Anda di halaman 1dari 26

TUGAS KELOMPOK

Analisa Rendahnya Growth Produktivitas Ladies World


Melalui TOWS & PSDM di MDS Atrium Plaza (655)
Periode Januari – Februari 2018
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan
Career Development Program-Assistant Store Manager Batch 20

Disusun Oleh :
NAMA & NIK :
1. PANDU SAGITA (CDP ASM 459)
2. FITRIANA D.R. (CDP ASM 471)
3. TEGUH BUDIANO (CDP ASM 474)

Career Development Program-Assistant Store Manager Batch 20

PT. MATAHARI DEPARTMENT STORE, TBK


KARAWACI
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
perkenaan dan limpahan rahmatNya, maka penulis mampu menyelesaikan paper ini.
Paper ini merupakan salah satu prasyarat Menyelesaikan Career Development
Program-Assistant Store Manager Batch 20 di PT. Matahari Dept Store Tbk.
Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan tugas
paper ini, terutama kepada :
1. Bapak Andre Rumantir, selaku Human Resources Director yang telah
memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti program CDP
Assistant Store Manager , dengan segala masukan, nasehat maupun spirit
yang tiada henti buat siapapun dan dimanapun
2. Ibu Dian M Widiastuti, selaku Head of Training and Development yang
telah memberikan banyak ilmu dan bimbingan selama mengikuti program
CDP Assistent Manager
3. Ibu Imelda dan Ibu Riana selaku program Manager CDP Assistent
Manager yang telah mensuport, membimbing dan mengarahkan penulis di
program CDP Assistent Manager
4. Bapak Enrico Matanda Tobing sebagai Store Manager MDS 655 Atrium
Plaza, yang telah banyak memberikan pengarahan, serta pembelajaran selama
masa penyusunan paper penulis.
5. Bapak Nugroho dan Bapak Arry selaku Assistant SM yang memeberikan
support dan bimbinganya selama penulis merampungkan paper ini.
6. Bpk/Ibu rekan-rekan staf Supervisor, Coordinator penulis haturkan
banyak terima kasih atas kerjasamanya selama ini.
7. Seluruh Karyawan/karyawati, awak toko MDS 655 Atrium Plaza
Palangkaraya tanpa terkecuali
8. Dan kepada pihak yang tidak sempat penulis sebutkan satu per satu.,
semoga paper ini bisa bermanfaat bagi MDS 655 Atrium Plaza khususnya dan
semua Toko Matahari Departement Store pada umumnya.
Saran dan kritik serta koreksi yang sifatnya membangun sangat penulis
harapkan, selain untuk penyempurnaan project ini sekaligus untuk menambah
wawasan dan memberikan paradigma berfikir dalam mengapresiasikan tugas dan
tanggung jawab kerja. Mohon maaf atas kekurangan yang ada dalam penulisan
maupun isi dari makalah ini.

Tangerang, 20 Maret 2018

Penulis
. DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………………………… 3
Daftar Isi……………………………………………………………………….…. 4
Daftar Gambar……………………………………………………………….…. 4
Daftar Table………………………………………………………………….…. 4
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG …………………………………………………..
1.2 TUJUAN ………………………………………………………………..
1.3 METODOLOGI PENELITIAN ………………………………………..
1.4 RUMUSAN PEMBAHASAN …………………………………………..
1.5 BATASAN PEMBAHASAN …………………………………………...
BAB II PEMBAHASAN TOWS & PSDM ANALYSIS
2.1 Pembahasan TOWS
2.1.1 Analisa lingkungan eksternal dan internal
2.1.2 Analisa lingkungan eksternal

 Analisa makro (PESTLE)

 Analisa mikro (industri retail) di wilayah sekitar (5-FORCES)

 Menghitung bobot analisa lingkungan eksternal

2.1.3 Analisa lingkungan internal (core competency)

 Analisa kelemahan

 Analisa kekuatan

 Menghitung bobot analisa lingkungan internal

2.1.4 Mengembangkan matriks TOWS dan analisa


2.1.5 Mengembangkan analisa strategis >> Mengembangkan analisa
keputusan strategik
2.1.6 Mengembangkan rencana tindakan strategik
2.2 Pembahasan PSDM
2.2.1 Analisa kelemahan (analisa masalah saat ini) (ambil 1 kelemahan di
toko yg menjadi masalah)
2.2.1..1 Identifikasi masalah
2.2.1..2 Mengumpulkan data dan menganalisa data
2.2.1..3 Mengidentifikasi penyebab dan memverifikasi akar
penyebab masalah (root cause analysis)
2.3 Rencana penanggulangan

BAB III PENUTUP


KESIMPULAN…………………………..……………………..............................
SARAN …………………………………………................................................

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kondisi dunia ritel di indonesia pada tahun 2017 ini menunjukan trend
penurunan pertumbuhan, menurut Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo)
menyebut pertumbuhan penjualan industri ritel menurun drastis hingga 20%
sepanjang kuartal I 2017 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang
mencapai Rp40 triliun, melihat pertumbuhan bisnis industri ritel kuartal I yang
cenderung merosot, diperkirakan peluang bisnis hingga tutup tahun nanti tidak akan
memuaskan seperti tahun-tahun sebelumnya
Untuk menyikapi hal tersebut, Matahari Department Store harus bisa
menggunakan kekuatan untuk menangkap peluang yang ada di masing- masing
sektor yaitu dengan cara mengelola potensi yang sudah ada, agar menghasilkan
sales yang jauh lebih maksimal. Matahari Departement Store yang sudah membuka
gerai hingga 156 diseluruh Indonesia menetapkan bahwa peningkatan Sales dan
produktivitas adalah target keberhasilan yang harus dicapai.
Matahari Atrium Plaza 655 merupakan Toko yang beroperasi sejak tanggal 5
November 1995 dengan luas gross space 10.716 M2 yang terdiri dari 4 (empat)
lantai, lantai 1 (satu) ditempati oleh Bag, Accecories, Watches, Cosmetic dan Shoes,
dan lantai 2 (dua) ditempati oleh Ladies world, Youth girl, dan Intimate, Lantai 3
(tiga) ditempati Youth Boy & Mens dan lantai 4 (empat) ditempati Home, Children
and Toys.

Pada periode Januari – Februari 2018 sales MDS Atrium mengalami peningkatan
Produktivitas dibandingkan tahun 2017. Berikut data peningkatan produktivitas LY
vs TY :
Table 1.1 Data peningkatan Produktivitas januari – februari 2018 vs 2017
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa Produktivitas MDS Atrium plaza pada
periode januari – Februari 2018 mengalami peningkatan/growth produktivitas cukup
tinggi yaitu 10,58%, namun 2nd Floor mengalami penurunan produktivitas sebesar
( 0,5% ). Pada 2nd floor terdiri dari 3 world yaitu Ladies, Youth Girls dan Intimate.
Diantara 3 world tersebut, hanya ladies world yang mengalami penurunan
produktivitas, hal ini berpengaruh karena Adanya Ekspansi dan re-lay out pada 2nd
floor tahun 2017 dan masih belum menunjukkan hasil yang signifikan. Berikut data
pencapaian produktivitas Ladies Jan-Feb 2017 vs 2018 :

Table 1.2 Data perbandingan Growth Space dan produktivitas Ladies world
Dari table diatas menunjukkan bahwa Produktivitas Ladies Mengalami penurunan
sebesar (7,00%) yang disebabkan oleh menurunnya growth produktivitas DP Ladies
sebesar (20,69%) sedangkan ekspansi mengalami penambahan space sebesar 32,81
%. Atas dasar hal tersebut penulis tertarik mencari tahu permasalahan yang ada di
world Ladies dengan menggunakan analisis SWOT & PSDM sehingga menemukan
solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.
1.2 Metodologi Penelitian
Metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah Metodologi
kuantitatif yang merupakan jenis penelitian yang lebih sistematis, spesifik, dan
terstruktur. Serta metode ini memiliki rencana dengan baik dari awal proses sampai
menentukan kesimpulan penelitian. Sehingga hasil penelitian lebih mendetail dan
jelas, ditambah dengan pengunaan tabel, grafik, atau diagram memudah orang dalam
membacanya. Dalam prakteknya metode kuantitatif juga berisi metode yang lain,
seperti metode deskriptif, survei, perbandingan, ekspos, dan metode korelasi.

1.3 Tujuan
Dari uraian yang telah dipaparkan di atas, maka tujuan dari pembuatan makalah
ini adalah:
1. Diharapkan Penulis mampu menganalisa kondisi eksternal dan internal
Industri retail menggunakan pendekatan TOWS anlysis di MDS Atrium 655.
2. Penulis Mampu menganalisa masalah Internal MDS Atrium 655 dan
menemukan Problem solving secara sistematis dengan menerapkan PSDM.

1.4 Rumusan Masalah


Dari uraian yang telah dipaparkan di atas, maka rumusan masalah ini adalah:
1. Bagaimana menerapkan analisis SWOT di MDS Atrium Plaza?
2. Bagaimana mengatasi masalah dengan menggunakan PSDM di MDS Atrium
Plaza?
1.5 Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis focus pada analisa TOWS dan
PSDM Ladies world yang mengalami penurunan produktivitas.
BAB II
PEMBAHASAN TOWS & PSDM ANALYSIS

2.1 Pembahasan TOWS


Analisis TOWS adalah analisis yang mengutamakan mempelajari dan
menginvestigasi peluang faktor eksternal, karena bersifat lebih dinamis dan bersaing,
yang kemudian dilanjutkan menganalisa faktor internal. Dengan mengidentifikasi
beberapa rencana aksi yang dapat meningkatkan posisi perusahaan, analisis TOWS
memungkinkan manajemen untuk memilih beberapa strategi yang paling efektif dan
memanfaatkan peluang yang tersedia.
2.1.1 Menganalisa lingkungan eksternal
 PESTLE Analysis
Dalam mengidentifikasi lingkungan eksternal, alat yang akan digunakan adalah
PESTLE Analysis guna menyimpulkan lingkungan luar dimana bisnis beroperasi.
Analisis PESTLE merupakan Elemen analisis eksternal ketika melakukan riset pasar
dan memberikan sebuah gambaran aspek perbedaan lingkungan makro yang
perusahaan harus pertimbangkan. Dalam riset pasar untuk wilayah Jakarta pusat
dengan menggunakan analisa PESTLE didapati aspek-aspek sebagai berikut
 Politik
Jakarta Pusat sebagai pusat pemerintahan, isyu politik, demo dan aksi-aksi
damai yang belakangan terjadi dapat mengganggu stabilitas keamanan &
perekonomian.
 Ekonomi
Dalam aspek ekonomi berkaitan dengan Biaya-biaya sumber daya yang
dibutuhkan perusahaan yang dapat berubah setiap waktu karena pengaruh
faktor-faktor ekonomi seperti kenaikan tingkat inflasi di jakarta pusat yang
lebih rendah dibanding nasional yaitu 0,43% sedangkan nasional 0,62%
sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. (Sumber: BPS Provinsi
DKI Jakarta)

 Sosial Kebudayaan
Pergeseran pola belanja masyarakat dari offline ke online sangat terasa di
Jakarta, Potensi pertumbuhan e-commerce mencapai 39,6% di Indonesia
setiap tahunya, penggunaan smart phone mencapai 43% dan berkembangnya
transportasi online mendorong Jakarta menjadi market place terbesar
konsumen belanja online. (Sumber: Katadata.co.id)
 Perkembangan Teknologi
Tingkat kemajuan teknologi memiliki peranan berarti pada penentuan produk
dan jasa yang akan diproduksi, peralatan yang digunakan dll. Kemudahan
akses teknologi informasi di Indonesia dapat dilihat dari penggunaan internet
mencapai 132.7 juta jiwa 51% dari populasi, dan pengguna Internet di Jakarta
mencapai 4,6 juta dengan penetrasi 43%. (Sumber: Katadata.co.id)
 Legal
Kebijakan pemerintah mengenai subsidi KJP ( Kartu Jakarta Pintar ) yang
program strategis untuk memberikan akses bagi warga DKI Jakarta dari
kalangan masyarakat tidak mampu untuk mengenyam pendidikan minimal
sampai dengan tamat SMA/SMK dengan dibiayai penuh dari dana APBD
Provinsi DKI Jakarta. (Sumber: kjp.jakarta.co.id)
 Enviroment
Masih sering terjadinya banjir di jakarta apabila intensitas curah hujan tinggi,
titik-titik banjir meliputi semanggi, manggarai, gunung sahari,dan dukuh
bawah.

 PORTER FIVE FORCES Analisys


Dalam menganalisa lingkungan external khususnya external mikro kita juga
menggunakan analisis Five forces – Portres untuk lebih dalam menggali
tentang factor eksternal dalam dunia bisnis retail di sekitar kita serta sector
sector yang mempengaruhi. Five forces model digambarkan bahwa kita juga
bersaing dengan pesaing potensial kita, yaitu mereka yang akan masuk, para
pemasok atau suplier,para pembeli atau konsumen, dan produsen produk-
produk pengganti. Dengan demikian, kita harus mengetahui bahwa ada lima
kekuatan yg menentukan karakteristik suatu industry khusunya di Jakarta
Pusat.
a. Produk / jasa subtitusi
Pemain retail yang ada di Jakarta pusat khususnya disekitar Atrium Plaza
adalah pusat grosir senen jaya yang terhubung langsung ke mall Atrium
Plaza melaui connecting bridge dilantai 3 dan pusat grossir ITC Cempaka
Mas yang berjarak 11 km.
b. Pemain baru
Dibukanya Transmart di Cempaka putih dengan konsep berbelanja,
bersantap dan menonton sebagai new shopping experience dalam satu
kawasan terintergrasi. Transmart cempaka putih juga dilengkapi area
bermain indoor yang dapat menjadi arena bermain bersama keluarga. Nilai
tawar yang tinggi dapat menjadi ancaman bagi Plaza atrium walaupun
jarak tidak terlalu dekat sekitar 12 Km .
c. Konsumen
Kekuatan tawar pembeli untuk wilayah Jakarta sangat besar karena
banyaknya pilihan produk, pilihan harga dan banyaknya barang subtitusi
yang menjadi pilihan konsumen sehingga konsumen mudah mencari
produk pengganti.
d. Pemasok
Dari segi pemasok, di kota Jakarta pusat tidak ada kendala yang
terlalu signifikan karena terintegrasinya akses trnsportasi, akses jalan tol,
dan jarak Pemasok ke Plaza atrium, jarak keduanya terbilang cukup dekat
(sekitar 49km), hanya tingkat kemacetan yang terjadi di jalan tol yang
mungkin menjadi salah 1 kendala untuk pengiriman.
e. Persaingan industry
Dalam persaingan industry retail di daerah Jakarta pusat, terdapat
berbagai macam jenis dari mall-mall besar, pasar modern, pusat grosser
dan pasar tradisional. Dimana masing masing dari pusat retail tersebut
memiliki potensi untuk memecah traffict dari Atrium Plaza.
Perhitungan Bobot Analisa Lingkungan Eksternal

Dari faktor-faktor external baik makro maupun mikro yang mempengaruhi dunia
usaha dapat dilakukan pemberian bobot untuk melihat faktor dominannya
Table 2.1 Total Skor Eksternal Analisys Factor Summary (EFAS)

Dari data nilai EFAS (Eksternal Factor Analysis Satification) dapat dilihat nilai
EFAS sebesar 0,175 menunjukkan bahwa dari semua factor eksternal ternyata
Peluang yang ada masih lebih besar dari pada Ancaman.

2.1.2 Menganalisa lingkungan internal


Dalam menganalisa lingkungan internal di MDS Atrium 655, penulis focus
pada analisa core competencies yakni menganalisa suatu kumpulan proses,
keterampilan dan teknologi yang perlu dimiliki toko tersebut untuk dapat
memberikan nilai tambah pada konsumen. Berikut analisa kekuatan dan
kelemahanya :

Analisa kekuatan :
 Product asshortment lengkap

MDS atrium plaza merupakan type toko A+ yang memiliki luas 10.716,67m2
dengan 115 brand, ini menandakan bahwa MDS Atrium Plaza merupakan
Departement Store yang memiliki produk fashion terlengkap dibandingkan
dengan competitor terdekat seperti Transmart yang hanya memiliki 48 brand
fashion.

 Tenant fashion terbesar dan terlengkap di mall

Plaza Atrium memiliki banyak tenan fashion seperti showroom, Pojok Busana
dan MDS. Dari semua tenan fashion yang terdapat di mall tersebut, MDS
atrium plaza merupakan Tenant Mall yang terbesar dan memiliki koleksi
fashion terlengkap dibandingkan dengan tenant lainnya.

 Segment Customer bervariasi dari middle low dan middle up

Plaza Atrium memiliki pangsa pasar yang luas, baik dari middle low sampai
dengan middle up. Hal ini disebabkan karena pengunjung mall atrium yang
kebanyakan adalah pendatang baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

 Lokasi strategis berada dipusat perkantoran, pemerintahan & perhotelan

Jakarta pusat sebagai pusat pemerintahan dan perkantoran tentunya menjadi


keuntungan sendiri bagi MDS karena lokasinya yang memang berada pada
area Ring 1 Ibukota Indonesia dan dikelilingi oleh banyak hotel yang menjadi
tujuan destinasi pendatang asing.

 support merchandise oleh supplier

MDS atrium plaza sebagai kategori type toko tertinggi dan area/lokasi yang
strategis tentunya menjadi acuan utama supplier untuk bekerja sama. dilihat
dari segi support merchandise, MDS Atrium Plaza sangat disupport oleh para
supplier karena banyaknya produk-produk terbaru (New Arrival) yang belum
dimiliki oleh competitor.

 Produktivitas cukup tinggi

Mengacu pada sales yang dihasilkan oleh MDS Atrium Plaza terhadap Luas
Selling Space yang dimilii menghasilkan rata-rata menghasilkan 1,8 juta/m 2.
Hal ini bisa dikatakan cukup baik karena rata-rata target produktivitas dari
management Antara 1,5 - 1,6 juta/m2.

 CCR tinggi 70%

CCR (Customer Convention Rate) merupakan perbandingan Antara jumlah


transaksi dengan total pengunjung yang masuk kedalam MDS. Berdasarkan
data yang ada selama tahun 2017, dari 777.185 orang pengunjung yang
masuk kedalam MDS mengakibatkan 538.650 terjadinya transaksi atau
sebesar 69,85%.

Analisa kelemahan :

 toko tidak memiliki public area untuk customer ( Toilet )

sejak tahun 2011, MDS Atrium tidak memiliki Toilet khusus Costumer. Hal
ini disebabkan karena adanya toilet pengunjung Mall yang terletak berdekatan
dengan pintu masuk MDS serta fungsi toilet MDS yang kurang maksimal.

 Service cashier masih belum maksimal

Dari data Mistery Shopper (MS) pada bulan januari dan februari 2018 tercatat
bahwa nilai service kasir yang masih belum sempurna yaitu 85, dimana
seharusnya nilai MS kasir bisa maksimal (100) karena hanya mengikuti
prosedur yang telah ditentukan.

 turunnya growth poduktivitas lantai 2 periode jan - feb 2017 vs 2018

Produktivitas Lantai 2 mengalami penurunan dimana pada lantai 2 terdiri dari


3 world yaitu Ladies, Youth Girl Dan Intimate. hal ini disebabkan karena
adanya ekspansi / penambahan space yang terjadi pada pertengahan tahun
2017 tepatnya dibulan juni.

 Rendahnya Achivement Youth Boy

Sebagai salah satu penyumbang kontribusi penjualan terbesar pada MDS


Atrium, World Youth Boy mengalami penurunan penjualan pada bulan
januari dan februari, hal ini disebabkan karena adanya relayout / perpindahan
posisi world pada akhir tahun 2017.

 Brand CV Ladies formal tidak tergrouping by category


Pada World Ladies terdiri dari brand-brand yang memiliki koleksi formal
seperti ELC, Excecutive, Valino Dona dan cardinal fame. tetapi pada World
Ladies, brand tersebut masih belum tergrouping dengan baik karena masih
bercampur dengan brand yang hanya memiliki koleksi casual saja.

 Penerangan after relamping masih belum maksimal

Adanya Project pergantian Lampu pada januari 2018 dirasa masih belum
maksimal, hal ini disebabkan karena ukuran Penerangan pada MDS Atrium
plaza saat diukur menggunakan Lux Histester (pengukur tingkat kecerahan)
masih sebesar 421 Lux, dimana untuk standard kecerahan Sebuah Department
store seharusnya diatas angka 615 Lux.

 Building facility sering mengalami kerusakan.

Fasilitas gedung yang digunakan seperti Lift dan escalator costumer sering
mengalami kerusakan, hal ini disebabkan karena factor usia fasilitas tersebut
yang sudah tua dan kurangnya program pemeliharaan dan perawatan yang
dilakukan oleh pihak mall.
Setelah mengetahui Faktor – factor apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan,
selanjutnya menghitung bobot dari analisa lingkungan internal tersebut dengan
pemberian rating. Berikut nilai IFAS (Internal Factor Analisys Summary) :
Tabel 2.2 Total Skor Internal Analisys Factor Summary (IFAS)
Dari table diatas menunjukkan nilai IFAS sebesar 0,254 menunjukkan bahwa
factor kekuatan masih lebih besar dibandingkan dengan factor kelemahan pada MDS
Atrium Plaza.

2.1.3 Matrix TOWS dan analisa


Dari skors EFAS +0,175 dan Skors IFAS +0.254 maka strategi bisnis yang
dapat di gunakan adalah O-S Strategy, dimana MDS Atrium Plaza dapat
menggunakan kekuatannya secara agresif untuk memaksimalkan peluang – peluang
yang ada.
Berdasarkan strategi tersebut, berikut table strategic Decision yang dapat
diterapkan di MDS Atrium Plaza :
Berdasarkan data Strategi decision diatas, dapat disimpulkan bahwa ada
beberapa strategi yang dapat dilakukan toko dilihat dari tingkat kriteria yang dapat
segera dilakukan dengan biaya yang rendah sampai dengan strategi yang
membutuhkan proses lebih dalam dan dengan biaya yang tinggi.
2.2 PEMBAHASAN PSDM
2.2.1 Analisa Kelemahan
Berdasarkan analisa tows pada pembahasan sebelumnya, Faktor internal yang
menjadi kelemahan MDS Atrium Plaza bisa diklasifikasikan sebagai berikut :

Berdasarkan data table diatas kelemahan MDS Atrium plaza yang bisa dilakukan
improvement adalah Turunnya produktivitas Lantai 2 dan World Youth boy tidak
mencapai target pada periode Jan – feb 2018.
2.2.2 Identifikasi Masalah

Dari Matrix diagram diatas diketahui bahwa project thema terpilih adalah
turunnya produktivitas lantai 2 antara Jan – Feb 2017 vs 2017 . Ada beberapa hal
yang bisa diidentifikasi sebagai penyebab dominan turunnya produktivitas lantai 2
dibanding tahun lalu.
Pada tahun 2017 di Lantai 2 dilakukan ekspansi dan re-layout untuk 3 world
yaitu ladies, Intimate dan Youth girl. Adapun data Growth space ekspansi dan growth
produktivitas lantai 2 sebagai berikut :

Dari data diatas menunjukan diantara ketiga world yang berada dilantai 2, growth
ekspansi space ladies merupakan ekspansi yang terluas dengan penambahan space
meningkat 32,91% atau sebesar 300,33M2, akan tetapi peningkatan space ladies
tidak diikuti dengan peningkatan produktivitas sales.
1. Pengumpulan dan analisa data
Data yang terkumpul dari analisa produktivitas by floor periode januari-
february 2017 vs 2018 akan disimpulkan sesuai grafik dibawah ini.

Kesimpulan : Berdasarkan diagram batang diatas untuk perbandingan produktivitas


diketahui bahwa produktivitas 2nd floor mengalami penurunan sebesar -12,35%
dan merupakan satu-satunya floor yang mengalami penurunan produktivitas.
Dari analisa lantai dua penulis menganalisa lebih dalam, mengenai produktifitas by
world yang ada di lantai 2 yang akan disajikan dalam bentuk grafik sebagai berikut :

Kesimpulan : Berdasarkan diagram batang diatas diketahui bahwa produktivitas


Ladies mengalami penurunan sebesar -7.52%.
Setelah analisa pada world yang bermasalah yaitu ladies, penulis melanjutkan
analisa di dalam world yaitu perbandingan produktivitas CV/DP dibandingkan bulan
yang sama tahun lalu, data analisa penulis sampaikan dalam bentuk grafik sebagai
berikut:

Kesimpulan : grafik diatas bila dibandingkan Penurunan signifikan terjadi pada category
DP mencapai -20,69%
Setelah permasalahan mengerucut pada minusnya Produktivitas DP ladies Langkah
selanjutnya adalah analisa by category. Analisa akan disajikan dalam table berikut :

Kesimpulan : Grafik diatas menunjukkan bahwa ladies Casual mengalami penurunan growth

Paling besar yaitu 37,76%.


2. Identifikasi penyebab dan verifikasi penyebab masalah ( Root Cause Analysis )

Setelah melihat hasil analisa data, diketahui bahwa turunnya produktivitas DP menjadi
penyebab turunnya produktivitas lantai 2. Oleh sebab itu dilakukan analisa sebab akibat
dengan menggunakan diagram sebab akibat atau diagram fishbone. Adapun identifikasi
analisa sebab akibat atau diagram fishbone sebagai berikut :
Dari diagram sebab akibat tersebut, Potential Route Couse Category adalah sebagai berikut :

1. Space

Adanya ekspansi membuat produktivitas DP turun dari tahun lalu karena space

lades casual lebih besar sedangkan potensi pasar MDS Atrium adalah Ladies formal.

Berikut data growth Ladies Formal dibanding tahun lalu :


Table growth DP ladies periode jan – feb 2017 vs 2018

Berdasarkan table tersebut diketahui bahwa ladies Formal lebih besar potensinya

dari pada ladies casual karena Growth jan – feb 2018 adalah 39.9% sedangkan space

yang digunakan adalah 29,9% dari total space world ladies.

2. Produk

Produk – produk di counter DP ladies tidak tergrouping sesuai kategori karena

standarisasi grouping adalah by Brand bukan kategori, sehingga menyebabkan look

counter per kategorinya tidak strong.

3. Man Power

Di World DP ladies, hanya ada 4 orang SA yang menghandle 6 pulau di counter

ladies DP sehingga lambat merespon customer sehingga menyebabkan banyak

customer tidak terlayani dan berpotensi lost barcode.

4. Konsumen

Akses pergerakan customer terganggu karena akses jalan yang terconecting Pasar

senen jaya ditutup pukul 18.00.

2.2.3 Rencana Penanggulangan

Rencana penanggulangan adalah dokumen perencanaan untuk menjalankan suatu

solusi / improvement dimana tujuannya sebagai control untuk memastikan bahwa

rencana perbaikan dilaksanakan sesuai dengan target yang ditetapkan. Berikut adalah

formulir rencana penanggulangan Route Couse Turunnya produktivitas DP ladies di

MDS Atrium Plaza 655.


BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN


a. Kesimpulan
Dilihat dari factor eksternal, Matahari Atrium Plaza 655 mempunyai lokasi yang
strategis karena berada di Ring 1 Jakarta pusat, dimana daerah tersebut merupakan
pusat pemerintahan, perkantoran dan perdagangan dimana mall atrium sudah
terkoneksi langsung dengan Pusat Grosir Pasar Senen Jaya. Selain itu, daerah
tersebut merupakan daerah yang memiliki system transportasi masal yang
terintegrasi seperti stasiun kereta, terminal, shulter busway dan transportasi lainnya.
Dengan demikian, tidak dipungkiri bahwa banyaknya ancaman yang muncul,
diantaranya :
1. Terjadinya tingkat persaingan yang ketat, karena daerah tersebut merupakan
pusat perdagangan dan grosir.
2. Tingkat kriminalitas yang masih tinggi
3. Pola hidup masyarakat yang berubah yaitu dari konvensional mejadi online.
4. Rentan terhadap aksi masyarakat, ormas ataupun politik
5. Serta biaya investasi yang semakin meningkat.

Sedangkan dilihat dari factor internal, Matahari Atrium Plaza 655 memiliki
beberapa factor yang menjadi kekuatan, Antara lain:
1. Merupakan Pemain retail terbesar dan terlengkap yang ada di mall.
2. memiliki hubungan yang baik dengan supplier sehingga mendapatkan support
penuh dari segi merchandise
3. Mengalami peningkatan/growth produktivitas yang cukup tinggi yaitu
10,58%,
Akan tetapi MDS Atrium Plaza juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya:
1. Tidak adanya Fasilitas umum untuk customer
2. Pencahayaan toko yang masih kurang maksimal dibandingkan dengan
kompetitor dikelasnya.
3. Adanya penurunan performance produktivitas pada 2nd Floor sebesar (0,5%)
periode jan-feb 2018 dibandingkan dengan tahun 2017, salah satu
penyebabnya adalah turunnya produktivitas DP Ladies World sebesar
(20,0%). Penurunan tersebut merupakan dampak dari proses Ekspansi Space
lantai 2 yang dilakukan oleh manajemen pada pertengahan tahun 2017.

3.2 Saran
Dengan adanya penurunan performance Produktivitas DP Ladies World MDS
Atrium Plaza, maka penulis memberikan saran sebagai berikut :
1. Membuat Rest Area atau tempat duduk customer saat week end pada area
ladies mengingat tingkat stamina wanita yang mudah letih.
2. Mengevaluasi sales dan membuat rencana pengembangan layout untuk
diajukan kepada MD.
3. Berkoordinasi dengan team VM untuk membuat Strong Statement ladies
Formal pada Entrance
4. Konsisten melakukan Coaching, training dan program S3P guna membangun
kerjasama team untuk lebih peduli baik antar karyawan dan terutama kepada
customer.