Anda di halaman 1dari 18

BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Kondisi Geografis

Berikut akan dijabarkan mengenai kondisi geografis Kabupaten Seluma dan

kecamatan Air Periukan:

1. Kondisi Geografis Kabupaten Seluma

Kabupaten Seluma terletak pada koordinat 03049’ - 04021’ lintang selatan serta

antara 101017’ - 102059’ Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten Seluma seluas 2.400,44

kilometer persegi atau 12% dari total luas Provinsi Bengkulu. Kabupaten Seluma

beribukota Tais.

Gambar 2.1. Peta Administrasi Kabupaten Seluma

7
Kabupaten Seluma memiliki batas admistrasi sebagai berikut:

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara

2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Bengkulu selatan.

3. Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten lahat provinsi Sumatera Selatan.

Jumlah rata-rata curah hujan di Kabupaten Seluma pada tahun 2015 sebesar 168,17

mm jauh lebih sedikit dibandingkan tahun 2014 sebesar 234,74 mm. Banyaknya rata-rata

curah hujan di Kabupaten Seluma setiap bulannya sangat bervariasi. Curah hujan tertinggi

pada tahun 2015 terjadi pada bulan Desember dengan curah hujan mencapai 421,5 mm.

Sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Oktober dimana hanya tercatat rata-rata

curah hujan sebesar 26,5 mm.

2. Kondisi Geografis Kecamatan Air Periukan

Gambar 2.2. Peta Administrasi Kecamatan Air Periukan

8
Berdasarkan posisi geografisnya, Kecamatan Air Periukan memiliki batas-batas:

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Lubuk Sandi

2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia

3. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Sukaraja Maras

4. Sebelah Timur berbatasan dengan Lubuk Sandi.

Kecamatan Air Periukan memiliki luas wilayah 12.233 Ha atau 5,10% dari luas

Kabupaten Seluma (Data BPN tahun 2009). Kecamatan Air Periukan terdiri dari 15 desa

dan 1 Kelurahan, yaitu :

1. Desa Pasar Ngalam

2. Desa Sukasari,

3. Desa Tawangrejo,

4. Desa Kungkai Baru,

5. Desa Keban Agung,

6. Desa Lawang Agung,

7. Desa Padang Pelasan,

8. Desa Air Periukan,

9. Kelurahan Dermayu

10. Desa Sukamaju,

11. Desa Talang Benuang,

12. Desa Talang Alai,

13. Desa Lubuk Gilang,

9
14. Desa Talang Sebaris,

15. Desa Lokasi Baru.

Kecamatan Air Periukan terletak di bagian barat Kecamatan Lubuk Kabupaten

Seluma. Luas wilayah Kecamatan Air Periukan mencapai lebih kurang sandi12.233 ha.

Ibukota Kecamatan Air Periukan terletak di Kelurahan Dermayu dan terdiri dari 15 desa

definitive dan 1 Kelurahan.

Pada tahun 2013 Kecamatan Air Periukan terdiri dari 15 desa dan 1 Kelurahan,

yaitu Desa Pasar Ngalam, Sukasari, Tawangrejo, Kungkai Baru, Keban Agung, Lawang

Agung, Padang Pelasan, Air Periukan, Kelurahan Dermayu, Sukamaju, Talang Benuang,

Talang Alai, Lubuk Gilang, Talang Sebaris, Lokasi Baru dan Taba Lubuk Puding yg

merupakan pemekaran dari Desa Talang Alai.

2.1. Pendidikan

Pada tahun pelajaran 2015/2016, jumlah murid di Taman Kanak-kanak (TK)

sebanyak 487 murid pada 14 sekolah. Untuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtida’iah

(MI) sebanyak 3914 murid di 14 sekolah dengan jumlah guru sebanyak 119 orang. Pada

Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sebanyak 860 murid di 4 sekolah dengan jumlah

guru sebanyak 113 orang. Pada jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sebanyak

526 murid di 1 sekolah dengan jumlah guru sebanyak 24 orang.dan Sekolah Menengah

Kejuruan terdapat 580 murid di 1 sekolah dengan jumlah guru sebanyak 22 orang.

10
2.2.Pertanian

Kecamatan Air Periukan memiliki lahansawah seluas 287 ha yang terdiri dari;

sawah tadah hujan yang ditanami padi sebanyak 1 kali dalam setahun seluas 180 ha dan

yang ditanami padi sebanyak 2 kali dalam setahun sebanyak 87 ha, sedangkan lahan sawah

rawa pasang surut seluas 20 ha hanya ditanami padi 1 kali dalam setahun.

2.3. Perkebunan

Terdapat tujuh jenis komoditi perkebunan yang dihasilkan di Kecamatan Air

Periukan pada tahun 2014 yaitu: kopi, karet, kelapa, kelapa sawit, kakao, kapuk, dan

pinang. Dan luas terbesar pada komoditi karet.

B. Profil Sekolah

SMP Negeri 29 Seluma merupakan satu-satunya sekolah yang terdapat di Desa

Talang Alai Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma. SMP Negeri 29 Seluma berdiri di

jalan poros tengah Desa Talang Alai, Air Periukan Kabupaten Seluma Kode Pos 38881.

SMP Negeri 29 Seluma berdiri pada 28 mei 2008 dengan SK pendirian No 307 Tahun

2008. SMP Negeri 29 Seluma berdiri karena kebutuhan akan sekolah menengah pertama

untuk Desa Talang Alai cukup tinggi, sebelum didirikan lulusan SD Desa Talang Alai

banyak melanjutkan SMP di Pusat Kecamatan.

SMP Negeri 29 Seluma memiliki luas Tanah 1.890 m2 dengan status belum

bersetifikat. Keadaan bangunan di gedung SMP Negeri 29 Seluma sudah permanen dan

kokoh, ada bangunan di SMP permanen namun tidak kokoh terkesan asal jadi. sehingga

dinding dan tiang gedung terkelupas walaupun di beton, masih banyak jendela dan pintu

yang rusak, serta lantainya yang pecah-pecah. Sekolah ini berada di atas tanah yang

11
strukturnya liat, sehingga sangat sulit untuk tanaman hias tumbuh dihalaman sekolah

menjadikan sekolah ini tampak sangat gersang. Jika beberapa minggu halaman sekolah

tidak dibersihkan, maka akan tumbuh rumput-rumput ilalang liar. Pada saat musim hujan

halaman becek dan licin menempel pada sepatu siswa.

Pada musim penghujan sebagian siswa terlambat datang kesekolah dikarenakan

jalan yang dilalui cukup rusak sehingga mereka kesulitan mengendarai motor. Pada saat

hujan siswa Talang Giring yang naik mobil pick up bantuan desa akan terlambat berjamaah

sehingga kepala sekolah tidak member hukuman yang cukup berat hal ini dikarenakan

akses jalan dan mobil desa yang mereka naiki tidak bisa melaju cepat karena jalan licin.

Masalah pernikahan dini untuk dikalangan SMP masih banyak sehingga hampir tiap

tahunnya siswi/siswa ada yang menikah walaupun usia mereka tidak boleh menurut

undang-undang. Alasan menikah muda bermacam-macam mulai dari hamil diluar nikah,

karna pacarnya lebih tua bahkan karna takut dianggap menjadi perawan tua.

Sebagian anak laki-laki lebih memilih membantu orang tua berkebun hal ini

dikarenakan harga karet murah, sehinga mereka membantu orang tua berladang menanam

sayuran untuk menambah penghasilan dan untuk memenuhui kehidupan sehari-hari.

Sebagian murid laki-laki tinggal di ladang dan ketika pagi hari mereka terlambat datang

sekolah, sehingga berdampak kepada menurunnya hasil belajar karena tidak diulang

kembali di rumah.

1. Fasilitas Sarana dan Prasarana

12
Bangunan disekolah ini sudah tergolong baik, dindingnya telah permanan, lantainya

keramik dan atapnya seng aluminium. Berikut adalah tabel fasilitas yang terdapat di

sekolah tersebut

KONDISI
NO SARANA / PRASARANA JML KET
B RR RMD RB

RUANG
1
1. Ruang Kelas/Teori
1
2. Ruang Guru 4
1
3. Ruang Tata Usaha 1
4. Ruang Kepala Sekolah 1
5. Ruang BK 1
6. Ruang Wakil Ka Sek -
1 7. Ruang UKS 2 -
1
8. Ruang OSIS -
9. WC Siswa 2
10. WC Guru dan TU 1
11. Ruang KPN / Koppel -
1
12. Ruang Jaga 1
13. Ruang Perpustakaan 1

2 LABORATORIUM
1. Laboratorium Multimedia 1 1

3 ALAT KANTOR DAN -


PENDIDIKAN 20 2 4 26
1. Komputer ( Work Stasiun / PC 1 1
) 1 1 2
2. Komputer laptop -
3. Printer -
4. Data Projektor 1 1
5. Layar Data Projektor -
6. Mesin TIK -
7. Mesin Stensil -
8. Mesin Hitung -
9. Brankas -
10. OHP 1 1
11. Telepon 1 1
12. Televisi -
13. Tape Rekorder 1 1
14. Amplifire -

13
15. Toa Mic 1 1
16. Seaker aktif 19 19
17. Filling cabinet 94 29 123
18. Alat Kesenian 64 64
19. Alat Olah raga 15 15
20. Alat IPA
21. Alat IPS
4 ALAT KETERAMPILAN
1. Alat Keterampilan elektronik -
2. Alat Keterampilan Otomotip -
3. Alat Keterampilan jasa -
4. Alat Keterampilan -
9Pertukangan -
5. Alat Keterampilan Pertanian -
6. Alat Keterampilan Tata boga -
7. Alat Keterampilan Tata -
busana
8. Alat Keterampilan Mulok
lainnya
5 MEUBELER
1. Meja Siswa 60 20 25 - 105 -
2. Kursi Siswa 60 20 25 - 105 -
3. Meja Guru 5 1 1 6 -5
4. Kursi Guru 5 1 1 6 -5
5. Meja Tata Usaha 1 -1
6. Kursi Tata Usaha 1 -1
7. Meja Piket -
8. Kursi Piket -
9. Meja Kepala Sekolah 1 1
10. Kursi Kepala Sekolah 1 1
11. Meja wakil Kepala Sekolah 1 1
12. Kursi wakil Kepala Sekolah 1 1
13. Meja Komputer 20 20
14. Meja kerja laboratorium -
15. Kursi Laboratorium -
16. Meja ketik -
17. Meja Baca Perpustakaan 10 10
18. Kursi baca Perpustakaan 30 30
19. Lemari Arsip 1 1 2
20. Lemari Piala -
21. Lemari Buffet 1 1
22. Rak arsip 1 1
23. Rak buku perpustakaan 2 2
24. Lemari katalog 1 1
25. Papan tulis white board 1 3 4
26. Papan data white board 3

14
27. Papan tulis administrasi 3 4
sekolah 4 -
28. Papan tulis hitam putih 1 1
29. Kursi tamu -
30. Kursi pengawas ujian 1
31. Papan pengumuman 1 4
32. Tempat sampah

6 INVENTARIS LAINNYA
1. Tiang Bendera 1 1
2. Bendera merah putih 1 1 2
3. Perangkat Upacara Bendera 1 1
4. File box 3 2 5
5. Map dokumen 10 10
6. AC 2 2
7. Dispenser water 1 1
Tabel 2.1 . Fasilitas Sarana dan Prasarana Sekolah SMP Negeri 29 Seluma

Keterangan :
 B = Baik
 RR = Rusak ringan
 RB = Rusak Berat
 RMD = Rusak masih dapat diperbaiki

Ruang kelas di SMP Negeri 29 Seluma ada 5 kelas dengan rincian kelas VII dua

ruang kelas, kelas VIII terdiri dari 2 ruang kelas serta kelas IX yang terdiri dari 1 ruangan

kelas. Hampir 60 % lantai ruangan kelas VIIb sudah rusak sehingga sisawa/siswi kelas VIIb

menyiram lantai ruangan yang rusak agar tidak berdebu. Untuk meja belajar dan kursi di

kelas VII sudah banyak yang rusak sehingga siswa/siswi bergabung menjadi satu meja dan

kursi karena kekurangan kursi dan meja.

15
Ruang perpustakan sangat di optimalkan sama siswa hal ini dapat dilihat dari

jumlah siswa yang meminjam buku untuk dibaca dirumah. Perpustakaan sangat ramai di

kunjungi pada saat perpustakaan di buka pada saat istrihat.

Toilet siswa ada 3 buah akan tetapi baru hanya berfungsi 1 buah karena 2 lainnya

sudah rusak dan belum di perbaiki. Sebelum di perbaiki toilet yang rusak siswa/siswi SMP

Negeri 29 Seluma banyak siswa yang BAB dan BAK di sungai kecil dekat sekolah.

Sedangkan untuk siswi mereka menumpang di rumah warga untuk BAB dan BAK.

Ruang multi media memiliki 20 unit computer tetapi komputer yang ada tidak

diperbaiki, sudah berulang kali kami meminta sekolah untuk memperbaiki komputer tetapi

sekolah tidak pernah memperbaiki dengan alasan tidak ada dana sekolah.

Lapangan olahraga selain di gunakan untuk olahraga juga digunakan untuk kegiatan

extrakurikuler siswa baik Voli maupun pramuka.

II. Visi dan Misi

Adapun Visi dan Misi dari SMP Negeri 29 Seluma sebagai berikut:
Visi :
Terdidik, Berprestasi, dan Berakhlak Mulia

Indikator :

1. UNGGUL DALAM KETAATAN, KEDISPLINAN DAN KETERTIBAN

2. UNGGUL DALAM PENCAPAIAN NILAI UJIAN

3. UNGGUL DALAM KEGIATAN SENI DAN OLAHRAGA

4. BERBUDAYA DAN BERAKHLAK MULIA

16
Misi :

1. MENGEMBANGKAN SIKAP TAAT DISIPLIN TERTIB, TERAMPIL DAN CAKAP

2. MELAKSANAKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR YANG EFEKTIF DAN

EFISIEN

3. MENINGKATKAN OLAHRAGA DAN SENI

4. MENINGKATKAN KEGIATAAN YANG BERSIFAT RELIGIOUS

5. BERBUDAYA LINGKUNGAN YANG BERSIH DAN SEHAT

6. MENINGKATKAN HUBUNGAN KERJASAMA DENGAN MASYARAKAT

III.Tenaga Pengajar

Tenaga pengajar di SMP Negeri 29 Seluma sebenarnya mencukupi, tetapi daya

kerja sebagian guru kurang bertanggung jawab. Banyak guru yang datang terlambat dengan

alasan jalan rusak dan hujan.

Menurut data juli 2017 ada 10 guru PNS di SMP Negeri 29 Seluma, 2 guru

honorer, serta 2 orang Tata usaha. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel 2.2 :

JUMLAH
L
IJAZ TUGAS
NO NAMA / NIP / GO JURUSAN MENGAJA KET
AH MENGAJAR
P L R

1. Lisman Zailani,M.Pd IV / S2 Tek. Penjaskes 6


L GT
a Pembelajaran
2. Sayadi,S.Pd L IV / S1 PPKN PPKN + WaKa 15
GT
a Sek
3. Yosi sosinta,S.Pd P III / S1 Matematika Matematika 25
GT
d

17
4. Lukman Syahri,S.Ag L III/d S1 PAI PAI 6 G.

TBHN

5. Odih rusnia muas,A.Md L III / D3 BHS. Inggris Bhs. Inggris , 18


GT
c TIK
6. Ensaripudin,S.Pd L III/ c S1 Biologi IPA + Seni 15 GT

7. Arna Densi,S.E P III/ c S1 Akutansi IPS 20 GT

8. Nova ruri,S.Pd P III/ c S1 BHS. Bahasa 24


GT
Indonesia Indonesia
9. Hardinata,S.Pd L III /b S1 Biologi IPA 20 GT

10. Meli yendriani,S.Pd P III / S1 BHS. Inggris Bhs.Inggris + 20


GT
b BTHQ
11. Herman Samuel L.T,S.Pd L - S1 Geografi IPS SM3-T

12. Nurhadaniah Hasniza,S.Pd P - S1 BK BK SM3-T

13. Sirwannadi,S.Pd L - S1 Biologi Penjas , PAI, 10


GTT
BTHQ
14. Rikke satria Astika P - S1 Bhs Inggris TIK,PAI 10
GTT
,BTHQ
Tabel 2.2 . Jumlah Tenaga Pengajar SMP Negeri 29 Seluma

Dilihat dari jumlah guru yang ada, masih tergolong kurang, terutama untuk

Kesenian, Tik, dan BTHQ. Masih ada beberapa guru yang memegang tugas rangkap,

sehingga terdapat masalah tidak sesuainya ilmu pendidikan yang dibawanya dengan yang

di ajarkan, dengan kata lain tidak relevan.

Dalam proses pembelajaran, masih banyak terdapat masalah, seperti kurangnya

media pembelajaran, tidak ada buku paket yang di pegang oleh siswa, serta guru yang

mengajar tidak relevan dengan ilmunya. Masih banyak juga guru yang tidak hadir dan

18
terlambat setiap hari dengan alasan hujan lebat, pulang kerumahnya di kota setiap

minggunya, izin sakit, urusan keluarga dan banyak yang tanpa keterangan.

IV. Jumlah Siswa

Jumlah siswa/i di SMP Negeri 29 Seluma termasuk cukup banyak, hal ini bisa di

lihat Dalam tabel dibawah ini :

JUMLAH SISWA
KELAS
KELAS Ruang Belajar LK PR Jumlah
VII 1 2 28 16 44
VIII 1 2 28 12 40
IX 1 1 22 16 38
Jumlah 5 78 44 122
Tabel 2.3. Tabel Jumlah Siswa/i

Berdasarkan jumlah perbandingan laki-laki dengan perempuan jumlah ratio laki-laki

sebanyak 64 % sedangkan perempuan sebanyak 36 %. Minat masyarakat akan pendidikan

sangat tinggi hal ini dapat dilihat dari tabel 2.4 bahwa anak didesa Talang Alai semangat

akan belajar seperti tersaji dalam tabel 2.4 :

JUMLAH SISWA DALAM USIA ( TH ) PERSENTASE


KELAS PROGRAM ABSENSI
≤ 13 14 – 15 >15 JMLH
SISWA
7 31 12 1 44 99,0 %
8 34 6 40 98,5 %
9 28 10 38 97,5 %
JML 31 74 17 122
Tabel 2.4. Data Usia dan Persentase Absensi siswa

19
C. MASALAH

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia masalah adalah sesuatu yang harus di

selesaikan atau sesuatu yang harus di pecahkan (ada jalan keluar). Masalah SMP Negeri

29 cukup komplek baik dari Kepala Sekolah, Guru, maupun dari siswa. Permasalahan itu

dapat diatasi jika kepala sekolah, guru, bertanggung jawab atas tugasnya masing-masing.

Ada pun permasalahaan yang ada di SMP Negeri 29 Seluma selama satu tahun saya

rincikan sebagai berikut.

C.1. Masalah Kepala Sekolah dan Guru

1. Kepala Sekolah SMP Negeri 29 Seluma sering telat datang kesekolah dan selama 1

tahun saya mengajar di SMP Negeri 29 Seluma kepala sekolah hanya 1 kali menjadi

Pembina upacara itu pun pada saat memperkenalkan peserta SM-3T kepada siswa/i

SMP Negeri 29 Seluma. Kepala sekolah tiap saat datang terlambat dengan alasan jarak

rumah jauh dengan sekolah dan jarak rumah kesekolah jauh. Padahal ada guru

matematika yang jarak rumahnya 3 kali lipat jauhnya dari rumah kepala sekolah bisa

datang tepat waktu.

2. Guru mata pelajaran I.P.A serta merangkap seni budaya merupakan guru yang jarang

masuk sekolah. Bapak ini juga tidak pernah memenerangkan pelajarannya kepada

siswa, bahkan siswa/i hanya di suruh mencatat materi sampai mata pelajarannya habis,

sedangkan bapak ini hanya duduk-duduk santai di kantor sambil bercerita sama guru-

guru lainnya. Ujian semester mata pelajaran seni budaya bahkan bapak ini tidak ada

20
membuat soal ujian, bapak ini hanya menyuruh siswa/i membeli sapu lantai dan pel

lantai sebagai ujiannya.

3. Wakil Kepala Sekolah dan guru mata pelajaran PKN tetapi bapak ini jarang datang

kesekolah. Bapak ini juga jarang masuk kelas dan hanya menyuruh siswa mencatat

buku. Sebagai wakil kepala sekolah bapak ini juga tidak pernah masuk jika ada kelas

yang gurunya tidak datang padahal mengganti guru yang tidak datang salah satu tugas

wakil kepala sekolah.

4. Kepala sekolah tidak pernah memberi supervisi atau teguran kepada guru yang kinerja

nya kurang baik.

5. Tidak ada jadwal guru piket .

C.2. Masalah Perangkat Pembelajaran dan Model Pembelajaran

1. Guru-guru malas membuat RPP, mereka mendownload RPP dari internet tanpa mengedit

RPP sehingga tidak sesuai dengan kebutuhan siswa.

2. Guru-guru SMP Negeri 29 Seluma hampir semua menerapkan model pembelajaran

CBSA( Catat Buku Sampai Abis) tanpa menerangkan yang penting kelas aman dan murid

tidak keluar.

3. Guru tidak memanfaatkan Media pembelajaran seperti infokus dan alat praktik yang

tersedia

4. Buku pegangan guru menggunakan buku terbitan lama sehingga untuk perkembangan

informasi sudah terlambat.

21
C.3. Kondisi Lingkungan Belajar

Lingkungan belajar adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan tempat proses

pembelajaran dilaksanakan. Lingkungan ini mencakup dua hal utama yaitu lingkungan fisik

dan lingkungan sosial, kedua aspek lingkungan tersebut dalam proses pembelajaran

haruslah saling mendukung sehingga murid merasa nyaman di sekolah dan mau mengikuti

proses pembelajaran tanpa terpaksa serta tertekan. Lingkungan belajar sangat berperan

dalam menciptakan suasana belajar menyenangkan, sehingga meningkatkan keaktifan

belajar maka lingkungan belajar harus ditata semestinya. Adapun masalah lingkungan

belajar SMP Negeri 29 Seluma sebagai berikut :

1. Kelas rusak (banyak jendela yang pecah, kursi dan meja banyak rusak, serta lantai kelas

yang pecah)

2. Pagar sekolah tidak ada sehingga masyarakat bebas keluar masuk.

3. Kamar mandi/wc murid rusak dan tidak mencukupi sehingga murid BAB (buang air

besar ) dan BAK (buang air kecil) di alam terbuka.

C.4. Kondisi Siswa

1. Siswa sering keluar pada saat jam pelajaran karena guru jarang masuk kelas

2. Siswa jarang mengulang kembali pelajaran dirumah

3. jarak sekolah dan rumah yang sangat jauh sehingga murid sering terlambat datang

kesekolah ditambah dengan jalan yang rusak.

C.5. Kondisi Orang Tua Siswa

1. Orang tua jarang menanyakan belajar siswa

22
2. Perekonomian sebagian orang tua rendah

3. Orang tua menggangap bahwa pendidikan sekolah hanya tanggung jawab guru

4. Kebanyakan orang tua murid hanya tamatan SD – SMP

5. Mata pencaharian orang tua murid mayoritas bertani.

C.6 Latar Sosiologis Siswa

Sebagian siswa dari Keluarga Broken Home atau orang tua siswa pergi merantau

sehingga siswa tinggal bersama ibu atau nenek sehinga siswa kurang mendapat kasih

sayang dari orang tua. Ada juga siswa yang tinggal gubuk di kebun bersama orang tua

mereka sambil membantu orang tua membui.ka ladang hal ini di lakukan karena jarak

kebun ke rumah relatif jauh.

D. Solusi

Solusi adalah proses pembelajaran dimana kita berusaha untuk memperbaiki diri

dari praktek yang kita lakukan sehari-hari. Solusi juga bisa disebut sebagai cara

pemecahan/penyelesaian masalah tanpa tekanan. Adapun solusi yang saya berikan adalah

sebagai berikut:

1. Kepala Dinas seharusnya memberi sanksi yang tegas kepada PNS yang jarang masuk.

2. Dalam membuat RPP guru masih kurang menguasai penggunaan komputer sehingga

mereka jarang membuat RPP walaupun mereka ikut MGMP serta pelatihan membuat

RPP K-13. Jadi Peserta SM3T membantu tentang pengenalan dasar komputer serta cara

cepat (short cut) penggunaan computer.

3. Sharing pendapat dengan guru tentang penggunaan model pembelajaran yang cocok

sehingga guru bisa menggunakan model pembelajaran yang sesuai.

23
4. Berkonsultasi dengan kepala sekolah agar mau menghimbau para guru agar mau

menggunakan alat belajar yang tersedia disekolah.

5. Berkonsultasi dengan kepala sekolah dan melakukan pemeriksaan terhadap komputer

yang rusak

6. Bersama siswa memperbaiki kursi dan meja yang rusak.

7. Memberi motivasi belajar kepada anak dan memberi Reward (penghargaan) pada anak

didik yang nilai belajarnya baik serta meningkat.

8. Hasil ulangan anak harus ditandatangani oleh orang tua agar orang tua mengetahui

perekembangan kemampuan belajar murid.

9. Sosialisasi tentang dampak negative pernikahan usia dini.

24