan informasi terkini . Namun teknologi sistem informasi
tidak hanya memberikan manfaat bagi kehidupan manusia tapi juga memberikan dampak negatif.
Teknologi dapat membawa perubahan yang cukup besar yang menciptakan isu sosial dan isu
etis.
Sistem informasi berbasis teknologi saat ini menimbulkan tantangan baru yang
menciptakan dilema etika, dimana bisa menciptakan akuntabilitas ( pertanggung jawaban) atas
konsekuensi sistem informasi, menetapkan standar untuk kualitas sistem pengaman yang
melindungi keamanan seriap individu, kelompok, perusahaan, dan masyarakat serta melindungi
nilai sosial dan etika yang sangat penting bagi kualitas hidup dalam bermasyarakat.

1. Etika Dalam Masyarakat Informasi

Etika adalah suatu masalah bagi manusia yang memiliki kebebasan untuk memilih. Etika adalah
tentang pilihan masing-masing orang.
Konsep dasar: tanggung jawab, akuntabilitas, dan liabilitas

Pilihan etika adalah keputusan yang dibuat oleh setiap orang yang akan bertanggung jawab untuk
setiap konsekuensi yang timbul dari tindakannya.

Tanggung jawab (responsibility) adalah sebuah elemen penting dari tindakan etika.

Akuntabilitas (accountability) adalah ciri-ciri dari sistem dan institusi sosial: ini berarti bahwa
ada mekanisme yang menetukan siapa yang melakukan tindakan yang bertanggung jawab, siapa
yang bertanggung jawab.
Liabilitas (liability) adalah ciri dari sistem politis dimana suatu badan hukum mengambil peranan
yang memberi izin kepada individu untuk memperbaiki kerugian yang disebabkan oleh
pelaku,sistem atau organisasi lain.

2. Perlunya Etika Dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi

Dari berbagai permasalahan etika dan sosial yang berkembang berkaitan dengan pemanfaatan
sistem informasi, dua hal penting yang menjadi tantangan manajemen untuk dihadapi, yaitu:

a. Memahami risiko-risiko moral dari teknologi baru. Perubahan teknologi yang cepat mengandung
arti bahwa pilihan yang dihadapi setiap individu juga berubah dengan cepat begitu pula
keseimbangan antara risiko dan hasil serta kekhawatiran kemungkinan terjadinya tindakan yang
tidak benar. Perlindungan atas hak privasi individu telah menjadi permasalahan etika yang serius
dewasa ini. Di samping itu, penting bagi manajemen untuk melakukan analisis mengenai dampak
etika dan sosial dari perubahan teknologi. Mungkin tidak ada jawaban yang selalu tepat untuk
bagaimana seharusnya perilaku, tetapi paling tidak ada perhatian atau manajemen tahu mengenai
risiko-risiko moral dari teknologi baru.

b. Membangun kebijakan etika organisasi yang mencakup permasalahan etika dan sosial atas sistem
informasi. Manajemen bertanggung jawab untuk mengembangkan, melaksanakan, dan
menjelaskan kebijakan etika organisasi. Kebijakan etika organisasi berkaitan dengan sistem
informasi meliputi, antara lain: privasi, kepemilikan, akuntabilitas, kualitas sistem, dan kualitas
hidupnya. Hal yang menjadi tantangan adalah bagaimana memberikan program pendidikan atau
pelatihan, termasuk penerapan permasalahan kebijakan etika yang dibutuhkan.

Dengan menggunakan sistem informasi, penting untuk dipertanyakan, bagaimana tanggung


jawab secara etis dan sosial dapat ditempatkan dengan memadai dalam pemanfaatan sistem
informasi. Etika, sosial, dan politik merupakan tiga hal yang berhubungan dekat sekali.
Permasalahan etika yang dihadapi dalam perkembangan sistem informasi manajemen umumnya
tercermin di dalam lingkungan sosial dan politik.

Untuk dapat memahami lebih baik hubungan ketiga hal tersebut di dalam pemanfaatan sistem
informasi, diidentifikasi lima dimensi moral dari era informasi yang sedang berkembang ini,
yaitu:

a. Hak dan kewajiban informasi; Kode etik sistem informasi harus mencakup topik-topik,
seperti: privasi e-mail setiap karyawan, pemantauan tempat kerja, perlakuan informasi
organisasi, dan kebijakan informasi untuk pengguna.

b. Hak milik dan kewajiban; Kode etik sistem informasi harus mencakup topik-topik, seperti:
lisensi penggunaan perangkat lunak, kepemilikan data dan fasilitas organisasi, kepemilikan
perangkat lunak yang buat oleh pegawai pada perangkat keras organisasi,
masalahcopyrights perangkat lunak. Pedoman tertentu untuk hubungan kontraktual dengan pihak
ketiga juga harus menjadi bagian dari topik di sini.

c. Akuntabilitas dan pengendalian; Kode etik harus menyebutkan individu yang bertanggung
jawab untuk seluruh sistem informasi dan menggaris bawahi bahwa individu-individu inilah
yang bertanggung jawab terhadap hak individu, perlindungan terhadap hak kepemilikan, kualitas
sistem dan kualitas hidup.

d. Kualitas sistem; Kode etik sistem informasi harus menggambarkan tingkatan yang umum
dari kualitas data dan kesalahan sistem yang dapat ditoleransi. Kode etik juga harus dapat
mensyaratkan bahwa semua sistem berusaha mengestimasi kualitas data dan kemungkinan
kesalahan sistem.

e. Kualitas hidup; Kode etik sistem informasi juga harus dapat menyatakan bahwa tujuan dari
sistem adalah meningkatkan kualitas hidup dari pelanggan dan karyawan dengan cara mencapai
tingkatan yang tinggi dari kualitas produk, pelayanan pelanggan, dan kepuasan karyawan.

3. Permasalahan Etika
Masalah etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi.
Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 (Zwass, 1998) yang mencakup
privasi, akurasi, property, dan akses.

1. Privasi
Privasi menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan
oleh orang lain yang memang tidak diberi ijin untuk melakukannya. Contoh isu mengenai privasi
sehubungan diterapkannya sistem informasi adalah pada kasus seorang manajer pemasaran yang
ingin mengamati email yang dimiliki bawahannya karena diperkirakan mereka lebih banyak
berhubungan dengan email pribadi daripada email para pelanggan. Sekalipun manajer dengan
kekuasaannya dapat melakukan hal itu, tetapi ia telah melanggar privasi bawahannya.

2. Akurasi
Akurasi terhadap informasi merupakan factor yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem informasi.
Ketidakakurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dam bahkan
membahayakan. Sebuah kasus akibat kesalahan penghapusan nomor keamanan social dialami
oleh Edna Rismeller. Akibatnya, kartu asuransinya tidak bisa digunakan dan bahkan pemerintah
menarik kembali cek pensiun sebesar $672 dari rekening banknya. Mengingat data dalam sistem
informasi menjadi bahan dalam pengambilan keputusan, keakurasiannya benar-benar harus
diperhatikan.

3. Properti
Perlindungan terhadap hak property yang sedang digalakkan saat ini yaitu dikenal dengan
sebutan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kekayaan Intelektual diatur melalui 3
mekanisme yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).

a. Hak Cipta
Hak cipta adalah hak yang dijamin oleh kekuatan hokum yang melarang penduplikasian kekayaan
intelektual tanpa seijin pemegangnya. Hak cipta biasa diberikan kepada pencipta buku, artikel,
rancangan, ilustrasi, foto, film, musik, perangkat lunak, dan bahkan kepingan semi konduktor. Hak
seperti ini mudah didapatkan dan diberikan kepada pemegangnya selama masih hidup penciptanya
ditambah 70 tahun.

b. Hak Paten
Paten merupakan bentuk perlindungan terhadap kekayaan intelektual yang paling sulit didapat
karena hanya akan diberikan pada penemuan-penemuan inovatif dan sangat berguna. Hukum paten
memberikan perlindungan selama 20 tahun.

c. Rahasia Perdagangan
Hukum rahasia perdagangan melindungi kekayaan intelektual melalui lisensi atau kontrak. Pada
lisensi perangkat lunak, seseorang yang menandatangani kontrak menyetujui untuk tidak menyalin
perangkat lunak tersebut untuk diserhakan pada orang lain atau dijual.

4. Isu etika, sosial dan politis saling berhubungan dalam implementasi sistem informasi dan
pemakaian internet pada perusahaan

Perusahaan saat ini mempunyai concern yang cukup besar dalam Isu etika, sosial dan politis
saling berhubungan dalam implementasi sistem informasi dan pemakaian internet. Hal ini
ditunjukkan dengan adanya pelaksanaan kode etik perusahaan dan kebijakan-kebijakan sebagai
pedoman teknologi informasi dan komunikasi. Diharapkan dengan kode etik dan kebijakan
perusahaan dalam hal teknologi informasi dapat mengurangi isu etika, sosial dan politis dalam
implementasi sistem informasi perusahaan, meningkatkan profesionalisme dan Integritas
karyawan, meningkatkan kredibilitas perusahaan dan meningkatkan efektif serta efisiensi
aktivitas perusahaan.

Diperusahaan tempat saya bekerja, management perusahaan menyadari bahwa komponen


komponen pengendalian (lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian,
pemantauan) akan mudah direalisasikan jika terdapat sistem informasi dan komunikasi yang baik
dan andal dalam organisasi. Sistem informasi dan komunikasi disebut baik dan handal jika setiap
anggota organisasi mendapat pesan yang jelas tentang apa yang harus dilakukan, agar
keseluruhan tujuan perorangan, setiap bagian dan perusahaan dapat dicapai. Perusahaan telah
memiliki kebijakan-kebijakan sebagai pedoman teknologi informasi dan komunikasi.

Kebijakan tersebut antara lain penggunaan sarana e-mail, intranet dan internet yang diatur dalam
Memo Internal No. 05/IT/2004 tanggal 24 Mei 2004 yang antara lain mengatur mengenai pihak-
pihak yang dapat mempergunakan akses e-mail, intranet dan internet, petunjuk penggunaannya
serta pembatasannya, penanganan pengamanan sistem teknologi informasi untuk mengurangi
risiko kerugian sebagai akibat dari kelalaian atau kesalahan dalam penggunaan sistem teknologi
informasi yang diatur dalam Memo Internal No. 004/IT/2006 tanggal 8 Juni 2006 dan masih
banyak kebijakan tertulis lainnya. Pedoman - pedoman tersebut dibuat agar pengelolaan
perusahaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi dapat terselenggara secara efektif,
efisien, dapat diandalkan dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi.

Dalam isu etika terkait dengan penggunaan internet di semua organisasi, perusahaan atau entitas,
semua Kode etik penggunaan fasilitas internet di kantor hampir sama dengan kode etik pengguna
internet pada umumnya, hanya saja lebih dititik beratkan pada hal-hal atau aktivitas yang
berkaitan dengan masalah perkantoran di suatu organisasi atau instansi. Berikut adalah contoh
kode etik penggunaan internet dikantor:
1. Hindari penggunaaan fasilitas internet diluar keperluan kantor atau untuk kepentingan sendiri.
2. Tidak menggunakan internet untuk mempublikasi atau bertukar informasi internal kantor kepada
pihak luar secara ilegal.
3. Tidak melakukan kegiatan pirating, hacking atau cracking terhadap fasilitas internet kantor.
4. Mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh kantor dalam penggunaan fasilitas internet.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2015, Bagaimana Mengatasi Isu Sosial dan Etika dalam Sistem Informasi
: http://combobook.blogspot.co.id/2015/02/bagaimana-mengatasi-isu-sosial-dan.html, diakses
tanggal 26 Maret 2017.

Dani Permana, 2013, Etika Dalam Sistem Informasi


: http://danipermana66.blogspot.co.id/2013/11/etika-dalam-sistem informasi.html, diakses
tanggal 26 Maret 2017.

Anthon, Purba, 2015, Peran dan Manfaat Etika Serta Kode Etik Perusahaan:
https://etikabisnisperandanmanfaat.wordpress.com/2015/03/31/peran-dan-manfaat-etika-serta-
kode-etik-perusahaan-anthon-putra-sila-tambe/, diakses tanggal 26 Maret 2017.

Anonim, 2013, Praktek – Praktek Kode Etik Dalam Penggunaan Teknologi Informasi : http://uzi-
online.blogspot.co.id/2013/06/praktek-praktek-kode-etik-dalam-penggunaan-teknologi-
informasi.html, diakses tanggal 26 Maret 2017.

Karina, Dian Pratiwi, 2013, Keamanan Sistem Informasi : http://karina-d-p-


fisip11.web.unair.ac.id/artikel_detail-79279-Tugas%20
Keamanan%20Sistem%20Informasi.html, diakses tanggal 26 Maret 2017.