Anda di halaman 1dari 2

Nama: Suka Damawanti Suhita

Nim: 041711333217
Kelas : Pengauditan I / L

BAB 5
KEWAJIBAN HUKUM AUDITOR

KEWAJIBAN HUKUM
Kewajiban hukum auditor kepada klien adalah mencegah penipuan dan/atau pelanggaran kontrak
yang bisa mempengaruhi hasil-hasil pekerjaan .
Penyebab utama tuntutan hukum terhadap KAP adalah kurangnya pemahaman pemakai laporan keuangan
tentang perbedaan antara kegagalan bisnis , kegagalan audit, dan risiko audit. Standar ketelitian yang sering
disebut konsep kehati-hatian (prudent person) menjelaskan bahwa auditor hanya menjamin itikad baik dan
integritas dan bertanggung jawab atas kecerobohan , itikad buruk atau ketidak jujuran dan auditor terbebas
dari kerugian akibat kekeliruan dalam pertimbangan. Bidang kewajiban hukum auditor dapat digolongkan
sebagai berikut :

Kewajiban kepada klien


Kewajiban terhadap klien timbul karena kegagalan untuk melaksanakan tugas audit sesuai waktu
yang disepakati, pelaksanaan audit yang tidak memadai, gagal menemukan kesalahan, dan pelanggaran
kerahasiaan oleh akuntan publik.
Apabila terdapat tuntutan auditor dapat mengajukan pembelaan yaitu :
1. Tidak adanya kewajiban melaksanakan pelayanan, dalam hal ini tidak dinyatakan dalam surat
penugasan/kontrak.
2. Tidak ada kelalaian dalam pelaksanaan kerja , mengklaim bahwa auditor telah mengikuti GAAS .
3. Kelalaian kontribusi, dalam hal ini menjamin jika klien melakukan kewajiban/tindakan tertentu ,tidak
akan terjadi kerugian
4. Ketiadaan hubungan timbal balik, antara pelanggaran auditor terhadap standar kesungguhan dengan
kerugian yang dialami klien .

Kewajiban terhadap pihak ketiga menurut Common Law


Pihak ketiga yang terdiri dari pemegang saham, calon pemegang saham, pemasok, bankir dan
kreditor lain, karyawan, dan pelanggan. Konsep kewajiban tersebut antara lain sebagai berikut :
 Doktrin ultramares, Kewajiban dapat timbul jika pihak ketiga primary beneficiary atau orang yang harus
diberikan informasi audit
 Pemakai yang dapat diketahui sebelumnya, orang yang mengandalkan keputusannya pada laporan
keuangan .
 Foreseeable user’s, pemakai yang dapat diketahui lebih dahulu mempunyai hak yang sama dengan
pemakai laporan keuangan yang mepunyai hubungan kontrak .

Kewajiban perdata menurut hukum sekuritas federal


1. Securities Act tahun 1933, persyaratan pelaporan untuk perusahaan yang mengeluarkan efek-efek baru.
Peraturan membolehkan pihak ketiga menggugat auditor jika laporannya menyesatakan dan tidak
mempunyai beban pembuktian hal tersebut, sementara auditor dapat membela jika audit telah memadai
dan pemakai laporan tidak menderita kerugian .
2. Securities Exchange Act tahun 1934, persyaratan penyampaian laporan tahunan setiap perusahaan yang
sahamnya diperdagangkan di bursa. Akibat tuntutan ini SEC dapat mencabut ijin praktek dari KAP
yang yang melakukan kesalahan.
3. Racketeer Influenced and Corrupt Organization Act 1970, peraturan ini ditujukan untuk kriminalitas
tetapi auditor sering dituntut berdasarkan peraturan ini .
4. Foreign Corrupt Practice Act tahun 1977, larangan pemberian uang suap kepada pejabat di luar negeri
untuk mendapatkan pengaruh dan mempertahankan hubungan usaha

Kewajiban kriminal
Beberapa undang-undang seperti Uniform Securities Acts, Securuties Acts 1933 dan 1934, Federal
Mail Fraud Statute dan Federal False Statement Statute menyebutkan bahwa menipu orang lain dengan
sadar terlibat dalam laporan keuangan yang palsu adalah perbuatan kriminil .

Tanggapan Profesi Terhadap Kewajiban Hukum


AICPA dan profesi mengurangi resiko terkena sanksi hukum dengan langkah-langkah berikut :
1. Riset dalam auditing
2. Penetapan standar dan aturan.
3. Menetapkan persyaratan untuk melindungi auditor
4. Menetapka persyaratan penelaahan sejawat .
5. Melawan tuntutan hukum
6. Pendidikan bagi pemakai laporan
7. Memberi sanksi kepada anggota karena hasil kerja yang tak pantas
8. Perundingan untuk perubahan hukum .

Tanggapan Akuntan Publik Terhadap Kewajiban Hukum


Dalam meringankan kewajibannya auditor dapat melakukan langkah-langkah berikut :
1. Hanya berurusan dengan klien yang memiliki integritas
2. Mempekerjakan staf yang kompeten dan melatih serta mengawasi dengan pantas
3. Mengikuti standar profesi
4. Mempertahankan independensi
5. Memahami usaha klien
6. Melaksanakan audit yang bermutu
7. Mendokumentasika pekerjaan secara memadai
8. Mendapatkan surat penugasan dan surat pernyataan
9. Mempertahankan hubungan yang bersifat rahasia
10. Perlunya asuransi yang memadai
Mencari bantuan hukum